cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JURNAL ILMU BUDAYA
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 23547294     EISSN : 26215101     DOI : -
Core Subject : Art,
Jurnal Ilmu Budaya (JIB) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Departemen Sastra Prancis Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin. JIB terbit secara berkala dua kali dalam setahun, periode Juni dan Desember. JIB memuat hasil-hasil penelitian dan kajian dalam bidang ilmu bahasa dan budaya Prancis, kajian bidang Bahasa dan Budaya Frankofoni, kajian linguistik, kesusastraan , kajian budaya, dan pengajaran. JIB menerima artikel, hasil penelitian, review artikel, dan editorial dalam bahasa Inggris, bahasa Prancis dan atau dalam bahasa Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 326 Documents
Resilience through Cultivation A Sociological Analysis of Home Gardening Practices during the COVID-19 Pandemic in Sri Lanka Jayarathne, S.D.Y.
JURNAL ILMU BUDAYA Vol. 14 No. 1 (2026): jurnal ilmu budaya
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34050/jib.v14i1.48256

Abstract

Using a mixed-method approach that incorporated quantitative survey data and qualitative interviews from 150 randomly selected households, the research explores the social, economic, and psychological dimensions of home gardening during the crisis. The findings reveal that 53% of participants were female and 47% male, with most households initiating or expanding their gardens as a direct response to lockdown restrictions. Approximately 73% identified the pandemic as the primary motivation for cultivating home gardens, while 90% adopted organic fertilizer due to shortages of chemical alternatives. Economically, home gardening alleviated food insecurity and reduced household expenditure, while socially, it fostered community resilience and knowledge sharing through both formal and informal channels. Psychologically, gardening provided therapeutic relief and a sense of purpose during prolonged isolation, contributing to improved mental well-being. The study highlights that 80% of respondents expressed high satisfaction with their gardening experiences, citing self-sufficiency, environmental awareness, and improved dietary quality as benefits.
Disosiasi Fatima dalam Novel al-Khabā’ Karya Miral at-Tahawy: Analisis Psikologi Sigmund Freud Hakimi, Muhammad Baihaqi; Kusumawati, Aning Ayu; Mustari
JURNAL ILMU BUDAYA Vol. 14 No. 1 (2026): jurnal ilmu budaya
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34050/jib.v14i1.48654

Abstract

Penelitian ini mengkaji disosiasi yang dialami Fatima, tokoh utama novel Al-Khabā’ karya Miral al-Tahawy, sebagai mekanisme pertahanan psikologis dalam merespons trauma domestik dan penindasan patriarkal. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif berbasis teori psikoanalisis Sigmund Freud, khususnya konsep id, ego, superego, dan mekanisme pertahanan, penelitian ini menganalisis data tekstual untuk mengungkap bagaimana Fatima membangun dunia imajiner melalui Zahwa, alter egonya yang berasal dari cerita rakyat Beduin. Temuan menunjukkan bahwa disosiasi awalnya berfungsi sebagai strategi adaptif untuk menjaga stabilitas emosional di tengah isolasi ekstrem dan kekerasan. Namun, seiring intensifikasi trauma, terutama setelah amputasi kaki dan pengabaian keluarga, dunia imajiner tersebut runtuh, menandai kegagalan disosiasi sebagai pelindung psikis. Penelitian ini menegaskan relevansi teori Freud dalam menganalisis narasi trauma perempuan dalam konteks budaya non-Barat.
Analisis Formula Cawelti dalam Novel Seijo no Kyūsai Karya Keigo Higashino Putri, Tiara Rosmika; Anwar, Fithyani; Imelda, Imelda
JURNAL ILMU BUDAYA Vol. 13 No. 2 (2025): jurnal ilmu budaya
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34050/jib.v13i2.48876

Abstract

This study examines the application of the classic detective formula in Seijo no Kyūsai by Keigo Higashino using John G. Cawelti’s framework. The research aims to identify narrative patterns and structural variations that distinguish the novel from conventional detective mysteries. Using a descriptive qualitative method with note-taking, the study analyzes data from both the Japanese text and its Indonesian translation. The findings indicate that the novel applies the five aspects of the classic detective formula but modifies them by introducing an impossible crime, thereby creating greater complexity. The crime is revealed not through explicit depiction but through indications of cause of death, while real and false clues emerge from character actions, monologues, and misleading alibis. The investigation integrates police inquiry with scientific experiments by Yukawa Manabu as a nonconventional detective. The solution unfolds gradually through analytical dialogue, ending with the perpetrator’s arrest while leaving emotional tension that enriches the narrative.
PUISI LE ROSSIGNOL KARYA PAUL VERLAINE : SIMBOLISME MELANKOLI DAN REPRESENTASI KEHILANGAN CINTA PERTAMA Chodizah1 , Izha Siti; Laksman-Huntley, Myrna
JURNAL ILMU BUDAYA Vol. 14 No. 1 (2026): jurnal ilmu budaya
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34050/jib.v14i1.49258

Abstract

The distinctiveness of style and expression in poetry is often reflected in literary movements such as symbolism, using symbols to bridge the real world and the world of ideas while emphasizing musicality in verse. Verlaine frequently explored themes of love in his works. His poem Le Rossignol portrays the experience of losing a first love and transforms it into a universal symbol of human suffering. This study examines the representation of lost first love through a qualitative textual approach, drawing on the theories of poetry to analyze structure as a unified whole and of sound to assess vocal and consonantal musicality. The findings reveal that loss is expressed through alliteration, assonance, rhyme, and metrical freedom, while natural symbols such as the bird, tree, and moon project the poet’s inner state. Thus, Le Rossignol demonstrates how Verlaine employs sound and symbolism to articulate first love as an existential reflection on melancholy.
URGENSI BAHAN AJAR BAHASA ARAB SEBAGAI PENENTU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR Muqmin, Nurul Atira; Hamzah, Andi Abdul
JURNAL ILMU BUDAYA Vol. 14 No. 1 (2026): jurnal ilmu budaya
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34050/jib.v14i1.49323

Abstract

Pengembangan bahan ajar bahasa Arab merupakan kebutuhan mendesak dalam konteks pendidikan tinggi, khususnya pada program studi yang memiliki kekhasan disiplin keilmuan tertentu. Realitas menunjukkan bahwa bahan ajar bahasa Arab yang digunakan saat ini masih bersifat umum dan belum sepenuhnya disesuaikan dengan kebutuhan keilmuan mahasiswa. Padahal, pembelajaran bahasa Arab idealnya dirancang sesuai dengan konteks akademik dan kebutuhan spesifik peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji urgensi pengembangan bahan ajar bahasa Arab berbasis keilmuan serta mendeskripsikan bentuk pengembangannya. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan model analisis interaktif. Hasil kajian menunjukkan (1) terdapat pengembangan bahan ajar bahasa Arab berbasis keilmuan diperlukan karena mahasiswa lebih akrab dengan istilah dan wacana bidang studinya; (2) tema-tema pokok pembelajaran bahasa Arab dapat dikembangkan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing jurusan; dan (3) bahan ajar bahasa Arab berbasis kebutuhan mahasiswa hendaknya dirancang dengan mengintegrasikan empat keterampilan berbahasa, yaitu maharah al-istima’, maharah al-kalam, maharah al-qira’ah, dan maharah al-kitabah.
PENGUKURAN DAN EVALUASI BELAJAR TARI PADA PENDIDKAN NONFORMAL DI SANGGAR TARI: PENGUKURAN DAN EVALUASI BELAJAR TARI Ponco Tri Atmojo Wibowo
JURNAL ILMU BUDAYA Vol. 14 No. 1 (2026): jurnal ilmu budaya
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34050/jib.v14i1.49430

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pengukuran dan evaluasi belajar tari pada pendidikan nonformal di sanggar tari serta perannya dalam memantau perkembangan kemampuan peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi kegiatan pembelajaran, wawancara dengan guru dan siswa sanggar, serta dokumentasi proses latihan dan pementasan. Subjek penelitian meliputi guru pengajar dan peserta didik yang mengikuti pembelajaran tari secara rutin di sanggar. Landasan teori yang digunakan adalah konsep pengukuran dan evaluasi pembelajaran serta teori belajar seni tari yang menekankan aspek wiraga, wirama, dan wirasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengukuran dan evaluasi belajar tari dilaksanakan secara berkelanjutan melalui penilaian praktik, observasi sikap, dan evaluasi kenaikan tingkat. Evaluasi tersebut membantu guru dalam mengetahui perkembangan keterampilan, kedisiplinan, dan penghayatan siswa, serta meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri. Kendala yang ditemukan antara lain perbedaan kemampuan dasar siswa dan keterbatasan waktu latihan.