cover
Contact Name
Ibnu Fatkhu Royana
Contact Email
ibnufatkhuroyana@upgris.ac.id
Phone
+6285600886600
Journal Mail Official
majalahlontar@upgris.ac.id
Editorial Address
Universitas PGRI Semarang Jl. Sidodadi Timur No. 24 - Dr. Cipto Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Majalah Lontar
ISSN : 08530041     EISSN : 2654458X     DOI : -
Core Subject : Education,
- Penelitian Tindakan Kelas - Penelitian Desain Dikdaktis - Penelitian Kualitatif - Penelitian Kuantitatif
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 36, No 1 (2024): April" : 7 Documents clear
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERHITUNG PENJUMLAHAN MATEMATIKA BERBANTU MEDIA KONKRET DI KELAS III SDN REJOSARI 01 SEMARANG Cahyaningsih, Rofiqoh Nadila; Untari, Mei Fita Asri; Nurhayati, Sri
MAJALAH LONTAR Vol 36, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jml.v35i3.18747

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menghitung peserta didik pada penjumlahan mata pelajaran matematika dengan menggunakan media konkret. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Tahapan pelaksanaan penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari setiap siklus. Pada tahap pra siklus diperoleh nilai rata-rata 72,07. Pada siklus I diperoleh nilai rata-rata 75,21, Pada siklus II diperoleh nilai rata-rata 78,71 dengan persentase ketuntasan 86%. Dapat disimpulkanbahwa hasil belajar mulai prasiklus, siklus I, dan siklus II mengalami peningkatan hasil belajar dengan menggunakan media konkret.
PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK SOSIODRAMA TERHADAP PERILAKU ASERTIF SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 ROWOSARI Trilola, Devia; Fitriana, Siti; Lestari, Farikha Wahyu
MAJALAH LONTAR Vol 36, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jml.v36i1.18576

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya permasalahan yang dialami oleh peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Rowosari, yaitu masih rendahnya perilaku asertif seperti lebih cenderung sangat pasif dalam mengungkapkan perasaan yang sedang dialaminya dan tidak tegas dalam mengambil sikap dalam mendapatkan ajakan untuk melakukan perbuatan negatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama dalam meningkatkan perilaku asertif peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Rowosari.Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen kuantitatif dengan desain penelitian pretest posttest One Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Rowosari yang berjumlah 156 peserta. Sampel yang diambil sebanyak 10 siswa. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan skala likert, yakni membuat skala perilaku asertif.Berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan paired sampel t-test diperoleh hasil signifikansi (2-tailed) 0,000 0,05. Jadi terdapat perbedaan yang signifikan antara variabel awal (pretest) dengan varibel akhir (posttest), dengan kata lain Ho pada penelitian ini ditolak dan Ha diterima yang berbunyi bahwa ada pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama terhadap perilaku asertif siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Rowosari. Kata kunci: bimbingan kelompok, sosiodrama, perilaku asertif
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA PALANG UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA KELAS II B SD NEGERI BENDUNGAN Fauziah, Shifa; Suyoto, Suyoto; Chayati, Anysatul
MAJALAH LONTAR Vol 36, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jml.v35i3.18748

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman matematis siswa kelas II B pada materi bilangan menggunakan model Problem Based Learning berbantuan media PALANG. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan subyek penelitian ini terdiri dari 28 siswa dan obyek penelitiannya adalah peningkatan pemahaman matematis. Desain penelitiannya menggunakan model Spiral dari Kemmis dan Taggart meliputi 4 tahap dalam setiap siklusnya, yaitu tahap perencanaan (plan), tahap tindakan (act), tahap pengamatan (observe), dan tahap refleksi (reflect). Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan tes pemahaman matematis. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah menelaah seluruh data kualitatif yaitu dari observasi dan wawancara, untuk data kuantitatif dengan menggunakan persentase kemampuan pemahaman matematis yaitu hasil tes pemahaman matematis. Hasil penelitian ini menunjukkan bawa penerapan model Problem Based Learning berbantuan media PALANG dapat meningkatkan kemampuan pemahaman matematis siswa kelas II B pada materi bilangan. Kemampuan pemahaman matematis mengalami peningkatan, yaitu pada tes prasiklus presentase ketuntasan kemampuan pemahaman matematis sebesar 32%, pada tes siklus I presentase ketuntasan kemampuan pemahaman matematis sebesar 68% dan pada siklus II presentase sebesar 89%. Dapat dilihat bahwa penerapan model Problem Based Learning berbantuan media PALANG dapat meningkatkan kemampuan pemahaman matematis kelas II B SD Negeri Bendungan sebesar 21%
PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK TALKING CHIP TERHADAP PERENCANAAN KARIR Pradani, Dita Cipta; Fitriana, Siti; Maulia, Desi
MAJALAH LONTAR Vol 36, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jml.v36i1.18580

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah adanya permasalahan dalam perencanaan karir siswa kelas XI SMA Kesatrian 1 Semarang. Permasalahan perencanaan karir tersebut antara lain kurangnya pemahaman mengenal diri, kurangnya kesiapan mental untuk bersaing, belum memahami program studi untuk melanjutkan ke universitas lanjutan, ragu dengan pilihan cita – cita atau karirnya, belum memiliki rencana dalam memilih pendidikan lanjutan, dan kurang percaya diri atas kemampuan yang dimilikinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik talking chip terhadap perencanaan karir siswa kelas XI SMA Kesatrian 1 Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen kuantitatif dengan desain penelitian pretest posttest One Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI SMA Kesatrian 1 Semarang dengan jumlah 221 siswa. Sampel yang diambil sebanyak 15 siswa. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Simple Random Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan skala likert, yakni membuat skala perencanaan karir. Berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan paired sampel t-test diperoleh hasil signifikansi (2-tailed) 0,000 0,05. Jadi terdapat perbedaan yang signifikan antara variabel awal (pretest) dengan varibel akhir (posttest), hal ini menunjukan Ho pada penelitian ini ditolak dan Ha diterima yang berbunyi bahwa ada pengaruh bimbingan kelompok teknik talking chip terhadap perencanaan karir siswa kelas XI SMA Kesatrian 1 Semarang.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DENGAN PENDEKATAN BERDIFERENSIASI PADA MATERI SOAL CERITA PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN KELAS IID SDN BUGANGAN 03 SEMARANG Nopiani, Sri; Kusumaningsih, Widya; Istichomah, Istichomah
MAJALAH LONTAR Vol 36, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jml.v35i3.18749

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa melalui implementasi model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan pendekaran diferensiasi pada siswa kelas IID SDN Bugangan 03 Semarang. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek dalam penelitian adalah semua siswa kelas IID SDN Bugangan 03 Semarang yang berjumlah 27 siswa. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan soal tes. Penelitian dilakukan dengan 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan/pengumpulan data, refleksi. Pengumpulan data dil2akukan dengan memperhatikan tingkat kemampuan siswa slama kegiatan pembelajaran dimulai dari prasiklus, siklus 1 dan siklus 2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi model pembelajaran Problem Based Learning dengan pendekatan pembelajaran diferensiasi mampu meningkatkan hasil belajar siswa yang dibuktikan dengan meningkatnya hasil ketuntasan belajar siswa yaitu dari prasiklus 30%, kemudian pada siklus 1 mengalami peningkatan sebesar 56% dan siklus 2 meningkat sebesar 93%.
UPAYA PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TGT KELAS VI SDN PEDURUNGAN LOR 02 Mudlifah, Umi Haniatul; Sulianto, Joko; Ratih, Monica
MAJALAH LONTAR Vol 36, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jml.v35i3.18751

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengevaluasi peningkatan keakifan dan hasil belajar peserta didik melalui penerapan model pembelajaran Team Game Tournament (TGT) dikelas VI SD Negeri Pedurungan Lor 02. Metod penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada model Kemmis dan Mc Taggart yang meliputi Perencanaan, Pelaksanaan, Observasi dan Refleksi dengan melibatkan peserta didik kelas VI SD Negeri Pedurungan Lor 02 yang terdiri dari 27 peserta didik sebagai subjek penelitian. Penelitian Tindakan Kelas dilakukan dalam tahapan Siklu I Siklus II yang terdiri dari dua pertemuan pada setiap siklusnya, dengan mengmpulkan data melalui observasi keaktifan peserta didik dan pengukuran hasil belajar. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi dan dokumentasi. Ukuran Kriteria Ketuntasan Minimal adalah 75. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran TGT secara signifikan dapat meningkatkan keaktifan peserta didikdalam proses pembelajaran. Selain itu terjadi peningkatan yang nyata dalam pencapaian hasil belajar peserta didik berdasarkan tes akhir setiap siklus pembelajaran. Model pembelajaran TGT terbukti mampu mendorong kerjasama antar peserta didik dan memberikan motivasi tambahan dalam belajar, yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan dari Siklus I ke Siklus II. Pada Siklus I diperoleh aspek keaktifan sebesar 70% dan hasil belajar dengan presentase ketuntasan 75%, kemudian menunjukkan peningkatan pada Siklus II dengan aspek keaktifan sebesar 8% dan hasil belajar dengan presentase ketuntasan sebesar 90%. Berdasarkan penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa dengan penggunaan model pembelajaran Team Game Tournament (TGT) dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik kelas VI SDN Pedurungan Lor 02 Semarang
PENERAPAN MEDIA STIK ES KRIM UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR Ardhia, Winda Putri; Patonah, Siti; Sumarmiyati, Sumarmiyati; Faizah, Magfirotul
MAJALAH LONTAR Vol 36, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jml.v35i3.18752

Abstract

Penelitian ini bertujan untuk meningkatkan aktivitas hasil belajar matematika materi penjumlahan dan pengurangan menggunakan alat peraga stik es krim. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi pada setiap siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas I SDN Karangrejo 02 Semarang yang berjumlah 12 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media stik es krim dapat meningkatkan aktivitas hasil belajar matematika untuk siswa kelas I. nilai rata-rata untuk prasiklus mencapai 58% dan mengalami peningkatan pada siklus I yaitu 72% dengan aktivitas belajar 66% masuk kriteria aktif. Pada siklus II meningkat kembali menjadi 87% dengan aktivitas belajar 85% masuk kriteria sangat aktif. Peningkatan juga terjadi pada presentase ketuntasan siswa pada pra siklus hanya 3 atau 25% siswa yang tuntas, pada siklus I meningkat menjadi 5 atau 42% yang tuntas, dan pada siklus II sejumlah 11 siswa atau 92%.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2024 2024