cover
Contact Name
dr. Rachmat Hidayat
Contact Email
dr.rachmat.hidayat@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
dwih.dr@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Biomedical Journal of Indonesia
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 24077097     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Biomedical Journal of Indonesia is an open access, peer-reviewed journal that focus on basic medical sciences, emphasizing on providing the molecular studies of biomedical problems and molecular mechanisms to integrate researches in all aspects of human health. BJI is dedicated to publishing original research and review articles covering all aspects of biomedical sciences.
Arjuna Subject : Kedokteran - Anatomi
Articles 392 Documents
Efficacy of Cyombopogon Citratus Extract Against Enterococcus Faecalis Permatasari Lahagu, Tessya Nitulo; Huynh Diem An; Cindy Denhara Wijaya; Mellisa Sim
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 7 No. 2 (2021): Biomedical Journal of Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/bji.v7i2.301

Abstract

Endodontic treatment refers to the act of removing infected pulp tissue and formingand reforming the root canals to prevent bacteria from entering the root canals.Microbial infection in the root canal or in the periapical area is a factor that can leadto failure of root canal treatments. Endodontic treatment failure can be caused thebacteria Enterococcus faecalis. The irrigation agent commonly used is sodiumhypochlorite. Sodium hypochlorite in large concentrations can be toxic to tissues.Lemongrass plant (Cymbopogon citratus) is a natural ingredient that can be used asan antibacterial agent. The aims of study to determine the comparison of theantibacterial effectiveness of lemongrass plant extracts (Cyombopogon citratus (DC).Staph) concentrations of 25%, 50%, 75%, 100% with 2.5% sodium hypochlorite ininhibiting the growth of the bacterium Enterococcus faecalis. Lemongrass plantextracts Cyombopogon citratus (DC). Staph) made by maceration method andconverted into 25%, 50%, 75%, and 100%. The bacterial test method used the agardiffusion test (Kirby-Bauer test) to see the effectiveness of antibacterialsThe result ofthe one way ANOVA statistical test resulted in significance value of p=0,001 (p<0,05)so that means there was differences in the average diameter of inhibitory lemongrassplant extracts (Cyombopogon citratus (DC). Staph) concentrations of 25%, 50%,75%, 100% with 2.5% sodium hypochlorite in inhibiting the growth of the bacteriumthe results are 13.68 ± 1.34 mm, 16.08 ± 0.87 mm, 16.33 ± 0.35 mm, 17.78 ± 0.93mm and 7.83 ± 0.44 mm and reinforced by the posthoc Tukey HSD test. Theconclusion from the study that there is a difference between the antibacterialeffectiveness of lemongrass plant extract (Cyombopogon citratus (DC). Staph)concentrations of 25%, 50%, 75% and 100% with 2.5% sodium hypochlorite ininhibiting the growth of the bacterium Enterococcus faecalis.
The Antibacterial Effectiveness of Red Ginger (Zingiber Officinale Roscoe) Essential Oil in Inhibiting The Growth of Staphylococcus Aureus and Streptococcus Mutans Lukita, Shavilla; Winda Khosasi; Chandra Susanto; Florenly
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 7 No. 2 (2021): Biomedical Journal of Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/bji.v7i2.305

Abstract

Red ginger extract has a category strong antibacterial effect on Staphylococcusaureus and Streptococcus mutans. Red ginger essential oil has the potential forstronger inhibition. This study aims to compare the antibacterial effectiveness of redginger essential oil against Staphylococcus aureus and Streptococcus mutans. Thedesign of this study was a laboratory experimental design with a factorial completelyrandomized design. The red ginger used in this study was proven to be a species ofZingiber officinale Roscoe. The production of essential oils in this study uses thesteam distillation method. The content of secondary metabolites in red ginger wastested quantitatively by the GC-MS method. Determination of antibacterial activityusing the disc diffusion method. The data were processed using the SPSS 21.0program. The normality of data distribution was tested with the Shapiro-Wilk test,followed by one-way ANOVA, Levene's test, and the Tukey HSD Post Hoc Test. Theresults of the antibacterial test of red ginger essential oil against Staphylococcusaureus (21.21mm ± 0.315) and Streptoococcus mutans (23.43mm ± 0.189) provedthat the inhibition power of the category was very strong at a concentration of 75%.
Hubungan Kelincahan dengan Indeks Massa Tubuh dan Persentase Lemak Tubuh pada Siswa SMA Olahraga Negeri Sriwijaya Palembang Esty Risa Mubarani; Mutiara Budi Azhar; Indri Seta Septadina
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 3 No. 1 (2017): Biomedical Journal of Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelincahan adalah kemampuan untuk mengubah arah dan posisi tubuh dengan cepat dan tepat. Kelincahanmerupakan salah satu aspek skill-related fitness yang diperlukan untuk mempertahankan performa olahraga yangoptimal bagi atlet. Indeks massa tubuh dan persentase lemak tubuh yang tinggi dapat mengurangi tingkat kelincahanseorang atlet sehingga menurunkan performa olahraganya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisishubungan kelincahan dengan indeks massa tubuh dan persentase lemak tubuh pada siswa SMA Olahraga NegeriSriwijaya Palembang. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain studi potong lintang. Subjekpenelitian ini adalah 35 orang siswa SMA Olahraga Negeri Sriwijaya Palembang. Penelitian dilakukan pada bulanSeptember-Oktober 2016. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square pada aplikasi SPSS. Tingkat kelincahanresponden diklasifikasikan menjadi lincah dan kurang lincah, sebanyak 23 (65,7%) orang tergolong lincah dan 12(34,3%) orang tergolong kurang lincah. Kategori indeks massa tubuh diklasifikasikan menjadi BB ideal dan BB tidakideal, sebanyak 29 (82,9%) orang memiliki kategori BB ideal dan 6 (17,1%) orang tergolong ke dalam kategori BBberlebih. Kategori persentase lemak tubuh diklasifikasikan menjadi PLB normal dan PLB berlebih, sebanyak 11(31,4%) orang memiliki kategori PLB normal dan 24 (68,6%) orang memiliki kategori PLB berlebih. Hasil analisisbivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh dan kelincahan(p=0,640) serta tidak terdapat hubungan yang signifikan antara persentase lemak tubuh dan kelincahan (p=0,451).Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh dan kelincahan serta tidak terdapat hubunganyang signifikan antara persentase lemak tubuh dan kelincahan.
Faktor Risiko Kanker Serviks Pada Pasien Rawat Jalan dan Rawat Inap Di Departemen Obstetri dan Ginekologi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang Monica Trifitriana; Rizal Sanif; Syarif Husin
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 3 No. 1 (2017): Biomedical Journal of Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker serviks adalah tumor ganas primer yang berasal dari sel epitel skuamosa merupakan salah satu penyakitkanker yang paling banyak terjadi bagi kaum wanita.. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif analitikdengan case-control. Sampel penelitian adalah 52 pasien yang terbagi menjadi 26 pasien kanker serviks dan 26pasien non-kanker serviks baik yang dirawat jalan maupun rawat inap di Departemen Obstetri dan Ginekologi RSUPDr. Mohammad Hoesin Palembang selama periode September-November 2016. Penelitian ini menggunakan dataprimer berupa wawancara. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi.Selanjutnya, dianalisis secara bivariat untuk mengetahui hubungan dan nilai OR. Dari 8 faktor risiko yang diteliti,terdapat hubungan yang bermakna antara riwayat keputihan patologis (p= 0,0005 OR= ∞), paritas (p= 0,0005 OR=22,7), usia (p= 0,0005 OR= 19,2), penggunaan kontrasepsi oral jangka panjang (p= 0,0005, OR= 12,4), usia pertamakali melakukan hubungan seksual (p= 0,006, OR= 6,1 ), dan pekerjaan suami (p= 0,05 OR= 3,6), dengan kejadiankanker serviks. Sedangkan Terdapat 2 faktor risiko yang tidak memiliki hubungan yang bermakna antara merokok(p= 1,0) dan berganti-ganti pasangan seksual (p= 1,0) dengan kejadian kanker serviks. Hasil penelitianmengidentifikasi faktor-faktor risiko dengan hubungan terhadap kejadian kanker serviks yang signifikan, yaitu usia,usia pertama kali melakukan hubungan seksual, paritas, penggunaan kontrasepsi oral jangka panjang, riwayatkeputihan, dan pekerjaan suami.
Hubungan Derajat Asfiksia dengan Kejadian Hipoglikemia pada Neonatus di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang Regina Paranggian Lumbantoruan; Afifa Ramadanti; Hertanti Indah Lestari
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 3 No. 1 (2017): Biomedical Journal of Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengkajian pertama yang dilakukan pada bayi saat lahir yaitu dengan menggunakan nilai Apgar melalui pemeriksaanfisik singkat. Nilai Apgar yang menurun dapat menyebabkan asfiksia pada neonatus. Keadaan asfiksia dapatmenyebabkan ketidakseimbangan suhu tubuh dan terjadi hipotermia yang mengakibatkan berkurangnya aliranoksigen ke jaringan dan neonatus akan mengalami hipoglikemia. RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang sebagairumah sakit pendidikan dan rujukan nasional belum memiliki data mengenai hubungan asfiksia dan hipoglikemia ini.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui lebih jauh mengenai hubungan derajat asfiksia dan kejadian hipoglikemiapada neonatus di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitikdengan menggunakan rancangan potong lintang (cross-sectional study). Sampel penelitian adalah seluruh rekammedik pasien neonatus di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang dari Januari 2015 sampai Desember 2015. Analisispada penelitian ini menggunakan uji Chi-square, bermakna apabila nilai p<α (α=0,05). Dari 106 neonatus, 84,9%adalah asfiksia ringan, diikuti berturut-turut oleh asfiksia sedang (13,2%), dan asfiksia berat (1,9%). Dari 90 neonatustidak asfiksia dan derajat asfiksia ringan didapatkan 35,6% neonatus hipoglikemia dan 64,4% neonatus tidakhipoglikemia. Derajat asfiksia sedang dan berat didapatkan 37,5% neonatus hipoglikemia dan 62,5% neonatus tidakhipoglikemia. Dari hasil penelitian, tidak terdapat hubungan bermakna antara derajat asfiksia dan kejadianhipoglikemia pada neonatus dengan p=1,000. Tidak terdapat hubungan bermakna antara derajat asfiksia dankejadian hipoglikemia pada neonatus di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang.
Hubungan Aktivitas Fisik, Kualitas Tidur, dan Indeks Massa Tubuh dengan Kadar HbA 1c Pada Pasien DM Tipe 2 yang Datang ke Poliklinik Endokrin Metabolik Diabetik di RSUP DR. Mohammad Hoesin Palembang Bella Bonita; Herry Asnawi; Hendarmin Aulia
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 3 No. 1 (2017): Biomedical Journal of Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu kelompok penyakit metabolik kronis yang ditandai oleh hiperglikemia karenagangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Peningkatan jumlah penderita DM tipe 2 berkaitan denganfaktor risiko yang tidak dapat diubah dan faktor risiko yang dapat diubah. Penyakit DM tipe 2 dapat dipantau melaluipengontrolan glukosa darah jangka panjang dengan melakukan pemeriksaan HbA 1c. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui hubungan faktor-faktor resiko DM tipe 2 dengan kadar HbA 1c sebagai indikator glikemik. Penelitian inimenggunakan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah semua pasien yang datang ke poliklinikendokrin RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang pada bulan November-Desember 2016. Didapatkan 47 sampel yangdiambil dengan teknik consecutive sampling. Data primer diambil dengan cara wawancara langsung dan data sekunderdiambil dari rekam medis di Bagian Instalasi Rekam Medis RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Data yangdiperoleh dianalisis menggunakan uji Fisher Test dan uji regresi logistik. Pada uji Fisher Test diketahui terdapathubungan antara aktivitas fisik dan kadar HbA 1c (p=0,000), terdapat hubungan antara kualitas tidur dan kadar HbA 1c(p=0,001), dan tidak ada hubungan antara indeks massa tubuh dan kadar HbA 1c (p=0,128). Pada analisis multivariatdiketahui kualitas tidur merupakan faktor yang paling mempengaruhi kadar HbA1c (OR=0,038).
Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Masyarakat Tentang DBD dengan Jumlah Larva Nyamuk M. Rasyid Ridho; Dalilah; Chairil Anwar
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 3 No. 1 (2017): Biomedical Journal of Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD), penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus, secara endemis berada di Indonesia. Infeksi virusDBD terjadi melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Tindak pencegahan adalah cara yang efektif untukmengurangi kejadian DBD. Pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat memiliki peran penting dalam pemberantasan vektor.Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tempat-tempat penampungan air yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamukserta hubungannya dengan pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat RT 50 tentang DBD di RT 50 Perumahan OPI.Penelitian ini menggunakan pendekatan analitik observasional. Sampel penelitian diambil berdasarkan Purposive Sampling,yaitu dilakukan pengambilan sampel dengan pertimbangan daerah tempat tinggal yang memiliki angka kejadian DBD yangtinggi. Pengumpulan sampel dilakukan dengan menginvestigasi TPA dan jentik nyamuk di tiap-tiap rumah serta wawancarakepada salah satu anggota keluarga dari masing-masing rumah. Larva ditangkap menggunakan gamadotik, pipet tetes dancidukan. Data pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat didapatkan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Dari 24rumah yang diperiksa, 62,5% rumah positif larva nyamuk dan 37,5% rumah lainnya negatif. Indeks larva yang ditemukan AngkaBebas Jentik (ABJ) sebesar 37,5%, House Index (HI) 62,5%, Container Index (CI) 23,07%,Breteau Index (BI) sebesar 112,5% danDensity Figure (DF) 7. Genus nyamuk yang ditemukan adalah genus Aedes dengan spesies Aedes aegypti (25,43%)danAedesalbopictus(69,63%)sertanyamuk genus Culex(4,93%). Sebanyak 62,5% masyarakat memiliki pengetahuan yang baik, 87,5%memiliki sikap baik tetapi hanya 25% yang memiliki perilaku baik. Dari analisis Chi-square antara pengetahuan, sikap danperilaku dan keberadaan jentik didapatkan pengetahuan (p=0,80), sikap(p=1) dan perilaku (p=2). Tidak ada hubungan yangsignifikan antara pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat dengan keberadaan larva nyamuk (p>0,05)
Karakteristik Sosiodemografi serta Tingkat Depresi dan Kecemasan pada Pasangan Suami-Istri Infertil di Poliklinik Obstetri dan Ginekologi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang Annisa Khaira Ningrum; M. Zainie Hassan A.R; Puji Rizki Suryani
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 3 No. 1 (2017): Biomedical Journal of Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasangan suami-istri yang belum mempunyai anak dalam waktu yang cukup lama akan merasa rendah diri, mudahtersinggung, dan mengalami kecemasan karena tidak punya generasi penerus. Banyak studi menyatakan insidendepresi berat sebesar lebih tinggi pada pasangan yang infertil daripada pasangan yang fertil, dan insiden kecemasansebesar lebih tinggi pada yang infertil daripada pasangan yang fertil. Oleh karena itu penelitian ini diharapkan dapatmengidentifikasi karakteristik sosiodemografi serta tingkat depresi dan kecemasan pada pasangan suami-istri infertildi Poliklinik Obstetri dan Ginekologi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Penelitian ini adalah penelitiandeskriptif kuantitatif. Penelitian ini menggunakan kuesioner Beck Depression Inventory-II (BDI-II) dan Zung Self-RatingAnxiety Scale yang telah divalidasi terjemahan bahasa Indonesia. Subjek penelitian adalah 30 pasang pasangan suami-istri infertil yang datang berobat ke Poliklinik Obstetri dan Ginekologi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang padabulan Oktober s.d. November 2016. Dari 30 pasang suami-istri (n=60) infertil didapatkan suami dengan depresisedang sebanyak 4 (13.3%) orang dan istri sebanyak 8 (26.7%) orang. Untuk tingkat kecemasan ringan sampai sedangdidapatkan 8 (26.7%) orang suami dan 16 (53.3%) orang istri. Dari penelitian didapatkan wanita lebih banyakmengalami depresi sedang dan kecemasan ringan sampai sedang daripada pria. Hal ini karena infertilitasmenyebabkan distress psikologi yang lebih tinggi pada wanita dibandingkan dengan pria karena stigma masyarakattentang infertilitas. Angka gejala depresi dan kecemasan pada wanita maupun pria yang mengalami infertil lebih tinggidari pada angka depresi (9% dan 5%) secara global dan kecemasan (6%) pada orang Asia.
Neuropsychiatric Aspects of Congenital Heart Disease: A Review of Current Literatures Herick Alvenus Willim; Kartini Rita Sari; Nurfadella; Nurlia Desyanti
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 7 No. 2 (2021): Biomedical Journal of Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/bji.v7i2.312

Abstract

Congenital heart disease (CHD) is a structural abnormality in the heart or majorintrathoracic blood vessel that is present at birth. Advances in modern medicalscience and technology have contributed to an increase in life expectancy andpopulation of CHD patients. Survivors of CHD may not only experience complexmedical problems due to sequelae or complications of the underlying CHD but mayalso experience neuropsychiatric disorders. This review article aims to provide anunderstanding of the neuropsychiatric aspects of CHD, including clinicalmanifestations, risk factors and mechanisms, detection, and management ofneuropsychiatric disorders in CHD. This review showed that CHD patients areprone to behavioral disorders, neurodevelopmental disorders, and mental healthdisorders such as anxiety, depression, and post-traumatic stress disorder whichcan cause a decrease in quality of life. The risk factors and mechanisms ofneuropsychiatric disorders in CHD are complex and multifactorial. Early detectionand referral of neuropsychiatric disorders are important. Management requires amultidisciplinary team approach.
Comparison of Inhibition Zones Between Butterfly Pea Flower (Clitoria ternatea) and Lemongrass (Cymbopogon citrarus) Against Streptococcus mutans and Staphylococcus aureus Haditio, Steven Martin; Zulfan Muttaqin; Lina Hadi
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 7 No. 2 (2021): Biomedical Journal of Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/bji.v7i2.313

Abstract

This study aims to determine the comparison of the inhibition zone between theextract of butterfly pea flower and lemongrass, against the bacteria streptococcusmutans and staphylococcus aureus. The samples that will be used in this researchare streptococcus mutans and staphylococcus aureus bacteria. Data analysis usednormality test and statistical test was performed using ANOVA analysis test and posthoc test. The results showed that there was no difference in the inhibition zone ofbutterfly pea flower extract against streptococcus mutans bacteria and lemongrassextract against streptococcus mutans. There was difference in the inhibition zonebetween butterfly pea flower extract against staphylococcus aureus bacteria andlemongrass extract against staphylococcus aureus bacteria. Butterfly pea flowerextract has a good inhibition zone in staphylococcus aureus bacteria. Lemongrassextract has the same inhibition zone against both types of bacteria

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 3 (2025): Vol 11, No 3, 2025 Vol. 11 No. 2 (2025): Vol 11, No 2, 2025 Vol. 11 No. 1 (2025): Vol 11, No 1, 2025 Vol. 10 No. 3 (2024): Vol 10, No 3, 2024 Vol. 10 No. 2 (2024): Vol 10, No 2, 2024 Vol. 10 No. 1 (2024): Vol 10, No 1, 2024 Vol. 9 No. 3 (2023): Vol 9, No 3, 2023 Vol. 9 No. 2 (2023): Vol 9, No 2, 2023 Vol. 9 No. 1 (2023): Vol 9, No 1, 2023 Vol. 8 No. 3 (2022): Vol 8, No 3, 2022 Vol. 8 No. 2 (2022): Vol 8, No 2, 2022 Vol. 8 No. 1 (2022): Vol 8, No 1, 2022 Vol. 7 No. 3 (2021): Vol 7, No 3, 2021 Vol. 7 No. 2 (2021): Vol 7, No 2, 2021 Vol. 7 No. 1 (2021): Vol 7, No 1, 2021 Vol. 7 No. 3 (2021): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 7 No. 2 (2021): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 7 No. 1 (2021): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 6 No. 3 (2020): Vol 6, No 3, 2020 Vol. 6 No. 2 (2020): Vol 6, No 2, 2020 Vol. 6 No. 1 (2020): Vol 6, No 1, 2020 Vol. 6 No. 3 (2020): Biomedical Journal of Indonesia Vol 6, No 2 (2020) Vol. 6 No. 2 (2020): Biomedical Journal of Indonesia Vol 6, No 1 (2020) Vol. 5 No. 3 (2019): Vol 5, No 3, 2019 Vol. 5 No. 2 (2019): Vol 5, No 2, 2019 Vol. 5 No. 1 (2019): Vol 5, No 1, 2019 Vol 5, No 3 (2019) Vol. 5 No. 3 (2019): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 5 No. 2 (2019): Biomedical Journal of Indonesia Vol 5, No 2 (2019) Vol. 5 No. 1 (2019): Biomedical Journal of Indonesia Vol 5, No 1 (2019) Vol. 4 No. 3 (2018): Vol 4, No 3, 2018 Vol. 4 No. 2 (2018): Vol 4, No 2, 2018 Vol. 4 No. 1 (2018): Vol 4, No 1, 2018 Vol 4, No 3 (2018) Vol. 4 No. 3 (2018): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 4 No. 2 (2018): Biomedical Journal of Indonesia Vol 4, No 2 (2018) Vol 4, No 1 (2018) Vol. 4 No. 1 (2018): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 3 No. 3 (2017): Vol 3,No 3, 2017 Vol. 3 No. 2 (2017): Vol 3, No 2, 2017 Vol. 3 No. 1 (2017): Vol 3, No 1, 2017 Vol. 3 No. 3 (2017): Biomedical Journal of Indonesia Vol 3, No 3 (2017) Vol 3, No 2 (2017) Vol. 3 No. 2 (2017): Biomedical Journal of Indonesia Vol 3, No 1 (2017) Vol. 3 No. 1 (2017): Biomedical Journal of Indonesia Vol 1, No 1 (2015) More Issue