cover
Contact Name
Rasiman
Contact Email
edimasupgris@gmail.com
Phone
+6224-8451279
Journal Mail Official
edimasupgris@gmail.com
Editorial Address
LPPM Universitas PGRI Semarang, Jl. Sidodadi Timur No. 24 Semarang Demikian permohonan ini, atas perhatian dan bantuannya kami sampaikan terimakasih.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
ISSN : 20873565     EISSN : 25285041     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal E-Dimas (Educations-Pengabdian kepada Masyarakat), dengan nomor ISSN 2087-3565 (cetak) dan ISSN 2528-5041 (online) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas PGRI Semarang. Jurnal E-Dimas merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengembangan ilmu-ilmu di bidang pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, pemasaran, keamanan pangan lokal, Teknologi Tepat Guna (TTG), desain, pemberdayaan masyarakat, akses sosial, daerah perbatasan, daerah kurang berkembang, dan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pengelolaan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang pengabdian kepada masyarakat. Jurnal E-Dimas menerbitkan jurnal dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Maret dan September. Kontributor dalam jurnal ini merupakan staf pengajar Universitas PGRI Semarang dan perguruan tinggi-perguruan tinggi lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 939 Documents
Kemasan Menarik dan Internet Marketing untuk Meningkatkan Nilai Jual Emping Garut sebagai Produk Unggulan Kabupaten Sragen Sari Purnavita; Herman Yoseph Sriyana; Tantri Widiastuti
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2018): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v9i1.2260

Abstract

Tanaman garut termasuk dalam jenis umbi-umbian yang banyak ditanam oleh masyarakat yang tinggal di Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen. Di Kabupaten Sragen terdapat beberapa industri rumah tangga emping garut, dua di antaranya yang memiliki motivasi sangat besar untuk berkembang adalah UKM emping garut “Sumber Rejeki” dan UKM emping garut “Fadilah”. Permasalahan kedua UKM adalah keterbatasan inovasi rasa emping garut, kemasan sangat sederhana, dan sistem pemasaran masih tradisional sehingga sehingga omzet penjualan dan nilai jual produk masih rendah. Untuk meningkatkan omzet penjualan dapat dilakukan dengan perbaikan inovasi dan teknologi pengemasan, teknologi seasoning dengan bumbu tabur, dan memperluas pemasaran dengan media internet. Produk emping garut yang dikemas secara menarik, inovasi produk emping garut aneka rasa, dan pemasaran dengan media internet melalui blogspot dapat menenbus pemasaran secara luas baik di toko-toko besar, harga jual produk meningkat 50%,dan omzet penjualan meningkat 100%.
Pemberdayaan Kelompok Masyarakat ‘Gardu Action’ dalam Pengelolaan Sampah untuk Mewujudkan Kawasan Wisata Pantai Parangkusumo yang Bersih Purwaningsih, Okti; Sukhemi, Buchory Muh; Triwahana, Triwahana
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 11, No 4 (2020): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v11i4.3785

Abstract

Permasalahan sampah menjadi persoalan yang perlu segera dicarikan solusi untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Masyarakat di kawasan wisata pantai Parangtritis DIY juga dihadapkan pada permasalahan pengelolaan sampah. Oleh karena itu dilaksanakan kegiatan pelatihan pengelolaan sampah melalui program pemberdayaan kelompok masyarakat ‘Gardu Action’. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kelompok masyarakat tentang pengelolaan sampah anorganik, pembuatan vertikultur menggunakan metode sumbu, serta menumbuhkan kesadaran perlunya menjaga kebersihan untuk kelestarian lingkungan. Lingkup kegiatan meliputi pelatihan tentang pemanfaatan sampah anorganik menjadi pot untuk vertikultur tanaman hortikultura dengan metode sumbu. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegiatan berupa pelatihan dan pendampingan. Hasil kegiatan dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan sampah botol plastik menjadi pot untuk vertikultur, mampu membuat vertikultur menggunakan metode sumbu. Melalui kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan. 
PENYULUHAN PEMEROLEHAN BAHASA ANAK BAGI WARGA BANGETAYU KULON GENUK SEMARANG GUNA MENDUKUNG KOTA LAYAK ANAK Arisul Ulumuddin; Siswanto PHM; Icuk Prayogi
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2015): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v6i1.788

Abstract

Abstrak ?é?á Bahasa adalah karakter. Bahasa yang santun mencerminkan pribadi yang santun. Pun sebaliknya. Pembiasan bahasa yang baik juga sangat mempengaruhi karakter seorang manusia. Dengan kata lain pemerolehan bahasa adalah proses bagaimana seseorang dapat berbahasa atau proses anak-anak pada umumnya memperoleh bahasa pertama. Pemerolehan bahasa pada anak usia dua sampai tiga tahun terjadi secara alamiah. Pemeroleh bahasa biasanya secara natural artinya pemerolehan bahasa yang terjadi secara alamiah tanpa disadari bahwa seorang anak tengah memperoleh bahasa, tetapi hanya sadar akan kenyataan bahwa ia tengah menggunakan bahasa untuk berkomunikasi. Dalam penyuluhan ini, solusi yang ditawarkan adalah memberi penyuluhan dengan strategi kronologis. Metode pelaksanaan kegiatan yang digunakan dalam kegiatan IbM ini adalah penyuluhan dan pendampingan. Materi yang diberikan meliputi: konsep berbahasa ?é?á ?é?á Indonesia yang Baik dan Benar, Kesantunan Berbahasa, Komunikasi Efektif, Keterampilan Berbicara. Tahap pertama ini, tim pengabdian memberikan materi dasar dan pendampingan yang mengarah pada pemahaman mitra untuk mengajarkan anak berkomunikasi berbahasa Indonesia yang baik dan santun. Setelah penyampaian materi tersebut dilakukan, peserta diberi kesempatan untuk bertanya dan praktik. Hasil dari kegiatan ini: (1) warga terampil berbahasa Indonesia yang baik dan benar; (2) warga terampil menciptakan lingkungan bahasa yang ramah anak; (3) anak-anak memperoleh hak berbahasa yang baik dan santun. ?é?á Kata kunci: pemerolehan bahasa anak, warga Bangetayu Kulon ?é?á
Upaya Diversifikasi Makanan Diet Penderita Diabetes Mellitus melalui Pemanfaatan Umbi Suweg dalam Program “Konyaku Njowo” Muhamad Imaduddin; Irna Maekawati; Nur Mei Fitriati; Aris Bagus Pradana
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 10, No 1 (2019): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v10i1.2436

Abstract

Program “Konyaku Njowo” dilatarbelakangi oleh kurang optimalnya pemanfaatan umbi Suweg yang keberadaanya melimpah di Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Suweg (Amorpophalus sp.) ini begitu potensial bahkan sebagai alternatif makanan diet bagi penderita Diabetes Mellitus. Nama “Konyaku” diambil merujuki pada nama makanan Jepang yang terbuat dari umbi konjac yang masuk ke dalam genus Amorphophallus. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan umbi suweg serta upaya diversifikasi makanan diet. Program ini berfokus pada kelompok masyarakat dampingan yaitu ibu-ibu PKK RW 05 dan RW 06, Kelurahan Bringin, Ngaliyan. Rangkaian program ini terdiri dari empat tahapan (1) sosialisasi dan pemberian materi tentang tanaman suweg; (2) pelatihan pembuatan tepung suweg; (3) pelatihan pembuatan aneka produk olahan; dan (4) sosialisasi materi gizi, Diabetes Mellitus dan wirausaha. Adapun keberlanjutan program ini berupa pemantauan dan pendampingan kerja dilakukan tim bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk dinas pertanian dan kantor ketahanan pangan kota Semarang. Dari keempat tahap dapat disimpulkan rata-rata ketercapaian target luaran sebesar 76,43%. Program “Konyaku Njowo” merupakan serangkaian program untuk memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan umbi suweg baik secara teoritis mapun praktis. Dengan program ini, keberadaan umbi suweg yang melimpah dapat termanfaatkan lebih optimal.
Mesin Pencacah Batang Buah Naga sebagai Alat Pembuat Pupuk Organik di Dusun Wadungdolah Desa Kaligondo Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi Adetiya Prananda Putra; Anggra Fiveriati
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 12, No 1 (2021): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v12i1.4844

Abstract

Kabupaten Banyuwangi merupakan kabupaten yang terletak di ujung paling timur pulau Jawa, perkembangan ekonomi khususnya sektor pertanian dan pariwisata di wilayah Kabupaten Banyuwangi menunjukkan pertumbuhan yang lebih cepat dari pada sektor lainnya, kabupaten ini dikenal sebagai sentra penghasil buah naga di Jawa Timur. Setelah proses panen tanaman buah naga akan dipangkas untuk mengurangi kebutuhan hara dan merangsang tumbuhnya bunga baru. Batang buah naga yang dipangkas seringkali hanya dibuang karena dianggap limbah. Petani di Dusun Wadungdolah Desa Kaligondo telah memanfaatkan limbah batang buah naga sebagai pupuk organic. Batang buah naga harus dicacah terlebih dahulu untuk mempercepat proses pembusukan. Selama ini petani mencacah batang dengan cara manual sehingga membutuhkan waktu dan tenaga yang banyak. Pembuatan mesin pencacah batang buah naga diharapkan dapat mengefisienkan waktu pencacahan dan dapat merangsang petani-petani untuk semakin giat menggunakan pupuk organik demi terwujudnya green farming yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Budidaya Naga di Kebun: Pengolahan Buah Naga dalam Rangka Peningkatan Produksi Ekonomi Desa Bululor, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo Hervina Nurullita; Hendra Afiyanto; Endrik Safudin
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 10, No 2 (2019): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v10i2.3297

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memotong mata rantai kemiskinan di Desa Bululor, Kecamatan Jambon. Mata rantai kemiskinan di Desa Bulu Lor dapat dipotong jika masyarakat mampu mengubah pola pikir terkait tanaman pertanian. Tanaman pertanian untuk konsumsi didiversifikasi dengan tanaman alternatif untuk produksi. Berubahnya pola pikir ini akan mengubah jenis tanaman pertanian dari padi ke buah naga. Efeknya adalah lahan pertanian tidak hanya untuk tanaman padi (baca=konsumsi), tetapi masyarakat sudah berpikir lahan pertanian dan pekarangan kosong juga digunakan untuk buah naga (baca=produksi). Perubahan pola pikir dan diversifikasi tanaman pertanian akan mampu meningkatkan income lebih untuk kenaikan taraf ekonomi masyarakat. Nantinya dengan banyak munculnya wirausahawan buah naga maka pendapatan masyarakat meningkat. Peningkatan pendapatan masyarakat berelasi dengan meningkatnya tingkat pendidikan generasi muda. Jika tingkat pendidikan sudah mulai mengalami peningkatan maka secara perlahan angka kemiskinan di tahun berikutnya sedikit dapat dikurangi. Melalui tulisan ini disimpulkan adanya agen dari luar sangat diperlukan bagi masyarakat Desa Bulu Lor. Agen berfungsi untuk memberikan pengetahuan tentang budidaya buah naga. Dengan adanya agen akan dapat memotong mata rantai pola pikir masyarakat yang cenderung take it for granted, sehingga masyarakat terbuka peluangnya untuk mencapai tujuan yang dikehendaki sendiri. 
Upaya Peningkatkan Pengetahuan Tentang Pola Asuh Gizi Balita di Desa Pulau Melako Merita Merita; Filius Chandra; Giananda Nurbintang
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 12, No 1 (2021): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v12i1.5894

Abstract

Pola makan yang salah menempatkan anak balita dalam posisi rentan terhadap masalah gizi. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pola asug gizi balita. Kegiatan ini dilakukan pada Februari 2020, di Desa Pulau Melako, Kabupaten Bathin VIII, Sarolangun. Metode kegiatan yaitu pemberian penyuluhan dengan media poster dan leaflet. Sasaran dalam kegiatan ini adalah ibu kader posyandu dan 10 ibu balita. Luaran dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah peningkatan pengetahuan ibu-ibu balita dan kader posyandu tentang pola asuh gizi balita. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata skor pre-test adalah 4,3 poin, dan skor post-test adalah 8,0 poin. Dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan pengetahuan ibu tentang gizi orangtua setelah diberikan penyuluhan.
STANDAR BIAYA OPERASIONAL SATUAN PENDIDIKAN (BOSP) DI KABUPATEN PURWOREJO Suwarno Widodo; Sunandar Sunandar; Sudharto Sudharto; Nurkolis Nurkolis
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2012): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v3i2.1544

Abstract

STANDAR BIAYA OPERASIONAL SATUAN PENDIDIKAN (BOSP) DI KABUPATEN PURWOREJO
Edukasi dan Workshop Pembuatan Makanan Bergizi bagi Anak “Homemade Healthy Child Food” bagi Tumbuh Kembang Anak di BKB dan Gugus PAUD di Cilandak, Jakarta Timur Oktarina Dwi Handayani
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 11, No 2 (2020): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v11i2.2760

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanaka pada Bina Keluarga Balita dan Gugus PAUD di Cilandak , Jakarta Timur. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan workshop manfaat makanan sehat bagi tumbuh dan kembang anak. Hal ini dilakukan berdasarkan analisi situasi oleh tim pengabdi bahwa masyarakat khususnya para ibu ibu pada dasarnya sudah memiliki pengetahuan akan pentingnya pemberian gizi pada makanan anak akan tetapi tidak mengaplikasikan pengetahuannya dalam hal pemberian makanan pada anak, orang tua yang masih memberikan makanan instan yang menurut orang tua dapat mewakili gizi yang dibutuhkan anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diselenggarakan melalui dua sesi, sesi pertama adalah edukasi pemberian makanan sehat bagi anak dimulai dari masa kehamilan hingga anak berusia 6 tahun. Sesi ke dua adalah workshop pembuatan makanan sehat yang meliputi cara memilih bahan makanan yang baik, cara pengolahan dan peyajian serta variasi makanan bergizi yang mendukung tumbuh dan kembang anak. Luaran yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah peserta pelatihan dapat memiliki sotfskill dan hardskill dalam hal gizi bagi anak usia dini. Diharapkan melalui pemahaman yang baik dapat menjadi kontribusi bagi perbaikan gizi bagi anak.
PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILLS) MELALUI CHILD FRIENDLY TEACHING MODEL (CFTM) SEBAGAI DASAR MEMBANGUN KARAKTER SISWA Muhdi IKIP PGRI Semarang; Senowarsito IKIP PGRI Semarang; Listyaning S.
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2012): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v3i1.252

Abstract

AbstractLife-skills education is an educational model that builds hard skills and soft skills in an integrated way. Strengthening students' soft skills will strengthen the hard skills and vice versa. Characterized person is one who is able to keep upright the soft skills and hard skills as an attitude and a behavior in society. Child Friendly Teaching Model (CFTM) is a model that will build life skills to deal with four pillars of the Child Rights Convention, namely non-discrimination, best interests of the child; the rights to life and development; the right be heard and express its views, by strengthening of 3Ps (Provision , Protection, and Participation). This model endorses children to be met early in the child's rights to live, grow, develop and participate optimally in accordance with human dignity. Life skills education can be done through: 1) habituating in the school and classroom environment, 2) manipulating the content of the materials, 3) correcting and reinforcing behavior, and 4) manipulating the learning activities. Learning activities that have a nurturing effect on building character are collective, interactive, cooperative, and reflective learning with respect to children's rights through the strengthening of 3Ps.Key Words: Life Skills, Hard Skills, Soft Skills, Character Education, CFTMAbstrakLife-skills education adalah model pendidikan yang membangun hard skills dan soft skills secara terintegrasi. Penguatan soft skill siswa akan menguatkan hard skillsnya demikian juga sebaliknya. Orang yang berkarakter adalah orang yang mampu menyeimbangkan soft skill dan hard skills dalam bersikap dan berperilaku dalam masyarakatnya. Child Friendly Teaching Model (CFTM) adalah sebuah model pendidikan yang akan membangun kecakapan hidup siswa dengan meperhatikan empat pilar. Konnvensi Hak Anak yaitu non-diskriminasi; kepentingan terbaik bagi anak ; hak untuk hidup dan berkembang; hak untuk mengemukakan pendapat, melalui penguatan 3P (Provision, Protection, dan Participation). Melalui model ini, anak sejak dini diharapkan akan terpenuhi hak hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan. Pendidikan kecakapan hidup dapat dilakukan melalui: 1) pembiasaan di lingkungan sekolah dan kelas; 2) memanipulasi isi materi; 3) penguatan dan koreksi perilaku; dan 4) memanipulasi aktifitas pembelajaran. Aktivitas pembelajaran yang mempunyai nurturing effect terhadap pembentukan karakter adalah aktivitas pembelajaran yang bersifat kolektif, interaktif, kooperatif, dan reflektif dengan memperhatikan hak-hak anak melalui penguatan 3P.Kata Kunci: Life Skills, Hard Skills, Soft Skills, Pendidikan Karakter, CFTM

Page 10 of 94 | Total Record : 939