cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Energi Dan Manufaktur
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23025255     EISSN : 25415328     DOI : -
"Jurnal Energi dan Manufaktur" is a journal published by Department of Mechanical Engineering, University of Udayana, Bali since 2006. During 2006-2011 the journal's name was "Jurnal Ilmiah Teknik Mesin CAKRAM" (Scientific journal in mechanical engineering, CAKRAM). "Jurnal Energi dan Manufaktur" is released biannually on April and October, respectively. We invite authors to submit papers from experimental research, review work, analytical-theoretical study, applied study, and simulation, in related to mechanical engineering (energy, material, manufacturing, design) to be published through "Jurnal Energi dan Manufaktur".
Arjuna Subject : -
Articles 387 Documents
Pengaruh waktu kontak terhadap kualitas sambungan hasil las gesek (Friction Welding) Magnesium AZ-31 Solihin Solihin; Irza Sukmana; Khairul Ummah
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 10 No 1 (2017): April 2017
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (930.835 KB)

Abstract

Abstrak: Pengelasan merupakan salah suatu proses penyambungan dua atau lebih bahan teknik, dengan atau tanpa peroses pencairan logam dasarnya. Teknologi Las Gesek (Friction Welding, FW) merupakan salah satu teknik pengelasan padat atau pengelasan tanpa proses pencairan (solid-state welding). Pembangkitan panas dalam proses FW dihasilkan dengan cara menggesekkan permukaan material las (base metal) hingga mencapai temperatur penyambungannya (semi-solid temperature) atau sekitar 80% dari temperature cair bahan, dan dalam hal Magnesium AZ31 adalah sekitar temperatur 5500C. Setelah bahan mencapai temperatur semi-solid tersebut, kemudian diberi tekanan agar terjadi proses penyambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi proses terhadap kualitas hasil pengelasan gesek, yang meliputi: kekuatan tarik, struktur makro, dan nilai kekerasan bahan hasil las. Parameter pengujiannya adalah variasi waktu kontak las, yaitu selama 3, 5, dan 10 menit. Kecepatan putar spindle selama proses pengelasan ditetapkan 1400 rpm. Hasil pengelasan menunjukkan bahwa waktu kontak gesek 3 menit menghasilkan kekuatan tarik tertinggi (16,78 MPa), bila dibandingkan dengan dua parameter lain. Hasil uji keras pada daerah las (stir zone) menunjukkan angka kekerasan rata-rata yang relative konsisten, atau sebesar 60 HRE untuk semua parameter, sedangkan angka kekerasan rata-rata di daerah terpengaruh panas (heat affected zone, HAZ) untuk waktu kontak gesek 3, 5 dan 10 menit secara berturut-turut adalah sebesar 69,6; 64,6; dan 60,6 HRE. Hasil penelitian awal ini memberikan potensi studi lanjutan pada berbagai parameter pengelasan lain agar didapatkan kualitas sambungan las gesek yang optimum untuk proses pengelasan gesek Magnesium AZ-31. Kata Kunci: Las gesek, Magnesium AZ-31, struktur makro, cacat void. Abstract: Welding is a process technology aiming to join two or more materials. Friction Welding (FW) is including in a solid-state technology cluster, where the heat is resulted by the friction contact between two welding material’s surface. FW is usually using the lathe machine and the two weld materials were placed on fix- and rotated-tail stocks. The welding process start once the temperature reach about 80% of material’s melting temperature and in the case of Magnesium AZ-31 alloys was about 5500C. Afterwards, the rotated tailstock was push for joining the two materials. In this study, we have tested contact welding at 3, 5, and 10 minutes respectively on rotating speed of 1400rpm. In this study, friction weld of 3 min resulted the highest Tensile Strength, i.e., 16.78MPa of the weld material when compare to other parameters. Also, the hardness number at stir zone of welding parameter 3, 5, and 10minutes are almost the same, i.e., 60 HRE, while at the heat affected zone (HAZ) area were 69.6; 64.6; and 60.6 HRE respectively. This initial results show a potential further research for different friction welding parameters in order to find the optimum welding operational parameters in friction weld Magnesium AZ-31. Keywords: Friction Welding, Magnesium AZ-31, macro structure, void.
Studi Eksperimental Pemanfaatan Temperatur Gas Buang dari Kendaraan Bermotor Roda Dua untuk Pemanas Kotak Makanan (Delivery Box) pada Layanan Pesan Antar Ismail Thamrin; Surya Hadi
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 6 No 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.656 KB)

Abstract

AbstrakPanas dari gas buang sisa pembakaran kendaraan bermotor roda dua, masih memilikitemperatur yang cukup tinggi. Sumber panas ini biasanya langsung dibuang / dikeluarkanmelalui knalpot ke udara bebas. Dalam penelitian ini, gas buang bertemperatur tinggi inidimanfaatkan kembali, dengan cara dimasukkan kedalam tempat khusus pada kotakmakanan untuk layanan pesan antar (delivery service box). Kotak ini didesain khusus untukmenjaga agar temperatur dalam kotak tidak cepat turun, agar makanan yang akan dikirimtetap dalam kondisi hangat. Instalasi yang dibuat untuk memanfaatkan panas dari gas buangini sangat sederhana, yaitu dengan memasang pipa bercabang pada knalpot, yang bergunauntuk mengalirkan gas buang ke bagian bawah kotak. Kotak bagian bawah ini telah dipasangibaffle agar panasnya dapat bertahan lebih lama. Setelah dimanfaatkan, gas buang itudialirkan kembali ke knalpot, untuk dibuang ke udara. Kotak penyimpan makananmembutuhkan panas ruangan yang cukup agar tidak terjadi penurunan temperatur padamakanan tersebut. Dari studi eksperimental yang telah dilakukan pada kotak penyimpanmakanan, kotak pemanas makanan ini diuji dengan putaran mesin dan jauhnya jarak tempuhmotor. Pengujian ini menghasilkan peningkatan atau kenaikan temperatur gas buang padavariasi putaran mesin yang berbeda. Putaran mesin yang dipakai adalah 800 rpm, 1500 rpm,2000 rpm, 2500 rpm, 3000 rpm, dan 3500 rpm, dan jarak tempuh yang diuji adalah 200, 400,600, 800 dan 1000 meter. Semakin tinggi putaran mesin, semakin tinggi juga panas yangdapat dimanfaatkan sehingga dapat memanaskan temperatur ruangan sesuai yangdiinginkan.Kata kunci: Gas buang, kotak makanan, putaran mesin, jarak tempuhAbstractHeat from combustion exhaust gas motorcycle still has a high enough temperature. The heatsource is usually directly discharged / expelled through the exhaust into the air. In this study,the high-temperature exhaust gas is re-used, by sending it into a special place in the food boxfor another service (delivery service box). This box is especially designed to keep thetemperature high enough inside the box so that the food to be delivered remains in warmcondition.Installation is made to utilize the heat from the flue gas is very simple namely byinstalling a branching pipe on the exhaust, which is useful for the exhaust gas to flow to thebottom of the box. The bottom box has been fitted with baffles, so that the heat can lastlonger. Once used, the flue gas is passed back to the exhaust, to be discharged into the air .Hot food storage boxes require enough space to prevent a decrease in the temperature of thefood.From this experimental study done on the box food storage, food heating box is tested todifferent engine speed and mileage. This test resulted in an increase in exhaust gastemperature at different engine speed variations. The engine speeds used were 800 rpm,1500 rpm, 2000 rpm , 2500 rpm , 3000 rpm, and 3500 rpm, and the mileage tested were 200,400, 600, 800, and 1000 meters. The results demonstrated that the higher the engine rpmused, the higher the heat that could be utilized to heat the room temperature as desired.Keywords: Exhaust gas, food boxes, engine rpm, mileage
Studi terhadap prestasi pompa hidraulik ram dengan variasi beban katup limbah Yosef Agung Cahyanta; Indrawan Taufik
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 3, No.2 Desember 2008
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.826 KB)

Abstract

People who live far away from the water source have a problem to get water. Usually they use centrifugal pump to pumping the water to their house. Using this pump needs electricity, but some times they have problem with electricity. Hydraulic ramp pump is the solution because it doesn’t need electricity or fuel. Hydraulic ramp pump can work continuously 24 hours/day. Hydraulic ramp pump is cheaper and easy to build. This experiment has done to know the performance of the hydraulic ramp pump using the weight of waste valve variations and the head input. The hydraulic ramp pump use on this experiment has 1,5 inch inlet pipe and 0,5 inch outlet pipe. The variations of the waste valve weight are 410 g, 450 g, 490 g, 540 g, 580g and 630 g. The result of investigation shows that the maximum flow capacity, the maximum head discard and the maximum efficiency are obtained when the weight of the waste valve is 410 g. The maximum flow capacity is 11,146 × 10-5 m³/s, the maximum head discard is 7,378 m and the maximum efficiency is 16,302 %.
Karakteristik Traksi Sepeda Motor dengan Continuose Variable Transmission System I Ketut Adi Atmika; I Dewa Gede Ary Subagia
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 8 No 1 (2015): April 2015
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inovasi teknologi otomotif khususnya sepeda motor terus dikembangkan untuk mendapatkankestabilan dan kenyamanan dalam pengendalian. Saat ini produsen sepeda motor telahmemproduksi kendaraan yang memakai sistem transmisi otomatik. Transmisi otomatikmerupakan sistem transmisi yang hanya membutuhkan pengendalian kecepatan danpengendalian pengereman. Dari konsep tersebut telah dikembangkan sistem transmisiotomatik secara variabel yang disebut dengan Continously Variable Transmission (CVT)sistem. CVT pada sepeda motor menggunakan speed governor yang mengatur kedudukanatau diameter puli primer untuk merubah ratio transmisi sesuai dengan putaran mesin.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berat roller sentrifugal yang terdapat dalamspeed governor terhadap kinerja traksi. Kinerja traksi dianalisa dengan melakukan pemodelanmatematik dengan kendaraan model sepeda motor Nouvo 115 cc, 4 tak. Sebagai parameterinput pada perhitungan meliputi : kecepatan (V = 0-30 km / jam, V = 40-70 km / jam, dan V =80-90 km / jam), torsi mesin, berat roller sentrifugal, dinamika kendaraan (gaya berat, gayahambat, dsb). Untuk dapat menjawab permasalahan yang timbul dilakukan penelitian denganmempergunakan metode simulasi yang dibandingkan dengan pengujian di jalan lurus datar.Dari hasil simulasi dan eksprimen dilapangan didapat : untuk berat roller sentrifugal 8 gr kinerjatraksi terbesar terjadi pada kecepatan rendah sehingga akselerasi pada kecepatan rendahpaling cepat dibandingkan dengan roller sentrifugal 10,2 (standar) atau 12 gr. Sedangkandengan berat roller sentrifugal 12 gr akan didapat kinerja traksi terbesar pada kecepatan tinggisehingga kendaraan akan mudah dipercepat pada kecepatan tinggi tersebut, dan untuk rollersentrifugal 10,2 gr (standar) memiliki kinerja traksi diantara roller sentrifugal 8 gr dan 12 gr.Kata kunci: CVT Sistem, Sepeda motor, Kinerja traksi, Simulasi, Roller Sentrifugal, Speed GovernorThe automotive technology especially motorcycle has been innovated to improve the handlingstability and comfortably. The developing of motorcycle technology has applied automatictransmission system.The automatic transmission has systems which need accelerationhandling and break control. From this concept has been done to develop automatictransmission system according to variable which said Continuously Variable Transmission(CVT) system.The purpose of this experiment is to know effect weight of roller centrifugal inspeed governor to traction performance. The analysis traction performance executedmatchematic model with motorcycle Nouvo, 115 cc 4 strokes as vehicle model. Parameter inputof this calculation include : vehicle speed (V = 0-30 km/h, V = 40-70 km/h, dan V = 80-90km/h), engine torque, and vehicle dynamic model behavior. For get the answer, the exprimentexecuted with simulation mode and then appealed with expriment on straightaway level.The obtained result on simulation and expriment : for roller centrifugal with 8 gr weight will gavethe maximum traction performance on low speed until the acceleration on low speed is fasterthan the roller centrifugal 10.2 gr or 12 gr. However the roller centrifugal with 12 gr weight willgave the highest traction performance on the high speed until the vehicle easy to faster in highspeed, and for roller centrifugal 10.2 gr weight (standard) have traction performance betweenroller centrifugal 8 gr and 12 gr..Keywords: CVT System, Motorcycle, Traction Performance, Simulation, Roller Sentrifugal,Speed Governor
Studi Numerik dan Eksperimental Karakteristik Dinamik Model Sistem Suspensi Asnawi Lubis; Zulhendri Hasymi
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 5 No 1 (2012): Oktober 2012
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.228 KB)

Abstract

AbstrakKarakteristik dinamik suatu struktur mesin sangat penting untuk diketahui untuk menghindari getaran yangberlebihan pada struktur tersebut. Karakteristik dinamik tersebut ditentukan oleh frekuensi pribadi,amplitudo dan modus getar. Getaran pada suatu struktur mesin dapat terjadi karena adanya eksitasi baikyang berasal dari dalam maupun dari luar sistem. Jika frekuensi eksitasi berada di sekitar frekuensi pribadisistem maka dapat terjadi fenomena resonansi, yang akan mengakibatkan amplitudo getaran yang tinggi.Amplitudo yang tinggi yang equivalent dengan defleksi dapat mengakibatkan kegagalan pada suatusistem mesin ataupun struktur. Tulisan ini melaporkan hasil kajian secara numerik dan experimentalterhadap karakteristik dinamik suatu model sistim suspensi. Sistim suspensi dimodelkan dan dianalisissecara numerik menggunakan metode elemen hingga dan diuji secara experimental menggunakanperangkat Universal Vibration System (UVS) untuk memperoleh karakteristik dinamik yang meliputifrekuensi pribadi dan amplitudo getaran. Hasil studi menunjukkan bahwa amplitodo makin besar padanodal atau posisi yang makin jauh dari tumpuan pegas.
Pengaruh tegangan listrik dan waktu elektroplating Krom keras terhadap ketebalan lapisan Krom I Ketut Suarsana; I Made Rasta; DNK Putra Negara
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 1, No.2 Desember 2006
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.477 KB)

Abstract

Proses pelapisan Krom merupakan proses akhir atau tahap penyelesaian pada kebanyakan pembuatan komponen agar tidak cepat aus, seperti pada poros, pasak, ring piston, silinder, bearing dan crank shaft. Bahan spesimen yang digunakan adalah Baja St 60 (C 0.40%; Mn 7%; Si 0.28%; P+S 0.09%; Fe 98,53%) dengan variasi tegangan listrik 4 volt, 6 volt, 8 volt, dan variasi waktu elektroplating Krom keras 30 menit, 45 menit, 60 menit. Pengujian yang dilakukan dengan pengukuran ketebalan lapisan menggunakan skala foto mikro dan menghitung ketebalan lapisan permukaan .Dari hasil penelitian ditunjukkan bahwa semakin tinggi tegangan listrik (volt) yang di gunakan dan semakin lama waktu pelapisan Krom keras maka semakin meningkat ketebalan lapisannya. Ketebalan lapisan permukaan yang paling tinggi didapatkan pada tegangan 8 volt dengan waktu pelapisan 60 menit dengan ketebalan lapisannya sebesar 89,37 ?m sedangkan ketebalan lapisan permukaan paling rendah didapat pada tegangan 4 volt dengan waktu pelapisan 30 menit ketebalan lapisannya sebesar 20,18 ?m.
Rancangan Alkaline Fuel Cell Sederhana dengan Menggunakan Stainless Steel sebagai Elektrodanya I Made Suardamana; Made Sucipta; I Ketut Gede Sugita; Made Suarda
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 7 No 1 (2014): April 2014
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.606 KB)

Abstract

Penggunaan stainless steel sebagai material elektroda pada alkaline fuel cell telah diteliti. Adabeberapa tipe/seri stainless steel yang mudah didapatkan di pasaran, yaitu seri 430 dan seri304. Pada penelitian ini telah dikaji penggunaan kedua seri pelat stainless steel tersebut biladigunakan sebagai elektroda dengan disusun secara seri pada rangkaian pengujiannya.Rangkain seri tersebut dirancang untuk penggunaan 1 pasang, 2 pasang dan 3 pasangelektroda. Selama pengujian, untuk melihat pengaruhnya tersebut, konsentrasi KOH yangdigunakan sebagai elektrolit juga divariasikan dari konsentrasi 10% sampai 70% berbasismassa. Dimensi efektif elektroda yang digunakan adalah sebesar 90 mm x 200 mm, denganjarak antar anoda dan katoda sebesar 10 mm. Supply hidrogen dan oksigen dijaga masingmasingpada tekanan 1 bar dan 0,5 bar secara berturut-turut. Hasil pengujian menunjukkanbahwa dengan perbedaan konsentrasi KOH pada elektrolit akan memberikan suhu operasiyang berbeda. Semakin tinggi konsentrasi KOH semakin tinggi pula suhu elektrolit yangdihasilkan. Performa alkaline fuel cell yang lebih baik ditunjukkan bila menggunakan pelatstainless steel seri 304 dibandingkan menggunkan pelat stainless steel seri 430, dan padakonsentrasi KOH yang paling tinggi dicapai performa yang paling tinggi pula. Pengunaan 3pasang elektroda yang tersusun seri juga menunjukkan hasil yang terbaik dibandingkandengan menggunakan 1 atau 2 pasang elektroda, baik itu dari sisi tegangan, arus dan dayalistrik yang dihasilkan.Kata Kunci: Alkaline fuel cell, stainless steel, susunan elektroda, konsentrasi KOH, performaThe use of stainless steel as an electrode material in alkaline fuel cells has been investigated.There are several types/series stainless steel that is easily available in the market, namely the430 series and 304 series. In this studies, the use of the series of stainless steel plates whenused as electrodes arranged in series with the circuit testing have examined. Combination of theseries is designed to use 1 pair, 2 pairs and 3 pairs of electrodes. During the test, to see theeffect, the concentration of KOH used as the electrolyte in this experiment is also varied from10% to 70% based on mass. Dimensions of effective electrode used in this experiment is equalto 90 mm x 200 mm, the distance between the anode and cathode is kept at 10 mm. Supply ofhydrogen and oxygen respectively maintained at a pressure of 1 bar and 0.5 bar respectively.The test results showed that the difference in concentration of KOH electrolyte will give adifferent operating temperature. The higher concentration of KOH, the higher electrolytetemperature will be generated. Alkaline fuel cell better performance demonstrated when usingstainless steel plates 304 series instead of using the stainless steel plate 430 series, and at thehighest concentration of KOH, the highest performance is achieved anyway. The use of 3 pairsof electrodes are arranged series also showed the best results compared to using 1 or 2 pairs ofelectrodes, both in terms of voltage, current and power output.Keyword: Alkaline fuel cell, stainless steel, electrode composition, KOH concentration,performance
Analisis Performa Kolektor Surya Pelat Bersirip Dengan Variasi Luasan Permukaan Sirip Made Sucipta; I Made Suardamana; Ketut Astawa
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 4, No.2 Oktober 2010
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.634 KB)

Abstract

Energi matahari yang sampai ke permukaan bumi, dapat dikumpulkan dan diubah menjadi energi panas yang bergunamelalui bantuan suatu alat yang disebut kolektor surya. Ada beberapa tipe kolektor surya, salah satu diantaranya yang sudahbanyak dikenal adalah kolektor surya pelat datar. Jenis kolektor ini menggunakan pelat berupa lembaran, yang berfungsi untukmenyerap pancaran energi matahari yang datang dan memindahkan panas yang diterima tersebut ke fluida kerja.Untuk meningkatkan performa kolektor surya tersebut, dilakukan modifikasi pada pelat penyerapnya. Modifikasi yangdilakukan adalah dengan menambahkan sirip pada pelat tersebut. Sirip yang ditambahkan, diletakkan menempel pada bagianatas atau pada bagian bawah pelat penyerap, disesuaikan dengan letak aliran udaranya. Untuk mengetahui pengaruh peletakantersebut, dilakukan pengujian perbandingan mengunakan dua buah kolektor untuk aliran udara di atas dan di bawah pelatpenyerap dengan laju aliran massa dan luas permukaan sirip yang sama pada kedua kolektor. Pengujian juga menggunakan tigavariasi luas permukaan sirip, yang ditunjukan oleh panjang pendeknya sirip yaitu 2,5 cm, 5 cm, dan 7,5 cm.Dari hasil pengujian dan perhitungan yang dilakukan, kolektor dengan letak aliran udara di atas pelat penyerapmenghasilkan temperatur keluaran dan energi berguna yang lebih besar dibandingkan kolektor dengan aliran di bawah pelatpenyerap, untuk seluruh variasi luas permukaan sirip pada laju aliran massa udara yang sama.
Proses Pembentukan Gasket berlapis dengan Metode Elemen Hingga I Made Gatot Karohika; I Nyoman Gde Antara
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 11 No 2 (2018): Published in Oktober 2018
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.99 KB) | DOI: 10.24843/JEM.2018.v11.i02.p06

Abstract

Perkembangan metode elemen hingga memberikan kemudahan bagi para peneliti untuk memprediksi proses dan hasil forming suatu produk sehingga kegagalan bisa dicegah lebih awal dan biaya karena cacat produk bisa dihindari. Pada penelitian ini, proses forming metal gasket three-layer bentuk bergelombang akan di investigasi dengan analisa simulasi yang menggunakan metode elemen hingga. Kesesuaian bentuk produk gasket dengan cetakan mempengaruhi performance gasket tersebut saat proses tightening. Dimensi cetakan gasket menggunakan cetakan gasket 400MPa-mode dengan variasi ketebalan surface layer. Base material menggunakan SUS304 dan surface layer menggunakan ratio modulus elastis 0.1 dan 0.5. Hasil simulasi menunjukkan bahwa gasket forming tidak memenuhi cetakan dan pada bagian puncak gelombang gasket terjadi lekukan. Besarnya lekukan pada puncak gelombang menurun dengan naiknya ketebalan surface layer. The development of finite element methods help the researchers to predict the process and the result of product forming so that failure can be prevented earlier and costs due to product defects can be avoided. In this study, the process of forming metal gaskets of corrugated three-layer forms will be investigated by simulation analysis using finite element method. The suitability of the shape of the gasket product with the mold affects the performance of the gasket during the tightening process. Gasket mold dimensions use 400MPa-mode gasket molds with surface layer thickness variations. Base material using SUS304 and surface layer using Aluminum. The simulation results show that the forming gasket did not fill the mold and at the peak of the gasket convex occurs indentation. The amount of indentation at the convex of the wave decreases with the increase in surface layer thickness.
ANALISIS STRUKTUR MIKRO LAPISAN BOND COAT NIAL THERMAL BARRIER COATING (TBC) PADA PADUAN LOGAM BERBASIS CO Toto Sudiro; Kusnandar -; Hubby ‘Izzudin; Kemas A. Zaini Thosin
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 3, No.1 Juni 2008
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.388 KB)

Abstract

Kehandalan dan umur pakai sistem Thermal Barrier Coating (TBC) ditentukan oleh kestabilan lapisan bond coat dan thermal grown oxide (TGO). Sehingga sangatlah penting untuk memahami mekanisme pembentukan dan degradasi lapisan ini. Pada makalah ini akan dibahas analisis struktur mikro lapisan bond coat NiAl yang dideposisikan pada substrat CoCrNi dengan menggunakan gabungan metoda electroplating dan pack-cementation. Pada makalah ini juga dibahas mekanisme pembentukan void disepanjang interface bond coat¬-substrat setelah tes oksidasi.