cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
agribisnisjurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Agribisnis
ISSN : 14124807     EISSN : 25034375     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Ruang Lingkup pada jurnal ini adalah semua yang berhubungan dengan kegiatan agribisnis pertanian dan semua yang berkaitan dengan dampak kegiatan agribisnis bagi masayarakat baik itu perencanaan usaha tani/agribisnis, kelayakan usaha tani/agribisnis, dll
Arjuna Subject : -
Articles 191 Documents
HUBUNGAN TEKNOLOGI ALSINTAN TERHADAP PRODUKTVITAS PADI SAWAH DI DESA SUNGAI PURI KECAMATAN TANAH SEPENGGAL LINTAS KABUPATEN BUNGO Pitriani Pitriani; Fauzan; Fikriman
Jurnal Agribisnis Vol. 23 No. 1 (2021): JURNAL AGRIBISNIS
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.856 KB) | DOI: 10.31849/agr.v23i1.7629

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan teknologi Alsintan dengan produktivitas padi sawah dan untuk mengetahui perbedaan produktivitas padi sawah antara petani yang menggunakan Alsintan dan petani yang tidak menggunakan Alsintan di Desa Sungai Puri Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas Kabupaten Bungo. Metode penarikan sampel dengan menggunakan metode Porposive dengan jumlah sampel petani yang menggunakan Alsintan sebanyak 22 yang diambil dari anggota kelompok tani dan 23 sampel yang diambil dari petani yang tidak tergabung dalam kelompok tani. Analisis data menggunakan analisis Statistik kerelasi Rank Spearman yaitu untuk melihat hubungan teknologi Alsintan terhadap produktivitas Padi Sawah dan Uji t untuk melihat perbandingan produktivitas padi sawah antara petani yang menggunakan Alsintan dan petani yang tidak menggunakan Alsintan. Penelitian ini dilaksanakan Pada Tanggal 5 Januari 2019 sampai Tanggal 30 Januari 2019. Hasil penelitian menunjukan Secara umum (keseluruhan) penggunaan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) di Desa Sungai Puri Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas Kabupaten Bungo, berhubungan nyata terhadap produktivitas padi sawah dengan nilai t hitung (6,439) > dari t tabel (2,069) dan nilai (rs) sebesar 0,82, Alsintan combin hasvester (mesin panen) merupakan Alsintan yang paling kuat hubungannya terhadap terhadap produktivitas padi sawah yaitu nilai (rs) sebesar 0,837, dan hasil analisis uji t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan produktivitas padi sawah antara petani yang menggunakan Alsintan dengan petani yang tidak menggunakan Alsintan dengan nilai t hitung (13.012) > t tabel (2,017) dengan produktivitas padi sawah petani yang menggunakan Alsintan sebanyak 6,72 ton GKG/Ha sedangkan produktivitas padi yang tidak menggunakan Alsintan masih 4,50 ton GKG/Ha
PERMINTAAN DAGING SAPI DI KABUPATEN TEBO PROVINSI JAMBI Asminar; Ridho Prayoga; Isyaturriyadhah
Jurnal Agribisnis Vol. 23 No. 1 (2021): JURNAL AGRIBISNIS
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.848 KB) | DOI: 10.31849/agr.v23i1.7630

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk menganalisis faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi permintaan dan elastisitas permintaan daging sapi di Kabupaten Tebo. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Tebo Provinsi Jambi. Pemilihan lokasi ini dilakukan dengan sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa dan Kabupaten Tebo sebagai salah satu daerah sentral pengembangan peternakan sapi potong di Provinsi Jambi (subsektor peternakan) Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kuantitatif. Permintaan daging sapi (Y) di Kabupaten Tebo Provinsi Jambi secara parsial di pengaruhi oleh produksi daging sapi X1 yaitu dengan nilai thitung 205.131 > ttabel 1,979. Akan tetapi secara simultan permintaan daging sapi dipengaruhi X1,X2,X3 dan X4 dengan nilai Fhitung 1,094 < Ftabel 2,44 yang artinya variabel produksi daging sapi (X1), harga daging sapi (X2), pendapatan per kapita (X3) dan harga daging ayam (X4) mempengaruhi variabel terikat permintaan daging sapi (Y) dan elatisitas permintaan harga bernilai elastis dengan nilai 9,40 artinya bila harga daging sapi mengalami kenaikan 1 % maka jumlah permintaan daging sapi akan naik pada 9,40 %, elatisitas pendapatan bernilai elastis dengan nilai 1,32 artinya bila harga daging sapi mengalami kenaikan 1 % maka jumlah permintaan daging sapi akan naik pada 1,32 %.
PERSEPSI KONSUMEN YANG BERPENGARUH TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN BERAS DI KECAMATAN BUKIT RAYA KOTA PEKANBARU asgami; Hamdan Yasid; Khairunnas Khairunnas
Jurnal Agribisnis Vol. 22 No. 2 (2020): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.292 KB) | DOI: 10.31849/agr.v22i2.7704

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi konsumen terhadap produk beras di kecamata bukit raya. Lokasi penelitian dipilih secara purposive sampling dimana lokasinya dipilih sengaja. Untuk penentuan sampel peneliti menggunakan metode pengambilan sampel accidental sampling yaitu dimana semua konsumen yang mengkonsumsi beras berhak menjadi sampel dalam penelitian dengan jumlah responden sebesar 100 orang. Analisis yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah analisis binary logistic, dimana untuk mengetahu persepsi konsumen beras terhadap produk yang telah mereka konsumsi. Jenis beras unggul lokal yang banyak dikonsumsi oleh responden adalah jenis beras anak daro dan beras belida, sedangkan beras unggul nasional yang banyak dikonsumsi adalah kuriak kusuik. Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pengambilan keputusan pembelian beras dengan tingkat kepercayaan 95% adalah variabel usia (X1), suku (X4), pekerjaan (X5). Kata Kunci : Analisis logistic binary, Konsumen, beras
Aanalisis Pendapatan Agroindustri Kerupuk Sagu Di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti (Studi Kasus pada Usaha Mandiri Bunga Mawar) Ihsan Ramadhan Al-'Afif
Jurnal Agribisnis Vol. 24 No. 1 (2022): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.105 KB) | DOI: 10.31849/agr.v24i1.7997

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui total biaya produksi pada agroindustri kerupuk sagu dan menganalisis pendapatan, nilai tambah, efisiensi usaha dan titik balik modal (Break Event Point/BEP) pada agroindustri kerupuk sagu. Penelitian ini dilaksanakan di Usaha Mandiri Bunga Mawar, yang berlokasi di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti. Usaha Mandiri Bunga Mawar dipilih sebagai lokasi penelitian karena Usaha Mandiri Bunga Mawar ini salah satu usaha yang sudah mandiri dan sudah ada di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kepulauan Meranti dan sudah terdaftar di gedung promosi yang ada di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya produksi yang dikeluarkan oleh pelaku usaha dalam satu kali proses produksi sebesar Rp. 259.914. Pendapatan bersih yang diterima oleh pelaku usaha dalam satu kali proses produksi yaitu sebesar Rp. 78.086. Nilai tambah yang dimiliki pelaku usaha dalam satu kali proses produksi sebesar Rp. 21.195/Kg. Nilai efisiensi usaha sebesar 1,30 yang artinya setiap Rp. 1 yang dikeluarkan menghasilkan penerimaan sebesar Rp. 1,30 dan pendapatan sebesar Rp. 0,30 sehingga usaha agroindustri kerupuk sagu tersebut efisien dan menguntungkan sehingga layak untuk dilanjutkan. Nilai BEP produksi sebanyak 142 unit dengan BEP biaya sebesar Rp. 1.842.598.
Analisis Sistem Agribisnis Aren di Desa Kiyap Jaya Kecamatan Bandar Seikijang Kabupaten Pelalawan Rischa Nurul Alfath Syam; Susy Edwina; Evy Maharani
Jurnal Agribisnis Vol. 24 No. 2 (2022): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.013 KB) | DOI: 10.31849/agr.v24i2.8398

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengetahui subsistem hulu, subsistem budidaya pertanian, subsistem pengolahan, subsistem pemasaran, dan subsistem kelembagaan penunjang usahatani aren. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kiyap Jaya Kecamatan Bandar Seikijang Kabupaten Pelalawan.Metode pengambilan sampel petani aren menggunakan metode Purposive Sampling, sedangkan pengambilan sampel penjual olahan aren dengan metode sensus, terdapat 4 petani dan 2 penjual olahan aren. Hasil penelitian Menunjukkan total biaya produksi usahatani aren Rp.1.907.528,34/bulan, total produksi nira 667 liter/bulan, diperoleh pendapatan bersih Rp.2.261.221,66/bulan. Usahatani aren ini efisien dan layak untuk dikembangkan ditunjukkan oleh nilai R/C ratio 2,19. Total biaya usaha kopi aren Rp.1.690.726,30/bulan, total produksi 345 gelas/bulan, diperoleh pendapatan bersih Rp1.759.273,70/bulan. Usaha kopi aren ini efisien dan layak untuk dikembangkan ditunjukkan oleh nilai R/C ratio 2,04. Total biaya usaha teh aren Rp.177.248,02/bulan, total produksi 40 gelas/bulan, diperoleh pendapatan bersih Rp142.751,98/bulan. Usaha kopi aren ini efisien dan layak untuk dikembangkan ditunjukkan oleh nilai R/C ratio 1,81. Nira aren dapat diolah menjadi kopi aren dan teh aren. Saluran pemasaran nira aren terdiri dari 2 saluran , saluran pemasaran kopi aren terdiri dari 1 saluran, dan saluran pemasaran kopi aren terdiri dari 1 saluran. subsistem kelembagaan yang mendukung yaitu lembaga pemerintah desa, Lembaga penunjang lainnya belum berjalan dengan baik. Kata kunci: Sistem agribisnis, aren, produksi, efisiensi, saluran pemasaran
the Empowerment and Independence of Self-Help Farmers in Oil Palm Rejuvenation in Riau Province miranti mandasari; rosnita; syaiful hadi
Jurnal Agribisnis Vol. 24 No. 2 (2022): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.587 KB) | DOI: 10.31849/agr.v24i2.8500

Abstract

This research aims to 1) Study palm oil farming conducted by self-help farmers with reference to the application of ISPO, 2) Review the level of empowerment and independence of self-help palm oil farmers in Riau Province, 3) Analyze factors that have an influence in the level of empowerment and independence of self-help palm oil farmers in Riau Province. The study was conducted in 27 villages in 9 sub-districts of 3 districts in 2019 in Riau Province. The number of samples who became respondents was as many as 270 respondents of self-help palm oil farmers. Analytical methods are used descriptive analysis and Structural Equation Models (SEM). Research shows that the power and independence of self-help farmers is still low in the framework of oil palm rejuvenation in Riau Province according to ISPO criteria. The most dominant indicator affecting the power of farmers and farming groups is the perception of farmers' abilities and followed by agricultural business sapta. The most dominant indicator in influencing the independence of farmers and peasant groups is decision making in the selection of commodity types and marketing system decision making.
Potensi Wilayah dan Analisis Pendapatan Usaha Kopra Putih di Kabupaten Indragiri Hilir Djaimi Bakce
Jurnal Agribisnis Vol. 24 No. 2 (2022): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.98 KB) | DOI: 10.31849/agr.v24i2.8543

Abstract

Pada umumnya kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir dipasarkan dalam bentuk primer, atau belum diolah lebih lanjut. Dengan demikian nilai ekonomi produk kelapa tersebut sangat rentan terhadap fluktuasi musim yang menyebabkan nilai jualnya menjadi rendah dan menimbulkan kerugian di pihak petani. Sebagai salah satu sentra produksi kelapa terbesar, pendapatan petani sangat ditentukan oleh kontribusi hasil usahatani komoditas kelapa tersebut. Pendapatan petani disamping dipengaruhi oleh tingkat produktivitas, juga sangat dipengaruhi oleh harga jual produk yang dihasilkan. Harga kelapa cenderung ditentukan oleh pedagang, sehingga harga yang diterima petani relatif rendah Temuan utama dari penelitian ini bahwa seluruh kecamatan di Kabupaten Indragiri Hilir memiliki potensi yang besar dalam pengembanagn kopra putih ditinjau dari tata letak dan luas wilayah, kondisi geografi dan tofografi, kondisi hidrologi dan jenis tanah, dan kondisi perkembangan perkebunan kelapa. Perolehan pendapatan pelaku usaha kopra putih di Kabupaten Indragiri Hilir tergolong tinggi dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp. 11.145.476.237,44 per tahun. Untuk menunjang usaha pengembangan produk kopra putih maka perlu upaya untuk meningkatkan kuantitas dan kontinuitas bahan baku kelapa. Peremajaan dan perluasan lahan kelapa dengan produktivitas yang tinggi melalu penerapan prinsip-prinsip good agriculture practices perlu dilakukan oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah Kabupaten Indragiri hilir. Disamping itu, Upaya meningkatkan akses ke lembaga keuangan para pelaku usaha maupun calon pelaku usaha perlu dilakukan oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah Kabupaten Indragiri Hilir, Perguruan Tinggi, dan Lembaga Swadaya Masyarakat.
Analisis Komparasi Penggunaan Elpiji dan Biogas terhadap Peningkatan Keuntungan Industri Dangke di Kabupaten Enrekang Muhammad Imam Ma'ruf; Citra Ayni Kamaruddin; Dwi Aras Pancarany
Jurnal Agribisnis Vol. 24 No. 2 (2022): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.807 KB) | DOI: 10.31849/agr.v24i2.8636

Abstract

Enrekang merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan yang merupakan pusat pengembangan sapi perah. Hasil produksi usaha peternakan di daerah ini adalah susu yang diolah menjadi makanan yang disebut dangke. Terdapat dua sumber energi yang digunakan oleh industri rumah tangga dalam mengolah susu menjadi dangke, yaitu biogas dan gas elpiji. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apakah ada perbedaan signifikan terhadap pendapatan yang diperoleh antara indutsri tangga yang menggunakan gas elpiji dan yang menggunakan biogas. Terdapat 88 industri rumah tangga yang memproduksi dangke di Kecamatan Cendana Kabupaten Enrekang. Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan terhadap pendapatan yang diterima oleh industri rumah tangga yang menggunakan gas elpiji dan industri rumah tangga yang menggunakan biogas, penelitian ini menggunakan Uji Mann-Whitey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri tangga yang menggunakan biogas memperoleh pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan industri tangga yang menggunakan gas elpiji.
Peramalan Harga Bawang Merah Di Pasar Tradisional Sulawesi Selatan Dengan Metode ARIMA Ratu Alivya Syahrazard Anees; Nadillah Mathni Khoirani; Silfa Fadillah Putri Annisa; Hasna Afifah Rusyda
Jurnal Agribisnis Vol. 24 No. 2 (2022): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.256 KB) | DOI: 10.31849/agr.v24i2.8670

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu produk unggulan sektor hortikultura yang digunakan oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia. Tanaman ini menjadi bahan pangan pokok yang tidak dapat digantikan dikarenakan permintaannya yang terus meningkat. Harga yang berfluktuasi menjadi permasalahan pada komoditas ini. Penelitian ini bertujuan untuk mencari model peramalan terbaik untuk harga bawang merah di pasar tradisional Sulawesi Selatan agar konsumen dan produsen memiliki gambaran mengenai harga kedepan dan dapat mengantisipasi kemungkinan kerugian terkait hal-hal yang akan terjadi. Data pada penelitian menggunakan data sekunder berupa harga bawang merah di pasar tradisional Sulawesi Selatan secara bulanan dimulai dari Agustus 2017 hingga November 2021 dengan jumlah data 47 series. Data didapatkan dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional dimana harga bawang merah selama rentang periode penelitian berfluktuasi. Dengan menggunakan pendekatan model ARIMA didapatkan pemodelan terbaik ialah menggunakan ARIMA (3,1,1) dengan MAPE sebesar 9,43%. Adapun hasil dari harga peramalan untuk periode selanjutnya cenderung meningkat. Hal tersebut diprediksi disebabkan oleh semakin meningkatnya permintaan konsumen terhadap bawang merah. Oleh karena itu, produsen dapat meningkatkan produktivitas produksi bawang merah untuk mengantisipasi tingginya lonjakan permintaan dan konsumen dapat mengelola pengeluaran saat tingginya harga bawang merah.
Aplikasi Metode ARIMA Dalam Meramalkan Rata-Rata Harga Beras Di Tingkat Perdagangan Besar (Grosir) Indonesia Nabila Haryadi; Qanita Aulia; Nabyla Audyna
Jurnal Agribisnis Vol. 24 No. 2 (2022): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.339 KB) | DOI: 10.31849/agr.v24i2.8683

Abstract

Beras merupakan produk makanan pokok yang penting di Indonesia. Berdasarkan FAO, Indonesia menjadi negara penghasil beras terbanyak ketiga di dunia. Tetapi Indonesia masih perlu mengimpor beras karena Indonesia merupakan negara dengan konsumsi beras terbesar di dunia dan beras merupakan makanan pokok penduduk Indonesia. Oleh karena itu, untuk menjaga stabilitas cadangan dan harga beras di Indonesia, diperlukan gambaran beberapa bulan ke depan agar kestabilan kuantitas dan kualitas dari beras di Indonesia dapat dikondisikan. Peramalan menggunakan metode ARIMA dimana data yang digunakan adalah Data Rata-rata Harga Beras di Tingkat Perdagangan Besar atau Grosir di Indonesia dari bulan Januari 2017 hingga bulan Oktober 2021 yang bersumber dari BPS. Diperoleh model terbaik yaitu ARIMA(1,1,2). Dari hasil penelitian ini, diharapkan dapat menjadi tolak ukur bagi pemerintah supaya menjaga stabilitas cadangan dan harga beras yang merupakan salah satu komoditas terbesar yang dikonsumsi masyarakat Indonesia.