cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)
ISSN : 2548186X     EISSN : 25481878     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Merupakan jurnal yang dikelola oleh Program Studi Teknik Mesin Universitas Islam Sumatera Utara, yang memuat artikel Ilmiah tentang Ilmu Teknik Mesin berupa karya ilmiah maupun hasil penelitian. Jurnal ini terbit dua kali setahun yaitu periode November dan Mei.
Arjuna Subject : -
Articles 62 Documents
PENGARUH KUAT ARUS DAN SUDUT KAMPUH TERHADAP KEKERASAN DAERAH HAZ ALUMINIUM ALLOY 6063 DENGAN PENGELASAN TUNGSTEN INERT GAS (TIG) Andre Kurniawan
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 4, No 1 (2019): Edisi November
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya pengelasan aluminium dilakukan dengan menggunakan proses Gas Tungsten Arc Welding (GTAW) atau Gas Metal Arc Welding (GMAW), namun pada kedua metode tersebut terdapat kendala dalam proses pengelasannya adalah aluminium merupakan penghantar panas yang baik, mempunyai titik lebur yang rendah dan adanya lapisan oksida pada permukaan sehingga sangat sulit untuk memanaskan atau mencairkan hanya sebagian kecil dari aluminium tersebut.Dari hasil penelitian didapat Nilai kekerasan (BHN) dengan kuat arus 80 Ampere yaitu pada spesimen 1 sebesar 16,40 BHN, Spesimen 2 sebesar 16,81 BHN dan Spesimen 3 sebesar 15,26 BH, Nilai kekerasan (BHN) dengan kuat arus 90 Ampere yaitu pada spesimen 1 sebesar 14,41 BHN, Spesimen 2 sebesar 14,28 BHN dan Spesimen 3 sebesar 14,44 BHN, Nilai kekerasan (BHN) dengan kuat arus 100 Ampere yaitu pada spesimen 1 sebesar 13,87 BHN, Spesimen 2 sebesar 13,64 BHN dan Spesimen 3 sebesar 12,95 BHN, Nilai kekerasan ratarata untuk kuat arus 80 Ampere adalah 16,51 BHN dan nilai kekerasan untuk 90 Ampere adalah 14,37 BHN, hal ini berarti mengalami penurunan sebesar 2,14 BHN dari 80 Ampere. Nilai kekerasan untuk 100 Ampere adalah 13,48 BHN, hal ini mengalami penurunan sebesar 3,30 BHN dari kelompok 80 Ampere dan juga mengalami penurunan sebesar 0,89 BHN dari kelompok 90 Ampere, Dari data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kuat arus akan mempengaruhi kekerasan Aluminium Alloy 6063.
PERBANDINGAN EMISI GAS BUANG MESIN BERTEKNOLOGI VVT-I DAN NON VVT-i Immanuel Munthe
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 4, No 1 (2019): Edisi November
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui perbedaan emisi gas buang mesin berteknologi VVT-I dan non VVT-I dengan variasi putaran 1000 Rpm, 2000 Rpm, dan 3000 Rpm terhadap CO, AC, CO2, dan O2. VVT-I merupakan teknologi yang mengatur system kerja katup pemasukan bahan bakar secara elektronik, baik dalam hal waktu maupun ukuran buka tutup katup sesuai dengan ukuran putaran mesin sehingga menghasilkan tenaga yang optimal, hemat bahan bakar dan ramah lingkungan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan melakukan pengujian langsung dengan menggunakan alat yang telah disediakan dengan mencatat data yang diperoleh dari hasil pengujian serta melakukan pengamatan. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya perbandingan emisi gas buang mesin berteknologi VVT-i dan non VVT-i dimana dengan adanya system VVT-i emisi gas buangnya lebih sedikit dibanding dengan non VVT-i dengan variasi putaran 1000 rpm mempunyai perbedaan yaitu mesin non VVT-i terdapat CO = 0,26% vol, CO2 = 0.8% vol, HC = 38 ppm dan pada O2 = 21,13% vol. dan pada mesin VVT-i terdapat CO = 0,08% vol, CO2 = 2,9 % vol, HC =27 ppm, dan pada O2 = 8,02 % vol. Pada putaran 2000 rpm mesin non VVT-i terdapat CO = 0,03% vol, CO2 = 1,7% vol, HC = 30 ppm dan pada O2 = 21,88% vol. dan pada mesin VVT-i terdapat CO = 0,08% vol, CO2 = 4,2 % vol, HC = 21 ppm, dan pada O2 = 8,5 % vol. Pada putaran 3000rpm mesin non VVT-i terdapat CO = 0,03% vol, CO2 = 1,7% vol, HC = 30 ppm dan pada O2 = 22,24% vol. dan pada mesin VVT-i terdapat CO = 0,009% vol, CO2 = 3,19 % vol, HC = 22 ppm, dan pada O2 = 9,7 % vol..dengan menggunakan system VVT-I kerja mesin lebih baik dan mengurangi polusi udara karena pemasukan di control oleh ECU melalui sensor yang diterima.
PENGARUH POSISI PENGELASAN SMAW DENGAN VARIASI POSISI ELEKTRODA E3086 TERHADAP KEKUATAN IMPAK PADA STAINLESS STEEL AISI 304 Bayu Arie Hanggara; Muksin R. Harahap
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 4, No 1 (2019): Edisi November
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada proses penyambungan logam, sering sekali dilakukan dengan posisi tertentu untuk mengikuti perencanaan serta perancangan kontruksi yang akan dilas. Pada pengaplikasiannya dalam kehidupan sehari-hari sering kita menemukan pengelasan yang dilakukan pada lantai, dinding maupun langit-langit kontruksi.Dari beberapa keadaan tersebut, maka dalam pengelasan ada penggolongan posisi dalam pengelasan. Posisi pengelasan tersebut adalah 1F,1G, 2F, 2G, 3F, 3G, 4F, 4G, pipa 1G, pipa 2G, pipa 5G, pipa 6G. Dari penggolongan tersebut pada dasaranya posisi pengelasan secara garis besar digolongkan pada posisi mendatar/horizontal, tegak/verttikal dan diatas kepala/overhead.Tujuan penelitian dalam tugas akhir ini adalah untuk mengetahui pengaruh posisi pengelasan terhadap ketangguhan impak dan tarik dengan material Stainless Steel 304 dengan pengelasan SMAW, mengetahui kualitas sambungan las dengan material Stainless Steel Aisi 304 pada hasil pengelasan SMAW dan perbedaan pola pengelasan pada hasil lasan.Dari analisis data dan pembahasannya, kesimpulan yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah Nilai ketangguhan dari spesimen hasil pengujian impak posisi 1G (Vertikal ke bawah) pada specimen pertama sebesar 3,500431 J/mm2, spesimen kedua sebesar 5,038924 J/mm2, dan spesimen ketiga sebesar 2,571218 J/mm2, Nilai ketangguhan dari spesimen hasil pengujian impak posisi 2G (Vertikal ke atas) pada pada specimen pertama sebesar 4,76126 J/mm2, spesimen kedua sebesar 20,03160J/mm2, dan spesimen ketiga sebesar 20,00169 J/mm2, Nilai ketangguhan dari spesimen hasil pengujian impak posisi 2G (Vertikal Tegak) pada specimen pertama sebesar 4,76126 J/mm2, spesimen kedua sebesar 20,03160J/mm2, dan spesimen ketiga sebesar 20,00169 J/mm2, Nilai ketangguhan impak rata-rata posisi 1G sebesar 3,70352 J/mm2, posisi 2G sebesar 14,93152 J/mm2 dan posisi 3G sebesar 14,93152 J/mm2, Nilai kekuatan tarik rata-rata untuk kelompok 1G adalah 523,36 MPa, 2G adalah 537,65 MPa dan 3G adalah 563,17MPa, Nilai regangan rata-rata untuk kelompok 1G adalah 13,08 %, 2G adalah 12,88 %, dan 3G adalah 12,80 %.
KAJIAN KINERJA MESIN DIESEL AKIBAT PENAMBAHAN OLI PENDINGIN LUAR Adnan Surbakti; Suhardi Napid
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 4, No 1 (2019): Edisi November
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Panas akibat gesekan antar komponen mesin, suatu saat akan mengalami keausan bila temperatur terlalu tinggi maka kualitas oli dapat berkurang dengan konsekuensi penyerapan panas dan pelumasannya tidak maksimal lagi dengan demikian kinerja dan daya tahan mesin menurun. Oleh karena itu, untuk mendinginkan pelumas oli digunakan oil cooler. Tujuan penelitian untuk mencegah panas berlebihan, meningkatkan kinerja mesin yang dapat menghemat penggunaan bahan bakar. Metode penelitian dilakukan dengan cara ekperimen, terlebih dahulu melakukan pengamatan melalui studi lapangan, studi literatur dan pengambian data awal. Media dan alat ukur penelitian adalah mobil toyota, roller dynamometer, pressure gauge, hidrolic house, gelas ukur, stop watch, taco meter, selang dan alternator. Data hasil eksperimen dianalisa untuk mengetahui besarnya efek dan signifikansinya terhadap parameter yang diukur yakni daya mesin dan penggunaan bahan bakar. Objek penelitian adalah sebuah motor Diesel 2600 cc (mobil toyota) menggunakan oil cooler dan tanpa oil cooler dengan variabel media pendingin, putaran, penggunaan bahan bakar spesifik, daya motor. Dapat disimpulkan bahwa peningkatan daya dengan menggunakan media pendingin air 1,77 % dan coolant sebesar 2.42 % sedangkan efisiensi penggunaan bahan bakar dengan media pendingin air lebih irit 5,15 % dan collant 3,47 %. Perolehan hasil pembakaran bahan bakar yang optimum digunakan media pendingin dengan konsekuensi menghasilkan hemat bahan bakat dan menambah daya mesin.
ANALISA KARAKTERISTIK OVER SIZE TERHADAP PENGARUH HASIL PENGUKURAN KEAUSAN ,KEOVALAN DAN KETIRUSAN PADA BLOK SELINDER Junaidi Junaidi
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 4, No 1 (2019): Edisi November
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah hasil survei beberapa jurnal teknik pengukuran yang diambil datanya dan akan dibuat karakteristik yang akan di analisis analisa hasil datanya pada karakteristik yang dibuat . selanjutnya juga hasil pengamatan data diambil dari lapangan yang diteliti.Adapun hasil data pada survei jurnal yaitu mengenai over size pengukuran keausan keovalan dan ketirusan pada blok silinder. Hasil datanya adalah kondisi dan batasan maksimum yaitu untuk keausan 0,20 mm , keovalan 0,10 mm , ketirusan 0,10 mm. Keausan blok silinder pada grafik 1 standart 75,00 – 75,05 mm (0,00- 0,05) Batas yang dizinkan 75,20 mm (0,20mm) Keausan terbesar 0,30mm , untuk silinder 1 0,30 mm , siliner 2 0,15mm, silinder 3 0,28mm , siliner 4 0,24mm . Keausan blok silinder pada grafik 2 standart 75,00 – 75,05 mm (0,00-0,05) Batas yang dizinkan 75,10mm (0,10mm) Keovalan terbesar 0,15mm , untuk silinder 1 0,15mm , siliner 2 0,05mm, silinder 3 0,05mm , siliner 4 0,05mm . Keausan blok silinder pada grafik 3 standart 75,00 – 75,05 mm (0,00-0,05) Batas yang dizinkan 75,10 mm (0,10mm) untuk silinder 1 0,1 mm , siliner 2 0,05mm, silinder 3 0,05mm , siliner 4 0,01 mm.
PENGARUH JENIS OLI TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR SEPEDA MOTOR 125 CC Adnan Surbakti
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 4, No 1 (2019): Edisi November
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian Pengaruh jenis oli terhadap konsumsi bahan bakar sepeda motor 125 cc bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil konsumsi bahan bakar pada jenis oli SAE 10W-40, 15W-40 dan SAE 20W-40. Metode yang di gunakan dalam mengamati hasil konsumsi bahan bakar pada ke 3 jenis oli tersebut adalah metode eksperimen. Perbandingan hasil konsumsi bahan bakar dari jenis oli SAE 10W- 40, 15W-40 dan SAE 20W-40 dengan putaran (rpm) mesin yang bervariasi yaitu pada putaran : 1300 rpm, 2000 rpm dan 3000 rpm, memperoleh hasil jenis oli SAE 10W-40 dan SAE 15W-40 lebih irit bahan bakar di banding jenis oli SAE 20W- 40.
PENGARUH TEKANAN NOZZEL TERHADAP EMISI GAS BUANG RAMAH LINGKUNGAN MESIN DISEL TYPE C190 Tinus Ginting
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 4, No 1 (2019): Edisi November
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui emisi gas buang HC (ppm) dan CO (%), melalui variasi tekanan nozzel dan variasi putaran.sampel penelitian menggunakan engine stand 2300 CC,bahan bakar solar.mmelalui variasi putaran 1000 rpm,2000 rpm,3000 rpm dan tekanan nozzle 130 kg/cm2 , 140 kg/cm2 , dan 150 kg/cm2 diukur emisi gas buang pada engine smoke tester. Data penelitian ditabulasi dan dilanjutkan analisis menggunakan program excel .Hasil penelitian menyimpulkan bahwa variasi tekanan nozzle dan putaran berpengaruh terhadap emisi gas buang, nilai emisi gas buang HC (ppm) paling rendah pada takanan nozzel 130 kg/cm2 pada puraran 1000 rpm, sementara nilai emisi gas buang CO (%) paling rendah rendah terjadih pada tekanan nozzel 140 kg/cm2 pada putaran 3000 rpm.
PENGARUH PENGELASAM SMAW TERHADAP KEKUATAN IMPAK DANHARDNESS DENGAN VARIASI ARUS 80, 90, DAN 100 AMPER PADA BAJA STAINLES 308 Lukmanul Hakim
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 4, No 2 (2020): Edisi Mei
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Variasi Arus 80, 90, Dan 100 Amper dengan jenis elektroda E308 pada las SMAW terhadap kekuatan impak dan hardness. Penelitian ini menggunakan baja karbon rendah stainles 308. Dalam penelitian ini diameter specimen tinggi 10 mm, tebal 10 mm, dan panjang 55 mm. Kampuh yang digunakan adalah kampuh V terbuka dengan sudut kampuh 60°. Dan bentuk spesimen benda uji mengacu pada standar ASTM. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian impack dan hardness. Data dari hasil penelitian impak bahwa nilai harga impak yang  paling tinggi didapatkan pada raw material yaitu 2,843 J/mm² dan pada weld metal adalah arus 100 Amper yaitu 2,639 J/mm². Maka nilai harga impak yang lebih tinggi didapati raw material jadi hasil penelitian ini bahwa hasil raw material lebih bagus dibanding weld metal. Hasil pengujian hardness memperlihatkan bahwa variasi arus 80,90,dan 100 Amper pada baja stainless 308 hampir sama yaitu pada raw material dengan rata-rata 160,3728 Kg/mm. (3,4 mm) dan pada arus 100 Amper yaitu 151,0535 Kg/mm (3,5 mm).
ANALISA PERFORMA PEMBANGKIT LISTRIK AKIBAT KONSUMSI RUMAH TANGGA DI PKS PTPN IV KEBUN ADOLINA Prio Mandyvo
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 4, No 2 (2020): Edisi Mei
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Turbin uap termasuk dalam kelompok pesawat-pesawat konversi energi potensial uap menjadi energi mekanik pada poros turbin uap. Poros turbin uap langsung atau dengan bantuan roda gigi reduksi dihubungkan dengan mekanisme yang digerakkan. Turbin uap dapat digunakan pada berbagai bidang industri, trasportasi, penerangan lampu, serta untuk pembangkit bertenaga listrik. Pada PTPN IV Kebun Adolina, daya per rumah yaitu 900 Watt dan di sekitar PKS kebun Adolina ada 20 rumah staf, jadi total daya yang di alirkan ke perumahan yaitu 900 Watt x 20 = 18.000 Watt. 3 sampel daya yang di alirkan ke listrik pembangkit yaitu sebesar 3.121.600 Watt = 3.121,6 KW dengan ηturbin = 19,86 %, 2.659.880 Watt = 2.659,88 KW dengan ηturbin = 16,89 %, dan 2.649.050 Watt = 2.649,05 KW dengan ηturbin = 20,25 %
ANALISA PENGARUH SUDUT MASUK TERHADAP JUMLAH SUDU PADA SUDU POMPASENTRIFUGAL Amirsyam Nasution; Muslih Nasution; Muhammad Rohim
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 4, No 2 (2020): Edisi Mei
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pompa sentrifugal yang digunakan sebagai alat transformasi fluida cair, memiliki komponen yang disebut impeller. Impeller dilengkapi dengan sudu – sudu pompa mempunyai pengaruh yang sangat vital pada kinerja pompa  sehingga dengan menentukan sudut masuk dan keluar pada sudu pompa, akan  diperoleh jumlah sudu yang tepat sehingga akan mempengaruhi kinerja perpindahan fluida cair yang dipompakan, untuk menghasilkan kapasitas pompa yang lebih baik. Dari hasil analisa penentuan sudut masuk dengan variasi sudut 18 1,2,3 o o , 20, dan 25 o terlihat pengaruh yang cukup signifikan seperti pada jumlah  sudu kapasitas yang dihasilkan, dan efisiensi yang optimal. Dan dari hasil analisa ini dipilih sudut masuk impeler 20 o dan sudut keluar 27 o dengan diperoleh efesiensi  pompa 77%, 78%  dan 76%  dengan daya pompa 15,32 KW.