cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
ISSN : 19071736     EISSN : 26853574     DOI : -
Core Subject : Education,
Al-Adyan (ISSN 1907-1736) is a journal published by the Religious Studies, Ushuluddin Faculty, Raden Intan State Islamic Institute of Lampung, INDONESIA. Al-Adyan published twice a year. Al-Adyan focused on the Religious Studies, especially the basic antropology, local wisdom. It is intended to communicate original research and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 199 Documents
ISMAIL RAGI AL-FARUQI (PELOPOR HUBUNGAN MUSLIM – KRISTEN) Rasyidin, Yusafrida
AL-ADYAN Vol 6 No 1 (2011): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v6i1.482

Abstract

Ismail Ragi Al-Faruqi adalah salah seorang pelopor dari Hubungan antar umat beragama, sarjana seni Islam dan perintis dalam pengembangn studi Islam di Amerika dan terketanal dengan konsep Islamisasi ilmu pengetahuan dan pendapatnya tentang pan-Islamisme. Kepedulian Al-Faruqi terhadap Islam dan kaum muslimin di awali oleh komitmen teguhnya pada Islam. Oleh karena itu aktivitas-aktivitasnya melampaui batas-batas akademis. Ia pemimpin yang mendedikasikan diri pada pembaruan dan reformasi baginya kerja merupakan itulah dakwah sesungguhnya perbulatan nyata untuk mereatisasikan dan aktualisasikan Islam. Keaktifan Al-Faruqi diberbagai kelompok studi Islam dan keterlibatannya dalam gerakan-gerakan Islam amat menonjol. Al-Faruqi juga duduk sebagai salah seorang penasehat diberbagai universitas di dunia Islam dan ikut mendesain program studi Islam di berbagai negara seperti India, Pakistan, Malaysia, Libya, Saudi Arabia, Mesir, dll. Ismail Al-Faruqi beserta istrinya banyak berjasa bagi dunia keilmuan masyarakat luas dan dakwah agama.
SYEKH RAHMATULLAH DAN KRITIK AJARAN KRISTEN Muslimin, Muslimin
AL-ADYAN Vol 6 No 1 (2011): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v6i1.483

Abstract

Pada tahun 1855 M India berada dibawah kendali penjajahan Inggris yang telah mengusai sepenuhnya wilayah ini baik dari sisi pemerintahan, maupun perekonomian dan kehidupan beragama, hal ini tentunya berkaitan erat dengan misi dari kolonialisme yaitu penyebaran ajaran Kristen diseluruh wilayah jajahan bangsa Eropa. Kondisi ini pun menerpa umat Islam di India yang tidak lepas dari upaya para misionaris Kristen yang dengan genjarnya membujuk umat Islam keluar dari keislamannya. Menghadapi perkembangan kehidupan beragama umat Islam yang terancam oleh misi kristenisasi, muncul ulama India Syekh Rahmatullah yang berusaha membela dan mempertahankan ajaran-ajaran Islam. pola pembelaan dan perlawannya menarik untuk dikaji, dimana ulama ini menantang secara terbuka para Pendeta Kristen yang dipimpin oleh Dr. Fender untuk melakukan Debat terbuka dihadapan penganut agama Islam dan Kristen di India
IDENTITAS AGAMA ORANG BADUY Hakiki, Kiki Muhamad
AL-ADYAN Vol 6 No 1 (2011): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v6i1.484

Abstract

Sampai saat ini masih kuat teori yang menyatakan bahwa tidak ada satu pun masyarakat di dunia ini yang tidak mempunyai konsep tentang agama atau kepercayaan beragama, termasuk di dalamnya masyarakat terasing yang berada di wilayah pedalaman hutan sekalipun, salah satu di antaranya adalah suku Baduy yang ada diwilayah Banten Selatan. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa agama yang dianut oleh Orang Baduy adalah agama Sunda Wiwitan. Agama ini merupakan agama sinkretis antara Islam dan Hindu.
TUHAN, AGAMA, DAN KEBENARAN (MEMBACA ULANG LOGIKA KEBENARAN AGAMA DALAM KERANGKA PEMIKIRAN FILSAFAT) Nur, Muhammad
AL-ADYAN Vol 6 No 1 (2011): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v6i1.492

Abstract

Agama merupakan fenomena universal umat manusia. Meski tidak semua manusia kemudian beragama, namun pada kenyataannya, mereka punya keyakinan masing-masing tentang yang transenden. Di sisi lain, ketika manusia beragama, yang sering terjadi adalah pemutlakan terhadap kebenaran agama masing-masing. Pemutlakan ini pada akhirnya bisa menutup pintu dialog. Karena itu, mendiskusikan kembali kebenaran agama menjadi penting dilakukan. Tulisan ini hendak menginventarisir berbagai pandangan para filsuf agama tentang makna kebenaran agama. Tokoh utama yang dijadikan dasar pengkajian adalah John Hiks dan W.C Smith berdasarkan teori kebenaran agama yang ditulis oleh Hendrik M. Vroom yang berjudul “Religions and The Truth, Philosophical Reflection and Perspectives”. Tentang kebenaran agama, John Hiks menyimpulkan bahwa kebenaran bisa diperoleh dari agama apapun, karenanya jalan keselamatan dimiliki oleh semua agama. Sehingga pada akhirnya, semua manusia sebenarnya sedang menyembah pada Tuhan yang sama (divine One). Sementara itu W.C. Smith menyimpulkan bahwa dalam beragama yang paling inti adalah to love god (mencintai Tuhan). Kebenaran tunggal adalah milik Tuhan, sementara kebenaran pada tataran manusia adalah kebenaran dengan “b” kecil yang bersifat nisbi.
TRADISI KAJIAN KEISLAMAN DALAM PERSPEKTIF ORMAS DI INDONESIA Zulkarnain, Zulkarnain
AL-ADYAN Vol 6 No 1 (2011): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v6i1.493

Abstract

Corak gerakan dan pemikiran keislaman di Indonesia merupakan hasil dari dialektika antara pemahaman teks-teks keagamaan dengan realitas sosial, politik dan kebudayaan, yang dijembatani oleh seperangkat kerangka epistemologis tertentu. Berdasarkan kajian terhadap perkembangan studi keislaman berbasis organisasi keagamaan di Indonesia seperti NU dan Muhammadiyah sebagai organisasi masyarakat islam terbesar di Indonesia, dapat diketahui adanya kecenderungan pada dinamika pemikiran ormas islam yang tidak monolitik. Sebagai akibat dari perbedaan paradigma dan responsi atas keadaan yang selalu mengalami perubahan (dinamis)
MEMBANGUN CIVIL RELIGION PADA MASYARAKAT YANG PLURAL; DILEMA PANCASILA DI ERA REFORMASI Ruslan, Idrus
AL-ADYAN Vol 6 No 2 (2011): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v6i2.494

Abstract

Tema civil religion merupakan tema yang terkait dalam konteks sebuah negara yang plural seperti Indonesia. Arti civil religion itu sendiri secara harfiah adalah agama sipil (rakyat), akan tetapi jika dilihat secara apa adanya seakan-akan merupakan agama tersendiri. Oleh karenanya lebih tepat jika diartikan “Keberagamaan sipil”, karena memang dia tidak memiliki Tuhan, kitab suci, rasul, pendeta, biksu dan sebagainya. Indonesia dengan dasar negara Pancasila dimana kata “Tuhan” dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa tidak menunjukkan dan tidak berafeliasi pada agama tertentu. Penggunaan kata “Tuhan” pada sila pertama memiliki arti yang sangat netral, artinya tidak memihak pada salah satu agama tertentu, kiranya dapat dijadikan sebagai titik temu bagi umat beragama. Karena itu oleh berbagai kalangan Pancasila dapat disebut sebagai civil religion. Disebut agama karena menginginkan sumber otoritas yang bebas dari rezim yang berkuasa (Negara); dan disebut sipil karena dia ingin bebas dari pengaruh agama tertentu. Hanya saja yang menjadi masalah, semenjak era reformasi, Pancasila seakan-akan ditinggalkan dan tidak pedulikan.
DAMAI DI TENGAH MASYARAKAT MULTIKULTUR DAN MULTIAGAMA Ritaudin, M. Sidi
AL-ADYAN Vol 6 No 2 (2011): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v6i2.495

Abstract

Fenomena Islam politik, khususnya di Indonesia, ditafsirkan dan hadir dalam wajah majemuk dan plural. Asasnya adalah Pancasila dan UUD-1945 yang memposisikan asas kesatuan sebagai landasan idiilnya. Oleh karena itu, persentuhan Islam dengan politik pun, dalam konteks Indonesia, berwujud kebinnekaan. Toleransi merupakan suatu bingkai penyatuan dalam sistem kebangsaan dan kenegaraan yang penduduknya bersifat majemuk, baik dari segi, pulau, ras, suku, bahasa, adat budaya dan lain sebagainya termasuk agama. Fungsionalisasi agama sebagai sumber motivasi bagi pembangunan, yaitu menciptakan suasana kondusif bagi peningkatan pemahaman, penghayatan dan pengamalan nilai-nilai agama. Semua agama mengajarkan saling menghormati dan saling menghargai, oleh sebab itu menghidupkan dialog keagamaan merupakan suatu keniscayaan bagi keberlangsungan negara kesatuan.
REKONTRUKSI STUDI DOKTRIN TEOLOGIS (Alternatif Metode Studi Hubungan Antar Agama) Muslimin, Muslimin
AL-ADYAN Vol 6 No 2 (2011): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v6i2.496

Abstract

Dalam sepanjang sejarah manusia didapati bahwa tidak ada suatu kaum yang hidup tanpa ada suatu kepercayaan atau keyakinan yang diwujudkan dan diekpresikan dalam bentuk suatu ritual peribadatan keagamaan, hal ini dapat dikatakan sebagai landasan berfikir yang ada pada setiap generasi kehidupan manusia dari generasi awal sampai dengan era kontemporer saat ini. Bentuk keyakinan dan peribadatan yang dilakukan sepanjang sejarah tersebut bersumber dari pad doktrin yang didapat melalui perantara para Utusan yang kemudian terus mengalami proses interpretasi pemahaman terhadap doktrin teologis tersebut. Adanya perkembangan pemahaman terhadap suatu teks keagamaan dapat menunjukkan identitas suatu peradaban manusia. Sehingga dapat dikatakan bahwa agama dengan doktrin-doktrin merupakan unsur utama yang menguasai setiap manusia. instink keagamaan ini sudah ada dalam jiwa setiap manusia, sehingga mustahil manusia dapat menjalani kehidupannya tanpa adanya kebutuhan akan agama. Ketika kita merujuk kesumber ajaran teologis yang ada (Taurat, Injil, Al-Quran) kita dapatkan bukti yang menguatkan keberadaan keyakinan tersebut merupakan kebutuhan utama dari manusia namun dibalik semua ini Adanya beragam interpretasi terhadap suatu doktrin dan keyakinan yang berwujud dalam berbagai macam bentuk ritual keagamaan ini sebagai wujud nyata adanya sejarah peradaban umat manusia yang terus berkembang dan mengakibatkan adanya interaksi diantara penganut keagamaan.
ALIRAN KEBATINAN DI INDONESIA Hakiki, Kiki Muhamad
AL-ADYAN Vol 6 No 2 (2011): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v6i2.497

Abstract

Eksistensi agama lokal seperti aliran kebatinan meskipun mengalami diskriminasi tetaplah berkembang dan banyak diminati. Claim kebenaran yang kerap kali disuarakan oleh agama ”resmi” (baca: Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Budha, Konghucu) nampaknya tak membuat penganut agama lokal takut apalagi pindah kepercayaan. Bahkan yang menarik kerap kali justru para penganut agama ”resmi” pun disadari atau tidak disadarinya mencampur keyakinannya dengan kepercayaan agama lokal. Lalu jika sudah seperti itu, masihkah kita bercita-cita mengusir dan menganggap keyakinan mereka sebagai keyakinan yang salah?. Bukankah benar dan salah itu urusan Tuhan?. Inilah yang menarik untuk dicermati.
SIKAP KEAGAMAAN DAN POLA TINGKAH LAKU MASYARAKAT MADANI Hamali, Syaiful
AL-ADYAN Vol 6 No 2 (2011): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v6i2.498

Abstract

Sikap keagamaan merupakan suatu keadaan yang ada dalam diri seorang yang mendorongnya untuk bertingkah laku sesuai dengan bentuk kepercayaannya. Sikap merupakan predisposisi untuk bertindak senang atau tidak senang, setuju atau tidak setuju terhadap objek tertentu berdasarkan komponen kejiwaan; kognisi, afeksi dan konasi. Artinya sikap merupakan interaksi dari komponen-komponen kejiwaan manusia secara kompleks terhadap lingkungannya. Masyarakat madani dibentuk dengan landasan motivasi dan etos keagamaan. masyarakat madani menunjukkan lingkungan masyarakat yang beradab, berbudi luhur, berakhlak mulia, egalitarianisme dan menghargai seseorang berdasarkan prestasi kerja. Dan menegakkan hukum, toleransi, pluralistik, berkeadilan sosial dan menghidupkan demokrasi dalam wadah musyawarah. Masyarakat madani berbeda dengan civil society yang lahir dari konteks sosial masyarakat Barat kontemporer, yaitu dari gerakan perlawanan rakyat guna melepaskan diri dari rezim-rezim penindas dan otoriter serta tidak ada hubungannya dengan akhlak atau budi pekerti luhur dan agama. Intelektual muslm konptemporer berusaha untuk memformulasikan nilai-nilai agama dalam masyarakat madani sebagai landasan operasional dalam bersikap dan bertindak setiap individu dalam kehidupan masyarakat

Page 2 of 20 | Total Record : 199


Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 20 No 2 (2025): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 20 No 1 (2025): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 19 No 2 (2024): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 19 No 1 (2024): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 18 No 2 (2023): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 18 No 1 (2023): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 17 No 2 (2022): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 17 No 1 (2022): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 16 No 2 (2021): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 16 No 1 (2021): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 15 No 2 (2020): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 15 No 1 (2020): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 14 No 2 (2019): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 14 No 1 (2019): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 13 No 2 (2018): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 13 No 1 (2018): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 12 No 2 (2017): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 12 No 1 (2017): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 11 No 1 (2016): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 10 No 2 (2015): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 10 No 1 (2015): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 9 No 2 (2014): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 9 No 1 (2014): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 8 No 2 (2013): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 8 No 1 (2013): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 7 No 2 (2012): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 6 No 2 (2011): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 6 No 1 (2011): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 5 No 1 (2010): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama More Issue