cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)
ISSN : 25415581     EISSN : 25415603     DOI : -
Core Subject : Health,
The "Higeia" (Journal of Public Health Research and Development) is a scientific periodical journal containing scientific papers in the form of qualitative and quantitative research reports or research articles (original article research paper) with focus on epidemiology, biostatistics and population, health promotion, health environment, occupational health and safety, health policy administration, public health nutrition, hospital management, maternal and child health, and reproductive health.
Arjuna Subject : -
Articles 963 Documents
Determinan Kejadian Putus Berobat pada Pasien Tuberkulosis di Kota Semarang Maharani, Silvie Sasria; Ningrum, Dina Nur Anggraini; Miarso, Dani
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 8 No 2 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v8i2.76184

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit kronis yang menular dan disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan menyebabkan kematian terbesar di dunia. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Semarang, diketahui bahwa angka putus berobat pada tahun 2019 sebesar 18%, tahun 2020 sebesar 16%, dan tahun 2021 sebesar 12,43%. Angka putus berobat masih jauh dari target nasional sebesar <10%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kejadian putus berobat pada pasien tuberkulosis di Kota Semarang. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif observasional dengan rancangan penelitian nested case control. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari sistem SEMAR BETUL bulan Januari sampai Agustus 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel usia (p=0,001; AOR=0,026; CI 95%=0,003-0,204), variabel tipe diagnosis (p=0,015; AOR=7,387. CI 95%=1,470-37,122) dan variabel kepatuhan berobat (p=<0,001; AOR=24,439. CI 95%=5,380-111,013) memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian putus berobat pasien tuberkulosis di Kota Semarang. Dinas Kesehatan Kota Semarang perlu menyusun kebijakan dan program untuk melakukan pencegahan dini kejadian putus berobat pada pasien tuberkulosis. Tuberculosis is a chronic, infectious disease caused by the bacteria Mycobacterium tuberculosis and causes the largest number of deaths in the world. Based on data from the Semarang City Health Service, it is known that the treatment dropout rate in 2019 was 18%, in 2020 it was 16%, and in 2021 it was 12.43%. The treatment dropout rate is still far from the national target of <10%. This study aims to determine the determinants of treatment dropout in tuberculosis patients in Semarang City. The type of research used is quantitative observational with a nested case control research design. This study used secondary data from the SEMAR BETUL from January to August 2023. The results showed that the age variable (p=0.001; AOR=0.026; 95%CI=0.003-0.204), the diagnosis type variable (p=0.015; AOR=7.387. 95%CI=1.470-37.122), treatment adherence variables (p=<0.001; AOR=24.439. 95%CI=5.380-111.013) have a significant relationship with the incidence of treatment dropout in tuberculosis patients in Semarang City. The Semarang City Health Service needs to develop policies and programs to prevent early treatment dropout in tuberculosis patients.
Efektivitas Vaksin Rotavirus Terhadap Diare pada Anak di Afrika: Systematic Review Kirani, Ari Wahyu; Nadiroh, Biroatul Ummu
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 8 No 2 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v8i2.76224

Abstract

Pada 2019 diare yang disebabkan infeksi rotavirus menyerang anak-anak usia <5 tahun dan menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di wilayah Afrika sub-Sahara. Di Ethiopia misalnya, kematian anak akibat penyakit diare diperkirakan mencapai 95.000 kasus per tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan keefektivitasan vaksin rotavirus di negara-negara wilayah Afrika terhadap perbandingan angka kejadian diare akut sebelum dan sesudah diperkenalkannya vaksin rotavirus. Serta dapat menjadi gambaran bagi peneliti berikutnya dalam menelaah keefektivitasan vaksin rotavirus. Penelitian ini merupakan systematic literature review menggunakan alur penyusunan PRISMA sebagai acuan dalam pengumpulan artikel, kemudian dianalisis dengan meta-sintesis. Disetiap negara wilayah Benua Afrika menunjukkan hasil yang hampir sama yakni adanya keefektivitasan pemberian vaksin rotavirus yaitu penurunan angka rawat inap akibat diare, penurunan angka kematian dan kesakitan terjadi ketika sudah diperkenalkannya atau pemberian vaksin rotavirus. Berdasarakan hasil systematic review pada jurnal yang berlokasi di wilayah Afrika ditemukan adanya pengaruh sebelum dan sesudah diperkenalkannya vaksin rotavirus terhadap kejadian diare, penurunan kunjungan rawat inap pasien disebabkan oleh diare akut, serta adanya efektivitas pemberian vaksin terhadap menurunnya angka kejadian dan kematian. In 2019 diarrhea caused rotavirus infection affects children <5 years and major public health problem in the sub-Saharan Africa region. In Ethiopia for example, child deaths from diarrheal disease estimated at 95,000/year cases. This study aimed to describe the effectiveness of rotavirus vaccine in African countries by comparing the incidence of acute diarrhea before and after rotavirus vaccination. And can be an illustration for future researchers in examining the effectiveness of rotavirus vaccines. It is a systematic literature review using the PRISMA preparation flow as a reference in collecting articles, analyzed by meta-synthesis. Every country African continent shows almost same results, effectiveness of rotavirus vaccine administration, namely a decrease in hospitalization rates due to diarrhea, a decrease in mortality and morbidity, which occurs when the rotavirus vaccine is introduced or administered. In African region, there was an effect before and after the introduction of rotavirus vaccine on the incidence of diarrhea, decreased in patient hospitalization visits caused by acute diarrhea, and effectiveness of vaccine administration in reducing incidence and mortality.
Cedera dan Keluhan Kesehatan: Profil Risiko dan Tantangan Kesejahteraan Petani di Dusun Kanreapia, Kabupaten Gowa Saleh, Muh; Basri, Syahrul; Ekasari, Ranti
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 8 No 2 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v8i2.76361

Abstract

Pertanian di Indonesia menjadi pekerjaan sektor informal utama, mencakup sebagian besar mata pencaharian masyarakat. Namun, perilaku pekerja pertanian dalam manajemen risiko dan pengelolaan masih jauh dari optimal, meninggalkan pekerja dan lingkungan rentan terhadap potensi risiko dan bahaya. Penelitian ini, dilaksanakan di Dusun Kanreapia, Kabupaten Gowa, pada Juli-November 2023, bertujuan untuk mengidentifikasi kejadian cedera dan keluhan kesehatan pada petani. Dengan metode cross-sectional study dan 71 responden dipilih melalui purposive sampling, variabel bebas mencakup umur, jenis kelamin, pendidikan, masa kerja, lama kerja, dan kebiasaan merokok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 31% responden mengalami cedera, dan 32.4% mengalami keluhan kesehatan, terutama nyeri punggung (43.7%). Hubungan antara lama kerja dan kejadian cedera memiliki nilai OR tertinggi (2.250), sedangkan hubungan antara masa kerja dan keluhan kesehatan memiliki OR tertinggi (1.474), meskipun tidak signifikan secara statistik. Rekomendasi melibatkan pembatasan jam kerja dan pemberdayaan masyarakat dengan membentuk "Kader K3 Pertanian" untuk pengetahuan berkelanjutan tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di sektor pertanian. Agriculture in Indonesia serves as a primary occupation within the informal sector, encompassing a significant portion of the population's livelihoods. However, the risk management and operational practices of agricultural workers remain far from optimal, leaving both workers and the environment vulnerable to potential risks and hazards. Conducted in Kanreapia Village, Gowa Regency, from July to November 2023, this research aims to identify injury occurrences and health complaints among farmers. Employing a cross-sectional study method with 71 respondents selected through purposive sampling, independent variables include age, gender, education, work period, tenure, and smoking habits. The research findings reveal that 31% of respondents experienced injuries, with 32.4% reporting health complaints, particularly back pain (43.7%). The relationship between work tenure and injury incidents showed the highest Odds Ratio (2.250), while the association between work period and health complaints had the highest Odds Ratio (1.474), though statistically insignificant. Recommendations involve implementing work hour restrictions and community empowerment through the establishment of "Agricultural HSE Cadres" for sustained knowledge transfer on Occupational Health and Safety (OHS) in the agricultural sector.
Jarak Kehamilan dan Obesitas sebagai Faktor Risiko Preeklamsia pada Kehamilan Martanti, Listyaning Eko; Ariyanti, Ida; Sari, Sherly Permata
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 8 No 2 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v8i2.76450

Abstract

Preeklamsia Berat (PEB) menjadi salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas ibu apabila tidak ditangani secara benar dengan insiden 0,51-38,4%. Angka kematian ibu akibat preeklamsia berat masih menjadi penyebab utama dengan prevalensi 26,47% (76,97 per 100.000 kelahiran hidup). Tujuan penelitian ini adalah menganalisa faktor jarak kehamilan dan obesitas terhadap kejadian preeklamsia berat pada ibu hamil di RSUP Dr. Kariadi dan RST Bhakti Wira Tamtama Kota Semarang. Jenis penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan April s.d. Mei tahun 2022. Sampel penelitian adalah ibu hamil dengan preeklamsia berat sejumlah 52 responden. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Instrumen menggunakan kuisioner. Data dianalisis menggunakan chi-square. Hasil menunjukkan terdapat hubungan antara jarak kehamilan (p-value=0,011) dan obesitas (p value=0,043) dengan kejadian preeklamsia berat pada ibu hamil. Risiko PEB dapat meningkat pada ibu hamil dengan jarak kehamilan berisiko (<2 tahun atau >5 tahun) sebesar 6,8 kali dan ibu hamil obesitas 4,49 kali. Severe pre-eclampsia is one of the causes of maternal morbidity and mortality if not properly managed, with an incidence 0.51-38.4%. Maternal mortality rate due to severe pre-eclampsia remains the leading cause with a prevalence of 26.47% (76.97 per 100,000 live births). This study aims to analyse the factors of pregnancy spacing and obesity on the incidence of severe pre-eclampsia in pregnant women at Dr. Kariadi Hospital and Bhakti Wira Tamtama Hospital. This study used observational analysis method with cross-sectional design. The research was conducted from April to May 2022. The research sample was 52 pregnant women with severe pre-eclampsia using purposive sampling technique. The instrument used was a questionnaire. Data were analyzed using chi-square. The results showed that there was a relationship between pregnancy spacing (p value = 0.011) and obesity (p-value = 0.043) with the incidence of severe pre-eclampsia in pregnant women. The risk of severe pre-eclampsia can increase in pregnant women with a risky pregnancy interval (<2 or >5 years) by 6.8 times and obese pregnant women 4.49 times.
Pencegahan Stunting dengan Pendekatan Kemandirian Keluarga Kartikasari, Ratih Indah; Mauliyah, Ihda; Johan, Reza Bintangdari
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 8 No 2 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v8i2.76480

Abstract

Stunting masih menjadi isu global. Stunting dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Keluarga menjadi fondasi utama dalam menjaga kesehatan sehingga perlunya pemahaman bagi keluarga dalam upaya pencegahan berbagai permasalahan kesehatan termasuk stunting. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dalam pencegahan stunting melalui pendekatan kemandirian keluarga. Penelitian Pre Experimental dengan One Group Pretest Posttest Design. Sampel 32 keluarga yang memiliki ibu hamil atau bayi atau balita di Qoryah Desa Thoyyibah, Kebalan Kulon. Instrumen menggunakan kuesioner tingkat kemandirian keluarga dan pengetahuan yang diberikan sebelum dan sesudah. Intervensi yang dilakukan berupa pemberian pendidikan kesehatan. Data dianalisis dengan Wilcoxon Signed Ranks Test. Ada peningkatan yang signifikan setelah diberikan intervensi melalui pendidikan kesehatan tentang pencegahan stunting melalui pendekatan keluarga (p-value = 0.034). Terjadi peningkatan yang signifikan pada tingkat kemandirian sebelum dan sesudah intervensi pencegahan stunting (p-value = 0,002). Simpulan, ada peningkatan tingkat kemandirian keluarga setelah diberikan intervensi pendidikan kesehatan. Intervensi Pendidikan Kesehatan dengan pendekatan keluarga merupakan kunci keberhasilan pencegahan stunting. Oleh karena itu, pendidikan kesehatan dimulai sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Stunting is still a global issue. Stunting can affect children's growth and development. The family is the main foundation for maintaining health, so there is a need for understanding for families in efforts to prevent various health problems, including stunting. The aim of the study was to determine the effect of health education on preventing stunting through a family self-sufficiency approach. Pre-experimental research with a one-group pretest posttest design Sample 32 families with pregnant women, babies, or toddlers in Qoryah Thoyyibah Village, Kebalan Kulon The instrument uses a questionnaire to measure the level of family self-sufficiency and knowledge. The intervention was health education. Data analysis is the Wilcoxon Signed Ranks Test. There was a significant increase after being given an intervention through health education about stunting prevention through a family approach (p-value = 0.034). There was a significant increase in the level of self-sufficiency before and after the stunting prevention intervention (p-value = 0.002). Conclusion, there is an increase in the level of family self-sufficiency after being given health education interventions. Health education interventions with a family approach are the key to successful stunting prevention. Therefore, health education starts from pregnancy until the child is two years old.
Intervensi Peningkatan Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Pencegahan Diabetes Melitus pada Siswa Sekolah Dasar Alifah, Rafidha Nur; Nahda, Silmina; Tarigan, Christian Suan Fernando; Nugroho, Efa; Nisa, Alfiana Ainun; Handayani, Oktia Woro Kasmini
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 8 No 2 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v8i2.77675

Abstract

Diabetes Melitus merupakan Penyakit Tidak Menular (PTM) yang menjadi isu kesehatan global. Saat ini, terjadi peningkatan kasus Diabetes Melitus pada anak-anak hingga 70 kali lipat hingga Januari 2023. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hasil intervensi yang diberikan kepada anak Sekolah Dasar melalui media video dan poster di 2 SD, yaitu SDN Petompon 2 dan SDN Sekaran 1. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan pendekatan quasi eksperimen dengan desain control group pretest dan posttest untuk mengetahui efektivitas media promosi kesehatan terhadap pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan diabetes pada anak. Uji yang digunakan adalah Uji Wilcoxon untuk melihat efektivitas media yang digunakan. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Agustus-September 2023. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan yang signifikan terhadap pengetahuan responden, namun tidak menghasilkan peningkatan yang signifikan pada variabel sikap dan perilaku. Dapat disimpulkan bahwa media video dan poster efektif dalam meningkatkan pengetahuan responden, sedangkan variabel sikap dan perilaku membutuhkan waktu serta media pendukung lain untuk meningkatkan sikap dan perilaku pencegahan Diabetes Melitus pada Siswa Sekolah Dasar. Diabetes Mellitus is a Non-Communicable Disease (NCD) that has become a global health issue. Currently, there is an increase in cases of Diabetes Mellitus in Children up to 70 times until January 2023. This study intended to see the results of interventions given to elementary school children through video and poster media in two elementary schools, namely SDN Petompon 2 and SDN Sekaran 1. This quantitative research study uses a quasi-experimental approach with a control group pre-test and post-test design to determine the effectiveness of health promotion media on knowledge, attitudes, and behaviors of diabetes prevention in children. This research was conducted in August-September 2023. The results showed a significant increase in respondents knowledge but did not produce a significant increase in attitude and behavior variables. It can be concluded that video and poster media are effective in increasing respondents’ knowledge, while attitude and behavior variables require time and other supporting media to improve attitudes and behaviors to prevent Diabetes Mellitus in Children.
Human Reliability menggunakan Metode Fuzzy-HEART pada Pekerjaan Material Handling Tambang Bawah Tanah Putra, Oky Aristantiko; Wahyuningsih, Anik Setyo
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 8 No 2 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v8i1.77854

Abstract

Industri pertambangan memiliki potensi bahaya yang tinggi dibandingkan industri lain, dengan potensi kecelakaan yang tingkat keparahannya tinggi. Kecelakaan pertambangan sering disebabkan oleh human error, khususnya pada pekerjaan material handling, dengan menyumbang hampir 85% dari seluruh kecelakaan pertambangan. Upaya untuk mengurangi human error dilakukan melalui analisis keandalan manusia, dengan metode Fuzzy-HEART. Penelitian ini bertujuan untuk menilai keandalan manusia dalam pekerjaan material handling tambang bawah tanah, yaitu pada pekerjaan ground support, drilling, mucking, hauling, dan dumping, dengan menggunakan mekanikal handling (boom truck, jumbo drill, dan LHD Loader) dan manual handling. Penilaian didasarkan pada justifikasi responden ahli sebanyak 3 responden dari kru K3 menggunakan teknik purposive sampling. Nilai akhir yang dihasilkan yaitu nilai Human Error Probability (HEP), yang memiliki rentang 0-1. Nilai lebih dari 1 berarti potensi human error lebih dari 100%. Nilai HEP tertinggi pada mekanikal handling (boom truck: aktivitas 3.7 HEP=1.02; jumbo drill: aktivitas 4.2 HEP=2.01; LHD Loader: mucking - aktivitas 6.1 HEP=2.81, hauling - aktivitas 7.1 HEP=1.66, dumping - aktivitas 8.2 HEP=3.16) dan manual handling (aktivitas 2.4 dan 3.2 HEP=2.07). The mining industry poses higher potential hazards than other industries with a high severity of accidents. Human errors, particularly in material handling tasks contributing up to 85% cases. The attempt to minimize human errors is conducted through Human Reliability Analysis (HRA) using the Fuzzy-HEART method. This research aims to analyze human reliability in underground mining material handling tasks, such as ground support, drilling, mucking, hauling, and dumping. Both mechanical handling (boom truck, jumbo drill, and LHD Loader) and manual handling are analyzed. The assessment is based on the expert justification from 3 HSE crew using purposive sampling technique. The final value from the assessment is the Human Error Probability (HEP), within the 0-1 range. Values exceeding 1 indicate a human error potential exceeding 100%. Highest HEP values occur in mechanical tasks (boom truck: subtask 3.7 HEP=1.02; jumbo drill: subtask 4.2 HEP=2.01; LHD Loader: mucking - subtask 6.1 HEP=2.81, hauling - subtask 7.1 HEP=1.66, dumping - subtask 8.2 HEP=3.16) and manual handling (subtask 2.4 and 3.2 HEP=2.07).
Program Indonesia Sehat terhadap Orang Gangguan Jiwa Berat (Skizofrenia) di Puskesmas Gunungpati Rahmakusuma, Namira Aulia; Raharjo, Bambang Budi
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 8 No 2 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang telah mengalami penurunan target SPM pada pelayanan kesehatan dengan ODGJ berat pada PIS-PK mencapai 83,98% dengan estimasi sasaran 1.511 orang dan realisasi tercapainya yaitu 1.269 orang pada tahun 2020. Menurut data laporan Dinas Kesehatan Kota Semarang pada tahun 2022, Kecamatan Gunungpati terdapat 244 kasus ODGJ yang mendapatkan pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis PIS-PK pada ODGJ berat (skizofrenia). Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan rancangan deskriptif menggunakan teknik purposive sampling dan triangulasi sumber. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2023 hingga Februari 2024 menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pelayanan kesehatan jiwa sudah berjalan baik, namun pada kunjungan rumah belum dilaksanakan secara optimal karena selama pelaksanaan hanya dilakukan pada beberapa rumah dalam dua kali kunjungan keluarga berbeda. Simpulan penelitian ini adalah pada kunjungan rumah pasca dilakukan pendataan PIS-PK ODGJ berat sudah berjalan, namun target belum terpenuhi dan terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaannya. Semarang city experienced a decrease at the SPM target for health services with severe ODGJ in PIS-PK reached 83.98% with the estimated target was 1.511 people and the actual achievement was 1.269 people in 2020. According to 2022, Semarang city health service report data, Gunungpati district had 244 cases ODGJ who received health services. This study aims to analyze PIS-PK in severe ODGJ (schizophrenia). This research method is qualitative with descriptive design using purposive sampling techniques and source triangulation. The research was carried out from November 2023 to February 2024 using in-depth interviews, observation, and documentation. The results of the research show that mental health services are functioning properly, but home visits have not been implemented optimally because during implementation it have been carried out in a few homes during two different family visits. The conclusion of this research is that during the home visit after the PIS-PK data collection for severe ODGJ was carried out, the target had not been met and there were several obstacles in its implementation.
Gaya Hidup yang Memengaruhi Kejadian Hipertensi Usia Produktif (15-59 Tahun) di Puskesmas Toroh I Wulandari, Dela Putri; Sukendra, Dyah Mahendrasari
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 8 No 2 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v8i2.79007

Abstract

Puskesmas Toroh I pada tahun 2021 menduduki posisi keempat dengan kasus hipertensi tertinggi mencapai 40,08%. Pada tahun 2022 mengalami kenaikan menjadi 68,77% sehingga menduduki posisi pertama di Kabupaten Grobogan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya hidup terhadap kejadian hipertensi usia produktif (15-59 tahun) di Puskesmas Toroh I tahun 2023. Penelitian analitik observasional dengan desain studi cross sectional ini menggunakan data Posbindu PTM bulan Januari sampai Juni tahun 2023 sebagai sumber data. Populasi penelitian berjumlah 2.262 orang dengan sampel sebanyak 393 responden, diambil menggunakan teknik simple random sampling. Data dikelola melalui aplikasi pengolah data, dan dianalisis dengan analisis univariat, analisis bivariat menggunakan uji chi square dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel status merokok (p=0,005; PR=1,496; 95% CI=1,184-1,890), aktivitas fisik (p=0,000; PR=2,148; 95% CI=1,782-2,589) dan pola makan (p=0,000; PR=2,433; 95% CI=1,987-2,980) adalah variabel yang berhubungan dengan kejadian hipertensi. Variabel pola makan diketahui menjadi variabel paling dominan yang berhubungan dengan kejadian hipertensi. Toroh I Public Health Center in 2021 was in fourth position with the highest hypertension cases reaching 40,08%. In 2022, it will increase to 68,77% so that it occupies first position in Grobogan Regency. This research aims to determine the lifestyle influence on hypertension incidence in productive age (15-59 years) at the Toroh I Public Health Center in 2023. This observational analytic research with a cross sectional study design used Posbindu PTM data from January to June 2023. The research population were 2.262 people with a sample of 393 respondents, taken using simple random sampling technique. Data was managed through data processing applications with univariate analysis, bivariate analysis using the chi square test and multivariate analysis using logistic regression. The results showed that the variables were smoking status (p=0,005; PR=1,496; 95% CI=1,184-1,890), physical activity (p=0,000; PR=2,148; 95% CI=1,782-2,589) and dietary pattern (p=0,000; PR=2,433; 95% CI=1,987-2,980) is a variable associated with hypertension incidence. Dietary pattern variables were known to be the most dominant variables associated with hypertension incidence.
Determinan Kejadian Hipertensi pada Remaja (13-18 Tahun) di Kota Semarang Tahun 2023 Qurbo, Zulfa Husniatul
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 8 No 3 (2024): July 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan faktor risiko terjadinya penyakit kardiovaskular dan menjadi penyebab kematian utama di dunia. Berdasarkan Profil Kesehatan Jawa Tengah tahun 2021, kasus hipertensi tertinggi berada di Kota Semarang yaitu mencapai 67.101 kasus dan prevalensinya sebanyak 19,56%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui determinan yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada remaja (13-18 tahun) di wilayah Kota Semarang tahun 2023. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif observasional dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada Desember 2023-Januari 2024. Pengambilan data menggunakan data sekunder dari rekam medis Dinas Kesehatan Kota Semarang bulan September-Oktober 2023. Sampel sebanyak 136 orang dengan teknik simple random sampling. Data dianalisis menggunakan aplikasi pengolah data dengan melakukan analisis univariat, bivariat menggunakan chi square, dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan hipertensi remaja adalah riwayat keluarga diabetes melitus (p<0,01), riwayat keluarga hipertensi (p<0,01), aktivitas fisik (p=0,04), konsumsi garam berlebih (p<0,01), dan konsumsi lemak berlebih (p<0,01). Variabel yang berpengaruh paling kuat menduga kejadian hipertensi remaja (13-18 tahun) adalah konsumsi lemak berlebih. Hypertension is risk factor cardiovascular disease and the main cause of death in the world. Based on 2021 Central Java Health Profile, the highest cases of hypertension were in Semarang City, reaching 67,101 cases and the prevalence was 19.56%. This research aims to determine the determinants associated with hypertension in adolescents (13-18 years) in Semarang City years of 2023. This research used quantitative observational with cross sectional design. This research was conducted in December 2023-January 2024. Data was collected using secondary data from medical records of Semarang City Health Service in September-October 2023. The sample was 136 people using simple random sampling technique. Data were analyzed using data processing applications by univariate analysis, bivariate analysis (chi square), and multivariate analysis (logistic regression). Variables associated with adolescent hypertension were family history of DM (p<0.01), family history of hypertension (p<0.01), physical activity (p=0.04), excessive salt consumption (p< 0.01), and excessive fat consumption (p<0.01). The variable that has the strongest influence on predicting the incidence of hypertension in adolescents is excessive fat consumption.

Filter by Year

2017 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 3 (2024): July 2024 Vol 8 No 2 (2024): April 2024 Vol 8 No 1 (2024): January 2024 Vol 7 No 4 (2023): October 2023 Vol 7 No 3 (2023): July 2023 Vol 7 No 2 (2023): April 2023 Vol 7 No 1 (2023): January 2023 Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023 Vol 6 No 4 (2022): October 2022 Vol 6 No 3 (2022): HIGEIA: Juli 2022 Vol 6 No 2 (2022): Higeia: April 2022 Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022 Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 (Article in Press) Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 Vol 5 No 2 (2021): HIGEIA: April 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020 Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020 Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020 Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020 Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020 Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020 Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020 Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019 Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA More Issue