cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika
ISSN : 20862407     EISSN : 2549886X     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika (JP2F), with a registered number ISSN 2086-2407 (Print), ISSN 2549-886X (online) is a scientific journal published by the Physics Education Study Program Universitas PGRI Semarang. The purpose of the publication of this journal is to disseminate conceptual thoughts or ideas and learning Physics research results that have been achieved, both at school and in college.
Arjuna Subject : -
Articles 386 Documents
Penggunaan Alat Peraga Musschenbroek Bimetal terhadap Keterampilan Proses Sains Khozinatur Rohmah; Susilawati Susilawati; Ernawati Saptaningrum
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 8, No 2 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp2f.v8i2.1626

Abstract

The aim of the research is to know the effect of using bimetal Musschenbroek Bimetal to the skill science processes this type of research conducted by researcher is Quasi Experimental with Non equivalent Control Group Desaign. This population of this research is all of students in Miftahul Falah Junior High school VII 2017/2018 school year which consist of thirty five until forty students. Devided seven classes are VII A, VII B, VII C, VII D, VII E, VII F, VII G, sampling technique in this research using cluster sampling technique. The experimental class was not choosen randomly but determined by the teacher and this taking sampling technique becouse the population is assismed to be normally distributed and in a homogenitas state so that selected VII A class as a contol class and VII D class as experiment class.Technique of data collection is done by using observation sheet method data collection technique were conducted using the observation sheet method skill science processes and documentation. Testing research hypotheseses show. There is significant influence  using Musschenbroek Bimetal to the students science prosess skills, in the test of the hypotheseses the researcher using taster hypothesis t right side from the result of post test show that value  tcount > ttableis  4,35 > 1,67 becouse tcount> ttable so H0  Rejected, Ha is received, so there is a difference influence on the leaning that carred on in the experimental class and control class.
Magnetic Swings and Magic Circle: Belajar Cerdas Induksi Magnetik dengan Barang Bekas melalui Pendekatan Pembelajaran Fisika Berbasis Inkuiri (Level of Inkuiri Based Learning) Suyanto Suyanto
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 9, No 1 (2018): APRIL 2018
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp2f.v9i1.2345

Abstract

Media mempunyai peranan penting dalam menyampaikan materi pembelajaran. Pemilihan media yang tepat akan dapat meningkatkan pemahaman siswa. Selain media, pendekatan pembelajaran yang mengembangkan level of inkiri sangat membantu siswa dalam menemukan dan membuktikan konsep berkaitan dengan materi fisika. Guru harus kreatif dalam memilih media pembelajaran dan pendekatan pembeljaran serta harus pintar menangkap peluang dengan memanfaatkan bahan-bahan yang melimpah yang ada disekitar kita sebagai media pembelajaran. Telah dibuat media pembelajaran berbahan barang bekas yang diberinama “Magic Circle” yang berfungsi menolong dan menjembatani siswa yang mengalami kesulitan dalam berfikir abstrak untuk membantu belajar materi induksi magnetik pada materi fisika kelas XII ilmu alam. Untuk melengkapi pemikiran abstrak siswa digunakan alat dengan nama “Magnetic Swings” yang dapat membuat siswa untuk berinkuiri dalam pembelajran induksi magnetik.  Salah satu alasan mengapa alat ini perlu dibuat karena pada tahun-tahun sebelumnya daya serap untuk materi induksi dan gaya magnetik terhitung sangat rendah baik daya serap untuk tingkat sekolah, kota provinsi maupun nasional. Tercatat untuk daya serap gaya magnetik yaitu 65,97% pada tingkat sekolah, 68,41% pada tigkat kota, 59,10% tingkat provinsi dan 64,95% untuk tingkat nasional pada Ujian Nasional tahun pelajaran 2015/2016. Dengan menggunakan alat ini pemahaman siswa berkitan dengan penentuan arah untuk besaran-besaran fisika berkaitan induksi dan gaya magnetik menjadi lebih baik. Hal ini juga dapat dilihat dari perbandingan hasil belajar pada Penilaian harian materi induksi magnetik pada tahun pelajaran   2017/2018 yang mengalami perbedan yang signifikan, kelas yang menggunakan pendekatan inkuiri ( 3 kelas) dengan rata-rata masing-masing 83,6 ; 85,14 dan 87,16 sedangkan untuk 3 kelas yang tidak menggunakan pendekatan inkuiri didapatkaan nilai rata-rata masing-masing 76,57 ; 76,64 dan 69,58.  Diharapkan pada Ujian Nasional tahun pelajaran 2017/2018 daya serap siswa akan mengalami kenaikan yang signifikan.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MOBILE LEARNING EFEK DOPPLER SEBAGAI ALAT BANTU DALAM PEMBELAJARAN FISIKA YANG MENYENANGKAN Lukita Yuniati
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 2, No 2 (2011): SEPTEMBER 2011
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp2f.v2i2/septembe.130

Abstract

Media pembelajaran mobile learning dikembangkan denganformat multimedia yang menyajikan teks, gambar, audio, dan animasi.Konsep-konsep yang bersifat abstrak dalam pelajaran Fisika dapatdivisualikasikan dengan bantuan simulasi dan diaplikasikan dalamHP. Konsep pembelajaran mobile learning diharapkan dapatmendorong terwujudnya pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif,efektif, menyenangkan, gembira dan berbobot (PAIKEM GEMBROT).Potensi dan prospek pengembangan mobile learning ke depan sangatterbuka lebar mengingat kecenderungan masyarakat yang semakindinamis dan mobile serta tuntutan kebutuhan pendidikan yangberkualitas dan beragam.Kata kunci : media, mobile learning, efek dopler, menyenangkanMedia pembelajaran mobile learning dikembangkan denganformat multimedia yang menyajikan teks, gambar, audio, dan animasi.Konsep-konsep yang bersifat abstrak dalam pelajaran Fisika dapatdivisualikasikan dengan bantuan simulasi dan diaplikasikan dalamHP. Konsep pembelajaran mobile learning diharapkan dapatmendorong terwujudnya pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif,efektif, menyenangkan, gembira dan berbobot (PAIKEM GEMBROT).Potensi dan prospek pengembangan mobile learning ke depan sangatterbuka lebar mengingat kecenderungan masyarakat yang semakindinamis dan mobile serta tuntutan kebutuhan pendidikan yangberkualitas dan beragam.Kata kunci : media, mobile learning, efek dopler, menyenangkan
PENGARUH PEMBELAJARAN IPA-FISIKA MENGGUNAKAN MODUL BERDASARKAN PERKEMBAGAN KOGNITIF TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA Harto Nuroso; Weni Windarti
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 1, No 2 (2010): SEPTEMBER 2010
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp2f.v1i2/septembe.118

Abstract

Perkembangan kognitif tiap siswa tidaklah sama. Sebagian darisiswa mungkin sudah mampu mengembangkan pola pikirabstraknya, namun tidak menutup kemungkinan bahwa masihterdapat pula siswa yang belum dapat menggunakan penalaranabstraknya secara optimal. Permasalahan dari penelitian ini adalahbagaimana pengaruh penggunaan modul berdasarkanperkembangan kognitif terhadap keterampilan proses sains siswa.Tujuan yang ingin dicapai dalam melakukan penelitian ini adalahmenyelidiki pengaruh penggunaan modul berdasarkanperkembangan kognitif terhadap keterampilan proses sains siswa.Metode penelitian dalam penelitian ini adalah penelitianeksperimen. Dalam penelitian ini dibentuk kelompok eksperimen dankelompok kontrol. Sampel penelitian adalah siswa kela VIII SMP N20 Semarang yang berjumlah 78 siswa. Dari hasil analisis akhiryang menggunakan uji anava satu jalur diketahui bahwa Fhitung =61,3. Pada derajat bebas (1) (76) untuk taraf nyata 5% dapatdiketahui Ftabel = 3,96 dan taraf nyata 1% dapat diketahui Ftabel= 6,96 . Ternyata Fhitung = 61,3 ?ïãÆ Ftabel = 3,96 maupun Ftabel =6,96, artinya tak ada kesamaan dari kelompok eksperimen dankelompok kontrol yang berarti penggunaan modul berdasarkanperkembangan kognitif berpengaruh terhadap keterampilan prosessains siswa dalam pembelajaran IPA-Fisika. Saran yang dapatpeneliti sampaikan diantaranya hendaknya guru mampumengembangkan modul berdasarkan perkembangan kognitif,hendaknya pembelajaran dapat berjalan dua arah yakni dari guruke siswa maupun sebaliknya, dan hendaknya tiap guru Fisika tidakmalas melakukan praktikum dalam pembelajarannya.Kata kunci: modul, kognitif, keterampilan proses sains
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF CARD SORT DAN INDEX CARD MATCH TERHADAP PRESTASI BELAJAR GETARAN DAN GELOMBANG Haryanto ikip pgri semarang
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 2, No 2 (2011): SEPTEMBER 2011
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp2f.v2i2/septembe.137

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui adakahperbedaan pengaruh Strategi Pembelajaran Aktif Card Sort danIndex Card Match terhadap prestasi belajar pada materigetaran dan gelombang siswa kelas VIII Semester 2 MTsFutuhiyyah 1 Mranggen Demak Tahun Ajaran 2010/ 2011.Hasil dari tes prestasi belajar kedua kelas dilakukan ujinormalitas, uji homogenitas dan uji Kesamaan dua rata-rata/ujihipotesis menunjukkan bahwa kedua kelas berdistibusi normaldan tidak ada perbedaan varians atau kedua kelas tersebuthomogen. Serta ditunjukkan bahwa thitung = 2,461 dan ttabel =1,66. Karena thitung > ttabel berarti thitung berada pada daerahpenerimaan Ha. Setelah dilakukan pembuktian antar dua sampeldengan uji t tersebut diperoleh rata-rata hasil tes untuk kelasVIII-A sebesar 74,073 sedangkan rata-rata hasil tes pada kelasVIII-B sebesar 69,756 sehingga dapat disimpulkan bahwa adaperbedaan pengaruh Strategi Pembelajaran Aktif Card Sort danIndex Card Match terhadap prestasi belajar pada materigetaran dan gelombang siswa kelas VIII Semester 2 MTsFutuhiyyah 1 Mranggen Demak Tahun Ajaran 2010/ 2011 dandari hasil prestasi belajar siswa yang mendapat pembelajaranStrategi Pembelajaran Aktif Index Card Match lebih baikdaripada prestasi belajar siswa yang menggunakan StrategiPembelajaran Aktif Card Sort.?é?áKata kunci: strategi pembelajaran aktif card sort dan indexcard match, prestasi belajar
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN SUHU DAN KALOR DENGAN STRATEGI GROUP INVESTIGATION BERBANTUAN CD INTERAKTIF KELAS X Sutriyono Sutriyono
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 3, No 1 (2012): APRIL 2012
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp2f.v3i1/april.387

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mencapai efektifitas pembelajaran yangditunjukkan oleh: 1) tuntas pada variabrel keaktifan, keterampilanproses, dan prestasi belajar peserta didik. 2) berpengaruh positifnyavariabel keaktifan dan keterampilan proses terhadap prestasi belajar.3) prestasi belajar peserta didik kelas eksperimen lebih baik dari padaprestasi belajar kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan: (1)Prestasi belajar kelompok eksperimen mencapai ketuntasan dengannilai rata-rata 73,84 (nilai KKM = 68). (2) Nilai keaktifan danketerampilan peserta didik telah mencapai ketuntasan (nilai KKM =75), dengan nilai rata-rata 81,62 untuk keaktifan dan 81,56 untukketerampilan proses. (3) Keaktifan dan ketrampilan peserta didikberpengaruh positif terhadap hasil belajar. Keterampilan prosesberpengaruh 13,7% terhadap prestasi belajar, keaktifan peserta didikberpengaruh 20,9% terhadap prestasi belajar. (4) Prestasi belajarkelompok eksperimen (dengan nilai rata-rata = 73,84) lebih baikdibandingkan dengan prestasi belajar kelompok kontrol (dengan nilairata-rata = 60,00).Kata kunci: Group Investigation, CD Interaktif, Prestasi Belajar
Pengaruh Metode SDEP (Simulasi, Demonstrasi, Eksperimen, Presentasi) dan Kemampuan Awal Siswa Terhadap Hasil Belajar Fisika Semiono Raharjo
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 8, No 1 (2017): APRIL 2017
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp2f.v8i1.1337

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode SDEP dan kemampuan awal siswa terhadap hasil belajar Fisika aspek kognitif pada topik Pengukuran, mengetahui perbedaan peningkatan hasil belajar Fisika aspek kognitif pada topik Pengukuran antara kelas yang diberikan metode SDEP dengan metode ceramah. Populasi penelitian meliputi kelas X SMAN 1 Piyungan dengan jumlah 160 siswa. Sampel penelitian meliputi kelas XA sebagai kelas eksperimen dan kelas XC sebagai kelas kontrol masing-masing berjumlah 23 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dengan instrumen soal pretest dan posttest. Teknik analisis data menggunakan uji anacova dan N-Gain. Hasil analisis dengan uji anacova diperoleh nilai p = 0,004 untuk metode SDEP dan p = 0,000 untuk kemampuan awal dan semua variabel secara simultan. Analisis N-Gain diperoleh g = 0,7 (kriteria tinggi) untuk kelas eksperimen dan g = 0,5 (kriteria sedang) untuk kelas kontrol. Karena nilai p < 0,005 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh metode SDEP dan kemampuan awal siswa terhadap hasil belajar Fisika aspek kognitif pada topik Pengukuran, metode SDEP dapat meningkatkan hasil belajar Fisika aspek kognitif pada topik Pengukuran, terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar Fisika aspek kognitif pada topik Pengukuran antara kelas yang diberikan metode SDEP dengan metode ceramah.
Deskripsi Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA melalui Model Pembelajaran CLIS (Children Learning In Science) Berbantuan LKS pada Materi Elastisitas dan Hukum Hooke Metta Kisti Dewi Renjani; Susilawati Susilawati; Nur Khoiri
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 9, No 1 (2018): APRIL 2018
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp2f.v9i1.2309

Abstract

The aims of this study is to determine the improvement of students' critical thinking skills based on the application of CLIS method (Children Learning In Science) LKS assisted on elasticity and Hooke Law in SMA Negeri 1 Jakenan Pati. This research was conducted at SMA N 1 Jakenan Pati dated October 13 until October 24, 2017. This research used Quasi Experimental design in the form of pretest-posttest control group design. Population in this research is all class XI IPA in SMA Negeri 1 Jakenan Pati, while sample of research used consist of two classes taken by cluster random sampling technique so that obtained class XI IPA 8 which amounted to 40 students as experiment class using  CLIS method (Children Learning In Science) assisted by LKS, and XI IPA 7, amounting to 40 students as control class using Direct Instruction learning model. Based on the result of the research obtained the mean of pretest experimental class is 55,2 and control class 49,45, while value of experimental class postest 79,1 and control class 68,7. The hypothesis testing shows that with t test s2 polled variance magnitude thitung = 19.5 and ttabel = 1.66. This indicates thitung > ttabel, so Ho is rejected which means there is increasing in the effectiveness of CLIS learning method (Children Learning In Science) assisted by LKS on students' critical thinking ability.
PENGEMBANGAN EVALUASI PETA KONSEP MODEL C UNTUK MENGUKUR STRUKTUR KOGNITIF PADA POKOK BAHASAN BESARAN FISIKA Supriyanto ikip pgri semarang
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 1, No 2 (2010): SEPTEMBER 2010
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp2f.v1i2/septembe.113

Abstract

Peta konsep disamping untuk proses pembelajaran juga untukalat evaluasi namun sampai saat ini masih sedikit para guruyang menggunakan. Masalah yang muncul: bentuk perangkatevaluasi peta konsep yang dapat mengukur struktur kognitifsiswa pada pokok bahasan besaran fisika; bagaimanavaliditas dan reliabilitas evaluasi peta konsep; gambaranstruktur kognitif siswa pada pokok bahasan pembiasan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh perangkatevaluasi peta konsep yang dapat mengukur struktur kognitifpada pokok bahasan pembiasan; menentukan validitas danreliabilitas dari evaluasi peta konsep yang dikembangkan;memperoleh gambaran struktur kognitif siswa pada pokokbahasan pembiasan. Pengembangan model ini menggunakanjenis penelitian Research and Development. Nilai validitaspeta konsep tanpa daftar konsep nilai validitas 0,965 dan nilairata-rata reliabilitas seorang rater sebesar 0,727.Berdasarkanhasil analisis data persentase keberhasilan siswa dalammengkonstruk konsep secara substansi melalui peta konseptanpa daftar konsep dibandingkan soal uraian sebagaiberikut: peta konsep tanpa daftar konsep persentasen perindikator diikuti persentase pada soal uraian. Hasil analisisdata gambaran struktur kognitif siswa dalam pemahamankonsep besaran fisika melalui peta konsep tanpa daftarkonsep 81% siswa dapat menentukan proposisi, 84% siswadapat menentukan hirarki, 84% siswa dapat menentukancrosslink, 97% siswa dapat menentukan contoh.
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR FISIKA MELALUI PEMANFAATAN MEDIA DIAGRAM ALIR KALOR BAGI SISWA KELAS SEPULUH SATU SMA 4 KOTA TEGAL Bambang Setiawan
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 2, No 2 (2011): SEPTEMBER 2011
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp2f.v2i2/septembe.132

Abstract

Penelitian melalui Penelitian Tindakan Kelas inimempunyai tujuan meningkatkan hasil belajar Fisika di SMANegeri 4 Tegal pada umumnya dan meningkatkan hasil belajarFisika perhitunhan asa Black kelas sepuluh satu padakhususnya.Penelitian ini dilaksanakan pada semester dua yaitu bulanJanuari sampai Juni 2011 (enam bulan) di lokasi SMA N 4Tegal, dimana peneliti bertugas mengajar. Adapun yangmenjadi subjek penelitian ini adalah siswa kelas X(sepuluh)SMA N 4 Tegal.Dari hasil pengamatan diperoleh hasil penelitian, antaralain adanya peningkatan tindakan dari pembelajaran tanpamenggunakan alat peraga, menggunakan alat peraga dalamkelompok besar, meningkat lagi menggunakan alat peraga Ndalam kelompok kecil. Peningkatan hasil belajar dari nilai ratarataawal31,76 meningkat menjadi 54,24 dan meningkat lagimenjadi 65,90. Dalam proses pembelajaran terlihat adanyapeningkatan dari situasi awal siswa tidak aktif, meningkatmenjadi pembelajaran siswa aktif. Hal ini dikarenakan adanyaalat peraga yang digunakan dalam proses pembelajaran, yangmembantu siswa memahami konsep yang diajarkan, yaitudengan menggunakan diagram alir kalor.?é?áKata kunci : peningkatan, hasil belajar,pemanfaatan,media