cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
FKIP e-PROCEEDING
Published by Universitas Jember
ISSN : 25275917     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 552 Documents
EFEKTIVITAS PENERAPAN DESAIN PEMBELAJARAN IPA TERPADU TIPE WEBBED PADA KURIKULUM 2013 REVISI UNTUK SISWA SMP KELAS VII Riski Yani; Indrawati Indrawati; Iwan Wicaksono
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum 2013 revisi menuntut guru untuk bisa meningkatkan keterampilan dalam mengembangkan pembelajaran dan mengaplikasikan dengan baik. IPA sebagai matapelajaran yang integrative science mewajibkan guru untuk memiliki kemampuan interdisipliner IPA dalam pengetahuannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur efektivitas desain Pembelajaran IPA Terpadu Tipe webbed dalam peningkatan aktivitas dan hasil belajar kognitif siswa SMP. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi experiment. Sampel penelitian ini adalah siswa SMP kelas VII yang dipilih secara purpossive sampling. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuanitatif berupa hasil pembelajaran siswa dengan pendekatan saintifik dan tematik integratif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi experimental design tipe One group pretest-postest. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan Pembelajaran IPA Terpadu Tipe webbed efektif diterapkan pada pembelajaran siswa SMP dengan dibuktikan adanya peningkatan belajar siswa pada materi klasifikasi makhluk hidup. Nilai rata-rata tes sebelum dan sesudah penerapan pembelajaran IPA Terpadu berbasis scientific approach masing-masing adalah 33,4 dan 77, 8 ketika dihitung menggunakan normalized gain <g> hasilnya 0,67 yang masuk dalam kategori sedang. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa implementasi desain Pembelajaran IPA Terpadu Tipe webbed terbukti efektif karena mampu meningkatkan kualitas pembelajaran pada aspek aktivitas siswa dan hasil belajar kognitif siswa SMP.Kata Kunci: Pembelajaran tipe Webbed , Hasil belajar
IMPLEMENTASI PENDEKATAN SAINTIFIK PADA MATERI FLUIDA STATIS DENGAN BERBANTUAN MEDIA AUDIO-VISUAL DAN PHET SIMULATIONS Elok Yieldsihas Faiqoh; Bambang Supriadi; Lailatul Nuraini
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era ini pendidikan di Indonesia lebih berfokus pada penerapan kurikulum 2013. Kurikulum 2013 itu sendiri telah banyak diterapkan di berbagai daerah dan jenjang sekolah, salah satunya yakni jenjang SMA. Pada kurikulum 2013 pembelajaran lebih diarahkan untuk menggunakan pendekatan saintifik, yaitu pembelajaran yang berpusat pada siswa. Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk menganalisis implementasi pendekatan saintifik pada materi fluida statis dengan berbantuan media audio-visual dan PhET Simulations. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-experimental design dengan desain penelitian one-shotcase study. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan tes. Penerapan pendekatan saintifik dengan berbantuan media audio-visual dan PhET Simulations ini berpengaruh positif terhadap keaktifan siswa, ketertarikan siswa pada pembelajaran, dan hasil lembar kerja siswa.Kata Kunci: Pendekatan Saintifik, Audio-Visual, PhET Simulations
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMP PADA MATERI USAHA Fajar Amalia Rohmah; I Ketut Mahardika; Anis Prasetiyaningsing
FKIP e-PROCEEDING Vol 4 No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa pada kelas VIII dengan model pembelajaran Discovery Learning pada materi usaha. Jenis penelitian ini menggunakan quasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri 3 Jember. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII G. Penelitian ini dilakukan dengan uji pre test dan post test. Uji pre test dilakukan sebelum pembelajaran kemudian post test dilakukan setelah adanya perlakuan yaitu model pembelajaran Discovery Learning. Teknik pengumpulan data menggunakan tes pre test dan post test. Hasil analisis data diperoleh dari perbedaan akibat adanya pengaruh model pembelajaran Discovery Learning pada saat pembelajaran materi usaha di SMP Negeri 3 Jember.Kata Kunci: discovery learning, hasil belajar
MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING BERBASIS STEM PADA PEMBELAJARAN FISIKA Cendy Eka Erlinawati; Singgih Bektiarso; Maryani Maryani
FKIP e-PROCEEDING Vol 2 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran fisika adalah salah satu pembelajaran sains yang mencakup proses, sikap ilmiah, dan produk. Dalam belajar fisika siswa tidak hanya dituntut untuk memahami teori, konsep, maupun hukum-hukum fisika, tetapi juga diharapkan dapat memahami bagaimana gejala fisis tersebut dapat terjadi. Model Project Based Learning adalah salah satu model pembelajaran yang mengorganisasi kelas kedalam sebuah proyek dimana proses pembelajarannya menekankan pada pembelajaran kontekstual melalui kegiatan yang kompleks seperti memberi kebebasan peserta didik untuk mengeksplorasi aktivitas belajar, mengerjakan proyek secara kolaboratif, dan akhirnya dapat menghasilkan suatu produk. Secara tidak langsung, model Project Based Learning dapat melatih siswa untuk bertindak dan berpikir kreatif. Pada abad 21 perkembangan teknologi di berbagai belahan dunia semakin pesat sehingga diperlukan suatu inovasi baru dalam pendidikan agar siswa dapat bersaing di ekonomi baru. STEM merupakan pendekatan interdisipliner yang menggabungkan antara science, technology, engineering, dan mathematics dimana konsep akademik digabungkan dengan permasalahan yang ada pada dunia nyata. STEM dalam pengaplikasiannya bertujuan untuk mengembangkan pemikiran, penalaran, kerja tim, investigasi, serta keterampilan kreatif yang dapat digunakan oleh siswa dalam semua bidang yang ada di kehidupan mereka. Project Based Learning berbasis STEM adalah suatu model pembelajaran dimana siswa diberikan suatu proyek untuk menyelesaikan permasalahan yang dilandasi aspek-aspek STEM yaitu science, technology, engineering, dan mathematics. Kajian ini menekankan bahwa model Project Based Learning berbasis STEM baik diaplikasikan dalam pembelajaran fisika karena dapat membuat siswa menjadi lebih aktif, kreatif, dapat mengeksplor kemampuan yang dimiliki, serta dapat mempersiapkan siswa agar dapat bersaing di era kemajuan teknologi.Kata Kunci: Project Based Learning, STEM, Pembelajaran Fisika
MAKNA KRITIS DALAM ANALSIS WACANA KRITIS Rusdhianti Wuryaningrum
FKIP e-PROCEEDING 2020: SEMINAR NASIONAL #5: BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA UNTUK MEMPERSIAPKAN GENERASI EMAS 204
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Analisis wacana kritis—oleh pengkaji wacana—dimaknai tidak terlalu luas tetapi beragam. Tidak terlalu luas karena pada dasarnya sama-sama memakai kajian kritis untuk membongkar makna karena pandangan metode kritis sering dimaknai dengan pandangan atau hasil berpikir kritis, meskipun pada akhirnya tujuannya menghasilkan makna implikatur beyond the text yang sama. Oleh karena itu, perlu dibatasi makna kritis dalam analisis wacana kritis untuk merumuskan kesejatian analisis wacana. Artikel ini membahas makna kritis yang dimaksud oleh pakar-pakar yang telah di-review. Adapun pandangan untuk memahami makna kritis tersebut diperoleh dari konsep seven task building yang dikemukakan oleh Gee. Pandangan Gee adalah abstraksi dari pandangan Halliday. Ada dua komponen makna kritis yang diungkap oleh Halliday dan menentukan kesejatiannya, yaktiu konstruksi sosial dan pilihan semantik. Sebuah fenomena dinyatakan perlu “dikritisi” atau digarap dengan metode analisis wacana kritis adalah adanya kekuatan tersembunyi (hidden power) dan penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power). Makna kritis dalam artikel ini akan meletakkan sebuah kajian apakah sebagai realisasi kerja membongkar wacana dari visi kritis ataukah sesuai dengan kidah metode analsisis wacana kritis. Kata kunci : analsis wacana kritis, makna kritis, konstruksi sosial, seven task building, analisis wacana
MAKNA KRITIS DALAM ANALSIS WACANA KRITIS Wuryaningrum, Rusdhianti
FKIP e-PROCEEDING 2020: SEMINAR NASIONAL #5: BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA UNTUK MEMPERSIAPKAN GENERASI EMAS 204
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Analisis wacana kritis—oleh pengkaji wacana—dimaknai tidak terlalu luas tetapi beragam. Tidak terlalu luas karena pada dasarnya sama-sama memakai kajian kritis untuk membongkar makna karena pandangan metode kritis sering dimaknai dengan pandangan atau hasil berpikir kritis, meskipun pada akhirnya tujuannya menghasilkan makna implikatur beyond the text yang sama. Oleh karena itu, perlu dibatasi makna kritis dalam analisis wacana kritis untuk merumuskan kesejatian analisis wacana. Artikel ini membahas makna kritis yang dimaksud oleh pakar-pakar yang telah di-review. Adapun pandangan untuk memahami makna kritis tersebut diperoleh dari konsep seven task building yang dikemukakan oleh Gee. Pandangan Gee adalah abstraksi dari pandangan Halliday. Ada dua komponen makna kritis yang diungkap oleh Halliday dan menentukan kesejatiannya, yaktiu konstruksi sosial dan pilihan semantik. Sebuah fenomena dinyatakan perlu “dikritisi” atau digarap dengan metode analisis wacana kritis adalah adanya kekuatan tersembunyi (hidden power) dan penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power). Makna kritis dalam artikel ini akan meletakkan sebuah kajian apakah sebagai realisasi kerja membongkar wacana dari visi kritis ataukah sesuai dengan kidah metode analsisis wacana kritis. Kata kunci : analsis wacana kritis, makna kritis, konstruksi sosial, seven task building, analisis wacana
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS LITERASI DIGITAL DI ERA 4.0: TANTANGAN DAN HARAPAN Deasy Ariyati
FKIP e-PROCEEDING 2020: SEMINAR NASIONAL #5: BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA UNTUK MEMPERSIAPKAN GENERASI EMAS 204
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Revolusi Industri generasi keempat telah lahir. Era 4.0 ini membuat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bergerak cepat dan canggih. Informasi yang cepat dan berlimpah dapat dimanfaatkan oleh seseorang untuk mengembangkan diri, termasuk dalam dunia pendidikan khususnya pembelajaran bahasa Indonesia. Literasi digital dalam pembelajaran bahasa Indonesia di era 4.0 banyak manfaatnya. Misalnya, mendapatkan informasi, mengunggah hasil kerja peserta didik di media sosial, dan mengerjakan soal. Tantangan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di era 4.0, diantaranya (1) kompetensi guru dan peserta didik dalam berliterasi digital, (2) sarana prasarana, dan (3) kurikulum yang sesuai. Sedangkan harapan yang ingin dicapai dalam pembelajaran bahasa Indonesia berbasis literasi digital adalah guru menjadi lebih ‘melek’ teknologi, mempermudah kerja guru, dan memperluas pengetahuan peserta didik. Kata kunci: pembelajaran, bahasa Indonesia, literasi digital
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS LITERASI DIGITAL DI ERA 4.0: TANTANGAN DAN HARAPAN Ariyati, Deasy
FKIP e-PROCEEDING 2020: SEMINAR NASIONAL #5: BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA UNTUK MEMPERSIAPKAN GENERASI EMAS 204
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Revolusi Industri generasi keempat telah lahir. Era 4.0 ini membuat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bergerak cepat dan canggih. Informasi yang cepat dan berlimpah dapat dimanfaatkan oleh seseorang untuk mengembangkan diri, termasuk dalam dunia pendidikan khususnya pembelajaran bahasa Indonesia. Literasi digital dalam pembelajaran bahasa Indonesia di era 4.0 banyak manfaatnya. Misalnya, mendapatkan informasi, mengunggah hasil kerja peserta didik di media sosial, dan mengerjakan soal. Tantangan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di era 4.0, diantaranya (1) kompetensi guru dan peserta didik dalam berliterasi digital, (2) sarana prasarana, dan (3) kurikulum yang sesuai. Sedangkan harapan yang ingin dicapai dalam pembelajaran bahasa Indonesia berbasis literasi digital adalah guru menjadi lebih ‘melek’ teknologi, mempermudah kerja guru, dan memperluas pengetahuan peserta didik. Kata kunci: pembelajaran, bahasa Indonesia, literasi digital
HIPERREALITAS BAHASA DALAM WACANA IKLAN DI MEDIA Akhmad Taufiq
FKIP e-PROCEEDING 2020: SEMINAR NASIONAL #5: BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA UNTUK MEMPERSIAPKAN GENERASI EMAS 204
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Fenomena bahasa tidaklah cukup dapat dipahami sebagai realitas struktural semata. Bahasa merupakan satu fenomena yang terhubung dengan realitas di luar dirinya, yang sering disebut sebagai realitas kedua. Dalam tulisan ini deskripsikan fenomena hiperrealitas bahasa dalam wacana iklan di media berbahasa Indonesia, khususnya wacana iklan komersial dan iklan politik di media. Dengan metode analisis wacana kritis, studi hiperrealitas bahasa dalam konteks demikian dimaksudkan untuk menjelaskan fenomena bahasa pada realitasnya yang kedua. Sebagai realitas yang kedua, bahasa dikonstruksi dan dimainkan sedemikian rupa demi kepentingan tertentu melalui efek citraan yang diciptakannya. Pihak pemakai bahasa dalam konteks tersebut bermaksud mendapatkan keuntungan, baik keuntungan ekonomi maupun politik dari efek citraan yang ditimbulkan oleh konstruksi bahasa tersebut. Kata kunci : Hiperrealitas bahasa, permainan bahasa, wacana iklan media
HIPERREALITAS BAHASA DALAM WACANA IKLAN DI MEDIA Taufiq, Akhmad
FKIP e-PROCEEDING 2020: SEMINAR NASIONAL #5: BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA UNTUK MEMPERSIAPKAN GENERASI EMAS 204
Publisher : Pendidikan Fisika FKIP UNEJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Fenomena bahasa tidaklah cukup dapat dipahami sebagai realitas struktural semata. Bahasa merupakan satu fenomena yang terhubung dengan realitas di luar dirinya, yang sering disebut sebagai realitas kedua. Dalam tulisan ini deskripsikan fenomena hiperrealitas bahasa dalam wacana iklan di media berbahasa Indonesia, khususnya wacana iklan komersial dan iklan politik di media. Dengan metode analisis wacana kritis, studi hiperrealitas bahasa dalam konteks demikian dimaksudkan untuk menjelaskan fenomena bahasa pada realitasnya yang kedua. Sebagai realitas yang kedua, bahasa dikonstruksi dan dimainkan sedemikian rupa demi kepentingan tertentu melalui efek citraan yang diciptakannya. Pihak pemakai bahasa dalam konteks tersebut bermaksud mendapatkan keuntungan, baik keuntungan ekonomi maupun politik dari efek citraan yang ditimbulkan oleh konstruksi bahasa tersebut. Kata kunci : Hiperrealitas bahasa, permainan bahasa, wacana iklan media