cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
FKIP e-PROCEEDING
Published by Universitas Jember
ISSN : 25275917     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 552 Documents
ANALISIS KESALAHAN SISWA MENGERJAKAN SOAL UN MATERI RANGKAIAN ARUS LISTRIK SEARAH MENGGUNAKAN METODE POLYA Denintya Sari; Sudarti Sudarti; Singgih Bektiarso
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 2 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil kesalahan siswa dalam mengerjakan soal UN Fisika pada materi rangkaian arus listrik searah dan menganalisis korelasi setiap tahapan dari model polya. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa observasi, tes, dokumentasi, dan wawancara. Observasi, tes, dan dokumentasi dilakukan menggunakan teknik purpose sampling pada siswa kelas XII MIPA MAN 1 Jember pada tahun ajaran 2018/2019 semester ganjil. Instrumen tes yang digunakan adalah soal tes yang diambil dari soal UN Fisika pada tahun-tahun sebelumnya yang berjumlah 1 butir soal dengan berdasar terhadap empat indikator penyelesaian masalah menurut polya yaitu memahami masalah, menyusun rencana, melaksanakan rencana penyelesaian, dan memeriksa kembali jawaban. Dari hasil tes yang dilakukan tersebut maka dapat diketahui presentase kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam mengerjakan soal. dari hasil tes menggunakan tahapan polya diketahui jenis kesalahan yang dilakukan siswa antara lain kesalahan pada pemahaman soal yang berupa kesalahan dalam menuliskan yang diketahui dan ditanyakan dari soal, kesalahan pada penyusunan strategi penyelesaian yang berupa kesalahan dalam menentukan langkah dan rumus yang akan digunakan, kesalahan pada pelaksanaan strategi yang berupa kesalahan dalam pengoperasian, dan kesalahan pada pengecekkan kembali jawaban. Selanjutnya hasil dari kemampuan siswa dianalisis korelasinya menggunakan SPSS 23.
TINGKAT VALIDITAS LKS BERBASIS MASALAH DENGAN MIND MAPPING PADA MATERI PEMANASAN GLOBAL KELAS XI Belinda Puspitaningrum; Singgih Bektiarso; Maryani Maryani
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 2 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pembelajaran sains diharapkan peserta didik memiliki kemampuan abad ke 21 meliputi keterampilan menyelesaikan masalah, kreatif, inovatif serta dapat berkomunikasi bersama orang lain dengan baik. Untuk mencapai kemampuan tersebut diperlukan proses pembelajaran yang sesuai. Salah satu yang perlu diperhatikan yaitu bahan ajar yang digunakan. Materi pemanasan global merupakan materi yang memiliki karakter berupa bacaan. Peserta didik hanya sekedar tau tetapi tidak dapat menjelaskan secara detail dampak pemanasan global. Maka dari itu dikembangkan lembar kerja siswa (LKS) berbasis masalah dengan mind mapping. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji validitas lembar kerja siswa (LKS) berbasis masalah dengan mind mapping. Jenis penelitian adalah penelitian pengembangan desain Nieveen yang terdiri atas (1) preliminary research, (2) protoryping stage, (3) assessment stage. Teknik analisis data berdasarkan hasil pengumpulan data adalah data kuantitatif yang diperoleh dari validator dan dianalisis secara deskriptif dengan menelaah hasil penilaian terhadap produk LKS yang dikembangkan. Berdasarkan hasil analisis data untuk melihat validiatas lembar kerja siswa (LKS) berbasis masalah dengan mind mapping diperoleh hasil total setiap aspek (Va) adalah 4,13 termasuk kedalam kategori valid dengan skor rata-rata tiap aspek validasi yaitu: konstruk sebesar 4,28, pembaharuan sebesar 4,00, kebutuhan sebesar 3,82 dan bahasa sebesar 4,43.
KETRAMPILAN BERFIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN LKS BERBASIS MASALAH KONTEKSTUAL Yessy Novita Sari; Singgih Bektiarso; Maryani Maryani
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 2 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dalam umpaya meningkatkan ketrampilan berfikir kritis dan hasil belajar siswa dengan pembelajaran menggunakan LKS berbasis masalah kontekstual. Penelitian ini dilakukan pada kelas X SMAN 1 Cluring-Banyuwangi pada tahun ajaran 2018/2019. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen. Instrument-instrumen yang digunakan dalam penelitian ini antara lain RPP, silabus, LKS berbasis masalah kontekstual, soal pre-test dan post-test. Data dianalisis menggunakan uji t-test menggunakan SPSS 23. Setelah dilakukan analisis dengan menggunakan independent sample t-test.diketahui bahwa nilai pre-test hasil belajar dan ketrampilan berfikir kritis pada kelas eksperiment dan kelas kontrol memiliki nilai sig > 0.05 sehingga tidak ada pengaruh yang signifikan. Sedangkan pada post-test memiliki nilai sig < 0.05 dimana terdapat pengaruh yang signifikan antara kelas eksperiment dan kelas kontrol. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa kelas ekperiment yang diberikan perlakukan berupa pembelajaran menggunakan LKS berbasis masalah kontekstual memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar dan ketrampilan berfikir kritis dibandingkan pada kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional.
SOLUSI PERSAMAAN SCHRODINGER ATOM DEUTERIUM DENGAN BILANGAN KUANTUM n = 4 Fitroh Fuadah; Sri Handono Budi Prastowo; Lailatul Nuraini
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 2 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALISIS KEMAMPUAN SISWA SMK DALAM MEMECAHKAN MASALAH RANGKAIAN ARUS SEARAH Anggraining Widiningtyas; Riski Fitri Damayanti; Sentot Kusairi
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 2 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan siswa dalam memecahkan masalah fisika khususnya pada materi Rangkaian Arus Searah. Penelitian merupakan penelitian deskriptif yang melibatkan sampel 58 siswa salah satu SMK kelas X di Kabupaten Malang. Data penelitian dikumpulkan dengan memanfaatkan instrumen tes tertulis tentang Hukum Ohm dan Hukum Kirchoff. Penelitian ini memperoleh rerata keseluruhan tahapan Polya untuk kelas X TAB 1 dan X TAB 2 sebesar 67,13 % dengan kualifikasi cukup dengan kemampuan pada setiap tahapan dalam kemampuan memahami soal adalah 93,86 % (sangat baik), kemampuan menggunakan rumus fisika 57,54 % (cukup), kemampuan menyelesaikan langkah–langkah penyelesaian adalah 61,48 % (cukup), dan kemampuan dalam menentukan kesimpulan dan perhitungan sebesar 55,65 % (cukup). Kemampuan pemecahan masalah masih jarang diterapkan dalam pembelajaran. Penelitian ini bisa dijadikan acuan untuk mengembangkan penelitian tentang kemampuan pemecahan masalah secara lebih dalam. Selain itu, pada penelitian ini hanya diperoleh kualifikasi kemampuan pemecahan masalah siswa. Sebaiknya pada penelitian selanjutnya, bisa dikembangkan penelitian yang membahas upaya untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah.
IDENTIFIKASI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA MATERI HUKUM NEWTON DITINJAU DARI KEMAMPUAN MULTIREPRESENTASI Diksi Nur Rahajeng Wirgi Trisayuni; Supeno Supeno; Sudarti Sudarti
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 2 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil penelitian di SMAN 3 Jember, masih banyak siswa yang menganggap fisika merupakan mata pelajaran yang sulit karena banyak menggunakan rumus matematis dan pengembangan konsepnya. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah fisika ditinjau dari kemampuan multirepresentasi pada materi hukum newton. Data kemampuan pemecahan masalah fisika dan kemampuan multirepresentasi diperoleh dengan 3 soal uraian yang diberikan kepada siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan jika presentase kemampuan pemecahan masalah tinggi maka presentase kemampuan multirepresentasi juga tinggi. Ditunjukkan dengan presentase kemampuan pemecahan masalah siswa kelas X IPA 4 sebesar 65,13%, X IPA 5 sebesar 77,50%, dan X IPA 6 sebesar 69,24%. Presentase kemampuan multirepresentasi siswa kelas X IPA 4 sebesar 60,63%, X IPA 5 sebesar 69,17%, dan X IPA 6 sebesar 58,44%. Penelitian ini juga menemukan siswa dengan skor multirepresentasi yang tinggi di sekolah memperoleh skor pemecahan masalah yang tinggi pula dari siswa dengan skor rendah disemua soal, sehingga pembelajaran dengan melibatkan multirepresentasi perlu dilakukan untuk memecahkan masalah fisika.
APLIKASI KAPASITANSI METER DISERTAI SISTEM DATA LOGGER BERBASIS ARDUINO UNO UNTUK UJI TINGKAT KEMATANGAN BUAH PISANG Hidriyatur Rizza; Sudarti Sudarti; Sri Handono
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 2 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengukuran merupakan proses membandingkan suatu besaran yang tidak diketahui nilainya dengan besaran lain yang memiliki nilai. Pengukuran bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai sifat fisik, kimia, maupun biologis dari suatu benda atau kedaan tertentu. Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang elektronika, muncul alat dan instrumen dalam ilmu pengetahuan yang memudahkan manusia dalam proses pengukuran. Contohnya kapasitor, merupakan salah satu komponen elektronika. Kapasitor memiliki berbagai macam bentuk dan ukuran, tetapi pada dasarnya sama saja tersusun dari dua keping konduktor dan dipisahkan oleh dielektrik. Kemampuan suatu kapasitor dalam menyimpan muatan listrik disebut dengan kapasitansi. Kapasitansi dapat diukur menggunakan alat ukur seperti LCR meter dan multimeter, namun kapasitansi memiliki alat ukur khusus yang dinamakan kapasitansi meter. Nilai kapasitansi suatu bahan sangatlah penting agar kita dapat mengetahui sifat dielektriknya. Bahan dielektrik yang digunakan adalah buah pisang susu. Kapasitansi meter yang dibuat pada penelitian ini memanfaatkan sensor kapasitor, modul mikrokontroler Arduino Uno, Micro SD modul, micro SD dan LCD 2 x 16. Arduino dan kedua modul tersebut dapat dirakit menjadi alat ukur kapasitansi suatu bahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan metode pengukuran kapasitansi dapat digunakan sebagai identifikasi kematangan buah pisang susu. Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin matang buah pisang susu, maka nilai kapasitansi akan semakin besar. Melalui pembacaan data pada LCD kapasitansi meter hasil rakitan peneliti menunjukkan nilai kapasitansi buah pisang susu kondisi belum matang 70.078 pF , kondisi matang 234.273 pF dan kondisi sangat matang 339.623 pF.
PENGARUH GUIDED INQUIRY BERBANTUAN PhET SIMULATIONS TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMAN 1 KENCONG Ilma Nafiatul Barokah; Singgih Bektiarso; Maryani Maryani
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 2 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan tidak hanya bertujuan memberikan materi pelajaran saja, namun bagaimana mengajak siswa menemukan dan membangun pengetahuannya sendiri melalui pengalaman yang didapatkan. Pengetahuan yang didapatkan dari diri sendiri lebih mudah diingat oleh siswa daripada yang didapatkan dari orang lain. Hal ini diperlukan model pembelajaran yang efektif untuk mencapai kemampuan berpikir kritis. Guided inquiry melatih siswa untuk memecahkan masalah, membuat keputusan, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Dalam model pembelajaran ini siswa berperan aktif, sedangkan guru hanya sebagai motivator dan fasilitator. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh model pembelajaran guided inquiry berbantuan PhET simulations terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMAN 1 Kencong pada pokok bahasan gerak parabola. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah true experimental design dengan desain penelitian menggunakan posttest-only control design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIPA SMAN 1 Kencong, dengan sampel kelas X MIPA 2 sebagai kelas kontrol dan X MIPA 3 sebagai kelas eksperimen yang dipilih berdasarkan teknik cluster rundom sampling. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara kemampuan berpikir kritis siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran guided inquiry berbantuan PhET simulations dengan kemampuan berpikir kritis siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional.
PENGARUH LKS BERBASIS SCIENTIFIC REASONING TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MAN DI JEMBER Wiena Olivia Safitri; Subiki Subiki; Supeno Supeno
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 2 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum 2013 didasarkan pada pendekatan ilmiah. Pendekatan ilmiah ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan bernalar peserta didik, dengan harapan kemampuan intelektual terutama keterampilan berpikir kritis peserta didik dapat tereksplorasi dengan baik. Selanjutnya dengan menggunakan penalaran ilmiah diharapkan mampu membentuk kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan suatu masalah secara sistematik, dapat mengembangkan karakter yang dimiliki oleh peserta didik tersebut, dan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Untuk itu dibutuhkan suatu bahan ajar yang menunjang dalam proses pembelajaran yaitu dengan LKS berbasis scientific reasoning. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan keterampilan berpikir kritis peserta didik MAN di Jember setelah menggunakan LKS berbasis scientific reasoning, (2) mengkaji pengaruh LKS berbasis scientific reasoning terhadap hasil belajar peserta didik MAN di Jember, (3) mengetahui respons/tanggapan peserta didik MAN di Jember terhadap LKS berbasis scientific reasoning. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Keterampilan berpikir kritis peserta didik setelah menggunakan LKS berbasis scientific reasoning memiliki persentase sebesar 61,29 %, dalam kategori “cukup”. Selanjutnya Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis scientific reasoning berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran Fisika di MAN. Respons peserta didik terhadap LKS berbasis scientific reasoning mencapai 71,5 %. Hal tersebut dapat dikatakan bahwa peserta didik cukup merespon LKS tersebut.
LKS BERBASIS VIRTUAL LAB UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI ELASTISITAS DAN HUKUM HOOKE Ratih Hendrawati; Sri Handono Budi Prastowo; Supeno Supeno
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 2 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah, guru, dan siswa memegang peran penting dalam proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran senantiasa terjadi kegiatan interaksi antara dua unsur manusia yaitu siswa sebagai pihak belajar dan guru sebagai pihak yang mengajar. Lembar Kerja Siswa (LKS) merupakan media pembelajaran yang dicetak dan dikemas sedemikian rupa, sehingga siswa diharapkan dapat mempelajari materi ajar tersebut secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa setelah menggunakan LKS berbasis Virtual Lab. Jenis penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen. Dalam penelitian ini, penentuan daerah penelitian menggunakan purposive sampling area. Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan ketersediaan sekolah sebagai tempat penelitian di SMA Muhammadiyah 3 Jember pada kelas XI IPA. Teknik pengambilan yang dipakai dalam penentuan sampel ini adalah teknik purposive sampling area. Pengambilan sampel untuk menentukan kelas kontrol dan kelas eksperimen dilakukan dengan menggunakan uji homogenitas pada populasi. Uji homogenitas menggunakan uji One Way Anova pada SPSS (Statisical Package for Sosial Science). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan pre-test dan post-test. Metode analisis data hasil belajar menggunakan Normalized Gain (Ng). Berdasarkan penelitian yang dilakukan setelah adanya LKS berbasis Virtual Lab dengan materi Elastisitas dan Hukum Hooke mengalami peningkatan.

Page 11 of 56 | Total Record : 552