cover
Contact Name
dr. Rachmat Hidayat
Contact Email
dr.rachmat.hidayat@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
dwih.dr@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Biomedical Journal of Indonesia
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 24077097     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Biomedical Journal of Indonesia is an open access, peer-reviewed journal that focus on basic medical sciences, emphasizing on providing the molecular studies of biomedical problems and molecular mechanisms to integrate researches in all aspects of human health. BJI is dedicated to publishing original research and review articles covering all aspects of biomedical sciences.
Arjuna Subject : Kedokteran - Anatomi
Articles 392 Documents
Granzyme-B Expression as a Predictor of Immune Surveillance (Correlation Study in Patient with Squamous Cell Carcinoma and Uterine Cervical Dysplasia) Apriana, Ledisda; Udadi Sadhana; Ika Pawitra Miranti; Awal Prasetyo; Dik Puspasari
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 7 No. 3 (2021): Biomedical Journal of Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/bji.v7i3.585

Abstract

Background: The most common histologic type of cervical cancer is squamous cell carcinoma (SCC), with the risk of recurrence depending on immune surveillance with granzyme-B markers, and tumor infiltrating lymphocytes (TIL) is an immunological determinant associated with a better prognosis. Granzyme-B is produced by TIL. The study was aimed to prove the difference in expression of granzyme-B in SCC epithelial cells with cervical dysplasia precancerous lesions as a predictor of immune surveillance. Methods: Correlation analytic study with cross-sectional design on paraffin block patients with SCC and cervical epithelial dysplasia at the Anatomical Pathology Laboratory, RSUP Dr. Kariadi, Semarang, during 2018 and 2019, using granzyme-B immunohistochemistry assays, assessed TIL activation. Results: Most cases of cervical SCC were 40 years old, 50% were stage IIIB, 20% with the final condition died on observation 1 year after the initial diagnosis was made. The uterine cervical SCC group expressed granzyme-B with a mean score of 5.81±1.17 (p=0.001) and the dysplastic epithelial lesion group with a mean score of 6.83±0.95 (p=022), the Mann-Whitney test showed p value = 0.009, so that the test results are statistically significant. Conclusion: Expression of granzyme-B in dysplasia is higher than in uterine cervical SCC.
Hubungan Kelincahan dengan Indeks Massa Tubuh dan Persentase Lemak Tubuh pada Siswa SMA Olahraga Negeri Sriwijaya Palembang Esty Risa Mubarani; Mutiara Budi Azhar; Indri Seta Septadina
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 3 No. 1 (2017): Vol 3, No 1, 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelincahan adalah kemampuan untuk mengubah arah dan posisi tubuh dengan cepat dan tepat. Kelincahan merupakan salah satu aspek skill-related fitness yang diperlukan untuk mempertahankan performa olahraga yang optimal bagi atlet. Indeks massa tubuh dan persentase lemak tubuh yang tinggi dapat mengurangi tingkat kelincahan seorang atlet sehingga menurunkan performa olahraganya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan kelincahan dengan indeks massa tubuh dan persentase lemak tubuh pada siswa SMA Olahraga Negeri Sriwijaya Palembang. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain studi potong lintang. Subjek penelitian ini adalah 35 orang siswa SMA Olahraga Negeri Sriwijaya Palembang. Penelitian dilakukan pada bulan September-Oktober 2016. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square pada aplikasi SPSS. Tingkat kelincahan responden diklasifikasikan menjadi lincah dan kurang lincah, sebanyak 23 (65,7%) orang tergolong lincah dan 12 (34,3%) orang tergolong kurang lincah. Kategori indeks massa tubuh diklasifikasikan menjadi BB ideal dan BB tidak ideal, sebanyak 29 (82,9%) orang memiliki kategori BB ideal dan 6 (17,1%) orang tergolong ke dalam kategori BB berlebih. Kategori persentase lemak tubuh diklasifikasikan menjadi PLB normal dan PLB berlebih, sebanyak 11 (31,4%) orang memiliki kategori PLB normal dan 24 (68,6%) orang memiliki kategori PLB berlebih. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh dan kelincahan (p=0,640) serta tidak terdapat hubungan yang signifikan antara persentase lemak tubuh dan kelincahan (p=0,451).Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh dan kelincahan serta tidak terdapat hubungan yang signifikan antara persentase lemak tubuh dan kelincahan.
Faktor Risiko Kanker Serviks Pada Pasien Rawat Jalan dan Rawat Inap Di Departemen Obstetri dan Ginekologi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang Monica Trifitriana; Rizal Sanif; Syarif Husin
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 3 No. 1 (2017): Vol 3, No 1, 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker serviks adalah tumor ganas primer yang berasal dari sel epitel skuamosa merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak terjadi bagi kaum wanita.. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif analitik dengan case-control. Sampel penelitian adalah 52 pasien yang terbagi menjadi 26 pasien kanker serviks dan 26 pasien non-kanker serviks baik yang dirawat jalan maupun rawat inap di Departemen Obstetri dan Ginekologi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang selama periode September-November 2016. Penelitian ini menggunakan data primer berupa wawancara. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Selanjutnya, dianalisis secara bivariat untuk mengetahui hubungan dan nilai OR. Dari 8 faktor risiko yang diteliti, terdapat hubungan yang bermakna antara riwayat keputihan patologis (p= 0,0005 OR= ∞), paritas (p= 0,0005 OR= 22,7), usia (p= 0,0005 OR= 19,2), penggunaan kontrasepsi oral jangka panjang (p= 0,0005, OR= 12,4), usia pertama kali melakukan hubungan seksual (p= 0,006, OR= 6,1 ), dan pekerjaan suami (p= 0,05 OR= 3,6), dengan kejadian kanker serviks. Sedangkan Terdapat 2 faktor risiko yang tidak memiliki hubungan yang bermakna antara merokok (p= 1,0) dan berganti-ganti pasangan seksual (p= 1,0) dengan kejadian kanker serviks. Hasil penelitian mengidentifikasi faktor-faktor risiko dengan hubungan terhadap kejadian kanker serviks yang signifikan, yaitu usia, usia pertama kali melakukan hubungan seksual, paritas, penggunaan kontrasepsi oral jangka panjang, riwayat keputihan, dan pekerjaan suami.
Hubungan Derajat Asfiksia dengan Kejadian Hipoglikemia pada Neonatus di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang Regina Paranggian Lumbantoruan; Afifa Ramadanti; Hertati Indah Lestari
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 3 No. 1 (2017): Vol 3, No 1, 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengkajian pertama yang dilakukan pada bayi saat lahir yaitu dengan menggunakan nilai Apgar melalui pemeriksaan fisik singkat. Nilai Apgar yang menurun dapat menyebabkan asfiksia pada neonatus. Keadaan asfiksia dapat menyebabkan ketidakseimbangan suhu tubuh dan terjadi hipotermia yang mengakibatkan berkurangnya aliran oksigen ke jaringan dan neonatus akan mengalami hipoglikemia. RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang sebagai rumah sakit pendidikan dan rujukan nasional belum memiliki data mengenai hubungan asfiksia dan hipoglikemia ini.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui lebih jauh mengenai hubungan derajat asfiksia dan kejadian hipoglikemia pada neonatus di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan menggunakan rancangan potong lintang (cross-sectional study). Sampel penelitian adalah seluruh rekam medik pasien neonatus di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang dari Januari 2015 sampai Desember 2015. Analisis pada penelitian ini menggunakan uji Chi-square, bermakna apabila nilai p<α (α=0,05). Dari 106 neonatus, 84,9% adalah asfiksia ringan, diikuti berturut-turut oleh asfiksia sedang (13,2%), dan asfiksia berat (1,9%). Dari 90 neonatus tidak asfiksia dan derajat asfiksia ringan didapatkan 35,6% neonatus hipoglikemia dan 64,4% neonatus tidak hipoglikemia. Derajat asfiksia sedang dan berat didapatkan 37,5% neonatus hipoglikemia dan 62,5% neonatus tidak hipoglikemia. Dari hasil penelitian, tidak terdapat hubungan bermakna antara derajat asfiksia dan kejadian hipoglikemia pada neonatus dengan p=1,000. Tidak terdapat hubungan bermakna antara derajat asfiksia dan kejadian hipoglikemia pada neonatus di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang.
Hubungan Aktivitas Fisik, Kualitas Tidur, dan Indeks Massa Tubuh dengan Kadar HbA1c Pada Pasien DM Tipe 2 yang Datang ke Poliklinik Endokrin Metabolik Diabetik di RSUP DR. Mohammad Hoesin Palembang Bella Bonita; Herry Asnawi; Hendarmin Aulia
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 3 No. 1 (2017): Vol 3, No 1, 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu kelompok penyakit metabolik kronis yang ditandai oleh hiperglikemia karena gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Peningkatan jumlah penderita DM tipe 2 berkaitan dengan faktor risiko yang tidak dapat diubah dan faktor risiko yang dapat diubah. Penyakit DM tipe 2 dapat dipantau melalui pengontrolan glukosa darah jangka panjang dengan melakukan pemeriksaan HbA1c. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor-faktor resiko DM tipe 2 dengan kadar HbA1c sebagai indikator glikemik. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah semua pasien yang datang ke poliklinik endokrin RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang pada bulan November-Desember 2016. Didapatkan 47 sampel yang diambil dengan teknik consecutive sampling. Data primer diambil dengan cara wawancara langsung dan data sekunder diambil dari rekam medis di Bagian Instalasi Rekam Medis RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Fisher Test dan uji regresi logistik. Pada uji Fisher Test diketahui terdapat hubungan antara aktivitas fisik dan kadar HbA1c (p=0,000), terdapat hubungan antara kualitas tidur dan kadar HbA1c(p=0,001), dan tidak ada hubungan antara indeks massa tubuh dan kadar HbA1c (p=0,128). Pada analisis multivariat diketahui kualitas tidur merupakan faktor yang paling mempengaruhi kadar HbA1c (OR=0,038).
Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Masyarakat Tentang DBD dengan Jumlah Larva Nyamuk M.Rasyid Ridho; Dalilah; Chairil Anwar
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 3 No. 1 (2017): Vol 3, No 1, 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD), penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus, secara endemis berada di Indonesia. Infeksi virus DBD terjadi melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Tindak pencegahan adalah cara yang efektif untuk mengurangi kejadian DBD. Pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat memiliki peran penting dalam pemberantasan vektor.Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tempat-tempat penampungan air yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk serta hubungannya dengan pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat RT 50 tentang DBD di RT 50 Perumahan OPI. Penelitian ini menggunakan pendekatan analitik observasional. Sampel penelitian diambil berdasarkan Purposive Sampling, yaitu dilakukan pengambilan sampel dengan pertimbangan daerah tempat tinggal yang memiliki angka kejadian DBD yang tinggi. Pengumpulan sampel dilakukan dengan menginvestigasi TPA dan jentik nyamuk di tiap-tiap rumah serta wawancara kepada salah satu anggota keluarga dari masing-masing rumah. Larva ditangkap menggunakan gamadotik, pipet tetes dancidukan. Data pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat didapatkan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Dari 24 rumah yang diperiksa, 62,5% rumah positif larva nyamuk dan 37,5% rumah lainnya negatif. Indeks larva yang ditemukan AngkaBebas Jentik (ABJ) sebesar 37,5%, House Index (HI) 62,5%, Container Index (CI) 23,07%,Breteau Index (BI) sebesar 112,5% dan Density Figure (DF) 7. Genus nyamuk yang ditemukan adalah genus Aedes dengan spesies Aedes aegypti (25,43%)danAedes albopictus(69,63%)sertanyamuk genus Culex(4,93%). Sebanyak 62,5% masyarakat memiliki pengetahuan yang baik, 87,5% memiliki sikap baik tetapi hanya 25% yang memiliki perilaku baik. Dari analisis Chi-square antara pengetahuan, sikap dan perilaku dan keberadaan jentik didapatkan pengetahuan (p=0,80), sikap(p=1) dan perilaku (p=2). Tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat dengan keberadaan larva nyamuk (p>0,05).
Karakteristik Sosiodemografi serta Tingkat Depresi dan Kecemasan pada Pasangan Suami-Istri Infertil di Poliklinik Obstetri dan Ginekologi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang Annisa Khaira Ningrum; M.Zainie Hassan A.R.; Puji Rizki Suryani
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 3 No. 1 (2017): Vol 3, No 1, 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasangan suami-istri yang belum mempunyai anak dalam waktu yang cukup lama akan merasa rendah diri, mudah tersinggung, dan mengalami kecemasan karena tidak punya generasi penerus. Banyak studi menyatakan insiden depresi berat sebesar lebih tinggi pada pasangan yang infertil daripada pasangan yang fertil, dan insiden kecemasan sebesar lebih tinggi pada yang infertil daripada pasangan yang fertil. Oleh karena itu penelitian ini diharapkan dapat mengidentifikasi karakteristik sosiodemografi serta tingkat depresi dan kecemasan pada pasangan suami-istri infertil di Poliklinik Obstetri dan Ginekologi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini menggunakan kuesioner Beck Depression Inventory-II (BDI-II) dan Zung Self-Rating Anxiety Scale yang telah divalidasi terjemahan bahasa Indonesia. Subjek penelitian adalah 30 pasang pasangan suamiistri infertil yang datang berobat ke Poliklinik Obstetri dan Ginekologi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang pada bulan Oktober s.d. November 2016. Dari 30 pasang suami-istri (n=60) infertil didapatkan suami dengan depresi sedang sebanyak 4 (13.3%) orang dan istri sebanyak 8 (26.7%) orang. Untuk tingkat kecemasan ringan sampai sedang didapatkan 8 (26.7%) orang suami dan 16 (53.3%) orang istri. Dari penelitian didapatkan wanita lebih banyak mengalami depresi sedang dan kecemasan ringan sampai sedang daripada pria. Hal ini karena infertilitas menyebabkan distress psikologi yang lebih tinggi pada wanita dibandingkan dengan pria karena stigma masyarakat tentang infertilitas. Angka gejala depresi dan kecemasan pada wanita maupun pria yang mengalami infertil lebih tinggi dari pada angka depresi (9% dan 5%) secara global dan kecemasan (6%) pada orang Asia.
Chitosan Menurunkan Kadar Ferritin Serum dan Deposit Besi Jantung pada Tikus Putih Wistar (Rattus norvegicus) Jantan Model Iron Overload Febrina Sari; Mgs. Irsan Saleh; Poedji Loekitowati Hariani
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 3 No. 2 (2017): Vol 3, No 2, 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan chitosan untuk mengikat besi dapat diketahui dengan cara mengukur kadar ferritin serum dan deposit besi jantung pada tikus putih wistar (Rattus norvegicus) jantan model iron overload. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen laboratorium in vivo. Tiga puluh (30) ekor tikus wistar jantan dibagi menjadi 6 kelompok, yaitu kelompok normal (N) diberi makanan standar dan tanpa perlakuan tertentu, kelompok control negative (K-) diberi makanan standar dan diinjeksikan iron sucrose 75 mg/KgBB selama lima minggu (3x seminggu)secara intraperitoneal. Kelompok perlakuan terdiri dari P1, P2, P3 diinjeksikan iron sucrose 75mg/kgBB selama lima minggu (3x seminggu) serta diberikan tambahan perlakuan yang berbeda. Selain diberikan makanan standar, kelompok P1 diberikan chitosan secara oral 16 mg/KgBB/hari, kelompok P2 diberikan chitosan secara oral 32 mg/KgBB/hari,sedangkan kelompok P3 diberikan chitosan oral 64 mg/KgBB/hari. Kelompok control positif (K+) pada penelitian ini diinjeksi iron sucrose dan diberikan deferiprone 75mg/KgBB/hari secara oral. Hasilnya menunjukkan bahwa pemberian chitosan 16mg/KgBB/hari yang diberikan secara oral tidak memiliki perbedaan secara signifikan (p>0,05) dari pemberian deferiprone oral dalam menurunkan kadar ferritin serum dan deposit besi jantung.
Hubungan Kejadian Preeklampsia dengan Kadar Serum Β-Human Chorionic Gonadotropin (Β-HCG) Pada Kehamilan Trimester III Yusuf Effendi; Safyudin; Ade Marlisa Rahmadayanti
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 3 No. 2 (2017): Vol 3, No 2, 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan Kejadian Preeklampsia Dengan Kadar Serum β-Human Chorionic Gonadotropin (Β-hCG) Pada Kehamilan Trimester III. Preeklampsia saat ini masih merupakan salah satu penyebab kematian maternal yang diakibatkan adanya peningkatan jaringan sitotrofoblas dengan jaringan yang baru sehingga akan meningkatkan total Human Chorionic Gonadotropin (hCG) termasuk subunit α dan β. Peningkatan kadar dari serum β-hCG ini yang menggambarkan adanya reaksi patologis dari plasenta pada kasus preeklampsia sebagai akibat dari transformasi sitotrofoblas yang baru dan juga sekaligus dapat menggambarkan berat ringannya penyakit tersebut. Penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik dengan pendekatan case control yang bertujuan untuk melihat hubungan antara kejadian preeklampsia dengan kadar serum β-hCG pada kehamilan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan April-Mei 2018 di RSUP Dr.Mohammad Hoesin Palembang dan Laboratorium Bioteknologi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Palembang. Total sampel dalam penelitian ini sebanyak 62 sampel dengan masing-masing kelompok kasus sebanyak 31 subjek yang terdiri dari ibu hamil dengan preeklampsia dan 31 subjek ibu hamil dengan normotensi yang ditentukan dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Kadar β-hCG yang di ambil pada trimester ketiga diukur dengan metode ELISA dan dinyatakan dalam mIU/ml dengan menggunakan sampel darah vena. Didapatkan nilai minimum–maksimum kadar serum β-hCG pada kelompok ibu hamil dengan preeklampsia sebesar 10.723–74.295 mIU/ml dengan rerata sebesar 37.380,23 ± 20.100,154 mIU/ml dan didapatkan nilai minimum–maksimum kadar serum β-hCG pada kelompok ibu hamil dengan normotensi sebesar6.171–9.395 mIU/ml dengan rerata 7.743,13 ± 959,794 mIU/ml. Serta didapatkan nilai hubungan antara kejadian preeklampsia dengan kadar serum β-hCG pada kehamilan (p value = 0,001). Kadar rerata serum β-hCG pada kelompok preeklampsia lebih tinggi dibanding kelompok hamil normotensi dan didapatkan adanya hubungan kejadian preeklampsia dengan kadar serum β-hCG. Perlunya penelitian lebih lanjut untuk masing-masing umur kehamilan guna mengetahui batasan kadar β-hCG serum yang dianggap meningkat untuk masing masing umur kehamilan. Batasan ini nantinya bisa dipakai sebagai pedoman dalam memprediksi suatu kehamilan yang dapat berkembang menjadi preeklampsia.
Pengaruh Pemberian Ekstrak dan Fraksi Metanol Air Buah Kurma Ajwa (Phoenix Dactylifera) terhadap Berat, Histologi Epididimis, Dan Morfologi Spermatozoa Tikus Jantan (Rattus Norvegicus) Fitri Nurjanah; Salni; Legiran
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 3 No. 2 (2017): Vol 3, No 2, 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat infertilitas laki-laki diseluruh dunia berkisar 2,5 sampai 12% dan lebih dari 30 juta pria dunia tidak subur. WHO menyatakan lebih dari 50% penyebab infertlitas pihak pria yang terbesar disebabkan faktor semen. Buah kurma ajwa (Phoenix dactylifera) mampu mengobati infertilitas karena memiliki aktivitas sebagai antioksidan dan gonadotropik. Tujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak dan fraksi metanol air kurma ajwa terhadap berat epididimis, tebal epitel epididimis dan morfologi spermatozoa pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus).Penelitian ini eksperimental menggunakan rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 25 sampel tikus putih jantan dengan diberi perlakuan ekstak, fraksi metanol air kurma ajwa dan CMC 1% (kontrol) selama 35 hari, selanjutnya di ambil organ epididimisnya untuk dilakukan penimbangan organ, histologi dan penambilan semen. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat peningkatan berat epididimis, tebal epitel epididimis dan morfologi spermatozoa dibandingkan kelompok kontrol. Fraksi metanol air dengan dosis 300mg/kgBB mempunyai pengaruh paling kuat. Disimpulkan bahwa ekstrak dan fraksi metanol air kurma ajwa (Phoenix dactylifera) dapat meningkatkan berat, histologi epididimis dan morfologi spermatozoa.

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 3 (2025): Vol 11, No 3, 2025 Vol. 11 No. 2 (2025): Vol 11, No 2, 2025 Vol. 11 No. 1 (2025): Vol 11, No 1, 2025 Vol. 10 No. 3 (2024): Vol 10, No 3, 2024 Vol. 10 No. 2 (2024): Vol 10, No 2, 2024 Vol. 10 No. 1 (2024): Vol 10, No 1, 2024 Vol. 9 No. 3 (2023): Vol 9, No 3, 2023 Vol. 9 No. 2 (2023): Vol 9, No 2, 2023 Vol. 9 No. 1 (2023): Vol 9, No 1, 2023 Vol. 8 No. 3 (2022): Vol 8, No 3, 2022 Vol. 8 No. 2 (2022): Vol 8, No 2, 2022 Vol. 8 No. 1 (2022): Vol 8, No 1, 2022 Vol. 7 No. 3 (2021): Vol 7, No 3, 2021 Vol. 7 No. 2 (2021): Vol 7, No 2, 2021 Vol. 7 No. 1 (2021): Vol 7, No 1, 2021 Vol. 7 No. 3 (2021): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 7 No. 2 (2021): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 7 No. 1 (2021): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 6 No. 3 (2020): Vol 6, No 3, 2020 Vol. 6 No. 2 (2020): Vol 6, No 2, 2020 Vol. 6 No. 1 (2020): Vol 6, No 1, 2020 Vol. 6 No. 3 (2020): Biomedical Journal of Indonesia Vol 6, No 2 (2020) Vol. 6 No. 2 (2020): Biomedical Journal of Indonesia Vol 6, No 1 (2020) Vol. 5 No. 3 (2019): Vol 5, No 3, 2019 Vol. 5 No. 2 (2019): Vol 5, No 2, 2019 Vol. 5 No. 1 (2019): Vol 5, No 1, 2019 Vol 5, No 3 (2019) Vol. 5 No. 3 (2019): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 5 No. 2 (2019): Biomedical Journal of Indonesia Vol 5, No 2 (2019) Vol 5, No 1 (2019) Vol. 5 No. 1 (2019): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 4 No. 3 (2018): Vol 4, No 3, 2018 Vol. 4 No. 2 (2018): Vol 4, No 2, 2018 Vol. 4 No. 1 (2018): Vol 4, No 1, 2018 Vol. 4 No. 3 (2018): Biomedical Journal of Indonesia Vol 4, No 3 (2018) Vol 4, No 2 (2018) Vol. 4 No. 2 (2018): Biomedical Journal of Indonesia Vol 4, No 1 (2018) Vol. 4 No. 1 (2018): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 3 No. 3 (2017): Vol 3,No 3, 2017 Vol. 3 No. 2 (2017): Vol 3, No 2, 2017 Vol. 3 No. 1 (2017): Vol 3, No 1, 2017 Vol. 3 No. 3 (2017): Biomedical Journal of Indonesia Vol 3, No 3 (2017) Vol 3, No 2 (2017) Vol. 3 No. 2 (2017): Biomedical Journal of Indonesia Vol 3, No 1 (2017) Vol. 3 No. 1 (2017): Biomedical Journal of Indonesia Vol 1, No 1 (2015) More Issue