E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Jurnal E-Dimas (Educations-Pengabdian kepada Masyarakat), dengan nomor ISSN 2087-3565 (cetak) dan ISSN 2528-5041 (online) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas PGRI Semarang. Jurnal E-Dimas merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengembangan ilmu-ilmu di bidang pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, pemasaran, keamanan pangan lokal, Teknologi Tepat Guna (TTG), desain, pemberdayaan masyarakat, akses sosial, daerah perbatasan, daerah kurang berkembang, dan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pengelolaan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang pengabdian kepada masyarakat. Jurnal E-Dimas menerbitkan jurnal dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Maret dan September. Kontributor dalam jurnal ini merupakan staf pengajar Universitas PGRI Semarang dan perguruan tinggi-perguruan tinggi lainnya.
Articles
28 Documents
Search results for
, issue
"Vol 12, No 4 (2021): E-DIMAS"
:
28 Documents
clear
Pembinaan Literasi Keuangan Mengenai Dana Kesehatan dan Dana Pensiun Pada Masyarakat Tanjung Gundap Tembesi Sagulung Kota Batam
Jontro Simanjuntak;
Desrini Ningsih;
Ramadhani Syafitri
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 12, No 4 (2021): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/e-dimas.v12i4.3771
Pengabdian ini dilaksanakan di Kampung Tanjung Gundap, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung, Kota Batam. Pengabdian ini merupakan kelanjutan dari pengabdian sebelumnya yang dilaksanakan pada lokasi tersebut. Kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan pada hari rabu 13 dan 20 februari 2019. Mata pencarian masyarakat Tanjung Gundap sebagian besar adalah nelayan. Aktivitas nelayan yang melautnya tergantung dengan kondisi cuaca, jika hujan atau laut pasang maka nelayan tidak bisa melaut. Tetapi jika cuaca bagus nelayan baru bisa turun ke laut. Kondisi seperti ini mempengaruhi pendapatan yang akan diterima oleh masyarakat. Pengabdian ini merupakan lanjutan dari pengabdian sebelumnya yang diadakan pada bulan agustus 2018. Berdasarkan pengabdian yang dilakukan sebelumnya dapat diketahui bahwa kehidupan ekonomi masyarakat masih belum begitu baik. Keuangan keluarga juga belum dikelola dengan baik. Sehingga hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap permasalahan keuangan dalam jangka panjang khususnya berkaitan dengan dana kesehatan dan dana pensiun. Hal ini dikarena pendidikan masyarakat Tanjung Gundap masih rendah. Oleh karena itu tim pengabdi melanjutkan pengabdian terdahulu kepada masyarakat Tanjung Gundap berupa pembinaan kepada masyarakat. Pengabdian yang telah dilaksanakan ini memberikan pemahaman dan mampu menyelesaikan masalah yang terkait dengan persoalan dana kesehatan dan dana pensiun. Masyarakat telah menyadari pentingnya menyisihkan dana untuk kesehatan dan untuk hari tua nanti (dana pensiun). Akses mereka yang jauh dari masyarakat luar dan pelayanan public semakin menambah kesadaran mereka akan pentingnya pengalokasian dana untuk kesehatan dan dana pensiun.
Seminar Online Pelayanan Bank X di Masa Pandemi Covid-19
Dwike Natalia;
Natasha Elsye Tantono;
Shinta Selvia;
Theodorus Pandu Santoso;
Vidia Aprilia Safitri;
Honey Wahyuni Sugiharto Elgeka
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 12, No 4 (2021): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/e-dimas.v12i4.7098
Virus COVID-19 telah dinyatakan sebagai pandemi global yang terjadi di seluruh dunia. Sebagai akibatnya, banyak sektor yang terkena dampaknya tak terkecuali sektor perbankan. Berdasarkan hasil wawancara awal yang dilakukan terhadap karyawan frontliner di Bank X ditemukan bahwa selama pandemi COVID-19 perubahan lingkungan kerja berdampak pada perubahan cara kerja yang dapat menimbulkan masalah baru bagi karyawan. Masalah tersebut seperti kekhawatiran tertular virus, takut dianggap tidak sopan oleh nasabah, dan terhambatnya proses verifikasi nasabah karena tertutup masker. Beberapa kekhawatiran tersebut dapat berdampak pada peningkatan psychological distress dan penurunan performa kerja. Oleh karena itu, peneliti mengadakan seminar online untuk mengedukasi para karyawan di Bank X mengenai psychological distress dan cara mengatasinya. Diharapkan agar organisasi dapat memperhatikan kesehatan mental para karyawan khususnya di masa pandemi seperti hari ini, agar kinerja karyawan bisa tetap optimal.
Pendampingan Pencatatan Keuangan dan Pengembangan Produk Keripik pada Pelaku Usaha Kecil Menengah di Kranggan
Tastya Aruma Larasswari;
Yosephine Dewi K;
Aditya Chandra W;
Sri Hapsari` Wijayanti
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 12, No 4 (2021): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/e-dimas.v12i4.6886
Mitra program pemberdayaan kepada masyarakat ini adalah seorang ibu bernama Ibu Siti yang menggeluti usaha warung sembako dan keripik singkong dan keripik pisang. Sebagai nasabah BTPNS, Ibu Siti belum pernah mencatat pengeluaran dan pemasukan usahanya. Di samping itu, sudah enam bulan ia menjalankan usaha keripik singkong dan keripik pisang, tetapi masih sangat sederhana dalam hal kemasannya. Tujuan program ini adalah mendampingi Ibu Siti dalam mencatat keuangan bisnis dan mengembangkan usaha keripik, khususnya dalam variasi produk dan kemasan. Lama pendampingan adalah empat bulan. Metode yang dilaksanakan berupa pendampingan usaha, monitoring, dan evaluasi. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa Ibu Siti telah melakukan pencatatan keuangan secara rutin setiap hari meskipun masih perlu diingatkan. Ia merasakan bertambah pengetahuan, menjadi lebih disiplin dan dapat merencanakan masa depan, baik mengembangkan usaha, menambahkan jumlah modal yang dimiliki, membiayai biaya sekolah dan kuliah anak. Adapun dalam upaya mengembangkan bisnis keripik singkong dan keripik pisang, tim memberikan usulan kemasan pouch sebagai pengganti plastik dan mencantumkan label “Alfiera Camilan” sebagai ciri khas untuk membangun brand image. Kegiatan ini berhasil mengubah pandangan Ibu Siti menjadi lebih tekun menjalani bisnis dan mencatat keuangan untuk kepentingan masa depan keluarga serta meningkatkan jumlah pendapatan dan produk penjualannya.
Perbaikan Label Kemasan Pada Program PKM Sari Sayur dan Buah CV Sari Bhumi Desa Pesanggrahan Kota Batu
Sri Winarsih;
Devi Dwi Siskawardani;
Hendra Kusuma
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 12, No 4 (2021): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/e-dimas.v12i4.4220
Buah dan sayur menjadi produk sari sayur dan sayur yang diklaim menjadi produk yang memiliki sifat fungsional bagi yang mengonsumsinya. Sifat fungsional didapatkan dari komponen kimiawi dalam bahan baku. Buah dan sayur sumber vitamin, serat dan pigmen. Sari sayur dan buah yang diproduksi bapak Alfi Zidan Syukron masih diproduksi skala rumah tangga yang berlokasi di Jl. Suropati No 184 B Desa Pesanggrahan Kecamatan Batu, sejak tahun 2014 dengan brand ”THERAPHY JUICE NUTRISA”. Produk yang dihasilkan oleh usaha Bapak Alfi sudah dikemas dalam botol plastik namun belum diberi label yang sesuai peraturan yang berlaku dan nomor PIRT. Pengabdian ini bertujuan untuk membantu mitra dalam perbaikan proses produksi, salah satunya adalah perbaikan desain Label Produk menjadi lebih baik dan menarik menyesuaikan dengan pemerintah yang telah ditetapkan. Metode pelaksanaan pengabdian adalah penyuluhan tentang Label Kemasan dan pendampingan membuat desain Label. Hasil yang dicapai dari ini adalah label produk sari sayur dan buah yang lebih menarik dan informatif.
Pendampingan Proses Pengemasan di Industri Rumah Tangga-Rambak Cakar Mantab Rasa
Irvia Resti Puyanda;
Yustina Wuri Wulandari;
Metha Putri Agustyn Anggraini;
Laurensia Atha Margareta
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 12, No 4 (2021): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/e-dimas.v12i4.7051
Program pendampingan cara pengemasan yang akan diadakan oleh Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Slamet Riyadi bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk industri rumah tangga Rambak Cakar Mantab Rasa sehingga kerenyahan rambak cakar dapat bertahan selama proses penyimpanan dan distribusi. Kegiatan ini ditujukan kepada karyawan dan pemilik industri rumah tangga Rambak Cakar Mantab Rasa. Metode yang digunakan pada program pengabdian ini berupa sosialisasi secara daring berupa pemaparan macam dan cara pengemasan yang baik. Proses sosialisasi dilakukan dalam bentuk ceramah dan diskusi. Selanjutnya, dilakukan pelatihan cara pengemasan rambak cakar yang baik. Pada proses sosialisasi hasil yang didapatkan dari pengabdian ini adalah meningkatnya pemahaman karyawan dan pemilik industri rambak cakar tentang proses pengemasan yang baik. Selain itu, pelaku usaha dapat mempraktekkan secara langsung tentang cara pengemasan rambak cakar yang baik.
Pendampingan Ibu Menyusui dalam Pemberian Asi Eksklusif pada Masa Pandemi Covid-19 di Kabupaten Kediri
Reni Yuli Astutik;
Eka Sri Purwandari
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 12, No 4 (2021): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/e-dimas.v12i4.6535
ASI eksklusif merupakan makanan yang paling tepat diberikan kepada bayi. Di masa pandemi Covid-19, bayi harus tetap diberikan ASI eksklusif sehingga dapat menjaga imunitas tubuh bayi. Pemberian ASI eksklusif di masa pandemi Covid -19 tidak bisa dilepaskan dari perilaku ibu dalam menyusui sehingga memerlukan bantuan dari pihak eksternal termasuk dosen di perguruan tinggi kesehatan untuk memberikan pengetahuan terkait protokol kesehatan yang perlu dijalankan dalam pemberian ASI. Tujuan pendampingan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu menyusui di masa pandemi Covid-19 di Kabupaten Kediri. Pendampingan dilakukan kepada 26 ibu menyusui primipara yang memiliki bayi usia 5 bulan selama 1 bulan dengan menggunakan aplikasi WhatsApp. Pendampingan berupa konseling dalam bentuk rekaman suara, video dan materi tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif di masa pandemi Covid-19, zat yang terkandung di dalam ASI matur, manfaat menyusui serta video tentang teknik menyusui di masa pandemi Covid-19. Hasil pendampingan didapatkan sejumlah 85% peserta memiliki pengetahuan baik, 100% dapat mempraktekkan teknik menyusui dengan baik dan sejumlah 88% memberikan ASI eksklusif. Pendampingan pada ibu menyusui melalui aplikasi WhatsApp dapat meningkatkan pengetahuan serta keterampilan ibu menyusui, selain juga dapat meningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif.
Sosialisasi Penyusunan Buku Profil dan Pemetaan Komunitas Ekonomi Kreatif di Kabupaten Semarang
Septa Yudha Ardiansyah;
Eko Anton Rubiantoro
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 12, No 4 (2021): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/e-dimas.v12i4.3896
Ekonomi Kreatif adalah sebuah konsep yang menempatkan kreativitas dan pengetahuan sebagai aset utama dalam menggerakkan ekonomi. Salah satu permasalahan yang dihadapi industri ekonomi kreatif adalah partisipasi dan sinergi para pemangku kepentingan secara keseluruhan belum cukup kuat. Kegiatan pemetaan dan penyusunan buku ini dilandasi pentingnya pemetaan sosial (social mapping) yang berlandaskan aspek informasi keruangan (Sistem Informasi Geografis). Metode yang digunakan adalah pendekatan secara partisipatif dan pendekatan secara spasial (pemetaan). Dengan terpetakannya seluruh potensi dalam komunitas ekonomi kreatif, diharapkan dapat saling berkoordinasi dan bekerjasama antar lembaga pemerintah, pelaku usaha dan institusi pendidikan dalam memajukan sektor-sektor ekonomi kreatif daerah secara bersama-sama. Hasil yang dicapai adalah masyarakat dapat mengetahui seluruh sebaran potensi daerah melalui penyusunan buku profil dan peta.
Simbionik: Pengembangan Teknologi Tepat Guna yang Tepat dan Mudah sebagai Upaya Peningkatan Ketahanan Pangan Keluarga
Mas Bayu Syamsunarno;
Aris Munandar;
Andi Aprainy Fatmawaty;
Dian Anggraeni
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 12, No 4 (2021): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/e-dimas.v12i4.7117
Desa Banyuremsi termasuk ke dalam kawasan perdesaan prioritas nasional yang terletak di Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang. Desa Banyuresmi termasuk ke dalam lahan marginal atau kekurangan air. Hal ini merupakan salah satu hambatan untuk berkembangnya sektor pertanian dan perikanan. Hal tersebut semakin terasa terkait kondisi terkini di masa pandemik, beberapa masyarakat ada yang diputuskan atau dirumahkan dalam pekerjaannya. Teknologi simbionik dapat diterapkan untuk mengatasi permasalahan yang dialami masyarakat Banyuresmi. Simbionik merupakan sistem budidaya organik yang mengintegrasikan ikan dan sayuran dalam ember dengan kondisi terkontrol. Tahapan pelaksanaan dalam penerapan teknologi simbionik adalah persiapan alat dan bahan, penerapan teknologi simbionik, pelatihan pengolahan produk berbasis ikan lele. Hasil monitoring dan evaluasi selama 6 minggu menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pertumbuhan ikan lele, walaupun kurang signifikan. Pertumbuhan ikan lele pada kelompok 1 dan 2 mencapai 41% dan 66%. Amoniak dan TDS merupakan parameter yang menunjukkan kebutuhan C dan N yang dimanfaatkan untuk pertumbuhan kangkung pada sistem Simbionik ini. Pada monev 2, proses pemanenan dilakukan pada umur kurang lebih 30 hari dengan tinggi 30 cm. Penerapan sistem Simbionik dapat mengoptimalisasi pemanfaatan pekarangan rumah masyarakat di Desa Banyuresmi. Sistem Simbionik dapat diterapkan oleh masyarakat karena mudah dan murah untuk diterapkan di sekitar pekarangan rumahnya.
Pemberdayaan Pengrajin dan Penyiapan Identitas Desa Wisata Kampung Wayang Kepuhsari Manyaran Kabupaten Wonogiri
Mulyadi Mulyadi;
Yunastiti P;
Tri Mulyaningsih;
Lely Ratwianingsih
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 12, No 4 (2021): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/e-dimas.v12i4.6952
Kampung Kepuhsari telah dideklarasikan menjadi salah satu desa wisata di Kabupaten Wonogiri. Hanya saja, jika diperhatikan dengan seksama tidak ada yang berbeda antara desa Kepuhsari ini dengan desa lainnya yang bukan desa wisata. Tidak ada atribut tertentu yang menjadi identitas khusus Kepuhsari sebagai desa wisata. Dampak dari kondisi yang demikian, keberadaan desa wisatawan ini tidak banyak dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun asing. Kegiatan pengabdian ini dirancang untuk mendapatkan gagasan pengembangan identitas desa wisata menurut para pelaku wisata setempat. Ini karena Kepuhsari merupakan objek wisata yang berkembang berdasarkan komunitas (Community Based Tourism). Disamping mendapatkan gagasan pengembangan, kegiatan pengabdian ini juga fokus pada pemberian identitas desa wisata yang mampu membedakan desa ini dengan desa lain yang bukan desa wisata. Hasil FGD dengan pelaku pariwisata di Kepuhsari menyebutkan bahwa identitas desa wisata yang perlu diadakan di Kepuhsari adalah papan penunjuk arah menuju desa wisata, papan nama jalan dan gang di sentra Kampung Wayang, Papan nama Homestay, dan media untuk pameran hasil karya pengrajin. Saran yang bisa diberikan untuk pengembangan desa wisata ini misalnya kerjasama dengan pihak propinsi dan Kabupaten untuk penyediaan fasilitas pendukung aktivitas pariwisata.
Peningkatan Daya Saing Lokal dengan Tembikar dari Desa Kumba Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat
Oke Anandika Lestari;
Yohana S. K. Dewi;
Candra Wasis Agun
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 12, No 4 (2021): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/e-dimas.v12i4.4211
Desa Kumba yang berbatasan langsung dengan Srawak Malaysia merupakan salah satu desa di Kecamatan Jagoibabang Kabupaten Bengkayang. Penduduk Desa Kumba umumnya memiliki lahan karet, dimana bijinya hanya menjadi limbah karena tidak termanfaatkan. Oleh sebab itu, melalui pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan daya saing lokal Desa Kumba melalui pemanfaatan biji karet yang diolah menjadi tempe atau biasa disebut Tembikar (tempe biji karet). Khalayak sasaran merupakan PKK Desa Kumba dengan target meningkatkan pengetahuan mengolah limbah biji karet menjadi olahan pangan Tembikar yang dapat dikonsumsi. Pada saat awal kegiatan seluruh (100%) khalayak sasaran belum pernah mengolah biji karet menjadi tempe. Namun demikian setelah kegiatan pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan yaitu 100% khalayak sasaran tertarik untuk membuat tembikar, dan melalui proses monitoring 74% khalayak sasaran telah menghidangkan tembikar di meja makan. Tembikar di desa Kumba berpotensi dikembangkan menjadi produk unggulan daerah yang dapat dipasarkan ke negara tetangga. Tembikar mampu meningkatkan daya saing limbah karet dari Desa Kumba Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat.