cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
agribisnisjurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Agribisnis
ISSN : 14124807     EISSN : 25034375     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Ruang Lingkup pada jurnal ini adalah semua yang berhubungan dengan kegiatan agribisnis pertanian dan semua yang berkaitan dengan dampak kegiatan agribisnis bagi masayarakat baik itu perencanaan usaha tani/agribisnis, kelayakan usaha tani/agribisnis, dll
Arjuna Subject : -
Articles 191 Documents
TINGKAT EFEKTIVITAS MEDIA PENYULUHAN USAHATANI KELAPA SAWIT KECAMATAN PANGKALAN KURAS KABUPATEN PELALAWAN Ria Resti Fauziah; Roza Yulida; yulia andriani
Jurnal Agribisnis Vol. 21 No. 1 (2019): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.877 KB) | DOI: 10.31849/agr.v21i1.2851

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Menganalisis tingkat efektivitas ekstensi media pada kelapa sawit di kabupaten Pangkalan Kuras, 2) Menganalisis karakteristik hubungan petani terhadap tingkat efektivitas media di Pangkalan Kuras. Penelitian ini dilakukan di Desa Surya Indah dan Dundangan, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan. Waktu penelitian dimulai dari bulan Maret hingga Desember 2018. Teknik pengambilan sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling. Total sampel yang diambil adalah 60 sampel. Metode analisis data yang digunakan untuk menjawab tujuan dalam penelitian ini adalah Deskriptif Kualitatif, Skala Likert, dan Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Tingkat efektivitas ekstensi media yang dicetak termasuk dalam kategori "cukup efektif" pada ekstensi media dan efektivitas objek fisik termasuk dalam kategori "efektif". Ini menunjukkan bahwa penyuluh sebagai media objek fisik secara efektif digunakan di kabupaten Pangkalan Kuras. 2) Ada hubungan antara karakteristik petani dengan efektifitas internal dan eksternal media benda cetak atau fisik.
ANALISIS KINERJA PASAR KARET (Hevea Brasiliensis) DI KECAMATAN KELAYANG KABUPATEN INDRAGIRI HULU aldo mulya dharma; Ahmad Rifai; Evy Maharani
Jurnal Agribisnis Vol. 21 No. 1 (2019): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.138 KB) | DOI: 10.31849/agr.v21i1.2852

Abstract

Kecamatan Kelayang adalah salah satu kecamatan yang memiliki luas areal perkebunan karet terluas yang ada di Kabupaten Indragiri Hulu, dengan luas areal perkebunan karet dikecamatan Kelayang ialah 13.066 (Ha). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemasaran karet berdasarkan saluran pemasaran dan kinerja pasar. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode survei. Objek penelitian adalah pedagang, pedagang besar dan lembaga pemasaran yang terlibat dalam pemasaran karet dari produsen ke konsumen akhir (pabrik) di lokasi penelitian. Jumlah sampel pedagang yang ditentukan dalam penelitian ini menggunakan metode sensus. Responden dalam penelitian ini adalah pedagang karet dengan total responden 42, total pedagang pengumpul 38, dan 4 pedagang besar. Hasil dari penelitian ini adalah (1) saluran pemasaran karet yang terdiri dari dua saluran: saluran pemasaran I dari petani, pengumpul, pedagang besar dan pabrik, dan saluran pemasaran II dari petani, pengumpul dan pabrik. ; (2) kinerja pasar di saluran pemasaran I menghasilkan marjin pemasaran sebesar Rp2.077,01 / kg, dan saluran pemasaran II Rp. Rp 2.058,8 / kg, efisiensi pemasaran saluran pemasaran sebesar 13,25%, dan saluran pemasaran II 8,84%. Saluran pemasaran saham petani I adalah 78,30%, dan saluran pemasaran II adalah 78,17%. Kinerja pasar dalam posisi tawar petani lemah karena harga ditentukan secara sepihak oleh pedagang, terutama di saluran I dan saluran II.
JARINGAN KOMUNIKASI PETANI KARET DI DESA TANJUNG ALAI KECAMATAN XIII KOTO KAMPAR KABUPATEN KAMPAR RozaYulida
Jurnal Agribisnis Vol. 22 No. 1 (2020): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.909 KB) | DOI: 10.31849/agr.v22i1.3389

Abstract

Jaringan komunikasi merupakan hubungan antara orang perorang, yang akan membentuk pola tertentu. Pola komunikasi dapat menggambarkan bagaimana komunikasi dilakukan. Karet merupakan salah satu komoditi unggalan di Provinsi Riau, termasuk Kabupaten Kampar, bahkan merupakan komoditi yang menjadi budaya bagi masyarakat Riau. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis jaringan komunikasi petani karet di Desa Tanjung Alai Kecamatan XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar. Metode penentuan responden dengan menggunakan metode purposive sampling dan snowball sampling, dengan jumlah seluruh responden sebanyak 55 orang. Data yang telah didapatkan diolah dengan menggunakan UCINet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi petani karet berbentuk roda, dengan berpusat pada aktor-aktor tertentu. Aktor sentral pada informasi subsistem hulu adalah PPL, pedagang, ketua kelompoktani, Kaur Pembangunan Desa Tanjung Alai. Aktor sentral pada informasi subsistem usahatani adalah PPL, ketua kelompoktani, bendahara kelompoktani, Kaur Pembangunan Desa Tanjung Alai dan petani penggarap. Aktor sentral pada informasi subsistem hilir adalah tauke, dan ketua lelang karet Desa Tanjung Alai. Sedangkan Aktor sentral pada informasi subsistem usaha penunjang adalah ketua, sekretaris, dan bendahara kelompoktani, dan ketua KUD.
AGROINDUSTRI SAGU Di KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI Septina Elida
Jurnal Agribisnis Vol. 22 No. 1 (2020): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.687 KB) | DOI: 10.31849/agr.v22i1.3408

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the income of sago flour and processed sago flour agro-industry, determine the added value of sago flour. This result showed that : 1) Net income of sago agronodustry per production process is Rp 61.558.308, while sago flour processing income includes sago noodles amounting to Rp 3,911,324, sago crackers Rp 533,802, sago rendang Rp 548,132, fat sago Rp 100,569. 2) Sago flour agroindustry and processed sago flour are efficient and feasible to be developed, the Return Cost Ratio (RCR) value is greater than one. 3) The added value obtained from the processing of tago sago produces sago flour per kg of raw materials amounting to Rp 623,62, while in processed sago flour, fat sago provides greater added value than other preparations (sago crackers, sago noodles and sago rendang). Keywords: Agro-industry, Sago, Kepulauan Meranti ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan agroindustri tepung sagu dan olahan tepung sagu, menentukan nilai tambah sagu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan bersih agronodustri sagu per proses produksi sebesar Rp 61.558.308, sedangkan pendapatan pengolah tepung sagu meliputi mie sagu sebesar Rp 3.911.324, kerupuk sagu Rp 533.802, sagu rendang Rp 548.132, sagu lemak Rp 100.569. 2) Agroindustri tepung sagu dan olahan tepung sagu efisien dan layak untuk dikembangkan, nilai Return Cost Ratio (RCR) lebih besar dari satu. 3) Nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan tual sagu menghasilkan tepung sagu per kg bahan baku sebesar Rp 623,62, sedangkan pada olahan tepung sagu, sagu lemak memberikan nilai tambah lebih besar dibandingkan olahan lainnya(kerupuk sagu, mie sagu dan sagu rendang) Kata kunci : Agroindustri, Sago, Kepulauan Meranti
ANALISIS FAKTOR PRODUKSI AGROINDUSTRI KERUPUK UBI KAYU DI DESA PULAU ARO KECAMATAN KUANTAN TENGAH KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Jamalludin, Sp., M.MA jamalludin; Chezy WM Vermila, SP., M.MA; Andi Alatas, SP., M.Sc
Jurnal Agribisnis Vol. 22 No. 1 (2020): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.356 KB) | DOI: 10.31849/agr.v22i1.3443

Abstract

ANALISIS FAKTOR PRODUKSI AGROINDUSTRI KERUPUK UBI KAYU DI DESA PULAU ARO KECAMATAN KUANTAN TENGAH KABUPATEN KUANTAN SINGINGI 1)Jamalludin, Chezy WM. Vermila, Andi Alatas. 1)Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Islam Kuantan Singinggi Email: fit_jamal@yahoo.com HP : 085265818186 Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi agro industri kerupuk ubi kayu. Pengambilan sampel untuk pengusaha agroindustry kerupuk ubi kayau diambil secara Proposif sebanyak 30. Hasil penelitian menunjukan Nilai F Sig dari usaha agroindustry kerupuk ubi kayu pengunaannya adalah 0,000 artinya adalah, variabel bebas ubi kayu (Ln X1), Garam (Ln X2), Minyak Goreng (Ln X3), dan Tenaga Kerja (Ln X4) secara bersama-sama pengaruh nyata terhadap produksi. Besarnya pengaruh tersebut ditunjukan oleh koefisien determinasi (R2) yaitu sebesar 0,932 hal ini memiliki pengertian bahwa, secara simultan variabel-variabel tersebut akan mampu menentukan tinggi rendahnya produksi sebesar 93,2% dan sisanya sebesar 6,8 % ditentukan oleh variabel lain yang tidak dimasukan dalam persamaan ini seperti, iklim, penyuluhan pertanian, manajemen dan lain-lainya. Variable ubi kayu sangat berpengaruh nyata dan signifikan terhadap produksi kerupuk ubi kayu di Desa Pulau Aro, sedangkan garam, minyak goreng dan tenaga kerja tidak berpengaruh sangat nyata terhadap produksi kerupuk ubi kayu Desa Pulau Aro. Kata Kunci : Kerupuk Ubi Kayu, Faktor Produksi
Elasticity of Output Supply and Input Demand of Palm Oil in Large State Plantation: Elastisitas Penawaran Output dan Permintaan Input Kelapa Sawit di Perkebunan Besar Negara Yechi Yulianti
Jurnal Agribisnis Vol. 22 No. 1 (2020): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.71 KB) | DOI: 10.31849/agr.v22i1.3446

Abstract

Perkebunan kelapa sawit sampai saat ini masih merupakan primadona perkebunan Indonesia. Provinsi Riau yang merupakan salah satu wilayah penghasil kelapa sawit namun hanya 3,55% luas perkebunan kelapa sawit di Riau yang merupakan Perusahaan Besar Negara. Perusahaan menggunakan input tertentu untuk menghasilkan output. Perubahan harga output akan berdampak pada penawaran output dan permintaan input. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan harga output dan harga input terhadap penawaran output dan permintaan input kelapa sawit di Perusahaan Besar Negara. Penelitian ini menggunakan data yang bersumber dari laporan manajemen dan laporan keuangan 10 unit kebun pada tahun 2011-2015. Penelitian ini menggunakan pendekatan multi input dan multi output yaitu dengan membangun sebuah model ekonometrik yang diestimasi dengan metode Seemingly Unrelated Regression (SUR). Temuan dari penelitian ini adalah: (1) elastisitas penawaran output CPO dan PKO elastis terhadap perubahan harga sendiri dan PKM inelastis terhadap perubahan harga sendiri CPO elastis terhadap harga output lainnya dan harga input, kecuali terhadap perubahan harga pupuk TSP dan Dolomite. Palm Kernel Oil elastis terhadap harga output PKM dan inelastis terhadap harga output CPO serta elastis terhadap harga input, kecuali harga pupuk Borate. PKM inelastis terhadap harga output lainnya dan elastis terhadap harga input, kecuali terhadap perubahan harga pupuk Borate; (2) Permintaan input NPK, Urea, TSP dan TKHP elastis terhadap perubahan harga sendiri, sedangkan permintaan input MOP, Borate dan Dolomite inelastic terhadap perubahan harga sendiri; (3) Semua permintaan input inelastis terhadap perubahan harga output CPO, PKO dan PKM.
Analisis ANALISIS JARINGAN KOMUNIKASI PETANI KELAPA SAWIT SWADAYA DI DESA SURYA INDAH KECAMATAN PANGKALAN KURAS KABUPATEN PELALAWAN M. Akhyar Rosadi
Jurnal Agribisnis Vol. 22 No. 1 (2020): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.303 KB) | DOI: 10.31849/agr.v22i1.3458

Abstract

ABSTRACT This study aims to (1) examine the patterns of communication networks, (2) actors involved in communication networks, (3) and their role in oil palm farmers in Surya Indah Village, Pangkalan Kuras District, Pelalawan Regency. The sampling method used in this study was to use a non probability sampling technique consisting of purposive sampling and snowball sampling technique. The results showed that based on the communication network formed in the four agribusiness subsystems, it could be seen that it was still dominant in the wheel pattern, the network structure in the form of a wheel pattern was a very centralized pattern. The roles found in the communication network formed are star, bridge and gate keeper. Analysis of individual level communication networks to see actors who are stars, suitable actors as information disseminators and actors as communication control holders. The star actors in the upstream subsystem are Subariadi (SB): self-help extension workers, Subar Mantono (SM): oil palm farmers, Kasman (KS): oil palm farmers, and Agricultural Shops (TP): input production traders. In the farming subsystems are Subariadi (SB), Subar Mantono (SM), and PT Surya Bratasena (PTSB), the downstream subsystems are Rokhim (RO), Siswanto (SO), and Miskam MS: palm oil tauke, the supporting subsystem is BRI (BR), Miskam (MS), and Rokhim (RO). Actors suitable as information disseminators in the upstream subsystem are Subariadi (SB), in the farming subsystem namely Subariadi (SB), in the downstream subsystem namely Nanda (NA): Head of Surya Indah Village, Subariadi (SB), Subar Mantono (SM), and in the supporting business subsystem, namely Sukardi (SK): oil palm farmers. The actor who acts as communication control in the upstream subsystem is Subariadi (SB), the farming subsystem is PT Surya Bratasena (PTSB), the downstream subsystem is Rokhim (RO), and the supporting business subsystem is Rokhim (RO). Keywords: star, bridge, gatekeeper.
PENGARUH PARTISIPASI MASYARAKAT DAN KAPASITAS PEMERINTAH DESA TERHADAP KEBERHASILAN PENGELOLAAN DANA PEMBANGUNAN DESA DI KABUPATEN ROKAN HILIR: ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN PEGELOLAAN DANA PEMBANGUNAN DESA DI KABUPATEN ROKAN HILIR Azwan Wan
Jurnal Agribisnis Vol. 22 No. 1 (2020): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.777 KB) | DOI: 10.31849/agr.v22i1.3459

Abstract

Pengelolaan dana pembangunan desa berkaitan erat dengan tuntutan reformasi, sehingga dibutuhkan di tingkat lokal agar kebijakan pengelolaan dana pembangunan desa lebih mampu mendorong peningkatan partisipasi dan kapasitas desa. Perancangan merupakan proses yang dilakukan untuk menentukan atau arahan, serta mengambil keputusan dalam mengalokasikan sumber daya (modal dan sumber daya manusia). Dalam pembangunan desa, perancangan merupakan kata kunci agar proses pembangunan desa lebih terarah, realistis, sistematis, dan hasil akhirnya dapat mewujudkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh partisipasi masyarakat dan kapasitas pemerintah desa terhadap keberhasilan pengelolaan dana pembangunan desa di Kabupaten Rokan Hilir. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Rokan Hilir dimana responden adalah pemerintah desa dan masyarakat setempat dengan jumlah yang diambil sebanyak 169 responden. Untuk menganalisis pengaruh pasrtsipasi dan kapasitas pemerintah desa terhadap keberhasilan pengelolaan dana pembangunan desa menggunakan metode analisis Structural Equation Modelling (SEM). Data yang diperoleh dari responden adalah data dalam bentuk primer dan bersifat ordinal sehingga untuk analisis SEM diperlukan data interval, maka untuk seluruh variabel yang berskala ordinal terlebih dahulu ditransformasihkan tingkat pengukurannya ke tingkat interval melalui Method of Succesive Interval (MSI).
The ANALISIS PENERAPAN ISPO PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PEKEBUN SWADAYA DI KOTA DUMAI Azizah
Jurnal Agribisnis Vol. 22 No. 1 (2020): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.711 KB) | DOI: 10.31849/agr.v22i1.3475

Abstract

Pengelolaan perkebunan kelapa sawit rakyat sebagian besar belum menerapkan good agriculture practices/GAP dan berkelanjutan karena berbagai keterbatasan yang dimiliki pekebun swadaya, antara lain kemampuan modal, teknis budidaya, sumberdaya manusia masih relatif cukup rendah dan lainnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat penerapan ISPO pada perkebunan kelapa sawit swadaya di Kota Duma.Penelitian ini menggunakan metode survey. Teknik penarikan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah responden petani pekebun swadaya sebanyak 60 orang. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pekebun sawit swadaya yang melaksanakan penanaman sesuai dengan Pedoman Teknis Budidaya Kelapa Sawit Terbaik (GAP) hanya 38,33%, walaupun demikian 76,67% pekebun sawit swadaya mencatat pelaksanaan penanamannya. Tingkat penerapan ISPO untuk prinsip legalitas kebun oleh pekebun swadaya di Kota Dumai adalah sekitar 70%, untuk prinsip organisasi pekebun dan pengelolaan kebun 83,33% yang telah terdaftar sebagai anggota kelompok tani. Selanjutnya prinsip pengelolaan dan pemantauan lingkungan oleh pekebun swadaya di Kota Dumai ternyata belum ada pekebun yang memilki SPPL, 73,33% pekebun telah melaksanakan pencegahan dan penanggunalangan kebakaran secara bersama-sama dengan penduduk sekitar dan instansi terkait, 25,00% telah melaksanakan pelestarian biodiversity. Pada prinsip peningkatan usaha secara berkelanjutan yang dilakukan oleh pekebun hanya 41,67% yang mempunyai catatan hasil penerapan perbaikan/peningkatan yang dilakukan.
COST AND EFFICIENCY OF RICE FIELD FARMING AT VILLAGE OF BUKIT PENINJAUAN II SUKARAJA DISTRICT OF SELUMA REGENCY Sarina sarina sarina
Jurnal Agribisnis Vol. 22 No. 1 (2020): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.08 KB) | DOI: 10.31849/agr.v22i1.3488

Abstract

Sukaraja districts is one of the districts in Seluma regency as a rice producing area with planting area of ​​326 ha consists of 15 farmer groups. Village of Bukit Peninjaun II is one of the villages in Sukaraja ditrict where most of the people are rice farmers (65%) with planting area of ​​97 ha and consists of 5 farmer groups. The purpose of this research is to find out the cost of rice sale in Bukit Peninjaun II Village. This research is also to know the efficiency of wet land paddy farming in Bukit Peninjau II Village, Sukaraja district od Seluma regency. The study was conducted from March to July 2017 in Bukit Peninjauan II. Site selection is done purposively with consideration that Bukit Peninjaun II is a rice production center in Sukaraja sub-district of Seluma Regency. Sample consists of 22 people from 110 farmers of paddy rice (20%). The data analyzed are production cost, revenue and income, r / c ratio and basic nutrient. The results showed that the cost of selling rice in Bukit Penijauan II village was Rp.4.482,212 / kg well below market price. Rice paddy farming in Bukit Peninjau II village is efficient, seen from R / C ratio of> 1 that is 2.58. Kata Kunci : Cost, Eficiency, Rice BPII

Page 7 of 20 | Total Record : 191