cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
BIOMA
ISSN : 20865481     EISSN : 25499890     DOI : 10.26877
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 1: April 2021" : 10 Documents clear
Peningkatan pH air asam dengan kompos daun ubi kasesa (Manihot sp.) untuk kegiatan akuakultur Hani Sintiya; Eva Prasetiyono; Endang Bidayani
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 10 No. 1: April 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v10i1.6310

Abstract

ABSTRAKUbi kasesa yang banyak terdapat di Pulau Bangka memiliki daun yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kompos untuk meningkatkan pH air dalam akuakultur. Penelitian bertujuan untuk menganalisis efektivitas dan menentukan dosis terbaik kompos daun ubi kasesa terhadap kenaikan pH air akuakultur. Metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) tunggal dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Dosis kompos daun ubi kasesa yang digunakan adalah 0 g/L (P0), 1,25 g/L (P1), 2,25 g/L (P2), 3,25 g/L (P3). Hasil uji statistik menunjukkan adanya pengaruh nyata penggunaan kompos daun ubi kasesa terhadap kenaikan pH air. Nilai pH air awal sebesar 3,6 meningkat masing-masing 5,83±0,06, 7,07±0,06, 7,23±0,12, 7,37±0,06 pada P0, P1, P2, dan P3 setelah diberikan kompos daun ubi kasesa. Air yang diberi kompos tersebut selanjutnya digunakan untuk pemeliharaan ikan nila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis kompos daun ubi kasesa terbaik adalah P3 dengan dosis kompos sebesar 3,25 g/L. Kata kunci: akuakultur;  kompos; pH air; ubi kasesa  ABSTRACTMany kasesa tuber is grown in Bangka where the leaves can be used as raw material for making compost to increase pH in aquaculture. This study aims to analyze the effectiveness and determine the best dose of “kasesa” leaves compost to increase the pH for aquaculture activities.This study used an experimental method with a Single Randomized Complete Design (CRD). The treatments consisted of 4 treatments and 3 replications. The doses compost were 0 g/L (P0), 1,25 g/L (P1), 2,25 g/l (P2), 3,25 g/L (P3). The results showed that composting was effective in raising the pH of acidic water. The initial pH of water is 3.6. After being given kasesa leaves compost, the result of pH water for P0, P1, P2, and P3 were 5,83±0,06; 7,07±0,06; 7,23±0,12; 7,37±0,06; respectively. This study showed that the best level of “kasesa” leaves compost was 3.25 g/L. Keywords: aquaculture; compost; kasesa tuber; water pH
Perbandingan metakognitif pada peserta didik yang tinggal di asrama dan non asrama pada pembelajaran biologi Abdul Aziz Habibi; Romy Faisal Mustofa; Ryan Ardiansyah
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 10 No. 1: April 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v10i1.6291

Abstract

ABSTRAKHasil belajar peserta didik dapat dipengaruhi oleh komponen metakognitif dan juga lingkungan sekitar. Peserta didik MAN 1 Tasikmalaya tergolong menjadi 2 kelompok yaitu yang tinggal di asrama dan non asrama. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan metakognitif antara peserta didik yang tinggal di asrama dan di non asrama. Metode penelitian berupa kausal komparatif dengan purposive sampling. Sampel berupa masing-masing 29 peserta didik kelas XI MIPA 1 dan XI MIPA 2. Tes dilakukan dengan Metacognitive Awareness Inventory. Data dianalisis menggunakan Uji Kolmogorov-Smirnov untuk mengetahui normalitas data, dilanjutkan dengan uji homogenitas dengan Levene Test dan Uji t untuk mengetahui perbandingan antara kedua data tersebut. Skor rata-rata metakognitif peserta didik asrama sebesar 91,96% sedangkan untuk peserta didik non asrama sebesar 88,1%. Data menunjukkan adanya perbedaan metakognitif antara peserta didik yang tinggal di asrama dan non asrama. Kata kunci: asrama; metakognitif; non asrama; perbandingan ABSTRACTMetacognitive comparisons of students living in dormitories and non- dormitories in learning biology The learning outcomes of a student are influenced not only by the metacognitive components they have but also by the surrounding environment. The students of MAN 1 Tasikmalaya can be classified into two groups, who live in dormitories and in non-dormitories. This study aims to determine the metacognitive differences between students who live in dormitories and non-dormitories. The method used is causal-comparative with a purposive sampling technique and obtained 29 students each in XI MIPA 1 and XI MIPA 2 as samples. The test was conducted with Metacognitive Awareness Inventory. The data were analyzed with Kolmogorov-Smirnov,, the homogeneity test using the Levene test, and the t test to determine the comparasion between two data. The average metacognitive score for boarding students was 91.96%, while for non-boarding students was 88.1%. That data showed there are metacognitive differences between students in dormitories and non-dormitories. Keywords: boarding; comparison; metacognitive; non-boarding
Efektivitas gel ekstrak etanol daun senggani (Melastoma candidum D. Don.) terhadap diameter luka pasca pencabutan gigi pada tikus putih (Rattus norvegicus) Susanna Halim; Hariyanto Halim; I Nyoman Ehrich Lister; Saipul Sihotang; Ali Napiah Nasution; Ermi Girsang
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 10 No. 1: April 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v10i1.6555

Abstract

ABSTRAKDaun senggani (Melastoma candidum D. Don.) mengandung flavonoid, triterpenoid, tanin, saponin, steroid, glikosida, dan fenolik yang berfungsi sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan bersifat antifungi, antivirus dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak daun senggani (M. candidum D. Don.) yang memberikan efektivitas terbaik terhadap penyembuhan luka pasca pencabutan gigi pada tikus putih (Rattus norvegicus). Hasil ekstraksi daun senggani diformulasikan dalam bentuk salep dengan konsentrasi 1%, 3%, 5%, dan 10%. Hasil data rata-rata persentase kesembuhan luka yang terlihat dari diameter luka diuji secara statistik menggunakan SPSS versi 23. Hasil analisis pada hari ke-5 menunjukkan salep ekstrak etanol daun senggani (M. candidum D. Don.) konsentrasi 10% memiliki efektivitas penyembuhan luka yaitu sekitar 2,96 mm (p>0,05). Hasil skrining fitokimia daun senggani menunjukkan adanya senyawa metabolit sekunder seperti tanin, saponin, flavonoid, streroid/triterpene, dan glikosida. Kata kunci: ekstrak; gel; luka gigi; Melastoma candidum D. Don.  ABSTRACTThe effectiveness of senggani (Melastoma candidum D. Don.) leaves ethanolic gel extract on wound diameter after tooth extraction in Rattus norvegicus.Senggani (Melastoma candidum D. Don.) contains flavonoid, triterpenoid, tanin, saponin, steroid, glicoside, and phenolic compound which use as antioxidant, antiinflamation, antifungus, antivirus, and antibacteria. This study aims to determine the concentration of senggani (M. candidum D. Don.) leaves extract which gives the best effectiveness on wound healing after tooth extraction in Rattus norvegicus. The results of senggani (M. candidum D. Don.) leaves extraction was formulated in the form of ointments with concentrations of 1%, 3%, 5%, and 10%. The results of the average data on the percentage of wound healing visible from the diameter of the wound were statistically tested using SPSS version 23. The results of the analysis on the day 5 showed the ointment of 10% ethanolic extract of senggani (M. candidum D. Don.) leaves  had an effective wound healing of about 2.96 mm (p> 0.05). Furthermore, the results of phytochemical screening are secondary metabolites such as tanins, saponins, flavonoids, streroids/triterpene and glycosides. Keywords: extract; gel; tooth wounds; Melastoma candidum D. Don.
Penerapan model pembelajaran group investigation terhadap aktivitas dan prestasi belajar siswa materi sistem ekskresi pada manusia Erna Setriana Bokimnasi; Nonci Melinda Uki; Markus Oktovianus Here Bire
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 10 No. 1: April 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v10i1.6674

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya aktivitas dan prestasi belajar IPA di SMPN 1 Amanuban Barat kelas VIII. Penelitian bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan prestasi belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran Group Investigation pada materi sistem ekskresi manusia kelas VIII SMPN 1 Amanuban Barat. Subyek penelitian adalah 18 siswa kelas VIIIA, terdiri dari 8 laki-laki dan 10 perempuan. Desain penelitian menggunakan one group pretest posttest design. Berdasarkan hasil pretest, siswa memiliki aktivitas dan prestasi belajar yang belum mencapai KKM yang ditetapkan yaitu 70, setelah penerapan model pembelajaran group investigation, aktivitas dan prestasi belajar siswa meningkat. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata aktivitas belajar siswa 88,5 dan nilai rata-rata prestasi belajar siswa 82. Hal tersebut menunjukkan bahwa model pembelajaran group investigation dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa VIIIA SMPN 1 Amanuban Barat. Kata kunci: Amanuban Barat; group investigation; model pembelajaran ABSTRACTThe use of group investigation for students learning activities and achievements in learning human excretory system for grade eight students.The background of this study is the low activity and achievement of students in Science at grade VIII SMPN 1 Amanuban Barat. The aim of this study is to identify the improvement of students activity and learning achievement by applying group investigation learning model in human exretion system. The subject of this study were students of grade VIIIA which are 18 students with 8 boys and 10 girls. The design used was one group pretest-posttest. Based on pretest observation, the students learning achievement were low and after applying group investigation learning model, the learning achievement was improved. The result of the study showed that the students average learning activity was 88,5 and learning achievement grade was 82. It showed that group investigation learning model could improve students learning activity and learning achievement. Keywords: Amanuban Barat; group investigation;learning model
Aktivitas larvasida fraksi metanol dan etil asetat buah lakum (Cayratia trifolia (L.) Domin.) terhadap larva nyamuk Aedes aegypti Diah Wulandari Rousdy; Elvi Rusmiyanto Pancaning Wardoyo; Siti Ifadatin
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 10 No. 1: April 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v10i1.5595

Abstract

ABSTRAKAedes aegypti merupakan serangga vektor dari virus Dengue penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD). Kandungan senyawa dalam tumbuhan lakum berpotensi sebagai larvasida. Buah lakum dimaserasi dengan pelarut methanol kemudian difraksinasi menggunakan etil asetat. Fraksi diteliti kandungan senyawanya menggunakan analisis fitokimia. Uji larvasida diamati selama 48 jam terdiri dari tujuh konsentrasi berseri yaitu kontrol; 0,04; 0,12; 0,2; 0,6; 1; 3% (b/v). Setiap konsentrasi diulang 3 kali dan setiap ulangan terdiri dari 10 ekor larva nyamuk Ae. aegypti. Data mortalitas dianalisis menggunakan analisis probit untuk menentukan nilai LC50. Fraksi metanol buah lakum  berpotensi sebagai larvasida dengan nilai LC50 6 jam sebesar 1,125%. Fraksi etil asetat  buah lakum  berpotensi sebagai larvasida dengan nilai LC50 6 jam sebesar 1,102%. Buah lakum mengandung senyawa: polifenol, kuinon, flavonoid, alkaloid dan terpenoid. Kata kunci: Aedes aegypti; Cayratia trifolia (L.) Domin; larvasida; LC50  ABSTRACTLarvacidal activity of methanol and ethyl acetate fraction of lakum fruits (Cayratia trifolia (L.) Domin.) against Aedes aegypti larvae. Aedes aegypti is a vector from the Dengue virus which causes Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). The compounds of lakum plants has the potential larvicide. The fruit of C. trifolia was macerated with methanol then fractionated using ethyl acetate as a solvent. The fraction was examined for its compound using phytochemical analysis. Larvacide test was observed for 48 hours consisting of seven concentration of 0 (control); 0.04; 0.12; 0.2; 0.6; 1; 3% (w/v). Each concentration was repeated 3 times and each repetition consisted of 10 larvae of Ae. aegypti. Mortality data were analyzed using probit analysis to determine the LC50 of the fraction of methanol and ethyl acetate from lakum fruit. The methanol fraction has the potential larvicide with a six hour LC50 value 1.125%. The ethyl acetate fraction has the potential larvicide with a six hour LC50 value 1.102%. The C. trifolia fruits contains polyphenols, quinones, flavonoids, alkaloids and terpenoids. Keywords: Aedes aegypti; Cayratia trifolia (L.) Domin.; larvacide, LC50
Identifikasi tumbuhan dalam bahan baku minuman tradisional khas Tuban Jawa Timur Hesti Kurniahu; Annisa Rahmawati; Riska Andriani
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 10 No. 1: April 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v10i1.6531

Abstract

ABSTRAKKearifan lokal menjadi salah satu langkah penting dalam pengelolaan sumber daya alam, salah satunya adalah minuman khas daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis minuman tradisional khas Tuban dan jenis tumbuhan bahan bakunya. Jenis minuman tradisional khas dan bahan penyusunnya diperoleh dari hasil survey terhadap 117 responden dari 17 kecamatan dan 10 orang pembuatnya. Identifikasi bahan baku dilakukan secara langsung dengan lembar observasi kemudian hasilnya dibandingkan dengan referensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 5 jenis minuman tradisional yaitu legen, toak, dawet siwalan, sirup kawis, dan cendol sagu. Bahan penyusunnya terdiri dari 9 jenis tumbuhan yaitu siwalan (Borassus flabellifer L.), kelapa (Cocos nucifera L.), enau (Arenga pinnata Merr.), kawista (Limonia acidissima L.), sagu (Metroxylon sagu Rottb.), tebu (Saccharum sp.), ketela pohon (Manihot esculenta Crantz.), jamblang (Syzygium cumini L.), dan jambu mente (Anacardium occidentale L.). Kata kunci: identifikasi; tumbuhan; minuman tradisional; Tuban  ABSTRACTPlant identification of raw materials in traditional drink from Tuban East Java.Local wisdom is one of the steps in managing natural resources, for example traditional drinks. This study aims to determine the types of traditional Tuban drinks and types of plants as raw materials for these drinks. Types of typical traditional drinks and their constituent ingredients were obtained from the results of survey with 117 respondents in 20 districts and 10 producer traditional Tuban drinks. The identification was carried out directly using the observation sheet then compared with references. The results showed that there were 5 types of traditional drinks, namely legen, toak, dawet siwalan, kawis syrup, and cendol sago. The constituent materials drinks consisted of 9 types of plants, namely siwalan (Borassus flabellifer L.), coconut (Cocos nucifera L.), enau (Arenga pinnata Merr.), kawista (Limonia acidissima L.), sago (Metroxylon sagu Rottb.), sugar cane (Saccharum sp.), cassava (Manihot esculenta Crantz.), jamblang (Syzygium cumini L.), and cashew (Anacardium occidentale L.) Keywords: identification, plants, traditional drinks, Tuban
Studi etnobotani ritual adat pernikahan Suku Tamiang di Desa Menanggini Kabupaten Aceh Tamiang Provinsi Aceh Laila Ramadhani; Tessa Oktavianti; Andriani Andriani; Nafsiah Nafsiah; Risauli Juliana Sihite; Adi Bejo Suwardi
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 10 No. 1: April 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v10i1.6090

Abstract

ABSTRAKSuku Tamiang merupakan salah satu suku yang tinggal di Kabupaten Aceh Tamiang dan masih memanfaatkan berbagai spesies tumbuhan dalam tradisi ritual adat pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan jenis tumbuhan yang digunakan dalam upacara adat pernikahan oleh Suku Tamiang di Desa Menanggini Kabupaten Aceh Tamiang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Maret 2020 di Desa Menanggini Kabupaten Aceh Tamiang. Metode penelitian bersifat kualitatif dan kuantitatif. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur menggunakan angket dengan melibatkan 30 orang responden. Telah ditemukan sebanyak 20 spesies tumbuhan yang terdiri dari 16 famili dan 18 genus yang digunakan dalam upacara ritual adat pernikahan suku Tamiang di Desa Menaggini Kabupaten Aceh Tamiang. Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah daun (36%), diikuti dengan batang dan buah (masing-masing 18%), biji (14%), bunga (9%), dan getah (5%). Tumbuhan tersebut sebagai simbol untuk mendapatkan ketentraman, kedamaian, rezeki, kebersihan hati, keselamatan dan ketenangan serta kelanggengan. Kata kunci: etnobotani; pernikahan; Suku Tamiang; upacara adat  ABSTRACTEtnobotany study of Tamiang tribe wedding rituals in Menanggini Village Aceh Tamiang District Aceh ProvinceThe Tamiang tribe is one of the tribes that live in the Aceh Tamiang District and have been using different plant species in wedding ceremonies. This study aims to document the plants species used in wedding ceremonies by the Tamiang tribe in Menanggini Village, Aceh Tamiang District. The study was conducted in Menanggini Village, Aceh Tamiang District, from January to March 2020. Qualitative and quantitative methods are used in this study. Data was collected through semi-structured interviews using a questionnaire involving 30 respondents. A total of 20 plant species consisting of 16 families and 18 genera used in the traditional wedding ceremonies by the Tamiang tribe in Menaggini Village, Aceh Tamiang District. The most widely used parts of the plant were leaves (36%), followed by stems and fruit (18% each), seeds (14%), flowers (9%), and sap (5%). This plant is a symbol of peace, happiness, sustenance, pleasantness of the heart, safety and serenity, and conformity. Key words: ethnobotany; ritual ceremony; wedding; Tamiang Tribe
Aktivitas antibakteri isolat bakteri endofit daun pegagan (Centella asiatica) terhadap Staphylococcus aureus Sembodho Edi Kurniawan; Mahyarudin Mahyarudin; Ambar Rialita
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 10 No. 1: April 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v10i1.7140

Abstract

ABSTRAKAncaman global pada kasus Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) membutuhkan alternatif penanganan dengan tanaman obat tradisional. Bakteri endofit pada tanaman pegagan (Centella asiatica) memiliki kemampuan menghasilkan senyawa metabolit sekunder bersifat antibakteri yang serupa dengan tanaman inangnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri isolat bakteri endofit daun pegagan (C. asiatica) terhadap S. aureus. Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu isolat bakteri endofit daun pegagan (C. asiatica) diujikan dengan metode difusi cakram terhadap S. aureus. Isolat yang paling berpotensi memiliki aktivitas antibakteri dilakukan uji metabolit untuk mengetahui senyawa antibakteri yang dihasilkan. Identifikasi bakteri endofit berdasarkan morfologi koloni, morfologi sel, dan uji biokimia. Hasil penelitian menunjukkan 2 dari 37 isolat memiliki aktivitas terhadap S. aureus  dengan zona hambat sebesar 9,02 mm dan 15,9 mm. Isolat yang paling berpotensi memiliki aktivitas tertinggi yaitu isolat I2 dengan zona hambat sebesar 15,9 mm. Isolat I2 memiliki kemiripan dengan genus Bacillus dan kemampuan mengasilkan senyawa antibakteri seperti alkaloid, saponin dan terpenoid.  Kata kunci: antibakteri; bakteri endofit; Centella asiatica; Staphylococcus aureus   ABSTRACTAntibacterial activity of endophytic bacteria isolate from pegagan leaves (Centella asiatica) against Staphylococcus aureusThe global threat in the case of Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) requires alternative treatment using traditional medicinal plants. Endophytic bacteria found in Pegagan plants (Centella asiatica) have ability to produce secondary metabolites with antibacterial capabilities similar to their host plants. The purpose of this study is to determine the antibacterial activity of endophytic bacterial isolates of Pegagan (C. asiatica) against S. aureus. This study is a descriptive research where endophytic bacterial isolates of Pegagan leaves (C. asiatica) were tested with disk diffusion method against S. aureus. The most potential isolates with antibacterial activity were performed metabolites test to determine the antibacterial compounds produced. Endophytic bacteria identification based on colony morphology, cell morphology and biochemical tests. The results showed that 2 out of 37 isolates had activity against S. aureus with inhibition zone of 9,02 mm and 15.9 mm. The most potential isolate that has highest activity was I2 isolate with inhibition zone of 15.9 mm. Isolate I2 has similarities with the genus Bacillus and the ability to produce antibacterial compounds such as alkaloids, saponins and terpenoids. Key words: antibacterial; Centella asiatica; endophytic bacteria; Staphylococcus aureus
Strategi belajar overlearning menggunakan media edmodo dapat meningkatkan motivasi belajar biologi peserta didik Reski Rahayu Ramadan; Safei Safei; Eka Damayanti; Jamilah Jamilah
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 10 No. 1: April 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v10i1.7176

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan motivasi belajar biologi peserta didik yang diajar dengan penerapan strategi belajar overlearning yang menggunakan media edmodo dengan tanpa menggunakan media edmodo di kelas XI MIA SMA Negeri 9 Sinjai. Penelitian kuantitatif eksperimen semu (quasi eksperimental design), ini menggunakan the static comparasion group design. Sampel berjumlah 29 peserta didik kelas XI MIA 3 di kelas eksperimen dan sebanyak 29 peserta didik kelas XI MIA 4 di kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket motivasi belajar. Data dianalisis menggunakan independent sampel t test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan motivasi belajar biologi yang diajar dengan menerapkan strategi belajar overlearning menggunakan media edmodo dengan peserta didik yang diajar dengan menerapkan strategi belajar overlearning tanpa menggunakan media edmodo. Rata-rata motivasi belajar yang diajar dengan menerapkan strategi belajar overlearning dengan menggunakan media edmodo lebih tinggi daripada peserta didik yang diajar dengan menerapkan strategi belajar overlearning tanpa menggunakan media edmodo sehingga motivasi belajar peserta didik dapat ditingkatkan dengan penerapan strategi belajar overlearning melalui media edmodo. Kata kunci: media edmodo; motivasi belajar; strategi belajar overlearning ABSTRACTOverlearning strategies using edmodo media can increase the motivation of students in learning biologyThis study aims to examine the differences in biology learning motivation of students who were taught by applying the overlearning learning strategy using Edmodo media and students who were taught without using Edmodo media in class XI MIA SMA Negeri 9 Sinjai. This quasi-experimental quasi-experimental research used the comparison group design. The sample consisted of 29 students of class XI MIA 3 in the experimental class and 29 students of class XI MIA 4 in the control class. The instrument of the research was a learning motivation questionnaire. Data were analyzed using an independent sample t-test. The results showed there is a difference in the motivation of the students who were taught by applying the overlearning learning strategy using Edmodo media and the students who were taught without using Edmodo media. Learning motivation taught by applying overlearning learning strategies using Edmodo media higher than without using Edmodo media. It concluded that the students learning motivation can be improved by implementing overlearning learning strategies with Edmodo media.Keywords: edmodo media; learning motivation; overlearning learning strategy
Efektivitas ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) terhadap jamur Pityrosporum ovale Sri Lestari Ramadhani Nasution; Sri Wahyuni Nasution; Ali Napiah Nasution
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 10 No. 1: April 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v10i1.6746

Abstract

ABSTRAKDaun salam (Syzygium polyanthum) banyak digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati berbagai macam penyakit, salah satunya sebagai antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antimikroba dan konsentrasi efektif dari ekstrak daun salam (S. polyanthum) terhadap Pityrosporum ovale. Pengujian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dan metode pengujian antijamur dengan metode disc diffusion. Data diolah dengan SPPS versi 23. Konsentrasi ekstrak daun salam (S. polyanthum) yang digunakan yakni 25%, 50%, 75%, dan 100%. Hasil penelitian menunjukkan adanya potensi antimikroba pada semua konsentrasi ekstrak daun salam (S. polyanthum) yang ditunjukkan dengan zona bening di sekitar paper disk. Zona bening terbesar adalah 18,2 mm dan 15,03 mm diperoleh dari ekstrak daun salam (S. polyanthum) dengan konsentrasi 100%. Kata kunci: antifungi; disc diffusion; Pityrosporum ovale; Syzygium polyanthum ABSTRACTEffectiveness of salam leaves (Syzygium polyanthum) extract against Pityrosporum ovaleBayleaf (Syzygium polyanthum) is a plant that is used as a traditional medicine to treat various diseases. One of them is as an antimicrobial. This study aims to determine the antimicrobial activity and effective concentration of bayleaf extract against P. ovale. This research use a factorial completely randomized design and the antifungal disc diffusion method. The data were processed using SPPS version 23. The bayleaf (S. polyanthum) extract concentrations are 25%, 50%, 75%, and 100%. The results showed the presence of antimicrobial potential in all concentration of bayleaf (S. polyanthum) extracts indicated by the clear zone around the paper disk. The largest clear zones were 18.2 mm and 15.03 mm obtained 100% bayleaf (S. polyanthum) extracts. Keywords: antifungus; disc diffusion; Pityrosporum ovale; Syzygium polyanthum

Page 1 of 1 | Total Record : 10