cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
ISSN : 19071736     EISSN : 26853574     DOI : -
Core Subject : Education,
Al-Adyan (ISSN 1907-1736) is a journal published by the Religious Studies, Ushuluddin Faculty, Raden Intan State Islamic Institute of Lampung, INDONESIA. Al-Adyan published twice a year. Al-Adyan focused on the Religious Studies, especially the basic antropology, local wisdom. It is intended to communicate original research and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 199 Documents
TASAWUF SEBAGAI TERAPI ATAS PROBLEM SPIRITUAL MASYARAKAT MODERN Putra, Andi Eka
AL-ADYAN Vol 8 No 1 (2013): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v8i1.525

Abstract

Munculnya problema spiritual yang dialami manusia modern saat ini, bermula dari hilangnya visi keilahian yang disebabkan oleh manusia modern itu sendiri, yang senantiasa bergerak makin menjauh dari pusat eksistensi. Untuk itu, tidak ada alternatif yang lebih baik dalam menjawab krisis spiritualitas yang telah menimbulkan berbagai penyakit spiritual saat ini, kecuali manusia modern harus kembali ke pusat eksistensi. Asumsi dasar tentang manusia yang terdiri dari asperk jasmani dan ruhani, material dan spiritual, adalah dimensi yang lengkap yang dapat menjadi alternaif bagi manusia modern mengatasi penyakit spiritual. Keduanya sejatinya berjalan seiring, saling melengkapi. Melalui dimensi spiritual manusia dituntut untuk kembali ke pusat eksistensi melalui dzawq atau cita rasa hati, musyahadah (menyaksikan) dan ma‟rifah (mengenal segala yang tidak tampak. Dari sisi eksternal, pendidikan tasawuf merupakan pendidikan diri yang harus dilakukan dengan usaha-usaha yang sungguh-sungguh terhadap aspek spiritual.
TEOLOGI SUNNATULLAH VERSUS TEOLOGI DETERMINIS (Upaya Melacak Etos Kerja Ummat) Zaeny, A.
AL-ADYAN Vol 8 No 1 (2013): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v8i1.526

Abstract

Dalam ajaran agama ada dua pokok ajaran yang sangat erat kaitannya dengan etos kerja ummat. Pertama agama mengajarkan bahwa setelah hidup di dunia ini ada kehidupan akhirat yang bersifat spiritual dan kedua, agama mempunyai ajaran tentang nasib dan perbuatan manusia yang teraktualisasi dalam teologi Qadariyah dan Jabariyah. Penulis tertarik untuk membahas masalah ini karena ternyata dari dua persoalan ini telah menciptakan suatu polarisasi dalam kehidupan umat Islam. Polarisasi ini muncul karena memang ada sinyalemen-sinyalemen Qur’ani yang mengarah pada masing-masing kutub. Juga dengan melacak sejarah, memang ditemukan bahwa kutub-kutub itu silih berganti berlaku di kalangan umat Islam dengan segala akibatnya.
MENGENAL DASAR SPIRITUALITAS UMAT BUDDHA Muslimin, Muslimin
AL-ADYAN Vol 8 No 1 (2013): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v8i1.527

Abstract

Banyak cara ditempuh manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, namun pada puncaknya manusia berada pada titik jenuh sehingga ia membutuhkan tuntunan untuk menjalani kehidupannya ditengah-tengah perkembangan moderenisasi yang cenderung mengabaikan nilai-nilai moralitas, etika dan spiritual, maka pembinaan umat beragama merupakan kebutuhan yang tidak dapat dielakkan bagi para tokoh agama dan lembaga-lembaga keagamaan dan tentunya pembinaan tersebut tidak lepas dari pengkajian terhadap sumber ajaran agama, dan petunjuk tersebut dalam masing-masing agama mengalami sebuah proses interpretasi yang tidak dapat dielakkan terutama sekali ketika agama tersebut memasuki wilayah baru jauh dari tempat asal agama tersebut diturunkan melalui utasannya masing-masing. tulisan ini akan mengungkap salah satu ajaran agama yang akan menghantarkan umatnya pada puncak spiritualitas.
SPIRITUALITAS AGAMA LOKAL (Studi Ajaran Sunda Wiwitan aliran Madrais di Cigugur Kuningan Jawabarat) Mutaqin, Ahmad
AL-ADYAN Vol 8 No 1 (2013): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v8i1.528

Abstract

Ajaran Sunda wiwitan Madrais, merupakan salah satu agama Lokal yang masih tersisa hingga saat ini. Ajarannya mendasarkan kepada kepercayaan atau ajaran Sunda Kuno yang dikenal dengan Pikukuh Tilu. Dalam ajaran Pikukuh tilu ini tersusun ajaran hubungan Trilogis, yakni hubungan antara Tuhan, manusia dan Alam. Disamping itu dengan melihat konsep ajaran Sunda wiwitan Madrais ini, anggapan bahwa ajaran Kuno nenek moyang, khususnya Ajaran Sunda Wiwitan, bangsa Indonesia masih menganut paham animisme, tertolak. Ajaran Sunda Wiwitan bahkan tidak hanya memiliki konsep monotheisme, namun sudah memiliki ajaran yang lengkap, yang tidak hanya mengatur hubungan antara Manusia dengan Tuhan, tetapi juga mencakup Hubungan Manusia dengan Manusia, dan manusia dengan Alam.
GERAKAN KEAGAMAAN ISLAM DI MESIR ( Studi tentang tokoh-tokoh Islam Mesir ) Ibrahim, Ibrahim
AL-ADYAN Vol 8 No 1 (2013): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v8i1.529

Abstract

Islam meletakkan akidah sebagai asas utama dalam perjuangan. Bahkan ia merupakan rahasia kekuatan Islam sepanjang zaman. Dengan kata lain, Islam tidak menjadikan isu sebagai landasan utama kerana persoalan akidah adalah bersifat menyeluruh dan evergreen. Perjuangan yang berasaskan isu akan tamat dengan selesainya isu berkenaan. Sebaliknya Islam sentiasa mengetengahkan isu-isu yang berpaksi pada akidah untuk menjelaskan tuntutan sebenar tauhid. Kalimah syahadah La ilaha illa Allah yang menjadi tema tauhid itu sendiri adalah suatu cetusan revolusi atau perubahan besar-besaran dalam jiwa dan kehidupan manusia kerana ia bererti pengakuan kepada kekuasaan menghukum dan memerintah tertinggi yang diserahkan hanya kepada Allah. Ia adalah cetusan revolusi terhadap kuasa duniawi yang telah merampas suatu sifat khusus Tuhan yang utama iaitu menentukan perjalanan dan peraturan hidup manusia. Islam adalah revolusi terhadap kenyataan hidup yang bersandarkan kepada rampasan hak Tuhan itu dan juga merupakan suatu pukulan maut ke atas sebarang peraturan dan kekuasaan yang tidak diredhai Allah. Sebaliknya Islam menuntut manusia tunduk dan patuh kepada Allah selaras dengan pengertian kalimah Islam sendiri. Syed Qutb menyifatkan Islam merupakan revolusi dalam kehidupan manusia. Dalam hubungan ini Syed Qutb menyatakan, "Seorang yang menganut Islam itu sebenarnya telah melucutkan dari dirinya segala sesuatu dari zaman lampaunya pada alam jahiliyah. Dia merasakan ketika dia mula menganut Islam bahawa dia memulakan zaman baru dalam hidupnya; terpisah sejauh-jauhnya daripada hidupnya yang lampau di zaman jahiliyah. Sikapnya terhadap segala sesuatu yang berlaku di zaman jahiliyah dahulu ialah sikap seorang yang sangat berhati-hati dan berwaspada."
PEMIKIRAN “KONTRAK SOSIAL” JEAN JACQUES ROUSSEAU DAN MASA DEPAN UMAT BERAGAMA Ruslan, Idrus
AL-ADYAN Vol 8 No 2 (2013): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v8i2.583

Abstract

Inti dari teori Kontrak Sosial Rousseau adalah masing-masing individu melimpahkan segala hak perorangannya kepada komunitas sebagai satu keutuhan. Dengan itu, segala hak alamiah, termasuk kebebasan penuh untuk berbuat sekehendak hati seseorang pindah ke komunitas, atau dengan kata lain, kehidupan bersama dengan sendirinya menuntut kebebasan masing-masing orang dibatasi demi hak dan kebebasan orang lain yang sama besarnya, juga oleh tuntutan kehidupan bersama. Hal ini berarti bahwa kebebasan seseorang akan dibatasi oleh kebebasan orang lain. Dalam teori ini dipahami, bahwa para anggota dari berbagai kelompok sosial-keagamaan yang berbeda, merelakan diri mereka untuk berinteraksi, akan tetapi mereka tetap loyal terhadap agama mereka. Dalam lanskap Negara Indonesia yang memiliki berbagai macam agama, common value untuk dijadikan kontrak sosial dan menjadi acuan bersama adalah Pancasila, sebab nilai-nilai Pancasila menyangkut kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Dengan pemahaman ini, masa depan umat beragama akan menjadi “terang dan bersinar” karena tidak ada tindakan diskriminatif.
NABI-NABI ISRAEL DALAM PERJANJIAN LAMA: SEBUAH PENDEKATAN SEJARAH AGAMA Sudarman, Sudarman
AL-ADYAN Vol 8 No 2 (2013): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v8i2.584

Abstract

Perjanjian Lama, sebagai Kitab Suci umat Kristen, banyak menceritakan kisah para nabi. Para nabi tersebut kesemuanya diutus untuk bangsa Israel, maka disebut nabi-nabi Israel. Nabi-Nabi Israel yang dikisahkan Perjanjian Lama menempati ruang istimewa dalam sejarah kekristenan, bahkan sejarah kenabian Agama Samawi lainnya, Yahudi dan Islam. Artikel ini secara spesifik menguraikan kenabian Israel sebagaimana dikisahkan dalam Perjanjian Lama, terutama kisah kenabian dengan pendekatan sejarah, meliputi nabi kerajaan, nabi penulis, nabi besar, dan nabi masa pembuangan.
MENYINGKAP AKAR KONFLIK Tauhid, Muhammad
AL-ADYAN Vol 8 No 2 (2013): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v8i2.585

Abstract

Sesungguhnya manusia adalah ciptaan Allah, satu asal, satu keturunan, satu arahan, beranak-pinak dan menyebar kepenjuru dunia, sesuai dengan sunnahNya. Namun, bila melihat realita kehidupan ummat manusia, terdapat pluralitas agama dan pemeluknya, tidak hanya Islam dan komunitasnya (muslim), akan tetapi non muslim seperti orang-orang musyrik, Yahûdi, Nashrani, sabaiyun, al-Majusi, dan al-Dahriyun. Sebagai sebuah agama dan komunitas, tentu saja mereka memiliki way of laife yang berlandaskan pada suatu tata nilai yang suci, memiliki pedoman dan rujukan kepada kitab suci, tentu saja mereka mengaku superioritas dari yang lain. Dari sini Nampak bibit-bibit kompflik dan ditambah dengan berbagai factor yang menjadi akar terjadinya suatu komflik, berbagai solusi ditawarkan, namun secara jujur dalam perspekti Islam adalah al-‘audah ila ta’alim al-islam al-shahih al-kamil.
PIAGAM MADINAH DAN RESOLUSI KONFLIK Shomad, Bukhori Abdul
AL-ADYAN Vol 8 No 2 (2013): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v8i2.586

Abstract

Merujuk ke Piagam Madinah, secara eksplisit tertulis nama beberapa golongan dan beberapa suku. Nampaknya, Rasulullah sangat mengetahui tentang keadaan dan politik setiap kelompok tersebut. Nabi Muhammad SAW dapat menepatkan diri sebagai pemimpin Madinah di tengah-tengah berbagai suku yang mengamininya sebagai pemimpin masyarakat. Islam ditanamkan oleh beliau sebagai satu kesatuan Agama dan Politik Rasulullah berhasil menciptakan satu bangsa di bawah satu naungan kepemimpinan, suatu perwujudan dari gagasan besar berupa prinsip kehidupan nasional Arabia, dan beliau mampu menjadikan Islam sebagai agama yang menghasilkan rekonsiliasi.
PARADIGMA INTEGRASI SAINS DAN AGAMA UPAYA TRANSFORMASI IAIN LAMPUNG KEARAH UIN Aziz, Abdul
AL-ADYAN Vol 8 No 2 (2013): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v8i2.587

Abstract

Menghadapi dunia modern yang mendikotomikan antara sains dan agama beberapa perguruan tinggi mencari model pilihan dalam pengembangan keilmuan kajian keislaman. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga mengambil bentuk Interkoneksitas sebagai trade-mark keilmuan pasca konversi, paradigma integratifinterkonektif yang dipandang sebagai cultural identity yang membedakan UIN dengan perguruan tinggi lainnya. Sedangkan UIN Jakarta Menggagas konsep Integrasi dengan varian, Keilmuan, Keislaman, Keindonesiaan. Dalam pengertian ini, kedua institusi ini bukan sebagai perguruan tinggi umum yang terlepas dari ilmu-ilmu keislaman, seperti UGM dan semacamnya; juga bukan sebagai perguruan tinggi agama yang tidak mengakomodir ilmu-ilmu umum, seperti IAIN sebelumnya. Demikian pula, keduanya bukan perguruan tinggi yang sekedar menginterkoneksikan atau mengintegrasikan ilmu-ilmu umum dan ilmu-ilmu keislaman melalui pembentukan fakultas agama dan fakultas umum, seperti UII, dan semacamnya. UIN, sebagaimana dapat dipahami dalam grand design UIN, adalah perguruan tinggi Islam yang mengintegrasikan atau menginterkoneksikan ilmu-ilmu keislaman dengan ilmu-ilmu umum pada tataran keilmuan, bukan sekedar menghadirkan program studi umum atau mata kuliah umum berdampingan dengan program studi agama. Pola pengintegrasian atau penginterkoneksian semacam ini justeru sebaliknya bersifat dikotomis. IAIN Lampung, jika ingin melakukan upaya transformasi kearah UIN tentunya haruslah memiliki gagasan seperti kedua pendahulunya tersebut.

Page 4 of 20 | Total Record : 199


Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 20 No 2 (2025): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 20 No 1 (2025): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 19 No 2 (2024): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 19 No 1 (2024): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 18 No 2 (2023): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 18 No 1 (2023): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 17 No 2 (2022): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 17 No 1 (2022): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 16 No 2 (2021): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 16 No 1 (2021): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 15 No 2 (2020): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 15 No 1 (2020): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 14 No 2 (2019): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 14 No 1 (2019): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 13 No 2 (2018): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 13 No 1 (2018): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 12 No 2 (2017): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 12 No 1 (2017): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 11 No 1 (2016): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 10 No 2 (2015): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 10 No 1 (2015): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 9 No 2 (2014): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 9 No 1 (2014): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 8 No 2 (2013): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 8 No 1 (2013): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 7 No 2 (2012): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 6 No 2 (2011): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 6 No 1 (2011): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 5 No 1 (2010): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama More Issue