cover
Contact Name
Noor Miyono
Contact Email
noormiyono@upgris.ac.id
Phone
+6282137144335
Journal Mail Official
jmp@upgris.ac.id
Editorial Address
Jl. Lingga Raya, Dr. Cipto, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP)
ISSN : 22523057     EISSN : 26543508     DOI : https://doi.org/10.26877
Core Subject : Education, Social,
urnal Manajemen Pendidikan (JMP). Published 3 times a year in April, August and December contains scientific papers on research and education management theory studies Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) published by Prodi Management Education PPs University PGRI Semarang. The editor receives donations of writing that have never been published in other print media. Please read these guidelines carefully. Authors who want to submit their manuscript to the editorial office of Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) should obey the writing guidelines. If the manuscript submitted is not appropriate with the guidelines or written in a different format, it will BE REJECTED by the editors before further reviewed. The editors will only accept the manuscripts which meet the assigned format.
Articles 327 Documents
PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU SMP NEGERI DI KABUPATEN PEMALANG Wihartuti Wihartuti; Soegito Soegito; Nurkolis Nurkolis
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 5, No 3 (2016): DESEMBER
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v5i3.1936

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh: (1) motivasi kerja guru terhadap kinerja guru, (2) kepemimpinan demokratik kepala sekolah terhadap kinerja guru dan (3) motivasi kerja guru dan kepemimpinan demokratik kepala sekolah terhadap kinerja guru.Populasi dalam penelitian ini adalah guru SMP Negeri Se Kecamatan Pemalang tahun pelajaran 2015/2016 sebanyak 367 orang dengan sampel 111 orang. Alat pengumpul data yang digunakan adalah kuesioner dan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, uji persyaratan, uji hipotesis yang dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dan ganda.Hasil uji prasyarat menunjukkan bahwa data berdistribusi normal, homogen, linear, tidak terjadi heteroskedastisasi, dan tidak terjadi multikolinier. Berdasarkan uji hipotesis dapat dijelaskan: (1) motivasi kerja guru berpengaruh terhadap kinerja guru, dinyatakan dengan persamaan Y = 103,622 + 0, 624 X1. Nilai R squere menunjukkan 0,339 setara 33,9% motivasi kerja mempengaruhi kinerja guru, (2) kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh terhadap kinerja guru, dinyatakan dengan persamaan Y = 92,694 + 0, 630 X2 dan Nilai  R squere menunjukkan 0,338 setara  33,8% kepemimpinan kepala sekolah dapat mempengaruhi kinerja guru, dan (3) motivasi kerja dan kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh terhadap kinerja guru, dinyatakan dengan persamaan Y= 88,355  + 0,379 X1 + 0,368 X2 dan nilai R squere menunjukkan sebesar 0,396 setara 39.6%, selebihnya (60,4%) kinerja guru dipengaruhi oleh variabel lain.Berdasarkan hasil penelitian, motivasi kerja guru dan kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru, baik secara parsial maupun simultan.
PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN BUDAYA SEKOLAH TERHADAP KEPUASAN KERJA GURU SMK NEGERI DI KABUPATEN JEPARA Purwandono Purwandono; Suwandi Suwandi; Ngurah Ayu Nyoman Murniati
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 6, No 2 (2017): AGUSTUS
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v6i2.1993

Abstract

Permasalahan utama penelitian ini adalah motivasi kerja, budaya sekolah dan  kepuasan kerja guru SMK Negeri di Kabupaten Jepara, Tujuan penelitian ini (1) mengetahui pengaruh motivasi  kerja terhadap kepuasan kerja  guru (2) mengetahui pengaruh budaya sekolah terhadap kepuasan kerja  guru (3) mengetahui pengaruh motivasi kerja dan budaya sekolah  terhadap kepuasan kerja  guru SMK Negeri di Kabupaten Jepara.Populasi dalam penelitian ini adalah guru SMK Negeri di Kabupaten Jepara dengan jumlah 415 orang. Sampel penelitian adalah 81 orang guru. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik  proportional random sampling. Uji validitas dan reliabilitas, uji normalitas, uji linearitas, uji regresi tunggal dan regresi ganda menggunakan SPSS.Hasil penelitian menunjukkan 1) terdapat pengaruh yang signifikan motivasi kerja terhadap kepuasan kerja guru sebesar 25,1%, sisanya sebesar 74,9% dipengaruh oleh faktor lain. 2) terdapat pengaruh yang signifikan budaya sekolah terhadap kepuasan kerja guru sebesar 16,6%, sisanya sebesar 83,4% dipengaruh oleh faktor lain. 3) terdapat pengaruh yang signifikan motivasi kerja dan budaya sekolah terhadap kepuasan kerja  guru  SMK di kabupaten Jepara sebesar 33,3%, sisanya sebesar 66,7% dipengaruhi oleh faktor lain.Saran dari penulis agar kepala SMK Negeri di Kabupaten Jepara menyusun program pembinaan terhadap guru secara terpadu untuk meningkatkan motivasi kerja dan budaya sekolah yang baik sehingga kepuasan kerja guru akan meningkat.
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, KOMPENSASI, DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP DISIPLIN KERJA GURU SD DI KECAMATAN TENGARAN KABUPATEN SEMARANG Maryadi Manajemen Pendidikan Program Pascasarjana IKIP PGRI Semarang
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 1, No 2 (2012): Agustus
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v1i2.268

Abstract

Abstract. The objective of this research are to evaluate the significant effect of organization culture, compensation, and work satisfaction togather to work disciplin of elementery teacher in Sub District Tengaran in Semarang District. This reseach use kuantitative approach. Population of this research are elemantary teachers in Sub District Tengaran in District Semarang consist of 210 teachers and sample of 30 teachers. The analysis use doble regression. The research results are: (1) there is significant possitive effect of organization culture to teachers discipline, (2) there is significant possitive effect of compensation to teacher discipline, (3) there is significant possitive effect of work satisfaction to teacher disciplin, and (4) there is possitive and significan effect togather of orgazation culture, compensation, and work satisfaction to discipline.Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh yang signifikan dari budaya organisasi, kompensasi, dan kepuasan kerja secara bersama-sama terhadap disiplin kerja guru SD di Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang. Penelitian ini mengunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah guru SD di Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang yang jumlahnya 210 orang dengan sampel 30 guru. Analisis dengan teknik regresi berganda. Hasil penelitian yaitu: (1) ada pengaruh positif yang signifikan budaya organisasi terhadap kedisiplinan guru; (2) ada pengaruh positif yang signifikan kompensasi terhadap kedisiplinan guru; (3) ada pengaruh positif yang signifikan kepuasan kerja terhadap kedisiplinan guru. dan (4) ada pengaruh positif dan signifikan secara bersama-sama budaya organisasi, kompensasi, dan kepuasan kerja terhadap kedisiplinan.Key words: organization culture, compensation, work satisfaction, and work discipline.
POTRET BIROKRASI PENDIDIKAN DI INDONESIA Nurkolis PPs IKIP PGRI Semarang
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 2, No 1 (2013): April
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v2i1.407

Abstract

Abstract.Birocracy can be mean aswork procedure, organization system, and power to make decisions. This analisys of education birocracy through four approachs.First, the attitude of birocrat either at school, subdistrict, district, provinsi and national level besides organization caracteristics.Second, level of services given by education birocrats.Thirth, the power to make decisions.Fourth, the quality of personel. The result of analisys shows as follows. First, attitude of birocrats and organizational caracteristics did?óÔé¼Ôäónt support to finish their duties well. It was proven from the the low of budget absorbtion, usually the budget ubsorbtion happen on the last two month of the year. When it?óÔé¼Ôäós happen the program and activities in eduation sector will not effective. Second, level of services given by education birocrast are still low as shown from the apaty of personel, brush off, coldness, condesclusion, robotism, role book, and round around.Thirth, education birocrat have no power to make decision of education problems especially on evaluation and finance of education. Fourth, the quality of education personel did not qualified because they were selected politically rather than by their capability background. The betterment of education birocracy will happen through the betterment of attitudes of education personel, organizational system and prosedures, give higher power to make decisions, and capacity building to education personel.Abstrak.Birokrasi dapat dipahami sebagaiprosedur kerja, sistem keorganisasian, dan kekuasaan untuk mengambil keputusan.Analisis birokrasi pendidikan dapat dilakukanmelalui empat pendekatan.Pertama, melalui tingkah laku para pelaku pendidikan mulai dari sekolah/UPT pendidikan, serta dinas pendidikan dan karakteristik birokasi. Kedua, dilihat dari tingkat pelayanan dalam konsep administrasi publik (karena membahas birokrasi tidak lengkap tanpa melongok bahasan administrasi public).Ketiga, kewenangan untuk mengambil keputusan pendidikan secara mandiri.Keempat, kualitas para birokrat bidang pendidikan.Hasil analisis birokrasi dari keempat telaah tersebut adalah sebagai berikut.Pertama, tingkah laku para pelaku pendidikan belum menunjukkan perilaku yangbaik sebagai birokrat dan dikukung belum adanya sistem organisasi yang baik. Hal ini dapat ditunjukkan dari rendahnya penyerapan anggaran secara merata, dan biasanyaserapan anggaran terjadi besar-besaran terjadi pada 2 bulan terakhir pada setiap tahun sehingga hasilnya tidak efektif. Kedua, dilihat dari tingkat pelayanan para penyedialayanan pendidikan banyak sekali sikap apatis, menolak berurusan, sikap dingin, memandang rencah masyarakat, para pegawai pendidikan bekerja secara mekanis dantaat prosedur.Ketiga, lembaga pendidikan di kabupaten dan sekolah tidak memiliki kewenangan dalam mengambil keputusan pendidikan secara mandiri terutama dalampenilaian pendidikan dan pembiayaan pendidikan.Keempat, kualitas birokrat pendidikan banyak yang tidak berkualitas karena pengangkatan birokrat pendidikan tidak didasarkanpada kompetensi tapi lebih banyak pertimbangan politis.Untuk memperbaiki birokrasi pendidikan maka dapat dilakukan melalui perbaikan tingkah laku karyawan, sistem danprosedur keorganisasian, pemberian kewenangan yang lebih kepada para pelaku pendidikan, dan peningkatan kapasitas para birokrat pendidikan.Kata Kunci: birokrasi pendidikan, otonomi pendidikan, pengambilan keputusan.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI KERJA GURU TERHADAP KINERJA GURU SMP SE-KECAMATAN KERSANA KABUPATEN BREBES Mohamad Zamroni; Nurkolis Nurkolis; Yovitha Yuliejantiningsih
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 5, No 2 (2016): AGUSTUS
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v5i2.1931

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru, (2) pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru, dan (3) pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja guru secara simultan terhadap kinerja guru SMP.Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif populasi adalah guru SMP di Kecamatan Kersana Kabupaten brebes sebanyak 130. Sampel penelitian ini sejumlah 98 orang guru. Data dikumpulkan melalui angket. Uji validitas, Reliabilitas, Normalitas data, linearitas dan Uji hipotesisi melalui regresi linier sederhana dan regresi linier ganda menggunakan SPSS 21.Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa: (1) pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah (X1) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 15,7%, (2) pengaruh motivasi kerja (X2) dengan kinerja guru (Y) signifikan karena hasil analisis statistik menunjukkan F hitung lebih besar dari F tabel yaitu F hitung 11,781>F tabel (0,5598) = 2,30 dengan signifikan 0,000<0,05. Berdasarkan data statistik tersebut ada korelasi antara motvasi kerja guru terhadap kinerja guru sebesar 10,9%, dan (3) pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah (X1) dan motivasi kerja (X2) bersama-sama secara positif dan signifikan gaya kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja guru terhadap kinerja guru berdasarkan data statistik berpengaruh sebesar 21,6%.Ssaran yang diberikan (1) gaya kepemimpinan kepala sekolah yang belum baik selama ini perlu ditingkatkan untuk meningkatkan kualitas kinerja guru, (2) perlu meningkatkan motivasi kerja para guru untuk meningkatkan kinerjanya, 
GAYA KEPEMIMPINAN PARTISIPATIF DAN FUNGSI KEPEMIMPINAN SANGGAR BUDAYA SATRIA WONOSOBO Sugino Sugino; Noor Miyono; Retnaningdyastuti Retnaningdyastuti
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 6, No 1 (2017): APRIL
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v6i1.1988

Abstract

Dimensi kepemimpinan merupakan interaksi antara pemimpin dan orang-orang yang dipimpinnya. Interaksi tersebut merupakan interaksi timbal balik karena adanya pengaruh dan harapan. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana implementasi gaya kepemimpinan partisipatif pada Sanggar Satria Wonosobo dan bagaimana implementasi fungsi kepemimpinan yang dijalankan pimpinan sanggar. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif pendekatan deskriptif. Kehadiran peneliti bersifat observasi partisipatif. Lokasi penelitian di Sanggar Budaya Satria Kabupaten Wonosobo. Penelitian berlangsung selama 8 (delapan) bulan terhitung April 2016 sampai dengan Nopember 2016. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa partisipasi bawahan yang dikembangkan oleh pimpinan sanggar berupa partisipasi pemikiran dan gagasan termasuk gagasan kreativitas menciptakan tarian. Partisipasi dilakukan melalui berbagai cara dan berbagai bentuk. Partisipasi yang tinggi dari bawahan dapat terwujud karena pimpinan mampu memberikan motivasi, memberikan pemberdayaan, dan menciptakan komunikasi dua arah. Gaya kepemimpinan partisipatif tersebut dijalankan dalam fungsi-fungsi kepemimpinannya. Hasil penelitian juga memperlihatkan bahwa masih terdapat kekurangan atau kelemahan dari fungsi kepemimpinan yang dilakukan pimpinan sanggar. Saran yang diajukan diantaranya agar dilakukan perbaikan pelaksanaan fungsi kepemimpinan dan agar dipelihara keterlibatan para bawahan dalam mengelola organisasi. Implikasi dari penelitian ini antara lain peran pemerintah daerah dalam menumbuhkembangkan kesenian rakyat sangat menentukan bagi perkembangan kelompok seni di suatu daerah dan sinergitas masyarakat, penggiat seni, dan pemerintah daerah mampu memberikan penguatan nilai-nilai karakter generasi muda dan pelestarian budaya setempat.
MANAJEMEN PENGEMBANGAN KURIKULUM KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN DI SMK MUHAMMADIYAH 1 KUDUS Noviyanto Laksana Putra; Sudharto Sudharto; Noor Miyono
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 6, No 3 (2017): DESEMBER
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v6i3.2005

Abstract

Pengembangan kurikulum sangat penting untuk mewujudkan kompetensi siswa agar sesuai dengan kompetensi yang berstandar industri. Proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi dalam pengembengan kurikulum yang terstruktur akan menghasilkan kualitas lulusan. Menjalankan kegiatan sesuai dengan prinsip, pemilihan model yang tepat, serta menjalalankan langkah pengembangan kurikulum yang sesuai, akan mempengaruhi hasil dicapai.Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan metode wawancara mendalam (in-depth interview), observasi, dan studi dokumen sebagai teknik pengumpulan data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, perencanaan pengembangan kurikulum dilaksanakan dengan empat tahap, yaitu: 1) membuat analisis SWOT, 2) merencanakan prosedur, 3) menetapkan landasan yuridis, dan 4) mensosialisasikan. Pola pengorganisasian pengembangan kurikulum dengan mata pelajaran terpadu (integrited curriculum), model yang digunakan adalah metode administratif. Pelaksanaan pengembangan kurikulum melibatkan semua stakeholder, mempersiapkan sumber daya, mempersiapkan perangkat pembelajaran, dan mengitegrasikan kurikulum sekolah dengan kurikulum industri.Evaluasi pengembangan kurikulum menggunakan ruang lingkup pembelajaran dengan konsep supervisi akademik. Penilaian pembelajaran yang berstandar industri dengan cara tes online, dapat meningkatkan kompetensi siswa.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN PENDIDIKAN BERBASIS SEKOLAH DI PERGURUAN TINGGI A.Y. Soegeng Ysh. Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP PGRI Semarang
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 1, No 1 (2012): April
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v1i1.212

Abstract

Abstract. School-Based Management on Education or usually call as School-Based Management only part of new paradigm on education as antitesis of the previous paradigm, also as review of negative trends on global era. SBM as form of school autonomy, as matifestation of education autonomy, as a part of implementation of district autonomy. SBM use to empower school by working togather among parents, society, and government to improve quality of education. The implementation on higher education are on academic quality assurance as a function of SBM. It is recomended that SBM included on teacher training college curriculum. Abstrak. Manajemen Pendidikan Berbasis Sekolah yang disingkat menjadi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) merupakan sebagian dari paradigma baru manajemen pendidikan sebagai antitesis paradigma lama tetapi sekaligus bertugas mewaspadai kecenderungan-kecenderungan era global yang negatif. MBS sebagai bentuk otonomi sekolah, manifestasi dari otonomi pendidikan, sebagai bagian dari pelaksanaan otonomi daerah. MBS berfungsi memberdayakan sekolah melalui kerjasama dengan orangtua, masyarakat, dan pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan. Implementasinya dalam tingkat perguruan tinggi berupa penjaminan mutu akademik sebagai fungsi MBS. Disarankan MBS masuk dalam kurikulum LPTK. Keywords: School-Based Management-SBM, new paradigm or education, autonomy, qualitu assurance.
PENGARUH KUALIFIKASI AKADEMIK, PENGALAMAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KEPALA SEKOLAH DASAR SE KECAMATAN WIRADESA KABUPATEN PEKALONGAN Sri Hartini PPs MP IKIP PGRI Semarang
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 1, No 3 (2012): Desember
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v1i3.396

Abstract

Abstract. The objective of this research are to know: effect of academicqualification, working experiences, and work motivation simultaneously toward performance of primary school principal at Sub District Wiradesa in District Pekalongan. This is a correlational research. Population are all primary school principals at Sub District Wiradesa in District Pekalongan of 34 persons totally. All population become sample. Data collected by questioner consist of questioner of academic qualification, working experiences, work motivation, and performance of primary school principal. Data analysis use simple regression andmultiple regressions. The research result shows that there is partially and simultaneously significant effect between academic qualification, working experiences, work motivation toward performance of primary school principal at Sub District Wiradesa in District Pekalongan. The partial effect of academic qualification is 32 %, working experiences is 42,9%, work motivation is 35,2%, dan simultaneous effect is 59,7%.Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualifikasi akademik, pengalaman kerja dan motivasi kerja secara bersama-sama terhadap kinerja kepala Sekolah Dasar se Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini adalah penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian iniadalah seluruh Kepala Sekolah Dasar yang terdapat di Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan yaitu sebanyak 34 orang. Seluruh anggota populasi digunakan sebagai sampel. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Kuesionerterdiri dari kuesioner kualifikasi akademik, pengalaman kerja, motivasi kerja, serta kinerja kepala sekolah. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier sederhana dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh secara parsial maupun secara bersama-sama yang signifikan antara kualifikasi akademik, pengalaman kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja Kepala Sekolah Dasar seKecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan. Besarnya pengaruh kualifikasi akademik sebesar 32 %, pengalaman kerja (42,9%), motivasi kerja (35,2%), dan pengaruh secara bersama-sama (59,7%).Kata-kata Kunci: kualifikasi akademik, pengalaman kerja, motivasi kerja, kinerja kepala sekolah.
PENGARUH MOTIVASI KERJA, KEPEMIMPINAN DAN EDISIPLINAN TERHADAP PRESTASI KERJA GURU SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN PEMALANG Peny Pratiwi; Sunandar Sunandar; Ghufron Abdullah
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 5, No 1 (2016): APRIL
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v5i1.1925

Abstract

The purpose of this researh (1) Know and analyze the effect of work motivation on the teachers performance  (2) Determine and analyze the impact of school leadership on the teachers performance (3) Know and analyze the influence of discipline on the teachers performance and (4) Determine and analyze the effect of work motivation, school leadership and discipline on the teachers performance.The population in this study were all elementary school teachers in the area of State Sarwas I UPP Petarukan Pemalang of as much as 128 teachers, obtained a sample of 97 people by using proportional random sampling technique. The data collection method used was a questionnaire. Analysis of the data used is descriptive analysis, test validity and test hypotheses that include multiple linear regression analysis. Analyzing data using SPSS for windows Release 21.Based on the results of this research is that (1) There is significant influence teachers' motivation to work on the performance of elementary school teachers in the District Sarwas I Petarukan Pemalang, with a contribution of 40.1%; (2) There was a significant effect of school leadership on the performance of elementary school teachers in the District Sarwas I Petarukan Pemalang, with a contribution of 68.00%; (3) There is significant influence of discipline on the performance of elementary school teachers in the District Sarwas I Petarukan Pemalang, with a contribution of 48.8%; (4) There is significant influence work motivation of teachers, school leadership and discipline on the performance of elementary school teachers in the District Sarwas I Petarukan Pemalang, with a contribution of 83.3%.

Page 8 of 33 | Total Record : 327