cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
ISSN : 24776637     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya. Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Arjuna Subject : -
Articles 843 Documents
Penerapan Kesejahteraan Hewan oleh Staf pada Kucing yang Dirawat Inap di Klinik Hewan di Kota Bandung Aqilah, Alma Salsabila; Budinuryanto, Dwi Cipto; Wijaya, Merry
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (5) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.5.773

Abstract

Kesejahteraan hewan adalah status fisik dan mental yang berhubungan dengan berbagai macam kondisi yang dialami oleh hewan. Hewan dikatakan sejahtera jika hewan tersebut sehat, aman, nyaman, mendapatkan gizi yang cukup, mampu mengekspresikan perilaku alamiah, dan hewan tidak menderita akibat keadaan yang tidak menyenangkan seperti nyeri, takut dan cemas. Penilaian terhadap penerapan kesejahteraan hewan dapat membantu praktisi berfokus pada penanganan medis maupun non-medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan kesejahteraan hewan oleh staf pada kucing rawat inap di klinik hewan wilayah Kota Bandung. Sampel responden diambil menggunakan total sampling dan didapatkan 29 responden staf yang bekerja di klinik hewan. Selain itu dilakukan juga pengamatan pada 41 ekor kucing yang dirawat inap. Variabel yang diamati adalah karakteristik staf dan penerapan kesejahteraan hewan pada kucing yang dirawat inap. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner dan checklist kemudian data diolah secara deskriptif. Variabel karakteristik staf dan penerapan kesejahteraan hewan pada kucing yang dirawat inap dikategorikan menjadi sesuai dan tidak sesuai. Hasil yang didapatkan yaitu masih banyak staf yang tidak menerapkan kesejahteraan hewan dengan sesuai dan banyak kucing tidak mendapatkan pelayanan yang memenuhi aspek kesejahteraan selama dirawat inap.
Kajian Pustaka: Pemanfaatan Herbal Berkhasiat Sebagai Suplemen dalam Penanggulangan Penyakit pada Ikan Budidaya Ariefqi, Muhammad Naufal; Syamsunarno, Mas Rizky Angguna Adipurna; Rosdianto, Aziiz Mardanarian
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (6) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.6.1000

Abstract

Indonesia sebagai negara maritim berperan penting dalam sektor akuakultur. Kelimpahan hasil sektor ini menjadi daya tarik dunia. Melihat potensinya agar stabil diperlukan pengelolaan protokol kesehatan produk yang terjaga termasuk perikanan air tawar. Ikan menjadi rentan saat hadirnya penyakit. Patogen penyakit seperti akibat kontak dengan parasit, bakteri, virus, dan jamur harus ditangani dengan tepat. Kita ketahui medikasi yang diberikan memanfaatkan bahan kimia sintetis sebagai pengobatan. Selain bahan sintesis, tanaman obat berkhasiat (herbal) Indonesia dapat menjadi alternatif untuk pengobatan. Secara empiris khasiat yang dihasilkan pun sangat kompetitif dan aman dibandingkan kimia sintesis. Seperti pencegah infeksi, penghilang stres, peningkat kekebalan tubuh spesifik maupun nonspesifik, bahkan mengoptimalkan pertumbuhan fisik. Khasiat ini sejalan/linear dengan kandungan fitokimia utama bahan alam ini bermanfaat sebagai penentu dalam mengatasi penyakit. Informasi pemanfaatan herbal-herbal untuk ikan masih sangat jarang dilaporkan. Berdasarkan hal tersebut,pemanfaatan herbal terkini dapat dikaji menuju percepatan suplementasi terstandar sebagai metode penanggulangan penyakit pada ikan.
Daya Hidup dan Motilitas Spermatozoa Ayam Cemani dalam Pengencer Kuning Telur Fosfat pada Penyimpanan 4C Haq, Nurul Ikhsanul; Bebas, Wayan; Laksmi, Desak Nyoman Dewi Indira
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (5) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.5.672

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hidup dan motilitas spermatozoa ayam cemani yang disimpan pada suhu 4oC dengan pengencer kuning telur fosfat. Penelitian ini menggunakan dua ekor ayam cemani jantan berumur kurang lebih delapan bulan sebagai sumber semen. Ayam jantan cemani diberi pakan, jagung, dan konsentrat dengan perbandingan 1:1 dan diberi air secukupnya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tujuh perlakuan yaitu: kelompok I (To); kelompok kontrol semen disimpan 0 jam. Kelompok II (T1); semen disimpan selama 12 jam. Kelompok III (T2); semen disimpan selama 24 jam. Kelompok IV (T3); semen disimpan selama 36 jam. Kelompok V (T4); semen disimpan selama 48 jam Kelompok VI (T5); semen disimpan selama 60 jam. Kelompok VII (T6); semen disimpan selama 72 jam. Variabel yang diamati selama penyimpanan adalah daya hidup dan motilitas progresif spermatozoa. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan jika berbeda nyata. Hasil penelitian menunjukan bahwa lama penyimpanan semen berpengaruh nyata terhadap motilitas dan daya hidup sperma dengan motilitas 56,25% dan daya hidup 51,25%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penyimpanan semen ayam cemani pada suhu 4oC dengan menggunakan pengencer kuning telur fosfat menghasilkan motilitas dan daya hidup spermatozoa yang masih layak digunakan sampai 60 jam penyimpanan.
Salep Ekstrak Daun Kersen Meningkatkan Kepadatan Kolagen dan Mempercepat Penyembuhan Luka Sayat pada Kulit Mencit Hiperglikemia Br Sembiring, Irene Cristina; Wardhita, Anak Agung Gede; Adi, Anak Agung Ayu Mirah
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (2) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.2.189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh salep ekstrak daun kersen (Muntingia calabura L.) terhadap kesembuhan luka sayat pada kulit mencit hiperglikemia dilihat dari kepadatan kolagen. Penelitian ini menggunakan 24 ekor mencit (Mus musculus) jantan hiperglikemia yang diinduksi aloksan (150 mg/kg BB) secara intraperitonial. Luka sayat kulit dibuat pada bagian punggung menggunakan skalpel dengan panjang ± 15 mm dan kedalaman mencapai subkutan. Secara acak hewan coba dibagi menjadi empat perlakuan dan setiap perlakuan terdiri atas enam ulangan, yaitu kontrol diberikan placebo dan perlakuan pemberian salep ekstrak daun kersen dengan konsentrasi 30%, 40%, dan 50%. Proses kesembuhan luka diamati secara histopatologi dengan parameter kepadatan kolagen. Berdasarkan hasil, terjadi peningkatan kepadatan kolagen pada setiap perlakuan. Rerata kepadatan kolagen pada perlakuan 0% (P0) 0,60; pada perlakuan 30% (P1) 0,73; pada perlakuan 40% (P2) 1,46; pada perlakuan 50% (P3) adalah 2,20. Hasil penelitian melalui uji Kruskal Wallis menunjukkan bahwa salep ekstrak daun kersen berpengaruh sangat nyata terhadap kesembuhan luka insisi mencit hiperglikemia yang dilihat dari kepadatan kolagen. Disimpulkan bahwa pemberian salep ekstrak daun kersen 50% paling efektif dalam mempercepat penyembuhan luka insisi mencit hiperlikemia dilihat dari kepadatan kolagen.
Ekstrak Sarang Semut Dapat Menekan Tingkat Kerusakan Paru-Paru Tikus Putih yang Diinduksi Gentamisin Dosis Toksik Jihadulhaq, Jihadulhaq; Kardena, I Made; Merdana, I Made; Samsuri, Samsuri
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (3) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.3.351

Abstract

Penelitian bertujuan untuk membuktikan bahwa pemberian gentamisin 250 mg/kgBB mempengaruhi histopatologi paru-paru untuk mengetahui efek protektif sarang semut terhadap paru-paru tikus putih yang diberikan gentamisin dosis toksik. Penelitian ini menggunakan 24 ekor tikus putih jantan dengan berat badan 200-300 g ram yang terdiri dari empat perlakuan, yaitu kontrol (P0) tanpa perlakuan, perlakuan 1 (P1) diberi gentamisin dosis 250 mg/kg BB, perlakuan 2 (P2) diberi gentamisin dosis 250 mg/kgBB ditambah sarang semut dosis 250 mg/kg BB, perlakuan 3 (P3) diberikan sarang semut 250 mg/kg BB selama tujuh hari setelah itu diberikan ekstrak sarang semut dan gentamisin dosis 250 mg/kg BB. Gentamisin dan ekstrak sarang semut diberikan secara per oral selama 10 hari. Setelah itu nyawa tikus percobaan dikorbankan kemudian dilakukan nekropsi dan organ paru-paru diambil secara aseptik untuk pembuatan preparat histopatologi dengan pewarnaan Hematoksilin dan Eosin (HE). Pembuatan preparat histopatologi dengan pewarnaan menggunakan metode HE dibuat di laboratorium patologi. Variabel yang diperiksa adalah infiltrasi sel radang, edema, dan nekrosis. Pada penelitian ini didapatkan hasil pemberian ekstrak sarang semut per oral terhadap tikus putih yang sudah diberi gentamisin (250 mg/kg BB) mengalami perbaikan pada lesi nekrosis, begitu pula pada lesi infiltrasi sel radang dan edema meskipun secara statistik tidak signifikan (P>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian ekstrak sarang semut dengan dosis 250 mg/kgBB belum mampu memperbaiki kerusakan jaringan paru-paru yang diberikan gentamisin dosis 250 mg/kg BB.
Perubahan Histopatologi Otak Tikus Putih Berupa Kongesti dan Edema Perivaskuler Akibat Pemberian Tambahan Ragi Tape dalam Pakan Yustisia, Anggia; Winaya, Ida Bagus Oka; Berata, I Ketut; Samsuri, Samsuri
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (6) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.6.910

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan histologi otak tikus putih akibat pemberian tambahan ragi tape dalam pakan pada dosis bertahap serta lama pemberian. Tikus putih betina sebanyak 24 ekor digunakan dalam penelitian ini. Tikus putih percobaan diberi pakan campuran pellet dan ragi tape. Tikus putih dikelompokkan menjadi empat perlakuan dengan enam kali ulangan, yaitu: P0: kontrol; P1: pemberian ragi tape 100 mg/kg BB; P2: pemberian ragi tape 200 mg/kg BB; P3: pemberian ragi tape 300 mg/kg BB. Semua tikus putih perlakuans, setelah nyawa tikus dikorbankan, dinekropsi pada hari ke-22. Jaringan otak diambil dan diproses untuk dibuat preparat dengan pewarnaan Hematoksilin-Eosin (HE). Variabel yang diperiksa meliputi adanya lesi kongesti dan edema. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan nyata pada kongesti dan edema dari kelompok perlakuan dibanding kelompok kontrol, kemudian dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney untuk mengetahui rerata skor dari masing-masing perlakuan. Simpulan dari penelitian ini adalah pemberian ragi tape menyebabkan perubahan histologi pada otak tikus putih, berupa lesi kongesti dan edema, kerusakan otak terberat terjadi pada tikus yang memperoleh dosis perlakuan 300 mg/kg BB.
Gambaran Histopatologi, Kadar Kadmium Limpa dan Paru-Paru Sapi Bali yang Dipotong di Tempat Pemotongan Hewan Tradisional Apsari, Ni Luh Putu Nadia; Berata, I Ketut; Sudira, I Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (4) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.4.594

Abstract

Kebutuhan daging sapi di Indonesia kian meningkat, sehingga dalam pemeliharaannya diberikan pakan dengan nutrisi yang cukup. Sapi bali yang dipelihara secara sembarangan tidak menutup kemungkinan akan mengonsumsi pakan yang tidak wajar dan mengandung logam berat seperti kadmium (Cd). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar logam berat Cd dan gambaran histopatologi pada limpa dan paru-paru sapi bali yang dicurigai mengandung logam berat Cd, yang dipotong di tempat pemotogan hewan tadisional. Sampel yang digunakan adalah dua bagian limpa dan dua bagian paru-paru dari 10 ekor sapi bali yang dipotong di tempat pemotongan hewan tradisional. Satu bagian dari masing-masing sampel digunakan untuk membuat preparat histopatologi dengan teknik paraffin embedded block dan pewarnaan Hematoksilin-Eosin, bagian lainnya digunakan untuk pemeriksaan kadar Cd dengan teknik AAS (Atomic Absorption Spectrofotometric). Hasil pemeriksaan kadar logam berat Cd kedua organ sangat bervariasi. Kadar rata-rata pada limpa adalah 10,81 ppm, pada paru-paru 2,7 ppm. Perubahan histopatologi limpa ditemukan adanya deplesi dan proliferasi, sedangkan pada paru-paru ditemukan adanya kongesti dan infiltasi sel radang bersifat fokal-multifokal. Kadar logam berat Cd merupakan pemicu radikal bebas (ROS) dapat menyebabkan rusaknya jaringan, akan tetapi dari hasil penelitian ada kemungkinan perubahan histopatologi dikarenakan faktor lain. Hal tersebut berbahaya bagi konsumen, dan dihimbau kepada konsumen untuk berhati-hati dan selektif dalam memilih produk asal sapi bali. Simpulannya adalah kadar rata-rata Cd pada limpa sebanyak 10,81 ppm lebih tinggi dari paru-paru yaitu sebanyak 2,7 ppm. Perubahan histopatologi pada limpa yang tercemar Cd yaitu deplesi dan proliferasi, sedangkan pada paru-paru yaitu kongesti dan infiltasi sel radang bersifat fokal-multifokal.
Daya Hidup dan Motilitas Spermatozoa Ayam Cemani Berpengencer Kuning Telur dan Air Kelapa Hijau pada Penyimpanan Suhu Ruang Heros, Made Novi Lerianti; Bebas, Wayan; Trilaksana, I Gusti Ngurah Bagus
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (1) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.1.116

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motilitas dan daya hidup spermatozoa ayam cemani pada pengencer kuning telur dan air kelapa hijau yang disimpan pada suhu ruang. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tujuh perlakuan, lama waktu penyimpanan sebagai perlakuan masing masing: T0 = 0 menit penyimpanan; T1= 30 menit penyimpanan; T2= 60 menit penyimpanan; T3= 90 menit penyimpanan; T4=120 menit penyimpanan; T5= 150 menit penyimpanan; T6= 180 menit penyimpanan. Masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak empat kali. Parameter yang diamati adalah motilitas (%) dan daya hidup spermatozoa (%). Data hasil penelitian dianalisis dengan sidik ragam, apabila terdapat perbedaan yang nyata antar perlakuan, dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama waktu penyimpanan berpengaruh nyata terhadap motilitas dan daya hidup spermatozoa. Rerata motilitas spermatozoa yang didapat yaitu: T0 = 82,50%; T1 = 75,00%; T2 = 66,50%; T3 = 53,50%; T4 = 45,00%; T5 = 35,50%; dan T6 = 19,75%. Rerata daya hidup spermatozoa yang didapat yaitu T0= 86,00%, T1 = 79,00%, T2 = 66,25%, T3 = 59,50%, T4 = 46,25% T5 = 37,50%, dan T6 = 30,50%. Semen ayam cemani yang disimpan pada suhu ruang dengan menggunakan pengencer kuning telur dan air kelapa hijau layak digunakan untuk IB sampai 120 menit lama penyimpanan (motilitas 45% dan daya hidup 46,2%).
Kadar Protein Total Serum Sapi Bali Betina di Sentra Pembibitan Sapi Bali Desa Sobangan, Badung Senja, Naomi Orima; Widyastuti, Sri Kayati; Erawan, I Gusti Made Krisna
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (4) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.4.502

Abstract

Protein total merupakan semua jenis protein yang terdapat di dalam darah, komponennya tersusun atas albumin, globulin, dan beberapa protein lain dalam jumlah yang lebih sedikit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar protein total sapi bali betina dewasa yang tidak bunting, agar dapat dijadikan evaluasi pemeriksaan berbagai kondisi fisik dan subklinis. Sampel darah diperoleh dari 11 ekor sapi bali betina dewasa, berusia 2 tahun dengan kondisi sehat secara klinis dan tidak bunting. Sampel diuji menggunakan metode otomatis dengan prinsip refraktometer menggunakan gelombang cahaya dengan panjang gelombang 564 nm. Protein total yang diperoleh dari sampel yang telah diperiksa adalah dengan kadar protein terendah 6,34 g/dL dan hasil tertinggi 7,55 g/dL dengan rata-rata 7,22 g/dL. Hasil tersebut terhitung lebih rendah daripada sapi ras lain seperti Friesian Holstein (FH), Peranakan Ongole (PO), dan Brahman. Dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi rendahnya kadar total protein, diantaranya pakan dan ras sapi, sehingga evaluasi pada sistem peternakan dapat dilakukan.
Kajian Pustaka: Pemanfaatan Bakteriosin dari Produk Fermentasi sebagai Antibakteri terhadap Staphylococcus aureus Fatimah, Meliana Puti; Megantara, Imam; Anggaeni, Trianing Tyas Kusuma
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (5) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.5.835

Abstract

Munculnya resistensi antibiotik terhadap beberapa strain Staphylococcus aureus mendorong untuk dilakukannya penemuan alternatif antibakteri yang aman dan efektif. Bakteriosin merupakan protein atau peptida yang disintesis di dalam ribosom oleh banyak spesies bakteri asam laktat. Umumnya, bakteriosin digunakan sebagai pengawet alami dalam industri pangan, namun bakteriosin diketahui juga memiliki aktivitas bakterisidal terhadap bakteri yang memiliki kekerabatan dekat dengan bakteri penghasilnya, terutama bakteri yang tergolong dalam kelompok Gram positif. Terdapat beberapa mekanisme utama bakteriosin sebagai antibakteri, antara lain melalui pembentukan pori, degradasi sel DNA, atau penghambatan sintesis peptidoglikan. Penggunaan bakteriosin sebagai antibakteri telah banyak dilakukan yang dibuktikan melalui scanning electron microscopy dan transmission electron microscopy terhadap S. aureus oleh adanya kerusakan dinding sel dan pembentukan pori pada membran sitoplasma. Kajian pustaka ini membahas mengenai aktivitas antibakteri bakteriosin terhadap S. aureus yang meliputi pemanfaatan bakteriosin yang dihasilkan oleh bakteri asam laktat dan mekanisme kerja dari bakteriosin.