cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
agribisnisjurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Agribisnis
ISSN : 14124807     EISSN : 25034375     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Ruang Lingkup pada jurnal ini adalah semua yang berhubungan dengan kegiatan agribisnis pertanian dan semua yang berkaitan dengan dampak kegiatan agribisnis bagi masayarakat baik itu perencanaan usaha tani/agribisnis, kelayakan usaha tani/agribisnis, dll
Arjuna Subject : -
Articles 191 Documents
Analisis Pola Penyebaran Kemiskinan Kabupaten dan Kota se-Indonesia Rosalinda
Jurnal Agribisnis Vol. 23 No. 1 (2021): JURNAL AGRIBISNIS
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.422 KB) | DOI: 10.31849/agr.v23i1.5816

Abstract

Poverty is one of the fundamental issues that has become a serious concern of the government. One of the most important thing to support the strategy of poverty reduction is providing of poverty data which is accurate and on target. BPS provides the data and information on poverty as well as indicators related to poverty issues at the district/city in Indonesia. The purpose of this research is to analyze the pattern of poverty distribution based on clustering the districts and cities in Indonesia and also revealing information based on the patterns formed. This research consisted of 12.072 data cells which is covering 503 districts/cities throughout Indonesia and 24 poverty indicators which is processed using factor analysis and cluster analysis. The results of this research are based on cluster analysis that three interesting clusters will be discussed which were formed the similarity patterns, namely : 1) Cluster I has 11 districts with a correlation of 75,7%, 2) Cluster II has 57 districts with a correlation of 75,5%, and 3) Cluster III has 55 cities with a correlation of 65,4%. Therefore, in formulating the policies, the local governments should notice to the characteristics of region poverty, so that the policies are suitable with the needs of their respective regions.
PERSEPSI DAN MOTIVASI PETERNAK SAPI TERHADAP PROGRAM SENTRA PETERNAKAN RAKYAT KABUPATEN KONAWE SELATAN Laode Muh Munadi
Jurnal Agribisnis Vol. 23 No. 1 (2021): JURNAL AGRIBISNIS
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.445 KB) | DOI: 10.31849/agr.v23i1.5834

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis persepsi dan motivasi peternak sapi terhadap program sentra peternakan rakyat di kabupaten konawe selatan. Penentuan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive sampling) yaitu di Kecamatan Buke, Landono dan Mowila yang dilaksanakan pada bulan September-November 2016. Materi dan alat pendukung yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelompok peternak, kuesioner, kamera dan alat tulis. Sedangkan responden sebanyak 60 orang terbagi atas 20 responden di setiap lokasi penelitian kemudian data dianalisis secara deskriptif menggunakan skala Thurstone dan Guttman untuk mengukur tingkat persepsi dan motivasi peternak. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, persepsi peternak terhadap program SPR yang diukur dari tingkat pengetahuan, pengalaman dan sudut pandang berada pada ketegori baik, dengan persentase nilai skor masing-masing 55, 43 dan 37%. Kemudian untuk motivasi peternak terhadap program SPR berdasarkan ketersediaan fasilitas fisik, fasilitas non fisik dan pelayanan berada pada ketegori baik, dengan persentase nilai skor masing-masing 67,42 dan 41%.
Kecenderungan Mengkonsumsi Marjinal Masyarakat Di Provinsi Riau Rini Nizar
Jurnal Agribisnis Vol. 22 No. 2 (2020): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.932 KB) | DOI: 10.31849/agr.v22i2.5835

Abstract

Konsumsi rumah tangga masyarakat merupakan kegiatan ekonomi, secara agregat akan berpengaruh terhadap pendapatan nasional (PDB/PDRB) dan pertumbuhan ekonomi. Pengeluaran konsumsi rumah tangga erat hubunganya dengan besarnya pendapatan yang diperoleh oleh rumah tangga. Pendapatan yang diterima oleh rumah tangga akan dialokasikan untuk konsumsi dan tabungan. Tambahan pendapatan akan memperlihatkan pola kecendrungan konsumsi rumah tangga. Perbandingan besarnya tambahan pengeluaran konsumsi terhadap tambahan pendapatan disebut kecendrungan marjinal untuk mengkonsumsi (marginal propensity to consume). Setiap masyarakat mempunyai kebiasaan tertentu untuk mengalokasikan besaran pendapatannya untuk konsumsi dan tabungan Masyarakat yang tingkat kehidupan ekonominya relatif belum mapan, angka MPC relatif besar, artinya sebagian besar tambahan pendapatan mereka dialokasikan untuk konsumsi. Hal sebaliknya berlaku bagi masyarakat yang kehidupan ekonominya relatif mapan. Provinsi Riau terdiri dari sepuluh wilayah kabupaten dan dua kotamadya, yang masing-masing daerahnya mempunyai kecendrungan mengkonsumsi yang mungkin berbeda antar wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Provinsi Riau maupun daerah tingkat dua yang ada di Provinsi Riau menunjukkan bahwa PBRB secara signifikan berpengaruh terhadap tingkat konsumsi. Nilai MPC yang diperoleh dari seluruh daerah tersebut berkisar dari 0,231 sd 0,673. Untuk daerah tingkat dua di Provinsi Riau Nilai MPC terkecil di Indragiri Hilir dan MPC terbesar di Kampar. Sementara nilai MPC Provinsi Riau sebesar 0, 732
Pengaruh Kualitas Produk Sayuran Organik Dan Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen Di “Pasar Buah Pekanbaru” Kota Pekanbaru mufti mufti
Jurnal Agribisnis Vol. 22 No. 2 (2020): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.023 KB) | DOI: 10.31849/agr.v22i2.5836

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik konsumen, tingkat kepuasan konsumen, dan juga faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan konsumen sayuran organic di pasar buah pekanbaru Kota Pekanbaru. Penelitian ini dilaksanakan di Pasar Buah Pekanbaru Kota Pekanbaru. Sampel yang diambil adalah masyarakat yang membeli sayuran. Metode penelitian yanng digunakan adalah accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Analisis yang digunakan dalam penelitian adalah analisis Important Performance Analysis (IPA), analisis Customer Satisfaction Index (CSI). Teknik penetapan sampling lokasi/wilayah dilakukan secara purposive sampling. Cara pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling dimana pada saat itu tim langsung ke pasar buah pekanbaru dan mewawancarai konsumen yang ada di pasar dan sedang membeli sayuran. Hasil dari penelitian yang diperoleh diketahui bahwa karakteristik konsumen yang membeli sayur organic antara lain: jenis kelamin terbesar yang menjadi responden adalah Perempuan dengan total 98 orang sedangkan responden Laki-laki adalah 2 orang Jenis kelamin, Perempuan = 98 orang sedangkan responden Laki-laki = 2 orang. Usia, 37-42 tahun = 42 orang, 31-36 tahun = 34 orang, 25-30 tahun = 22 orang, dan 43-48 tahun = 2 orang. Pendidikan terakhir, SMA = 69 orang, S1 = 29 orang, Dan D3 = 2 orang. Pekerjaan, Ibu Rumah Tangga (IRT) = 73 orang, Karyawan Swasta = 22 orang, PNS/Guru = 4 orang, dan Guru Honorer = 1 orang. Atribut atau indicator produk yang masuk kedalam kuadran 1 (prioritas Utama) yaitu harga sayur organic itu sendiri yang masuk kedalam kuadran 2 antara lain : kesegaran sayur, variasi sayur yang dijual dan kebersihan produk, yang masuk ke kuadran 3 yaitu kemasan sayur yang dijual dan atribut yang masuk kedalam kuadran 4 yaitu : jumlah produk yang dijual. Dari nilai CSI yang diperoleh diketahui bahwa atribut kualitas produk dan atribut pelayanan yang ada di Pasar Buah Pekanbaru menurut konsumen sudah membuat konsumen “Sangat memuaskan” Konsumen
Efisiensi Produksi Usaha Tani Jagung Pipil Di Kabupaten Lima Puluh Kota Sumatera Barat Fajri ramadhan Fajri ramadhan
Jurnal Agribisnis Vol. 24 No. 1 (2022): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.685 KB) | DOI: 10.31849/agr.v24i1.5854

Abstract

ABSTRACK This study aims to determine the technical application of shelled maize cultivation in Lima Puluh Kota Regency, to analyze peanut farming in Lima Puluh Kota Regency, and to analyze the level of production efficiency (technical, allocative, and economic) of peeled maize in Lima Puluh Kota Regency. Lima Puluh Kota Regency of West Sumatra Province with research locations, namely: Nagari Bukik Sikumpa, Nagari Guguak VIII Koto, and Nagari Sungai Talang. Determination of the research location is taken through consideration. Determination of the village selected by the criteria of the village with the largest amount of production and the largest harvest area. The results of the analysis show that the application of cultivation techniques in flat corn farming such as seed preparation, land processing, planting, fertilization, maintenance and harvesting in Lima Puluh Kota Regency is not in accordance with the recommended cultivation technique with a suitability value of 63.5% percent. The production cost of flat corn farming in Lima Puluh Kota Regency is Rp. 22,634,521 per planting season per hectare, with a total revenue of Rp. 40,817,000 per planting season per Ha, then the net income is Rp. 18,182,479 per planting season per hectare with an RCR of 1.80, which means every Rp. 1,000 costs incurred will get an income of Rp. 1,800 and a profit of Rp. 800. There are 9 percent technically efficient corn farmers in Lima Puluh Kota Regency, with technical efficiency values ​​ranging from 0.916 - 1,000 with an average value of 0.961 which indicates that technical efficiency is not too problematic in peeling corn farming in Lima Puluh Kota Regency because of the value the average for technical efficiency is close to 1. Technically efficient farmers use inputs efficiently, so as to produce optimum production. Lima Puluh Kota Regency's piped maize farmers who are allocatively efficient are 35 percent, with an allocative efficiency value ranging from 0.922 - 1,000 with an average value of 0.978 which means that farmers who are allocatively efficient are able to optimize the combination of input use against the input price or equates the value of the marginal product with the marginal cost. Lima Puluh Kota Regency's piped maize farmers are economically efficient, amounting to 9 percent, with economic efficiency values ​​ranging from 0.946 - 1,000 with an average value of 0.982 which means that most of the piped corn farmers in Lima Puluh Kota Regency are not economically efficient. Farmers who are not economically efficient have not been able to minimize the use of inputs so that with a certain input price they cannot minimize the input costs incurred. Keywords: Data Envelopment Analysis, Efficiency of Corn Production, Lima Puluh Kota Regency ABSTRAK Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui penerapan teknis budidaya jagung pipil di Kabupaten Lima Puluh Kota, menganalisis usahatani jagung pipil di Kabupaten Lima Puluh Kota, dan menganalisis tingkat efisiensi produksi (teknis, alokatif, dan ekonomis) jagung pipil di Kabupaten Lima Puluh Kota. Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat dengan lokasi penelitian, yaitu: Nagari Bukik Sikumpa, Nagari Guguak VIII Koto, dan Nagari Sungai Talang. Penentuan lokasi penelitian diambil melalui pertimbangan Penentuan nagari dipilih dengan kriteria nagari yang jumlah produksinya terbanyak dan luas panen terbesar. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan teknis budidaya pada usahatani jagung pipil seperti persiapan benih, pengolahan lahan, penanaman, pemupukan, pemeliharaan, dan panen di Kabupaten Lima Puluh Kota belum sesuai dengan teknis budidaya yang dianjurkan dengan nilai kesesuaian sebesar 63,5% persen. Biaya produksi usahatani jagung pipil di Kabupaten Lima Puluh Kota sebesar Rp. 22,634,521 per musim tanam per Ha, dengan total penerimaan sebesar Rp. 40,817,000 per musim tanam per Ha, maka diperoleh pendapatan bersih sebesar Rp. 18,182,479 per musim tanam per Ha nya dengan RCR sebesar 1,80 yang artinya setiap Rp. 1.000 biaya yang dikeluarkan maka akan mendapatkan penerimaan sebesar Rp. 1.800 dan keuntungan Rp. 800. Petani jagung pipil Kabupaten Lima Puluh Kota yang sudah efisien secara teknis berjumlah 9 persen, dengan nilai efisiensi teknis berkisar antara 0,916 – 1,000 dengan nilai rata-rata 0,961 yang menunjukkan bahwa efisiensi teknis tidak terlalu bermasalah dalam usahatani jagung pipil di Kabupaten Lima Puluh Kota karena nilai rata-rata untuk efisiensi teknisnya mendekati 1. Petani yang sudah efisien secara teknis telah menggunakan input secara efisien, sehingga dapat menghasilkan produksi yang optimum. Petani jagung pipil Kabupaten Lima Puluh Kota yang sudah efisien secara alokatif berjumlah 35 persen, dengan nilai efisiensi alokatif berkisar antara 0,922 - 1,000 dengan nilai rata-rata 0,978 yang berarti bahwa petani yang telah efisien secara alokatif mampu mengoptimalkan kombinasi penggunaan input terhadap harga input tersebut atau menyamakan nilai produk marginal dengan biaya marginal. Petani jagung pipil Kabupaten Lima Puluh Kota yang sudah efisien secara ekonomis berjumlah 9 persen, dengan nilai efisiensi ekonomis berkisar antara 0,946 - 1,000 dengan nilai rata-rata 0,982 yang berarti bahwa sebagian besar petani jagung pipil Kabupaten Lima Puluh Kota tidak efisien secara ekonomis. Petani yang belum efisien secara ekonomis belum bisa meminimalkan penggunaan input sehingga dengan harga input tertentu petani tersebut tidak dapat meminimalkan biaya input yang dikeluarkan. Kata kunci : Data Envelopment Analysis, Efisiensi Produksi Jagung, Kabupaten Lima Puluh Kota.
Identification Of Social Capital And Intelectual Capital In Developments BUMDES In Empang Pandan Village Koto Gasib District Siak Regency Putra Amanu
Jurnal Agribisnis Vol. 24 No. 1 (2022): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.621 KB) | DOI: 10.31849/agr.v24i1.6003

Abstract

The role of social capital and intellectual capital towards the development of BUMDes in village socio economic development is an essential element that must and needs to be developed in order to spur village economic growth. Research aims : 1) Identify the social capital of BUMDesa Pandan Makmur officers, 2) Identify the intellectual capital of BUMDesa Pandan Makmur officers, 3) Identify the performance of BUMDesa Pandan Makmur officers, and 4) analyze the relationship of social capital and intellectual capital to the performance of BUMDesa Pandan Makmur officers. This research was conducted in BUMDesa Pandan Makmur in Empang Pandan Village, Koto Gasib District, Siak Regency. Social capital, intellectual capital performance of officers are measured using likert scale analysis. Qualitative descriptive analysis is used to describe the relationship of social capital and intellectual capital to officers performance. The results showed that the social capital of BUMDesa officer was formed by commitment followed by mutual respect, mutual help, values, norms, trust and participation. The intellectual capital of BUMDesa officer is formed by relational capital, structural capitan and human capital. BUMDesa employee performance is formed by work efficiency, work behavior and work effectiveness. The relationship between social capital and intellectual capital has a connection with the performance of BUMDesa employees. In terms of the development of BUMDesa Pandan Makmur for the future pay more attention to the improvement of human capital by increasing the potential of human resources or officers of BUMDesa Pandan Makmur.
strategi pengembangan sistem agribisnis aren dengan pendekatan AHP (analitycal hiarchy process) di Kecamatan rambah Kabupaten Rokan Hulu meria elpa
Jurnal Agribisnis Vol. 23 No. 2 (2021): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.347 KB) | DOI: 10.31849/agr.v23i2.6020

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui agribisnis aren dan merumuskan strategi pengembangan sistem agribisnis aren di Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Teknik pengembalian responden dengan menggunakan metode sensus. Hasil penelitian akan di analisis mengunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian subsistem budidaya pertanian yang terdiri dari kegiatan penggunaan lahan, (penggunaan benih, penggunaan pupuk, dan penggunaan pestisida) tidak terlihat dilakukan oleh pemilik pohon aren. Proses pengolahan nira aren menjadi gula aren dimulai dari penyaringan nira aren, pemasakan setengah masak, pencampuran nira aren yang dimasak setengah matang, pencetakan, pendinginan gula aren, lalu pengemasan. Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan bahwa agroindustri gula aren layak untuk dijalankan dan dikembangkan. Pemasaran gula aren dilakukan secara langsung dari pengrajin ke konsumen. Kegiatan agribisnis aren di Kecamatan Rambah saat ini tidak mendapatkan dukungan dari lembaga-lembaga penunjang. Strategi pengembangan prioritas secara berturut-turut adalah pengolahan lahan, sistem pengolahan hasil, dukungan lembaga pemerintah, penyediaan peralatan dan perlengkapan pertanian, serta memasifkan pemasaran melalui media sosial.
Analisis Pola Konsumsi Pangan Padi-Padian dan Umbi-umbian Rumah Tangga di Provinsi Riau Fourtheria Munidestari; Djaimi Bakce; Novian
Jurnal Agribisnis Vol. 24 No. 1 (2022): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.404 KB) | DOI: 10.31849/agr.v24i1.6352

Abstract

Padi-padian dan umbi-umbian merupakan pangan sumber karbohidrat sebagai sumber energi utama bagi tubuh. Konsumsi pangan rumah tangga di Provinsi Riau didominasi oleh komoditi beras. Salah satu faktor yang mempengaruhi konsumsi pangan padi-padian dan umbi-umbian adalah pendapatan. Pendapatan di Provinsi Riau pada tahun 2018 mengalami penurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola konsumsi pangan padi-padian dan umbi-umbian di Provinsi Riau berdasarkan pendapatan, jumlah anggota rumah tangga, dan pendidikan ibu rumah tangga. Data yang digunakan adalah Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) tahun 2018 dari Badan Pusat Statistik Provinsi Riau. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif. Ada tujuh kelompok komoditi yang dianalisis, yaitu: beras, tepung terigu, padi-padian lainnya (beras ketan, jagung basah dengan kulit, dan jagung pipilan), singkong, ubi jalar, kentang, umbi-umbian lainnya (sagu dan talas). Hasil penelitian menunjukkan pola konsumsi pangan padi-padian dan umbi-umbian berdasarkan pendapatan, semakin tinggi pendapatan pangsa pengeluaran komoditi beras, tepung terigu,dan singkong di Provinsi Riau semakin menurun. Berdasarkan jumlah anggota rumah tangga menunjukkan semakin banyak jumlah anggota rumah tangga, pangsa pengeluaran konsumsi beras dan umbi-umbian lainnya di Provinsi Riau semakin meningkat. Berdasarkan pendidikan ibu rumah tangga menunjukkan semakin tinggi pendidikan ibu rumah tangga, pangsa pengeluaran konsumsi beras, singkong, dan ubi jalar di Provinsi Riau semakin menurun.
Mengukur Tingkat Efisiensi Pemsaran DOD Di Desa Modopuro: SEBUAH PEMBUKTIAN DENGAN MARKETING EFFICIENCY INDEX METHOD Wahyu Santoso
Jurnal Agribisnis Vol. 24 No. 1 (2022): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.499 KB) | DOI: 10.31849/agr.v24i1.6377

Abstract

ABSTRACT The development of Day Old Duck (DOD) marketing activities in Modopuro Village, Mojokerto Regency can be done by selecting the most efficient channel. The purpose of this study is to determine the channel and to measure the efficient level of DOD marketing. The marketing efficiency indicator itself can be seen based on the size of the margin and the farmer's share value, while measuring the level of marketing efficiency is analyzed using the marketing efficiency index method. The results showed that there were four DOD marketing channels in Modopuro Village, namely channel I: hatchers - collectors - consumers, channel II: hatchers - consumers, channel III: hatchers - retailers - consumers, channel IV: hatchers - collectors - retailers - consumer. In succession, the marketing margins for the four channels are Rp 4.500/head, Rp -/head, Rp 1.500/head, and Rp 5.500/head. The farmers' share value shows if the four marketing channels are efficient. The analysis of the level of marketing efficiency shows that channel II is the most efficient DOD marketing channel with a ME value of 32, followed by channel III of 27, channel I of 26, and channel IV is the DOD marketing channel which has the lowest level of efficiency with a value of 15. Keyword : DOD, marketing efficiency, marketing efficiency index ABSTRAK Pengembangan kegiatan pemasaran Day Old Duck (DOD) di Desa Modopuro, Kabupaten Mojokerto dapat dilakukan dengan memilih saluran pemasaran yang paling efisien. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui saluran dan mengukur tingkat efisiensi pemasaran DOD. Indikator efisiensi pemasaran sendiri dapat dilihat berdasarkan besarnya margin dan nilai farmer’s share, sedangkan untuk mengukur tingkat efisiensi pemasaran dianalisis menggunakan metode marketing efficiency index. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat saluran pemasaran DOD di Desa Modopuro, yakni saluran I : penetas – pengepul – konsumen, saluran II : penetas – konsumen, saluran III : penetas – pedagang pengecer – konsumen, saluran IV : penetas – pengepul – pedagang pengecer – konsumen. Secara berturut-turut besarnya margin pemasaran pada keempat saluran tersebut yakni Rp 4.500/ekor, Rp -/ekor, Rp 1.500/ekor, dan Rp 5.500/ekor. Nilai farmers’ share menunjukkan jika keempat saluran pemasaran telah efisien. Adapun dari analisis tingkat efisiensi pemasaran diketahui bahwa saluran II merupakan saluran pemasaran DOD yang paling efisien dengan nilai ME 32, disusul saluran III sebesar 27, saluran I sebesar 26, dan saluran IV merupakan saluran pemasaran DOD yang memiliki tingkat efisiensi terendah dengan nilai 15. Kata kunci : DOD, efisiensi pemasaran, marketing efficiency index
Analisis Kelayakan Finansial Usahatani Jeruk Siam Thailand Usaha Pak Arfit di Desa Koto Perambahan Kecamatan Kampa Kabupaten Kampar Ermalinda Agustina
Jurnal Agribisnis Vol. 23 No. 2 (2021): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.68 KB) | DOI: 10.31849/agr.v23i2.6382

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial dan sensitivitas terhadap perubahan harga input dan tingkat produksi suatu usahatani jeruk siam Thailand usaha Pak Arfit di Desa Koto Perambahan Kecamatan Kampa Kabupaten Kampar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Informan pada penelitian ini adalah pemilik usaha jeruk siam Thailand yaitu Pak Arfit dengan luas lahan 1,5 ha. Analisis data kriteria investasi yang digunakan adalah Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) dan Internal Rate of Return (IRR). Hasil penelitian menunjukkan : Usahatani jeruk siam Thailand ini layak dijalankan karena memiliki nilai NPV positif sebesar 1.180.257.090, nilai Net B/C lebih besar dari nol yaitu 5,99 dan nilai IRR lebih besar dari Social Opportunity Cost of Capital (SOCC) yaitu 39,64%. Usahatani jeruk siam Thailand masih layak untuk dijalankan apabila terjadi kenaikan harga pupuk sebesar 35%, dan penurunan produksi 20%