cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)
ISSN : 2548186X     EISSN : 25481878     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Merupakan jurnal yang dikelola oleh Program Studi Teknik Mesin Universitas Islam Sumatera Utara, yang memuat artikel Ilmiah tentang Ilmu Teknik Mesin berupa karya ilmiah maupun hasil penelitian. Jurnal ini terbit dua kali setahun yaitu periode November dan Mei.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2017): PISTON NOVEMBER" : 8 Documents clear
ANALISA PENGARUH CAMPURAN PREMIUM DENGAN KAPUR BARUS (NAPTHALEN) TERHADAP EMISI GAS BUANG PADA MESIN SUPRA X 125 CC Tinus Ginting
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 2, No 1 (2017): PISTON NOVEMBER
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.864 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini dilakukan adalah untuk dapat mengetahui analisa pengaruh campuran premium dengan kapur barus (napthalen) terhadap emisi gas buang pada mesin supra X 125 cc untuk mengurangi tingkat polusi udara. Adapun metode yang digunakan pada tugas akhir ini adalah  metode penelitian Eksperimen dengan variasi campuran bahan bakar premium  dengan kapur barus (napthalen) adalah premium 1000 gr : 20 gr kapur barus (napthalen), premium 1000 gr : 40 gr kapur barus (napthalen), premium 1000 gr : 60 gr kapur barus (napthalen). Dengan variasi putaran mesin 1000, 2000 dan 3000 rpm. Dengan melakukan pengujian langsung mengunakan alat yang telah disediakan yaitu gas analyzer. Kesimpulan dari penelitian ini adalah variasi campuran bahan bakar premium dengan kapur barus (napthalen) mempunyai perbedaan kandungan emisi CO dan HC yang dihasilkan pada campuran premium dengan kapur barus (1000 gr : 20 gr) pada putaran 1000 rpm hasil CO = 2,43%, HC = 90,6 ppm. pada putaran 2000 rpm hasil CO = 1,96%, HC = 87,3 ppm. Pada putaran 3000 rpm hasil CO = 1,73%, HC = 83,3 ppm. Pada campuran (1000 gr : 40 gr). Pada putaran 1000 rpm hasil CO =2,53%, HC = 100,6 ppm. Pada putaran 2000 rpm hasil CO = 2,23%, HC = 97,3 ppm. Pada putaran 3000 rpm hasil CO = 1,96%, HC = 90,6 ppm. Pada campuran (1000 gr : 60 gr) pada putaran 1000 rpm hasil CO = 3,26%, HC = 115 ppm. Pada putaran 2000 rpm hasil CO = 3,3%, HC = 106,6 ppm. Pada putaran 3000 rpm hasil CO = 3,1%, HC = 100 ppm.
PENGARUH METALURGI PERMUKAAN TERMESIN TERHADAP BUBUT PEMESINAN KERING DENGAN BAJA AISI 4337 Suhardi Napid
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 2, No 1 (2017): PISTON NOVEMBER
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.026 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah  untuk mengetahui pengaruh metalurgi permukaan termesin akibat bubut pemesinan kering  melihat  perubahan struktur  sub permukaan termesin dan kekerasan mikro yang diperoleh dengan konsep pemesinan kering  guna memberikan pertimbangan  pemesinan kering dapat digunakan pada pemesinan baja AISI 4337. Perubahan struktur sub permukaan  melalui pengetsaan menggunakan mikroskop optikal. Pengujian kekerasan permukaan termesin dilakukan dengan metode kekerasan Vickers. Pengolahan dan analisa data dapat dilakukan dengan metode statistik. Pada pengujian kekerasan diperoleh nilai kekerasan Vickers rata-rata (HVavg) dengan pemesinan  kering  untuk kondisi pemotongan optimum yaitu HPH1,0.1= 260,0899,HPH8,0.3 = 268,0662 HPH8,0.6 = 282,5247 dan kemudian  nilai HVavg pada pemesinan basah didapati HPB1,0.1= 257,9939, HPB8,0.3 = 259,1587 dan HPB8,0.6= 260,470. Dengan demikian pemesinan  kering  memberikan kekerasan termesin yang lebih baik melalui nilai HV dan perbedaan yang signifikan tak diperoleh apabila dianalisa secara statistik berbanding dengan pemesinan basah, sehingga pemesinan kering  merupakan suatu peluang baik digunakan dalam industri manufaktur.
Aplikasi Metode Group Technology dalam Memperbaiki Tata Letak Mesin untuk Meminimalkan Jarak Perpindahan Bahan Abdurrozzaq Hasibuan; Luthfi Parinduri
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 2, No 1 (2017): PISTON NOVEMBER
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.363 KB)

Abstract

Perencanaan dan pengaturan tata letak pabrik berpengaruh pada proses pemindahan bahan karena biaya proses pemindahaan bahan dapat mencapai 30% - 90% dari total biaya produksi. Selama ini sebuah perusahaan mebel logam melakukan proses  pembuatan mebel logam berdasarkan lokasi mesin-mesin yang ada. Penempatan penambahan mesin ataupun bahan yang digunakan hanya berdasarkan ruang yang ada. Jarak antara proses (mesin) satu dengan yang lain tidak dipertimbangkan sehingga terjadi kesimpangsiuran proses. Bahan setengah jadi harus menunggu hingga jumlah tertentu untuk dipindahkan. Untuk itu dilakukan pengaturan tata letak mesin-mesin yang ada dengan menggunakan  Metode Group Techonology. Metode yang digunakan adalah metode Rank Order Clustering, Similarity Coefficient dan p-median. Dengan metode ini jarak perpindahan bahan berhasil dikurangi hingga 68 %.
PENGARUH VARIABEL PEMOTONGAN PADA PEMESINAN KERING BAJA AISI 1045 MENGGUNAKAN PAHAT KARBIDA TAK BERLAPIS Abdul Haris Nasution
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 2, No 1 (2017): PISTON NOVEMBER
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.745 KB)

Abstract

Pemotongan logam adalah salah satu aktifitas utama dalam industri logam, pada pemotongan logam ada tiga variabel  yang sangat berpengaruh yaitu (kecepatan potong v, pemakanan f dan kedalaman pemotongan a).Pada saat ini pemesinan kering telah banyak diterapkan dalam dunia Industri dikarenakan pemesinan kering dapat mengurangi biaya operasional produksi dan tidak direpotkan lagi oleh pembuangan limbah cairan pemotongan yang dapat merusak lingkungan serta biaya yang besar untuk pembuangannya.  Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pengaruh variabel  pemotongan pada pemesinan kering baja AISI 1045 mengunakan pahat karbida tak berlapis. Adapun metode yang digunakan adalah metode 2³ faktorial dengan memvariasikan variabel pemotongan, yaitu v1 = 300 m/menit, f1 = 0,15 mm/putaran, a1 = 0.5 mm, v2 = 350 m/menit, f2 = 0.25 mm/putaran, a2 = 1 mm  menjadi 8 (delapan) variasi Kondisi pemotongan. Hasil dari penelitian ini antara lain v sangat berpengaruh terhadap waktu pemesinan, volume pemotongan dan panjang pemesinan, f sangat berpengaruh terhadap kekasaran permukaan.
ANALISA SIFAT- SIFAT BAJA HARDENING YANG DIGUNAKAN DALAM INDUSTRI OTOMOTIF Muslih Nasution
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 2, No 1 (2017): PISTON NOVEMBER
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1251.735 KB)

Abstract

Baja st 60 adalah baja karbon menengah tanpa dipanaskan kekerasannya adalah HRc 15,65. Kemudian dipanaskan pada temperatur 8000C 9000C, dan 10000C dan tahan 0.5 jam. Baja tersebut dikuenching dengan  media pendingin air (H2O) kekerasannya masing-masing 77,75 HRc, 94,00 HRc dan 112,73 HRc, dengan media pendingin air garam (NaCl) kekerasannya masing-masing 45,6 HRc, 65,00 HRc dan 88,50 HRc, sedangkan media pendingin oli diperoleh kekerasannya masing-masing32,25 HRc, 49,50 HRc dan 75,24 HRc. Kemudian ditemper pada temperature 3000C, kemudian dicelup kembali dengan air (H2O) kekerasannya masing-masing 68,36 HRc, 80,11 HRc dan 98,75 HRc. Dicelup dengan air garam (NaCL) kekerasannya masing-masing adalah 40,60 HRc, 55,50 HRc dan 79,90 HRc. Pendinginan dengan oli kekerasannya masing-masing 29,73 HRc, 43,36 HRc dan 67,18 HRc. Dalam hal ini tempering dengan 3000C Dari keseluruhan pengujian tempering terjadi penurunan kekerasan 8% s.d 20%. dengan tempering pada 4000C. Akibatnya terjadi penurunan kekerasan, Pendinginan dengan air kekerasannya adalah 61,40 HRc, 75,13 HRc dan 87,40 HRc, Pendinginan air garam (NaCl) kekerasannya 41,60 HRc, 50,39 HRc, 68,60 HRc, pendinginan dengan oli kekerasannya menjadi 32,27 HRc, 45,36 HRc dan 58,93 HRc. Ternyata terjadi penurunan kekerasan 18% s.d 25%. Setelah dilakukan tempering pada 5000C maka terjadi penurunan kekerasan, pendinginan dengan air kekerasannya 59,36 HRc, 65,22 HRc, 72,57 HRc, air garam kekerasannya 55,60 HRc, 59,20 HRc, 63,90 HRc dan pendinginan dengan oli kekerasan nya menjadi 36,60 HRc, 40,36 HRc, 52,18 HRc. Jika dibandingkan Harga kekerasan sebelum di tempering dan sesudah ditempering tejadi penurunan kekerasannya 24% s.d 30%. Annealing pada temperature 8000C didinginkan dapur kekerasan 15,65 HRc.
MENDETEKSI KERUSAKAN PAHAT PADA PEMESINAN BAJA AISI-1045 MENGGUNAKAN PAHAT POTONG BERLAPIS DAN TIDAK BERLAPIS Muksin R. Harahap
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 2, No 1 (2017): PISTON NOVEMBER
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.138 KB)

Abstract

Umur pahat serta kondisi pemonitoran pahat dapat digunakan secara epektif pada proses pemotongan logam. Karena belum ada model matematika yang handal untuk pemotongan  logam yang dapat memprediksi kerusakan pahat, sehingga pengembangan sistem pemonitoran kondisi pahat sangat diinginkan industri. Tujuan penelitian ini adalah untuk pengembangan sistem pemonitoran kondisi dan deteksi pahat setiap saat pada proses pemesinan. Perubahangayapotong akan menjadi indikator yang penting untuk mendeteksi kegagalan pahat  dilakukan pada pemesinan kering baja AISI 1045 menggunakan karbida berlapis dan tak berlapis standard ISO P25. 
ANALISIS PERBANDINGAN KADAR GAS BUANG PADA MOTOR BENSIN SISTEM PENGAPIAN ELEKTRONIK (CDI) DAN PENGAPIAN KONVENSIONAL Adnan Surbakti
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 2, No 1 (2017): PISTON NOVEMBER
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.233 KB)

Abstract

Sistem pengapian CDI (capacitor discharge ignition) merupakan salah satu jenis pengapian pada kendaraan bermotor yang memanfaatkan arus pengosongan muatan (discharge current) darikapasitor, guna mencatu daya kumparan pengapian. Penggunaan system pengapian CDI pada mesin 1800cc ini adalah sebagai pengganti system pengapian platina. Adapun parameter dalam penelitian ini adalah pengapian konvensional dan pengapian CDI dengan tujuan meneliti pengaruh pengapian terhadap kadar emisi gas buang dengan variasi putaran 800 rpm, 1000 rpm, 2000 rpm dan variasi saat pengapian 5ᵒ ATDC, 0ᵒ, 5ᵒ (BTDC), 10ᵒ, 15ᵒ. Dari penelitian yang telah dilakukan maka didapat derajat saat pengapian yang yang emisi gas buangnya rendah yaitu saat pengapian 5ᵒ BTDC. Adapun dari variasi putaran yang kadar emisi gas buangnya paling rendah pada pengapian konvensional yaitu pada putaran 800 rpm dimana CO 0,57 %, HC 118 ppm, CO2 0,57 % dan pada pengapian elektronik yaitu pada putaran 1000 rpm dimana CO 0,15 %, HC 175 ppm, CO2 0,5 %.
TINJAUAN ASPEK KOROSI PADA MAKANAN DALAM KEMASAN KALENG Ahmad Bakhori
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 2, No 1 (2017): PISTON NOVEMBER
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.56 KB)

Abstract

Kaleng adalah lembaran baja yang disalut timah (Sn) atau berupa wadah yang dibuat dari baja dan dilapisi timah putih tipis dengan kadar tidak lebih dari 1,00-1,25% dari berat kaleng itu sendiri. Terkadang lapisan ini dilapisi lagi oleh lapisan bukan metal yaitu untuk mencegah reaksi dengan makanan ataupun minuman di dalamnya. Kelebihan menonjol dari kemasan ini adalah bisa dilakukannya proses sterilisasi, sehingga makanan yang disimpan di dalamnya menjadi steril, tidak mudah rusak, dan awet. Salah satu aspek penting dalam peruduk makanan dalam kemasan kaleng yang sering terlupakan adalah maslah terkorosinya kaleng oleh makanan yang ada di dalamnya di tinjau dari jenis makanan dan lamanya dalam kemasan. Di Indonesia dewasa ini, masalah tersebut seharusnya sudah waktunya mendapat perhatian yang serius. Dalam tulisan ini di kemukakan jenis-jenis korosi yang sering terjadi pada kaleng pengemas makanan, faktor-faktor yang mempengaruhi proses korosi serta persyaratan yang harus di penuhi oleh bahan untuk kalengpengemas makanan.

Page 1 of 1 | Total Record : 8