cover
Contact Name
dr. Rachmat Hidayat
Contact Email
dr.rachmat.hidayat@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
dwih.dr@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Biomedical Journal of Indonesia
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 24077097     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Biomedical Journal of Indonesia is an open access, peer-reviewed journal that focus on basic medical sciences, emphasizing on providing the molecular studies of biomedical problems and molecular mechanisms to integrate researches in all aspects of human health. BJI is dedicated to publishing original research and review articles covering all aspects of biomedical sciences.
Arjuna Subject : Kedokteran - Anatomi
Articles 392 Documents
Chitosan Menurunkan Kadar Ferritin Serum dan Deposit Besi Jantung pada Tikus Putih Wistar (Rattus norvegicus) Jantan Model Iron Overload Febrina Sari; Mgs. Irsan Saleh; Poedji Loekitowati Hariani
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 3 No. 2 (2017): Biomedical Journal of Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan chitosan untuk mengikat besi dapat diketahui dengan cara mengukur kadar ferritin serum dan depositbesi jantung pada tikus putih wistar (Rattus norvegicus) jantan model iron overload. Metode yang digunakan padapenelitian ini adalah eksperimen laboratorium in vivo. Tiga puluh (30) ekor tikus wistar jantan dibagi menjadi 6kelompok, yaitu kelompok normal (N) diberi makanan standar dan tanpa perlakuan tertentu, kelompok controlnegative (K-) diberi makanan standar dan diinjeksikan iron sucrose 75 mg/KgBB selama lima minggu (3x seminggu)secara intraperitoneal. Kelompok perlakuan terdiri dari P1, P2, P3 diinjeksikan iron sucrose 75mg/kgBB selama limaminggu (3x seminggu) serta diberikan tambahan perlakuan yang berbeda. Selain diberikan makanan standar,kelompok P1 diberikan chitosan secara oral 16 mg/KgBB/hari, kelompok P2 diberikan chitosan secara oral 32mg/KgBB/hari, sedangkan kelompok P3 diberikan chitosan oral 64 mg/KgBB/hari. Kelompok control positif (K+) padapenelitian ini diinjeksi iron sucrose dan diberikan deferiprone 75mg/KgBB/hari secara oral. Hasilnya menunjukkanbahwa pemberian chitosan 16mg/KgBB/hari yang diberikan secara oral tidak memiliki perbedaan secara signifikan(p>0,05) dari pemberian deferiprone oral dalam menurunkan kadar ferritin serum dan deposit besi jantung.
Hubungan Kejadian Preeklampsia dengan Kadar Serum Β-Human Chorionic Gonadotropin (Β-HCG) Pada Kehamilan Trimester IIIHubungan Kejadian Preeklampsia Dengan Kadar Serum β-Human Chorionic Gonadotropin (Β-hCG) Pada Kehamilan Trimester III. Preeklampsia saat i Yusuf Effendi; Safyudin; Ade Marlisa Rahmadayanti
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 3 No. 2 (2017): Biomedical Journal of Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan Kejadian Preeklampsia Dengan Kadar Serum β-Human Chorionic Gonadotropin (Β-hCG) Pada KehamilanTrimester III. Preeklampsia saat ini masih merupakan salah satu penyebab kematian maternal yang diakibatkanadanya peningkatan jaringan sitotrofoblas dengan jaringan yang baru sehingga akan meningkatkan total HumanChorionic Gonadotropin (hCG) termasuk subunit α dan β. Peningkatan kadar dari serum β-hCG ini yangmenggambarkan adanya reaksi patologis dari plasenta pada kasus preeklampsia sebagai akibat dari transformasisitotrofoblas yang baru dan juga sekaligus dapat menggambarkan berat ringannya penyakit tersebut. Penelitian inimenggunakan rancangan observasional analitik dengan pendekatan case control yang bertujuan untuk melihathubungan antara kejadian preeklampsia dengan kadar serum β-hCG pada kehamilan. Penelitian ini telahdilaksanakan pada bulan April-Mei 2018 di RSUP Dr.Mohammad Hoesin Palembang dan Laboratorium BioteknologiFakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Palembang. Total sampel dalam penelitian ini sebanyak 62 sampeldengan masing-masing kelompok kasus sebanyak 31 subjek yang terdiri dari ibu hamil dengan preeklampsia dan31 subjek ibu hamil dengan normotensi yang ditentukan dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Kadar β-hCG yang diambil pada trimester ketiga diukur dengan metode ELISA dan dinyatakan dalam mIU/ml dengan menggunakansampel darah vena. Didapatkan nilai minimum–maksimum kadar serum β-hCG pada kelompok ibu hamil denganpreeklampsia sebesar 10.723–74.295 mIU/ml dengan rerata sebesar 37.380,23 ± 20.100,154 mIU/ml dandidapatkan nilai minimum–maksimum kadar serum β-hCG pada kelompok ibu hamil dengan normotensi sebesar6.171–9.395 mIU/ml dengan rerata 7.743,13 ± 959,794 mIU/ml. Serta didapatkan nilai hubungan antara kejadianpreeklampsia dengan kadar serum β-hCG pada kehamilan (p value = 0,001). Kadar rerata serum β-hCG padakelompok preeklampsia lebih tinggi dibanding kelompok hamil normotensi dan didapatkan adanya hubungankejadian preeklampsia dengan kadar serum β-hCG. Perlunya penelitian lebih lanjut untuk masing-masing umurkehamilan guna mengetahui batasan kadar β-hCG serum yang dianggap meningkat untuk masing masing umurkehamilan. Batasan ini nantinya bisa dipakai sebagai pedoman dalam memprediksi suatu kehamilan yang dapatberkembang menjadi preeklampsia.
Pengaruh Pemberian Ekstrak dan Fraksi Metanol Air Buah Kurma Ajwa (Phoenix Dactylifera) terhadap Berat, Histologi Epididimis, Dan Morfologi Spermatozoa Tikus Jantan (Rattus Norvegicus)Tingkat infertilitas laki-laki diseluruh dunia berkisar 2,5 sampai 12% Fitri Nurjanah; Salni; Legiran
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 3 No. 2 (2017): Biomedical Journal of Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat infertilitas laki-laki diseluruh dunia berkisar 2,5 sampai 12% dan lebih dari 30 juta pria dunia tidak subur.WHO menyatakan lebih dari 50% penyebab infertlitas pihak pria yang terbesar disebabkan faktor semen. Buahkurma ajwa (Phoenix dactylifera) mampu mengobati infertilitas karena memiliki aktivitas sebagai antioksidan dangonadotropik. Tujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak dan fraksi metanol air kurma ajwa terhadap beratepididimis, tebal epitel epididimis dan morfologi spermatozoa pada tikus putih jantan (Rattusnorvegicus).Penelitian ini eksperimental menggunakan rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 25 sampel tikusputih jantan dengan diberi perlakuan ekstak, fraksi metanol air kurma ajwa dan CMC 1% (kontrol) selama 35 hari,selanjutnya di ambil organ epididimisnya untuk dilakukan penimbangan organ, histologi dan penambilan semen.Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat peningkatan berat epididimis, tebal epitel epididimis dan morfologispermatozoa dibandingkan kelompok kontrol. Fraksi metanol air dengan dosis 300mg/kgBB mempunyai pengaruhpaling kuat. Disimpulkan bahwa ekstrak dan fraksi metanol air kurma ajwa (Phoenix dactylifera) dapatmeningkatkan berat, histologi epididimis dan morfologi spermatozoa.
Efektivitas Kitosan Terhadap Kadar Feritin Darah Dan Kadar Besi Hati Tikus Putih Wistar Jantan Iron Overload Model Sonata Daniatiek; M.T. Kamaluddin; Theodorus
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 3 No. 2 (2017): Biomedical Journal of Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian terdahulu telah membuktikan penggunaan kitosan sebagai absorben logam berat seperti Zn, Mg, Cd, Cr, Fedan Cu. Kitosan Hasil penelitian dari Seo et al. (1) menggunakan kitosan yang larut dalam air (kitosan dengan BM lebihrendah) untuk menyerap berbagai ion logam. Peneliti tertarik untuk mengetahui pengaruh kitosan sebagai chelatingagent dalam menurunkan kadar feritin serum dan kadar besi hati pada tikus wistar model iron overload denganmembandingkan kelompok perlakuan dengan kelompok pemberian deferiprone. Penelitian ini eksperimentallaboratorik in vivo. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 30 ekor tikus putih jantan (Rattus norvegicus)galur wistar yang dibagi menjadi enam kelompok. Kelompok normal (N) yang tidak mendapat perlakuan, kelompokkontrol negatif (K-), yaitu kelompok yang mendapatkan induksi berupa iron sucrose 75 mg/kgBB selama lima minggu(tiga kali seminggu), kelompok perlakuan (P1, P2 dan P3) yang telah mendapatkan induksi iron sukrose dan diberikankitosan dengan dosis 16 mg/kgBB, 32 mg/kgBB dan 64 mg/kgBB dan kelompok kontrol positif (K+) yang mendapatkaninduksi iron sukrose dan obat deferiprone (DFP) 75 mg/kgBB. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, dapatdisimpulkan terdapat peningkatan kadar feritin serum dan kadar besi hati kelompok induksi dengan iron sukrose 75mg/kgBB selama lima minggu dibandingkan dengan kelompok normal. Secara klinis, pemberian kitosan dosis 16mg/kgBB lebih efektif menurunkan kadar feritin serum dibandingkan dengan pemberian kitosan dosis 32 mg/kgBB dan64 mg/kgBB. Sedangkan kitosan dosis 64 mg/kgBB lebih efektif menurunkan kadar besi hati dibandingkan denganpemberian kitosan dosis 16 mg/kgBB dan 32 mg/kgBB. Pemberian kitosan 16 mg/kgBB setara dengan pemberiandeferiprone 75 mg/kgBB dalam menurunkan kadar feritin serum dan kitosan 64 mg/kgBB setara dengan deferiprone75 mg/kgBB dalam menurunkan kadar besi hati.
Pengaruh Latihan Fisik Intensitas Ringan Dan Sedang Terhadap Perubahan Kadar Hormon Beta–Endorphin Mencit (Mus Musculus L.) Hamil Ricca Monica
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 3 No. 2 (2017): Biomedical Journal of Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wanita hamil sangat dianjurkan untuk tetap melakukan kegiatan sehari-hari secara rutin, termasuk olahraga.Olahraga atau latihan fisik dapat menghasilkan hormon endorphin. Beta-endorphin merupakan salah satu darikelompok alami opiat yang salah satu manfaatnya dapat mengurangi rasa nyeri dan mengendalikan perasaanfrustasi /stress. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat pengaruh latihan fisik intensitas ringan dan sedang terhadapperubahan kadar hormon beta- endorphin mencit (Mus musculus L.) hamil. Penelitian ini merupakan penelitianeksperimental. Pelaksanaan penelitian dengan pemeriksaan di Laboratorium Terpadu Biologi Molekuler FakultasKedokteran Universitas Sriwijaya dengan total 30 sampel. Terdiri dari 2 kelompok perlakuan dan 1 kelompok kontrol.Dari uji ANOVA Nilai Sig. (Signifikasi) kelompok sebesar 0,117 (p value ≥ 0,05 ini membuktikan bahwa tidak adapengaruh pada latihan fisik intensitas ringan dan juga sedang terhadap perubahan kadar hormon beta–endorphinmencit hamil. Kesimpulan dari uji Post Hoc pada kelompok perlakuan latihan fisik intensitas ringan dan sedang tidakterdapat perbedaan / pengaruh yang bermakna terhadap kadar beta–endorphin 0,630 (p value > 0,05). Disimpulkanbahwa tidak ada pengaruh latihan fisik intensitas ringan dan latihan fisik intensitas sedang terhadap perubahankadar hormon beta–endorphin pada mencit (Mus musculus L.) hamil.
Pengaruh Paparan Gas Amonia Terhadap Perubahan Ureum Dan Kreatinin Pada Kelompok Berisiko Di Kota Palembang Lela aini; Irfannuddin; Swanny
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 3 No. 2 (2017): Biomedical Journal of Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Amonia termasuk bahan kimia iritan yaitu bahan yang jika terkena atau kontak dengan bagian tubuh yanglembab akan mengakibatkan kerusakan atau peradangan. Amonia yang tidak dikeluarkan akan menumpuk didalam ginjal dan akan menyebabkan kerusakan ginjal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh gasammonia terhadap perubahan ureum kreatinin pada kelompok berisiko di Kota Palembang 2017. Jenis penelitian iniadalah penelitian observasi analitik dengan studi Cross Sectional. Penelitian dilaksanakan di RT 14 dan 16 KelurahanKaranganyar Kecamatan Gandus Palembang dan Kelurahan Pajar Bulan Kecamatan Tanjung Batu Ogan Ilir padabulan Mei 2017. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 22 orang pada kelompok berisiko dan 22 orang padakelompok tidak berisiko. Data dianalisis dengan menggunakan independent t test karena data berdistribusi normal.Pada penelitian ini didapatkan hasil tidak terdapat perbedaan kadar ureum kelompok berisiko dan tidak berisikodengan p-value 0.156 dan kadar ureum kelompok berisiko lebih tinggi dengan nilai 16.65 mg/dl dibandingkandengan kelompok tidak berisiko dengan nilai 15.26 mg/dl. Hasil terdapat perbedaan kadar kreatinin kelompokberisiko dan tidak berisiko dengan p-value 0.002 dan kadar kreatinin kelompok berisiko lebih tinggi dengan nilai0.838 mg/dl dibandingkan dengan kelompok tidak berisiko dengan nilai 0.773 mg/dl.
Pengaruh Ekstrak Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus Rosa-Sinensis Linn.) terhadap Jumlah, Motilitas, Morfologi, Viabilitas Spermatozoa Tikus Jantan Dina Julia; Salni; Sri Nita
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 3 No. 3 (2017): Biomedical Journal of Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Partisipasi laki-laki dalam KB masih relatif rendah bila dibandingkan dengan keikutsertaan perempuan.Salah satu tanaman obat tradisional yang digunakan adalah bunga kembang sepatu yang bersifatantifertilitas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ekstrak bunga kembang sepatu terhadapjumlah, motilitas, morfologi dan viabilitas spermatozoa tikus jantan (Rattus norvegicus). Penelitian inimerupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sampeldalam penelitian ini menggunakan 25 tikus jantan strain Sprague Dawley usia 60-70 hari dengan beratbadan 200-210 gram. Lama perlakuan 30 hari dengan dosis 200 mg/kgBB, 300 mg/kgBB, 400 mg/kgBB.Data disajikan dalam bentuk tabel dan diagram serta narasi untuk menginterpretasikan data tersebut.Hasil penelitian ini menunjukkan adanya penurunan jumlah sperma pada kelompok perlakuan dibandingkelompok kontrol (p=0,000), terjadi penurunan motilitas sperma (p=0,001), terjadi peningkatan morfologiabnormal (p=0,000), dan terjadi penurunan viabilitas spermatozoa antara kelompok perlakuan dibandingkelompok kontrol (p=0,000). Dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan bermakna dari pengaruh ekstrakbunga kembang sepatu terhadap jumlah, motilitas, morfologi, viabilitas spermatozoa.
Paparan Gas Amonia Karet Terhadap Perubahan Kadar Serum MDA(Malondialdehyde) Dedi Pahrul; Irfannudin; Swanny
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 3 No. 3 (2017): Biomedical Journal of Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, amonia sudah dikenal luas sebagai bahan baku yang merupakan komoditas yang penting dalamperindustrian salah satunya yaitu industri crumb rubber (karet remah). Amonia adalah gas tajam yang tidak berwarnaterdiri dari satu unsur nitrogen (N) dan tiga unsur hiodrogen (H 3 ) dengan titik didih -33,5 o C cairannya mempunyaipanas penguapan yang bebas yaitu 1,37 Kj/g pada titik didihnya. Amonia secara langsung merangsang stresoksidatif dan nitrosatif pada astrosit melalui peningkatan kalsium in tr aselu lar yang menyebabkan disfungsimitokondr ia dan kegagalan produksi energi selular mela lui pembukaan pori-pori transisi mitokondr ia. .Tujuan penelitian ini adalah unt uk mengetahui pengaruh paparan gas amonia karet terhadap perubahan kadarMDA pada kelompok berisiko di Kota Palembang. Metode: design Cross Sectional. Jumlah sampel yang digunakandalam penelitian ini sebanyak 22 orang di Kelurahan Karang Anyar Palembng dan 22 di Desa Pajar Bulan Ogan Ilir.Pemeriksaan kadar udara ambient oleh Petugas BTKL Palembang dan untuk pemeriksaan kadar serum MDAdiperiksa di Laboratorium Biomolekuler FK Unsri Palembang. Data dianalisis menggunakan uji alternatif MannWhitney. Hasil: Kadar udara ambient amonia di Kelurahan Karang Anyar sebesar 2,18 ppm lebih tinggi di bandingkandi Desa Pajar Bulan sebesar 0,0020 ppm. Rerata kadar serum MDA pada kelompok berisiko (28.7 ng/ml) lebih rendahdibandingkan kelompok tidak berisiko (35.2 ng/ml) dengan p=0.173 Kesimpulan: Tidak Terdapat Perbedaan Rerata
Hubungan Kadar Anti Mullerian Hormon (AMH) Dan Indeks Massa Tubuh (IMT) Dengan Panjang Siklus Menstruasi Premenopause Di Bidan Praktik Mandiri Ranting Seberang Ulu I Selvy Apriani; Zen Hafy; KMS. Yusuf Effendi
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 3 No. 3 (2017): Biomedical Journal of Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem reproduksi wanita merupakan sistem kompleks yang meliputi semua alat reproduksi wanita dan akanberubah sesuai dengan siklus perkembangan. Siklus perkembangan reproduksi wanita berlangsung secaraalamiah mulai dari menarche sampai menopause. Sebelum terjadi menopause ada masa transisi yang disebutpremenopause. Perubahan organ reproduksi pada masa premenopause ini ditandai dengan terjadinya gangguanpada menstruasi. Perpanjangan dan pengurangan siklus menstruasi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktorseperti Anti Mullerian Hormon (AMH) dan Indeks Massa Tubuh (IMT). Tujuan mengetahui hubungan kadar AMHdan IMT terhadap panjang siklus menstruasi premenopause di BPM Ranting Seberang Ulu I.Penelitian inidilakukan di Laboratorium Biomolekuler Kedokteran Universitas Sriwijaya dengan desain penelitianobservasional analitik. Sebanyak 74 orang sample dipilih secara Convinience Sampling yang dibagi menjadi 2kelompok yaitu kelompok siklus mesntruasi normal dan tidak normal. Kedua kelompok diukur TB dan BB nyauntuk mengetahui IMT dan diambil darah vena untuk dialkukan pemeriksaan AMH dengan metode ELISA. Hasilanalisis data AMH dan siklus menstruasi dilakukan dengan uji Mann-Whitney. nilai p=0,004, IMT dan siklusmenstruasi dilakukan dengan uji T Independen nilai p=0,484, AMH dan IMT dilakukan dengan uji Spearman nilaip=0,789 dengan nilai alpha 0,05 (p<α). Disimpulkan bahwa ada hubungan antara AMH dan siklus mestruasi, tidakada hubungan antara IMT dan siklus mestruasi dan tidak ada hubungan antara AMH dan IMT.
Pengaruh Fraksi Aktif Dari Ekstrak Daun Kenikir (Cosmos Caudatus Kunth) Terhadap Uji Sitotoksik, Apoptosis Dan Antiproliferasi Kanker Payudara Sel T47d Secara In Vitro Robiatul Adawiyah; Arum Setiawan; Sri Nita
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 3 No. 3 (2017): Biomedical Journal of Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh daun kenikir terhadap uji sitotoksik, apoptosis dan antiproliferasipada kanker payudara sel T47D secara in vitro. Penelitian ini menggunakan sampel sel T47D dengan konsentrasi ekstrak,fraksi n-heksan, fraksi etil asetat dan fraksi methanol daun kenikir 500 µg/ml, 250 µg/ml, 125 µg/ml, 62,5 µg/ml dancisplatin 50 µg/ml, 25 µg/ml, 12,5 µg/ml, 6,25 µg/ml. Penilaian sitotoksik dengan menggunakan MTT assay, pemeriksaanapoptosis dengan menggunakan flowcytometry dan antiproliferasi dengan doubling time dan menggunakan SPSS 17,0dengan one way Annova . Hasil penelitian ini menunjukkan adanya kandungan senyawa yang terdapat pada ekstrakyaitu senyawa terpenoid, tannin, dan flavonoid, fraksi n-heksan phenol dan terpenoid, fraksi methanol tannin dan fraksietil asetat flavonoid. Nilai IC 50 ekstrak daun kenikir 237,9 µg/ml, fraksi n-heksan 433,8 µg/ml, fraksi etil asetat 120,6µg/ml, fraksi methanol 241 µg/ml dan cisplatin 11,9 µg/ml. Pada Pemeriksaan apoptosis ekstrak memiliki kemampuanmenginduksi apoptosis sebesar 24,64 %, fraksi n-heksan 0,16 %, fraksi etil asetat 51,5 %, fraksi methanol 7, 81 % dancisplatin 50,75 %. Ekstrak memiliki aktivitas antiproliferasi 46 jam, fraksi n-heksan 39 jam, fraksi etil asetat 56 jam, fraksimethanol 47 jam, kontrol sel 34 jam dan cisplatin pada 58 jam. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa fraksi aktifdari daun kenikir memiliki aktifitas sitotoksik, apoptosis dan antiproliferasi terhadap kanker payudara sel T47D.

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 3 (2025): Vol 11, No 3, 2025 Vol. 11 No. 2 (2025): Vol 11, No 2, 2025 Vol. 11 No. 1 (2025): Vol 11, No 1, 2025 Vol. 10 No. 3 (2024): Vol 10, No 3, 2024 Vol. 10 No. 2 (2024): Vol 10, No 2, 2024 Vol. 10 No. 1 (2024): Vol 10, No 1, 2024 Vol. 9 No. 3 (2023): Vol 9, No 3, 2023 Vol. 9 No. 2 (2023): Vol 9, No 2, 2023 Vol. 9 No. 1 (2023): Vol 9, No 1, 2023 Vol. 8 No. 3 (2022): Vol 8, No 3, 2022 Vol. 8 No. 2 (2022): Vol 8, No 2, 2022 Vol. 8 No. 1 (2022): Vol 8, No 1, 2022 Vol. 7 No. 3 (2021): Vol 7, No 3, 2021 Vol. 7 No. 2 (2021): Vol 7, No 2, 2021 Vol. 7 No. 1 (2021): Vol 7, No 1, 2021 Vol. 7 No. 3 (2021): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 7 No. 2 (2021): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 7 No. 1 (2021): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 6 No. 3 (2020): Vol 6, No 3, 2020 Vol. 6 No. 2 (2020): Vol 6, No 2, 2020 Vol. 6 No. 1 (2020): Vol 6, No 1, 2020 Vol. 6 No. 3 (2020): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 6 No. 2 (2020): Biomedical Journal of Indonesia Vol 6, No 2 (2020) Vol 6, No 1 (2020) Vol. 5 No. 3 (2019): Vol 5, No 3, 2019 Vol. 5 No. 2 (2019): Vol 5, No 2, 2019 Vol. 5 No. 1 (2019): Vol 5, No 1, 2019 Vol. 5 No. 3 (2019): Biomedical Journal of Indonesia Vol 5, No 3 (2019) Vol 5, No 2 (2019) Vol. 5 No. 2 (2019): Biomedical Journal of Indonesia Vol 5, No 1 (2019) Vol. 5 No. 1 (2019): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 4 No. 3 (2018): Vol 4, No 3, 2018 Vol. 4 No. 2 (2018): Vol 4, No 2, 2018 Vol. 4 No. 1 (2018): Vol 4, No 1, 2018 Vol. 4 No. 3 (2018): Biomedical Journal of Indonesia Vol 4, No 3 (2018) Vol 4, No 2 (2018) Vol. 4 No. 2 (2018): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 4 No. 1 (2018): Biomedical Journal of Indonesia Vol 4, No 1 (2018) Vol. 3 No. 3 (2017): Vol 3,No 3, 2017 Vol. 3 No. 2 (2017): Vol 3, No 2, 2017 Vol. 3 No. 1 (2017): Vol 3, No 1, 2017 Vol 3, No 3 (2017) Vol. 3 No. 3 (2017): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 3 No. 2 (2017): Biomedical Journal of Indonesia Vol 3, No 2 (2017) Vol 3, No 1 (2017) Vol. 3 No. 1 (2017): Biomedical Journal of Indonesia Vol 1, No 1 (2015) More Issue