cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
FKIP e-PROCEEDING
Published by Universitas Jember
ISSN : 25275917     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 552 Documents
RANCANGAN PROTOTYPE KERETA MAGLEV SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENJELASKAN MATERI FISIKA ELEKTROMAGNETIKA Firman Ma’ruf; Fahmi Ali Septiansyah; Hari Anggit Cahyo Wibowo
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media Pembelajaran kontekstual untuk materi fisika elektromagnetika masih terbilang langka di Indonesia, sehingga siswa tidak mendapatkan gambaran yang utuh terkait dengan materi fisika elektromagnetika. Oleh karena itu, pembuatan rancangan prototype kereta maglev sebagai media pembelajaran kontekstual sangat diperlukan untuk menjelaskan materi fisika elektromagnetika. Rancangan prototype kereta maglev dibuat dengan menggunakan metode pengembangan ADDIE. Tahapan dalam metode pengembangan ADDIE ialah analisis, desain, pengembangan, penerapan dan evaluasi. Dalam penelitian kali ini,tahapan dibatasi hanya sampai pada tahap pengembangan. Rangkaian prototype kereta maglev yang telah dibuat divalidasi oleh pembimbing dan dinyatakan valid. Berdasarkan validasi yang telah dilakukan, rangkaian prototype kereta maglev dapat digunakan untuk menjelaskan materi fisika elektromagnetika dengan baik.Kata Kunci: Media pembelajaran kontekstual, Fisika elektromagnetika, Prototype kereta maglev
EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN FISIKA BAB GAYA MENGGUNAKAN MEDIA SIMULASI PhET DAN ALAT PERAGA SEDERHANA PADA SISWA SMP KELAS 8 UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN MATERI Achmad Ramadhan; Faiz Hasyim; Hari Anggit Cahyo Wibowo
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran fisika menggunakan media demonstrasi dengan simulasi PhET dan peraga sederhana terhadap penguasaan materi dengan menggunakan metode pembelajaran demonstrasi. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan model ujicoba One Group Pretest-Posttest Design. Penelitian dilakukan pada semester ganjil tahun ajaran 2019-2020 kepada siswa kelas VIII SMP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan RPP berkategori baik. Aktivitas siswa yang dominan adalah kegiatan percobaan dengan simulasi PhET dan alat peraga sederhana. Pembelajaran ditunjang dengan media yang tepat terlaksana dengan efektif. Respons siswa terhadap pembelajaran memberikan respons positif. Kendala yang dijumpai selama KBM berhubungan dengan alokasi waktu pelaksanaan KBM. Berdasarkan hasil temuan di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan simulasi PhET dan alat Peraga sederhana efektif diterapkan di kelas dan dapat meningkatkan pemahaman materi fisika bab Gaya.Kata Kunci: Gaya, PhET, Penguasaan
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA PADA POKOK BAHASAN ELASTISITAS DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DI SMAN 4 JEMBER Karina Laksmiari; Sri Handono Budi Praswoto; Siva Nur Ismaya
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah sangat diperlukan bagi siswa guna tercapainya tujuan pembelajaran, supaya siswa dapat membiasakan diri dalam menyelesaikan berbagai permasalahan. Berdasarkan hasil observasi, sebagian siswa sering mengalami kesulitan dalam memecahkan permasalahan fisika. Oleh karena itu, penelitian ini dirancang dengan maksud untuk menggambarkan kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi elastisitas dengan menerapkan model pembelajaran discovery learning. Metode penelitian yang digunakan ialah metode deskriptif dan menggunakan desain penelitain One Group Posttest Only Desain. Pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan soal tes kepada siswa. Berdasarkan analisis data penelitian diperoleh kesimpulan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa yang paling tinggi adalah kemampuan indicator memahami masalah dengan presentase 96% sedangkan yang paling rendah adalah pada indicator memeriksa kembali dengan presentase 58%. Rata – rata presentase penguasaan kemampuan pemecahan masalah adalah 77% dengan kirteria pemecaham masalah yang baik. Sehingga pembelajaran yang mendapat perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah Fisika.Kata Kunci: Pemecahan masalah dan discovery learning.
ANALISIS KEMAMPUAN INFERENSI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 JEMBER DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION PADA POKOK BAHASAN SUHU DAN PERUBAHANNYA Arum Ariyani; Febrianti Utami; Irnawati Irnawati
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan kemampuan inferensi pada siswa SMP Negeri 2 Jember. Responden dari penelitian ini adalah kelas VII B SMP Negeri 2 Jember pada semester gasal tahun ajaran 2019/2020 yang terdiri dari 32 siswa. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah kemampuan inferensi dan aktivitas belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan pendekatan deskriptif. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar observasi kemampuan inferensi dan lembar observasi aktivitas siswa, LKS berbasis Problem Based Instruction. Data yang diperoleh akan dianalisis dengan teknik analisis data kualitatif. Pelaksanaan penelitian dilakukan dalam 2 siklus pembelajaran dan setiap siklus pembelajaran dilakukan dengan 4 tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data yang telah diperoleh dianalisis sehingga didapatkan hasil analisis menunjukkan bahwa pada pelaksanaan siklus pembelajaran 1, nilai rata-rata kemampuan inferensi siswa sebesar 68,3 %. Hasil ini berarti belum mencapai indikator yang ditetapkan. Setelah itu dilakukan siklus pembelajaran 2 dengan melakukan beberapa perbaikan dari siklus pembelajaran pertama. Pada siklus pembelajaran 2 diperoleh nilai rata-rata kemampuan inferensi siswa sebesar 77,3 %. Hasil ini menunjukkan bahwa setelah dilakukan pembelajaran yang tepat, siswa kelas VII B SMP Negeri 2 Jember memiliki kemampuan inferensi yang baik dan mencapai indikator yang telah ditentukan.Kata Kunci: Kemampuan inferensi, Problem Based Instruction, aktivitas belajar
ANALISIS KESALAHAN DALAM MENYELESAIAKAN LEMBAR KERJA SISWA SOAL FISIKA MATERI MOMENTUM DAN IMPULS PADA SISWA SMK NEGERI 2 JEMBER Della Marchelia; Sudarti Sudarti; Indah Rustiawan
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis kesalahan yang dilakukan siswa dalam mengerjakan LKS. Sebagai Indikator kesalahan siswa dalam mengerjakan LKS adalah (1) Kesalahan terjemah, (2) Kesalahan Konsep, (3) Kesalahan strategi, (4) Kesalahan hitung. Penelitian ini menjelaskan tentang kesalahan siswa dan mengidentifikasi penyebab siswa melakukan kesalahan dalam menyelesaikan LKS fisika pada materi momentum dan impuls. Dalam penelitian ini adalah siswa kelas X DPIB 3 tahun ajaran 2019/2020 yang berjumlah 35 siswa terdiri dari 25 laki-laki dan 10 perempuan. Metode yang digunakan merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode penelitian ini menggunakan obeservasi terhadap hasil kerja siswa dalam mengerjakan LKS dan peneliaian portofolio hasil LKS siswa. Hasil penelitian secara umum siswa dari penilaian porofolio menunjukkan kesalahan siswa mengerjakan LKS pada mata pelajaran fisika materi momentum dan impuls di SMKN 2 Jember siswa kelas X DPIB (1) Kesalahan terjemah sebesar 86 % yang menunjukkan bahwa kategori kesalahan tinggi, (2) Kesalahan konsep sebesar 42,85 % yang menunjukkan bahwa kategori kesalahan sedang, (3) Kesalahan strategi sebesar 28,59 % yang menunjukkan bahwa kategori kesalahan rendah, (4) Kesalah perhitungan sebesar 22, 85 % yang menunjukkan bahwa kategori kesalahan rendah. Penyebab kesalahan diidentifikasi, antara lain; siswa tidak terbiasa menulis hal-hal yang diketahui dan ditanyakan, siswa tidak tahu tujuan masalah, siswa terbiasa menjawab pertanyaan fisika tanpa mengkonversi satuan SI, siswa tidak tahu rumus yang akan digunakan, siswa terburu-buru untuk mengerjakan LKS, dan siswa tidak hati-hati pada saat menjawab pertanyaan.Kata Kunci: Kesalahan terjemah, konsep, strategi, hitung, momentum dan impuls
ANALISIS VALIDITAS DAN RESPON MAHASISWA CALON GURU FISIKA TERHADAP PENGGUNAAN VIDEO PEMBELAJARAN TENTANG PEMANFAATAN PENGOLAHAN KAKAO PADA PEMBELAJARAN FISIKA Lailatul Nuraini; Firdha Kusuma Ayu Anggraeni; Sinta Rusdiana
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pendidikan tidak terlepas dari perkembangan teknologi. Perkembangan teknologi dapat dijadikan sebagai sumber belajar yang inovatif dan menyenangkan bagi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis validitas video dan respon mahasiswa terhadap pengunaan video pembelajaran tentang pemanfaatan pengolahan kakao pada pembelajaran fisika. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Responden penelitian adalah mahasiswa yang menempuh mata kuliah Fisika Dasar III pada semester gasal 2019/2020. Teknik pengumpulan data menggunakan angket respon mahasiswa, lembar validasi, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan prosentase dari skala likert yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi video pembelajaran tentang pemanfaatan pengolahan kakao pada validasi konten sebesar 87%, komponen bahasa sebesar 82% dan komponen desain dan tampilan sebesar 80%, serta keefektifan media video sebesar 83%. Hal ini menunjukkan bahwa video pembelajaran yang telah dikembangkan berada dalam kategori valid dan layak digunakan. Hasil angket respon mahasiswa terhadap penggunaan video pembelajaran tentang pengolahan kakao menunjukkan bahwa respon mahasiswa sangat positif, pada aspek ketertarikan terhadap video pengolahan kakao sebesar 81,46%, aspek penguasaan konsep 83,30%, aspek sikap ilmiah 83,88% dan aspek kesadaran lingkungan 81,91%. Dengan demikian, penggunaan video pembelajaran berbasis potensi lokal tentang pemanfaatan pengolahan kakao dapat dijadikan alternatif sumber belajar berbasis teknologi dalam pembelajaran fisika.Katakunci: pengolahan kakao, respon mahasiswa, video pembelajaran
PENERAPAN MEDIA POWER POINT PADA MATERI STRUKTUR DAN FUNGSI TUMBUHAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMP KELAS VIII Indi Atma Ayudatami; Indrawati Indrawati; Mustangin Mustangin
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian Pra-eksperimen One Group Pretest–Posttest Design dengan menggunakan satu kelas yang diberi perlakuan dengan menggunakan media power point. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII E sejumlah 30 siswa yang akan mengikuti pembelajaran materi Struktur dan Fungsi Tumbuhan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode tes subjektif dengan 5 butir soal yang diberikan saat pre-test dan post-test. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji N-Gain untuk mengukur ketercapaian hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media power point dapat meningkatkan hasil belajar siswa SMP Kelas VIII yang dibuktikan dengan skor akhir N-Gain sebesar 0,69 dan berdasarkan kriteria N-Gain skor demikian tergolong tinggi.Kata Kunci: Power Point, Hasil Belajar, Struktur dan Fungsi Tumbuhan.
MODEL DISCOVERY LEARNING PADA PEMBELAJARAN STRUKTUR DAN FUNGSI TUMBUHAN KELAS VIII SMP Sylvia Rimbanita Purwanto; Indrawati Indrawati; Mustangin Mustangin
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran discovery learning merupakan model pembelajaran yang menekankan pada penemuan yang melibatkan siswa secara aktif. Pada artikel ini akan dibahas mengenai model Discovery Learning dalam meningkatkan hasil belajar siswa SMP kelas VIII pada materi Struktur dan Fungsi Tumbuhan. Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah One Group Pretest-Posttest Design dengan subjek siswa kelas VIII B SMP N 11 Jember yang berjumlah 32 siswa. Instrumen yang digunakan mencakup 5 soal pilihan ganda dan 5 soal uraian. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan Mc. Excel, dan menggunakan rumus N-gain. Berdasarkan perhitungan data didapatkan hasil N-gain sebesar 0,71619, hasil tersebut termasuk dalam kategori tinggi yang artinya menunjukkan bahwa model pembelajaran Discovery learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII SMP pada pada materi Struktur dan Fungsi Tumbuhan.Kata Kunci: Discovery learning, Hasil Belajar, One group Pretest-Posttest
ANALISIS KEMAMPUAN ARGUMENTASI SISWA SMP PADA PEMBELAJARAN IPA Berliana Oni Imaniar; Sri Astutik
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan IPTEK pada abad 21 menuntut inovasi di bidang pendidikan untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi utamanya pada kemampuan argumentasi. Kemampuan argumentasi dapat digunakan untuk memperkuat suatu pernyataan melalui suatu analisis berpikir kritis dengan bukti dan alasan yang logis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan argumentasi siswa SMP pada pembelajaran IPA. Kemampuan argumentasi terdiri atas, kemampuan memberikan bukti dan justifikasi dari argumen, kontra argumen, dan sanggahan. Pencapaian skor dari kemampuan argumentasi dapat dibagi menjadi lima, yaitu Sangat Rendah (SR), Rendah (R), Sedang (S), Tinggi (T), Sangat Tinggi (ST). Hasil dari analisis kemampuan argumentasi siswa SMP pada pembelajaran IPA materi suhu dan kalor berada pada kriteria Sedang (S). Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai dasar untuk meningkatkan suatu kemampuan argumentasi pada kegiatan pembelajaran IPA di SMP.Kata kunci : Pendidikan, Argumentasi, SMP, Abad 21, Penalaran
MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN SCIENTIFIC REASONING SISWA Achmad Faizul Musyaffa; Nur Diana Rosyidah; Edi Supriana
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan model pembelajaran yang kurang sesuai bisa menyebabkan siswa kesulitan dalam menyatakan suatu alasan ilmiah. Siswa perlu berlatih keterampilan scientific reasoning seperti proses berpikir untuk meneliti, memahami, dan mengkritisi objek atau fenomena. Keterampilan scientific reasoning bisa dilatihkan oleh guru dengan cara menerapkan pembelajaran berbasis inkuiri yang salah satunya adalah Problem Based Learning (PBL). PBL mempunyai lima langkah, yaitu: (1) orientasi peserta didik pada masalah, (2) mengorganisasi peserta didik untuk belajar, (3) membimbing penyelidikan kelompok, (4) mengembangkan dan menyajikan hasil karya, dan (5) Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Model PBL merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pembelajaran saintifik, karena dengan diberikan masalah dan kemudian siswa dituntut untuk memecahkannya, kemampuan scientific reasoning siswa akan berkembang.Kata Kunci: Problem Based Learning, Pembelajaran Inkuiri, Scientific reasoning