cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)
ISSN : 2548186X     EISSN : 25481878     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Merupakan jurnal yang dikelola oleh Program Studi Teknik Mesin Universitas Islam Sumatera Utara, yang memuat artikel Ilmiah tentang Ilmu Teknik Mesin berupa karya ilmiah maupun hasil penelitian. Jurnal ini terbit dua kali setahun yaitu periode November dan Mei.
Arjuna Subject : -
Articles 62 Documents
PENGARUH FEEDING TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN PADA PEMBUBUTAN BAJA AISI 1020 DENGAN MENGGUNAKAN MATA PAHAT KARBIDA BERLAPIS Dedi Saputra Nasution; Muksin R Harahap; Abdul Haris Nasution
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 6, No 1 (2021): Edisi November
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses permesinan merupakan proses manufaktur dimana benda kerja dibentuk dengan cara membuang atau menghilangkan sebagian material dari benda kerjanya untuk mendapatkan bentuk yang diinginkan. Tujuan digunakannya proses permesinan adalah untuk mendapatkan akurasi atau hasil yang lebih baik dibandingkan proses-proses yang lain seperti proses pengecoran, Pada penelitian ini proses permesinan yang digunakan adalah pembubutan (turning). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Benda uji yang digunakan adalah Baja AISI 1020 dibentuk bertingkat-tingkat agar mempermudah pada proses pengujan kekasaran. Benda uji dibubut dengan memvariaskan gerak makan pada 0.12 mm/r, 0.14 mm/r, 0.16 mm/r, 0.18 mm/r, dan 0.2 mm/r. Putaran spindel dan kedalaman potong merupakan variabel tetap. Kekasaran permukaan diukur menggunakan alat uji kekasaran surface roughness tester TR200. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil kekasaran semakin meningkat seiring kenaikan gerak makan. Kekasaran yang paling kecil ketika menggunakan variabel gerak pemakanan 0.12 mm/r yaitu 2.185 µm. walaupun terkadang permukaan benda kerja yang halus tidak menjadi standart suatu alat. Penelitian ini menunjukkan bahwa gerak makan (feeding) sangatlah berpengaruh terhadap nilaikekasaran.
PENGARUH BAHAN BAKAR PREMIUM, PERTALITE DAN PERTAMAX TERHADAP PEFORMA MESIN MOTOR HONDA SUPRA X 125 R Muhammad Fajri
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 6, No 1 (2021): Edisi November
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini kenderaan umum seperti sepeda motor menggunakan beberapa jenis pilihan bahan bakar pertamina untuk motor bensin antara lain premium, pertalite dan pertamax. Peforma mesin motor dipengaruhi oleh beberapa factor, diantaranya adalah jenis bahan bakar yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peforma motor terhadap penggunakaan bahan bakar premium, pertalite dan pertamaxdengan melakukan pengujian daya, torsi dan kemudian menganalisa komsumsi bahan bakar spesifik. Pengujian masing-masing jenis bahan bakar diuji pada mesin motor Honda Supra X 125 R tahun 2007 dengan menggunakan dynotest yang terhubung dengan computer. Pada computer akan mencatat grafik hasil perubahan daya dan torsi dari masing-masing jenis pengujian bahan bakar. Hasil penelitian menunjukkan daya maksimum pada premium sebesar 6,55 N.mpada putaran mesin 6500 rpm dan torsi maksimum pada premium sebesar 18,5 N.m pada putaran 1000 rpm. Daya maksimum pada bahan bakar pertalite sebesar 6,75 kW pada putaran 6500 rpm dan torsi maksimum pada bahan bakar pertalite sebesar 20,5 N.m pada putaran 1000 rpm. Daya maksimum pada bahan bakar pertamax sebesar 6,85 kW dan torsi maksimum pada pertamax sebesar 18,95 N.m. untuk komsumsi bahan bakar spesifik menggunakan bahan bakar premium terendah 0,061 kg/kW-jam pada putaran 4000 rpm dan tertinggi 0,504 kg/kW-jam pada putaran 1000 rpm. Pada bahan bakar pertalite terendah sebesar 0,356 kg/kW-jam dan tertinggi sebesar 0,056 kg/kW-jam. Dan untuk bahan bakar pertamax terendah sebesar 0,053 kg/kW-jam dan tertinggi sebesar 0,325 kg/kW-jam.
KEKUATAN TARIK DAN MODULUS ELASTISITAS KOMPOSIT DENGAN PARTIKEL PENGUAT DARI JAMUR KELAPA SAWIT Indra Zein Harahap; M. Rafiq Yanhar; Ahmad Bakhori
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 6, No 2 (2022): Edisi Mei
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kendala pada perkebunan kelapa sawit adalah penyakit busuk pangkal batang yang disebabkan oleh Ganoderm sp. Penyakit busuk pangkal batang kelapa sawit yang disebabkan jamur Ganoderma boninense merupakan penyakit utama di perkebunan kelapa sawit di Indonesia dan Malaysia. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi dan mengetahui kekuatan Tarik, modulus elastisitas dan potensi jamur ganoderma boninense yang akan dijadikan serbuk sebagai pengisi komposit polimer terhadap uji mekanik, yaitu uji Tarik dengan  standar ASTM D638-02. Pembuatan komposit dilakukan dengan variasi komposisi fraksi volume serbuk jamur ganoderma dan resin polyester yang berbeda, dengan perbandingan 0% serat dan 100% resin, 25% serat dan 75% resin polyester, 30% serat dan 70% resin polyester, 40% serat dan 60% resin polyester dengan menggunakan jamur ganoderma berukuran  mesh 20 dan 50. Dari hasil data yang di peroleh di atas kekuatan Tarik yang paling tinggi pada mesh 20 ada pada volume vartikel 30%, dengan kekuatan Tarik 22.93 Mpa, untuk modulus elastisitas tertinggi pada mesh 20 ada pada  variasi volume partikel 25% dengan nelai 244.05 Mpa. kekutan Tarik tertinggi pada mesh 50 ada pada variasi volume 30% dengan nilai 22.93 MPa,untuk modulus elastisitas tertinggi pada mesh 50 ada pada variasi volume partikel 25% yaitu 202.97 MPa.untuk perbandingan antara mesh 20 dan 50 kekuatan Tarik pada mesh 50  dominan lebih unggul dua kali di banding dengan mesh 20 yang hanya sekali.namununuk modulus elastisitasnya mesh 20  dominan selalu lebih unggul di banding dengan mesh 50. dengan data yang di dapatkan untuk kekuataan Tarik terbaik ada pada mesh 50 dan modulus elastisitas terbaik ada pada mesh 20 maka dapat kita asumsikan bahwa semakin kecil sebuah partikel serbuk yaitu mesh 50 maka kekuatan tariknya semakin baik
ANALISA ALAT PENGERING BIJI KOPI MENGGUNAKAN UDARA PANAS VARIASI 3 LUBANG Syahputra Brema Barus; Abdul Haris Nasution
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 6, No 2 (2022): Edisi Mei
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu cara untuk mengolah biji kopi hasil pertanian adalah dengan pengeringan. Dimasa ini bermuculan pengeringan dengan menggunakan alat mekanis/ pengeringan buatan untuk mengatasi kekurangan – kekurangan pengeringan dengan penjemuran dibawah terik sinar matahari. Pada penelitian ini dilakukan pengeringan biji kopi menggunakan alat pengering model oven, dengan memanfaatkan udara panas dari tungku pembakaran.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki berapa jumlah holeter baik terhadap pengeringan biji kopi menggunakan udara panas. Variasi jumlah hole yang digunakan adalah 300, 350, 400 hole.Sebagai hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa waktu pengeringan selama 2 jam untuk pengeringan biji kopi menggunakan udara panas, kadar air biji kopi yang berkurangadalah37,67%, dariasumsikadar air awal± 60 % dengan efisiensi pengeringan36,68 %. Efisiensi variasi jumlah hole terbaik terjadi pada 400 hole. kadar air akhir biji kopi 38,59%.
ANALISA EFISIENSI KETEL UAP KAPASITAS 7 TON/JAM PADA PT CHAROEN POKPHAND INDONESIA KIM II MABAR Habibul Haj Ritonga; Muslih Nasution; Suhardi Napid
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 7, No 1 (2022): Edisi November
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketel uap mempunyai peranan yang sangat penting dalam kelangsungan kinerja dari sebuah pabrik pakan ternak dengan kata lain bisa dikatakan sebagai jantung dari pabrik pakan ternak. Fungsi dari ketel uap adalah menghasilkan uap yang digunakan untuk kebutuhan proses produksi pakan ternak.PT Charoen Pokphand Indonesia menggunakan Ketel Uap berbahan cangkang kelapa sawit dengan jenis Ketel Uap Pipa Api dengan spesifikasi produksi uap 7 Ton/Jam, tekanan uap rata-rata 8,2 Bar dan temperatur uap rata-rata 2710C.Dengam menggunakan Analisa metode langsung untuk mencari nilai Efisiensi dari Ketel Uap kapasitas 7 Ton/Jam dari tanggal 03 Mei 2021 sampai 09 Mei 2021. Maka didapat nilai Efisinsi masing-masing 03 Mei 2021 : 64,51 % ; 04 Mei 2021 : 62,34 % ; 05 Mei 2021 : 64,60 % ; 06 Mei 2021 : 62,44 % ; 07 Mei 2021 : 64,31 % ; 08 Mei 2021 : 64,31% ; 09 Mei 2021 : 64,50%. Dengan hasil efisiensi tertinggi pada tanggal 07 Mei 2021 dan Efisiensi terendah pada tanggal 04 Mei 2021.
ANALISA PENGARUH MEDIA PENDINGIN PADA PERLAKUAN PANASTERHADAP KEKERASAN BAJA AISI 1045 Dimas Rizki Triadi
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 6, No 2 (2022): Edisi Mei
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perubahan kekuatan kekerasan baja AISI 1045 akibat proses perlakuan panas dengan memvariasikan media pendingin dan mengetahui perubahan sifat mekanik yaitu kekuatan Kekerasan Baja AISI 1045 akibat proses pendinginan dengan media pendingin yang berbeda melalui diagram hasil uji kekerasan. Penelitian yang digunakan dengan melakukan proses perlakuan panas terhadap spesimen baja AISI 1045 pada temperatur 800 0C selama 1 (satu) jam, kemudian ketiga model/spesimen didinginkan pada 3 (tiga) media pendingin berbeda yaitu oli SAE 40W, Air dan udara. Setelah itu dilakukan pengujian kekuatan kekerasan (uji-kekerasan) terhadap ke empat spesimen dan mencatatkan hasil yang diperoleh. Dari hasil penelitian yang diperoleh Hasil pengujian kekerasan Baja AISI 1045 tanpa pendingin menghasilkan rata-rata nilai kekerasan sebesar 230,5 HV.Hasil pengujian kekerasan Baja AISI 1045 dengan pendingin Oli menghasilkan rata-rata nilai kekerasan sebesar 169,2 HV.Hasil pengujian kekerasan Baja AISI 1045 dengan pendingin air (Rapid Cooling) menghasilkan rata-rata nilai kekerasan sebesar 276,8 HV.Hasil pengujian kekerasan Baja AISI 1045 dengan pendingin Udara menghasilkan rata-rata nilai kekerasan sebesar 191,4 HV.
PENGARUH TEMPERATUR PAHAT HSS TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN BENDA KERJA BAJA ST 41 PADA PROSES PEMBUBUTAN Reynaldi Hilman
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 7, No 1 (2022): Edisi November
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui apakah perbedaan kecepatan potong berpengaruh secara signifikan terhadap temperatur pahat HSS proses pembubutan terhadap kekasaran permukaan benda kerja baja ST 41 setara dengan baja S 40 C (JIS, G4051). Untuk mengetahui hal tersebut dilakukan pengujian temperatur pahat pada proses bubut dan pengujian kekasaran permukaan dengan menggunakan putaran yang berbeda, kedalaman potong dan gerak makan konstan.               Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan bertambahnya kecepatan potong pada proses pembubutan, maka temperatur pahat HSS bohler 1/2 ̋  1/2 ̋ 4 ̋ akan meningkat dan kekasaran permukaan akan meningkat, hasil dari penelitian kecepatan potong yang rendah Cs: 12 m/min maka temperatur pahatnya 36,1 oC dan kekasaran permukaan (Rā) halusnya 0,856 µm, kecepatan potong yang tinggi  Cs: 59 m/min maka temperatur pahatnya 65,8 oC dan kekasaran permukaannya (Rā) kasarnya : 2.555 µm.  
ANALISA NOISE DAN KEAUSAN PAHAT H10 N15 PADA PEMOTONGAN BAJA AISI 1045 Whilly Widodo Rabono; Abdul Haris Nasution; Muksin R. Harahap
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 6, No 2 (2022): Edisi Mei
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembubutan bahan baja AISI 1045 permesinan dilakukan dengan pemotongan kering deng ngan variasi kecepatan potong (V), kecepatan  makan (f), kedalaman potong (n), temperatur (T) , waktu pemotongan (tc), frekuensi suara (Dbc), aus tepi (Vb), panjang (p),karakteristik keausan pahat suatu produk tergantung pada proses pemesinan yang dilakukan pada produk tersebut, maka dari itu setiap kemasan keuasan pahat produk akan berbeda pada setiap proses pemesinan yang dilakukan. Berbagai metode dilakukan untuk menjelaskan karakteristik keutuhan ke ausan pahat yang di hasilkan oleh suatu proses pemesinan, dimana proses pemesinan dapat menyebabkan ketidak teraturan karakteristik keausan produk, tujuan penelitian ini untuk menentukan ada tidaknya pengaruh kecepatan potong terhadap noise kecepatan potong dengan temperatur potong, dan pengaruh keausan. Dari hasil penelitian ini didapati keausan pahat tehadap noise dengan nilai pemotongan terbaik 0,07 dengan nilai noise max 82,5.
PENGARUH PERBEDAAN KETINGGIAN AIR MASUKTERHADAPTEKANAN TABUNG PADA POMPA HIDRAM Ahmad Ridho
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 6, No 2 (2022): Edisi Mei
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini teknologi untuk menyuplai air bersih kebanyakan menggunakan pompa dengan penggerak motor listrik atau bahan bakar minyak sebagai energi penggerak pompa. Oleh karena itu, perlu dicari dan dikembangkan suatu model teknologi yang memadai, menggunakan teknologi tepat guna, efisien, biaya operasional yang murah, dan ekonomis sehingga dalam pengelolaannya tidak tergantung pada tenaga listrik atau bahan bakar lainnya. Salah satu teknologi yang mulai dikembangkan adalah pompa hydraulic ram. Pompa hidram bekerja berdasarkan prinsip palu air. Ketika aliran fluida dihentikan secara tiba-tiba maka perubahan momentum massa fluida tersebut akan meningkatkan tekanan secara tiba-tiba. Peningkatan tekanan ini digunakan untuk mengangkat sebagian air ke tempat yang lebih tinggi. Maka dirancanglah pompa hidram yang menggunakan energi potensial air sebagai penggeraknya. Dalam perancangan pompa hidram yang penulis lakukan, menggunakan variasi ketinggian air masuk dengan tinggi 1 m, 1,5 m, dan 2 m. Dari perhitungan di dapat kapasitas pompa maksimum sebesar 0,6696 m3/s. Efiseinsi maksimum pompa hidram 22,21 % pada diameter tabung udara 3 inchi dengan ketinggian 2 m.
PENGARUH DIAMETER AWAL BENDA KERJA YANG DIBUBUT SEBELUMDIKARTEL UNTUK MENCAPAI UKURAN DIAMETER BENDA KERJA YANG DIINGINKAN SETELAH DIKARTEL Julmas Syahputra
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 7, No 1 (2022): Edisi November
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Operasi pembubutan adalah proses pembentukan benda kerja dengan menggunakan mesin bubut. Dengan demikian, Prinsip kerja dari mesin bubut adalah gerak potong yang dilakukan dengan benda kerja yang diikat dicekam dan berputar (bergerak rotasi) dengan gerak makan oleh pahat.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi diameter awal benda kerja yang dibubut sebelum dikartel untuk mencapai hasil diameter benda kerja setelah dikartel. Mengkartel pada mesin bubut adalah proses pembuatan alur/gigi melingkar pada bagian permukaan benda kerjaberbentuk berlian (diamond) atau garis lurus beraturan untuk memperbaiki penampilan dan dengan tujuannya agar permukannya tidak licin pada saat dipegang oleh tangan.Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan diameter awal benda kerja sebelum dibubut sebagai faktor variabel bebas. Pada variabel terikat yaitu kecepatan potong (Cs) 5 m/menit, kecepatan putaran (n) 70 rpm, besar pemakanan (f) 0,2 mm/putaran, dan kedalaman potong (a) 1 mm.