cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Energi Dan Manufaktur
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23025255     EISSN : 25415328     DOI : -
"Jurnal Energi dan Manufaktur" is a journal published by Department of Mechanical Engineering, University of Udayana, Bali since 2006. During 2006-2011 the journal's name was "Jurnal Ilmiah Teknik Mesin CAKRAM" (Scientific journal in mechanical engineering, CAKRAM). "Jurnal Energi dan Manufaktur" is released biannually on April and October, respectively. We invite authors to submit papers from experimental research, review work, analytical-theoretical study, applied study, and simulation, in related to mechanical engineering (energy, material, manufacturing, design) to be published through "Jurnal Energi dan Manufaktur".
Arjuna Subject : -
Articles 387 Documents
Cover & Preface JEM Vol. 12 (2) 2019 Ainul Ghurri
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 12 No 2 (2019)
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.288 KB)

Abstract

Puji syukur tercurahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terbitnya JURNAL ENERGI DAN MANUFAKTUR, Universitas Udayana volume 12 Nomor 2 Oktober 2019 ini. Jurnal Energi dan Manufaktur memublikasikan 5-12 artikel ilmiah dalam bidang Teknik Mesin dalam setiap penerbitannya. Penerbitan jurnal ini bertujuan menyediakan media publikasi untuk hasil-hasil penelitian maupun kajian aplikasi di bidang Teknik Mesin, Teknik Industri serta bidang keteknikan lain yang berkaitan. Dewan redaksi mengucapkan terima kasih atas dukungan tiada henti dari rekan-rekan di kampus serta pimpinan jurusan dalam menjaga keberlangsungan penerbitan jurnal ini. Dewan redaksi juga menyampaikan terima kasih atas partisipasi rekan-rekan peneliti yang mengirimkan naskahnya untuk dipublikasikan via Jurnal Energi dan Manufaktur. Dalam penerbitan JURNAL ENERGI DAN MANUFAKTUR Volume 12 Nomor 2 ini, disajikan 11 artikel, dalam berbagai topik hasil penelitian meliputi quality assurance, phase change material, teknik industri, desain manufaktur, simulasi komputer, material, 3D printing, dan proses produksi. Kami berharap semoga artikel-artikel dalam jurnal ini bermanfaat bagi pembaca dan memperkuat semangat untuk ikut dalam pengembangan ilmu dan teknologi terutama di bidang Teknik Mesin. Kami tunggu naskah-naskah untuk penerbitan berikutnya.
The Influence of Flow and Type of Variation in The Welding Electrode SMAW Against Carbon Steel Mechanical Propertis I Made Gatot Karohika
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 3, No.2 Oktober 2009
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.353 KB)

Abstract

Welding is a joining process of 2 or more metal that is widely used in industry. To obtain good welding result it is needed appropriate filler and weld parameters to avoid weld defect and wide deference of mechanic properties between welded metal and base metal.In this experiment we used different filler and current (E 6010, 7018 ? 2,5mm ? 350mm , 100 dan 130 A)and use material carbon steel AISI 1045 and SMAW welding method. Rockwell C Hardness tested in welded metal, HAZ, and base metal area.The hardness number in welded metal and HAZ is reported higher than base metal area, the hardness number of welded metal and HAZ that use current 130 is higher than that one than use current 100 A,and hardness number in base metal relatifely similar. The hardness number of welded metal that use electrode 7018 is higher than hardness number of welded metal that use electrode 6010, and hardness number of HAZ and base metal is not affected significantly by the types of electrode.
Desain Dan Pengujian Kolektor Surya CPC Berselubung Kaca Sebagai Media Evaporasi Sistem ORC Dwi Yuliaji; Yogi Sirod Gaoz; Tachli Supriyadi; Roy Waluyo; Mulya Juarsa; Muhamad Yulianto
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 9 No 1 (2016): April 2016
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.876 KB)

Abstract

Abstrak:Bagian dari kegiatan penelitian pembangkit Organic Rankine Cycle (ORC) dengan sumber kalor dari radiasi matahariadalah kolektor surya. Tujuan penulisan ini adalah menjelaskan disain kolektor surya dengan menggabungkan dua tipe,yaitu reflektor plat datar dengan concentrated parabolic collector (CPC).Bagian terpenting dari kolektor surya adalahselubung kaca pada receiver yang bertujuan sebagai media evaporasi pada system Organic Rankine Cycle(ORC).Geometri kolektor termal solar memiliki dimensi dengan panjang 1 m, tinggi 0,9 m, lebar alas 0,028 m, lebartutup 1,16 m. Concentrator merupakan bagian penangkap radiasi matahari dengan model semi silinder tipe CPCdengan bahan AISI 1015 yang dilapisi alumunium foil. Receiver menggunakan pipa tembaga 12,7mm, tebal 20mm,panjang total 3,46 m. Pipa tembaga dibungkus oleh pipa kaca diameter 51,4 mm, tebal 20mm. Dinding reflectormenggunakan AISI 201. Isolator terdiri dua lapisan, lapisan dalam menggunakan bahan polistirena foam tebal 20mmdan lapisan luar menggunakan Harmaflek tebal 20mm. Temperatur tertinggi pipa reciever sebelum dialiri fluida 104,4oCpada intensitas cahaya matahari 57,8 flux.Kata kunci: Kolektor surya, reflektor plat datar, concentrated parabolic collector (CPC), Organic Rankine Cycle (ORC)Abstract:A Part of the research activity for development of Organic Rankine Cycle (ORC) plant with a heat source from solarradiation aresolar collector. The purpose in this paper is to describe design of solar collector with combining two type ofreflector, flat type reflector and concentrated parabolic collector (CPC). Most important part of the solar collector is theglass layer on the receiver which intended as media evaporation in the ORC system. The geometries of solar collectorhave dimensions of length 1 m, height 0.9 m, width of pedestal 0,028 m, width 1.16 m for cap. Then, concentrator is thepart solar radiation catcher using semi-cylinder models type CPC with material AISI 1015 was coated by aluminum foil.Receiver uses a 12,7 mm copper pipe, 20mm thick, total length of 3.46 m. Copper pipe wrapped by a glass pipe withdiameter of 51,4mmand thickness 20mm. Wall reflector using AISI 201. Insulation consists of two layers with innerlayers using polystyrene foam material with a size of 20 mm thick and the outer layer usingHarmaflek with the size of20mm thick. Highest temperature on reciever pipe without fluid is 104,4oC at solar flux 57,8 flux.Keywords : solar collector, flat plate reflector, concentrated parabolic collector(CPC), Organic Rankine Cycle (ORC)
Studi Eksperimental Tentang Head Loss Pada Aliran Fluida Yang Melalui Elbow 90° Helmizar -
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 5, No.1 April 2011
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.46 KB)

Abstract

Factors that cause energy loss in a piping system is something that is interesting and important to be studied moredeeply. 90° Elbow is a common connection in piping systems. Elbow 90° contributes to the incidence of head loss. Thisresearch will try to identify the influence of curvature (R/d) to the head lossThis study uses test model 90 ° elbows connection with the variation of the radius of curvature of the connectionelbow 90 ° to the pipe diameter (R / d) of 4.199 and 6.299. Flow rates are varied with Q1 = 0.000312345986 m3/s and Q2 =0.000265776 m3/s.The experimental results show that the R/d = 6.299 have a greater head loss rather than the R/d = 4.199. Strikingdifferences in the distribution of pressure coefficient between the radius of inner and outer radius. favorable pressuregradient phenomena occur on the inner radius. Events adverse pressure gradient at the outer radius of elbow allegedlycontributing to the loss of energy / head loss at the elbow 90 °.
Redesain Traktor Capung Meningkatkan Kesehatan dan Kepuasan Petani di Subak Teba Mengwi Badung I Ketut Widana
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 6 No 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.211 KB)

Abstract

AbstrakPerkembangan industri pariwisata dewasa ini tidak terlepas dari masih tetap tegaknyaeksistensi bidang pertanian di tanah Bali. Keberadaan bidang pertanian yang kian terancamsangat memerlukan perhatian dari semua pihak agar anak-anak muda, khususnya anak-anakpetani mau meneruskan profesi orang tua mereka. Penelitian ini adalah tentang implementasiergonomi pada sektor pertanian. Dengan ergonomi bidang pertanian dapat dibuat lebihmenarik, bergengsi dan tidak mengganggu kesehatan. Dalam penelitian ini dilakukan redesaintraktor capung sehingga sesuai dengan antropometri petani. Untuk mengukur manfaat hasilperbaikan bagi peningkatan derajat kesehatan dan kepuasan petani maka akan dilakukanpengukuran, baik pre-test maupun post-test melalui penelitian eksperimental Treatment bySubjects Design. Subjek adalah petani, laki-laki, berumur antara 30 – 51 tahun. Variabel yangakan diukur adalah beban kerja, keluhan muskuloskeletal, kelelahan dan kepuasan kerja.Analisis data dilakukan dengan bantuan program SPSS dengan tingkat kemaknaan ? = 0,05. Berdasarkan pengukuran yang dilakukan di lokasi penelitian, kondisi kelembaban relatif SubakTeba adalah 76,78 %, kecepatan angin rata-rata 1,8 m/dt dan suhu bola kering 32,74oC dan bola basah 28,41oC, sedangkan intensitas bunyi 74,337 dB(A). Hasil penelitian menunjukkanrerata frekuensi denyut nadi kerja sebelum redesain alat adalah 130,51 denyut/menit dansetelah redesain 109,71 denyut/menit atau menurun 15,94%. Skor keluhan muskuloskeletalsebelum memakai traktor redesain adalah 62,46 dan setelah redesain 44,61 atau menurun14,96% dan skor kelelahan sebelum redesain 57,13 dan setelah redesain 49,17 atau menurunsebesar 13,93%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa derajat kesehatan kerja petani semakinmembaik setelah memakai alat yang disesuaikan dengan ukuran tubuh mereka. Untuk tingkatkepuasan dipakai ukuran persepsi dan ekspektasi. Persepsi petani sebelum redesain adalah2,43 dan setelah redesain 3,51 pada skala Likert atau ada peningkatan sebesar 30,77%demikian juga ekspektasi petani meningkat sebesar 12,97%, yaitu dari skor 3,22 menuju 3,70.Gap antara ekspektasi dan persepsi sebelum redesain sebesar 0,79 sedangkan setelahredesain 0,19 atau terjadi peningkatan kepuasan sebesar 0,6.Kata kunci: Beban kerja, keluhan muskuloskletal, kelelahan, kepuasanAbstractThe development of the tourism industry today can not be separated from the still upholding theexistence of agriculture land in Bali. The existence of an increasingly threatened agriculture is inneed of attention from all sides so that young children, especially children of farmers want tocontinue the profession of their parents. This study is about the implementation of ergonomics inthe agricultural sector. With ergonomics the agriculture can be made more attractive, prestigiousand not detrimental to health. In this research, redesigned to fit the tractor dragonfly withanthropometry farmers. To quantify the benefits of improved outcomes for improving the healthstatus and satisfaction of the farmers will be measured, both pre-test and post-test throughexperimental studies Treatment by Subjects Design. Subjects were farmers, male, agedbetween 30-51 years. Variables to be measured is the workload, musculoskeletal disorders,fatigue and job satisfaction. Data analysis was performed with SPSS with significance level ? =0.05. Based on measurements taken at the study sites, relative humidity conditions in SubakTeba is 76.78%, the average wind speed of 1.8 m / sec and the dry bulb temperature of 32.74oC and wet bulb is 28.41o C, while sound intensity is 74.337 dB (A). The results showed a meanpulse frequency of work before redesigning the tool is 130.51 beats/min and after redesigning109.71 beats/min or decreased 15.94%. Score musculoskeletal disorders before taking tractorredesign is 62.46 and after redesign was 44.61 or 14.96% decrease and fatigue scores beforeredesigning is 57.13 and after redesign is 49.17 or decreased by 13.93%. These results indicatethat the degree of farmers' health has improved after using the tools that are tailored to their* Penulis korespondensi, Hp : 0818558703Email : widketuti@yahoo.comJurnal Energi dan Manufaktur Vol.6, No.2, Oktober 2013: 95-205 190body size. Used to measure the satisfaction level of perception and expectations. Farmers'perceptions before redesigning is 2.43 and after the redesign is 3.51 on a Likert scale or there isan increase of 30.77% as well as expectations of farmers increased by 12.97%, from 3.22 to the3.70 score. Gap between expectations and perceptions before redesign is 0.79 and afterredesign is 0.19 or an increase of 0.6 in satisfaction.Keywords: Workload, muscoluskeletal disorders, fatigue, satisfaction
Studi Sifat Mekanik Magnesium AZ31 Hasil Proses Pengecoran Tekan (Squeeze Casting) Muhammad Iqbal; Irza Sukmana; Yanuar Burhanuddin
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 11 No 1 (2018): Published in April 2018
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.464 KB) | DOI: 10.24843/JEM.2018.v11.i01.p01

Abstract

Magnesium forms 2% in the earth's crust, magnesium is widely used in industry. For example, industrial machinery and electronics, and many developed in the field of biomedicine, especially in the field of orthopedics. Magnesium about 60% is present in the human bones, therefore it has great potential for human body implants. However, it is necessary to increase the mechanical and chemical properties of magnesium in order to be used for bone implant materials. Production process using squeeze casting method. Through this method, Liquid metal is given hydraulic pressure, so the mechanical properties of magnesium were better. In this research use temperature parameter = 450?C, pressure = 300 MPa, duration of press 1 minute and variation of holding time 7 and 9 minutes. Magnesium AZ31 increased compared with samples without treatment. Tensile strength with holding time 7 minutes equal to120.27 MPa, holding time 9 minutes was 128.77 MPa, and samples without treatment of was 94.63 MPa. The magnesium hardness value of AZ31 decreased at 7 minute detention was 39 VHN, compared with the sample without treatment of was 41.8 VHN. And the hardness value increased at holding time 9 minutes equal to 46.2 VHN. However, it should be noted that excessive overheating and holding time may lead to decrease in magnesium mechanical properties of AZ31. Magnesium membentuk 2% pada kerak bumi, magnesium banyak digunakan pada industri. Misalnya, industri mesin dan elektronik, dan banyak dikembangkan pada bidang biomedik, terutama di bidang orthopedi. Magnesium sekitar 60% ada pada tulang manusia, oleh karna itu berpotensi besar untuk implan tubuh manusia. Namun, diperlukan peningkatan sifat mekanik dan kimia magnesium agar dapat digunakan untuk bahan implan tulang. Proses produksi menggunakan metode pengecoran tekan. Melalui metode ini, logam cair diberi tekanan hidrolik, sehingga sifat mekanik magnesium lebih baik. Dalam penelitian ini menggunakan parameter temperatur = 450?C, tekanan = 300 MPa, durasi tekan 1 menit dan variasi holding time 7 dan 9 menit. Magnesium AZ31 meningkat dibandingkan sampel tanpa perlakuan. Kekuatan tarik dengan holding time 7 menit sebesar 120,27 MPa, holding time 9 menit sebesar 128,77 MPa, dan sampel tanpa perlakuan sebesar 94,63 MPa. Nilai kekerasan magnesium AZ31 menurun pada holding time 7 menit sebesar 39 VHN, bila dibandingkan sampel tanpa perlakuan sebesar 41,8 VHN. Dan nilai kekerasan meningkat pada holding time 9 menit sebesar 46,2 VHN. Namun, perlu diperhatikan pemanasan dan holding time yang berlebih (over heat) dapat mengakibatkan penurunan sifat mekanik magnesium AZ31.
The Effect of Forging Process on the Fracture Toughness and Hardness of Bronze as Gamelan Instrument Material IGN. Priambadi; IKG Sugita; CI Putri Kusuma K; IGN. Nitya Santhiarsa
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 3, No.2 Oktober 2009
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.579 KB)

Abstract

Bronze especially tin-bronze is most used as base material in making of music instrument such as bell, gamelan and others music instrument. In making of gamelan product, tin-bronze which is alloying between cooper and tin are cast, forged, harmonized and finished finally. Production process and composition are important thing should be noticed. Composition to be used by craftsman is very various depend on customary. In this research, the problem to be investigated is how much the hardness change and fracture toughness due to variation of deformation level. The purpose of this research is to know the effect of deformation level on the hardness and fracture toughness of gamelan base material, so that is hoped can yield bronze good quality as gamelan base material. At melting process of specimen, bronze is made with composition 77,5%Cu – 22,5% Sn according to craftsman composition used. The levels of specimen deformation are 5%, 10%, and 15%. Before forging process, specimens are given heat treatment with temperature 800oC during 30 minutes. Measurement of material hardness use of Vickers Method and fracture toughness test use of Three Point Bending (ASTM E 399-90) model. The result of research shows that t, the higher hardness and fracture toughness to be obtained.
Performansi Sepeda Motor Empat Langkah Menggunakan Bahan Bakar dengan Angka Oktan Lebih Rendah dari Yang Direkomendasikan Ainul Ghurri; Ketut Astawa; Ketut Budiarta
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 8 No 2 (2015): Oktober 2015
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.855 KB)

Abstract

Abstrak :Sepeda motor yang beredar saat ini sebagian besar telah memiliki rasio kompresi yang lebih tinggi dibanding produk tahun-tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa pabrikan berusaha membuat produk dengan efisiensi termal yang lebih tinggi. Rasio kompresi yang lebih tinggi membutuhkan bahan bakar dengan angka Oktan yang lebih tinggi juga. Hal ini sering kurang difahami oleh pengguna sepeda motor sehingga mereka cenderung memilih bahan bakar dengan angka Oktan yang rendah dikarenakan ketidaktahuan tentang hal itu dan karena harga yang murah. Penelitian ini menguji performansi mesin sepeda motor empat langkah menggunakan bahan bakar Premium dan Pertamaxpada sebuah chassis dynamometer untuk dibandingkan performansi mesinnya yang dinyatakan dalam parameter torsi dan daya mesin. Mesin yang digunakan memiliki standar bahan bakar yang direkomendasikan pabrikan berupa bahan bakar Pertamax (angka Oktan 92). Hasil pengujian menunjukkan bahwa torsi dan daya mesin menggunakan bahan bakar Premium lebih rendah daripada jika menggunakan Pertamax. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa menggunakan bahan bakar dengan angka Oktan lebih rendah daripada yang direkomendasikan akan berdampak pada penurunan performansi mesin. Kata kunci: Premium, Pertamax, Oktan, Torsi, DayaAbstract :The recent gasoline motorcycles have higher compression ratio compared to the previous year products. This requires higher octane number fuel. Most of users have a lack of knowledge about this, then still remain use the lowest price of gasoline which has lower octane number than the required. The present research investigates the engine performance of a 4-strokes gasoline engine using Premium (octane number 88) and Pertamax (octane number 92), in term of torque and power. The required fuel of the engine is Pertamax. Motorcycle is tested in chassis dynamometer to measure the torque and power of the engine directly. The results showed that both torque and power of the engine using Premium are lower than those of Pertamax. It can be concluded that using fuel with Octane number lower than required resulted in lower engine performance. Keywords: Premium, Pertamax, Octane, Torque, Power
Kajian awal analisis kalor buang kondensor pendingin ruangan sebagai sumber energi listrik alternatif Sri Poernomo Sari; Trivani Achirudin; Irdiyansyah Irdiyansyah
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 9 No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.554 KB)

Abstract

Abstrak:Cadangan minyak bumi semakin menipis seiring dengan peningkatan konsumsi sumber energi fosil. Sumber energi listrikalternatif yang baru sangat dibutuhkan untuk mengatasi hal tersebut. Penggunaan peralatan pendingin ruangan (AirConditioning) yang semakin meningkat akan menimbulkan dampak pemanasan global. Panas yang dikeluarkan oleh kondensorpendingin ruangan akan terbuang dan bersatu dengan udara lepas tetapi belum dimanfaatkan. Tujuan penelitian ini adalahmenganalisis daya yang dihasilkan oleh kalor buang kondensor pendingin ruangan untuk dikonversikan menjadi energi listrikdengan bantuan generator termoelektrik (TEG). Energi kalor dikonversikan menjadi energi listrik dengan bantuan generatortermoelektrik. Pendingin ruangan kapasitas 1 HP (0.747KW). Ducting dari bahan plat aluminium dibentuk silinder dengandiameter 355 mm, panjang 100 mm, ketebalan 1.2 mm digunakan untuk menyalurkan udara panas dari kondensor. Penampungkalor buang kondensor dari bahan plat aluminium dengan konduktivitas termal 205 J/s.m.°C dan tembaga 385 J/s.m. °C.dihubungkan dengan menempelkan sisi panas generator termoelektrik sedangkan heatsink dan fan dipasang untuk bagian sisidingin termoelektrik. Pengujian pertama dilakukan dengan ducting tanpa insulasi, kedua menggunakan insulasi dari bahanglasswool dengan ketebalan 2 mm dan 12 mm. Pengujian pada ducting tanpa insulasi dan dengan insulasi untuk penampungplat aluminium dihasilkan temperatur kalor buang 35°C. Plat tembaga dihasilkan temperatur 35°C tanpa insulasi, 38°C insulasi 2mm dan 38.9°C untuk insulasi 12 mm. Daya maksimal untuk bahan aluminium dan tembaga adalah 0.0192 dan 0.0216 Watt.Kemudian pada ducting dengan insulasi glasswool 2 mm dihasilkan daya maksimal 0.0248 dan 0.0242 Watt. Pada ductingdengan insulasi glasswool 12 mm dihasilkan daya maksimal 0.0390 dan 0.0330 Watt. Temperatur kalor buang dari bahanalumunium lebih rendah daripada tembaga. Semakin tebal bahan insulasi peredam panas semakin besar daya yang dihasilkan.Daya yang dihasilkan dari kalor buang dengan bahan aluminium lebih besar daripada tembaga.Kata Kunci : Pendingin Ruangan, Kondensor, Kalor, Energi Listrik, Generator TermoelektrikAbstract:Dwindling petroleum reserves in line with the increase in the consumption of fossil energy sources. Source of electrical energybadly needed new alternative to overcome it. The use of air-conditioning equipment (Air Conditioning) to growing impacts ofglobal warming. Heat released by the condenser air conditioner will be wasted and unite with the air separated but not yetutilized. The purpose of this study was to analyze the power generated by the air conditioning condenser waste heat to beconverted into electrical energy with the aid of a thermoelectric generator (TEG). Heat energy is converted into electrical energywith the aid of a thermoelectric generator. Air conditioning capacity of 1 HP (0.747KW). Ducting of the aluminum plate materialshaped cylinder with a diameter of 355 mm, length 100 mm, thickness of 1.2 mm was used to channel hot air from thecondenser. Container condenser waste heat from the aluminum plate material with a thermal conductivity of 205 J / B.C. ° C andcopper 385 J / s.m. ° C. connected by gluing the hot side of the thermoelectric generator while the heatsink and fan mounted tothe side of the thermoelectric cooler. First test was done with ducting without insulation, the use of materials glasswool insulationwith a thickness of 2 mm and 12 mm. Tests on ducting without insulation and insulation for the container with aluminum plateproduced waste heat temperature 35 ° C. Resulting copper plate temperature of 35 ° C without insulation, 38 ° C insulation 2 mmand 38.9 ° C for 12 mm insulation. Maximum power for aluminum and copper are 0.0192 and 0.0216 Watt. Then in glasswoolinsulation ducting with 2 mm maximum power generated 0.0248 and 0.0242 Watt. In ducting with 12 mm glasswool insulationmaximum power generated 0.0390 and 0.0330 Watt. The temperature of the exhaust heat of aluminum is lower than that ofcopper. The thicker the heat-absorbing insulation material greater the power generated. The power generated from waste heat tothe aluminum material is greater than that of copper.Keywords: Air Conditioning, Condensers, Heat, Electrical Energy, Thermoelectric Generator
Variasi Temperatur Pemanasan Zeolite alam-NaOH Untuk Pemurnian Biogas Denny Widhiyanuriyawan
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 6 No 1 (2013): April 2013
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.842 KB)

Abstract

Biogas merupakan salah satu sumber energi alternatif yang ramah lingkungan. Kandungan biogas tidakhanya CH4 namun juga mengandung CO2, H2O, dan H2S yang merupakan pengotor dalam biogas.Pengotor ini menyebabkan tidak sempurnanya proses pembakaran, nilai kalor menurun, dan korosi.Sehingga kandungan senyawa pengotor tersebut harus hilangkan dengan cara permunian atau purifikasi.Salah satu metode pemurnian adalah dengan menggunakan adsorbent. Salah satu adsorbent yang murahdan melimpah di Indonesia adalah zeolite alam. Oleh karena itu didalam penelitian ini dikaji pemurnianbiogas dengan menggunakan zeolite yang telah diaktivasi dengan larutan NaOH 15% dari masa zeolite100 gram dengan variasi perlakuan panas. Penggunaan NaOH bertujuan untuk membersihkan zatpengotor pada permukaan pori yang ada pada zeolite. Sedangkan perlakuan panas bertujuan untukmengaktivasi zeolit secara fisik. Perlakuan panas pada zeolite yang telah diaktivasi secara kimiawidivariasikan pada temperatur 300°C, 600°C, dan 900°C. Waktu pemurnian diamati dari interval waktu 15menit sampai dengan menit ke 120. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan kandungan CO2 danH2S yang optimal (0%) terjadi pada temperatur perlakuan panas 900°C pada waktu 120 menit. Hal inimenunjukan bahwa dengan meningkatnya temperatur perlakuan panas mampu memperpendek waktupemurnian. Dan dari perhitungan nilai kalor secara teoritis dengan waktu pemurnian 120 menit padatemperatur pemanasan 300°C, 600°C dan 900°C menunjukkan secara berturut-turut yaitu sebesar 6396,89kkal/kg, 7711,88 kkal/kg dan 10118,44 kkal.kg. Nilai-nilai diatas lebih besar jika dibandingkan denganzeolite tanpa perlakuan panas yaitu sebesar 5409,01 kkal/kg.