cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
ISSN : 24776637     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya. Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 5 (5) 2016" : 11 Documents clear
Ketahanan Bakteri Asam Laktat (BAL) Isolat 9A Hasil Isolas dari Kolon Sapi Bali terhadap pH Rendah dan Natrium Deoksikolat (NaDC) Febrianti, Andri Nurdiana; Suardana, I Wayan; Suarsana, I Nyoman
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (5) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.143 KB)

Abstract

Bakteri asam laktat (BAL) merupakan salah satu kelompok bakteri probotik, yang dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan manusia dan hewan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi bakteri asam laktat isolat 9A yang merupakan hasil isolasi dari kolon sapi bali sebagai kandidat probiotik yang memiliki ketahanan terhadap pH rendah dan Natrium Deoksikolat (NaDC). Penelitian dilakukan melalui beberapa tahap yakni tahap pertama diawali dengan uji kultivasi yang bertujuan untuk memastikan isolat tidak terkontaminasi mikroorganisme selain bakteri asam laktat, yang meliputi uji pertumbuhan pada media MRS cair, uji katalase, dan pewarnaan Gram. Tahap kedua meliputi pengujian ketahanan isolat 9A terhadap pH rendah (pH 2, 3, dan 4) dan uji NaDC dengan konsentrasi 0,2 mM, 0,4 mM dan 0,6 mM. Hasil pengujian menunjukkan bahwa isolat 9A memiliki sifat dapat tumbuh baik pada media MRS cair dengan suasana anaerob, uji katalase negatif, dan termasuk bakteri Gram positif. Pada uji ketahanan terhadap pH rendah dan NaDC, isolat 9A memiliki daya tumbuh pada media dengan pH 2 dan NaDC dengan konsentrasi sampai 0,6 mM. Hasil ini menunjukkan bahwa isolat 9A memiliki ketahanan terhadap pH rendah dan NaDC, yang merupakan syarat utama dari probiotik.
Persebaran dan Hubungan Kejadian Rabies pada Anjing dan Manusia di Denpasar Tahun 2008-2015 Sadipun, Elizabeth Liliane; Batan, I Wayan; Nindhia, Tjokorda Sari
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (5) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.415 KB)

Abstract

Rabies atau penyakit anjing gila merupakan penyakit zoonosis yang menyerang sistem saraf pusat yang disebabkan oleh virus Genus Lyssavirus dari Familia Rhabdoviridae. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persebaran dan hubungan kejadian rabies pada anjing dan manusia di Kota Denpasar tahun 2008-2015. Data sekunder dikumpulkan, ditabulasi, dan kemudian dipetakan pada peta wilayah Kota Denpasar. Analisis data sekunder dilakukan dengan analisis korelasi Range Spearman. Sepanjang tahun 2008-2015 telah terjadi sebanyak 53 kasus rabies pada anjing dan 11 kasus pada manusia. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif yang sangat nyata antara kejadian rabies pada anjing dan manusia tahun 2008-2015 dengan nilai koefisien korelasi 0,681 yang menunjukkan bahwa tingginya kejadian rabies pada anjing diikuti dengan kejadian pada manusia.
Pengaruh Partisi Etil Asetat Ekstra Buah Pare (Momordica Charantia) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Tikus Putih ( Rattus Norvegicus) Yang Diinduksi Streptozotozin Ananta, Muhammad Ghufron; Suartha, I Nyoman; Dharmayudha, Anak Agung gde Oka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (5) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.497 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui khasiat pemberian partisi etil asetat ekstrak buah pare terhadap penurunan kadar glukosa darah tikus putih (Rattus norvegicus) diabetes melitus. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan sebelum disuntikkan streptozotocin dan pada hari ke 0, 4, 11, dan18 setelah tikus dalam keadaan diabetes mellitus eksperimental. Pemberian perlakuan (ekstrak pare dan partisi kloroform) dilakukan pada hari nol sampai hari ke 18. Penelitian ini terdiri atas empat perlakuan dan lima pengulangan dengan menggunakan rancangan acak lengkap. Lima perlakuan ini adalah tikus normal yang menjadi kontrol negatif (-), tikus diabetes melitus BB kontrol positif (+), tikus diabetes melitus dan ekstrak pare 2% (200 mg/kg BB) dan tikus diabetes melitus dan partisi etil asetat 50 mg/kg BB . Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian partisi etil asetat ekstrak buah pare berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap penurunan kadar glukosa darah tubuh. Kesimpulan ekstrak etil asetat pare dapat digunakan untuk menurunkan kadar glukosa darah tikus.
Perancangan Sistem Informasi Management Data Pasien Dokter Hewan Panggilan Hudaya, Juang; Alamsyah, Affan Nur
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (5) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.256 KB)

Abstract

Memiliki hewan peliharaan (pet) sekarang ini merupakan sebuah gaya hidup. Di kota-kota besar terjadi peningkatan jumlah adopter hewan lucu seperti : kucing, anjing, reptil, dan lain-lain. Kesehatan dari hewan peliharaan merupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan oleh adopter. Pemeriksaan rutin dan pemenuhan vaksin kesehatan dapat dilakukan di rumah sakit hewan dan klinik dokter hewan. Dokter hewan panggilan dapat menjadi alternatif bagi adopter yang mengutamakan kenyamanan serta penanganan yang cepat. Penelitian ini bertujuan merancang sistem yang mampu mengelola data berdasarkan status dan lokasi pasien, supaya memudahkan dokter hewan dalam memilah data dan mencetak laporan secara rapi. Penelitian yang telah dilakukan menghasilkan sistem yang dapat bekerja sesuai dengan tujuan pembuatannya. Sistem informasi manajemen data pasien dokter hewan panggilan meliputi manajemen data pasien, data dokter hewan dan data lokasi. Status pasien dibedakan menjadi tiga bagian yaitu : baru, perawatan, dan sehat. Sistem ini diimplementasikan dalam bahasa pemrograman Hypertext Prepocessor (PHP). Sistem dapat memudahkan pecatatan data pasien, mempercapat pencarian dan pengelompkan data sesuai dengan kategori yang ditentukan seperti, jenis, lokasi dan status kesehatan. Sistem dapat mengelola data lebih baik daripada pengelolaan data secara konservatif.
Pola Pertumbuhan Dimensi Panjang Tubuh Itik Bali Betina Marcy Lapik, Siereh Eugene; Sampurna, I Putu; Suatha, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (5) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.418 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pada umur berapa masing-masing dimensi panjang itik bali betina mencapai titik infleksi dan ukuran dewasa. Itik yang digunakan dalam objek penelitian ini adalah itik bali betina berumur 0 sampai 12 minggu sebanyak 35 ekor dan umur 14 sampai 26 minggu sebanyak 35 ekor yang dipelihara peternak secara semi intensif di Desa Kalianget, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali. Data yang diperoleh dianalis dengan analisis regresi non linier, dengan persamaan tersebut dapat ditentukan umur mencapai titik infleksi dan umur dewasa. Hasil regresi model sigmoid menunjukkan bahwa dimensi panjang tubuh mencapai titik infleksi pada umur kurang dari satu minggu dan dimensi panjang yang paling cepat mencapai ukuran dewasa adalah panjang paruh pada umur 24,176 minggu, disusul panjang kepala pada umur 24,444 minggu, kemudian panjang leher pada umur 28,977 minggu dan terakhir adalah panjang badan pada umur 29,961 minggu.
Perbandingan Bakteri Coliform pada Feses Sapi Bali Menurut Tingkat Kedewasaan dan Tipe Pemeliharannya Wati, Ni Komang Desi Yena; SuarJana, I Gusti Ketut; Besung, I Nengah Kerta
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (5) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.272 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan jumlah bakteri Coliform yang di isolasi dari feses Sapi Bali menurut tingkat kedewasaan dan tipe pemeliharaan. Total sampel yang digunakan sebanyak 24 sampel. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 2x3 yaitu 2 tipe pemeliharaan (TPA Suwung dan Sobangan) dan 3 tingkat kedewasaan sapi (pedet, dara, dewasa) dengan 4 kelompok berdasarkan waktu pengambilan sampel. Data yang diperoleh diuji dengan Analisis Ragam dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan sangat nyata (P<0,01) antara tingkat kedewasaan dan tipe pemeliharaan terhadap jumlah bakteri Coliform feses Sapi Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri feses Coliform pada sapi dewasa lebih tinggi secara sangat nyata dibandingkan dengan sapi dara dan sapi pedet, tetapi antara sapi dara dengan sapi pedet tidak menunjukkan perbedaan yang nyata.
Identifikasi Senyawa Kimia Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera L) di Bali Pratama Putra, I Wayan Dwika; Dharmayudha, Anak Agung Gde Oka; Sudimartini, Luh Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (5) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.932 KB)

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan alam yang cukup melimpah yang tersebar dari ujung barat hingga ujung timur. Salah satu kekayaan alam tersebut berupa tanaman obat yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber obat tradisional. Tanaman kelor (Moringa oleifera L.) merupakan salah satu tanaman obat yang memiliki khasiat sebagai antidiabetes dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa kimia yang terkandung dalam ekstrak etanol daun kelor. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah daun kelor yang diperoleh di wilayah Denpasar Utara, Bali. Daun kelor terlebih dahulu diekstraksi dengan menggunakan pelarut etanol 96%, kemudian dilakukan uji fitokimia untuk mendeteksi adanya senyawa aktif alkaloid, flavonoid, saponin, fenolat, triterpenoida/steroida, dan tanin. Data yang diperoleh dianalisa secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera L.) mengandung senyawa senyawa alkaloid, flavonoid, fenolat, triterpenoida/steroida, dan tanin
Respon Imun Anak Babi Pasca Vaksinasi Hog Cholera Jayanata, I Made; Suardana, Ida Bagus Kade; Ardana, Ida Bagus Komang
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (5) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.57 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antibodi maternal terhadap titer antibodi anak babi yang di vaksin hog cholera umur 7 hari. Penelitian menggunakan tujuh sampel babi dari induk yang divaksin secara teratur yang diberikan perlakuan vaksinasi pada umur 7 hari. Pengambilan sampel serum dilakukan pravaksinasi (7 hari), dan satu minggu serta dua minggu pasca vaksinasi. Untuk menentukan titer antibodi virus Hog cholera pada sampel anak babi dilakukan uji ELISA. Data yang diperoleh kemudian dianalisis mengunakan paired sampel T test antara titer antibodi hog cholera. Hasil paired sample T test menunjukkan terjadinya penurunan titer antibodi maternal yang nyata (p<0,05) pada pra vaksinasi ( umur 7 hari ) dengan satu minggu pasca vaksinasi dan sangat nyata (p<0,01) dengan hari dua minggu pasca vaksinasi. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa antibodi maternal yang tinggi akan mengakibatkan penurunan pada titer antibodi pasca vaksinasi. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui waktu vaksinasi yang efektif
Optimasi Duplex PCR untuk Deteksi Simultan Gen Penyandi Faktor Virulensi ompW dan ctxA Vibrio cholerae Praja, Rian Ka; Sukrama, I Dewa Made; Fatmawati, Ni Nengah Dwi; Hidayati, Wahyu
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (5) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.156 KB)

Abstract

Vibrio cholerae merupakan salah satu agen foodborne disease yang dapat ditularkan melalui seafood. Penelitian ini bertujuan untuk optimasi gen penyandi faktor virulensi outer membrane protein W (ompW) dan cholerae toxin subunit A (ctxA) menggunakan teknik Duplex Polymerase Chain Reaction (dPCR). Dua bakteri V. cholerae O1 serotipe Ogawa dan Inaba digunakan pada penelitian ini. Proses isolasi DNA dilakukan menggunakan metode Boil Cell Extraction (BCE). dPCR dilakukan menggunakan dua pasang primer (forward dan reverse) ompW-F, ompW-R dan ctxA-F, ctxA-R dengan panjang produk masing-masing 588 bp dan 302 bp. Tahap optimasi yang dilakukan dalam proses dPCR ini meliputi variasi suhu annealing, variasi konsentrasi primer serta variasi volume DNA template kemudian deteksi produk dPCR dilakukan dengan elektroforesis pada gel agarosa 1,5% dan divisualisasi menggunakan alat Gel DocTM XR (Bio-Rad). Hasil penelitian menunjukkan komposisi reaksi dPCR yang terbaik untuk mendeteksi gen ompW dan ctxA secara simultan terdiri dari PCR mix (Promega) 12,5 ?L, primer ompW-F, ompW-R 0,5 ?M, primer ctxA-F, ctxA-R 0,3 ?M, nuclease free water 6,5 ?L dan DNA template 2 ?L sehingga volume total menjadi 25 ?L. Kondisi mesin PCR terdiri dari pre-denaturasi 95oC selama 2 menit (1 siklus) diikuti oleh denaturasi 95oC selama 1 menit, annealing 53oC selama 1 menit, extension 72oC selama 1 menit (35 siklus), dan post-extension 72oC selama 5 menit (1 siklus). Dapat disimpulkan bahwa dPCR dapat digunakan untuk deteksi simultan gen penyandi faktor virulensi ompW dan ctxA V. cholerae.
Kasus Diabetes Mellitus Pada Kucing Lokal Fitriani, Ayu; Suartha, I Nyoman; Widyastuti, Sri Kayati
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (5) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.648 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengamati gejala klinis, gambaran hematologi dan kimia klinis pada penderita DM. Penelitian dilaksanakan di Bali Veterinary Clinic Pererena Bali. Waktu penelitian berlangsung pada akhir bulan Maret sampai bulan Mei 2015. Kucing penderita DM memiliki gejala klinis polyuria, polydipsia, polyphagia, penurunan berat badan, luka basah yang tidak kunjung sembuh, gusi pucat kekuningan, peningkatan temperatur tubuh, anoreksia. Pada uji darah lengkap didapatkan hasil White Blood Cell, Red Blood Cell, Hematocrite, Platelet, dan Hemoglobin rendah sedangkan Lymphocytes tinggi. Pada uji glukosa darah menunjukan bahwa glukosa darah tinggi. Tes fungsi hati menunjukkan bahwa AST tinggi tetapi ALT normal.

Page 1 of 2 | Total Record : 11