cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)
ISSN : 2548186X     EISSN : 25481878     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Merupakan jurnal yang dikelola oleh Program Studi Teknik Mesin Universitas Islam Sumatera Utara, yang memuat artikel Ilmiah tentang Ilmu Teknik Mesin berupa karya ilmiah maupun hasil penelitian. Jurnal ini terbit dua kali setahun yaitu periode November dan Mei.
Arjuna Subject : -
Articles 62 Documents
Aplikasi Metode Group Technology dalam Memperbaiki Tata Letak Mesin untuk Meminimalkan Jarak Perpindahan Bahan Abdurrozzaq Hasibuan; Luthfi Parinduri
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 2, No 1 (2017): PISTON NOVEMBER
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.363 KB)

Abstract

Perencanaan dan pengaturan tata letak pabrik berpengaruh pada proses pemindahan bahan karena biaya proses pemindahaan bahan dapat mencapai 30% - 90% dari total biaya produksi. Selama ini sebuah perusahaan mebel logam melakukan proses  pembuatan mebel logam berdasarkan lokasi mesin-mesin yang ada. Penempatan penambahan mesin ataupun bahan yang digunakan hanya berdasarkan ruang yang ada. Jarak antara proses (mesin) satu dengan yang lain tidak dipertimbangkan sehingga terjadi kesimpangsiuran proses. Bahan setengah jadi harus menunggu hingga jumlah tertentu untuk dipindahkan. Untuk itu dilakukan pengaturan tata letak mesin-mesin yang ada dengan menggunakan  Metode Group Techonology. Metode yang digunakan adalah metode Rank Order Clustering, Similarity Coefficient dan p-median. Dengan metode ini jarak perpindahan bahan berhasil dikurangi hingga 68 %.
ANALISIS KEKERASAN DAN KEKASARAN PERMUKAAN HASIL PEMESINAN DARI BAJA TEW 6582 DIBUBUT PADA PEMESIANAN HIJAU Suhardi Napid
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 1, No 1 (2016): Piston November
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.863 KB)

Abstract

Riset dalam penelitian ini dengan tujuan untuk mendapatkan kondisi pemotongan yang mana mempunyai suatu peluang besar bagi terwujudnya konsep pemesinan hijau pada bahan baja paduan 6582, menganalisa kekerasan dan kekasaran permukaan. Dengan sembilan sampel baja paduan 6582 diperoleh hasil pemesinan pada operasi pemesinan hijau untuk kecepatan potong (V) 225 m/min, 275 m/min, 325 m/min; pemakanan (f) 0,2 mm/r, 0,25 mm/r, 0,3 mm/r dan kedalaman potong (a) 1 mm, 1,5 mm, 2 mm. Dengan kondisi pemotongan ini, variasi sampel juga ditentukan oleh keausan tepi pahat (VB)= 0,1 mm, 0,3 mm dan 0,6 mm. Untuk memperoleh kekerasan permukaan dipakai alat uji microhardness test dan kekasaran permukaan dipakai alat uji surface test. Dalam masalah kekerasan permukaan, kekerasan Vickers rata-rata (HVavg) dengan pemesinan hijau masing-masing adalah diperoleh dengan 261, 018; 280,524 dan 290,016 bila VB 0,1 mm, 0,3 mm dan 0,6 mm sedangkan pemesinan basah masing-masing hasilnya diperoleh 260, 019 ; 274,138 dan 280,164. Hasil pemesinan dari eksperimen menunjukkan bahwa kekasaran permukaan rata-rata (Raavg) diperoleh pada kondisi pemotongan optimum bila VB 0,1 mm, 0,3 mm dan 0,6 mm masing-masing 1,5 μm, 2,3 μm dan 2,9 μm. Hasil itu diperoleh dengan pemesinan hijau sedangkan yang dilakukan dengan pemesinan basah diperoleh hasilnya masing-masing adalah 1,6 μm, 2,4 μm dan 3,0 μm.. Lebih dari itu diperoleh bahwa kondisi pemotongan paling optimum diperoleh kekerasan HV 290,016 yang menghasilkan kekasaran permukaan 2,9 μm . Dapat disimpulkan bahwa pemesinan hijau memberikan kualitas permukaan hasil pemesinan lebih baik dari pemesinan basah berdasarkan cara statistik dengan menggunakan bentuk Standar Array L9 (34) Taguchi.
PENGARUH VARIABEL PEMOTONGAN PADA PEMESINAN KERING BAJA AISI 1045 MENGGUNAKAN PAHAT KARBIDA TAK BERLAPIS Abdul Haris Nasution
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 2, No 1 (2017): PISTON NOVEMBER
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.745 KB)

Abstract

Pemotongan logam adalah salah satu aktifitas utama dalam industri logam, pada pemotongan logam ada tiga variabel  yang sangat berpengaruh yaitu (kecepatan potong v, pemakanan f dan kedalaman pemotongan a).Pada saat ini pemesinan kering telah banyak diterapkan dalam dunia Industri dikarenakan pemesinan kering dapat mengurangi biaya operasional produksi dan tidak direpotkan lagi oleh pembuangan limbah cairan pemotongan yang dapat merusak lingkungan serta biaya yang besar untuk pembuangannya.  Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pengaruh variabel  pemotongan pada pemesinan kering baja AISI 1045 mengunakan pahat karbida tak berlapis. Adapun metode yang digunakan adalah metode 2³ faktorial dengan memvariasikan variabel pemotongan, yaitu v1 = 300 m/menit, f1 = 0,15 mm/putaran, a1 = 0.5 mm, v2 = 350 m/menit, f2 = 0.25 mm/putaran, a2 = 1 mm  menjadi 8 (delapan) variasi Kondisi pemotongan. Hasil dari penelitian ini antara lain v sangat berpengaruh terhadap waktu pemesinan, volume pemotongan dan panjang pemesinan, f sangat berpengaruh terhadap kekasaran permukaan.
ANALISA SIFAT- SIFAT BAJA HARDENING YANG DIGUNAKAN DALAM INDUSTRI OTOMOTIF Muslih Nasution
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 2, No 1 (2017): PISTON NOVEMBER
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1251.735 KB)

Abstract

Baja st 60 adalah baja karbon menengah tanpa dipanaskan kekerasannya adalah HRc 15,65. Kemudian dipanaskan pada temperatur 8000C 9000C, dan 10000C dan tahan 0.5 jam. Baja tersebut dikuenching dengan  media pendingin air (H2O) kekerasannya masing-masing 77,75 HRc, 94,00 HRc dan 112,73 HRc, dengan media pendingin air garam (NaCl) kekerasannya masing-masing 45,6 HRc, 65,00 HRc dan 88,50 HRc, sedangkan media pendingin oli diperoleh kekerasannya masing-masing32,25 HRc, 49,50 HRc dan 75,24 HRc. Kemudian ditemper pada temperature 3000C, kemudian dicelup kembali dengan air (H2O) kekerasannya masing-masing 68,36 HRc, 80,11 HRc dan 98,75 HRc. Dicelup dengan air garam (NaCL) kekerasannya masing-masing adalah 40,60 HRc, 55,50 HRc dan 79,90 HRc. Pendinginan dengan oli kekerasannya masing-masing 29,73 HRc, 43,36 HRc dan 67,18 HRc. Dalam hal ini tempering dengan 3000C Dari keseluruhan pengujian tempering terjadi penurunan kekerasan 8% s.d 20%. dengan tempering pada 4000C. Akibatnya terjadi penurunan kekerasan, Pendinginan dengan air kekerasannya adalah 61,40 HRc, 75,13 HRc dan 87,40 HRc, Pendinginan air garam (NaCl) kekerasannya 41,60 HRc, 50,39 HRc, 68,60 HRc, pendinginan dengan oli kekerasannya menjadi 32,27 HRc, 45,36 HRc dan 58,93 HRc. Ternyata terjadi penurunan kekerasan 18% s.d 25%. Setelah dilakukan tempering pada 5000C maka terjadi penurunan kekerasan, pendinginan dengan air kekerasannya 59,36 HRc, 65,22 HRc, 72,57 HRc, air garam kekerasannya 55,60 HRc, 59,20 HRc, 63,90 HRc dan pendinginan dengan oli kekerasan nya menjadi 36,60 HRc, 40,36 HRc, 52,18 HRc. Jika dibandingkan Harga kekerasan sebelum di tempering dan sesudah ditempering tejadi penurunan kekerasannya 24% s.d 30%. Annealing pada temperature 8000C didinginkan dapur kekerasan 15,65 HRc.
PENGARUH KARBONISASI TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN SIFAT MEKANIS BAJA KRUPP 1191 Muslih Nasution
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 1, No 1 (2016): Piston November
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.77 KB)

Abstract

Karbonisasi adalah cara pengerasan permukaan yang telah dikenal sejak dahulu, memanaskan baja pada temperatur antara 8160C sampai 10930C dalam lingkungan yang mengandung karbon baik dalam bentuk padat, cair atau gas. Pemanasan baja pada daerah temperatur tersebut mempunyai daya absorbsi (affinitas) yang tinggi terhadap karbon. Pengerasan kulit menyebabkan permukaan menjadi keras dan tahan aus sedangkan bahagian dalam (inti) tetap ulet. Pack carburizing adalah salah satu pelapisan yang banyak digunakan karena mudah dan murah, dengan menempatkan baja pada sebuah kotak, kemudian ditaburi dengan campuran bubuk karbon dan barium karbonat, seterusnya dipanaskan dalam daerah temperatur 8160C s/d 10930C, sehingga karbon berdiffusi lebih kedalam. Pada lapisan permukaan tersebut akan terjadi tegangan sisa berupa tegangan tekan, hal ini menjadikan baja lebih tahan terhadap kelelahan dan fatik batasnya menjadi naik. Kekerasan mencapai 34,80 HRc, kekuatan tariknya naik menjadi 49,07 kg/mm2. Mikrostrukturnya terdiri dari lapisan ferit dan perlit yang lebih tebal pada lapisan kulit terluarnya. Perlakuan karbonisasi pada 8000C tebal karbonisasi dapat mencapai 0,6 milimeter, perlakuan karbonisasi pada 9000C tebal karboninya 1,2 milimeter dan perlakuan karbonisasi pada 10000C tebal karbon 2,0 milimeter. Mikrostrukturnya ferit dan perlit yang kaya dengan karbon.
MENDETEKSI KERUSAKAN PAHAT PADA PEMESINAN BAJA AISI-1045 MENGGUNAKAN PAHAT POTONG BERLAPIS DAN TIDAK BERLAPIS Muksin R. Harahap
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 2, No 1 (2017): PISTON NOVEMBER
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.138 KB)

Abstract

Umur pahat serta kondisi pemonitoran pahat dapat digunakan secara epektif pada proses pemotongan logam. Karena belum ada model matematika yang handal untuk pemotongan  logam yang dapat memprediksi kerusakan pahat, sehingga pengembangan sistem pemonitoran kondisi pahat sangat diinginkan industri. Tujuan penelitian ini adalah untuk pengembangan sistem pemonitoran kondisi dan deteksi pahat setiap saat pada proses pemesinan. Perubahangayapotong akan menjadi indikator yang penting untuk mendeteksi kegagalan pahat  dilakukan pada pemesinan kering baja AISI 1045 menggunakan karbida berlapis dan tak berlapis standard ISO P25. 
ANALISIS PERBANDINGAN KADAR GAS BUANG PADA MOTOR BENSIN SISTEM PENGAPIAN ELEKTRONIK (CDI) DAN PENGAPIAN KONVENSIONAL Adnan Surbakti
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 2, No 1 (2017): PISTON NOVEMBER
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.233 KB)

Abstract

Sistem pengapian CDI (capacitor discharge ignition) merupakan salah satu jenis pengapian pada kendaraan bermotor yang memanfaatkan arus pengosongan muatan (discharge current) darikapasitor, guna mencatu daya kumparan pengapian. Penggunaan system pengapian CDI pada mesin 1800cc ini adalah sebagai pengganti system pengapian platina. Adapun parameter dalam penelitian ini adalah pengapian konvensional dan pengapian CDI dengan tujuan meneliti pengaruh pengapian terhadap kadar emisi gas buang dengan variasi putaran 800 rpm, 1000 rpm, 2000 rpm dan variasi saat pengapian 5ᵒ ATDC, 0ᵒ, 5ᵒ (BTDC), 10ᵒ, 15ᵒ. Dari penelitian yang telah dilakukan maka didapat derajat saat pengapian yang yang emisi gas buangnya rendah yaitu saat pengapian 5ᵒ BTDC. Adapun dari variasi putaran yang kadar emisi gas buangnya paling rendah pada pengapian konvensional yaitu pada putaran 800 rpm dimana CO 0,57 %, HC 118 ppm, CO2 0,57 % dan pada pengapian elektronik yaitu pada putaran 1000 rpm dimana CO 0,15 %, HC 175 ppm, CO2 0,5 %.
SIMULASI TEGANGAN PADA HELM INDUSTRI DARI BAHAN KOMPOSIT GFRP YANG MENDAPAT TEGANGAN INSIDEN SEBESAR 24,5 MPa M. Rafiq Yanhar
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 1, No 1 (2016): Piston November
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.109 KB)

Abstract

Penelitian ini mengetengahkan tentang verifikasi dengan menggunakan simulasi komputer dari pengujian helm industri dengan bahan komposit polimer GFRP yang mendapat beban impak kecepatan tinggi. Pemodelan helm dibuat dengan menggunakan software AutoCAD sedangkan distribusi tegangan yang terjadi pada helm dianalisa dengan software MSC NASTRAN 4.5. Data- data yang diperlukan untuk simulasi ini diperoleh dari beberapa pengujian yaitu : pengukuran massa jenis helm, uji statik untuk memperoleh sifat mekanik helm, dan uji impak untuk mengetahui besar tegangan insiden yang masuk ke dalam helm serta tegangan pada badan helm. Dengan beban impak sebesar 24,5 MPa maka selisih tegangan yang terjadi antara hasil eksperimen dan simulasi pada strain gage 15 mm dari titik impak adalah 5,6 %, sedangkan untuk strain gage 30 mm dari titik impak selisih tegangan adalah 2,6 %. Sehingga bila diambil rata-ratanya maka selisih tegangan antara eksperimen dan simulasi menghasilkan perbedaan sebesar 4,1 %.
TINJAUAN ASPEK KOROSI PADA MAKANAN DALAM KEMASAN KALENG Ahmad Bakhori
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 2, No 1 (2017): PISTON NOVEMBER
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.56 KB)

Abstract

Kaleng adalah lembaran baja yang disalut timah (Sn) atau berupa wadah yang dibuat dari baja dan dilapisi timah putih tipis dengan kadar tidak lebih dari 1,00-1,25% dari berat kaleng itu sendiri. Terkadang lapisan ini dilapisi lagi oleh lapisan bukan metal yaitu untuk mencegah reaksi dengan makanan ataupun minuman di dalamnya. Kelebihan menonjol dari kemasan ini adalah bisa dilakukannya proses sterilisasi, sehingga makanan yang disimpan di dalamnya menjadi steril, tidak mudah rusak, dan awet. Salah satu aspek penting dalam peruduk makanan dalam kemasan kaleng yang sering terlupakan adalah maslah terkorosinya kaleng oleh makanan yang ada di dalamnya di tinjau dari jenis makanan dan lamanya dalam kemasan. Di Indonesia dewasa ini, masalah tersebut seharusnya sudah waktunya mendapat perhatian yang serius. Dalam tulisan ini di kemukakan jenis-jenis korosi yang sering terjadi pada kaleng pengemas makanan, faktor-faktor yang mempengaruhi proses korosi serta persyaratan yang harus di penuhi oleh bahan untuk kalengpengemas makanan.
KAJIAN KEMAMPUMESINAN PULI DARI BAHAN BESI COR Abdul Haris Nasution
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 1, No 1 (2016): Piston November
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.824 KB)

Abstract

Pada umumnya industri logam kecil dan menegah yang ada di Sumatera Utara masih menggunakan teknologi konvensional dalam melakukan pemesinan terhadap produknya sehingga berakibat rendahnya daya kompetitif produk yang dihasilkannya dibandingkan produk yang dihasilkan negara-negara maju yang telah menggunakan teknologi computer integrated manufacturing (CIM) mulai dari perencanaan sampai pembuatan produk, hal tersebut dilakukan demi mendapatkan kualitas dan kuantitas produk yang lebih baik daripada penggunaan teknologi terdahulu. Pada tulisan ini akan dipaparkan tentang kemampumesinan besi cor pada industri logam kecil menengah yang ada di kota Medan. Dengan demikian para pembaca dapat mengetahui kondisi real produktifitas proses pemesinan di Industri Logam kecil Menengah di Medan dewasa ini