cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
ISSN : 24776637     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya. Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Arjuna Subject : -
Articles 843 Documents
Laporan Kasus: Pengangkatan Tumor Adenoma Kelenjar Ambing (Simple Mastectomy) pada Kucing Wulandari, Wulandari; Wirata, I Wayan; Wandia, I Nengah
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (2) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1536.193 KB) | DOI: 10.19087/imv.2020.9.2.281

Abstract

Tumor mamae merupakan salah satu tumor pada kucing dengan persentase kejadian yaitu 17% dari tumor yang terjadi pada kucing betina. Kucing kasus adalah kucing lokal betina berwarna oranye, 5 tahun, berat badan 2,45 kg. Kucing memiliki benjolan besar pada mamae pertama sebelah kanan dengan luka berlubang dan nanah yang terus keluar. Hasil pemeriksaan fisik dan hematologi menunjukkan perlunya dilakukan treatment sebelum operasi untuk mestabilkan kondisi tubuh. Histopatologi dari biopsi jaringan adalah mammary gland adenoma. Prosedur pembedahan yang dilakukan yaitu mastektomi simpel. Pascaoperasi kucing diberikan antibiotik golongan sefalosporin, meloxicam, terapi cairan ringer laktat, serta terapi suportif untuk mendukung kesembuhan. Pascaoperasi luka jahitan menjadi terbuka. Pengobatan dilanjutkan dengan pengobatan luka terbuka tanpa penjahitan. Pengobatan pascaoperasi dilakukan hingga hari ke-50 dengan hasil luka hampir menutup. Namun, pengobatan tidak dapat dilanjutkan karena hilangnya kucing kasus.
Perubahan Patologik Sekum Ayam Pedaging (Gallus gallus) yang Terinfeksi Koksidiosis di Kabupaten Tabanan, Bali Djara, Devita Vanessa Sukmawati; Ardana, Ida Bagus Komang; Winaya, Ida Bagus Oka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (2) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.472 KB) | DOI: 10.19087/imv.2020.9.2.187

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan patologik pada sekum ayam pedaging (Gallus gallus) yang terinfeksi koksidiosis di Kabupaten Tabanan, Bali. Ayam yang digunakan sebagai penelitian adalah ayam broiler berumur 23 hari berjenis kelamin jantan dan betina secara acak. Sebanyak 30 sampel sekum ayam pedaging yang terinfeksi koksidiosis diperiksa secara patologi anatomi dan histopatologi. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Patologi Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana dengan metode penelitian observasi. Hasil penelitian didapatkan secara patologi anatomi berupa pembengkakan dan perdarahan mukosa sekum, sedangkan secara histopatologi berupa infiltrasi makrofag, ookista, mikrogametosit, makrogametosit, nekrosis, peradangan dan perdarahan. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada peternak untuk memperbaiki manajemen sistem pemeliharaan ayam pedaging.
Total Eritrosit, Hemoglobin, Hematokrit Anak Babi Persilangan Periode Nursery yang diberikan Kombinasi Enzim dan Kunyit Mahardika, I Gusti Bagus; Merdana, I Made; Sudira, I Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (1) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.768 KB) | DOI: 10.19087/imv.2020.9.1.119

Abstract

Kegagalan pada periode nursery sering dipicu oleh stress anak babi karena penyapihan yang tidak baik,hal ini menyebabkan turunnya feed intake, bobot badan dibawah standard, FCR (Food Convertion Ratio) meningkat, diare atau penyakit yang bisa berlanjut pada kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kombinasi enzim pencernaan avizym 1052 dengan tepung kunyit (Curcuma domestica) pada pakan terhadap total eritrosit, hemoglobin dan hematokrit. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap. Sampel yang digunakan sebanyak 12 ekor anak babi crossbreed jantan umur empat minggu (28 hari) dengan bobot 8-9 kg. Perlakuan berupa penambahan enzim pencernaan dan tepung kunyit melalui pakan selama lima minggu. Kontrol diberikan pakan tanpa perlakuan, perlakuan pertama diberikan enzim dosis 0,1% campuran pakan, perlakuan kedua diberikan tepung kunyit dosis 1% campuran pakan dan perlakuan ketiga diberikan enzim dengan tepung kunyit dosis 0,1% dan 1% campuran pakan. Hasil penelitian menjadikan bahwa pemberian kombinasi enzim dan tepung kunyit melalui pakan pada anak babi crossbreed jantan periode nursery, tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan eritrosit, hemoglobin dan hematokrit anak babi crossbreed periode nursery.
Efektifitas Antelmintik Larutan Asam Jawa Terhadap Cacing Ascaris Suum Secara In Vitro Siswanto, Riefqy Tepu; Sudira, I Wayan; Merdana, I Made; Dwinata, I Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (1) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.957 KB) | DOI: 10.19087/imv.2020.9.1.21

Abstract

Pengendalian parasit cacing dapat dilakukan dengan pemberian obat modern dan obat tradisional. Obat tradisional adalah salah satu pengobatan yang mudah didapat, murah dan tidak berdampak pada lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek antelmitik larutan asam jawa (Tamarindus indica) terhadap cacing Ascaris suum. Penelitian ini menggunakan cacing A. suum yang diperoleh dari Rumah Potong Hewan/RPH Pesanggaran, Denpasar. Sebanyak 100 ekor cacing yang dibagi menjadi lima kelompok perlakuan, masing masing perlakuan menggunakan lima ekor cacing dan empat ulangan. Proses pembuatan larutan asam jawa dengan melarutkan daging buah dengan NaCl 0,9% sesuai dengan dosis yaitu 10%, 20%, dan 30%. Kelompok P0 sebagai kontrol negatif, P1 pirantel pamoat 1% sebagai kontrol positif, P2 larutan asam jawa 10%, P3 larutan asam jawa 20%, dan P4 larutan asam jawa 30%. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kelompok P2, P3, dan P4 yang diberikan larutan asam jawa sampai jam ke 18 bersifat antelmintik terhadap cacing A. suum dengan urutan rata-rata tingkat kematian 80%, 90%, dan 100%. Kesimpulannya adalah semakin tinggi tingkat konsentrasi dan lama waktu pengamatan semakin jelas efek antelmintiknya dan perlakuan dengan larutan asam jawa 30% memberikan efek antelmintik yang sama dengan pirantel pamoat 1%.
Profil Biokimia Darah pada Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) yang dipelihara Secara Ex-Situ Hidayah, Dinda Nur; Wandia, I Nengah; Suartini, I Gusti Ayu Agung
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (2) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.443 KB) | DOI: 10.19087/imv.2020.9.2.239

Abstract

Lutung jawa (Trachyipithecus auratus) merupakan primata endemik Indonesia yang populasinya semakin menurun akibat perburuan dan perdagangan ilegal. Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) sebagai lembaga konservasi ex-situ berperan dalam rehabilitasi lutung jawa sitaan sebelum dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya. Pemeriksaan kesehatan satwa wajib dilakukan selama masa rehabilitasi. Profil biokimia darah merupakan metode yang sering digunakan untuk menilai kesehatan hewan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji profil biokimia darah lutung jawa yang dipelihara secara ex-situ. Sebanyak lima ekor lutung jawa yang dipelihara di PPS Tabanan Bali dilakukan pemeriksaan profil biokimia darah. Hasil uji biokimia darah yang dilakukan pada 5 sampel adalah aspartat aminotransaminase (AST): 84,25 IU/L ± 47,07; alanin aminotransferase (ALT): 137,25 IU/L ± 83,44; alkalin fosfatase (ALP): 437,67 IU/L ± 189,21; ureum: 96,6 mg/dL ± 50,70; kreatinin: 1,76 mg/dL ± 0,21. Nilai yang bervariasi dari masing-masing parameter disebabkan oleh variasi jenis kelamin dan umur.
Kontaminasi Salmonella spp pada Daging Ayam Broiler yang dijual di beberapa Pasar Tradisional di Makassar Darmawan, Alpian; Muslimin, Lucia; Arifah, Sitti; Mahatmi, Hapsari
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (2) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.504 KB) | DOI: 10.19087/imv.2020.9.2.168

Abstract

Daging ayam merupakan bahan komoditi asal hewan yang pada beberapa tempat masih diperdagangkan dengan sistem konvensional, sesuai dengan kebiasaan masyarakat setempat. Kandungan protein dan kandungan air yang tinggi pada daging ayam merupakan media pertumbuhan bagi berbagai bakteri yang bersifat non patogen maupun yang patogen. Peraturan pemerintah menyatakan bahwa Salmonella spp merupakan salah satu bakteri patogen yang tidak boleh ada dalam daging ayam ataupun produk hewan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemungkinan adanya kontaminasi Salmonella spp pada daging ayam yang dipasarkan di enam pasar tradisional di wilayah Makassar. Sampel yang diperiksa sebanyak 24 sampel berupa daging ayam bagian dada yang diambil dari enam lokasi pasar yang berbeda yaitu Pasar Daya (Kecamatan Biringkanaya), Pasar Antang (Kecamatan Manggala), Pasar Terong (Kecamatan Bontoala), Pasar Pabbaengbaeng (Kecamatan Tamalate), Pasar Sambung Jawa (Kecamatan Mariso), dan Pasar Bacan (Kecamatan Wajo) Kota Makassar. Isolasi dan identifikasi dilakukan dengan pemeriksaan mikroskopis dengan pewarnaan Gram dan dilanjutkan dengan isolasi pada media Bistmut Sulfit Agar (BSA), Salmonella Shigella Aga (SSA), uji TSIA (Triple Sugar Iron Agar), IMViC (Indole, Methyl Red, Voges Proskauer, Citrat) dan uji urease. Hasil penelitian ditemukan bahwa 3 (12,5%) isolat dari 24 sampel yang diisolasi dan diidentifikasi, positif bakteri Salmonella spp. Kondisi ini memerlukan perhatian serius untuk segera mendapatkan tindak lanjut oleh pemegang kebijakan terkait sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit zoonosis.
Perubahan Histopatologi Ovarium pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Akibat Pemberian Ragi Tape Wulandari, Meidi Andira; Samsuri, Samsuri; Berata, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (1) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.621 KB) | DOI: 10.19087/imv.2020.9.1.80

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan gambaran histopatologi ovarium tikus putih akibat pemberian ragi tape dalam beberapa dosis dan lama pemberian. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 24 ekor tikus putih. Sampel diambil dari bagian ovarium yang diberikan pakan pellet dengan penambahan ragi tape. Tikus putih dikelompokkan menjadi 4 perlakuan dan 6 ulangan yaitu P0: kontrol; P1: pemberian ragi tape 100 mg/kg BB; P2: pemberian ragi tape 200 mg/kg BB; dan P3: pemberian ragi tape 300 mg/kg BB. Tikus putih dinekropsi pada minggu ke-3 pada semua kelompok perlakuan. Jaringan ovarium diambil untuk pembuatan preparat dan pewarnaan Hematoksilin Eosin (HE). Parameter yang diamati meliputi adanya nekrosis dan proliferasi sel epitel. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan perubahan histopatologi ovarium tikus terhadap pemberian perlakuan dengan ragi tape. Pada nekrosis tidak berbeda nyata, dan pada proliferasi sel epitel berbeda nyata.
KADAR GLUKOSA DARAH SAPI BALI PADA PERIODE PERIPARTURIEN Merdana, I Made; Sulabda, I Nyoman; Putra, I Dewa Agung Made Wihanjana; Agustina, I Putu Sudana
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (2) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.01 KB)

Abstract

Glukosa merupakan salah satu substrat metabolisme yang utama dibutuhkan sapi betina selama periode periparturien. Pada periode ini glukosa darah dibutuhkan dalam jumlah banyak untuk pematangan fetus, pembentukan energi persiapan kelahiran, serta produksi laktosa dan lemak susu saat laktasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar glukosa darah sapi bali betina selama periode periparturien. Sebanyak 12 ekor sapi bali bunting digunakan sebagai sampel penelitian. Setiap sapi sampel diukur kadar glukosa darahnya sebanyak tiga kali yaitu pada tiga minggu prepartus, pada hari partus, dan tiga minggu postpartus. Hasil penelitian didapatkan rerata kadar glukosa darah sapi bali betina yaitu pada tiga minggu prepartus sebesar 65,41±5,61 mg/dL, pada hari partus sebesar 46,50±3,22 mg/dL dan tiga minggu postpartus sebesar 55,07±5,81 mg/dL. Analisis sidik ragam menunjukkan bahwa kadar glukosa darah sapi bali betina berbeda sangat nyata pada saat prepartus dengan partus, serta berbeda nyata pada prepartus dengan postpartus. Pada saat partus berbeda nyata dengan saat postpartus. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terjadi perubahan kadar glokusa darah selama periode periparturien, dimana kadar normal pada tiga minggu prepartus mengalami penurunan pada saat partus dan mengalami kenaikan kembali pada tiga minggu postpartus.
Prevalensi Colibacillosis pada Broiler yang diberi Pakan Tanpa Antibiotic Growth Promoters Santoso, Sri Wahyuningsih Heri; Ardana, Ida Bagus Komang; Gelgel, Ketut Tono Pasek
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (2) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.76 KB) | DOI: 10.19087/imv.2020.9.2.197

Abstract

Ayam pedaging (broiler) merupakan jenis ternak yang banyak dikembangkan sebagai sumber pemenuhan kebutuhan protein hewani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi colibacillosis pada ayam broiler yang diberi pakan tanpa Antibiotic Growth Promoters (AGP), dan mengetahui angka morbiditas dan mortalitas penyakit colibacillosis pada ayam broiler yang umur di bawah tiga minggu dan di atas tiga minggu. Penelitian ini dilakukan pada salah satu peternakan di Banjar Baleagung, Desa Jegu, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan- Bali. Sebanyak 30 sampel ayam broiler sakit digunakan, ayam sampel menunjukkan gejala klinis sesak nafas atau gangguan pernafasan, adanya distensi usus, dan feses yang berwarna putih. Ayam terduga penderita colibacillosis tersebut selanjutnya di-nekropsi, organ yang diambil adalah jantung, hati dan paru. Kemudian bakteri diisolasi pada media eosin methylene blue agar (EMBA), koloni yang tumbuh berwarna hijau metalik yang menandakan adanya bakteri E.coli. Selanjutnya dilakukan pewarnaan Gram. Hasil pewarnaan Gram menunjukkan bakteri yang tumbuh adalah bakteri Gram negatif, berbentuk batang pendek. Hasil penelitian menunjukan prevalensi infeksi colibacillosios pada broiler di lokasi peternakan di tempat penelitian dilakukan adalah 5%. dengan morbiditas sebesar 5 %, mortalitas 1,25 % dan case fatality rate 33,3%. Infeksi colibacillosis 100% terjadi pada umur dibawah tiga minggu, sedangkan infeksi colibacillosis 60% terjadi pada umur diatas tiga minggu. Hasil analisis Chi-Square menunjukkan bahwa colibacillosis pada broiler umur di bawah dan di atas tiga minggu kejadiannya berbeda secara nyata.
Laporan Kasus: Luksasi Patella Medial pada Miniatur Pinscher Loa, Gabriella Jenni Alfades; Widyastuti, Sri Kayati; Anthara, Made Suma
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (1) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.73 KB) | DOI: 10.19087/imv.2020.9.1.129

Abstract

Anjing pada kasus ini merupakan anjing ras miniatur pinscher berumur 3 tahun 6 bulan dan berjenis kelamin jantan. Anjing mengalami kepincangan dari 4 hari yang lalu, Pada pemeriksaan klinis teramati anjing beberapa kali mengangkat kaki belakang kiri ketika berjalan, berlari dan berdiri, anjing merespon sakit saat dipalpasi dan tidak ada krepitasi. Setelah dilakukan pemeriksaan radiologi teramati patella luksasi ke arah medial dari trochlear, deviasi medial dari tuberositas tibial, dan patella tidak melekat pada sulcus trochlear. Anjing kasus didiagnosa mengalami luksasi patella medial grade II. Berdasarkan pertimbangan tingkat luksasi patella dan derajat kepincangan yang ringan,maka diberikan terapi suportif berupa antiinflamasi non-steroid carprofen 2,2 mg/kg BB/hari selama 7 hari, suplemen untuk tulang dan sendi dengan dosis 1 cap/hari, fish oil dosis 1 kapsul/hari dan vitamin B1 50mg/ekor/hari, terapi fisik, perbaikan nutrisi dengan pakan diet rumahan, massage, dan edukasi ke pemilik untuk mengontrol berat badan anjing.