cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Energi Dan Manufaktur
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23025255     EISSN : 25415328     DOI : -
"Jurnal Energi dan Manufaktur" is a journal published by Department of Mechanical Engineering, University of Udayana, Bali since 2006. During 2006-2011 the journal's name was "Jurnal Ilmiah Teknik Mesin CAKRAM" (Scientific journal in mechanical engineering, CAKRAM). "Jurnal Energi dan Manufaktur" is released biannually on April and October, respectively. We invite authors to submit papers from experimental research, review work, analytical-theoretical study, applied study, and simulation, in related to mechanical engineering (energy, material, manufacturing, design) to be published through "Jurnal Energi dan Manufaktur".
Arjuna Subject : -
Articles 387 Documents
Pemanfaatan Potensi Limbah Tongkol Jagung Sebagai Syngas Melalui Proses Gasifikasi Di Wilayah Provinsi Gorontalo Siradjuddin Haluti
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 9 No 1 (2016): April 2016
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.42 KB)

Abstract

Abstrak:Jagung merupakan komoditi unggulan Propinsi Gorontal. Walaupun mengalami fluktuasi produksi jagung ditiap tahuntidak mempengaruhi produksi jagung di Provinsi Gorontalo. Dalam beberapa tahun terakhir kebutuhan jagung makinmeningkat, dengan meningkatnya kebutuhan jagung berdampak pada tingginya produksi limbah tongkol jagung yangdihasilkan provinsi Gorontalo, tentunya ini akan menimbulkan masalah bagi lingkungan. Limbah tongkol jagungmerupakan salah satu sektor yang belum dimanfaatkan di provinsi Gorontalo secara maksimal dalam meningkatkannilai ekonomis, lebih efisien dan efektif penggunaannya. Diantaranya pemanfaatan biomassa tongkol jagung sebagaienergi bahan bakar alternatif. Tujuan yang diangkat dalam peneliitian ini adalah (1) Mengetahui potensi produksi limbahtongkol jagung di wilayah Provinsi Gorontalo sebagai energi alternatif. (2)Mengetahui potensi energi alternatif melaluiproses gasifikasi sebagai pemanfaatan dari bahan baku limbah tongkol jagung untuk jadi Gas Syntesis (Syngas).Metode pengumpulan data, pengolahan data dan analisis data. Hasil potensi bahan bakar yang dapat dihasilkan daripemanfaatan limbah tongkol jagung untuk wilayah Provinsi Gorontalo dapat mencapai total rata-rata sebesar 72.931 tonlimbah tongkol jagung. Untuk pemanfaatan limbah tongkol jagung sebagai bahan bakar alternatif melalui prosesgasifikasi menghasilkan syngas sebesar 92.852 ton.Kata kunci: potensi, limbah, tongkol jagung, gsifikasi, energiAbstract:Corn is a commodity Gorontal province. Despite the fluctuations in maize production in each year does not affect maizeproduction in Gorontalo Province. In recent years, corn demand is increasing, with the increasing demand of corncontributes to the high production of waste generated corncob Gorontalo province, this course will cause problems forthe environment. Corncob waste is one sector that is untapped in the province of Gorontalo to the maximum inimproving economic value, more efficient and effective use. Among the corn cob biomass utilization as an energyalternative fuels. Interest raised in peneliitian are (1) Determine the potential corncob waste production in the province ofGorontalo as an alternative energy. (2) Determine the potential of alternative energy through a gasification process asthe utilization of waste materials for the corn cobs so syntesis Gas (Syngas). Methods of data collection, dataprocessing and data analysis. The results of potential fuel that can be produced from corn cobs waste utilization for theprovince of Gorontalo can reach a total average of 72 931 tonnes of waste corncobs. To use corncob waste as analternative fuel through a gasification process to produce syngas amounted to 92 852 tonnes.Keywords: potential, waste, corn cob, gsifikasi, energy
Pengaruh Pemanasan Bahan Bakar terhadap Unjuk Kerja Mesin I Gusti Ngurah Putu Tenaya; I Gusti Ketut Sukadana; I Gusti Ngurah Bagus Surya Pratama
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 6 No 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.931 KB)

Abstract

AbstrakMeningkatnya kendaraan bermotor membutuhkan unjuk kerja yang maksimum dan dengankonsumsi bahan bakar yang hemat pada mesin bertipe injeksi. Dalam upaya untukmeningkatkan unjuk kerja dilakukan dengan berbagai cara salah satunya dengan memanaskanbahan bakar. Pengujian dilakukan pada mesin bensin bertipe injeksi dalam keadaan standarddan memberikan treatment tanpa pemanasan dan dengan pemanasan bahan bakar danmemvariasikan putaran mesin pada 1500 rpm, 2500 rpm, dan 5000 rpm serta memvariasikantransmisi pada transmisi 1, 2, 3, 4, dan 5. Dengan memberikan treatment pemanasan bahanbakar, unjuk kerja mesin yaitu torsi dan daya meningkat, sedangkan laju konsumsi bahanbakar dan konsumsi bahan bakar spesifik menurun dibandingkan tanpa pemanasan bahanbakar.Kata kunci: Treatment pemanasan, unjuk kerja mesinAbstractIncrease in the number of vehicles requires a maximum performance and efficient fuelconsumption in the injection-type engine. In order to improve its performance, various wayswere undertaken, one of them is by heating the fuel. Tests performed on injection-type gasolineengine in the state standards and provide treatment with and without heating of fuel. Enginespeds were varied at 1500 rpm, 2500 rpm and 5000 rpm and variation of transmission was on1, 2, 3, 4, and 5. By giving of fuel heating treatment, the performance of the engine torque andpower increased, while the rate of fuel consumption and specific fuel consumption decreasedcompared to with no heating fuel treatment.Keywords: Treatment heating, engine performance
Desain Dan Pengujian Kolektor Surya CPC Berselubung Kaca Sebagai Media Evaporasi Sistem ORC Dwi Yuliaji; Yogi Sirod Gaoz; Tachli Supriyadi; Roy Waluyo; Mulya Juarsa; Muhamad Yulianto
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 9 No 1 (2016): April 2016
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.876 KB)

Abstract

Abstrak:Bagian dari kegiatan penelitian pembangkit Organic Rankine Cycle (ORC) dengan sumber kalor dari radiasi matahariadalah kolektor surya. Tujuan penulisan ini adalah menjelaskan disain kolektor surya dengan menggabungkan dua tipe,yaitu reflektor plat datar dengan concentrated parabolic collector (CPC).Bagian terpenting dari kolektor surya adalahselubung kaca pada receiver yang bertujuan sebagai media evaporasi pada system Organic Rankine Cycle(ORC).Geometri kolektor termal solar memiliki dimensi dengan panjang 1 m, tinggi 0,9 m, lebar alas 0,028 m, lebartutup 1,16 m. Concentrator merupakan bagian penangkap radiasi matahari dengan model semi silinder tipe CPCdengan bahan AISI 1015 yang dilapisi alumunium foil. Receiver menggunakan pipa tembaga 12,7mm, tebal 20mm,panjang total 3,46 m. Pipa tembaga dibungkus oleh pipa kaca diameter 51,4 mm, tebal 20mm. Dinding reflectormenggunakan AISI 201. Isolator terdiri dua lapisan, lapisan dalam menggunakan bahan polistirena foam tebal 20mmdan lapisan luar menggunakan Harmaflek tebal 20mm. Temperatur tertinggi pipa reciever sebelum dialiri fluida 104,4oCpada intensitas cahaya matahari 57,8 flux.Kata kunci: Kolektor surya, reflektor plat datar, concentrated parabolic collector (CPC), Organic Rankine Cycle (ORC)Abstract:A Part of the research activity for development of Organic Rankine Cycle (ORC) plant with a heat source from solarradiation aresolar collector. The purpose in this paper is to describe design of solar collector with combining two type ofreflector, flat type reflector and concentrated parabolic collector (CPC). Most important part of the solar collector is theglass layer on the receiver which intended as media evaporation in the ORC system. The geometries of solar collectorhave dimensions of length 1 m, height 0.9 m, width of pedestal 0,028 m, width 1.16 m for cap. Then, concentrator is thepart solar radiation catcher using semi-cylinder models type CPC with material AISI 1015 was coated by aluminum foil.Receiver uses a 12,7 mm copper pipe, 20mm thick, total length of 3.46 m. Copper pipe wrapped by a glass pipe withdiameter of 51,4mmand thickness 20mm. Wall reflector using AISI 201. Insulation consists of two layers with innerlayers using polystyrene foam material with a size of 20 mm thick and the outer layer usingHarmaflek with the size of20mm thick. Highest temperature on reciever pipe without fluid is 104,4oC at solar flux 57,8 flux.Keywords : solar collector, flat plate reflector, concentrated parabolic collector(CPC), Organic Rankine Cycle (ORC)
Study of Fiber Treatment and Water Absorption toward Tensile Stength of Coconut Filtrate/Polyester Composite Putu Lokantara; Ngakan Putu Gede Suardana
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 3, No.1 April 2009
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.241 KB)

Abstract

Tapis Kelapa (coconut filter) as natural fiber, in this time it resourches very copius but no longer be exploited off hand andwaste though in fact it used for alternative to be composite. The objective of this research is to investigated tensile strength ofcomposite tapis kelapa as reinforcement and epoxy 7120 and hardener versamid 140 as matrix. The fiber is treated with thechemical NaOH with percentage 0,5%, 1% dan 2% in weight, respectively. This research used coconut-tapis fibre which cutas long as 1cm with 0%,5%,7,5%,10% fiber volume fraction, respectively. Soaking time on the water are 24 hour, 48 hour,98 hour and 196 hour, respectively. For testing of speciment in tensile test with ASTM D3039. The result of this researchshown that the composite with no treatment with NaOH have soak the water better than the composite with treatment NaOH.The average of tensile strength with no treatment NaOH less than with treatment NaOH. The highest strength are reached bycomposite with 10% fraction volume on 48 hour soaking time equal to 52 MPa. While the lowest tensile strength are reachedby composite with 0% fraction volume fibre equal to 16,667 MPa. The average of tensile strength that soak in mineral waterbetter than sea water.
Pengembangan Indentation Size Effect (ISE) Dalam Penentuan Koefisien Pengerasan Regang Baja I Nyoman Budiarsa
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 8 No 2 (2015): Oktober 2015
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.377 KB)

Abstract

Abstrak:Hubungan antara sifat material konstitutif dengan indentasi kekerasan (Hardness Indentation) termasuk ISE (Indentation Size Effect) telah dikembangkan dan dievaluasi dengan indentasi Vickers, hal Ini akan menjadi alat yang berguna dalam mengevaluasi kelayakan penggunaan nilai kekerasan dalam memprediksi parameter bahan konstitutif dengan mengacu pada syarat akurasi pada rentang semua potensi bahan. ISE dapat konsisten diukur dan dapat berpotensi dihubungkan dengan H/E rasio. Skala ISE dari sampel yang diuji menunjukkan pengulangan yang konsisten dan berhubungan kuat dengan sifat material secara signifikan. Hal Ini berpotensi memberikan set data eksperimen yang mencerminkan sifat material yang terkait dengan ketegangan gradien dan kerapatan dislokasi selama proses indentasi Konsep untuk menggunakan data ukuran indentasi Vickers telah dikembangkan untuk meningkatkan akurasi sifat invers pemodelan berdasarkan kekerasan menggunakan baja sebagai sistem bahan. Penelitian ini menunjukkan bahwa ada ISE signifikan dalam tes kekerasan Vickers dimana skala dan reliabilitas ISE dianalisis dengan fitting data mengikuti Power law and proportional resistance model Sebuah konsep baru menggunakan data ISE untuk memperkirakan Koefisien Pengerasan Regang (n) nilai-nilai dari baja telah dievaluasi dan menunjukkan hasil yang baik untuk mempersempit kisaran sifat material yang diprediksi berdasarkan nilai-nilai kekerasan. . Kata kunci: ISE, H/E rasio, Koefisien Pengerasan Regang (n)Abstract:The relationship between the constitutive material properties with Hardness indentation including ISE (indentation Size Effect) has been developed and evaluated by Vickers indentation. This provided a useful tool in evaluating the feasibility of using of hardness value in predicting the constitutive material parameters with reference to the terms of accuracy in the all the potential materials range. ISE can be consistently measured and may potentially be associated with H/E ratio. ISE scale of the samples tested showed consistent repeatability and strongly associated with material properties significantly. This case has the potential to provide experimental data set that reflects the material properties associated with Strain gradient and dislocation density during the indentation process. The concept for using Vickers indentation size data have been developed to improve the accuracy of inverse modeling based of hardness using steel as a material system. This study shows that there are significant ISE in which the Vickers hardness test scale and reliability of ISE analyzed by fitting data following the Power Law and Proportional Resistance Model. A new concept of using ISE data for estimating the Strain hardening exponent (n) values of steel has been evaluated and shown reasonable results for narrowing the range of predicted material properties based on hardness values Keywords: ISE, H/E ratio, Strain hardening exponent (n)
Pengaruh prosentase etanol terhadap daya dan konsumsi bahan bakar mesin pembakaran busi Mega Nur Sasongko
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 9 No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.772 KB)

Abstract

Abstrak:Penelitian ini merupakan studi eksperimental pengaruh penambahan etanol terhadap kinerja mesin pembakaran busi (mesinbensin), meliputi daya efektif dan konsumsi bahan bakar spesifiknya. Mesin yang digunakan dalam penelitian ini berupa mesinempat langkah silinder tunggal, system injeksi tidak langsung, dengan volume 124.8 cc dan rasio kompresi 9.3 : 1. Pengujiandilakukan pada 8 kecepatan putaran mesin yang berbeda mulai dari 1500 rpm sampai 5000 rpm, dengan 10 tipe campuranbensin dan etanol (E10 sampai E100). Hasil pengujian menunjukkan bahwa daya efektif mesin menurun dengan peningkaranetanol dalam campuran untuk semua variasi kecepatan putaran mesin. Daya maksimum dicapai pada putaran mesin 2500sampai 3000 rpm. Etanol memiliki nilai kalor yang lebih rendah dibanding bensin, sehingga peningkatan kandungan etanoldalam bahan bakar menyebabkan kenaikan konsumsi bahan bakar spesifik mesin.Kata kunci: etanol; bahan bakar bensin-etanol; performa mesin, konsumsi bahan bakar spesifikAbstract:This present study investigated experimentally the influence of ethanol addition on the engine performance; in the term ofeffective power and Brake specific fuel consumptio of gasoline spark ignition engine. The engine used in the research was a 4stroke single-cylinder, indirect injection system with volume of 124.8 cc and compression ratio of 9.3:1. The experiments wereconducted at eight different engine speeds ranging from 1500 rpm to 5000 rpm and 10 types of gasoline-ethanol mixtures (E10to E100). The result showed that the effective power decreased with increasing of ethanol in the fuel blends for all variation ofengine speed. The maximum power of the engine was obtained at engine speed around 2500 to 3000 rpm. Since the ethanolhas a lower heating value than that of gasoline, ethanol addition in the blend fuel causes the increment of Brake Specific FuelConsumptionKeywords: ethanol; gasoline-ethanol fuel; spark ignition engine; engine performance, brake spesific fuel consumption
Pemanfaatan Silicon Rubber Untuk Meningkatkan Ketangguhan Produk Otomotif Buatan Lokal Wayan Sujana
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 6 No 1 (2013): April 2013
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.736 KB)

Abstract

Pemanfatan komposit terus dikembangkan guna memenuhi berbagai aplikasi terutama untukmemenuhi kualitas produk-produk lokal dalam menghadapi daya saing produk-produk import.Komposit polimer bermatrik epoxy berpenguat serat kenaf telah dimanfaatkan secara luas dengankarakteristik kekuatan yang tinggi namun kekurangan dari komposit tersebut adalah sifat elastisitasyang rendah (meskipun telah disesuaikan dengan aturan komposisi 50% hardener-standarisasi pabrikpembuatnya). Rendahnya elastisitas dari komposit ini sebagian besar dipengaruhi dari karakteristikmatriknya. Diketahui bahwasannya matrik polimer epoxy memiliki sifat kuat dan getas. Komposit matrikepoxy berpenguat serat kenaf memiliki kekuatan tarik 3,36 Kgf/mm2. Penelitian penambahan karet dalamresin polimer sebagai fasa matrik merupakan desain rekayasa yang dilakukan untuk mendapatkankarakteristik elastisitas bahan komposit bermatrik epoxy yang lebih baik. Silikon rubber adalah bagian daripolimer yang mempunyai keunggulan dalam hal elastisitas, sehingga pencampuran keduanya akanmemberikan karakteristik pada sifat ulet dan tingkat ketangguhan yang lebih baik sehingga dapatdiaplikasikan lebih luas terutama untuk produk-produk otomotif buatan lokal sehingga nantinya dapatbersaing dengan produk-produk ekspor dalam hal kualitasnya. Disamping itu, pemanfaatan silikon rubberakan mengurangi volume matrik dan penguat sehingga akan didapatkan sifat yang lebih optimal dalam halekonomis dan kualitas. Penelitian pemanfaatan silikon rubber (karet putih) pada matrik epoxy menunjukanbahwa kekuatan impak mengalami peningkatan dengan meningkatnya fraksi volume silikon rubber (10%,20% dan 30%). Hal ini menunjukan meningkatnya ketangguhan bahan komposit. Pemanfaatan siliconrubber hingga 30 % fraksi volume dapat meningkatkan lebih dari 50% kekuatan impaknya. Namun,dampak yang ditimbulkan adalah pada sifat mekanis yang lain seperti kekuatan tarik dan kekuatanbendingnya akan menunjukan penurunan meskipun kurang dari 30% dari kekuatan awalnya. Dari hasilpengamatan struktur makro ditunjukan dengan meningkatnya fraksi volume silicon rubber pada matrikakan memberikan efek ikatan yang lebih baik pada serat yang ditunjukan dengan model patah elastis atauberserabut.
ANALISIS GERAK ROBOT LINE TRACER DENGAN PROGRAM ARTIFICIAL INTELLEGENCE MENGGUNAKAN MICROCONTROLLER AT89S51 I Wayan Widhiada
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 2, No.2 Desember 2007
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.069 KB)

Abstract

The research discussed about the work system of The Line Tracer Robot movement analysis, with using the AI program and assembler programming language. The tools that used are microcontroller type AT89S51, Meitan ASM 2005 Standard Edition version 1.00 as development tools and Meitan 2005 as the hardware tools modul. From the result of research, it can be known that The Line Tracer Robot with AI program is able to show differences, among the white as a based colour and black as a line colour. The AI program is able to accelerate/coordinate the system of work, between the censor and the parts of driver motor combinations. The robot that did not use AI program can not run well, and the wheel just able to rotate in one direction.
Perbaikan Performa Traksi dengan Modifikasi Rasio Gigi Tansmisi I Gusti Agung Kade Suriadi; I Ketut Adi Atmika; I Made Dwi Budiana Penindra
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 7 No 2 (2014): Oktober 2014
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.276 KB)

Abstract

Salah satu aspek penting dalam menentukan daya saing suatu produk otomotif adalahkemampuan atau performa traksi, yaitu kemampuan kendaraan untuk melakukan percepatan,melawan hambatan angin, melawan hambatan rolling, melawan gaya tanjakan dankemungkinan untuk menarik suatu beban. Besar kecilnya traksi untuk setiap tingkat gigi sertakecepatan kendaraan yang mampu dicapai dapat dikendalikan dengan mengatur rasio dantingkat transmisi. Rasio transmisi berpengaruh terhadap besarnya torsi yang dapatditransmisikan, sedangkan jumlah tingkat kecepatannya berpengaruh terhadap kehalusanproses transmisi dan transformasi daya pada sistem transmisi tersebut. Untuk mencariperbandingan gigi antara tingkat transmisi terendah dan tertinggi adalah dengan cara progresigeometri. Dasar dari penggunaan metode ini adalah untuk mendapatkan rasio dan jumlahtingkat kecepatan gigi transmisi pada daerah kecepatan operasi mesin yang sama sehinggafuel economy pada setiap gigi akan sama. Modifikasi rasio gigi menghasilkan kurva traksidimana jarak kurva gigi yang berdekatan semakin dekat. Hal ini menunjukkan kehilangan dayawaktu pemindahan gigi transmisi semakin kecil, atau dengan kata lain kinerja traksinyasemakin baik. Perancangan rasio dengan pemasangan 6 tingkat kecepatan,menghasilkankurva traksi dengan jarak antara kurva traksi sangat dekat, berarti kinerja traksinya palingbaik.Kata kunci: Gaya traksi, rasio gigi, jumlah tingkat kecepatan, hambatan rollingOne of important aspect in determining competitiveness of a product otomotif is tractionperformance, that is ability vehicle to incressing the acceleration, melawan of wind resistance,overcoming of rolling resistance, overcoming of grade resitance and possibility to draw anburden. The level of traction from gear ratio stage and also vehicle speed capable to bereached manageable by arranging ratio and number of level transmission. Transmission ratiohave an effect on to level of torque which can transmission, while amount mount its speed havean effect on to softness process the transmission and transformasi energy at the transmissionsystem. Giving for the gear ratio by progresi geometry method. Elementary from this methoduse is to get the ratio and sum up the level of speed at speed area operate for the samemachine so that fuel economy in each gear ratio will be equal. Modification of gear ratio givingthe traction curve where nearby gear ratio curve distance closer. Ratio scheme with theinstallation 6 stage of kecepatan giving traction curve with the distance of traction curve stingnear by, meaning best performance traction..Keywords: Traction, gear ratio, amount level stage, rolling resistance
Perbaikan Sifat Korosi Baja Tahan Karat AISI 410 Dengan Perlakuan Implantasi Ion Tin Gaguk Jatisukamto; Viktor Malau; M Noer Ilman; Priyo Tri Iswanto
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 5, No.1 April 2011
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.388 KB)

Abstract

Baja tahan karat martensitik AISI 410 digunakan secara luas untuk berbagai peralatan industri maupun peralatanmedis. Sifat tahan karat baja AISI 410 dapat ditingkatkan dengan memberikan perlakuan permukaan, salah satunya denganimplantasi ion. Implantasi ion pada permukaan memiliki keunggulan, yaitu proses dapat dilakukan pada temperatur rendah,kedalaman penetrasi dapat diatur dan tidak menyebabkan distorsi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruhimplantasi ion TiN terhadap laju korosi baja tahan karat AISI 410.Proses perlakuan implantasi ion menggunakan implantor ion milik BATAN Yogyakarta. Bahan yangdiimplantasikan adalah TiN dalam bentuk serbuk, diimplantasikan dengan energi 100 keV dan arus 10 ?A. Sampel daribahan baja tahan karat AISI 410 dibubut sehingga memiliki diameter 14 mm dan tebal 3 mm. Material diampelas, dipoles,dan dibersihkan dengan ultrasonic cleaner dan selanjutnya dimplatasikan dengan lima variasi waktu, yaitu 1, 2, 3, 4 dan 5jam. Sampel yang telah diimplantasi, selanjutnya dilakukan uji korosi dengan alat Potensiostat PGS 201T dalam mediaNaCl 0,9%.Dari pengujian korosi diperoleh hasil bahwa laju korosi raw material sebesar 3,58 mm/year menunjukkankecenderungan menurun hingga mencapai terendah yaitu 2,34 mm/year, yang diperoleh pada waktu implantasi antara 3 dan4 jam. Implantasi ion dengan waktu 3 dan 4 jam menunjukkan hasil hampir sama, yaitu masing-masing 2,35 dan 2,34mm/year. atau dapat dikatakan bahwa laju korosi baja tahan karat AISI 410 yang diberi implantasi ion TiN mengalamipenurunan laju korosi sebesar 34,64%. Penambahan waktu implantasi melebihi waktu optimalnya memberikankecenderungan laju korosi meningkat kembali.