cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
agribisnisjurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Agribisnis
ISSN : 14124807     EISSN : 25034375     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Ruang Lingkup pada jurnal ini adalah semua yang berhubungan dengan kegiatan agribisnis pertanian dan semua yang berkaitan dengan dampak kegiatan agribisnis bagi masayarakat baik itu perencanaan usaha tani/agribisnis, kelayakan usaha tani/agribisnis, dll
Arjuna Subject : -
Articles 191 Documents
ANALISIS EFISIENSI BUDIDAYA TANAMAN LIDAH BUAYA DI KELURAHAN MAHARATU KECAMATAN MARPOYAN DAMAI KOTA PEKANBARU YENI KUSUMAWATY; SUSY EDWINA; EVY MAHARANI
Jurnal Agribisnis Vol. 20 No. 1 (2018): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.674 KB) | DOI: 10.31849/agr.v20i1.1499

Abstract

Budidaya tanaman lidah buaya telah dilakukan sejak tahun 2007 di Kelurahan Maharatu, Kecamatan Marpoyan Damai di Kota Pekanbaru oleh kelompok tani Panca Karya dan Karya Makmur. Komoditas lidah buaya memiliki prospek yang baik. Namun terdapat berbagai masalah dalam subsistem pemasaran produk pertaniannya seperti kemampuan pasar yang terbatas untuk menyerap produk lidah buaya, yang telah menyebabkan petani mengurangi produksinya. Dalam kondisi ini, perlu dilakukan analisis budidaya lidah buaya untuk mempelajari efisiensi usahatani lidah buaya. Permasalahan penelitian adalah sebagai berikut: 1) identifikasi sistem agribisnis lidah buaya yang saat ini dilaksanakan oleh petani, dan 2) analisis biaya produksi, nilai penyusutan peralatan, pendapatan petani, dan efisiensi usahatani aloe vera. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei pada petani lidah buaya. Kesimpulan: 1) usahatani cukup menguntungkan dengan laba bersih Rp 154.925 untuk produksi rata-rata Rp 325.075 (Panca Karya) dan laba bersih sebesar Rp 360.845 untuk produksi rata-rata Rp 439.154 (Karya Makmur) untuk satu siklus produksi per bulan dan 2) Nilai RCR usahatani lidah buaya adalah 1,47 pada kelompok tani Panca Karya dan 1,82 pada kelompok tani Karya Makmur, sehingga usahatani dianggap efisien. Kata kunci: analisis efisiensi, budidaya, lidah buaya
KAJIAN EKONOMI RUMAHTANGGA PETANI PADI DI KABUPATEN KAMPAR PROVINSI RIAU Ayu Andria; Elinur Elinur; Jumatri Jumatri
Jurnal Agribisnis Vol. 20 No. 1 (2018): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.045 KB) | DOI: 10.31849/agr.v20i1.1500

Abstract

Kajian ekonomi rumahtangga petani meliputi pembahasan tentang rumahtangga petani dari aspek produksi dan konsumsi yang dilakukan secara simultan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor dominan yang mempengaruhi keputusan ekonomi rumahtangga petani padi. Penelitian menggunakan metode survey untuk mendapatkan gambaran prilaku rumahtangga petani padi. Metode penarikan sampel dengan metode multi stage purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 60 orang yang berasal dari Kecamatan Bangkinang, Kecamatan Kampar dan Kecamatan Tambang. Jenis data yang dikumpulkan adalah data cross section tahun 2017. Analisis penelitian ini adalah analisis ekonometrika persamaan simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi padi signifikan dipengaruhi oleh luas panen dan total tenaga kerja dalam usahatani. Alokasi waktu kerja petani padi dalam usahatani dipengaruhi oleh pendapatan dalam usahatani padi dan angkatan kerja petani, penggunaan tenaga kerja luar rumahtangga petani dipengaruhi oleh pendapatan petani dalam usaha tani, pengalaman kerja petani dan angkatan kerja petani. Alokasi waktu kerja rumahtangga diluar usahatani padi dipengaruhi oleh pendapatan petani diluar usahatani padi dan angkatan kerja petani. Pendapatan rumahtangga petani padi diluar usahatani dipengaruhi oleh curahan kerja petani diluar usaha tani dan curahan kerja petani dalam usahatani. Pengeluaran konsumsi pangan rumahtangga petani padi dipengaruhi oleh pendapatan total petani, jumlah anggota keluarga petani dan investasi pendidikan. Investasi pendidikan rumahtangga petani padi dipengaruhi oleh pendapatan total petani, jumlah anak sekolah dan konsumsi pangan petani. Investasi dalam usaha tani dipengaruhi oleh pendapatan total petani, luas panen dan investasi pendidikan petani. Pengeluaran rekreasi rumahtangga petani dipengaruhi oleh pendapatan total petani, konsumsi pangan petani, investasi pendidikan dan pengeluaran kesehatan. Tabungan rumahtangga petani dipengaruhi oleh pendapatan total petani, konsumsi pangan petani, konsumsi non pangan petani, pengeluaran kesehatan dan investasi pendidikan. Keywords: Ekonomi Rumahtangga Petani, Produksi, Pendapatan, Pengeluaran Rumahtangga Petani
PENGARUH PERILAKU KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PISANG GORENG KIPAS KUANTAN – II KOTA PEKANBARUPENGARUH PERILAKU KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PISANG GORENG KIPAS KUANTAN – II KOTA PEKANBARU Nenny Rapita Manurung; Asgami Putri
Jurnal Agribisnis Vol. 20 No. 1 (2018): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.768 KB) | DOI: 10.31849/agr.v20i1.1501

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1.Untuk mengetahui pengaruh perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian pisang goreng kipas kuantan – II Kota Pekanbaru, 2. Untuk mengetahui pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian pisang goreng kipas kuantan – II Kota Pekanbaru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan verikatif dengan mengambil sampel sebanyak 100 orang dengan menggunakan teknik accidental random sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah analisis faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 5 faktor dan 11 variabel yaitu faktor sosial yaitu pada variabel teman dan keluarga, faktor produk yaitu bentuk pisang goreng kipas, ukuran pisang goreng kipas, rasa pisang goreng kipas, aroma pisang goreng kipas, faktor individu yaitu tingkat pendapatan dan tingkat pendidikan, faktor tempat yaitu pelayanan penjual , faktor harga yaitu daya saing harga pisang goreng kipas dan harga pisang goreng kipas. Sedangkan, Faktor – faktor yang mempengaruhi bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian pisang goreng kipas Kuantan- II Kota Pekanbaru ialah , faktor harga ialah harga pisang goreng kipas dan daya saing harga pisang goreng kipas karena harga yang ditawarkan sesuai dengan manfaat. Kesemua variabel harus dapat dipahami oleh pengelola / pendiri usaha dalam mengembangkan usaha dan semakin memotivasi untuk berinovsi supaya dapat bersaing. Kata Kunci : Keputusan Pembelian, Pisang Goreng Kipas, Perilaku Konsumen
POTENSI PEKARANGAN SEMPIT UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN PANGAN KELUARGA DI PEKANBARU surtinah surtinah
Jurnal Agribisnis Vol. 20 No. 2 (2018): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (974.011 KB) | DOI: 10.31849/agr.v20i2.1680

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah untuk merekomendasikan potensi pekarangan sempit sebagai penghasil pangan keluarga dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan dalam keluarga. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah mereview berbagai hasil penelitian, karya tulis, hasil Pengabdian masyarakat, khususnya yang berhubungan dengan pemanfaatan pekarangan sempit, dan optimalisasi pekarangan sempit. Membandingkan hasil kegiatan dari berbagai sumber dari jurnal penelitian, prosiding dan karya ilmiah yang berhubungan dengan eksploitasi pekarangan sempit. Halaman sempit yang dimiliki dapat diberdayakan untuk menghasilkan tanaman pangan berupa sayur yang dibudidayakan dengan sistem vertikultur. Tanaman yang digunakan untuk budidaya di lahan sempit adalah tanaman yang cepat panen dan memiliki perakaran yang dangkal. Ruang kosong seperti pagar rumah, dan ruang di atas got dapat digunakan untuk budidaya tanaman penghasil sayur, dengan teknik budidaya vertikultur. Sistem budidaya hidroponik yang merujuk pada sistem vertikultur merupakan teknik budidaya yang direkomendasikan untuk memberdayakan pekarangan sempit dan sangat sempit, untuk menghasilkan bahan pangan dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Sistem budidaya hidroponik lebih hemat dalam penggunaan air, dan dapat mengatasi kebutuhan akan media tanam tanah yang subur yang sulit diperoleh di Pekanbaru.
ANALISIS AGRIBISNIS SAPI POTONG DI KABUPATEN SIAK PROVINSI RIAU: AGRIBISNIS SAPI POTONG Nur Khadijah; Syaiful Hadi; Evy Maharani
Jurnal Agribisnis Vol. 21 No. 1 (2019): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.788 KB) | DOI: 10.31849/agr.v20i2.1682

Abstract

ABSTRACT. The study aimed to analyze the influence of each subsystem on the income of farmers and between each sub-system is itself on beef cattle farms in Siak. The study was conducted in 4 (four) districts in Siak District of Kerinci Kanan, Lubuk Dalam, Dayun and Koto Gasib using simple random sample selection method . Total sample in this study were 100 breeders. Data were analyzed by scoring and path analysis (path analysis). Path analysis results indicate that the up-stream subsystem to the farmer’s income. influence between the subsystem them are asfollows: Subsystems supporting institutions affecting the entire subsystem of agribusiness; marketing Subsystem affect up-stream subsystem, on-farm subsystem and down-stream Subsystem agribusiness. up-stream subsystem to the on-farm agribusiness, on-farm Subsystem to down-stream agribusiness. The conclusion of research indicated that the implementation of beef cattle subsystem agribusiness had adequate index and give positive effect to the farmer’s income. Keywords: agribusines, up-stream, on-farm, down-stream, marketing, supporting institutions
PERMINTAAN PANGAN RUMAHTANGGA PROVINSI RIAU: MODEL LINEAR APPROXIMATE ALMOST IDEAL DEMAND SYSTEM Heriyanto Heriyanto
Jurnal Agribisnis Vol. 20 No. 2 (2018): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.78 KB) | DOI: 10.31849/agr.v20i2.1818

Abstract

This study aimed to analyze the food consumption pattern of households by income level and education, to analyze the factors affecting the dominant staple food consumption expenditure of households, and to analyze the response of trees to food expenditure dominant factors that influence it. For research purposes constructed model Almost Ideal Demand System (AIDS), with Seemingly Unrelated Regression (SUR) method. The food commodities included in the model comprised of seven primary commodities. rice and sago, milk, beef and chicken, salt, sugar, cooking oil, as well as vegetables and fruits. The results showed that at a higher level of income, the proportion of food expenditure to others tends to decrease. The higher the housewives education’s level, the higher the consumption of dairy, beef and chicken, vegetables and fruits, while the consumption of rice and sago, sugar, and cooking oil tends to decline. Most of the parameter estimates of commodity prices and household income level of dominant influence consumption for each commodity group. Price's elasticity of all commodities tend to be negative and not responsive to the price changes. Similarly, cross elasticities showed the consumption expenditure of each commodity is not responsive to changes in other commodity prices. However, according to its income elasticity, four commodities (beef and chicken, as well as vegetables and fruits), are responsive to changes in income. From these findings, it can be stated that the policies related to the efforts to increase revenues performed better than price control policy. The efforts to improve household income is important to increase the consumption, particularly consumption of beef and chicken, as well as vegetables and fruits
ANALISIS SEBAB AKIBAT PADA PENGELOLAAN KUALITAS SUSU SEGAR DI KABUPATEN JEMBER, JAWA TIMUR: Studi Kasus pada Produksi Susu Segar di KPGM Kabupaten Jember uyun erma malika
Jurnal Agribisnis Vol. 20 No. 2 (2018): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.676 KB) | DOI: 10.31849/agr.v20i2.1966

Abstract

Susu segar merupakan salah satu komoditas peternakan yang diperoleh dari budidaya sapi perah. Susu segar yang berkualitas sangat diharapkan oleh para peternak pada saat proses pemerahan, berkaitan dengan permintaan konsumen khususnya Industri Pengolahan Susu (IPS) yang mensyaratkan kualitas susu segar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen kualitas produksi susu segar, dengan melakukan studi kasus di Koperasi Peternak Galur Murni (KPGM) Kabupaten Jember. Penelitian ini merupakan jenis penelitian case study (studi kasus) guna mempelajari secara intensif atau mendalam dari kelompok sasaran penelitian. Metode analisis yang digunakan berupa analisis cause and effect diagram untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen kualitas produksi susu segar di KPGM. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh dalam kualitas susu segar di KPGM yaitu berupa lemahnya pengawasan peternak, ketersediaan jumlah pakan hijauan, sistem pemerahan yang tidak terpisah dengan kandang (minimnya infrastruktur), peralatan yang digunakan masih sederhana, dan ketersediaan air. Rencana penanggulangan yang dapat dilakukan yaitu berupa control kualitas di setiap segmen, perbaikan pengelolaan pakan hijauan, pembangunan infrastruktur, penyuluhan dan pengadaan peralatan, dan pembuatan sumber mata air artesis.
PERANAN SUBSEKTOR PERIKANAN DALAM MENUNJANG PEREKONOMIAN KABUPATEN KAMPAR PROVINSI RIAU Tibrani Karimi
Jurnal Agribisnis Vol. 20 No. 2 (2018): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.511 KB) | DOI: 10.31849/agr.v20i2.2004

Abstract

Kabupaten Kampar memiliki potensi perikanan yang cukup besar dan ditetapkan sebagai sentra produksi perikanan budidaya di Propinsi Riau. Produksi perikanan Kampar tahun 2014 sebanyak 54.984,58 ton dengan nilai sebesar 867.040,77 juta rupiah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis : (1) Kontribusi Subsektor perikanan Terhadap Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kampar; (2) Kedudukan atau Tingkat Basis dan Non Basis Ekonomi Subsektor perikanan dalam Pembangunan Wilayah Kabupaten Kampar dan; (3) Multiplier Effect Subsektor perikanan terhadap PDRB wilayah dan kesempatan kerja Kabupaten Kampar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi sektor perikanan Kabupaten Kampar pada tahun 2011 terhadap PDRB (tanpa migas) ke tahun 2012 terjadi peningkatan yang signifikan dan pada tahun 2013 dan tahun 2014 relatif berkurang namun masih diatas 16 %. Sedangkan kontribusi sektor perikanan terhadap tenaga kerja berkisar antara 2,63 sampai 2,95 % dengan rata-rata sebesar 2,78 %. Selama periode tahun 2011-2014 sektor perikanan merupakan sektor basis dalam perekonomian wilayah Kabupaten Kampar berdasarkan indikator pendapatan wilayah (PDRB) dengan nilai LQ dengan kisaran nilai LQ 2,32 4,90 dengan rata-rata 4,16. Selama periode tahun 2010-2013 sektor perikanan memberikan efek penggandaan (Multiflier Effect) yang cukup berarti bagi pertumbuhan ekonomi wilayah Kabupaten Kampar. Nilai Multiflier Effect rata-rata sebesar 8,56 pada indikator pendapatan wilayah dan berdasarkan indikator angkatan kerja nilai Multiflier Effect rata-rata sebesar 29,37.
ANALISIS BAURAN PEMASARAN FRANCHISE O’CHICKEN DI KECAMATAN BUKITRAYA KOTA PEKANBARU Azizah Azmi
Jurnal Agribisnis Vol. 20 No. 2 (2018): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.502 KB) | DOI: 10.31849/agr.v20i2.2036

Abstract

Usaha franchise O’Chicken di Kecamatan Bukitraya mulai dibuka dan diresmikan pada tanggal 15 Mei 2015 oleh Bapak Markarius Anwar, dengan konsep penjualan produk olahan ayam organik.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bauran pemasaran konsumen O’Chicken. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan responden penelitian berjumlah 50 responden yang telah berusia ≥15 tahun, berbelanja di O’Chicken lebih dari 1 kali. Data dianalisis menggunakan skala Likert. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa analisis bauran pemasaran pembelian O'Chicken dipengaruhi oleh lima variabel bauran pemasaran seperti produk, harga, lokasi, promosi dan layanan mendapatkan skor rata-rata 4,00 dengan kategori berpengaruh. . Variabel produk dengan skor rata-rata 4,23 merupakan kategori sangat berpengaruh, indikator produk yang mendapat skor tertinggi adalah kebersihan produk dengan skor 4,60 kategori sangat berpengaruh. Variabel harga dengan skor rata-rata 4,09 dikategorikan sebagai berpengaruh, indikator harga yang mendapat skor tertinggi adalah harga sesuai kualitas produk dengan skor 4,24 kategori sangat berpengaruh. Variabel tempat dengan skor rata-rata 3,81 dikategorikan cukup berpengaruh, indikator tempat yang mendapat skor tertinggi adalah lokasi yang strategis dan menarik dengan skor 4,18 kategori berpengaruh. Variabel promosi dengan skor rata-rata 3,58 dengan kategori berpengaruh, indikator promosi yang mendapat skor tertinggi adalah promosi menggunakan spanduk atau spanduk dan promosi mulut-ke-mulut dengan skor 3,66 kategori berpengaruh. Variabel layanan dengan skor rata-rata 4,29 dengan kategori sangat berpengaruh, indikator yang mendapat skor tertinggi adalah layanan ramah dan responsif dengan skor 4,34 kategori sangat berpengaruh.
JURNAL ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA FRANCHISE O'CHICKEN DI KELURAHAN SIMPANG TIGA KECAMATAN BUKIT RAYA KOTA PEKANBARU: ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA FRANCHISE O'CHICKEN DI KELURAHAN SIMPANG TIGA KECAMATAN BUKIT RAYA KOTA PEKANBARU Indah Marianju Nauli
Jurnal Agribisnis Vol. 20 No. 2 (2018): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.72 KB) | DOI: 10.31849/agr.v20i2.2048

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial dan kepekaan terhadap perubahan harga input dan output waralaba bisnis franchise O’Chicken di Kelurahan Simpang Tiga Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Pekanbaru. Survei dilakukan pada bulan November 2017, untuk mengumpulkan data primer dan sekunder. Data dianalisis dengan menggunakan kriteria investasi yaitu NPV, Net B/C, IRR dan Pay Back Period. Hasil penelitian menunjukkan usaha ini secara ekonomi layak karena memiliki nilai NPV positif sebesar Rp.883.637.518,- Net B/C lebih besar dari satu yaitu 3,35, nilai IRR lebih besar dari Social Opportunity Cost of Capital (SOCC), dengan pengembalian investasi yang panjang atau Pay Back Period selama 4 tahun 3 bulan. Analisis sensitivitas terhadap kenaikan harga input bahan baku daging ayam adalah 31,60%, dan penurunan skala produksi sebesar 11,21% lebih besar dari break event point, jika kenaikan diatas persentase tersebut maka usaha ini tidak layak untuk dijalankan karena NPV <0. Kata kunci: kelayakan finansial, usaha, waralaba, ayam organik

Page 5 of 20 | Total Record : 191