cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 2088411     EISSN : 25282891     DOI : https://doi.org/10.31947
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 481 Documents
RINTANGAN KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA DALAM PERKAWINAN DAN PERCERAIAN ETNIS JAWA DENGAN PAPUA DI KOTA JAYAPURA (SUATU STRATEGI MANAJEMEN KONFLIK DALAM HUBUNGAN INTERPERSONAL PASANGAN SUAMI ISTRI) Rostini Anwar; Hafied Cangara
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.5 No.2 Juli - Desember 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v5i2.1906

Abstract

The research aims to (1) identify the barriers of communication between the pair of Javanese culture with Papua, which is still in wedlock or from couples who have divorced, (2) analyzing conflict management strategies in interpersonal relationships Javanese couples with Papua in addressing existing conflicts. Research using interpretive approach to qualitative research methods. Data obtained by conducting in-depth interviews with 15 informants, which consists of 5 couples who still harmony in marriage and two pairs ex-husband and wife who have been divorced, and 1 widow of marriage Javanese settled Papua in Jayapura. Based on the results of the study indicate that many married couples of different ethnic Papuans with Java, which tends to want to show the characteristic of the culture of self respective dominant one another. One source of conflict is due to misscommunication between two parties resulting from differences in ethnicity and its difficult to adjust the condition. This study shows that openness of communication between couples who either can not necessarily reduce the intensity of the conflict escalation process in a marital relationship. Factors communication style in Javanese with Papua (controlling, aggressive, coercive, domination and racist) contribute to determining the appearance of conflict. The ultimate solution is that they form a bond strong commitment and understanding of the need for diversity.  Penelitian bertujuan (1) mengidentifikasi rintangan komunikasi antar budaya pasangan etnis Jawa dengan Papua yang masih dalam ikatan perkawinan maupun dari pasangan yang telah bercerai, (2) menganalisa strategi manajemen konflik dalam hubungan interpersonal pasangan etnis Jawa dengan Papua dalam menyikapi konflik yang ada. Penelitian menggunakan pendekatan interpretatif dengan metode penelitian kualitatif. Data diperoleh dengan melakukan wawancara mendalam dengan 15 orang informan, yang terdiri dari 5 pasangan suami istri yang masih harmonis dalam ikatan perkawinan dan 2 pasangan mantan suami istri yang telah bercerai, serta 1 orang janda dari perkawinan etnis Jawa dengan Papua yang menetap di Kota Jayapura. Berdasarkan hasil penelitian mengindikasikan bahwa banyak pasangan suami istri berbeda etnis Papua dengan Jawa yang cenderung ingin menampilkan ciri khas budaya diri masing-masing secara dominan satu sama lain. Salah satu penyebab terjadinya konflik adalah karena adanya misscommunication diantara kedua belah pihak yang diakibatkan karena perbedaan etnis dan sulit nya menyesuaikan kondisi tersebut. Penelitian ini menunjukkan, keterbukaan komunikasi antar pasangan suami istri yang baik belum tentu bisa mengurangi intensitas konflik pada proses eskalasi hubungan dalam perkawinan. Faktor gaya komunikasi pada etnis Jawa dengan Papua (mengontrol, agresif, koersif, dominasi dan bersifat rasis) memberi kontribusi untuk menentukan munculnya konflik. Solusi utamanya adalah mereka membentuk ikatan komitmen yang kuat dan perlunya pemahaman akan adanya keberagaman.
POLA PENYEBARLUASAN INFORMASI PROGRAM BINA KELUARGA LANSIA (BKL) TENTANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT LANSIA DI KABUPATEN MAROS Abdul Wadu'ud; Tuti Bahfiarti
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.5 No.1 Januari - Juni 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v5i1.1889

Abstract

This study aims to determine the pattern of information dissemination Elderly Family Guidance program (BKL) against elderly people in Maros as well as inhibiting factors / obstacles encountered in the dissemination of the Elderly Family Guidance. This study used a qualitative descriptive approach, the number of informants as many as 12 people, 6 internal informants from the instance of Population and Family Planning Area (BKKBD) and 6 external informant in the form of supporting activities. Data collected by observation and interview. The study was conducted in two groups Elderly Family Development (BKL) in two sub-districts of Maros. Then analyzed the data using triangulation techniques. The results showed that the Elderly Family Development program (BKL) organized by the National Population and Family Planning Area (BKKBD) has not run optimally. Communication patterns done of interpersonal communication and group communication. Interpersonal communication in the form of coordination, home visits before the activity takes place, in the form of counseling and group communication reciprocal interaction.. The factors obstacles in its implementation, namely: lack of extension staff, budget, skill cadres and extension, the availability of volunteers and community feedback. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penyebarluasan indormasi program Bina Keluarga Lansia (BKL) terhadap masyarakat Lansia di Kabupaten Maros serta faktor penghambat/rintangan yang dihadapi dalam penyebaran informasi Bina Keluarga Lansia tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan jumlah informan sebanyak 12 orang, 6 orang informan internal dari badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Daerah (BKKBD) dan 6 orang informan ekternal berupa pendukung kegiatan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan wawancara mendalam. Penelitian dilakukan di dua kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) di dua kecamatan di kabupaten Maros. Selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Bina Keluarga Lansia (BKL) yang diselenggarakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Daerah (BKKBD) belum berjalan secara maksimal. Pola komunikasi yang dilakukan yaitu komunikasi interpersonal dan komunikasi kelompok. Komunikasi interpersonal berupa koordinasi, kunjungan rumah sebelum kegiatan berlangsung, komunikasi kelompok berupa penyuluhan dan interaksi timbal balik. Adapun faktor penghambat/rintangan dalam pelaksanaannya yaitu : kurangnya tenaga penyuluh, anggaran, keterampilan kader dan penyuluh, ketersediaan kader dan tanggapan masyarakat. 
STRATEGI PUBLIC RELATIONS MYKO HOTEL & CONVENTION CENTER MAKASSAR DALAM MENYELESAIKAN KRISIS PUBLIK Citra Ayu Mandiri; Sitti Murniati Mukhtar
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.5 No.2 Juli - Desember 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v5i2.1921

Abstract

The purpose of this study is (1) To know the public relations strategy of MYKO Hotel & Convention Center Makassar in solving public crisis; (2) To know what factors support the Public Relations of MYKO Hotel & Convention Center Makassar in solving the public crisis. This type of study uses descriptive qualitative study method by presenting data in the form of narrative descriptions, words, phrases, opinions and ideas collected by studyers from various sources. Studyers obtained data based on in-depth interviews with competent sources to answer the problem formulation, where the informants were selected by using purposive determination technique and through literature study based on the data received from the staff of MYKO Hotel & Convention Center. The result of the study shows that the strategy used by PR MYKO Hotel & Convention Center Makassar in solving the public crisis include: conducting study on case and news, completing the licensing documents in accordance with the procedures of Makassar city government, press conference, providing services to the media, invite Makassar city government to come and see the situation of the company, set up crisis center. The supporting factors in solving the public crisis are human resources (HR), cooperation with stakeholders, infrastructure, budget, link building, development of information and communication technology, non-writing activities.  Tujuan studi ini adalah (1) Untuk mengetahui strategi public relations MYKO Hotel & Convention Center Makassar dalam menyelesaikan krisis publik; (2) Untuk mengetahui mengetahui faktor-faktor apa yang mendukung Public Relations MYKO Hotel & Convention Center Makassar dalam menyelesaikan krisis publik.Tipe studi ini menggunakan metode studi deskriptif kualitatif yakni dengan menyajikan data dalam bentuk deskripsi berupa naratif, kata-kata, ungkapan, pendapat dan gagasan yang dikumpulkan oleh penulis dari berbagai sumber. Penulis memperoleh data berdasarkan wawancara mendalam dengan para narasumber yang berkompeten menjawab rumusan masalah, dengan menggunakan teknik penarikan informan secara purposive dan melalui studi pustaka berdasarkan data-data yang terima dari staff MYKO Hotel & Convention Center. Hasil studi menunjukkan bahwa strategi yang digunakan oleh PR MYKO Hotel & Convention Center Makassar dalam menyelesaikan krisis publik antara lain : melakukan study kasus dan pemberitaan, melengkapi dokumen perizinan sesuai prosedur pemerintah kota Makassar, melakukan press conference, pelayanan kepada media, mengundang pemerintah kota Makassar untuk showing perusahaan, mendirikan crisis centre. Adapun faktor-faktor pendukung dalam menyelesaikan krisis publik yakni sumber daya manusia (SDM), kerjasama dengan para stakeholders, sarana prasarana, anggaran, pembentukan link, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, kegiatan non penulisan.
IDENTITAS LOKAL VS SENTRALISASI UDARA RADIO BERJARINGAN DI KOTA MAKASSAR Andi Ayuni Dara Uleng; Muliadi Mau
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.5 No.1 Januari - Juni 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v5i1.1880

Abstract

The purpose of the research are to know the comparison between the local identity and national identity of radio network in Makassar: to know the efforts by the radio network in representing local identity. The research is in Makassar, which is in Radio Delta FM, Smart FM, Prambors FM and I-Radio. The methods that used in this research is descriptive qualitative. Informants in this study were selected through purposive sampling technique based on certain criteria. The data collection methods in this research are interview, observation, documentation, and referencing to some previous studies and literatures on this subject. The collected data are analyzed through Milles and Huberman’s interactive model. The results of this study shows the comparison between the local identity and national identity of the radio network in Makassar has already suitable to the standard of SSJ regulation only in the duration of airing. Whereas in terms of programs, most of the radio network tends to play more songs with an interludes of common topics without any local content. This research also shows that there are differences in the efforts to represent the local identity of each radio network. Delta FM Makassar and Prambors FM Makassar represented their locality through duration of airing, while Smart FM Makassar and I-Radio Makassar also representing them through local content. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui perbandingan antara identitas lokal dan identitas nasional radio berjaringan di Kota Makassar; untuk mengetahui upaya yang dilakukan radio berjaringan dalam merepresentasikan identitas lokalnya. Studi ini dilaksanakan di Kota Makassar, yaitu di Radio Delta FM, Smart FM, Prambors FM dan I-Radio. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah deskriptif kualitatif. Informan dalam studi ini dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria-kriteria tertentu. Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam studi ini adalah wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan dengan mengkaji buku-buku, hasil studi, dan literatur-literatur lain yang berhubungan dengan studi tersebut. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dengan menggunakan Model Analisis Interaktif Miles dan Huberman. Hasil studi ini menunjukkan bahwa perbandingan antara identitas lokal dan identitas nasional radio berjaringan di Kota Makassar sudah sesuai dengan standar regulasi SSJ dalam hal durasi siaran saja. Sedangkan dari segi program siaran, sebagian besar radio berjaringan tersebut cenderung lebih banyak memutarkan lagu dengan selingan topik ringan tanpa adanya muatan lokal. Studi ini juga menunjukkan bahwa terdapat perbedaan upaya yang dilakukan dalam merepresentasikan identitas lokal masing-masing radio berjaringan. Delta FM Makassar dan Prambors FM Makassar merepresentasikan lokalitasnya melalui total jam siaran lokal, sedangkan Smart FM Makassar dan I-Radio Makassar merepresentasikannya melalui jam siaran dan muatan konten lokal. 
EFEKTIFITAS PENYEBARAN INFORMASI REKRUTMEN PESERTA DIDIK PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI PADA BALAI LATIHAN KERJA KAB. MAJENE Marini Ilyas; Muhammad Farid; Muhammad Akbar
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.6 No.1 Januari - Juni 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v6i1.5175

Abstract

Efektifitas penyebaran informasi rekrutmen peserta didik pelatihan berbasis kompetensi pada Balai Latihan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penyebaran informasi rekrutmen terhadap pengambilan keputusan peserta didik dalam mengikuti pelatihan berbasis kompetensi pada Balai latihan Kerja (BLK) Kab. Majene dan faktor-faktor yang mempengaruhi penyebaran informasi rekrutmen peserta didik dalam mengikuti pelatihan berbasis kompetensi BLK Kab. Majene Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Majene. Metode dan pendekatan yang digunakan adalah metode kuantitatif dan observasi. Populasi penelitian adalah pengangguran terbuka pada kabupaten majene sebanyak 1.504 jiwa. Penyampelan dilakukan dengan menggunakan tabel Isaac dan Michael dengan jumlah sampel 283 responden. Teknik analisis data yang digunakan, yaitu analisis regresi linier berganda. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengarruh antara penyebaran informasi melalui Baliho, Facebook, Surat pengumuman masjid dan infromasi orang lain terhadap pengambilan keputusan untuk mengikuti rekrutmen peserta didik. Baik secara simultan maupun secara parsial mempunyai pengaruh dengan pengambilan keputusan. Diantara lima media, yang paling besar pengaruhnya adalah variabel informasi dari orang lain. Faktor-faktor yang mempengaruhi penyebaran informasi rekturmen peserta didik yaitu apek aspek demografis, aspek sosial budaya, aspek geografis, dan aspek anggaran.
KOMPETENSI KOMUNIKASI INTERPERSONAL PUSTAKAWAN DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN KEPADA PEMUSTAKA Desy Selviana; Muhammad Nadjib; Tuti Bahfiarti
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.6 No.1 Januari - Juni 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v6i1.5166

Abstract

Peningkatan layanan perpustakaan sangat tergantung pada kualitas SDM khususnya kompetensi komunikasi interpersonal pustakawan. Penelitian ini bertujuan mengkategorisasi dan mengetahui faktor-faktor yang menghambat kompetensi komunikasi interpersonal pustakawan dalam meningkatkan pelayanan kepada pemustaka. Pendekatan penelitian menggunakan mixed methods.  Penelitian dilaksanakan di Layanan Perpustakaan Umum, Badan Perpustakaan dan Arsip Dearah Provinsi Sulawesi Selatan. Untuk mengetahui kompetensi komunikasi interpersonal pustakawan, digunakan seft assessment kompetensi komunikasi interpersonal Spitzberg & Cupach’s. Setiap informan (7 pustakawan) menilai komptensinya sendiri dan dinilaioleh 3 orang teman sejawat, serta 3 orang pemustaka. Hasil penilaian kompetensi komunikasi interpersonal kategori tinggi untuk penilaian diri, sedangkan penilaian dari teman sejawat dan pemustaka termasuk kategori rendah, karena (1) pustakawan keliru menafsirkan pesan atau perilaku pemustaka dan kurang peduli dengan perilaku komunikasinya sendiri sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan/keinginan pemustaka; (2) pustakawan mampu menafsirkan pesan atau perilaku pemustaka secara sadar.tetapi komunikasi kurang atau tidak effektif sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan/keinginan pemustaka. Faktor-faktor menghambat kompetensi komunikasi interpersonal, yaitu kurangnya kesadaran diri pustakawan; kurangnya pendidikan atau pelatihan komunikasi interpersonal bagi pustakawan; serta kurangnya kesadaran pustakawan akan perannya sebagai komunikator.
PAPPASENG: PEWARISAN PESAN PESAN KOMUNIKASI BUDAYA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PEREMPUAN BUGIS DI SULAWESI SELATAN Fathiyah Fathiyah; Hafied Cangara; Nurhayati Rahman
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.6 No.1 Januari - Juni 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v6i1.5171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui 1). bentuk  pesan- pesan dalam pappaseng yang dijadikan sebagai warisan budaya yang berkaitan dengan pembentukan karakter perempuan Bugis; 2). proses pewarisan pesan-pesan tersebut kepada perempuan dalam masyarakat Bugis.dan 3). Bentuk karakter perempuan ideal bagi masyarakat Bugis. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif naratif. Data dianalisis dengan tiga tahap, yaitu: mengidentifikasi dan memahami data Pappaseng berdasarkan pesan yang ditujukan kepada perempuan, menguraikan data berdasarkan narasumber yang ditemui dilapangan dan menganalisis hubungan antara paseng yang ada dalam lontaraq dengan data lapangan dari narasumber. Data dalam penelitian ini berupa naskah yang telah dikumpulkan oleh para filolog dan budayawan Bugis yang telah ditranskripsikan dan diterjemahkan, serta didukung dengan wawancara terhadap beberapa informan. Hasil penelitian menunjukkan banyak warisan dalam lontaraq maupun dalam budaya tutur yang mengandung makna pembentukan karakter perempuan Bugis agar senantiasa : Matanre siriq (menjaga kehormatan), malebbiq (sederhana), mapakkeq (disiplin), misseng dapureng (pintar memasak), malabo (dermawan), serta setia kepada suami. Pewarisan pesan pesan komunikasi budaya pada masyarakat Bugis terhadap perempuan terjadi melalui proses sosialisasi dan enkulturasi. Sosialisasi  melalui proses verbal yakni melalui nasehat, petuah, wejangan dan juga tindakan yang berupa orang tua memberi contoh mengenai apa yang baik, dan tidak baik kepada anak, adapun proses enkulturasi terjadi melalui pembiasaan oleh anak terhadap nilai-nilai yang dipelajari dari orang tua maupun terhadap lingkungan sekitarnya.
HUBUNGAN ANTARA TERPAAN FITUR LINE SHOPPING DENGAN KEPUTUSAN MEMBELI MAHASISWI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS HASANUDDIN Annisa Lutfiah; Muhammad Farid; Alem Febri Sonni
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.6 No.1 Januari - Juni 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v6i1.5162

Abstract

Penelitianini bertujuan untuk: (1) Mengetahui terpaan fitur Line Shopping pada mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin. (2) Mengetahui ada tidaknya hubungan antara terpaan fitur Line Shopping dengan keputusan membeli mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin. (3)Mengetahui tingkat hubungan antara terpaan fitur Line Shopping dengan keputusan membeli mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin. Penelitian ini dilakukan selama kurang lebih lima bulan yaitu dari bulan Februari hingga Mei 2018. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin angkatan 2014, 2015, 2016 dan 2017. Responden dalam penelitian ini ditentukan secara probability sampling yaitu proportionate stratified random sampling. Teknik penentuan jumlah sampel menggunakan tabel Isaac dan Michael. Penelitian ini menggunakan metode penelitian korelasi dan teknik analisis data dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Terpaan fitur Line Shopping pada mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis berada pada kategori sedang dengan presentase 90,5%. (2) tingkat terpaan fitur Line Shopping dengan keputusan membeli mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin berada dalam kategori sangat renda nilai C = 0,057.(3) Perhitungan nilai kontingensi menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara terpaan fitur Line Shopping dengan keputusan membeli mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin, dimana r hitung < r tabel (0,784<5,991).
PERAN PERSONAL BRANDING NURDIN ABDULLAH DALAM PEMBENTUKAN TIM RELAWAN Andi Wirangga LBM Sungkawawo; Hasrullah Hasrullah; Andi Subhan Amir
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.6 No.1 Januari - Juni 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v6i1.5176

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah: 1) Mendeskripsikan peran personal branding Nurdin Abdullah dalam pembentukan tim relawan; 2) Mendeskripsikan bentuk personal branding Nurdin Abdullah melalui persepsi relawan. Penelitian dilaksanakan di kota Makassar, dengan observasi langsung dan melakukan wawancara kepada informan. Informan ditentukan dengan cara purposive sampling, dengan menentukan satu informan kunci yang menjelaskan peran Nurdin Abdullah. Tipe penelitian ini bersifat deskriptif menggunakan metode kualitatif. Data primer dikumpulkan dengan melakukan wawancara dan observasi non partisipan, serta data sekunder dikumpulkan melalui referensi buku, jurnal penelitian sebelumnya, dan internet yang terkait dengan penelitian. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa : 1) Peran personal branding Nurdin Abdullah dapat menarik perhatian masyarakat untuk menjadi relawan, kekita menjabat sebagai Bupati Bantaeng. Nurdin Abdullah sebagai Bupati Bantaeng, merupakan salah satu aset yang dimiliki untuk meraih kekuasaan yang lebih besar. Tim relawan terbentuk karena melihat keberhasilan yang dilakukan Nurdin Abdullah ketika menjadi Bupati Bantaeng dengan panggilan hati nurani. Tim relawan terbentuk jauh sebelum pemilihan Gubernur, guna untuk meminta Nurdin Abdullah menjadi calon Gubernur, kemudian memenangkan, lalu mengawasi kinerja ketika terpilih. 2) Relawan melihat terdapat delapan konsep personal branding yang dimiliki oleh Nurdin Abdullah ketika sebagai Bupati Bantaeng. Spesialisasi, kepemimpinan, kepribadian, perbedaan, terlihat, kesatuan, keteguhan, dan nama baik diperoleh Nurdin Abdullah ketika menjabat sebagai Bupati Bantaeng.
FACEBOOK DAN PENGEMBANGAN HUBUNGAN INTERPERSONAL KETERBUKAAN DIRI ETNIS BUGIS MENERIMA ETNIS LAIN SEBAGAI PASANGAN HIDUP Dian Fitriana; Muhammad Farid; Muhammad Nadjib
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.6 No.1 Januari - Juni 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/kjik.v6i1.5167

Abstract

facebook sebagai salah satu model dari komunikasi interpersonal bermedia (interpersonal mediated communication). Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan penggunaan facebook sebagai media komunikasi interpersonal di cyberspace, memahami pola pengembangan hubungan interpersonal dan menganalisis kontribusi facebook terhadap keterbukaan diri etnis Bugis dalam menerima etnis lain sebagai pasangan hidup. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian terdiri dari enam orang pengguna facebook beretnis Bugis yang melakukan pengembangan hubungan dari superfisial menuju institusional (pernikahan) dengan pasangannya (beretnis lain) dan dimediasi oleh facebook. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan dan pemanfaatan fitur facebook sebagai media komunikasi interpersonal di  cyberspace belum maksimal karena hanya menggunakan beberapa fitur umum dan tidak memanfaatkan fitur lainnya yang dapat membantu komunikasi interpersonal secara maksimal. Hal ini akhirnya berimbas pada pola pengembangan hubungan yang terjadi di facebook tidak terjadi secara maksimal sehingga pengguna lebih memilih untuk melanjutkan komunikasi secara intensif menggunakan media personal dan media sosial lainnya seperti telpon, sms, bbm, line, dan whattapp. Sehingga kontribusi facebook hanya terbatas pada mempertemukan, mengenal identitas diri sesama pengguna dan menjalin komunikasi awal saja, tidak memberikan kontribusi maksimal sampai pada tahapan akhir dalam pola pengembangan hubungan yaitu tahapan institusional (pernikahan). Selain itu faktor budaya endogami yang awalnya dianut oleh masyarakat Bugis pun sedikit banyaknya memiliki andil yang cukup besar dalam menentukan seorang pasangan hidup

Filter by Year

2011 2023


Filter By Issues
All Issue Volume 12 No. 2 Juli-Desember 2023 Volume 12 No. 1 Januari-Juni 2023 Volume 11 No. 2 Juli-Desember 2022 Volume 11 No. 1 Januari-Juni 2022 Volume 10 No. 2 Juli-Desember 2021 Volume 10 No. 1 Januari-Juni 2021 Vol. 9 No. 2 Juli - Desember 2020 Vol. 9 No. 1 Januari – Juni 2020 Vol. 9 No. 1 Januari – Juni 2020 Vol. 8 No. 2 Juli - Desember 2019 Vol. 8 No. 1 Januari – Juni 2019 Vol.7 No.2 Juli - Desember 2018 Vol.7 No.1 Januari - Juni 2018 Vol.6 No.2 Juli - Desember 2017 Vol.6 No.1 Januari - Juni 2017 Vol.5 No.2 Juli - Desember 2016 Vol.5 No.1 Januari - Juni 2016 Vol.4 No.4 Oktober - Desember 2015 Vol.4 No.4 Oktober - Desember 2015 Vol.4 No.3 Juli - September 2015 Vol.4 No.3 Juli - September 2015 Vol.4 No.2 April - Juni 2015 Vol.4 No.2 April - Juni 2015 Vol.4 No.1 Januari - Maret 2015 Vol.4 No.1 Januari - Maret 2015 Vol.3 No.4 Oktober - Desember 2014 Vol.3 No.4 Oktober - Desember 2014 Vol.3 No.3 Juli - September 2014 Vol.3 No.3 Juli - September 2014 Vol.3 No.2 April - Juni 2014 Vol.3 No.2 April - Juni 2014 Vol.3 No.1 Januari - Maret 2014 Vol.3 No.1 Januari - Maret 2014 Vol.2 No.4 Oktober - Desember 2013 Vol.2 No.4 Oktober - Desember 2013 Vol.2 No.3 Juli - September 2013 Vol.2 No.3 Juli - September 2013 Vol.2 No.2 April - Juni 2013 Vol.2 No.2 April - Juni 2013 Vol.2 No.1 Januari - Maret 2013 Vol.2 No.1 Januari - Maret 2013 Vol.1 No.4 Oktober - Desember 2011 Vol.1 No.4 Oktober - Desember 2011 Vol.1 No.3 Juli - September 2011 Vol.1 No.3 Juli - September 2011 Vol.1 No.2 April - Juni 2011 Vol.1 No.2 April - Juni 2011 Vol.1 No.1 Januari - Maret 2011 Vol.1 No.1 Januari - Maret 2011 More Issue