cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika
ISSN : 20862407     EISSN : 2549886X     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika (JP2F), with a registered number ISSN 2086-2407 (Print), ISSN 2549-886X (online) is a scientific journal published by the Physics Education Study Program Universitas PGRI Semarang. The purpose of the publication of this journal is to disseminate conceptual thoughts or ideas and learning Physics research results that have been achieved, both at school and in college.
Arjuna Subject : -
Articles 386 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AKTIF DENGAN MEDIA PENCOCOKAN KARTU INDEKS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII E SMP N 2 PECANGAAN JEPARA Nikmatul Isnaini; Siti Fatonah
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 1, No 1 (2010): APRIL 2010
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp2f.v1i1.105

Abstract

Sistem pengajaran yang cenderung monoton yaitu denganmenekankan pada hafalan-hafalan mengakibatkan minat siswauntuk belajar IPA-fisika menjadi rendah. Hal tersebut dapatmengakibatkan hasil belajar siswa rendah pula. Untukmeningkatkan hasil belajar siswa, perlu dilakukan upayaperbaikan pada sistem pengajaran yakni dengan modelpembelajaran aktif menggunakan media pencocokan kartu indeks.Masalah yang diungkap dalam penelitian ini adalahbagaimanakah cara meningkatkan hasil belajar siswa pada pokokbahasan alat optik dengan menggunakan media pencocokan kartuindeks? Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar padasiswa menggunakan model pembelajaran aktif dengan mediapencocokan kartu indeks. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2Pecangaan Jepara dan merupakan penelitian tindakan kelas(PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII E dengan jumlah42 siswa dalam satu kelas. Sedangkan siswa yang mengikutipenelitian berjumlah 40 siswa. Data masukan dalam penelitian iniada 2 macam, yaitu data kuantitatif yang didapat dari tes danobservasi serta data kualitatif yang didapat dari angket. Hasilpenelitian menunjukkan siklus I ke siklus II mengalamipeningkatan baik dari aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR FISIKA MELALUI PETA KONSEP DENGAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGASI KELAS X-7SMA 5 SEMARANG TAHUN AJARAN 2010-2011 Supriyanto ikip pgri semarang
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 2, No 1 (2011): APRIL 2011
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp2f.v2i1/April.121

Abstract

Masalah yang muncul dalam penelitian ini adalah peningkatanaktifitas siswa dalam proses belajar mengajar dan hasil belajarsiswa . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh seberapabesar keaktifan siswa dalam belajar materi gerak lurus dan hukumnewton dan ingin mengetahui sejauh mana tingkat penguasaanmateri, keberhasilan belajar setelah mengikuti pembelajaran denganmenggunakan pendekatan peta konsepPenelitian tindakan kelas terdiri dari tiga silklus, masing-masingsiklus menggunakan empat tahap: tahap persiapan,pelaksanaan,observasi dan tahap refleksi.Pada pembelajaran dengan menggunakan peta konsep banyakaktifitas yang dilakukan siswa baik secara individu maupunberkelompok lewat diskusi seperti menentukan konsep penting,melengkapi peta konsep, berdiskusi dengan siswa lain, menanggapipertanyaan guru, bertanya dan menyimpulkan materi pelajaran.Semua aktifitas ini bermanfaat bagi siswa karena siswa mencaripengalaman dan mengalami sendiri, hal ini akan membuat pelajaranlebih menarik dan lebih berhasil.Kata Kunci : group investigasi, hasil belajar, peta konsep
PENINGKATAN HASIL BELAJAR FISIKA MELALUI PENERAPAN MODEL BAKORUSIRU SISWA KELAS X-TKR3 SMK NEGERI 1 SEMARANG Sri Muntamah Amri
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 3, No 2 (2012): SEPTEMBER 2012
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp2f.v3i2/SEPTEMBE.344

Abstract

ABSTRAK ?é?á Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah peningkatan hasil belajar siswa melalui model Bakorusiru (Membaca Konsep dan Rumus Ditirukan Seluruh Kelas) pokok bahasan Elastisitas kelas X-TKR3 SMK Negeri 1 Semarang. Metode yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Masing-masing siklus merupakan rangkaian tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Rata-rata hasil belajar pada siklus I 67,5 sedangkan pada siklus II sebesar 73,3. Kata kunci :hasilbelajar, bakorusiru
PENGEMBANGAN PERANGKAT PRAKTIKUM RANGKAIAN LISTRIK SERI-PARALEL BERBASIS MASALAH DAN BERORIENTASI PADA PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF Joko Siswanto
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 4, No 1 (2013): APRIL 2013
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp2f.v4i1 April.954

Abstract

Penelitian ini bertujuan umtuk mengembangkan perangkat praktikum rangkaian listrik seri-paralel berbasis masalah dan berorientasi pada peningkatan kemampuan berpikir kritis dan kreatif mahasiswa. Penilitian ini diharapkan memberikan manfaat: ?é?á1) dapat dijadikan acuan dalamrangka mengembangkan perangkat praktikum fisika; 2) memberikan pemahaman tentang pentingnya kemmampuan berpikir kritis dan kreatif dalam belajar fisika; dan 3) dapata memberikan acuan dalam pelaksanaan praktikum berbasis masalah yang berorientasi pada peningkatan kemampuan berfikir kritis dan kreatif mahasiswa. Penelitian ini adalah penelitianpengembangan. Yang dikembangkan dalam penelitian ini adalahperangkat praktikum yang terdiri desai praktikum, petunjuk praktikum, peralatan praktikum. Berdasarkan ahli menyatakan bahwa perangkat yang telah dikembangkan memiliki criteria yang baik dengan persentase 73.92 dan 78.27 uji coba menunjukan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis dan kreatif mahasiswa. Namaun berdasarkan uji gain ternormalilsasi tingkat pengruhnya masih dalam kategori rendah yaitu 0.1458 untuk berpikir kritis dan 0.1465 untuk kemampuan berpikir kreatif.
Efektivitas Starter Experiment Approach (SEA) Terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Peserta Didik Pada Pelajaran Fisika Kelas XI Joko Purwanto; Daimul Hasanah; Firda Yanuar Syafaat
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 8, No 2 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp2f.v8i2.1624

Abstract

The aims of this research to know “the efectiveness starter experiment approach (SEA) toward high-order thinking skill of students.” This research is a Quasi Experiment with Nonequivalent Control Group Design. We used XI IPA as population. We used simple random sampling. We used pretest and posttest as instrument to gain/obtain our main data. T-test and Normalized-gain (N-gain) are used to analyze those data.  We obtain score sig.(2-Tailed) = 0,041 < α = 0,05,the percentage increase in students in the high is 8%, moderate is 38%, and low is 54%, experiment class N-gain = 0,33 > control class N-gain = 0,20 These result show that experiment class has more effective than control class. It means starter experiment approach (SEA) proven to effective toward high-order thinking skill of students in physics.
Kit Hand Made Berbahan Limbah untuk Meningkatkan Kompetensi Alat Optik Yohanes Eko Nugroho
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 9, No 1 (2018): APRIL 2018
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp2f.v9i1.2346

Abstract

There are two problems that underlie the classroom action research. First, the learning process is still dominated by lectures method and less empowering environment to develop the lesson materials. As a result, student competence is still far from expectations. Based on preliminary observations, in terms of daily test results VIII C grade on the subject matter “reflection and refraction of light”, indicating learning outcomes are still low. Classical completeness only reached 33.33% is still far from the minimum limit is 75%, and the average value of daily tests only 66.85, it is still far minimum completeness criteria is 75.00. While looking at the aspect of the achievement of scientific character, especially creativity, the majority of students are still far from the creative criteria. The qualitative value of creativity is considered good only 37.04%and 18.52% categorized quite creative. The remaining 44.44% of students categorized as less creative. Second, the quantity of waste every day are increasing the rate of production and consumption patterns. Such concerns foster ideas to make KIT Hand Madebased waste, such as milk cans, plastic bottles, syringes printer ink, plastic straws, plastic pipes, and others. Classroom action research carried out in three cycles. Cycle III, students who demonstrate creativity with a good reach 88.89%. Classical learning completeness reached 81.48% with an average value of 79.07. The science competence have increased significantly.
PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN METODE INQUIRY TERBIMBING UNTUK MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS Wawan Kurniawan; Diana Endah H
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 1, No 2 (2010): SEPTEMBER 2010
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp2f.v1i2/septembe.116

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengembangan keterampilanproses sains pada pokok bahasan fluida melalui kegiatan praktikumfisika dasar. Pada pelaksanaan praktikum berbasis inkuiri tersebut,dengan menggunakan lembar kerja mahasiswa (LKM) dapatmembantu peserta didik dalam mengembangkan keterampilanmerencanakan, keterampilan melaksanakan dan keterampilanmengkomunikasikan. Penelitian ini dilakukan dengan tekniktindakan kelas yang terbagi dalam tiga siklus. Data dalampenelitian ini didapatkan dari teknik tes dan teknik non tes. Datayang berasal dari teknik tes terdiri tes awal dan tes akhir, lembarkerja mahasiswa, dan laporan. Sedangkan untuk data teknik non testerdiri dari lembar observasi dan lembar angket. Adapun semuadata hasil penelitian, dianalisis menggunakanprosentase.Keterampilan merencanakan dari siklus I ke siklus IImengalami peningkatan, tetapi dari siklus II ke siklus III mengalamipenurunan. Hal ini disebabkan oleh materi yang dipelajari lebihsulit, penurunan rumus lebih memerlukan tahap yang panjang,variabel-variabel yang diperlukan lebih banyak, langkah kerja lebihsukar dan peralatan yang dibutuhkan lebih banyak. Keterampilanmengkomunikasikan dari siklus I sampai siklus III terus mengalamipeningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa keterampilan dalammenentukan tujuan, langkah kerja, cara memperoleh data, dan caramenganalisis data semakin meningkat. Untuk keterampilan dalampenulisan pembahasan dan penulisan kesimpulan juga mengalamipeningkatan, walaupun nilai posentasenya masih berada di bawahlebih dari 60 %.
PENGARUH PEMBELAJARAN MAKE A-MATCH DAN INDEX CARD MATCH TERHADAP PEMAHAMAN SISWA KELAS X SMA INSTITUT INDONESIA SEMARANG TAHUN AJARAN 2010/2011 Uswatun Khasanah
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 2, No 2 (2011): SEPTEMBER 2011
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp2f.v2i2/septembe.135

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahuiadakah perbedaan pemahaman siswa yang dikenai modelpembelajaran aktif menggunakan metode make a-match dansiswa yang dikenai model pembelajaran aktif menggunakanmetode index card match pada siswa kelas X SMA InstitutIndonsia Semarang tahun ajaran 2010/2011.Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas Xdari X1 sampai X8 SMA Institut Indonsia Semarang tahun ajaran2010/2011 . Dengan teknik cluster random sampling terpilih duakelas sebagai sampel yaitu kelas X2 sebagai kelas kontrol dankelas X4 sebagai kelas eksperimen.Berdasarkan hasil perhitungan anava satu jalur diperolehFhitung= 7,18 dan Ftabel= 7,11. Hal tersebut menunjukkan bahwaFhitung >Ftabel maka Ho ditolak. Dengan demikian dapatdisimpulkan bahwa model pembelajaran aktif menggunakanmetode make a-match lebih berpengaruh terhadap pemahamansiswa pada pokok bahasan suhu dan kalor kelas X semester 2SMA Institut Indonsia Semarang dibandingkan dengan yangmenggunakan model pembelajaran aktif menggunakan metodeindex card match. Untuk itu Pembelajaran aktif menggunakanmetode make a-match perlu terus diterapkan dan dikembangkanpada materi yang lain agar penguasaan pemahaman siswaterhadap materi lebih meningkat.?é?áKata kunci: Pembelajaran aktif, pemahaman konsep, make amatch,index card match.
EFEKTIVITAS METODE KOOPERATIF TIPE GI DAN STAD DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL Praptiwi Praptiwi; Jeffry Handhika
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 3, No 1 (2012): APRIL 2012
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp2f.v3i1/april.384

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Perbedaan penggunaanmetode pembelajaran kooperatif tipe GI dan STAD terhadap prestasibelajar fisika. 2) Perbedaan kemampuan awal tinggi dan kemampuanawal rendah terhadap prestasi belajar fisika. 3) Interaksi antarametode pembelajaran dan kemampuan awal siswa terhadap prestasibelajar fisika. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Populasi dalampenelitian ini adalah semua siswa SMPN 1 Barat. Sebagai sampeldiambil dua kelas sebanyak 68 siswa yang kemudian dijadikan kelaseksperimen I dan kelas eksperimen II. Kelas VIIIB sebanyak 34 siswasebagai kelas eksperimen I diberikan pendekatan menggunakanmetode pembelajaran kooperatif tipe GI sedangkan kelas VIIIDsebanyak 34 siswa sebagai kelas eksperimen II diberikan pendekatanmenggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD denganteknik pengambilan sampel cluster random sampling. Teknik analisisdata yang digunakan adalah analisis variansi (anova) dua jalan.Hasilpenelitian dengan ?Ä?? = 5% dapat disimpulkan bahwa: (1) Metodekooperatif tipe GI lebih baik daripada metode kooperatif tipe STADdengan Fhitung = 92,77. (2) Siswa dengan kemampuan awal tinggimempunyai prestasi belajar fisika yang lebih baik dibandingkandengan siswa yang mempunyai kemampuan awal rendah dengan Fhitung = 4,199. (3) Ada interaksi antara metode pembelajaran dankemampuan awal siswa terhadap prestasi belajar fisika (F hitung =5,16), metode GI dan STAD cenderung berinteraksi pada kemampuanawal rendah.Kata kunci : Metode GI, STAD, Kemampuan Awal, Prestasi Belajar
Pengembangan Buku Ajar IPA Fisika Berbasis Proyek SMP Kelas VII Semester I Lylan Alfiani Wijaya; Harto Nuroso; Joko Siswanto
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 7, No 1 (2016): APRIL 2016
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp2f.v7i1.1156

Abstract

Abstrak. Salah satu penilaian otentik dalam KTSP adalah berupa tugas proyek yaitu kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam waktu tertentu. Pelaksanaan tugas proyek dengan baik di dalam pembelajaran membutuhkan model pembelajaran berbasis proyek. Akan tetapi, tugas proyek di buku belum spesifik dan tidak bisa digunakan secara mandiri oleh siswa sehingga perlu pengembangan buku ajar berbasis proyek untuk siswa smp kelas VII semester 1. Metode penelitian yang digunakan dalam pengembangan buku ajar ipa fisika adalah jenis penelitian dan pengembangan (research and development). Penelitian dilaksanakan di SMP N 37 Semarang Kelas VII dengan sampel yaitu kelas kontrol di VII H dan kelas eksperimen di VII G. Teknik pengumpulan data yang dipergunakan yaitu metode tes dan angket. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan disimpulkan bahwa perlu dikembangkannya buku ajar IPA FISIKA berbasis proyek untuk siswa SMP kelas VII semester 1 karena belum tersedia di sekolah baik dari guru maupun dari dinas pendidikan. Efektivitas buku ajar berbasis proyek dapat dilihat dari hasil perhitungan uji t diperoleh data nilai posttest dari kelas eksperimen dan kelas kontrol yaitu nilai thitung sebesar 6,46. Nilai tabel pada dk = 62 dan pada derajat kepercayaan 95% diperoleh sebesar 1,9993. Hal ini menunjukkan bahwa thitung > ttabel. Dapat disimpulkan bahwa buku ajar efektif terhadap hasil belajar siswa.Kata kunci : Pembelajaran Berbasis Proyek, Pengembangan Buku Ajar, IPA FISIKA

Page 9 of 39 | Total Record : 386