Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika (JP2F), with a registered number ISSN 2086-2407 (Print), ISSN 2549-886X (online) is a scientific journal published by the Physics Education Study Program Universitas PGRI Semarang. The purpose of the publication of this journal is to disseminate conceptual thoughts or ideas and learning Physics research results that have been achieved, both at school and in college.
Articles
386 Documents
WAYANG SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN GETARAN DAN GELOMBANG PADA SISWA KELAS VIII SMP PURNAMA 1 SEMARANG
Danang Septa;
Nur Khoiri
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 1, No 1 (2010): APRIL 2010
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/jp2f.v1i1.103
Hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA-Fisika cukup rendah,padahal IPA sekarang menjadi mata pelajaran yang ikut UjianNasional. Untuk mensiasati hal tersebut, perlu dikembangkan media?óÔé¼ÔÇ£media yang dimaksudkan untuk meningkatkan minat siswa dalambelajar fisika sehingga dapat mendongkrak hasil belajar siswa. Mediayang dimaksud adalah wayang. Masalah yang diungkap dalampenelitian ini adalah bagaimana memfungsikan wayang sebagaimedia pembelajaran fisika untuk meningkatkan hasil belajar siswapada pokok bahasan getaran dan gelombang. Tujuan penelitian iniadalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pelajaranfisika menggunakan media wayang pada pokok bahasan getaran dangelombang pada siswa kelas VIII SMP Purnama 1 Semarang.Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian iniadalah Metode Penelitian Tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakandalam 2 siklus. Subjek penelitian terdiri dari 30 siswa kelas VIIISMP Purnama 1 Semarang pada semester ganjil tahun 2008/2009.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan wayang sebagaimedia pembelajaran fisika dapat meningkatkan hasil belajar siswa.Hal tersebut dapat dilihat dengan adanya peningkatan rata-ratahasil belajar IPA Fisika pada ranah kognitif maupun afektif siswa.Berturut-turut mulai dari siklus 1 sampai siklus 2 selalu mengalamipeningkatan.
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR FISIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN EDUTAINMENT (EDUCATION-ENTERTAINMENT) DENGAN METODE KUIS GALILEO DI SMP NEGERI 2 KALIWUNGU
Joko Siswanto;
Wahyuni ikip pgri semarang
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 1, No 2 (2010): SEPTEMBER 2010
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/jp2f.v1i2/septembe.119
Permasalahan dari penelitian tindakan kelas ini adalahbagaimana aktifitas siswa dan hasil belajar fisika serta responsiswa melalui model pembelajaran edutainment (educationentertainment)dengan metode kuis galileo di kelas VIII-A SMPNegeri 2 Kaliwungu. Adapun tujuan dari penelitian ini adalahmendeskripsikan aktifitas siswa, mengetahui hasil belajarsiswa, dan mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran dikelas VIII-A SMP Negeri 2 Kaliwungu. Melalui penelitiantindakan kelas (PTK) masalah ini dicoba untuk diatasi denganmengintegrasikan kuis ke dalam model pembelajaranedutainment. PTK dilakukan dalam 2 siklus. Subjek penelitianadalah siswa kelas VIII-A semester 2 SMP Negeri 2 Kaliwunguyang berjumlah 48 siswa. Data diperoleh melalui observasi,pemberian tes uji kompetensi, dan penyebaran angket.Kemudian dianalisilis secara deskriptif kualitatif. Hasilpenelitian menunjukan bahwa aktifitas siswa meningkat dalamberkelompok, mengerjakan tugas-tugas, berfikir bersama, danmenjawab kuis. Hasil belajar siswa meningkat dan responterhadap pembelajaran yang dilaksanakan positif. Dengandemikian dari pelaksanaan penelitian tindakan kelas melaluimodel pembelajaran edutainment (education-entertainment)dengan metode kuis galileo siklus I dan siklus II, disimpulkanbahwa dapat meningkatkan hasil belajar fisika di SMP Negeri2 Kaliwungu dalam kegiatan pembelajaran khususnya matapelajaran fisika pada pokok bahasan gelombang.Kata kunci: hasil belajar, edutainment , kuis galileo
KEEFEKTIFAN PEMBINAAN PROFESIONALISME GURU IPA MELALUI TEACHING CLINIC MGMP
Ngurah Ayu Nyoman Murniati
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 3, No 2 (2012): SEPTEMBER 2012
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/jp2f.v3i2/SEPTEMBE.337
ABSTRAK ?é?á Facts on the ground indicate that many science teachers have educational qualifications from undergraduate ph ysics education, biology, and chemistry education. They will not teach well junior biology material, and vice versa. It is a challenge science teachers professional development. Teaching Clinic is a teaching clinic set up to solve the problems of the teaching profession. Through Teaching Clinic teachers are expected to improve the profession independently and sustainably. Formulation of the research problem is how the effectiveness of professional development of teachers through the Teaching Clinic? Design research is education quantitative research The results showed an increase in performance science teacher before and after participating in Teaching Clinic. This means that science teachers professional development through effective Teaching Clinic. The conclusions of this study are Teaching Clinic research is can be used as a science teacher professional development. Through the Teaching Clinic to improve service quality in building and developing the junior high science teacher professionalism. Keywords: development, professionalism, Teaching, Clinic
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP OPTIK MELALUI TEKNIK INKUIRI TERBIMBING PESERTA DIDIK KELAS VIII SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2011/2012
Umrotun Umrotun
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 3, No 1 (2012): APRIL 2012
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/jp2f.v3i1/april.389
Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk menentukan besaranpeningkatan pemahaman konsep optik dengan menggunakan teknikinkuiri terbimbing dan memaparkan perubahan perilaku belajarpeserta didik kelas VIII tahun ajaran 2011/2012. Pelaksanaanpenelitian dilaksanakan di SMP Negeri 3 Mranggen Demak, subyekpenelitian terdiri dari 23 siswa. Penelitian yang dilakukan adalahpenelitian tindakan kela. Pada saat pembelajaran pada siklus Ipemahaman konsep optik pada materi pemantulan cahaya siswa yangmencapai tuntas belajar sebesar 69,56 % yang belum tuntas sebesar30,44 %, pemahaman konsep pada siklus I berkatagori cukup dengannilai rata-rata kelas 77. Perubahan perilaku belajar siswa rata-ratamasih kurang karena di bawah kriteria minimal 75 %. Hasilpenelitian pada siklus II pemahaman konsep optik materi pembiasancahaya mengalami peningkatan dengan ketuntasan belajar siswasebesar 91,30 % sedang yang belum tuntas 8,70 %. Pemahamankonsep pada siklus II rata-rata baik dengan nilai rata-rata kelas 86.Hasil penelitian pada siklus II terjadi peningkatan perubahan belajarsiswa sebesar 1,91 %. Dari perolehan perhitugan gain dapatdisimpulkan bahwa pembelajaran dengan teknik inkuiri terbimbingefektif dalam meningkatkan pemahaman konsep, siswa lebih aktif, danketerampilan berpikir juga meningkat.Kata kunci: peningkatan kemampuan, optik, Inkuiri terbimbing
Penerapan Scientific Approach dalam Upaya Melatihkan Literasi Saintifik dalam Domain Kompetensi dan Domain Pengetahuan Siswa SMP pada Topik Kalor
Widi Ilhami Novili;
Setiya Utari;
Duden Saepuzaman;
Saeful Karim
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 8, No 1 (2017): APRIL 2017
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/jp2f.v8i1.1338
Literasi Saintifik (LS) adalah suatu kemampuan seseorang dalam menggunakan pengetahuan ilmiahnya, tidak hanya memahami konsep tetapi juga dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari ataupun dalam mengambil suatu keputusan. LS itu sangat penting, sehingga negara-negara maju pun telah menjadikan LS sebagai program negara untuk mendongkrak kemampuan siswa dalam bidang sains. Negara Indonesia pun ikut serta dalam mengedepankan LS ini. Namun diketahui bahwa LS siswa Indonesia masih rendah. Terdapat indikasi bahwa pembelajaran sains yang dilakukan di kelas belum optimaldalammemfasilitasi siswa dalam melatihkan LS. Penelitian quasy-eksperimen dengan desain one group pretest and posttest dilakukan untuk mengetahui hasil LS setelah diterapkan scientific approach pada topik kalor. Penelitian dilakukan di salah satu SMPN di Kota Bandung dengan jumlah sampel 32 siswa melalui random sampling yaitu pengundian terhadap kelas. Instrumen yang digunakan sebanyak 20 soal berupa uraian (reliabilitas 0,83 dan validitas dari 0,38 – 0,71) . Hasil analisis gain ternormalisasi menunjukkan bahwa domain kompetensi dan domain pengetahuan mengalami peningkatan dalam kategori sedang
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Rotating Trio Exchange Terhadap Keterampilan Kooperatif dan Hasil Belajar Siswa pada Materi Momentum dan Impuls
Yesinta Heliyandari;
Mukhlis Rohmadi;
Hadma Yuliani
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 9, No 1 (2018): APRIL 2018
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/jp2f.v9i1.2310
This study was aimed to know: (1) Whether there is or no increase of cooperative skill and whether there isi or no increas of students’ learning outcomes who participated the learning activity by using cooperative learning type rotating trio exchange at material of momentum and impulse; (2) Whether there is or no significant differences between the students’ cooperative skill and whether there is or no significant difference of students’ learning outcomes before and after implementing the rotating trio exchange of cooperative learning; (3) whether there is or no significant correlation between cooperative skill and students’ learning outcomes after implementation of cooperative learning type rotating trio exchange learning model at material of momentum and impulse. The type of research is pre-experimental design. Result finding showed that: (1) There was increase of cooperative skill and learning outcomes of students who participated the learning activity by using cooperative learning type rotating trio exchange; (2)There was significant difference of cooperative skill and learning outcomes of students before and after implementing the rotating trio exchange of cooperative learning; (3) there was no significant correlation between cooperative skill and cognitive learning outcomes, there was no significant correlation between cooperative skill and affective learning outcomes and there was no significant correlation between cooperative skill and psychomotor learning outcomes.
Peningkatan Tuntas Belajar Fisika Melalui Pembelajaran Fisika dengan Materi Ajar Berwawasan SETS dan Pendekatan SETS Pada Pokok Bahasan Fluida Statis dan Dinamis Kelas XI-IA Semester 2 SMA Negeri 2 Semarang
Sumarno ikip pgri semarang
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 1, No 2 (2010): SEPTEMBER 2010
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/jp2f.v1i2/septembe.114
Nilai Ulangan Blok Semester I tahun ajaran 2006-2007 siswakelas XI IA-3 SMA Negeri 2 Semarang 55% tidak tuntasbelajar Fisika. Hal ini disebabkan karena materi ajar danpendekatan pembelajaran Fisika kurang menarik perhatiansiswa. Untuk meningkatkan jumlah siswa yang mencapaituntas belajar Fisika diberikan materi ajar Fisika berwawasanSETS dengan pendekatan SETS. Dari hasil yang telah dicapaipada siklus I dan siklus II, dapat disimpulkan bahwa materiajar berwawasan SETS dengan pendekatan SETS denganpembagian kelompok berdasarkan kemampuan akademikdapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dan jumlah siswayang mencapai tuntas belajar. Materi ajar Fisika berwawasanSETS dan pendekatan SETS dengan pembagian kelompokberdasarkan kemampuan akademik dapat menjadi salah satumodel pembelajaran Fisika bagi guru.
KAJIAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU IPA DI SMP KOTA SEMARANG
Ngurah Ayu NM;
Susilawati ikip pgri semarang;
Siti Patonah
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 2, No 2 (2011): SEPTEMBER 2011
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/jp2f.v2i2/septembe.133
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambarantentang kompetensi profesional guru SMP di kota Semarang.Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukankebijakan dan pertimbangan untuk dikembangkan mengenaikompetensi profesional guru SMP di kota Semarang terhadappembelajaran IPA terpadu, dapat memperkaya wawasansehingga terpacu untuk selalu meningkatkan kompetensiprofesional khususnya terhadap pembelajaran IPA terpaduserta berupaya meningkatan kualitas proses pembelajaran.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian iniadalah metode deskriptif. Subjek penelitian adalah guru-guruSMP di kota Semarang tahun ajaran 2010/2011. Teknikpengampilan sampel dengan purposive sampling method.Pengumpulan data kompetensi profesional melalui kuisionerdan wawancara. Data penelitian dianalisis dengan analisisdeskriptif.Hasil penelitian ini diperoleh rata-rata kompetensiprofessional guru 5,85. Tingkat kompetensi professional guruIPA di SMP kota Semarang termasuk dalam kategori cukup, halini berarti bahwa kompetensi professional guru di kotaSemarang masih memerlukan peningkatan kualitasnya.?é?áKata Kunci: Kompetensi profesional, Guru IPA
PENERAPAN MODEL STAD TERMODIFIKASI PADA MATA KULIAH FISIKA LINGKUNGAN DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA
Harto Nuroso;
Duwi Nuvitalia
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 3, No 1 (2012): APRIL 2012
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/jp2f.v3i1/april.382
Tujuan dari penelitian adalah sebagai berikut; 1) mengetahuiperbedaan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah fisikalingkungan dengan model STAD yang dimodifikasi unsur metakognitifdan model konvensional; 2) mengetahui perbedaan hasil belajarmahasiswa yang memiliki tingkat kemampuan berpikir kritis (TKBK)sangat tinggi, TKBK tinggi, sedang dan rendah pada mata kuliahfisika lingkungan; 3) mengetahui pengaruh interaksi antara modelpembelajaran dan TKBK mahasiswa terhadap hasil belajar.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu (quasiexperimentalresearch). Populasi untuk penelitian ini adalahmahasiswa semester satu pendidikan fisika IKP PGRI Semarang yangterdiri dari kelas PGMIPA BI dan kelas reguler. Adapun sampelnyadiambil dua kelas dari populasi tersebut. Secara acak terpilih kelasPGMIPA BI sebagai kelas eksperimen dan kelas 1B sebagai kelaskontrol. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, terdapatpengaruh yang signifikan antara model STAD termodifikasi danpembelajaran model konvesional terhadap hasil belajar. Selain itu,terdapat perbedaan hasil belajar antara mahasiswa yang memilikiTKBK sangat tinggi, TKBK tinggi,TKBK sedang dan TKBK rendahserta tidak terdapat interaksi yang signifikan antara penerapan modelpembelajaran dan kategori TKBK mahasiswa.Kata kunci : termodifikasi, metakognitif, kemampuan berpikir kritis
Pengaruh Penggunaan LKS dengan Pendekatan Saintifik pada Materi Objek IPA dan Pengamatannya terhadap Hasil Belajar IPA Kelas VII MTs Negeri 1 Semarang
Mustika Mustika;
Ernawati Saptaningrum;
Susilawati Susilawati
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 7, No 1 (2016): APRIL 2016
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/jp2f.v7i1.1154
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan LKS dengan pendekatan saintifik terhadap hasil belajar IPA. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experimental design dengan menggunakan pretest-posttest control group design. Penelitian ini dilakukan di MTs Negeri 1 Semarang. Sampel yang digunakan adalah 32 siswa kelas VII A sebagai kelas eksperimen dan 32 siswa kelas VII H sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan sebagai tes hasil belajar IPA adalah 35 butir soal berbentuk pilihan ganda. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan uji-t untuk menguji hipotesis yang diajukan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil posttest kelas eksperimen yang menggunakan LKS dengan kelas kontrol yang tidak menggunakan LKS, jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar dengan KKM = 75,00 lebih signifikan pada kelas eksperimen, dan kategori lebih tinggi dalam perhitungan peningkatan ranah soal pada kelas eksperimen. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan LKS dengan pendekatan saintifik pada materi objek IPA dan pengamatannya terhadap hasil belajar IPA.Kata Kunci: Penggunaan LKS, Pendekatan Saintifik, Hasil Belajar IPA