cover
Contact Name
Eny Puspani
Contact Email
jurnaltropika@unud.ac.id
Phone
+62361-222096
Journal Mail Official
jurnaltropika@unud.ac.id
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Udayana Kampus UNUD, Bukit Jimbaran Badung, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Peternakan Tropika
Published by Universitas Udayana
ISSN : jurnaltr     EISSN : 27227286     DOI : https://doi.org/10.24843/JPT
Core Subject : Health,
Jurnal Peternakan Tropika (JPT) was published by the Faculty of Animal Husbandry, Udayana University. Jurnal Peternakan Tropika (JPT) is published regularly, three times a year, in January-April, May-August, and September - December. Jurnal Peternakan Tropika (JPT) summarizes various manuscripts in the field of animal husbandry such as nutrition, production, reproduction, post-harvest (processing and technology) and socio-economic fields of livestock. Open manuscripts for lecturers and researchers related to the field of animal husbandry, and open to S1, S2 and S3 students, by following the rules set by Jurnal Peternakan Tropika (JPT).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 3 (2014)" : 15 Documents clear
DISTRIBUSI LEMAK ABDOMINAL ITIK BALI JANTAN YANG DIBERI RANSUM MENGANDUNG DAUN PEPAYA Atmaja IG.P.W; Siti NW; Ariana IN.T
Jurnal Peternakan Tropika Vol 2 No 3 (2014)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.09 KB)

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun pepaya dalam ransum komersial terhadap distribusi lemak abdominal itik bali jantanyang telah dilakukan di Kediri Tabanan, dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan yaitu Ransum komersial 100% sebagai kontrol (A), ransum komersial 98% + 2% tepung daun pepaya (B), ransum komersial 96% + 4% tepung daun papaya (C), ransum komersial 94% + 6% tepung daun papaya (D). Peubah yang di amati adalah lemak bantalan, lemak mesenterium, lemak empedal, dan lemak abdomen. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian tepung daun papaya dalam ransum itik bali jantan dari 2 - 6%  nyata (P<0,05) dapat menurukan distribusi lemak bantalan dan lemak abdomen. Pemberian tepung daun papaya 2- 6% tidak  nyata (P>0,05) menurunkan distribusi lemak mesenterium dan empedal.
TINGKAT CEMARAN MIKROBA PADA DAGING BABI LANDRACE PERSILANGAN YANG DIBERI PENAMBAHAN SEKAM PADI PADA RANSUM MENGANDUNG LIMBAH HOTEL KERING Elisabeth P.W; Ariana IN.T; Lindawati S.A
Jurnal Peternakan Tropika Vol 2 No 3 (2014)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.284 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tingkat Cemaran Mikroba daging babi landrace persilangan yang diberi penambahan sekam padi pada ransum mengandung limbah hotel kering, sehingga kualitas daging dapat diketahui masih layak atau tidaknya daging untuk dikonsumsi. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan (23 Oktober – 23 Desember 2012). Dengan menggunakan babi persilangan Landrace x Yorkshire berjenis kelamin jantan yang sudah dikastrasi sebanyak 24 ekor dengan umur 2 bulan dan berat badan 26,15±0,73 kg. Desain percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 pelakuan dan 6 ulangan. Perlakuan yang dicobakan yaitu ransum tanpa sekam padi (R0), ransum mengandung 10% sekam padi (R1), ransum mengandung 20% sekam padi (R2) dan ransum mengandung 30% sekam padi (R3). Peubah yang diamati yaitu tingkat cemaran mikroba Total Plate Count (TPC), Coliform, dan Esherichia Coli. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian sekam padi dalam ransum mengandung limbah hotel masih dalam batas keamanan pangan (layak dikonsumsi), dengan kisaran Total Mikroba/TPC sebesar 2,14 – 3,50 x 104 cfu/ g ; Total Coliform sebesar 0,93 – 2,00 x 101 cfu/g ; dan Total E.coli sebesar 0,43 - 0,83 x 101 cfu/g.
NERACA ENERGI KAMBING PERANAKAN ETAWAH (PE) YANG DIBERI RANSUM MENGANDUNG HIJAUAN DENGAN LEVEL KONSENTRAT BERBEDA Wibawa IM.S.P; Suryani N.N; Sri Trisnadewi A.A.A
Jurnal Peternakan Tropika Vol 2 No 3 (2014)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.327 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui neraca energi kambing peranakan etawah (PE) yang diberi ransum mengandung hijauan dengan level konsentrat berbeda. Penelitian dilaksanakan di Teaching Farm Fakultas Peternakan, Universitas Udayana Kampus Bukit Jimbaran. Penelitian menggunakan kambing PE jantan yang berjumlah sembilan ekor dengan berat rata rata ±15 kg. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari tiga perlakuan ransum dengan tiga kelompok berat badan kambing sebagai ulangan. Ketiga perlakuan tersebut adalah :  A : 15% rumput gajah + 20% jerami padi + 25% gamal + 10% kaliandra + 30% konsentrat, B : 30% rumput gajah + 30% gamal + 40% konsentrat, dan C : 20% rumput gajah + 20% gamal + 60% konsentrat. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsumsi energi pada perlakuan C tidak nyata (P>0,05) daripada perlakuan A, namun konsumsi energi pada kambing perlakuan B nyata (P<0,05) lebih rendah daripada perlakuan A. Energi feses pada perlakuan B 446,27 kkal/h dan A 416,12  kkal/h masing-masing lebih tinggi daripada perlakuan C 465,14 kkal/h, akan tetapi secara statistik berbeda tidak nyata (P>0,05). Energi tercerna tidak menunjukan perbedaan yang nyata(P>0,05) diantara semua perlakuan. Energi urin perlakuan A 49,32 kkal/h dan B 35,77 kkal/h lebih rendah daripada kambing yang mendapatkan perlakuan C 62,37 kkal/h dan secara statistik berbeda tidak nyata (P>0,05). Energi metan perlakuan B 106,42 kkal/h dan C 124,55 kkal/h lebih rendah daripada kambing yang mendapatkan perlakuan A 130,90 kkal/h dan secara statistik berbeda tidak nyata (P>0,05). Energi termetabolis perlakuan B 741,79 kkal/h dan C 904,82 kkal/h lebih rendah daripada kambing yang mendapatkan perlakuan A 1039,90 kkal/h dan secara statistik berbeda tidak nyata (P>0,05). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian ransum dengan hijauan beragam dengan level konsentrat yang berbeda dapat memberikan pengaruh terhadap konsumsi energi, tetapi terhadap energi feses, energi urin, energi tercerna, energi metan dan energi termetabolis tidak memberikan pengaruh.
PEMANFAATAN SUMBER INFORMASI PETERNAKAN OLEH PETERNAK SAPI BALI PERBIBITAN Di DESA PEDUNGAN, KECAMATAN DENPASAR SELATAN Widiyastuti N; Nuraini NK; Inggriati NW.T
Jurnal Peternakan Tropika Vol 2 No 3 (2014)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.565 KB)

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan sumber informasi yang dimanfaatkan oleh responden anggota kelompok dan responden bukan anggota kelompok telah dilaksanakan di Desa Pedungan Kecamatan Denpasar Selatan. Pemilihan lokasi penelitian ditentukan dengan menggunakan metode Purposive Sampling, dan penentuan responden dengan menggunakan metode sensus. Responden penelitian ini berjumlah 40 orang, terdiri atas 20 responden anggota Kelompok Tani Ternak Kerdung Indah dan 20 responden peternak bukan anggota kelompok. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survai menggunakan instrument peneilitian berupa kuesioner. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan untuk mengetahui perbedaan banyaknya sumber informasi yang digunakan oleh responden dianalisis dengan Uji Jumlah Jenjang Wilcoxon, sedangkan untuk mengetahui hubungan antara faktor-faktor penelitian menggunakan metode “Koefisien Korelasi Jenjang Spearman”(Siegel, 1977). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang  nyata (P<0,05) antara jumlah sumber informasi yang digunakan oleh peternak anggota kelompok dengan peternak yang bukan anggota kelompok. Faktor sikap anggota kelompok memiliki hubungan nyata (P<0,05) dengan banyaknya sumber informasi yang dimanfaatkan oleh responden. Faktor-faktor lain seperti umur, pendidikan formal, jumlah kepemilikan ternak sapi, persepsi dan sikap masing - masing menunjukkan hubungan yang tidak nyata (P>0,10). Untuk responden bukan anggota kelompok,faktor-faktor yang diduga berhubungan dengan pemakaian sumber informasi ternyata masing - masing memiliki hubungan yang tidak nyata (P>0,10).
ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN SAPI BALI DI KABUPATEN BANGLI Duungan IN.A; Suparta IN.; Putri B.R.T
Jurnal Peternakan Tropika Vol 2 No 3 (2014)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.77 KB)

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi saluran pemasaran, menghitung margin pemasaran dan tingkat farmer’s share, serta menganalisis efisiensi pemasaran sapi potong di Kabupaten Bangli telah dilaksanakan pada bulan Mei - Juni 2014. Lokasi penelitian dipilih secara purposive sampling dan dilakukan di 4 (empat) kecamatan yaitu Kecamatan Bangli, Tembuku, Susut, dan Kintamani. Responden penelitian diambil secara classified random sampling yaitu sebanyak 40 orang peternak sapi, dan sampel pedagang dipilih secara snowball ball sampling yaitu sebanyak 15 orang belantik, 3 orang jagal, serta masing-masing 1 orang pedagang besar dan pedagang antar pulau. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat saluran pemasaran yang melibatkan peternak, belantik, pedagang besar, jagal, dan pedagang antar pulau. Terdapat 3 saluran yang terbentuk dari lembaga pemasaran yaitu saluran pemasaran I (peternak - belantik - penjagal), saluran pemasaran II (peternak - belantik - pedagang besar - penjagal), saluran pemasaran III (peternak - belantik - pedagang antar pulau). Margin pemasaran tertinggi terdapat pada saluran II yaitu sebesar Rp. 757.142/ekor, dan yang paling rendah terdapat pada saluran pemasaran I yaitu sebesar Rp. 500.834. Farmer’s share tertinggi terjadi pada saluran pemasaran III sebesar 96,03% dan yang paling rendah terjadi pada saluran pemasaran II sebesar 93,16%. Saluran pemasaran III merupakan saluran yang paling efisien dilihat dari hasil penghitungan indeks efisiensi yaitu sebesar 0,75%.
RESPON KONSUMEN TERHADAP MASA SIMPAN BAKSO YANG DIKEMAS DENGAN EDIBLE COATING BERBAHAN GELATIN DARI KULIT KAKI AYAM Ayunita N. M. E.; I N. S. Miwada; S. A. Lindawati
Jurnal Peternakan Tropika Vol 2 No 3 (2014)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.44 KB)

Abstract

Penerapan teknologi pada produk hasil limbah ternak merupakan upaya meningkatkan nilai tambahnya. Salah satu hasil pengolahan dari kulit kaki ayam adalah gelatin. Gelatin merupakan produk pengolahan dari kulit kaki ayam yang memiliki fungsi multiguna, diantaranya sebagai bahan baku pengemas alami (edible) pada bakso. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai kesukaan panelis terhadap bakso ayam menggunakan edible dari gelatin kulit kaki ayam pada masa simpan terbaik. Penilaian panelis meliputi warna, aroma, tekstur, citarasa dan penerimaan keseluruhan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan. Perlakuan meliputi L0 (masa simpan 0 jam), L3 (masa simpan 3 jam), L6 (masa simpan 6 jam), L9 (masa simpan 9 jam), L12 (masa simpan 12 jam), tiap perlakuan diulang 15 kali. Hasil penelitian bakso dengan edible berbahan gelatin dari kulit kaki ayam menunjukkan nyata dipengaruhi (P<0,05) oleh masa simpan. Respon panelis terhadap masa simpan tertinggi yaitu pada masa simpan 3 jam (L3). Nilai skor bertutut turut ditunjukkan pada warna (4,20), aroma (3,53), citarasa (3,73) dan penerimaan keseluruhan (4,13). Sementara tekstur bakso tidak berpengaruh nyata selama masa simpan dengan nilai skor yaitu 3,60. Simpulan penelitian ini menyatakan bahwa bakso yang dikemas dengan edible dari gelatin kulit kaki ayam selama masa simpan 3 jam (L3) secara organoleptik diterima oleh konsumen (panelis) dengan kategori keseluruhan mengarah ke kriteria suka.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa Oleifera Lam) DAN DAUN BAWANG PUTIH (Allium sativum) MELALUI AIR MINUM TERHADAP DISTRIBUSI LEMAK TUBUH DAN KADAR KOLESTEROL BROILER UMUR 2-6 MINGGU Restiayanti L; Bidura IG.N.G; Sumardani NL.G
Jurnal Peternakan Tropika Vol 2 No 3 (2014)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.876 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari pengaruh pemberian ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam) dan bawang putih (Allium sativum) terhadap distribusi lemak tubuh dan kadar kolesterol broiler umur 2-6 minggu. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan enam kali ulangan. Ketiga perlakuan tersebut adalah ayam yang diberi air minum tanpa campuran ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam) dan bawang putih (Allium sativum) sebagai kontrol A, ayam yang diberi air minum dengan 50g/liter ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam) sebagai perlakuan B, dan ayam yang diberi air minum dengan 50g/liter ekstrak daun bawang putih (Allium sativum) sebagai perlakuan C. Pemberian air minum secara ad libitum. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah pad-fat, mesenteric-fat, ventriculus-fat, abdominal-fat, dan kolesterol darah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pad-fat, mesenteric-fat, ventriculus-fat, abdominal-fat, dan kadar kolesterol dalam darah menurun secara nyata (P<0,05) dengan pemberian ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam) dan daun bawang putih (Allium sativum) melalui air minum. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam) dan daun bawang putih (Allium sativum) melalui air minum dapat menurunkan lemak abdomen dan kadar kolesterol dalam darah broiler.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera) DAN BAWANG PUTIH (Allium sativum) MELALUI AIR MINUM TERHADAP PENAMPILAN BROILER UMUR 2-6 MINGGU Trisna dewi K; Bidura IG.N.G; Candrawati D.P.M.A
Jurnal Peternakan Tropika Vol 2 No 3 (2014)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.995 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) dan daun bawang putih (Allium sativum) melalui air minum terhadap penampilan broiler umur 2-6 minggu. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan enam kali ulangan.Ketiga perlakuan tersebutadalah ayam yang diberi air minum tanpa penggunaan ekstrak air daun kelor atau ekstrak air daun bawang putih sebagai kontrol (A), ayam yang diberi air minum ekstrak daun kelor (B), dan ayam yang diberi air minum ekstrak daun bawang putih (C), pemberian pakan dan air minum diberikan secara ad libitum. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah konsumsi ransum, konsumsi air minum, berat badan akhir, pertambahan berat badan, dan FCR (Feed Convertion Ratio). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian sebanyak 5% ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) dan ekstrak bawang putih (Allium sativum) melalui air minum dapat meningkatkan konsumsi ransum, konsumsi air minum, berat badan akhir, pertambahan berat badan, dan menghasikan nilai FCR yang efisien pada ayam broiler umur 2-6 minggu.
KUALITAS PENYULUH DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEBERHASILAN USAHA PETERNAKAN SAPI BALI PERBIBITAN DI KABUPATEN BADUNG Yopi T.N; INGGRIATI N. W. T.; Suparta I.N
Jurnal Peternakan Tropika Vol 2 No 3 (2014)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.371 KB)

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui kualitas penyuluh dan dampaknya terhadap keberhasilan usaha peternakan sapi bali perbibitan telah dilaksanakan di Kabupaten Badung. Jumlah responden penyuluh sebanyak delapan orang diambil secara sensus dan responden peternak sebanyak 30 orang diambil secara acak sederhana. Metode pengumpulan data menggunakan kuisioner. Kualitas penyuluh diukur dari indikator kompetensi administrasi, perencanaan program, pelaksanaan program, keterampilan menggunakan alat bantu mengajar, psikologi belajar mengajar, teknik komunikasi, pemahaman perilaku sasaran, bertindak professional, dan melakukan monev. Data yang dihasilkan dianalisis dengan analisis deskriptif dan analisis koefisien korelasi jenjang spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas penyuluh peternakan di kabupaten Badung termasuk dalam kategori sangat baik. Semua kompetensi tersebut masuk dalam katagori sangat baik, kecuali kompetensi administrasi dan kompetensi melakukan monev. Keberhasilan usaha peternakan sapi bali perbibitan di kabupaten badung termasuk dalam katagori baik yang ditunjukkan dari variabel pemilihan bibit unggul, pakan, perkandangan, kesehatan, perkembangbiakan, manajemen pemeliharaan, dan pemasaran. Tingkat pemilikan ternak dan tingkat pendapatan masing-masing masuk dalam kategori tidak baik dan sedang. Hasil uji korelasi menunjukkan hubungan tidak nyata (P>0,10) antara kualitas penyuluh dengan keberhasilan usaha peternakan sapi perbibitan. Untuk meningkatkan keberhasilan usaha peternakan sapi bali perbibitan di kabupaten Badung, diperlukan penyuluhan yang berdasarkan konsep sistem dan usaha agribisnis peternakan serta partisipasi peternak untuk dapat menerima dan menerapkan berbagai inovasi yang diberikan oleh penyuluh. Dapat disimpulkan bahwa kualitas penyuluh peternakan di Kabupaten Badung ada dalam kategori sangat baik, dan keberhasilan usaha peternakan sapi bali perbibitan di Kabupaten Badung ada dalam kategori baik.
RESPON KONSUMEN TERHADAP MASA SIMPAN BAKSO YANG DIKEMAS DENGAN EDIBLE COATING BERBAHAN GELATIN DARI KULIT KAKI AYAM Ayunita N. M. E.; I N. S. Miwada; S. A. Lindawati
Jurnal Peternakan Tropika Vol 2 No 3 (2014)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.44 KB)

Abstract

Penerapan teknologi pada produk hasil limbah ternak merupakan upaya meningkatkan nilai tambahnya. Salah satu hasil pengolahan dari kulit kaki ayam adalah gelatin. Gelatin merupakan produk pengolahan dari kulit kaki ayam yang memiliki fungsi multiguna, diantaranya sebagai bahan baku pengemas alami (edible) pada bakso. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai kesukaan panelis terhadap bakso ayam menggunakan edible dari gelatin kulit kaki ayam pada masa simpan terbaik. Penilaian panelis meliputi warna, aroma, tekstur, citarasa dan penerimaan keseluruhan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan. Perlakuan meliputi L0 (masa simpan 0 jam), L3 (masa simpan 3 jam), L6 (masa simpan 6 jam), L9 (masa simpan 9 jam), L12 (masa simpan 12 jam), tiap perlakuan diulang 15 kali. Hasil penelitian bakso dengan edible berbahan gelatin dari kulit kaki ayam menunjukkan nyata dipengaruhi (P

Page 1 of 2 | Total Record : 15