cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
FKIP e-PROCEEDING
Published by Universitas Jember
ISSN : 25275917     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 552 Documents
TINGKAT PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMKN 5 JEMBER PADA POKOK BAHASAN FLUIDA STATIS MENGGUNAKAN TES DIAGNOSTIK FOUR TIER TEST Anis Budi Rizkiyati; Bambang Supriadi; Maryani Maryani
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 2 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman konsep siswa SMKN 5 Jember pada materi fluida statis di kelas X dan menjelaskan tinngkat pemahaman konsep siswa SMKN 5 Jember pada konsep fluida statis menggunakan tes diagnostik fout tier test (FTT). Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan Responden yang digunakan pada penelitian ini adalah kelas kelas X yang terdiri dari tiga kelas yaitu X MMD2 (Multimedia 2) yang terdiri dari 34 siswa, X APL1 (Analisis Pengujian Laboraturium 1) yang terdiri dari 36 siswa , dan X APL2 (Analisis Pengujian Laboraturium 2 ) yang terdiri dari 32 siswa di SMKN 5 Jember. Instrumen yang digunakan adalah Four Tier test yaitu tes yang terdiri dari empat tingkatan. Tingkat pertama merupakan jawaban, tingkat kedua yaitu tingkat keyakinan jawaban, tingkat ketiga yaitu alasan dari jawaban, tingkat keempat yaitu tingkat keyakinan alasan. Presentase pemahaman siswa pada pokok bahasan fluida statis di SMKN 5 Jember yakni sebesar 14%. Adapun prenstase pemahanan pada konsep fluida statis siswa SMKN 5 Jember pada tiap indikator antara lain : interpretasi (interpreting) 16% , mencontohkan (exemplifying) 14% ,mengklasifikasikan (classifying) 2%, menggeneralisasikan (summarizing) 2%, inferensi (inferring) 8%, membandingkan (comparing) 45% , menjelaskann (explaining) 11%. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep fisika pada pokok bahasan fluida statis siswa kelas X SMKN 5 Jember masih tergolong rendah.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DISERTAI SIMULASI PhET TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA Rima Handayani; I Ketut Mahardika; Subiki Subiki
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 2 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing disertai Simulasi PhET terhadap keterampilan berpikir kritis siswa SMA dengan jalan menguji perbedaan nilai rata-rata keterampilan berpikir kritis pada dua kelas yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen menggunakan program uji statistik SPSS (Statistical Product and Service Solutions) versi 22. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan desain penelitian post-test only control group design, dan analisis data yang digunakan adalah uji statistik independent sample t-test. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan nilai post-test setelah dilakukan pembelajaran menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing disertai Simulasi PhET. Penelitian ini dilakukan di kelas XII MIPA di SMA Negeri Pakusari dengan jumlah responden 32 siswa pada kelas kontrol dan 34 pada kelas eksperimen. Hasil dari penelitian ini adalah nilai rata-rata keterampilan berpikir kritis siswa pada kelas kontrol sebesar 62,28 dan pada kelas eksperimen sebesar 71,22. Nilai signifikansi 1-tailed dari uji statistik independent sample t-test sebesar 0,0005, nilai signifikansi tersebut lebih kecil dari 0,05 sehingga menurut pedoman dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing disertai Simulasi PhET berpengaruh signifikan terhadap keterampilan berpikir kritis siswa SMA.
TINGKAT MISKONSEPSI SISWA SMAN JEMBER KELAS X PADA MATERI MOMENTUM DAN IMPULS MELALUI PENDEKATAN REPRESENTASI MATEMATIK TERINTEGRASI CRI Zulfi Anggraini; I Ketut Mahardika; Alex Harijanto
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 2 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Miskonsepsi adalah salah konsep yang menunjuk pada suatu konsep yang tidak sesuai dengan pengertian ilmiah atau pngertian yang diterima para pakar dalam bidang itu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa dalam menyelesaikan soal momentum dan impuls melalui pendekatan representasi matematik terintegrasi CRI (Certainly ofResponse Index). Penelitian ini termasuk pada jenis penelitian analisis deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas X IPA SMAN Kabupaten Jember.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, tes dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan pendekatan representasi matematik terintegrasi CRI. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan,persentase miskonsepsi siswa di SMAN Kabupaten Jember kelas X IPA pada materi momentum dan impuls melalui pendekatan representasi matematik terintegrasi CRI yaitu sebesar 20,07%. Hal tersebut termasuk dalam kategori (Hampir Sangat Yakin), artinya nilai yang diperoleh oleh siswa benar-benar berdasarkan pemahaman materi dengan benar.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATERI LISTRIK DINAMIS BERDASARKAN POLYA Asri Anindia Sari; Sudarti Sudarti; Subiki Subiki
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 2 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis kesalahan siswa dalam memecahkan masalah, mengkaji kemampuan memahami masalah berkorelasi dengan kemampuan menyusun rencana, mengkaji kemampuan menyusun rencana berkorelasi dengan kemampuan melaksanakan rencana, dan mengkaji kemampuan melaksanakan rencana berkorelasi dengan kemampuan memeriksa kembali dalam memecahkan masalah materi listrik dinamis berdasarkan polya. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan di kelas XII IPA SMA di Kabupaten Jember yang masing-masing berjumlah 36 siswa pada tahun ajaran 2018/2019. Instrumen tes yang digunakan adalah soal dari Ujian Nasional pada tahun sebelumnya yang berjumlah 6 butir soal dengan berdasarkan empat tahapan polya yaitu memahami masalah, menyusun rencana, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali. Dari hasil tes tersebut dapat diketahui jenis-jenis kesalahan siswa seperti kesalahan terjemahan yaitu kesalahan dalam menuliskan apa yang ditanyakan dan diketahui, kesalahan strategi yaitu kesalahan dalam menuliskan langkah-langkah dan rumus-rumus fisika yang digunakan untuk menyelesaikan soal, serta kesalahan hitung yaitu kesalahan dalam melakukan perhitungan saat penyelesaian masalah sekaligus menuliskan kesimpulan. Selain itu, dapat diketahui korelasi antara kemampuan memahami masalah dengan kemampuan menyusun rencana, korelasi antara kemampuan menyusun rencana dengan kemampuan melaksanakan rencana, serta korelasi antara kemampuan melaksanakan rencana dengan kemampuan memeriksa kembali.
LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BERBASIS INKUIRI DISERTAI SCAFFOLDING PROMPTING QUESTION UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS ILMIAH SISWA PADA PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA Annisaa’ Mardiani; Supeno Supeno; Maryani Maryani
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 2 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menulis dapat digunakan untuk melihat kemampuan seseorang dalam menganalisis dan merefleksikan hasil berpikirnya yang termasuk ke dalam kemampuan berpikir tingkat tinggi atau High Order Thinking Skills (HOTS) dan merupakan aspek penting dalam pembelajaran karena keterampilan ini dapat menjadi indikasi keberhasilan belajar salah satunya fisika. Menulis ilmiah pada pelajaran fisika dapat dilihat dari laporan kegiatan praktikum.Kegiatan menulis memerlukan kemampuan siswa untuk mengaplikasikan, menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi pengetahuan yang telah diperoleh namun selama ini belum terlaksana dengan baik.Salah satu upaya untuk meningkatkan keterampilan menulis ini adalah dengan menggunakan model inkuiri terbimbing, namun dalam pelaksanaanya masih terdapat kendala yaitu kesulitan yang dialami oleh siswa.Sehingga peneliti menawarkan solusi dengan membuat LKS berbasis inkuiri berbantuan scaffolding prompting question.Adapun keterampilan menulis akan dinilai menurut indikator menulis ilmiah yang dikembangkan oleh peneliti sebelumnya. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif dan dilaksanakan di kelas XI MIPA di SMA.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa LKS berbasis inkuiri berbantuan scaffolding prompting question mampu meningkatkan keterampilan menulis ilmiah fisika siswa SMA.
ANALISIS EFEK TEROBOSAN EMPAT PERINTANG PADA GRAPHENE Muhammad Khoirul Huda; Sri Handono Budi Prastowo; Zainur Rasyid Ridlo
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 2 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang fenomena efek terobosan empat perintang yang merupakan pengembangan dari penelitian sebelumnya yaitu tiga perintang dengan material semikonduktor yang sama yaitu graphene. Graphena merupakan material semikonduktor dengan jarak lebar celah 0,246 nm dan memiliki beda potensial sebesar 3 eV. Analisis efek tunneling menggunakan persamaan schrodinger tidak bergantung pada waktu dengan pendekatan propagasi matriks. Hasil yang ditunjukkan mendapatkan koefisien transmisi terbesar adalah 1,00 dari energy electron 0,7500 eV, artinya peluang electron dalam menerobos penghalang sampai 100%. Namun, setelah mencapai titik koefisien terbesar pada tiga penghalang electron mulai mengalami penurunan koefisien transmisi meskipun energinya semakin tinggi. Tetapi pada empat penghalang terjadi peningkatan koefisien kembali ke koefisien transmisi terbesar yaitu pada energy 1,3890 eV dan kemudian mengalami penurunan kembali. Hal ini membuktikan bahwa setiap material semikonduktor terjadi resonansi terobosan dimana koefisien transmisi yang dihasilkan mencapai nilai maksimum. Sifat-sifat graphene yang sangat istimewa ini dapat membuat suatu peluang baru dalam pemanfaatan untuk menghasilkan suatu produk bidang elektronika yang lebih baik seperti superkapsitor, transistor dan IC.
ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN ILMIAH SISWA SMK NEGERI 1 SINGOSARI Dinda Taruna Nagara; Achmad Faizul Musyaffa; Sentot Kusairi
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 2 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis kemampuan penalaran ilmiah siswa SMK. Penelitian survey ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian melibatkan 67 siswa SMK yang terdiri dari 39 laki-laki dan 28 perempuan. Data penalaran ilmiah diperoleh dari uji tes dalam bentuk pilihan ganda dengan instrument Lawson Clasroom Test of Scientific Reasoning (LCTSR). Instrument soal terdiri dari 10 butir soal pilihan ganda two-tier yang mempunyai 5 indikator penalaran ilmiah. Indikator tersebut yaitu conservation of weight, proportional reasoning, dentification and control of variables, probabilistic thinking, dan hypothetico-deductive reasoning merepresentasikan tingkatan penalaran ilmiah yang dikuasai oleh siswa. Hasil uji tes dengan LCTSR menunjukkan bahwa pada indikator conservation of weight diperoleh sebesar 61,19%, proporsional reasoning sebesar 13,43%, control variable sebesar 22,39%, probability sebesar 56,72% dan hypotetical deductive reasoning sebesar 71,64%. Terdapat tiga tingkatan penalaran yaitu operasi konkret, transisional dan operasional formal. Hasil tes menunjukkan bahwa tingkat operasional siswa sebesar 37,31%, tingkat transisional sebesar 55,22% dan tingkat penalaran operasional formal sebesar 7,46%.
PROSES BERPIKIR PEMECAHAN MASALAH SISWA HATYAIWITTAYALAISOMBOONKULKANYA SCHOOL THAILAND DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT TIPE CLIMBERS Alfiyah Chusnul Hidayah; Sudarti Sudarti; Ruslan Je-arong
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 2 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran fisika bertujuan sebagai sarana utuk mengembangkan kemampuan berpikir analisis induktif dan deduktif dengan menggunakan konsep dan prinsip fisika untuk menjelaskan berbagai fenomena alam yang terjadi dan menyelesaikan permasalahan secara kualitatif maupun kuantitatif. Belajar fisika berarti mempelajari alam untuk memecahkan berbagai permasalahan alam yang terjadi. Kemampuan siswa dalam memecahkan masalah dapat digunakan untuk melihat proses berpikir siswa dalam menyelesaikan masalah. Penelitian ini membahas tentang proses berpikir siswa mathayyom 3/2 Hatyaiwittayalai Somboonkulkanya School Thailand dalam memecahkan masalah pemanasan global berdasarkan langkah-langkah Polya ditinjau dari Adversity Qoutient (AQ) tipe climber. Penelitian ini merupakan peneitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik tes tulis dan wawancara. Teknik keabsahan data yang digunakan pada penelitian ini adalah triangulasi metode dan menggunakan bahan referensi. Teknik analisis data yang digunakan adalah konsep Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa tipe climber melakukan proses berpikir asimilasi pada tahap memahami masalah, menyusun rencana penyelesaian, menyelesaikan masalah sesuai dengan pernecanaan, dan memeriksa kembali penyelesaian yang telah diberikan.
PENGARUH PAPARAN MEDAN MAGNET EXTREMELY LOW FREQUENCY (ELF) TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK DAN pH SUSU SAPI SEGAR Nelly Nur Ayu Muharromah; Sudarti Sudarti; Subiki Subiki
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 2 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Medan magnet Extremely Low Frequency (ELF) merupakan spektrum gelombang elektromagnetik yang memiliki frekuensi kurang dari 300 Hz dan tergolong radiasi non-ionizing. Medan magnet ELF dapat dimanfaatkan dalam bidang pangan sebagai pengawetan. Susu sapi segar termasuk bahan pangan yang tidak bertahan lama di suhu ruang karena terdapat bakteri yang mengubah komposisi laktosa menjadi asam laktat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paparan medan magnet Extremely Low Frequency (ELF) terhadap nilai pH susu sapi segar selama 12 jam setelah diperah. Penelitian menggunakan 10 sampel untuk masing-masing kelompok kontrol dan kelompok eksperimen yang dipapar medan magnet ELF dengan intensitas 800 μT selama 45 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan medan magnet ELF intensitas 800 μT selama 45 menit berpengaruh terhadap pH susu sapi segar. Nilai pH kelompok eksperimen dimulai 3 jam sampai 9 jam setelah susu sapi diperah memiliki nilai pH yaitu 6,64-6,48 yang sesuai dengan syarat mutu yang telah diatur oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN), sedangkan pada kelompok kontrol nilai pH yang sesuai dengan standarisasi yaitu dari 3 jam sampai 8 jam setelah diperah yaitu 6,61-6,49. Keadaan fisik susu sapi selama 12 jam pada kelompok kontrol dan eksperimen tidak terjadi perubahan tekstur dan warna, namun pada 5 jam setelah diperah terdapat perubahan aroma pada kelompok kontrol sedangkan pada kelompok eksperimen beraroma khas susu sapi segar.
LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS INKUIRI DISERTAI ARGUMENTATIVE PROBLEMS UNTUK MELATIHKAN KEMAMPUAN ARGUMENTASI SISWA SMA Fitri Febianti Dewi; Supeno Supeno; Singgih Bektiarso
FKIP e-PROCEEDING Vol 3 No 2 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Argumen adalah suatu pernyataan disertai dengan alasan yang komponennya meliputi klaim (kesimpulan, proposisi, atau pernyataan), data (bukti yang mendukung klaim), bukti (penjelasan tentang kaitan antara klaim dan data), dukungan (asumsi dasar yang mendukung bukti), kualifikasi (kondisi bahwa klaim adalah benar), dan sanggahan (kondisi yang menggugurkan klaim). Argumentasi penting untuk mengembangkan keterampilan menganalisis dan terlibat dalam argumen yang dapat mengkonstruksi penjelasan ilmiah, mengembangkan keterampilan kritis dan mengevaluasi berbagai alternatif. Meskipun argumentasi ilmiah sangat penting untuk siswa namun jarang diikutsertakan dalam pembelajaran fisika di kelas. Para siswa seringkali diminta untuk mengumpulkan data kemudian memahami suatu fenomena berdasarkan data tersebut ketika mereka terlibat dalam argumentasi ilmiah di kelas. Pembelajaran fisika berbasis inkuiri mampu memfasilitasi siswa dalam belajar berargumen. Sehingga tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan langkah-langkah pada Lembar Kerja Siswa (LKS) yang mampu melatih kemampuan argumentasi siswa. Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis inkuiri disertai argumentative problems merupakan suatu alternatif media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan argumentasi siswa melalui pemberian permasalahan-permasalahan yang bersifat argumentatif dan menuntut penyelesaian dengan menggunakan pendekatan ilmiah.