Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

POTENSI AGRIBISNIS SAPI PERAH DI KABUPATEN JEMBER, JAWA TIMUR Uyun Erma Malika; Jemi Cahya Adiwijaya
Jurnal Agribisnis Vol. 19 No. 2 (2017): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.016 KB) | DOI: 10.31849/agr.v19i2.782

Abstract

Berdasarkan Oulook Komoditas Pertanian Sub Sektor Peternakan Susu tahun 2016 oleh Kementrian Pertanian, produksi susu sapi dalam negeri hanya mampu memenuhi sebesar 21% dari konsumsi nasional sedangkan sisanya sebesar 79% berasal dari impor. Setiap tahun kebutuhan susu sapi di Indonesia mengalami kenaikan, akan tetapi jumlah produksi susu sapi dalam negeri masih tidak mampu mencukupi permintaan tersebut. Provinsi Jawa Timur merupakan sentra populasi sapi perah tertinggi di Indonesia, salah satu kabupaten di Jawa Timur yang juga mengembangkan sapi perah yaitu di Kabupaten Jember. Tujuan dari penelitian ini antara lain untuk mengetahui potensi wilayah sentra usaha agribisnis sapi perah di Kabupaten Jember dan mengetahui tingkat efisiensi ekonomi agribisnis sapi perah di wilayah sentra sapi perah di Kabupaten Jember. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa kuesioner terbuka dan wawancara. Analisis data yang digunakan antara lain analisis Location Quotient dan analisis kelayakan usaha (R/C ratio). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa wilayah yang memiliki potensi/basis agribisnis sapi perah tertinggi di Kabupaten Jember yaitu di Kecamatan Kaliwates dengan nilai LQ sebesar 15,01. Tingkat kelayakan secara ekonomi dapat dilihat dari nilai R/C ratio ≥ 1, yaitu sebesar 1,59 artinya usaha ternak sapi perah tersebut dapat dikatakan layak untuk dikembangkan di Kabupaten Jember. Kata kunci: Location Quotient, R/C ratio, Sapi Perah
ANALISIS SEBAB AKIBAT PADA PENGELOLAAN KUALITAS SUSU SEGAR DI KABUPATEN JEMBER, JAWA TIMUR: Studi Kasus pada Produksi Susu Segar di KPGM Kabupaten Jember uyun erma malika
Jurnal Agribisnis Vol. 20 No. 2 (2018): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.676 KB) | DOI: 10.31849/agr.v20i2.1966

Abstract

Susu segar merupakan salah satu komoditas peternakan yang diperoleh dari budidaya sapi perah. Susu segar yang berkualitas sangat diharapkan oleh para peternak pada saat proses pemerahan, berkaitan dengan permintaan konsumen khususnya Industri Pengolahan Susu (IPS) yang mensyaratkan kualitas susu segar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen kualitas produksi susu segar, dengan melakukan studi kasus di Koperasi Peternak Galur Murni (KPGM) Kabupaten Jember. Penelitian ini merupakan jenis penelitian case study (studi kasus) guna mempelajari secara intensif atau mendalam dari kelompok sasaran penelitian. Metode analisis yang digunakan berupa analisis cause and effect diagram untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen kualitas produksi susu segar di KPGM. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh dalam kualitas susu segar di KPGM yaitu berupa lemahnya pengawasan peternak, ketersediaan jumlah pakan hijauan, sistem pemerahan yang tidak terpisah dengan kandang (minimnya infrastruktur), peralatan yang digunakan masih sederhana, dan ketersediaan air. Rencana penanggulangan yang dapat dilakukan yaitu berupa control kualitas di setiap segmen, perbaikan pengelolaan pakan hijauan, pembangunan infrastruktur, penyuluhan dan pengadaan peralatan, dan pembuatan sumber mata air artesis.
CONFIRMATORY FACTOR ANALYSIS PADA KEBERLANJUTAN USAHA AGRIBISNIS SAPI PERAH uyun erma malika
Jurnal Agribisnis Vol. 22 No. 2 (2020): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.608 KB) | DOI: 10.31849/agr.v22i2.5524

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis faktor-faktor aksesibilitas sumber daya dalam usaha peternakan sapi perah, seperti aksesibilitas sumber daya manusia, sumber daya alam, lingkungan, sosial, ekonomi, dan teknologi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Metode analisis yang digunakan dalam menganalisis aksesibilitas sumber daya ini adalah melalui analisis Confirmatory Factor Analysis (CFA). Berdasarkan hasil pembahasan dalam penelitian maka dapat disimpulkan bahwa faktor keberlanjutan agribisnis sapi perah dapat ditentukan oleh dua faktor besar yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor-faktor internal tersebut terdiri dari faktor teknologi, faktor manusia, faktor ekonomi. Selanjutnya, faktor-faktor eksternal terdiri dari faktor alam, faktor lingkungan dan faktor sosial.
Pelatihan Pengemasan Produk Be Cheese dalam Mendukung Pengembangan Integrated Farming System di Desa Suci: Pengabdian Uyun Erma Malika; Rizal Perlambang CNAWP; Ahmad Haris Hasanuddin Slamet; Fairuz Nadhifah; Salihati Hanifah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6153

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengemasan produk olahan ubi jalar, khususnya be cheese, sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan Integrated Farming System (IFS) di Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember. Metode yang digunakan meliputi tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung pengemasan produk, yang dilanjutkan dengan kegiatan pendampingan untuk memperkuat pemahaman peserta. Peserta kegiatan merupakan kelompok ibu-ibu PKK Desa Suci yang memiliki peran dalam pengolahan produk pangan berbasis lokal. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman terkait konsep dan teknik pengemasan produk pangan. Selain itu, peserta mampu mengaplikasikan teknik pengemasan yang lebih rapi, menarik, dan sesuai untuk dipasarkan. Kegiatan pendampingan juga memberikan kontribusi dalam meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam mengembangkan produk secara mandiri. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas produk olahan ubi jalar, baik dari segi tampilan maupun nilai tambah, sehingga berpotensi mendukung penguatan implementasi Integrated Farming System di Desa Suci.
Pelatihan dan Pendampingan Budidaya Ubi Jalar di Desa Suci dalam Rangka Mendukung Implementasi Integrated Farming: Pengabdian Uyun Erma Malika; Rizal Perlambang CNAWP; Ahmad Haris Hasanuddin Slamet; Fairuz Nadhifah; Salihati Hanifah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5034

Abstract

The concept of integrated farming is a relevant approach to supporting sustainable agriculture in rural areas. Suci Village, Panti District, Jember Regency, has potential natural resources that support the development of an integrated farming system, particularly for sweet potatoes. However, farmers' limited knowledge and skills in applying appropriate cultivation techniques result in suboptimal production results. This community service activity aims to improve partners' knowledge and skills through training and mentoring on sweet potato cultivation to support the implementation of integrated farming. The activity method includes preparation, training, mentoring, and evaluation. The activity was carried out from July to October 2025 through lectures, focus group discussions (FGDs), and direct practice of organic sweet potato cultivation in polybags using organic fertilizer from local livestock waste. The results of the activity showed an increase in participants' understanding and skills in environmentally friendly sweet potato cultivation techniques and support the implementation of an integrated farming system in Suci Village.
Risk Management Classification for the Sustainability of Small-scale Dairy Cattle Farming: A Case Study in Suci Village, Jember, Indonesia Uyun Erma Malika; Huda Ahmad Hudori; Rizal Perlambang CNAW Putra; Budi Prasetyo
Journal of Business Management Vol. 4 No. 1 (2026): August (In Progress)
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jobm.v4i1.182

Abstract

Sustainable dairy farming plays a critical role in achieving local food self-sufficiency, yet smallholder farmers face multidimensional risks that threaten production and income sustainability. This study aims to classify these sustainability-related risks by applying an Enterprise Risk Management (ERM) framework. Conducted in Suci Village, Jember Regency, Indonesia, this research employed a mixed-method approach combining Focus Group Discussions (FGDs), field observations, and expert validation. Risks were evaluated using a Risk Register matrix based on likelihood and impact. The findings reveal that ecological, economic, social, and technological aspects significantly influence sustainability performance. Ecological risks such as feed shortages, waste pollution, and greenhouse gas emissions were classified as extreme. Economic risks included high feed costs, low milk productivity, and disease outbreaks. Social risks emerged from low farmer income and community conflict due to waste mismanagement, while technological risks were associated with limited cooling systems and low adoption of digital technology. The classification highlights the urgent need for a simplified, community-based risk management system integrating ERM principles for smallholder farmers to enhance resilience and long-term sustainability.
Enhancing Vanilla Planifolia Generative Phase via IoT-Based Microclimate Control Andarula Galushasti; Rudi Wardana; Irma Wardati; Taufik Hidayat; Uyun Erma Malika; Taufiq Rizaldi
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 8, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v8i3.2171

Abstract

Vanilla (Vanilla planifolia) is one of the agricultural commodities with high economic value, but its cultivation faces various challenges, including climate change and suboptimal environmental management. Conventional microclimate control methods are primarily manual and reactive, often failing to maintain stable conditions during the critical phase of generation. Technological innovations, especially IoT-based microclimate controllers, enable real-time monitoring and automated regulation of temperature, humidity, and light, thereby reducing environmental fluctuations that negatively affect flowering and yield. This research aims to develop and apply an IoT-based microclimate controller that optimizes growth conditions during the generative phase of vanilla, and to evaluate its impact on growth and crop yields. The study was conducted over a 3-month generative period, using 30 vanilla plants per group (n = 60 in total), with three replications. Data were collected weekly and analyzed using descriptive statistics and t-tests to compare growth and yield performance. The results show that IoT-based microclimate controllers significantly improved optimal temperature and humidity stability, increasing plant growth and crop yields. The average stem length and number of flowers per plant increased by 30% and 25%, respectively, compared to the control group, while vanillin content rose from 1.8% to 2.5%. These findings offer new insights into sustainable vanilla cultivation management, which can be adopted by farmers to enhance productivity and quality. Recommendations for further research include developing more advanced systems, conducting cost-benefit analyses, and applying these technologies in different climatic conditions.
Diagnostics of Quality Innovation in the Production Process to Improve the Sustainability of the Smart Green House Teaching Factory of the Politeknik Negeri Jember Ridwan Iskandar; Luluk Cahyo Wiyono; Retno Sari Mahanani; Uyun Erma Malika
Futures in Agro-Food Economics and Logistics Analytics Journal Vol. 1 No. 1 (2024): December
Publisher : PT Litera Integra Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67580/fafela.v1i1.3

Abstract

The Teaching Factory "Smart Green House" of the Politeknik Negeri Jember (Tefa SGH) has the challenge of improving quality. If this is not handled immediately, it will threaten the level of implementation of quality system clauses. Efforts to overcome the above challenges must be carried out holistically by analyzing the implementation of quality system clauses in the production process. The problem in this study is what quality system clauses have been implemented, what improvement efforts need to be made and what clauses are the top priorities. The purpose of this research is to produce innovations in quality system clauses. The research method used to analyze the level of application is Johnson's method. The results of the study show that Tefa SGH has 2 out of 7 clauses in the strong category, namely the Planning and Improvement clauses. Tefa SGH's readiness level in the implementation of the ISO 9001:2015 is included in the Fair category, this means that some of the clauses of the TEFA system are by following the ISO 9000 standard. The Performance Evaluation Clause is a clause that does not follow the standard. The main priority of the clause that needs to be implemented first is the Improvement clause.