cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
ISSN : 19071736     EISSN : 26853574     DOI : -
Core Subject : Education,
Al-Adyan (ISSN 1907-1736) is a journal published by the Religious Studies, Ushuluddin Faculty, Raden Intan State Islamic Institute of Lampung, INDONESIA. Al-Adyan published twice a year. Al-Adyan focused on the Religious Studies, especially the basic antropology, local wisdom. It is intended to communicate original research and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 199 Documents
PENGARUH FUNDAMENTALISME DALAM TAFSIR AL-QUR`AN TERHADAP HUBUNGAN SOSIAL DAN KEMANUSIAAN (STUDI PESANTREN SALAFI DI LAMPUNG) Mujahidin, Anwar
AL-ADYAN Vol 6 No 2 (2011): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v6i2.499

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh fundamentalisme dalam tafsir al-Qur`an terhadap pola hubungan sosial dan kemanusiaan. Banyak ahli yang pesimis terhadap kelompok fundamentalis yang ingin kembali kepada ajaran Islam secara murni dapat berkomunikasi dan memecahkan masalah-masalah riil di tengah masyarakat. Kelompok fundamentalis dalam penelitian ini adalah kelompok-kelompok pesantren yang menyuarakan romatisme, kembali kepada al-Qur`an dan al-Sunnah secara murni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok fundamentalis di Lampung adalah generasi muda yang berafiliasi dengan pemikiran salafi yang berhubungan dengan gerakan keagamaan dari Saudi Arabia baik langsung maupun tidak. Mereka memandang al-Qur`an sebagai kitab petunjuk yang menyeluruh yang memuat jawaban atas semua persoalan umat. Mereka menolak penafsiran al-Qur`an untuk pencarian nilai-nilai universal al-Qur`an dalam rangka kontekstualisasi pada masyarakat masa kini. Namun di antara mereka berbeda-beda dalam tingkat keluwesannya dalam menghadapi masalah-masalah riil di masyarakat, semakin lebar mereka membuka diri dan bergaul secara luas dengan banyak elemen di masyarakat, maka mereka akan cenderung semakin luwes.
HASAN AL BANNA DAN STRATEGI PERJUANGANNYA Zaeny, A.
AL-ADYAN Vol 6 No 2 (2011): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v6i2.500

Abstract

Pada tahun 1920-an di negara Mesir berkembang liberalisme dan berkembangnya arus budaya Barat dianggap sebagai sarana kompetisi. Dalam priode ini Mesir sengaja dipola menjadi negara modern, karena banyak penulis dan peran pengarang memberikan kontribusinya untuk perkembangan Mesir dengan gaya Barat, yaitu dengan menterjemahkan literatur-literatur dan penelitian barat yang terbaik dalam berbagai bidang. Dalam menghadapi perkembangan yang seperti ini, muncul suatu gerakan balik yang merupakan perlawanan dari kaum Ikhwan yang dipimpin Hassan Al Banna yang memandang modernisasi dan budaya barat seperti pembebasan kaum wanita sebagai bahaya moralitas, tradidi sosial dan karakter masyarakat Mesir. Menolak keras wanita bekerjasama dengan kaum pria, pengenalan kaum wanita ke dalam dunia politik dan sosial, penurunan jumlah kaum pria yang belajar agama di Al Azhar, pembaharuan peradilan-peradilan syari’ah dan menyatakan perang melawan kampanye kaum liberal tentang anti poligami. Dalam pemikiran Hasan Al Banna membiarkan berkembangnya westernisasi di Mesir berarti membiarkan anarki dan korupsi.
AGAMA SEBAGAI PEREKAT SOCIAL PADA MASYARAKAT MULTIKULTURAL Shonhaji, Shonhaji
AL-ADYAN Vol 7 No 2 (2012): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v7i2.502

Abstract

Agama merupakan fenomena universal yang selalu melekat pada diri manusia, karenanya kajian tentang agama selalu akan terus berkembang dan tetap menjadi sebuah kajian penting seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Penelitiann tentang agama telah banyak dilakukan oleh para ahli, baik para teolog, psikolog, antropolog maupun sosiolog. Seiring dengan perkembangan kajian agama, telah banyak definisi agama yang dikedepankan para teoritisi agama namun di antara mereka tidak ada kesepakatan. Keragaman definisi agama tergantung dari sudut mana para teoritisi memandang agama. Teolog melihat agama sebagai seperangkat aturan yang datang dari “Tuhan” semenatara bagi para psikolog, antropolog dan sosiolog melihat agama sebagai ekspresi manusia dalam merespon terhadap permasalahan kehidupan yang melingkupi.Yang menarik adalah bahwa mereka sepakat bahwa agama pada memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Karya tulis ini akan mencoba melihat bagaimana perdebatan para ahli tentang definisi agama serta dan sejauhmana agama memiliki daya rekat sosial dalam masyarakat mejemuk.
DAMPAK KONVERSI AGAMA TERHADAP SIKAP DAN TINGKAH LAKU KEAGAMAAN INDIVIDU Hamali, Syaiful
AL-ADYAN Vol 7 No 2 (2012): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v7i2.503

Abstract

Proses konversi agama melalui perubahan batin yang sangat mendasar dalam hidup manusia. Terjadinya konversi agama secara spontanitas akan merobah pola hidup yang lama kepada pola hidup yang baru. Perubahan paradigma pola hidup itu didorong oleh suatu energi jiwa yang menguasai pusat kejiwaaan dalam diri manusia turut pula mempengaruhi aspek kognitif, aspek afektif/konatif dan aspek psikomotor yang direflesikan melalui motivasi, sikap dan tingkah laku individu. Seiring terjadinya konversi agama pada individu maka munculnya berbagai persepsi baru yang membentuk sikap, motivasi dan tingkah laku keagamaan dalam hidupnya.
KEKERASAN ATAS NAMA AGAMA (REINTERPRETASI DAN KONTEKSTUALISASI JIHAD DAN AMR MA’RUF NAHI MUNKAR) Mutaqin, Ahmad
AL-ADYAN Vol 7 No 2 (2012): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v7i2.505

Abstract

Melihat dari fenomena kekerasan yang terjadi di Indonesia, baik isu-isu terorisme maupun kekerasan yang dilakukan oleh ormas-ormas radikal, maka doktrin Jihad dan Amar ma’ruf nahi munkar merupakan doktrin yang relevan untuk dibahas. Kedua doktrin ini merupakan doktrin fundamental yang menjadi landasan tindakan teroisme dan kekerasan yang mereka lakukan. Jihad dalam al-Qur'an sesungguhnya bersifat difa'i [tindakan defensif] bukan ofensif-represif [memulai terlebih dulu]. Wazan " qaatala " yang bermakna "li al-musyarakah" bukan "qatala" yang digunakan al-Qur'an mendukung kesimpulan ini. Sedangkan al-amru bi al-ma’ruf wa nahi an-almunkar, lebih mengarah pada sikap moral kaum muslim dalam kehidupan sosial. Ma’ruf, menunjukkan kebajikan yang telah disepakati bersama, yang didalamnya tentu mengandung kemaslahatan, yang legitimasinya adalah tertuang dalam bentuk hukum-hukum tertulis atau undang-undang yang disepakati. Maka dalam hal ini tentunya dikeluarkan oleh negara yang berstatus demokratis, yang dalam hal ini publik mesti mentaatinya demikian juga sebaliknya al-Munkar. Dengan demikian tidak ada ruang bagi publik atau kelompok tertentu memiliki kewenangan untuk melakukan kekerasan atau ‘main hakim sendiri’ dalam pelaksanaannya, melainkan dilakukan oleh Negara ataupun aparat atau lembaga yang ditunjuk oleh negara.
AKULTURASI AGAMA HINDU HINDU DI INDONESIA Muslimin, Muslimin
AL-ADYAN Vol 7 No 2 (2012): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v7i2.506

Abstract

Sebagai sebuah negara besar Indonesia merupakan negara yang penduduknya hiterogen dan bersifat multidimensional. Dengan beragam budaya, suku, agama, bahasa merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus terus dijaga dan dilestarikan keharmonsiannya dalam Bhineka Tunggal Eka. Tentunya dengan kemajemukan ini terjadi suatu interaksi yang saling mengisi ataupun mempengaruhi sehingga terbentuklah suatu kebudayan atau tradisi lokal. Dari sisi yang lain disaat agama dipandang oleh sosiologi sebagai suatu jenis sistem sosial tertentu yang dibuat oleh penganut-penganutnya, begitu juga halnya dengan agama Hindu disaat masuk Indonesia membawa bentuk pola interaksi dan mengalami proses akulturasi dari dari segi bahasa, budaya dan prilaku yang menyebabkan agama Hindu di Indonesia berbeda dengan agama Hindu yang ada di India.
SEKULARISASI DI INDONESIA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KONSEP KENEGARAAN Suhandi, Suhandi
AL-ADYAN Vol 7 No 2 (2012): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v7i2.508

Abstract

Sekulerisme, merupakan hal yang menunjukan sesuatu yang bersifat keduniawian, sesuatu yang dilawankan dengan selain dunia atau spiritual, dengan kata lain sekuler berarti pemisahan antara dunia dan agama, masalah dunia tetap dijadikan masalah dunia dan masalah spiritual (agama) tetap dijadikan masalah agama. Dengan demikian sekuler adalah sifat melepaskan dunia ini dari agama. Untuk itu diperlukan suatu proses, dan proses ini disebut sekulerisasi. Indonesia sebagai negara yang pluralistik, pada satu sisi memiliki penduduk muslim yang mayoritas meskipun agama lain tumbuh dan berkembang secara dinamis di bumi nusantara ini. Namun di sisi yang lain penegakkan islam sebagai dasar negara sangat sulit untuk diwujudkan. Dalam sejarah Indonesia pemikiran-pemikiran para tokoh Islam untuk menjadikan Islam sebagai azaz negara telah diwacanakan pada awal kemerdekaan Indonesia. Sehingga terjadi polemik yang panjang antara M Natsir dengan Soekarno. Perdebatan ini kemudian berkepanjangan pada siding-sidang kenegaraan yang berimplikasi pada penataan konsep kenegaraan. Sehingga pada tatanan praktis melahirkan konsep kenegaraan yang sekular dimana Islam tidak dijadikan sebagai azas utama dalam penataan kehidupan berbangsa dan bernegara.
TASAWUF, ILMU KALAM, DAN FILSAFAT ISLAM (Suatu Tinjauan Sejarah Tentang Hubungan Ketiganya) Putra, Andi Eka
AL-ADYAN Vol 7 No 2 (2012): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v7i2.509

Abstract

Tasawuf seringkali dibedakan dan dipisahkan dengan ilmu kalam dan filsafat dalam studi-studi pemikiran keislaman, seolah-olah ketiganya tidak memiliki hubungan dan relasi kesejarahaan. Padahal pada mulanya, tasawuf hampir tidakdapat dipisahkan dengan ilmu kalam dan filsafat karena ketiganya menyatu, tumpang-tindih. Hubungan tasawuf dengan ilmu kalam terletak pada pembahasan tentang kebenaran. Dalam tasawuf, hakikat kebenaran berupa tersingkapnya (kasyaf) Kebenaran Sejati (Allah) melalui mata hati. Tasawuf menemukan kebenaran dengan melewati beberapa jalan atau maqam. Sedangkan kebenaran dalam Ilmu Kalam berupa diketahuinya kebenaran ajaran agama melalui penalaran akal-budi, yang kemudian dirujukkan kepada nash al-Qur'an dan Hadis. Pada ilmu kalam ditemukan pembahasan iman dan definisinya, kekufuran dan manifestasinya, serta kemunafikan dan batasannya. Sementara pada ilmu tasawuf ditemukan pembahasan jalan atau metode praktis untuk merasakan keyakinan dan ketentraman. Sementara hubungan ilmu tasawuf dengan ilmu filsafat terletak pada soal pencarian hakikat. Tasawuf adalah pencarian jalan ruhani, kebersatuan dengan kebenaran mutlak dan pengetahuan mistik menurut jalan dan sunnah. Sedangkan filsafat tidak dimaksudkan hanya filsafah peripatetik yang rasionalistik, tetapi seluruh mazhab intelektual dalam kultur Islam yang telah berusaha mencapai pengetahuan mengenai sebab awal melalui daya intelek. Filsafat terdiri dari filsafat diskursif (bahtsi) maupun intelek intuitif (dzawqi), yang sebetulnya sama dengan ajaran dalam tasawuf falsafi.
TRADISI UPACARA KEMATIAN PADA MASYARAKAT NAHDHIYYIN DALAM TINJAUAN AGAMA DAN ADAT HS, A. Syihabuddin
AL-ADYAN Vol 8 No 1 (2013): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v8i1.523

Abstract

Setelah Nabi Muhammad saw wafat (570-632 M)1 dan Islam mulai melakukan kontak dengan dunia luar, ajaran Islam kemudian ditafsirkan oleh pemeluknya secara herbeda akibat perbedaan kehidupan sosialnya. Penafsiran yang berbeda itu melahirkan keragaman pemahaman di bidang Syariah dan Akidah, terutama terkait dengan persoalan yang belum pernah muncul pada masa Nabi Muhammad saw, di antaranya tentang praktik keagamaan yang disebut dengan istilah Islam populer. Perdebatan ulama dalam menyikapi praktik keagamaan populer kemudian menjadi salah salu tema dalam studi Islam. Di antara praktik keagamaan populer dalam masyarakat Islam yang menjadi perhatian ulama tentang upacara siklus kehidupan dan jiarah makam tokoh yang diyakini sebagai wali Allah untuk mendapatkan berkah. Banyak praktek keagamaan popular dalam masyarakat Islam yang telah dilakukan dalam praktek keagamaan popular itu cukup beragam, antara lain adalah sebagai berikut; Islam lokal lawan dari Islam universal, Islam praktis lawan dari Islam tekstual, Islam rakyat lawan dari Islam ulama, Islam simbolik lawan dari Islam normatif, Islam popular lawan dari Islam ofisial, tradisi kecil lawan dari tradisi besar, Islam nyata lawan dari Islam normatif. Oleh karena itu dalam tulisan ini akan mengupas dari salah satu keragaman tradisi kematian yang ada di Indonesia khususnya yang dilakukan oleh warga Nahdiyin.
KONFLIK DAN KERAGUAN INDIVIDU DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI AGAMA Hamali, Syaiful
AL-ADYAN Vol 8 No 1 (2013): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v8i1.524

Abstract

Konflik dan keraguan merupakan suatu sikap yang seringkali dialami oleh setiap manusia, walaupun bentuk dan kwalitas konflik dan keraguan itu berbeda pada setiap indvidu. Keadaan ini terjadi berdasarkan fakta yang dialami manusia bahwa seseorang tidak bisa berada pada dua tempat yang berbeda dalam waktu yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa dua persoalan yang bertentangan itu tidak mungkin terjadi pada saat yang bersamaan dalam dua situasi yang berbeda secara stimulan. Agama pada suatu waktu memproklamirkan perdamaian, keselamatan, persatuan dan persaudaraan, namun pada waktu yang lain menampakkan dirinya sebagai sesuatu yang diangap menyebar konflik, bahkan tak jarang seperti dicatat dalam sejarah bahwa konflik dapat menimbulkan keraguan, perselisihan dan perpecahan dalam masyarakat

Page 3 of 20 | Total Record : 199


Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 20 No 2 (2025): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 20 No 1 (2025): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 19 No 2 (2024): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 19 No 1 (2024): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 18 No 2 (2023): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 18 No 1 (2023): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 17 No 2 (2022): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 17 No 1 (2022): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 16 No 2 (2021): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 16 No 1 (2021): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 15 No 2 (2020): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 15 No 1 (2020): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 14 No 2 (2019): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 14 No 1 (2019): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 13 No 2 (2018): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 13 No 1 (2018): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 12 No 2 (2017): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 12 No 1 (2017): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 11 No 1 (2016): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 10 No 2 (2015): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 10 No 1 (2015): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 9 No 2 (2014): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 9 No 1 (2014): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 8 No 2 (2013): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 8 No 1 (2013): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 7 No 2 (2012): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 6 No 2 (2011): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 6 No 1 (2011): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama Vol 5 No 1 (2010): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama More Issue