cover
Contact Name
Noor Miyono
Contact Email
noormiyono@upgris.ac.id
Phone
+6282137144335
Journal Mail Official
jmp@upgris.ac.id
Editorial Address
Jl. Lingga Raya, Dr. Cipto, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP)
ISSN : 22523057     EISSN : 26543508     DOI : https://doi.org/10.26877
Core Subject : Education, Social,
urnal Manajemen Pendidikan (JMP). Published 3 times a year in April, August and December contains scientific papers on research and education management theory studies Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) published by Prodi Management Education PPs University PGRI Semarang. The editor receives donations of writing that have never been published in other print media. Please read these guidelines carefully. Authors who want to submit their manuscript to the editorial office of Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) should obey the writing guidelines. If the manuscript submitted is not appropriate with the guidelines or written in a different format, it will BE REJECTED by the editors before further reviewed. The editors will only accept the manuscripts which meet the assigned format.
Articles 327 Documents
MINAT GURU MENJADI KEPALA SEKOLAH DI KABUPATEN KUDUS Fatah Hidayat; Nurkolis Nurkolis; Rasiman Rasiman
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 5, No 3 (2016): DESEMBER
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v5i3.1941

Abstract

The purpose of this study is to describe and explain: (1) the teacher’s interest become principals in  Kudus, (2 recruitment system of principals in Kudus; (3) the factors that cause interest and disinterest of teachers to become principals in Kudus; (4) the problems in the recruitment of principal at Kudus, and (5) the best solution in order to have an interest in becoming the principal at Kudus. This research was conducted in the UPT Pendidikan Kaliwungu Kudus with the  respondent principals, teachers, and Kasie PTK Dikpora Kudus. The type and the approach that is used in this study is a qualitative descriptive approach. Data collection methods which is used is interviews and documentation. The analysis of the data used is descriptive analysis.The results of this study indicate that: (1) the majority of primary school teachers in the Kaliwungu Kudus don’t have interest in becoming principals because teachers feel comfortable and satisfied with his position as a teacher. Next, it is because of the burden and the task of the school head is heavier. Salaries and benefits received by teachers is more than enough also be because teachers do not intend to participate in the selection of the school head; (2) principal recruitment system in Kaliwungu Kudus covers the administration and academic selection. The recruitment model that is used is external recruitment. The recruitment procedures begin with data collection and mapping the number of principal empty formations. Then the official quotas applicants and make a selection announcement through a circular letter to all educational units. Applicants are asked to collect file administrative requirements. For those who pass the selection and administration will follow an academic test followed by interview and presentation.; (3) there are no factors that cause the interest of teachers to become principals. While the factors that cause the teachers are not interested in being the principal is the workload is too high when compared with teachers, compensation that is not balanced with the workload and physical readiness, mental and financial; (4) the obstacles in the recruitment principal at Kaliwungu Kudus covers compensation benefits to the principal are not balanced and the requirements of physical readiness, mental and materail; and (5) the best solution so that teachers have an interest in becoming the head of the school is to implement personnel management, especially in the provision of compensation should be reviewed and adjusted to the principal heavy duties. The amount of compensation should be added.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN IKLIM SEKOLAH TERHADAP KEDISIPLINAN GURU SD NEGERI DI KECAMATAN WARUNGASEM KABUPATEN BATANG Naelatus Sa'adah; Sudharto Sudharto; Ghufron Abdullah
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 6, No 2 (2017): AGUSTUS
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v6i2.1997

Abstract

Permasalah utama pada penelitian ini adalah tentang kedisiplinan guru SD Negeri baik kedisplinan dalam kegiatan pembelajaran maupun meningkatkan pengembangan diri sesuai pfoseinya sebagai pendidik. Kemudian bagaiman hubungan kesiplinan guru dan iklim sekolah yang ada dan kepemimpinan kepala sekolah.Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kedisiplinan guru (2) untuk mengetahui pengaruh iklim sekolah terhadap kedisiplinan guru (3) untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan dan iklim sekolah secara bersama-sama terhadap kedisiplinan guru SD Negeri di Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang.Populasi dalam penelitian ini adalah guru sebanyak 142 orang yang tersebar pada 23 SD Negeri di Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang. Sampel sebanyak 59 guru ditetapkan dengan teknik proporsional random sampling. Pengumpulan data menggunakan angket. Uji validitas dan reliabilitas, uji normalitas data, uji linearitas, uji regresi tunggal dan regresi ganda menggunakan program SPSS Versi 16.0.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kedisiplinan guru sebesar 52,9%. (2) terdapat pengaruh iklim sekolah terhadap kedisiplinan guru sebesar 34%.   (3) terdapat pengaruh gaya kepemimpinan dan iklim sekolah secara bersama-sama terhadap kedisiplinan guru SD Negeri di Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang sebesar 61,7% sisanya sebesar 38,3% kedisiplinan guru dipengaruhi variabel lain diluar penelitian ini.
MANAJEMEN SEKOLAH PENYELENGGARA PENDIDIKAN INKLUSIF: KAJIAN APLIKATIF PENTINGNYA MENGHARGAI KEBERAGAMAN BAGI ANAK-ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Trimo SD Negeri 1 Magelung Kabupaten Kendal
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 1, No 2 (2012): Agustus
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v1i2.321

Abstract

Inclusive education is a system of education that provides opportunities to all learners who have the disorder have the potential of intelligence and special talents to keep learning in educational environments together with the students in general. Based on Permendiknas 70 of 2009 article 4 (1) stated that the district appoint at least one primary, one secondary school in each district and one unit of secondary education for inclusive education are obliged to accept students with special needs. Implementation of inclusive education is done by adapting to the eight national educationstandards, the content standards, processes, competence of graduates, teachers/staff, facilities andinfrastructure, management, financing, and assessment standards. The adaptation process includes the activities of organizing, directing, coordinating, supervising, and evaluating. In providing services for children with special needs, learning activitiesin the inclusion classes have created a cooperative learning atmosphere among students familiar with students with special needs. For children to be conditioned to havean empathy for children who need special education, so children who need special education will feel comfortable learning with other kids my age, which ultimatelydid not feel inferior. ?é?á Pendidikan inklusif pada dasarnya merupakan system penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa untuk mengikuti pendidikan atau pembelajaran dalam lingkungan pendidikan secara bersama-sama dengan peserta didik pada umumnya. Berdasarkan Permendiknas No.70 tahun 2009 pasal 4 (1) menyebutkan bahwa pemerintah kabupaten/kota menunjuk paling sedikit satu sekolah dasar, satu sekolah menengah pertama pada setiap kecamatan dan satu satuan pendidikan menengah untuk menyelenggarakan pendidikan inklusif yang wajib menerima peserta didik berkebutuhan khusus. Penyelenggaraan pendidikan inklusif dilakukan dengan melakukan adaptasi terhadap delapan standar nasional pendidikan, yakni standar isi, proses, kompetensi lulusan, pendidik/tenaga kependidikan, sarpras, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian. Proses adaptasi tersebut mencakupi kegiatan mengorganisasikan (organizing), mengarahkan (directing), mengkoordinasikan (coordinating), mengawasi (controlling), dan mengevaluasi (evaluation), hal-hal yang berkaitan dengan proses penyelenggaraan pendidikan inklusif. Dalam konteks aplikatif, dalam memberikan layanan bagi anak-anak berkebutuhan khusus, kegiatan pembelajaran dalam kelas-kelas inklusi harus tercipta suasana belajar yang kooperatif antara siswa-siswa biasa dengan siswa yang berkebutuhan khusus. Anak-anak biasa harus dikondisikan untuk memiliki sikap empati terhadap anak yang membutuhkan pendidikan khusus, dengan demikian anak yang membutuhkan pendidikan khusus akan merasa nyaman belajar bersama-sama dengan anak-anak sebaya lainnya, yang akhirnya tidak merasa inferior (rendah diri). Key words: inclusion, curriculum, learners, and management
KONTRIBUSI GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI BERPRESTASI GURU TERHADAP MUTU PENDIDIKAN DI GUGUS RAMA 2 UPT DISDIKPORA KECAMATAN KEMBANG KABUPATEN JEPARA Dewi Puspita Sari ikip pgri semarang
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 2, No 1 (2013): April
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v2i1.414

Abstract

Abstract.The problems of this study are: (1) Is there any contribution of the principal?óÔé¼Ôäós leadership style to the quality of education.? (2) Is there any contribution of the achievement motivation of the teachers to the quality of education? (3) Is there any contribution of the principal?óÔé¼Ôäós leadership style and the achievement motivation of the teachers simultantly to the quality of education?The population of this study was all the teachers in Rama 2 Cluster UPT Department of Education, Youth and Sports, Kembang District, of Jepara Regency with the sample of 43 people. The method used in this study is a quantitativedescriptive through questionnaires with type of correlational research. Based on the description of the data, analysis and discussion of the hypotheses in this study, it can be concluded that: (1) there is a contribution of the principal?óÔé¼Ôäós leadership style to the quality of education by providing an effective contribution of 18.2%. (2) There is a contribution of the achievement motivation to the quality of education by providing an effective contribution of 30.3%. (3) There is contribution of principal?óÔé¼Ôäós leadership style and the achievement motivation on the quality of education by providing an effective contribution at 32.2%.Abstrak.Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Apakah ada kontribusi gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap mutu pendidikan? (2) Apakah ada kontribusi motivasi berprestasiguru terhadap mutu pendidikan? (3) Apakah ada kontribusi gayakepemimpinan kepala sekolah dan motivasi berprestasi guru secara bersama-sama terhadap mutu pendidikan?Populasi penelitian ini adalah semua guru di Gugus Rama 2 UPT DinasPendidikan, Pemuda dan Olahraga, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara dengan jumlah sampel 43 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatifmelalui angket/kuesioner. Berdasarkan deskripsi data, analisis hipotesis dan pembahasan dalam penelitian ini, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa: (1) Terdapat kontribusi gayakepemimpinan kepala sekolah terhadap mutu pendidikan dengan memberikan sumbangan yang efektif yaitu 18,2%. (2) Terdapat kontribusi pemberian motivasi berprestasi terhadapmutu pendidikan dengan memberikan sumbangan yang efektif sebesar 30,3%. (3) Terdapat kontribusi gaya kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi berprestasi terhadap mutupendidikan dengan memberikan sumbangan yang efektif sebesar 32,2%.Kata-kata Kunci: gaya kepemimpinan kepala sekolah, motivasi berprestasi guru, mutu pendidikan.
PENGARUH KOMPENSASI DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP PROFESIONALISME GURU PAUD DI KECAMATAN UNGARAN BARAT KABUPATEN SEMARANG Choiriyah Ulfah; Yovitha Yuliejantiningsih; Soegeng Soegeng
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 5, No 2 (2016): AGUSTUS
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v5i2.1935

Abstract

The purposes of this study are: (1) to determine the influence of compensation on the professionalism of early childhood teachers in the District of West Ungaran, Semarang Regency; (2) to determine the effect of working motivation in the professionalism of early childhood teachers at the District of West Ungaran, Semarang Regency; (3) to determine the effect of compensation and motivation to work together in the professionalism of the early childhood teachers in the District of West Ungaran, Semarang Regency.The populations of this study are the early childhood teachers who were in the District of West Ungaran Semarang regency as many as 298 people’s with samples taken proporsionate stratiefied random sampling as many as 161 people. The methods of data collection use questionnaires. Analysis of the data used is descriptive analysis, test requirements and test hypotheses. Hypothesis test use simple regression analysis and multiple regression analysis. To analyze the data use SPSS for Windows 21.The results shows that the average of acquisition score is 95.22 professionalism of teachers including professional enough categories, the average acquisition score a compensation of 59.51 medium category, and earned an average score of 75.58, including work motivation medium category. The test results prerequisite research data were normally distributed, linear and does not occur multikolinieritas. Hypothesis tests found to contain a significant influence on the professionalism of teachers represented by the equation of Y = 70.090 + 0424 X1; the strength of correlation of 0.704 with a contribution of 0,496 or 49.6%. A significant difference in the professionalism of teachers' motivation to work with the equation of Y = 24.383 + 0.937 X2; the strength of correlation of 0.682 with a contribution of 0.464 or 46.4%. Compensation and motivation significantly influential work together in the professionalism of teachers represented by the equation of Y = 38.376 + 0.274 X1 + 0.538 X2; the strength of correlation of 0.766 with a contribution of 0.586 or 58.6%.
PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN IKLIM SEKOLAH TERHADAP EFEKTIVITAS SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN SLAWI Suhesti Karyawati; Ghufron Abdullah; Ngurah Ayu Nyoman Murniati
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 6, No 1 (2017): APRIL
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v6i1.1992

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan menganalisis pengaruh kepemimpinan visioner kepala sekolah terhadap efektivitas sekolah di sekolah dasar negeri Kecamatan Slawi, mengetahui gambaran dan menganalisis pengaruh iklim sekolah terhadap efektivitas sekolah di sekolah dasar negeri Kecamatan Slawi, dan mengetahui gambaran dan menganalisis pengaruh kepemimpinan visioner kepala sekolah dan iklim sekolah terhadap efektivitas sekolah di sekolah dasar negeri Kecamatan Slawi.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, uji persyaratan dan uji hipotesis. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru sekolah dasar negeri di Kecamatan Slawi yang berjumlah 231 orang. Pengambilan sampel dengan teknik simple random sampling  sebanyak 147 guru dari 37 SD Negeri. Hasil uji prasyarat dari data penelitian diperoleh data berdistribusi normal, linier, tidak multikolinier.Hasil penelitian diperoleh (1) terdapat pengaruh positif dan signifikan kepemimpinan visioner kepala sekolah terhadap efektivitas sekolah, (2) terdapat pengaruh positif dan signifikan iklim sekolah terhadap efektivitas sekolah, dan (3) terdapat pengaruh positif dan signifikan kepemimpinan visioner kepala sekolah dan iklim sekolah secara bersama-sama terhadap efektivitas sekolah  
KOMPETENSI DAN BUDAYA KERJA GURU DALAM MEMBENTUK PROFESIONALISME GURU MADRASAH IBTIDAIYAH DI KABUPATEN TEMANGGUNG Noor Miyono; Nur Makhsun
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 6, No 3 (2017): DESEMBER
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v6i3.2009

Abstract

Permasalahan utama penelitian ini adalah tentang kompetensi, budaya kerja dan profesionalisme guru yang masih kurang memuaskan dimata masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui besarnya pengaruh kompetensi guru terhadap profesionalisme guru, (2) mengetahui besarnya pengaruh budaya kerja terhadap profesionalisme guru dan (3) mengetahui besarnya pengaruh kompetensi guru dan budaya kerja secara bersama-sama terhadap profesionalisme guruPopulasi penelitian ini  106 Kepala Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Temanggung, sSampel ditetapkan sebannyak 80 dengan teknik random sampling.. Uji validitas dan reliabilitas, uji normalitas dan linearitas data, uji regresi tunggal dan regresi ganda menggunakan SPSS for windows 16.Hasil penelitian menunjukkan (1) korelasi antara variabel kompetensi guru dengan profesionalisme guru  cukup kuat dengan nilai 0,625. Pengaruh kompetensi guru terhadap profesionalisme guru sebesar 39,1% dan sisanya 60,9% profesionlisme guru dipengaruhi oleh variabel lain diluar kompetensi guru. (2) Korelasi antara variabel budaya kerja dengan variabel profesionalisme guru cukup kuat dengan nilai 0,700. Pengaruh budaya kerja guru terhadap profesionalisme guru sebesar 49% dan sisanya 51% profesionalisme guru dipengaruhi oleh variabel lain diluar budaya kerja. (3) Pengaruh kompetensi guru dan dan budaya kerja secara bersama-sama terhadap profesionalisme guru Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten temanggung sebesar 52,2% dan sisanya 47,8% profesionalisme guru dipengaruhi oleh variabel selain kompetensi guru dan gudaya kerja.Kepala Madrasah terus mengevaluasi dan mengembangkan budaya kerja yang telah dicanangkan oleh kantor Kemenag secara sistematis dan periodic, sehingga lima nilai budaya kerja dapat dipraktekkan dengan baik dan memberikan dampak yang lebih baik terhadap masayarakat khususnya peserta didik. 
PENGEMBANGAN MODEL PENYELENGGARAAN AKREDITASI SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KOTA SEMARANG Soedjono PPs Universitas Negeri Semarang
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 1, No 2 (2012): Agustus
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v1i2.267

Abstract

Abstract. The purpose of this study is to develop a model of accreditation implementation, by: (1) describing and analyzing the factual model of high school accreditation implementation that includes (a) schools?óÔé¼Ôäó preparation in carrying out the accreditation; (b) the mechanism of implementation of school accreditation, and (c) follow- up of?é?á the results of school accreditation, (2) generating a design of hypothetical model of high school accreditation that can inherently develop school administrators?óÔé¼Ôäó internal commitment, describe the results of school performance as a whole, and can also be used as a reference in school development; and (3) creating the final model of high school accreditation that can inherently develop school administrators?óÔé¼Ôäó internal commitment, describe the results of school performance as a whole, and can also be used as a reference in school development. This research is carried out by employing the procedural model development method by modifying the design of research and development (Educational Research & Development). The result obtained is the final model of school accreditation implementation in high school, which can inherently develop school administrators?óÔé¼Ôäó internal commitment, describe the results of school performance as a whole, and can also be used as a reference in school development. Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan model penyelenggaraan akreditasi, dengan: (1) mendeskripsikan dan menganalisis model faktual penyelenggaraan akreditasi sekolah menengah atas yang mencakup: (a) persiapan sekolah dalam menyelenggarakan akreditasi; (b) mekanisme pelaksanaan akreditasi sekolah; dan (c) tindak lanjut hasil akreditasi sekolah; (2) menghasilkan desain model hipotetik penyelenggaraan akreditasi di sekolah menengah atas yang dapat mengembangkan komitmen internal secara inheren pengelola sekolah, menggambarkan hasil kinerja sekolah secara utuh, sekaligus dapat dijadikan acuan dalam pembinaan sekolah; dan (3) menghasilkan model final penyelenggaraan akreditasi sekolah di sekolah menengah atas yang dapat mengembangkan komitmen internal secara inheren pengelola sekolah, menggambarkan hasil kinerja sekolah secara utuh, sekaligus dapat dijadikan acuan dalam pembinaan sekolah. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode pengembangan model prosedural dengan memodifikasi desain penelitian dan pengembangan (Educational Research & Development). Hasil yang diperoleh adalah model final penyelenggaraan akreditasi sekolah di sekolah menengah atas, yang dapat mengembangkan komitmen internal secara inheren pengelola sekolah, menggambarkan hasil kinerja sekolah secara utuh, sekaligus dapat dijadikan acuan dalam pembinaan sekolah. Keywords: organization of school accreditation, preparation, implementation, and accre- ditation follow-up.
PENILAIAN PEMANGKU KEPENTINGAN TERHADAP KINERJA GURU YANG BERSERTIFIKAT PENDIDIK PROFESIONAL Soebagyo Brotosedjati Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 2, No 1 (2013): April
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v2i1.405

Abstract

Abstract. Teacher who got certification will receive professional allowance. The problem is there any significant different performance between teacher who got certification allowance than before? The objectives of this research are to describe and to evaluate teacher performance of professional teacher. The result of this result will benefit to government education policy maker. Research method use mixed approach of quantitative and qualitative of naturalistic and phenomenology model. Information sources come from education stakeholders consist of school principal, school committee, superintendent, province and district education office, education board, sub-district education office, and district human resource board in all district cover of 386 persons. Data validation use triangulation and resources availability. Research result shows that stakeholder evaluation to teacher performance of 25,5 % is very good; of 54,96 % is good for every competence. While evaluation from school committee shows 31,8% is very good and 52,2% is good. It is concluded that teacher certification is very good to improve teacher professionalism. It is suggested that certification process should be continued to all teachers so they have opportunities to become professional teacher. Abstrak. Guru yang telah lulus sertifikasi memperoleh tunjangan profesi.Masalahnya adalah adakah perbedaan yang signifikan kinerja guru sebelum dan sesudah menerima tunjangan profesi? Tujuan penelitian ini adalah memperoleh gambaran dan menguji seberapa jauh kinerja guru yang telah berpredikat profesionaltersebut. Hasil penelitian ini bermanfaat untuk pengambilan kebijakan pendidikan oleh pemerintah. Metode penelitian ini menggabungkan metode penelitian yang kuantitatif dan kualitatif dengan model naturalistik dan pendekatan fenomenologis. Sumber informasi penelitian ini berasal pemangku kepentingan (stakeholder) yang meliputi kepala sekolah, komite sekolah, pengawas, dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota, dewan pendidikan, UPTD dan BKD yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten /kota dengan responden 386 orang. Untuk uji keabsahan data, peneliti menggunakan dua tehnik pemeriksaan trianggulasi dan kecukupan referensial. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya penilaian stakeholder terhadap kinerja guru bersertifikat pendidik 25,5 % sangat baik; 54,96 % baik pada setiap kompetensi (pedagogi, profesional, kepribadian dan sosial. Sedangkan penilaian dari KomiteSekolah adalah 31,8% sangat baik; 52,2% baik. Kesimpulanya adalah sertifikasi sangat baik untuk memajukan guru menjadi guru professional. Saran yang diberikan adalah proses sertifikasi ini dilanjutkan sehingga semua guru memperoleh kesempatan untuk menjadi guru profesional.Kata-kata Kunci: Kinerja, Stakeholder, Profesional
STRATEGI PENINGKATAN BUDAYA MUTU MADRASAH ALIYAH NEGERI DI KOTA SEMARANG marjoko marjoko; Soegito Soegito; Retnaningdyastuti Retnaningdyastuti
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 5, No 2 (2016): AGUSTUS
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v5i2.1930

Abstract

Mutu pendidikan adalah suatu proses dari hasil pendidikan yang diukur berdasarkan relevansi, keefektifan dan dampak dari program, proses atau tindakan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yang memenuhi keinginan dan kebutuhan pelanggan sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Standar Nasional Pendidikan (SNP).Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif  kualitatif.  Dalam  hal  ini,  peneliti  akan  mendeskripsikan  Strategi Peningkatan Budaya Mutu di MAN 01 Kota Semarang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) MAN 1 Semarang sudah mengimplementasikan budaya mutu melalui a) Budaya akademik, b) kultur sosial budaya, dan c). kutur demokrasi 2). MAN 1 Semarang sudah menerapkan strategi peningkatan budaya mutu dengan cukup baik menggunakan tiga tahapan, yaitu : a) strategi formulasi budaya mutu, meliputi perumusan visi organisasi, perumusan misi organisasi, perumusan profil organisasi, analisis eksternal berorientasi budaya mutu, analisis internal melalui Evaluasi Diri Sekolah, analisis internal dan eksternal melalui analisi SWOT, analisis dan pilihan strategi, penetapan sasaran jangka panjang, serta penentuan strategi induk. b) strategi implementasi budaya mutu, meliputi penentuan strategi operasional, penentuan sasaran jangka pendek, seperti sasaran tahunan, perumusan kebijaksanaan, dan pelembagaan strategi. c)  strategi evaluasi budaya mutu, meliputi penciptaan sistem pengawas, penciptaan sistem nilai, dan penciptaan umpan balik. Strategi operasional peningkatan budaya mutu di MAN 1 Semarang melalui pembiasaan peningkatan keimanan dan ketaqwaan, kegotongroyongan, saling menghargai, kebersamaan, kedisiplinan, tanggung jawab, kritis, analisis, obyektif dan kreatif keilmuan. Dampak strategi  operasional peningkatan budaya mutu di MAN 1 Semarang  adalah capaian prestasi siswa meningkat baik bidang akademik maupun non kademik. 

Page 6 of 33 | Total Record : 327