cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
ISSN : 24776637     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya. Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Arjuna Subject : -
Articles 843 Documents
Studi Kasus: Gangguan Lower Motor Neuron pada Anjing Lokal Marmanto, Tessa Saputri; Soma, I Gede; Suartha, I Nyoman
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (1) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.326 KB) | DOI: 10.19087/imv.2020.9.1.28

Abstract

Anjing lokal berusia dua tahun dengan bobot badan 13 kg diperiksa di Laboratorium Ilmu Penyakit Dalam Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana. Hasil pemeriksaan anjing jantan yang berjalan dengan kaki depan menopang tubuh dan memiliki langkah kaki depan pendek ini, menunjukkan tanda klinis paraplegia dan inkontinensia urin. Pemeriksaan neurologi yang dilakukan mengindikasikan terjadinya gangguan lower motor neuron. Pemeriksaan darah rutin menunjukkan anemia normositik hiperkromik [PCV 22.8% (37-55%), MCV 60.9 fl (60-77 fl), dan MCHC 49.3 g/dl (31-34 g/dl)] dan limfositosis [7.6 x 109 (1.0-4.8 x 109 )]. Hasil pemeriksaan rontgen tidak menunjukkan perubahan anatomis yang terlihat. Dari rangkaian pemeriksaan yang telah dilakukan, anjing didiagnosis menderita gangguan lower motor neuron. Gangguan lower motor neuron adalah gangguan saraf yang menyebabkan kelumpuhan otot skeletal pada kaki belakang dan kandung kemih. Prognosa anjing yang mengalami gangguan lower motor neuron adalah infausta. Terapi yang diberikan berupa terapi supportif dengan pemberian neurotropik, vitamin B kompleks tablet, dan ferrous gluconate 250 mg. Hasil terapi tidak menunjukan adanya perubahan.
Hemogram Anjing Penderita Dermatitis yang Diobati dengan Krim Herbal Campuran Ekstrak Daun Mimba, Sirsak, dan Pegagan Putrawan, Baja Sadhayu; Kendran, Anak Agung Sagung; Sudimartini, Luh Made; Suartha, I Nyoman
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (2) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.531 KB) | DOI: 10.19087/imv.2020.9.2.249

Abstract

Salah satu indikator penting untuk mengetahui status kesehatan adalah darah sehingga perlu pengujian terhadap darah melalui hemogram. Hemogram adalah tes yang dilakukan pada sampel darah yang menyajikan berbagai nilai dari komponen-komponen sel darah. Penelitian ini bertujuan mengetahui hemogram anjing penderita dermatitis pada uji efektivitas krim herbal yang menggunakan campuran ekstrak daun mimba, sirsak dan pegagan. Penelitian ini menggunakan tiga ekor anjing penderita dermatitis dengan tingkat keparahan yang sedang. Lesi dermatitis pada anjing diolesi dengan krim herbal setiap hari selama 15 hari. Pengambilan darah dilakukan pada hari ke-0, ke-5, ke-10, dan ke-15. Pengujian dilakukan dengan mesin Animal Blood Counter iCell-800Vet. Data yang diperoleh pada penelitian ini dianalisis melalui Sidik Ragam dilanjutkan dengan uji Duncan jika ada perubahan yang nyata antara perlakuan menggunakan software SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) versi 22 dan dijelaskan secara deskriptif. Hasil hemogram pada anjing penderita dermatitis kompleks yang diobati dengan krim ekstrak daun mimba, sirsak, dan pegagan tidak berpengaruh nyata terhadap White Blood Cell, Limfosit, OTHER#, Eosinofil, Limfosit%, EO%, RBC, HGB, MCV, MCH, MCHC, RDW-CV, RDW-SD, Hematokrit, Platelet, MPV, PDW, dan PCT namun pemberian krim ekstrak dari campuran daun mimba, sirsak, dan pegagan berpengaruh terhadap OTHER% (basofil, monosit, dan neutrofil).
LAPORAN KASUS: HEMOBARTONELLA FELIS PADA KUCING LOKAL Purba, Dody Joel; Widyastuti, Sri Kayati; Anthara, Made Suma
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (2) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.337 KB)

Abstract

Hemobartonella felis adalah bakteri intraseluler Gram negatif yang menyerang eritrosit kucing. Pada kucing kasus ditemukan adanya pinjal (Ctenocephalides felis) yang diduga menjadi vektor dari infeksi Hemobartonella felis. Hasil pemeriksaan klinis pada kucing menunjukkan gejala demam, lemas, mukosa mata dan mulut pucat, penurunan nafsu makan dan minum, serta saat berjalan terkadang terlihat sempoyongan. Pemeriksan darah rutin menunjukkan bahwa kucing mengalami anemia makrositik hipokromik disertai dengan trombositopenia. Pada pemeriksaan preparat ulas darah ditemukan adanya bentukan seperti batang pada eritrosit kucing yang menandakan hasil positif Hemobartonella felis. Terapi yang diberikan yaitu terapi kausatif berupa pemberian antibiotik doksisiklin (5 mg/kgBB, selama 28 hari), terapi simtomatis dengan moxidectin satu tube, terapi suportif diberikan infus ringer laktat, dan pemberian vitamin cyanocobalamin, vitamin C, Fe, asam folat, dengan terapi ini diperoleh hasil yang memuaskan. Kucing sudah mulai aktif bermain, nafsu makan meningkat, warna mukosa merah muda dan suhu tubuh sudah kembali normal.
Laporan Kasus: Pemberian Terapi Ivermectin dan Sulfur terhadap Kasus Scabiosis pada Kucing Ras Persia Amir, Kiki Lestari; Erawan, I Gusti Made Krisna; Arjentinia, I Putu Gede Yudhi
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (1) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.509 KB) | DOI: 10.19087/imv.2020.9.1.89

Abstract

Scabiosis pada kucing merupakan penyakit yang menular disebabkan oleh tungau Notoedres cati dari genus Sarcoptes. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui diagnosa pada penyakit Scabiosisdengan metode skin scraping dan pemeriksaan penunjang yaitu pemeriksaan hematologi rutin. Seekor kucing persiadiperiksa di Laboratorium Penyakit Dalam Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana dengan anamnesis sering menggaruk dan nafsu makan menurun. Hasil pemeriksaan klinis terdapat hiperkeratosis pada telinga, alopesia pada regio leher dan pada kedua ekstremitas cranial dan caudal disertai eritema. Kucing menunjukkan gejala pruritus dengan menggaruk-garuk daerah telinga dan tengkuk. Pemeriksaan skin scraping dibawah mikroskop ditemukan tungau Notoedres cati. Hasil dari pemeriksaan hematologi rutin diperoleh white blood cell (WBC) meningkat yang mengindikasikan adanya infeksi. Kucing kasus didiagnosis mengalami Scabiosis. Pengobatan menggunakan ivermektin dengan dosis yang diberikan ialah 0,3 mg/kg BB dengan jumlah yang diberikan sebanyak 0,07 ml dengan dua kali pemberian pada interval 14 hari dan sabun sulfur yang diberikan secara topikal sebagai terapi kausatif. Terapi simptomatik diberikan dyphenhydramine HCl (dosis 1 mg/kg BB, jumlah yang diberikan 0,3 ml satu kali pemberian selama dua hari), dan terapi supportif diberikan fish oil satu kapsul sehari selama 30 hari). Hasil dari penggunaan terapi tersebut menunjukkan hasil yang baikdengan ditandai perubahan pada area lesi yang menunjukkan kesembuhan pada hari ke 8 pasca pemberian terapi.
Kadar Glukosa Darah Sapi Bali Pada Periode Periparturien Merdana, I Made; Sulabda, I Nyoman; Putra, I Dewa Agung Made Wihanjana; Agustina, I Putu Sudana
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (2) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.2.295

Abstract

Glukosa merupakan salah satu substrat metabolisme yang utama dibutuhkan sapi betina selama periode periparturien. Pada periode ini glukosa darah dibutuhkan dalam jumlah banyak untuk pematangan fetus, pembentukan energi persiapan kelahiran, serta produksi laktosa dan lemak susu saat laktasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar glukosa darah sapi bali betina selama periode periparturien. Sebanyak 12 ekor sapi bali bunting digunakan sebagai sampel penelitian. Setiap sapi sampel diukur kadar glukosa darahnya sebanyak tiga kali yaitu pada tiga minggu prepartus, pada hari partus, dan tiga minggu postpartus. Hasil penelitian didapatkan rerata kadar glukosa darah sapi bali betina yaitu pada tiga minggu prepartus sebesar 65,41±5,61 mg/dL, pada hari partus sebesar 46,50±3,22 mg/dL dan tiga minggu postpartus sebesar 55,07±5,81 mg/dL. Analisis sidik ragam menunjukkan bahwa kadar glukosa darah sapi bali betina berbeda sangat nyata pada saat prepartus dengan partus, serta berbeda nyata pada prepartus dengan postpartus. Pada saat partus berbeda nyata dengan saat postpartus. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terjadi perubahan kadar glokusa darah selama periode periparturien, dimana kadar normal pada tiga minggu prepartus mengalami penurunan pada saat partus dan mengalami kenaikan kembali pada tiga minggu postpartus.
Laporan Kasus: Hemobartonella felis pada Kucing Lokal Purba, Dody Joel; Widyastuti, Sri Kayati; Anthara, Made Suma
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (2) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.2.157

Abstract

Hemobartonella felis adalah bakteri intraseluler Gram negatif yang menyerang eritrosit kucing. Pada kucing kasus ditemukan adanya pinjal (Ctenocephalides felis) yang diduga menjadi vektor dari infeksi Hemobartonella felis. Hasil pemeriksaan klinis pada kucing menunjukkan gejala demam, lemas, mukosa mata dan mulut pucat, penurunan nafsu makan dan minum, serta saat berjalan terkadang terlihat sempoyongan. Pemeriksan darah rutin menunjukkan bahwa kucing mengalami anemia makrositik hipokromik disertai dengan trombositopenia. Pada pemeriksaan preparat ulas darah ditemukan adanya bentukan seperti batang pada eritrosit kucing yang menandakan hasil positif Hemobartonella felis. Terapi yang diberikan yaitu terapi kausatif berupa pemberian antibiotik doksisiklin (5 mg/kgBB, selama 28 hari), terapi simtomatis dengan moxidectin satu tube, terapi suportif diberikan infus ringer laktat, dan pemberian vitamin cyanocobalamin, vitamin C, Fe, asam folat, dengan terapi ini diperoleh hasil yang memuaskan. Kucing sudah mulai aktif bermain, nafsu makan meningkat, warna mukosa merah muda dan suhu tubuh sudah kembali normal.
Uji Cemaran Mikroba pada Daun Mimba (Azadiractha Indica A. Juss) Sebagai Standarisasi Bahan Obat Herbal Saweng, Cikal Farah Irian Jati; Sudimartini, Luh Made; Suartha, I Nyoman
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (2) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.2.270

Abstract

Tanaman mimba (Azadiractha indica A. Juss) merupakan bahan herbal yang telah lama digunakan sebagai obat tradisional. Daun mimba mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, tanin, azadiracthin, salanin, meliantriol, nimbin, dan nimbidin yang bermanfaat dalam kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah cemaran mikroba yang terdapat pada simplisia daun mimba yang dikoleksi disekitar Univeristas Udayana, Jimbaran, Bali memenuhi persyaratan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) No. 12 tahun 2014 serta peningkatan mutu dan keamanan obat herbal terstandar. Penentuan cemaran mikroba simplisia daun mimba dilakukan dengan uji angka lempeng total (ALT) mengunakan media Plate Count Agar (PCA) dan angka kapang khamir (AKK) menggunakan media Potato Dextrose Agar (PDA). Pertumbuhan koloni bakteri diinokulasikan pada lempeng agar dengan metode sebar dan diinokulasi pada suhu 35-370C selama 24 -48 jam dan pada suhu 20-250C untuk pertumbuhan angka kapang khamir selama lima hari. Diperoleh hasil dengan pengukuran kuantitaif angka lempeng total dan angka kapang khamir dari simplisia daun mimba yaitu 3750 cfu/g dan 100 cfu/g. Simpulan daun mimba yang dikoleksi dari Kampus Univeristas Udayana, Jimbaran, Bali telah memenuhi persyaratan sesuai dengan standar cemaran mikroba pada obat tradisional pada BPOM RI No. 12 tahun 2014 tentang Persyaratan Mutu Obat Tradisional yaitu jumlah angka lempeng bakteri maksimal 1.000.000 cfu/g dan angka kapang khamir maksimal 10.000 cfu/g dan layak digunakan sebagai bahan baku obat herbal karena telah memenuhi syarat.
Respons Antibodi Avian Influenza pada Anak Babi yang Diberi Vaksin Escherichia coli – Avian Influenza Bhaskara, Audrey Febiannya Putri; Mahardika, I Gusti Ngurah Kade; Suartha, I Nyoman
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (1) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.1.61

Abstract

Babi berperan penting dalam ekologi virus influenza, karena babi dapat berperan sebagai wahana untuk reasorsi virus influenza dari unggas dan mamalia. Vaksinasi dengan antigen influenza universal, yaitu nukleoprotein, dapat menurunkan peluang babi dalam memunculkan virus influenza baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengentahui respons antibodi dari vaksinasi dengan nukleoprotein rekombinan - Escherichia coli. Sebanyak 12 anak babi landrace dari tiga induk yang berbeda dipilih secara acak. Enam ekor divaksinasi dengan vaksin nucleoprotein-E. coli pada umur tujuh hari dan diulang pada umur 21 hari. Enam ekor tidak divaksinasi. Serum diambil pada umur 35 hari. Nilai optical density (OD) antibodi terhadap nukleoprotein diuji dengan teknik Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) dengan menggunakan Kit ELISA komersial, Avian Influenza Virus Antibody Test Kit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Optical Density rata-rata babi yang divaksinasi (0,367) secara statistika nyata lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak divaksinasi (0,054). Vaksin rekombinan nucleoprotein-E. coli yang dicobakan mampu meningkatan antibodi terhadap virus avian influenza pada anak babi.
Infiltrasi Sel-sel Radang pada Histopatologi Usus Halus Ayam Kampung yang Diberikan Jamu Daun Ashitaba dan Divaksinasi Tetelo Oktaviandari, Putu Risma; Sudira, I Wayan; Berata, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (5) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.5.716

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan histopatologi usus halus ayam kampung (Gallus domesticus) yang diberikan jamu daun ashitaba (Angelica keiskei) dan vaksin Newcastle Disease (ND). Penelitian ini menggunakan Day Old Chick (DOC) ayam kampung sebanyak 25 ekor yang dibagi menjadi 5 perlakuan secara acak. P0 digunakan sebagai kontrol, sedangkan perlakuan P1, P2, P3, dan P4 diberikan jamu daun ashitaba dengan dosis yang berbeda-beda, yakni 50mg/ekor/hari; 100mg/ekor/hari; 200mg/ekor/hari; dan 400mg/ekor/hari. Pemberian jamu daun ashitaba dilakukan mulai hari ke-7 selama 14 hari, kemudian pada hari ke-21 diberikan vaksin ND. Hari ke-35 semua ayam dikorbankan dan dinekropsi. Organ duodenum dan ileum diambil secukupnya dan dimasukkan ke dalam pot yang telah diisi dengan Neutral Buffer Formalin 10% untuk dibuat preparat histopatologi dengan pewarnaan Hematoxyilin-Eosin (HE). Variabel yang diperiksa pada usus halus meliputi perubahan seperti degenerasi melemak, infiltrasi sel radang, dan nekrosis. Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan mikroskop pada pembesaran 400x pada 5 lapang pandang yang berbeda. Hasil pemeriksaan histopatologi berupa data skoring, ditabulasi, dan selanjutnya dianalisis menggunakan uji statistik non-parametrik Kruskal-Wallis. Hasil pemeriksaan histopatologi menunjukkan tidak ditemukan perubahan degenerasi melemak dan nekrosis yang signifikan. Hasil lain tampak adanya respon peradangan berupa proliferasi sel-sel limfosit yang menunjukkan adanya respon imunitas positif akibat pemberian jamu daun ashitaba dan vaksin ND pada duodenum dan ileum ayam kampung.
Dampak Minyak Rajas yang Diberikan Secara Oral Terhadap Histopatologi Hati dan Aktivitas Aminotransferase Ayam Kampung Jantan Teja, Putu Tessa Hariys Septianda; Arjana, Anak Agung Gde; Setiasih, Ni Luh Eka; Merdana, I Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (2) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.2.233

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran histopatologi hati dan aktivitas aminotransferase ayam kampung yang diberikan minyak rajas secara oral. Penelitian ini menggunakan sampel ayam kampung jantan fase grower umur 8 minggu dengan berat 500 – 800 g sebanyak 24 ekor. Hewan coba dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan yaitu P0, P1, P2 dan P3 dengan tiap perlakuan terdiri dari 6 ekor hewan coba. Aklimatisasi terhadap semua hewan coba dilakukan selama 1 minggu dengan pemberian pakan ayam komersial dan air minum secara adlibitum terhadap semua kelompok. Selanjutnya minggu ke-2 sampai minggu ke-8, hewan coba dalam kelompok P1, P2 dan P3 diberikan minyak rajas sesuai dosis yang dicampur dengan pakan ayam komersial secara oral, sedangkan kelompok P0 diberikan placebo. Pemeriksaan kadar AST ALT dan pembuatan preparat histopatologi hati dilakukan pada minggu ke-5. Organ hati diambil secukupnya dan dimasukan ke dalam pot yang telah diisi dengan Neutral Buffer Formalin 10% untuk dibuat preparat histopatologi dengan pewarnaan Hematoxyilin-Eosin (HE). Variabel yang diamati dari sediaan histopatologi berupa nekrosis dan infiltrasi sel radang, kongesti dan degenerasi melemak. Data pemeriksaan sediaan histopatologi di analisis dengan uji statistik non parametrik Kruskal-Wallis dan uji Mann-Whitney, sedangkan data kadar AST dan ALT dianalisis dengan uji sidik ragam dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukan ditemukan adanya perubahan histapotologi hati serta kadar AST dan ALT ayam kampung jantan.