cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)
ISSN : 25415581     EISSN : 25415603     DOI : -
Core Subject : Health,
The "Higeia" (Journal of Public Health Research and Development) is a scientific periodical journal containing scientific papers in the form of qualitative and quantitative research reports or research articles (original article research paper) with focus on epidemiology, biostatistics and population, health promotion, health environment, occupational health and safety, health policy administration, public health nutrition, hospital management, maternal and child health, and reproductive health.
Arjuna Subject : -
Articles 963 Documents
Pengetahuan dan Sikap dengan Kepatuhan Penggunaan APD pada Pekerja Instalasi dan Teknik Prasetyo, Silfadhilla Ananda; Widowati, Evi
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No 4 (2023): October 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7i4.70963

Abstract

Abstrak Kecelakaan kerja adalah kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak terduga sehingga menyebabkan adanya korban jiwa dan atau harta benda. Hampir 50% kecelakaan kerja di Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor terjadi pada bagian instalasi, 45% pada bagian teknik, dan 5% pada bagian lainnya. Oleh sebab itu, penggunaan APD sangatlah penting bagi pekerja bagian instalasi dan bagian teknik sebagai salah satu upaya mengurangi risiko terjadinya kecelakaan kerja. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan penggunaan APD dilaksanakan pada tahun 2022. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yang berjumlah 35 pekerja bagian instalasi dan bagian teknik. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan lembar observasi. Hasil penelitian yang diolah menggunakan uji fisher menunjukkan bahwa variabel pengetahuan (p=0,105) dan sikap (p=0,181) tidak ada hubungan dengan kepatuhan penggunaan APD. Simpulan penelitian ini, yaitu tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan penggunaan APD. Abstract Work accidents are unwanted and unexpected events that cause loss of life and property. Nearly 50% of work accidents at Water Supply Company X happened in the installation section, 45% in the engineering section, and 5% in other sections. Therefore, the use of PPE is very important for workers in the installation and engineering sections as an effort to reduce the risk of work accidents. The research which aims to determine the relation between knowledge and attitude of PPE use compliance. It was done in 2022. This research method was quantitative with cross sectional study. The sampling technique used was total sampling on 35 workers in the installation and engineering sections. The instruments used were questionnaires. Based on the fisher test, the p-value are p=0,105 (knowledge) and p=0,181 (attitude). The conclusion of this study is there was no significant relation between knowledge and attitude with PPE use compliance.
Determinan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Pekerja Kantoran di PT X Amalia, Violindra; Wahyuningsih, Anik Setyo
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 8 No 1 (2024): January 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v8i1.72856

Abstract

Abstrak Musculoskeletal Disorders (MSDs) yaitu salah satu masalah kesehatan terbesar di dunia industri yang mewakili sekitar 42% hingga 58% dari semua gangguan terkait pekerjaan pada tahun 2019. Berdasarkan data kesehatan di perusahaan, pekerja kantoran di PT X memiliki risiko mengalami Musculoskeletal Disorders (MSDs). Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui determinan yang berhubungan dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada pekerja kantoran di PT X. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2022 dan merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel sebanyak 57 pekerja menggunakan teknik total sampling. Analisa data menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan usia (p=0,000), jenis kelamin (p=1,000), masa kerja (p=0,000), kebiasaan merokok (p=0,010), kebiasaan olahraga (p=0,000), Indeks Massa Tubuh (IMT) (p=0,000), dan posisi kerja (p=0,000). Simpulan pada penelitian ini yaitu determinan usia, masa kerja, kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga, Indeks Massa Tubuh (IMT), dan posisi kerja memiliki hubungan dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) sedangkan jenis kelamin tidak memiliki hubungan dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada pekerja kantoran di PT X. Abstract Musculoskeletal Disorders (MSDs) are one of the biggest health problems in the industrialized world, represented around 42% to 58% of all work-related disorders in 2019. Based on the health data in companies. Office workers at PT X were at risk of experiencing Musculoskeletal Disorders (MSDs). This study proposed to determine the determinants associated with Musculoskeletal Disorders (MSDs) iin office workers at PT X. This research was conducted in October 2022 and was a quantitative study with a cross-sectional design. A sample of 57 worker used the total sampling technique. Data analysis used the chi-square test. The results showed the age (p=0,000), gender (p=1,000), years of service (p=0,000), smoking activities (p=0,010), sport activities (p=0,000), body mass index (p=0,000), and work position (p=0,000). This study concludes that the determinants of age, years of service, smoking habits, exercise habits, Body Mass Index (BMI), and work position have a relationship with complaints of Musculoskeletal Disorders (MSDs), while gender has no relationship with complaints of Musculoskeletal Disorders (MSDs) in office worker at PT X.
Hubungan Kebisingan dan Karakteristik Individu dengan Kejadian Hipertensi pada Pekerja Rigid Packaging Ardiansyah, Muhammad Zulfikar; Widowati, Evi
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 8 No 1 (2024): January 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v8i1.75362

Abstract

Abstrak Kebisingan merupakan salah satu bahaya paling umum yang ada di lingkungan kerja. Di Indonesia, prevalensi pajanan bising yang diterima pekerja diperkirakan mencapai 30-50%. Pekerja yang terpapar bising lebih dari NAB selama 5 tahun atau lebih berisiko mengalami gangguan kesehatan, diantaranya ialah hipertensi. Berdasarkan laporan medical check-up PT. X tahun 2022, prevalensi kejadian hipertensi pada pekerja mencapai 39%. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan antara kebisingan dan karakteristik individu dengan kejadian hipertensi. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 1725 pekerja. Analisis yang dipakai ialah analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara intensitas kebisingan (p<0.001), masa kerja (p<0.001), usia (p<0.001), riwayat keluarga (p<0.001), konsumsi kopi (p=0.031), kebiasaan merokok (p<0.001), kebiasaan olahraga (p=0.004), dan IMT (p<0.001) dengan kejadian hipertensi pada pekerja PT. X. Disarankan bagi perusahaan untuk melakukan kontrol terhadap intensitas kebisingan dan sosialisasi terkait PAK dan peningkatan gaya hidup sehat. Abstract Noise is one of the most common occupational health hazards. In Indonesia, the prevalence of noise exposure among workers estimated at 30-50%. Workers who exposed noise exceeds the treshold limit for more than 5 years have a risk of noise-related disorders, one of which is hypertension. Medical check-up reports showed that the prevalence of hypertension at PT. X in 2022 was 39%. The objective of this study was to identify relationship between noise intensity and individual characteristics with hypertension among workers. This research is a quantitative study with an observational analytic design using a cross-sectional approach. This study used purposive sampling with 1725 samples. Data were analyzed using univariate and bivariate. Research analysis showed that there was relationship between noise intensity (p<0.001), work years (p<0.001), age (p<0.001), family history (p<0.001), coffee consumption (p=0.031), smoking habit (p<0.001), exercise inactivity (p=0.004), and BMI (p<0.001) with prevalence of hypertension among workers. Suggestion for company is to control noise intensity dan provide health education related to occupational disease and improving healthy lifestyles.
Investigation of Mixed Outbreak (measles-rubella) in Rural Community Temanggung, Central Java Rosha, Putri Tiara
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 8 No 2 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v8i2.78239

Abstract

Pada tanggal 31 Agustus 2016 terjadi peningkatan kasus dengan gejala demam dan ruam di masyarakat pedesaan Temanggung. Investigasi untuk memastikan kejadian luar biasa dan mengidentifikasi orang, tempat, waktu, faktor risiko, dan tindakan pengendalian. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus-kontrol dengan rasio 1:1. Informasi mengenai karakteristik pasien dengan mewawancarai ibu. Mixed outbreak dimulai dari 28 Mei hingga 1 Oktober 2016. Kami menemukan 59 kasus di 3 dusun, gejala yang paling umum adalah demam (94,63%), ruam (88,14%), dan flu (47,46%). Tiga orang terkonfirmasi positif IgM rubella dan dua orang positif IgM campak. Attack rate tertinggi terjadi pada laki-laki (12,65%), usia ≥4 tahun (25%) dan tinggal di Kalitengah (74,57%). Sebanyak 38 kasus (64,41%) belum divaksin dan efektivitas vaksin sebesar 52,17%. Faktor risiko yang berhubungan dengan mixed-outbreak adalah tidak divaksinasi (OR=4.47, 95% CI =1.92-10.47). Mixed outbreak telah dikonfirmasi secara klinis, epidemiologis, dan serologis. Kami melakukan beberapa pengendalian seperti promosi kesehatan dan distribusi vitamin A. Kami juga telah bekerja sama dengan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan cakupan vaksinasi campak. On August 31,2016 there were more cases with symptoms of fever and rash in rural community Temanggung. An investigation to confirm the outbreak and identify the person, places, times, risk factors and control measures. It was a case-control study design 1:1 ratio. Information on characteristic patients was obtained by interviewing the mother. A mixed outbreak started from May 28 to October1,2016. We found 59 cases in 3 sub-villages, most common symptoms are fever (94.63%), rash (88.14%), and flu (47.46%). Three were confirmed positive rubella IgM and two were positive measles IgM. The highest attack rates were male (12.65%), ≥4 years old (25%), and in Kalitengah (74.57%). A total of 38 cases (64.41%) had not been vaccinated, and the effectiveness of the vaccine is 52.17%. The risk factors associated with mixed outbreak were unvaccinated (OR=4.47, 95% CI =1.92-10.47). A mixed outbreak has been confirmed clinically, epidemiologically, and serologically. We did some control such as health promotion and vitamin A distribution. We have also worked with stakeholders to increase measles vaccination coverage.
Determinan Stres Kerja Terhadap Guru Pada Masa Pandemi COVID-19 Tahun 2022 Khairunnisa, Rani; Febrianti, Thresya; Deli, Aragar Putri
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 8 No 2 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v8i2.59725

Abstract

Berdasarkan data RISKESDAS tahun 2019 sebesar 37.728 orang (9,8%) mengalami stres yang berdampak pada kecelakaan kerja akibat dari hilangnya konsentrasi dalam bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan stres kerja terhadap guru pada masa pandemi COVID-19 tahun 2022. Jenis penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi Cross Sectional serta menggunakan analisis data Chi Square (α = 0,05) yang dilakukan pada Februari – Juli tahun 2022 dengan sampel penelitian yaitu 100 guru sekolah menengah atas. Hasil analisis data univariat mayoritas responden dalam penelitian dengan kategori normal sebanyak 89 responden (89,0%) dan 2 responden (2,0%) mengalami stres parah dan 1 responden (1,0%) stres sedang serta 8 responden (8,0%) stres ringan. Hasil uji bivariat menyatakan variabel yang berhubungan dengan kejadian stres kerja pada guru yaitu variabel beban kerja (p value = 0,000); variabel konflik peran (p value = 0,021) dan variabel dukungan sosial (p value = 0,004). Based on RISKESDAS data in 2019, 37.728 people (9,8%) experienced stress that impact on work accidents because of loss concentration at work. This study aims to determine the determinants of work stress on teachers during the 2022 COVID-19 Pandemic. The type of study is quantitative with a cross sectional design and used chi square analysis (α = 0,05) conducted in February – July 2022 accompanied sample is 100 teachers of high school. Based on the results of univariate data analysis the majority of respondents in this study were in the normal category as much as 89% (89,0%) and 2 respondents (2,0%) high category and 1 respondent (1,0%) medium category and 8 respondents (8,0%) low category. The results of bivariate test variables associated with the incidence of work stress to teachers were found the workload variable (p value = 0,000), the role conflict (p value = 0,021) and social support (p value = 0,004).
Faktor yang Mempengaruhi Perbedaan Tekanan Darah antar Lengan pada Penderita Hipertensi Zaen, Amilaa Rodhiyana; Rahayu, Sri Ratna
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 8 No 2 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v8i2.68750

Abstract

Pengukuran tekanan darah yang akurat penting dilakukan untuk deteksi dini hipertensi sebagai upaya pencegahan komplikasi yang berkaitan dengan hipertensi. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi hasil perbedaan tekanan darah antar lengan pada penderita hipertensi di wilayah Puskesmas Jurangombo Kota Magelang. Penelitian ini merupakan analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, pengumpulan data dengan melakukan pengukuran tekanan darah, dan wawancara kepada responden. Sampel berjumlah 49 responden penderita hipertensi diambil dengan consecutive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square dan uji fisher untuk variabel yang tidak memenuhi syarat. Hasil penelitian didapatkan faktor yang berhubungan dengan hasil pengukuran perbedaan tekanan darah antar lengan yaitu faktor pengobatan (p = 0,017; PR = 1,749; 95% CI 1,237 – 2,473),kepatuhan minum obat (p = 0,004; PR = 1,867; 95% CI 1,299 – 2,682), dan faktor aktivitas fisik (olahraga) (p = 0,037;PR = 2,533; 95% CI 0,888 – 7,226). Simpulan penelitian ini didapatkan faktor yang berhubungan dengan hasil pengukuran perbedaan tekanan darah antar lengan yaitu faktor pengobatan, kepatuhan minum obat, dan aktivitas fisik (olahraga). Accurate blood pressure measurement is important for early detection of hypertension as an effort to prevent complications related to hypertension. The aim of the research was to determine the factors that influence the results of differences in blood pressure between arms in hypertension sufferers in the Jurangombo Health Center area, Magelang City. This research is quantitative analytical with a cross sectional approach, data collection by measuring blood pressure, and interviewing respondents. A sample of 49 respondents suffering from hypertension was taken using consecutive sampling. Data analysis was carried out univariately and bivariately using the chi square test and Fisher test for variables that did not meet the requirements. The results of the study found factors that were related to the results of measuring the difference in blood pressure between arms, namely medication factors (p = 0.017; PR = 1.749; 95% CI 1.237 – 2.473), medication adherence (p = 0.004; PR = 1.867; 95% CI 1.299 – 2.682), and physical activity (exercise) factors (p = 0.037; PR = 2.533; 95% CI 0.888 – 7.226). The conclusion of this study was that factors related to the results of measuring differences in blood pressure between arms were found, namely medication factors, compliance with taking medication, and physical activity (exercise).
Kebutuhan Informasi Pasien Praoperasi Herawati, Ira; Handayani, Fitria; Andriany, Megah
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 8 No 2 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v8i2.68799

Abstract

Setiap pasien praoperasi akan mengalami kecemasan. Kecemasan terjadi karena literasi kesehatan yang kurang mengenai penyakit, rencana operasi dan anestesi saat operasi. Tujuan dari penulisan scoping review ini adalah mengetahui informasi yang dibutuhkan pasien preoperasi. Metode yang digunakan dalam scoping review ini adalah dengan mencari artikel yang relevan sesuai dengan keyword. Kriteria inklusi pada scoping review ini adalah partisipan dalam penelitian adalah pasien praoperasi, hasil penelitian menggambarkan informasi yang dibutuhkan pasien praoperasi, penelitian descriptive cross sectional, tahun terbit penelitian dalam rentang waktu 2013-2023 dan penelitian dalam Bahasa Inggris. Hasil dari scoping review ini adalah literasi kesehatan yang kurang dapat berakibat pada konflik keputusan yang akan dialami oleh pasien praoperasi. Informasi yang dibutuhkan pasien praoperasi antara lain penyakit, pemeriksaan yang dibutuhkan, penyebab, pengobatan, komplikasi, risiko tindakan operasi, manfaat, tindakan operasi, masalah yang timbul setelah operasi, lama operasi, perawatan di rumah setelah operasi dan efek operasi pada fungsi tubuh serta kehidupan. Selain itu pasien praoperasi juga membutuhkan informasi mengenai pembiusan antara lain komplikasi anestesi, pilihan anestesi, pilihan obat bius dan pulih setelah anestesi. Anxiety was the most common feeling for preoperative patient. Anxiety occurred due to lack of literacy about disease, surgery plan and anesthesia during surgery. The purpose of this scoping review was to find the information needed by preoperative patients. The method in this scoping review was search the relevant articles according to keywords. The inclusion criteria in this scoping review were the participants are preoperative patients, the results describe the information needed by preoperative patients, cross-sectional descriptive research, the year of publication in the 2013-2023 and in English language. The result of this scoping review was the lack of health literacy can cause conflict of decision for preoperative patients. The information needed by preoperative patients includes disease, examinations, causes, treatment, complications, risks and benefit of the surgery, problems after surgery, surgery duration, home care after surgery and the effects of surgery on body function and life. Preoperative patients also need information about anesthesia, including complications, choice of anesthesia, choice of anesthesia drug and recovery after anesthesia.
Edukasi Pernikahan Dini melalui Instagram dan TikTok terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Khayuni, Tri Riski Nur; Sriwenda, Djudju; Warrdani, Sri Wisnu; Agustiyowati, Tri Hapsari Retno
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 8 No 3 (2024): July 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v8i3.72974

Abstract

Angka pernikahan dini di Indonesia pada tahun 2018 adalah 1.220.900. Edukasi pernikahan dini melalui Instagram ataupun TikTok dianggap menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja sehingga mencegah pernikahan dini. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas edukasi pernikahan dini melalui Instagram dan TikTok terhadap pengetahuan dan sikap. Metode penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan two group pretest-postest design. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-April 2023. Jumlah sampel adalah 60 responden. Hasil menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan pada kelompok instagram (14%) maupun tiktok (16%), serta terdapat peningkatan sikap pada kelompok instagram (4%) dan TikTok (3%). Ada pengaruh edukasi pernikahan dini melalui instagram dan tiktok terhadap pengetahuan dan sikap yang ditandai dengan p value<0,05. Edukasi menggunakan TikTok lebih efektif dibandingkan menggunakan instagram dalam meningkatkan pengetahuan, sedangkan dalam meningkatkan sikap tidak ada perbedaan efektifitas antara menggunakan instagram maupun tiktok. Simpulan, edukasi melalui instagram dan tiktok efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja tentang pernikahan dini In 2018, the number of early marriages in Indonesia is 1,220,900. Early marriage education through Instagram or TikTok is considered an effective strategy to increase the knowledge and attitudes of adolescents, so can prevent early marriage. The research objective was to determine the effectiveness of early marriage education through Instagram and TikTok on knowledge and attitudes. This research used a Quasi Experiment with a two group pretest-posttest design. This research was conducted in March-April 2023 with 60 sampels. The results showed that there was an increase in knowledge of Instagram group(14%) and TikTok(16%), and there was an increase in attitude of Instagram group(4%) and TikTok(3%). There was an influence of early marriage education through Instagram and Tiktok on knowledge and attitudes as indicated by p value<0.05. Education using TikTok is more effective than using Instagram in increasing knowledge, whereas in increasing attitudes there is no difference in effectiveness between using Instagram and TikTok. Conclusion, education through Instagram and Tiktok is effective in increasing youth's knowledge and attitudes about early marriage.
Analisis Spasial Demam Berdarah Dengue Berdasarkan Faktor Lingkungan dan Angka Bebas Jentik Khakim, Lukmanul; Siwiendrayanti, Arum
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 8 No 2 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v8i2.73039

Abstract

Kasus DBD di Kabupaten Brebes mengalami fluktuasi yang signifikan selama tahun 2020 – 2022, dengan tahun 2022 menjadi periode kasus tertinggi, yaitu sebanyak 348 kasus. Langkah awal dalam penyusunan strategi pemberantasan DBD adalah dengan melakukan analisis spasial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dari hasil analisis spasial kejadian DBD ditinjau dari faktor lingkungan dan angka bebas jentik di Kabupaten Brebes. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG), dengan fokus penelitian meliputi ketinggian tempat, curah hujan, kelembaban udara, angka bebas jentik, dan kejadian DBD. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Brebes pada bulan Februari s.d. Mei 2023. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat, dan analisis spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketinggian wilayah, kelembaban udara, dan angka bebas jentik berkontribusi dalam persebaran kejadian DBD di Kabupaten Brebes tahun 2020 – 2022. Sedangkan curah hujan tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Pola spasial menunjukkan bahwa kejadian DBD lebih banyak terjadi di kecamatan-kecamatan dengan ketinggian wilayah kategori sedang, kelembaban udara optimal, dan angka bebas jentik yang rendah. DHF cases in Brebes Regency experienced significant fluctuations during the years 2020 to 2022, with 2022 being the highest period of cases, totaling 348 cases. The initial step in formulating a DHF eradication strategy was to conduct spatial analysis. This research aimed to provide an overview of the results of spatial analysis of DHF occurrences concerning environmental factors and larvae absence index in Brebes Regency. This was a quantitative descriptive study based on Geographic Information Systems (GIS), with the research focus encompassing elevation, rainfall, humidity, larvae absence index, and DHF occurrences. The research was conducted in Brebes Regency from February to May 2023. Data analysis employed univariate, bivariate, and spatial analyses. The research results indicated that the elevation of the area, air humidity, and larval indices contributed to the distribution of DHF occurrences in Brebes Regency from 2020 to 2022. Meanwhile, rainfall did not have a significant influence. Spatial patterns revealed that DHF occurrences were more prevalent in sub-districts with moderate elevations, optimal humidity, and low larvae absence index.
Seminar Edukasi sebagai Sarana Meningkatkan Kesadaran Masyarakat dan Keterjangkauan Akses Hemodialisis Alwi, Luqman; Trisnaningsih, Asyifa Rahma; Rahayu, Sri Ratna; Ramadiani, Fania Rizky; Andar, Nadiya Arawinda; Almas, A Made Dea Rona; Permatasari, Diah Rahmah; Rahmat, Sultan Aulia; Tyas, Lintang Wening Ing
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 8 No 2 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan pasien hemodialisis tidak diimbangi dengan ketersediaan layanan akses hemodialisis. Hal itu membuat pasien tidak nyaman dan menurunkan kepatuhan serta dapat meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas pasien. Di Kabupaten Kudus, pasien hemodialisis selama ini dirujuk ke Semarang. Namun, saat ini RSU Kumala Siwi Kudus menyediakan layanan akses hemodialisis. Meskipun demikian, masih banyak yang belum mengetahui hal tersebut. Oleh karena itu, diperlukan edukasi untuk memastikan pasien di Kudus dan sekitarnya mendapatkan layanan hemodialisis yang baik dan terjangkau. Dalam pengabdian ini, dilakukan kegiatan seminar edukasi bertemakan kesehatan ginjal dengan fokus pada akses hemodialisis dengan target utama tenaga kesehatan. Materi yang dibawakan berupa pengenalan tentang penyakit ginjal, fungsi ginjal dan proses hemodialisis, akses hemodialisis, nutrisi dan pola makan yang sehat, pengelolaan dan pencegahan komplikasi, dan hak-hak pasien hemodialisis. Dalam kegiatan ini juga terdapat kuesioner pre-test dan post-test serta peninjauan rujukan dan tindakan terkait hemodialisis sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan sebagai bentuk evaluasi. Terdapat peningkatan pemahaman peserta dan juga jumlah rujukan dan tindakan akses hemodialisis setelah dilaksanakan kegiatan ini. The increase in hemodialysis patients is not accompanied by the availability of hemodialysis access services. This makes patients uncomfortable and reduces compliance, and can increase morbidity and mortality rates. In Kudus Regency, hemodialysis patients have been referred to Semarang. However, Kumala Siwi Kudus General Hospital is now providing hemodialysis access service, yet there are still many who don't know about this. Therefore, a socialization is needed to ensure the availability and affordability of hemodialysis access services there. Educational seminar focuses on kidney health, specifically on hemodialysis access, to health workers was carried out. The topics include introduction to kidney disease, kidney function and the hemodialysis process, access to hemodialysis, nutrition and healthy eating patterns, management and prevention of complications, and the rights of hemodialysis patients. There were pre-test and post-test questionnaires as well as a review in references and procedures related to hemodialysis before and after the educational seminar. There was an increase in participants' understanding and the number of referrals and procedures for hemodialysis access after the educational seminar.

Filter by Year

2017 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 3 (2024): July 2024 Vol 8 No 2 (2024): April 2024 Vol 8 No 1 (2024): January 2024 Vol 7 No 4 (2023): October 2023 Vol 7 No 3 (2023): July 2023 Vol 7 No 2 (2023): April 2023 Vol 7 No 1 (2023): January 2023 Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023 Vol 6 No 4 (2022): October 2022 Vol 6 No 3 (2022): HIGEIA: Juli 2022 Vol 6 No 2 (2022): Higeia: April 2022 Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022 Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 (Article in Press) Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 Vol 5 No 2 (2021): HIGEIA: April 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020 Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020 Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020 Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020 Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020 Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020 Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020 Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019 Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA More Issue