cover
Contact Name
Arief Rakhman Affandi
Contact Email
arieftmin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
adminjiphp@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian
ISSN : 2581088X     EISSN : 2581110X     DOI : -
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian is a scientific journal that published in PGRI Semarang University. The Scope of reasearch articles are some topics that related with : 1.Food Microbiology 2.Food Biochemistry 3.Food Chemical, 4.Food Engineering, 5.Food waste industry Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian will be published 2 (two) volumes in a year on June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2017)" : 10 Documents clear
AKTIVITAS ANTIBAKTERI PEPTIDA KASEIN SUSU KAMBING HIDROLISIS OLEH PAPAIN TERHADAP Pseudomonas aeruginosa ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF GOAT MILK CASEIN PEPTIDES HYDROLYZED BY PAPAIN ENZYME TOWARD Pseudomonas aeruginosa Diana Lestari
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v1i2.1914

Abstract

AbstrakSusu kambing mengandung sekitar 3.4% protein, termasuk di dalamnya peptida bioaktif. Peptida bioaktif (contohnya peptida antibakteri) adalah fragmen protein spesifik yang bermanfaat bagi fungsi tubuh manusia dan bisa diperoleh melalui proses hidrolisis enzimatik. Penelitian mengenai peptida bioaktif dari susu kambing Indonesia masih belum banyak dilaporkan. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis profil protein dan peptida dari kasein susu kambing Etawa yang dihidrolisis oleh papain dan menganalisis aktivitas antibakteri peptida terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa. Kasein diisolasi dari susu kambing segar dan dihidrolisis selama 0, 1, 3, 10, dan 15 menit pada 500C dengan papain. Profil protein dan peptida dianalisis dengan metode Sodium Dodecyl Sulphate Polyacrylamide Gel Electrophoresis (SDS-PAGE) (konsentrasi gel 20%). Hasil analisis menunjukkan bahwa pita protein hasil hidrolisis menjadi semakin tipis seiring dengan bertambahnya waktu hidrolisis. Aktivitas antibakteri dari isolat kasein dan peptida hasil hidrolisis dianalisis menggunakan microplate reader selama 24 jam. Hasil analisis menunjukkan Isolat kasein dan peptida 3 menit menunjukkan aktivitas antibakteri dengan memperpanjang fase lag yang paling baik terhadap terhadap P. aeruginosa dibandingkan peptida lainnya. Kata kunci : antibakteri, kasein, peptida antibakteri, SDS-PAGE, susu kambing AbstractGoat milk contains approximately 3.4% protein, including bioactive peptides. Bioactive peptides (as example antibacterial peptides) are specific protein fragments that have beneficial effect for human body functions and can be obtained by enzymatic hydrolysis process. Research about bioactive peptides from Indonesian goat milk is still a few that has been reported. Therefore the objectives of this research were to analyze protein and peptides profile from Etawa goat milk casein hydrolyzed by papain, and to analyze antibacterial activity of the peptides toward Pseudomonas aeruginosa. Casein was isolated from fresh goat milk and hydrolyzed for 0, 1, 3, 10, and 15 minutes at 500C by papain. Protein and peptides profile were analyzed by Sodium Dodecyl Sulphate Polyacrylamide Gel Electrophoresis (SDS-PAGE) method (20% gel). The results showed that protein bands of hydrolyzed casein were getting thinner as the hydrolysis process time increased. Antibacterial activity of casein isolate and hydrolyzed peptides were analyzed by using microplate reader for 24 hours. The results showed that casein isolate and peptides could inhibit the bacterial growth by extending the lag phase of bacterial growth. The casein isolate and peptides hydrolyzed for 3 minutes has the best antibacterial activity toward Pseudomonas aeruginosa. Keywords: antibacterial, antibacterial peptides, casein, goat milk, SDS-PAGE
Karakteristik Kimia, Fisik, dan Sensori Ikan Bandeng Presto dengan Lama Pemasakan yang Berbeda Retno Ayu Kurniasih
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v1i2.1816

Abstract

Komposisi kimia serta karakteristik bandeng presto yang dihasilkan dapat dipengaruhi oleh alat pressure cooker yang digunakan serta lama pemasakannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pemasakan yang berbeda dalam pressure cooker kapasitas 50 kg terhadap organoleptik, kandungan gizi, dan tekstur bandeng presto yang dihasilkan serta mengetahui lama pemasakan yang tepat. Ikan bandeng dimasak dengan pressure cooker dengan lama pemasakan yang berbeda, yaitu 2 jam, 3 jam, dan 4 jam. Lama pemasakan ikan bandeng yang berbeda dalam pressure cooker kapasitas 50 kg dapat mempengaruhi nilai organoleptik, proksimat, dan kekerasan bandeng presto. Semakin lama proses pemasakan sampai dengan 4 jam, dapat meningkatkan nilai organoleptik terhadap parameter kenampakan, bau, dan rasa bandeng presto. Selain itu, juga dapat meningkatkan kadar air, protein, lemak, dan abu serta menurunkan nilai kekerasan bandeng presto. Dengan demikian, lama pemasakan yang tepat adalah 4 jam. Bandeng presto dengan lama pemasakan 4 jam memiliki nilai kenampakan 8,57 ± 0,67, bau 8,37 ± 0,56, rasa 8,63 ± 0,49, kadar air 52,38 ± 1,03 %, kadar protein 18,05 ± 0,15 %, kadar lemak 5,46 ± 0,15 %, kadar abu 2,31 ± 0,13 %, dan kekerasan 428,709 ± 139,34 kgf.
PERLAKUAN PADA ROTI GANDUM UNTUK MENURUNKAN INDEKS GLIKEMIKNYA Muflihati, Iffah
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v1i2.2080

Abstract

Roti gandum umumnya memiliki nilai indeks glikemik yang tinggi sehingga sering digunakan sebagai sampel standar dalam penelitian yang kemudian dibandingkan dengan produk makanan lain yang diteliti. Beberapa inovasi telah dilakukan untuk menurunkan nilai indeks glikemik pada roti gandum. Review ini akan membahas treatment yang dilakukan untuk menghasilkan produk roti dengan indeks glikemik yang lebih rendah, berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan.
Energi Aktivasi Perubahan Nilai Free Fatty Acid pada Abon Ikan Lele Dumbo (Clarias sp) Selama Penyimpanan anggo, apri dwi
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v1i2.1834

Abstract

Salah satu penyebab timbulnya bau tidak enak pada abon ikan adalah terakumulasinya senyawa free fatty acid (ffa) akibat proses hidrolisis dari lemak pada abon tersebut. Perlakuan panas selama penyimpanan abon akan semakin memicu terbentuknya ffa sehingga baunya akan semakin tidak enak. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan fenomena perubahan kualitas abon lele dumbo dari parameter nilai ffa sebagai akibat perlakuan suhu dan waktu, dengan cara mencari nilai energi aktivasi perubahan nilai ffa tersebut. Materi yang dipelajari adalah abon ikan lele dumbo (Clarias sp). Peralatan yang digunakan adalah container penyimpan abon yang telah didesain pada suhu tertentu yaitu 10, 25, 35 dan 45oC. Waktu pengambilan sampel dilakukan pada hari ke-1, 8, 16, 24 dan 32. Metode penentuan energi aktivasi dengan pendekatan metode Arrhenius berdasarkan parameter perubahan nilai ffa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju peningkatan nilai ffa terjadi seiring dengan pertambahan waktu dan suhu penyimpanan. Hasil perhitungan energi aktivasi pada reaksi orde pertama diperoleh nilai 22,97 kj/mol dengan faktor frequensi (ko) sebesar 211,706 (1/hari). Model persamaan Arrhenius yang diperoleh adalah k= 211,706. e(-22,97/RT).
Potensi Antioksidan Ekstrak Air Cincau Hitam sebagai Hepatoprotektor pada Tikus yang Diinduksi Parasetamol Dosis Toksik nurdyansyah, fafa -
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v1i2.2083

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan antioksidan ekstrak air cincau hitam dalam melindungi sel liver tikus yang dipapar parasetamol dosis toksik. Penelitian ini dibagi menjadi 2 tahap. Tahap pertama adalah proses ekstraksi daun cincau hitam dengan metode infusa dan pengujian aktivitas antioksidan ekstrak air cincau hitam (EACH). Tahap kedua yaitu tahap pengujian secara In vivo, pada tahap ini sebanyak 24 ekor tikus strain wistar dibagi menjadi 6 kelompok yaitu, kelompok 1 tanpa perlakuan (kontrol), kelompok perlakuan II mendapat parasetamol 500 mg/kgBB, kelompok perlakuan III dan IV diberikan perlakuan parasetamol 500 mg/kgBB selama 14 hari kemudian masing-masing diberikan EACH 250 dan 500 mg/kgBB selama 21 hari. Semua kelompok dilakukan pengamatan berat badan dan asupan pakan harian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air cincau hitam 500 mg/kgBB memiliki aktivitas antioksidan DPPH yang hampir menyamai BHT yaitu sebesar 82,760%, pemberian EACH pada berbagai dosis mampu meningkatkan kadar SOD  dan GSH secara signifikan dibanding kelompok kontrol positif, serta mampu menurunkan pembentukan peroksidasi lipid melalui pengamatan kadar MDA serum secara signifikan (P0,05). Ekstrak air cincau hitam dosis 500 mg/kgBB memiliki sifat antioksidasi terbaik yang berperan sebagai hepatoprotektor akibat paparan parasetamol dosis toksik.
Kajian Penggunaan Spinner Terhadap Komposisi Kimia Wader Krispi Study of Using Spinner Machine to The Chemical Composition of Wader Krispi Dewi, Eko Nurcahya
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v1i2.1878

Abstract

Wader krispi merupakan salah satu produk diversifikasi ikan wader yang banyak diproduksi di Kabupaten Kendal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan spinner terhadap kandungan gizi dan parameter oksidasi wader krispi dibandingkan dengan tanpa penggunaan spinner. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa dengan penggunaan spinner dapat menurunkan kadar air, kadar abu, kadar lemak, yaitu masing-masing 4,61%, 4,88%, dan 3,48%. Sedangkan kadar protein mengalami peningkatan yaitu 32,1% dibandingkan dengan wader krispi tanpa penggunaan spinner. Penggunaan spinner pada wader krispi juga menurunkan PV dan TBA sebagai parameter oksidasi, yaitu 4,47 meq/kg dan 0,04 malonaldehid/g.
KAJIAN SIFAT ANTIBAKTERI EMULSIFIER MONOLAURIN YANG DIHASILKAN DARI REAKSI KIMIAWI DAN ENZIMATIS Affandi, Arief Rakhman
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v1i2.2097

Abstract

Monolaurin merupakan salah satu bentuk monogliserida yang memiliki kandungan asam laurat yang cukup tinggi. Selain dapat berfungsi sebagai emulsifier, produk ini juga memiliki sifat antibakteri yang cukup tinggi. Oleh karena itu, produk ini banyak diaplikasikan dalam dunia farmasetikal dan industri pangan. Produk monolaurin dapat dihasilkan dari berbagai sumber bahan baku yang memiliki kandungan asam laurat cukup tinggi, seperti minyak kelapa dan minyak inti sawit. Kedua jenis minyak nabati ini diketahui memiliki kandungan asam laurat sekitar 40-60%. Proses produksi dapat dilakukan secara kimiawi atau enzimatis dimana masing-masing jenis reaksi memiliki kelebihan dan kelemahan baik dari segi proses pembuatan dan karakteristik fisikokimianya. Beberapa penelitian menunjukkan bahawa monolaurin lebih efektif menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif dibandingkan bakteri Gram negatif.
Enzim α-Amilase Inhibitor Pada Ekstrak Air Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.) Untuk Penanggulangan Diabetes Melitus Wardani, Nela Agustin Kusuma
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v1i2.1900

Abstract

Salah satu cara menanggulangi diabetes mellitus yaitu dengan menghambat kerja enzim α-amilase yang menghidrolisis karbohidrat sehingga mengurangi absorbsi glukosa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan ekstrak air kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) dalam menghambat enzim α-amilase dalam memecah karbohidrat. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan dilakukan pengulangan perlakuan sebanyak 3x. Enzim α-amilase diuji aktivitas enzimnya. Ekstrak air kacang merah diuji aktivitas enzim α-amilase inhibitor dengan variasi konsentrasi 2,5 mg/ml, 5 mg/ml, 7,5 mg/ml, 10 mg/ml, dan 12,5 mg/ml. Acarbose sebagai kontrol. Nilai tersebut dimasukkan pada persamaan regresi linear dari kurva standar pati untuk mendapatkan kadar gula reduksi yang terbentuk. Semakin sedikit gula reduksi yang terbentuk menunjukkan adanya penghambatan enzim α-amilase. Data penelitian ditampilkan pada mean ± SD. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas enzim α-amilase sebesar 4776,63 U/ml. Sampel yang diberi perlakuan ekstrak air kacang merah dengan konsentrasi 2,5 mg/ml dan 5 mg/ml tidak menunjukkan adanya gula reduksi. Sedangkan gula reduksi terbentuk pada sampel yang telah diberi ekstrak air kacang merah pada konsentrasi 7,5 mg/ml, 10 mg/ml, dan 12,5 mg/ml dengan kadar gula reduksi sebesar 2,13 mg/ml, 3,75 mg/ml, dan 40,79 mg/ml. Jika dibandingkan dengan kontrol obat yaitu Acarbose, kadar gula reduksi (27 mg/ml) lebih besar dibandingkan ekstrak air kacang merah pada konsentrasi 7,5 dan 10 mg/ml, namun lebih kecil dibandingkan dengan ekstrak air kacang merah pada konsentrasi 12,5 mg/ml. Ekstrak air kacang merah dengan konsentrasi 2,5 mg/ml dan 5 mg/ml memiliki kemampuan sebagai enzim α-amilase inhibitor yang ditunjukkan dengan tidak terbentuknya gula reduksi pada sampel. Kata kunci: ekstrak air kacang merah; enzim α-amilase inhibitor
Pemanfaatan Limbah Hasil Perikanan: Lem Ikan Berbahan Baku Sisik Ikan yang Berbeda Sari, Dea Kurnia
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v1i2.1913

Abstract

Fishery processing industry such as fillet fish and boneless milkfish which are increasing rapidly raises new problem, that is industrial waste which one of them is fish scales. Fish scales in the know contain collagen which can be used as adhesive or glue and can be one of the innovations for waste processing of scales. The purpose of this study was to determine the effect of different fish scales on quality of fish glue from three different types of fish scales. The material used in this study is the scales of fish Seabass (Lates calcarifer), nile tilapia (Oreochromis niloticus), and milkfish (Chanos chanos Forks), acetic acid, NaOH, and aquadest. The research method used is experimental laboratories using Completely Randomized Design with treatment of three different types of fish scales with three repetitions each. The results obtained were analyzed using the analysis of variance, stickiness value, wood surface damage, viscosity, pH and water content of fish glue. To know the difference between treatments, the data were analyzed with real honest difference analysis. The results of this study showed that fish scales differed significantly (P 0.05) on all analysis, but not pH of fish glue. Based on the results of this study that meets the Indonesian National Standard no. 06-6049-1999 on Quality Requirements of Polyvinyl Acetate Emulsion For Wood Working Adhesives, Seabass fish scales is the best fish glue with quality: stickiness value 8.64 N/mm2, 40.47 % wood surface damage, viscosity 7.68 poise, pH 4.80, and water content of 59.92 %. Keywords: Fish glue; Milkfish Scale; Nile Tilapia Scale; Seabass Scale
Pengaruh Suhu dan Lama Penyimpanan terhadap Kualitas Kentang Olahan (Solanum tuberosum L.) Kultivar Atlantik Nurjanah, Resti
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v1i2.1678

Abstract

Kentang memiliki peluang untuk dijadikan alternatif diversifikasi pangan karena memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi. Selama penyimpanan kentang masih mengalami proses metabolisme sehingga terjadi penurunan kualitas kentang. Pengaturan suhu dilakukan untuk meminimalkan kerusakan selama penyimpanan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui suhu dan lama penyimpanan yang dapat mempertahankan kualiatas kentang olahan Kultivar Atlantik. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Pasca Panen Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran dari bulan Maret 2017 hingga Mei 2017. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor utama adalah suhu penyimpanan yang terdiri dari suhu kamar (26ºC), 14ºC, dan 7ºC. Faktor kedua adalah lama penyimpanan yang terdiri dari 0 minggu, 2 minggu, 4 minggu, 6 minggu dan 8 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antara suhu dan lama penyimpanan secara statistik tidak terjadi interaksi. Perlakuan suhu penyimpanan menunjukkan hasil yang berbeda nyata terhadap massa jenis dan TPT. Sedangkan lama penyimpanan memberikan hasil yang berbeda nyata terhadap susut bobot, kadar air, massa jenis, dan TPT. Perlakuan yang dapat mempertahankan kualitas ubi kentang adalah penyimpanan dengan suhu kamar dengan lama penyimpanan 4 minggu.

Page 1 of 1 | Total Record : 10