cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)
ISSN : 25415581     EISSN : 25415603     DOI : -
Core Subject : Health,
The "Higeia" (Journal of Public Health Research and Development) is a scientific periodical journal containing scientific papers in the form of qualitative and quantitative research reports or research articles (original article research paper) with focus on epidemiology, biostatistics and population, health promotion, health environment, occupational health and safety, health policy administration, public health nutrition, hospital management, maternal and child health, and reproductive health.
Arjuna Subject : -
Articles 963 Documents
Sanitasi Lingkungan di Pasar Tradisional Izwara, Yarra; Kadaria, Ulli; Pramadita, Suci
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No 4 (2023): October 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7i4.66294

Abstract

ABSTRAK Sebanyak 85,6% pasar tradisional di Indonesia memiliki fasilitas kurang memadai baik dari sisi keberadaan, kebersihan, dan kelayakannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sanitasi lingkungan yang ada di Pasar Tradisional Flamboyan Kota Pontianak berdasarkan pada Permenkes RI Nomor 17 Tahun 2020 Tentang Pasar Sehat. Jenis penelitian ini adalah survei deskriptif yang dilakukan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner. Observasi dilakukan melalui pengamatan langsung, wawancara dilakukan kepada pengelola pasar, dan kuesioner diberikan kepada 95 pedagang yang dihitung menggunakan rumus slovin serta sampel yang diambil menggunakan metode stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasar Flamboyan mendapatkan skor 59,7% sehingga dikategorikan belum memenuhi syarat sebagai pasar sehat. Bangunan pasar, bangunan kios/los, suhu, cahaya dan kelembaban, tempat parkir, tempat pembuangan sampah, saluran limbah dan drainase, pengendalian binatang penularan penyakit, keamanan pasar serta perilaku hidup bersih dan sehat belum memenuhi syarat. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu Pasar Flamboyan dapat menjadi Pasar Sehat apabila melakukan perbaikan seperti penambahan tempat sampah dan tempat cuci tangan serta perbaikan saluran drainase. ABSTRACT In Indonesia, 85.6% of traditional markets require additional amenities in terms of their existence, cleanliness, and feasibility. This study aimed to analyse environmental sanitation at Flamboyan Traditional Market in Pontianak City, based on Regulation of Minister Health of Republic Indonesia Number 17 of 2020 about Healthy Market. This study was descriptive survey using observation, interviews, and questionnaires. Observations were made by direct observation, and interviews were undertaken with market managers. Questionnaires were distributed to 95 traders who were calculated using the solving formula and stratified random sampling. The research findings demonstrated that the Flamboyan Market scored 59.7%, indicating that it did not satisfy the requirements of a healthy market. The criteria did not satisfy the requirements of market buildings, kiosk buildings, temperature, light, and humidity, parking lots, garbage disposal, sewage and drainage, management of disease-transmitting animals, market security, and clean and healthy living behavior. The conclusion is Flamboyan Market can become a Healthy Market if makes improvements such as additional garbage cans and hand washing stations, and repairing drainage canals
Kerentanan Vektor Anopheles Sp terhadap Deltametrin 0,05% di Kabupaten Seram Maluku Lenakoly, Trivano Yonathan; Wurjanto, M. Arie; Hestiningsih, Retno; Martini, Martini; Yuliawati, Sri; Diyana, Sutra
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No 4 (2023): October 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7i4.67113

Abstract

Abstrak Kasus malaria tertinggi terjadi di Kabupaten Seram Bagian Barat dengan 260 Kasus dengan API >1. Salah satu insektisida yang digunakan dalam pengendalian vektor malaria di Kabupaten Seram Bagian Barat yaitu Deltamethrin 0,05% dengan dosis 1,25mg/L yang digunakan dalam IRS (Indoor Residual Spraying). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status resisitensi Anopheles sp terhadap insektisida (Deltamethrin 0,05%) di desa Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan sampel uji adalah semua nyamuk Anopheles hasil rearing generasi pertama, hasil survey jentik di Desa Piru. Untuk memastikan jenis nyamuk vektor Malaria dilakukan penangkapan nyamuk di lapangan selama 7 hari ditemukan 310 ekor Aedes sp, 620 ekor Culex sp dan 195 ekor Anopheles sp. Nyamuk Anopheles sp dari desa Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat menunjukkan masih rentan terhadap insektisida Deltamethrin 0,05% Dari hasil uji menunjukkan Nyamuk mati 100% pada menit ke-30. Hal ini menunjukkan insektisida Deltamethrin 0,05% masih bisa digunakan dalam pengendalian vektor-vektor Malaria yaitu nyamuk Anopheles spp. Abstract The highest malaria cases occurred in the Western Seram Regency with 260 cases with API >1. One of the insecticide used in the control of malaria vectors in West Ceram District is Deltamethrin 0.05% with a dose 1,25mg/L used in the IRS (Indoor Residual Spraying). The Purpose of this research is to know the status of the resistance Anopheles Sp.against insecticides (Deltamethrin 0.05%) at Piru, West Ceram District. This research is a descriptive study with the test sample is all Anopheles from the first generation rearing,results of larvae survey in Piru Village to ensure the type of Malaria vector mosquitoes catch the mosquitoes in the field for 7 days showed 310 Aedes Sp. mosquitoes caught, 620 Culex Sp. and 195 Anopheles Sp. Anopheles Sp from Piru, West Ceram District showed that they were still suspectible to the insecticide Deltamethrin 0,05%. From the test result showed that the mosquitoes died 100% at the 30th minute. This shows that Deltamethrin 0,05% can still be used in controlling Malaria vectors, namely Anopheles spp.
Pemanfaatan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) oleh Ibu Hamil dan Balita: Evaluasi Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Guntara, Muhamad Akbar; Rahmannia, Sofa
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 8 No 1 (2024): January 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v8i1.67181

Abstract

Abstrak Tingginya angka kematian ibu di Indonesia (205/100.000 kelahiran hidup), menjadi salah satu alasan Menteri Kesehatan Republik Indonesia mengambil keputusan 284/MENKES/SK/III/2004 tentang kesehatan ibu dan anak. Belum dilakukannya penelitian tentang buku KIA di Kecamatan Parongpong, menjadi salah satu alasan mengapa penelitian ini dilakukan sebagai langkah evaluasi penggunaan buku KIA yang dilihat dari aspek pengetahuan, sikap dan perilaku. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan rancangan studi cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada awal September hingga awal November. Hasil penelitian menunjukan karakteristik responden rata-rata berusia 29 tahun (SD 6.1), berdasarkan status ibu adalah ibu hamil (34%) dan ibu balita (66%), berdasarkan karakteristik pendidikan adalah pendidikan menengah (SMA 36%), berdasarkan pekerjaan adalah ibu rumah tangga (81%) dan sebagian besar ibu memiliki rumah sendiri, berdasarkan hasil kuesioner menunjukan rata-rata pengetahuan 83(SD 6,6) sikap 84,4 (8,6), perilaku 74,5 (28). Kesimpulan peneliti yaitu pengetahuan dan sikap ibu terhadap buku KIA sudah baik. Namun, perilaku ibu masih masuk dalam kategori cukup. Abstract The high maternal mortality rate in Indonesia (205/100,000 live births) is one of the reasons the Minister of Health of the Republic of Indonesia made a decision 284/MENKES/SK/III/2004 concerning the Maternal and Child Health book. The absence of research on the MCH handbook in Parongpong District is one of the things that must be done to evaluate the utilization of the MCH handbook by pregnant women and toddlers. This type of research is descriptive research with a cross sectional study design. The research was conducted in early September to early November. The results showed that the average age of the respondents was 29 years old (SD 6.1), 34% were pregnant women, and 66% were mothers of toddlers. The majority of the respondents had a secondary education (36% had completed high school) and were homemakers (81%). Most of the respondents had their own houses. Based on the questionnaire results, the respondents had good knowledge (average score of 83, SD 6.6) and attitude (average score of 84.4, SD 8.6) towards the Mother and Child Health book, but their behavior score was only average (average score of 74.5, SD 28). In conclusion, the knowledge and attitude of mothers towards the Mother and Child Health book were good, but their behavior still needs improvement, therefore further interventions are needed.
Hubungan Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat dengan Kejadian Diare Karantika, Agyta; Siwiendrayanti, Arum
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 8 No 1 (2024): January 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v8i1.67520

Abstract

Abstrak Desa Gebang merupakan desa yang telah terdeklarasi sebagai Desa ODF dalam program Sanitasi total berbasis masyarakat. Program ini untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat, mencegah penyebaran penyakit berbasis lingkungan, meningkatkan akses sanitasi. Outcome dari program ini adalah penurunan penyakit diare. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pilar sanitasi total berbasis masyarakat dengan kejadian diare di Desa Gebang. Metode penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian 1.526 KK dan 63 sampel. Teknik pengambilan sampel menggunakan Proporsional Random Sampling menggunakan kuesioner dan lembar observasional. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan cuci tangan pakai sabun (0,034), dan pengelolaan air minum dan makanan (0,014) dengan kejadian diare. Variabel yang tidak berhubungan adalah pengelolaan sampah (0,678) dan pengelolaan limbah cair (0,057). Abstract Gebang Village is a village that has been declared an ODF Village in the community-based total sanitation program. This program is aimed at cultivating clean and healthy living habits, preventing the spread of environment-based diseases, increasing access to sanitation. The outcome of this program is a reduction in diarrheal diseases. This study aimed to determine the relationship between the pillars of community-based total sanitation and the incidence of diarrhea in Gebang Village. This research method uses analytic observational with a cross-sectional approach. The study population was 1,526 families and 63 samples. The sampling technique used proporsional random sampling using questionnaires and observational sheets. Data analysis used the chi-square test. The results showed that there was a relationship between washing hands with soap (0.034), and management of drinking water and food (0.014) with the incidence of diarrhea. Variables that are not related are waste management (0.678) and liquid waste management (0.057).
Aplikasi HISTAR terhadap Pengetahuan Remaja tentang Bahaya Merokok Rizona, Firnaliza; Azizah, Prisa Tifa; Hikayati, Hikayati
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No 4 (2023): October 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Merokok merupakan salah satu penyebab kematian terbesar didunia. Jumlah perokok yang ada di dunia sekitar 30% adalah remaja. Sedangkan di Indonesia kebiasaan merokok sudah dimulai pada usia 10-18 tahun. Faktor yang dapat menyebabkan remaja menjadi perokok adalah kurangnya pengetahuan mengenai bahaya merokok. Salah satu cara yang dibutuhkan untuk meningkatkan pengetahuan pada para remaja ialah dengan menggunakan media aplikasi HISTAR. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi HISTAR terhadap pengetahuan remaja tentang bahaya merokok. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pre-eksperimental tanpa kelompok dengan rancangan one group pretest posttest design dengan menggunakan probability sampling dengan teknik cluster sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 131 remaja. Pengetahuan remaja tentang bahaya merokok diukur menggunakan kuesioner. Analisis statistik penelitian ini menggunakan uji marginal homogenity. Berdasarkan hasil analisis didapatkan nilai p value yaitu 0,000 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh edukasi HISTAR terhadap pengetahuan remaja tentang bahaya merokok. Informasi yang diperoleh mengenai bahaya merokok diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan remaja dan mencegah terjadinya perilaku merokok pada remaja. Abstract Smoking is one of the biggest causes of death in the world. About 30% of smokers in the world are teenagers. While in Indonesia the habit of smoking has started at the age of 10-18 years. Factors that can cause adolescents to become smokers are lack of knowledge about the dangers of smoking. One way that is needed to increase knowledge in adolescents is to use the HISTAR application as a media. The purpose of this study was to determine the effect of HISTAR education on adolescent knowledge about the dangers of smoking. This study uses a pre-experimental research design without groups with a one-group pretest posttest design using Probability Sampling with cluster sampling techniques. The number of samples in this study amounted to 131 adolescents. Adolescent knowledge about the dangers of smoking was measured using a questionnaire. Statistical analysis of this study used the marginal homogeneity test. Based on the results of the analysis, the p value is 0.000 so it can be concluded that there is an effect of HISTAR education on adolescent knowledge about the dangers of smoking. Information obtained about the dangers of smoking is expected to increase adolescent knowledge and prevent smoking behavior in adolescents.
Pemetaan dan Determinan Stunting pada Balita di Kabupaten Cilacap Tahun 2021 Tyas, Lintang Wening Ing; Ningrum, Dina Nur Anggraini; Kukilowati, Novita
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No 4 (2023): October 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7i4.67761

Abstract

Abstrak Prevalensi stunting di Kabupaten Cilacap pada tahun 2021 mencapai 17,9%. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan dan sebaran determinan stunting pada balita di Kabupaten Cilacap. Jenis penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan ekologi studi dan pemetaan menggunakan data sekunder berupa laporan gizi Kabupaten Cilacap tahun 2021. Penelitian ini dilaksanakan selama periode tahun 2021. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh kecamatan di Kabupaten Cilacap dengan sampel penelitian 24 kecamatan di Kabupaten Cilacap menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi BBLR (p-value = 0,119), prevalensi ibu hamil anemia (p-value = 0,093) dan prevalensi ibu hamil KEK (p-value = 0,796) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian stunting, sedangkan prevalensi bayi mendapatkan ASI Eksklusif (p-value = 0,028) dan prevalensi IMD (p-value = 0,009) berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian stunting pada balita di Kabupaten Cilacap. Kecamatan Kroya, Nusawungu dan Adipala berisiko tinggi stunting karena prevalensi bayi mendapat ASI Eksklusif dan prevalensi IMD rendah. Kata kunci : Pemetaan, stunting, BBLR, kehamilan Abstract The prevalence of stunting in Cilacap Regency in 2021 reached 17,9%. The purpose of this study was to determine the relationship and distribution of stunting determinants in toddlers in the Cilacap Regency. This research was conducted during the 2021 period.This study used an cross- sectional design with an ecological and mapping approach using secondary data nutrition reports Cilacap Regency in 2021. The population was all subdistrict in Cilacap Regency with a sample of 24 subdistricts in Cilacap Regency, taken by total sampling. The results showed that prevalence LBW (p-value = 0,119), prevalence pregnancy with anemia (p-value = 0,093) and prevalence pregnancy with CED (p-value = 0,796), did not significantly influence the incidence of stunting, but prevalence breastfeeding exclusively (p-value = 0,028) and prevalence early initiation of breastfeeding (p-value = 0,009) has a significant on the incidence of stunting. Kroya, Nusawungu and Adipala sub-districts were in high risk of stunting because the prevalence breastfeeding exclusively and prevalence of early initiation of breastfeeding are low. Keywords : Mapping, stunting, LBW, pregnancy
Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kejadian Hipertensi Fiana, Fika Khikma; Indarjo, Sofwan
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 8 No 1 (2024): January 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v8i1.67857

Abstract

Abstrak Hipertensi merupakan keadaan tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg. Diperkirakan pada tahun 2021 terdapat 362.460 penderita hipertensi di Kabupaten Magelang, sementara hanya 43.053 yang mendapatkan pelayanan standar. Pada tahun 2021, Puskesmas Grabag 2 menjadi salah satu puskesmas dengan angka hipertensi tinggi yaitu 782 kasus. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi faktor risiko hipertensi di Puskesmas Grabag 2. Penelitian ini menggunakan metodologi observasional analitik dengan desain studi cross-sectional. Populasi penelitian sebanyak 1042 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dan menggunakan data sekunder kunjungan Posbindu PTM di Puskesmas Grabag 2 pada bulan Agustus 2022. Usia (p-value 0,001) dan tingkat pendidikan (p-value 0,001) ditemukan berhubungan terhadap kejadian hipertensi, sedangkan faktor risiko lainnya tidak berhubungan. Penyuluhan tentang hipertensi sangat diperlukan, terutama bagi pasien usia lanjut, agar dapat lebih meningkatkan kualitas hidup mereka. Kata kunci: hipertensi, faktor risiko, posbindu Abstract Hypertension is a condition of systolic blood pressure ≥ 140 mmHg and diastolic blood pressure ≥ 90 mmHg. It is estimated that in 2021 there will be 362,460 people with hypertension in Magelang Regency, while only 43,053 will receive standard services. In 2021, Grabag 2 Health Center will be one of the health centers with a high rate of hypertension, namely 782 cases. The research objective was to identify the risk factors for hypertension at the Grabag 2 Health Center. This study used an analytic observational methodology with a cross-sectional study design. The research population was 1042 people. The sampling technique used total sampling and used secondary data from PTM Posbindu visits at the Grabag 2 Health Center in August 2022. Age (p-value 0.001) and educational level (p-value 0.001) were found to be related to the incidence of hypertension, while other risk factors were not related. Education about hypertension is very necessary, especially for elderly patients, in order to further improve their quality of life. Keywords: hypertension, risk factors, posbindu
Identification of Dengue Hemorrhagic Fever Risk Zone in Daerah Istimewa Yogyakarta Province 2021 Rahmat, Sultan Aulia; Ningrum, Dina Nur Anggraini; Suharna, Suharna
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 8 No 1 (2024): January 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v8i1.67935

Abstract

Abstrak Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan salah satu wilayah endemik Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia. Pada 2021, Incidence Rate (IR) DIY mencapai 32/100.000 populasi dengan Case Fatality Rate (CFR) mencapai 1,01%. Untuk mengurangi jumlah kasus DBD diperlukan suatu tindakan pencegahan. Manajemen penyakit berbasis wilayah dapat menjadi solusi mengurangi kasus DBD, seperti pemetaan risiko penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko penularan DBD di Provinsi DIY tahun 2021. Penelitian ini merupakan studi cross-sectional dengan pendekatan pemetaan dan ekologis. Variabel faktor risiko yang berkorelasi dengan insiden DBD akan di skoring, kemudian hasilnya dijabarkan menggunakan peta risiko DBD. Penelitian dilaksanakan pada bulan September-Oktober tahun 2022. Berdasarkan analisis bivariat, faktor iklim memiliki hubungan dengan kejadian DBD. Pada Bulan Januari, wilayah Kota Yogyakarta dan Kulon Progo berada dalam risiko tinggi. Pada bulan November, wilayah Gunungkidul berada dalam risiko tinggi. Pada bulan Desember daerah dengan kategori tinggi antara lain Bantul dan Gunungkidul. Distribusi risiko DBD di DIY meningkat selama musim hujan. Pembuat kebijakan diharapkan dapat memprioritaskan daerah berisiko tinggi dalam menciptakan kebijakan. Abstract Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) is one of dengue endemic regions in Indonesia. In 2021, Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) Incidence Rate (IR) in DIY was 32/100,000 population with Case Fatality Rate (CFR) reaching 1.01%. Reducing DHF cases is necessary to take preventive actions. Area-based disease management can be a solution to reduce DHF cases, such as mapping analysis of disease risk map. This research aims to determine the DHF transmission risk level in DIY Province during 2021. It is a cross-sectional study with mapping and ecological approach. Risk factors that correlate with DHF incidence will be scored, then the results will described as risk map. This research was conducted in September-October 2022. Based on bivariate analysis, climatic factors have a correlation with DHF. In January, Yogyakarta City and Kulon Progo were in high risk. Gunungkidul was highly vulnerable. in November. In December regions with high category include Bantul and Gunungkidul. DHF risk distribution in DIY was increased during rainy season. Policy makers are expected to prioritize high-risk areas in creating policies.
Higiene dan Sanitasi dengan Total Bakteri Coliform pada Depot Air Minum Pertiwi, Linanda Amalia; Siwiendrayanti, Arum
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No 4 (2023): October 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penggunaan air isi ulang di Kabupaten Cilacap meningkat dari 23,35% pada tahun 2019 menjadi 26,71% pada tahun 2020. Tidak semua air minum isi ulang terjamin kualitasnya. Kualitas mikrobiologi air yang buruk menjadi salah satu penyebab penyakit diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan higiene dan sanitasi dengan total bakteri coliform pada depot air minum di wilayah kerja Puskesmas Cilacap Tengah I. Jenis penelitian yaitu observasional analitik dengan rancangan cross sectional menggunakan data sekunder hasil Inspeksi Kesehatan Lingkungan dan hasil laboratorium bulan September 2021 hingga bulan Desember 2022. Sampel penelitian sebanyak 25 depot, diambil dengan purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji fisher exact test. Hasil analisis bivariat menunjukkan variabel lokasi (p=0,038) dan peralatan (p=0,004) berhubungan dengan total bakteri coliform. Variabel bangunan dan fasilitasnya (p=0,091), dan higiene penjamah (p=0,200) tidak berhubungan dengan total bakteri coliform. Simpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara lokasi dan peralatan dengan total bakteri coliform, serta tidak terdapat hubungan antara bangunan dan fasilitasnya, dan higiene penjamah dengan total bakteri coliform. Abstract Refilled water usage in Cilacap Regency has increased from 23,35% in 2019 to 26,71% in 2020. Not every refilled water is guaranteed in quality. Bad water microbiology becomes a cause of diarrhea. This research aims to discover the relationship between hygiene and sanitation and the total amount of coliform bacteria at drinking water depots in Puskesmas Cilacap Tengah I work areas. This study is observational analytical with a cross-sectional design using secondary data from Environmental Health Inspection Report and laboratory results from September 2021 to December 2022. Samples include 25 depots taken with purposive sampling. Univariate and bivariate data analyses are performed using Fisher’s exact test. Bivariate analysis indicates that location (p=0,038) and instruments (p=0,004) are related to the total coliform bacteria. Building and facilities (p=0,091), and handler’s hygiene (p=0,200), and are unrelated to the total coliform bacteria. This research concludes that location and instruments are related to the total coliform bacteria and that building and facilities, and handler’s hygiene are unrelated to the total coliform bacteria.
Determinan Pemanfaatan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Sabrina, Legal Yuniar; Rahayu, Sri Ratna
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No 4 (2023): October 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7i4.68109

Abstract

Abstrak Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) merupakan salah satu program pemerintah dalam pengelolaan jangka panjang pada penyakit hipertensi dan diabetes melitus. Persentase jumlah kunjungan peserta Prolanis di Puskesmas Jurangombo sebesar 70,5% pada bulan April sampai September 2022, persentase tersebut masih di bawah target 75% sebagaimana telah ditetapkan dalam buku panduan Prolanis. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang berhubungan dan faktor dominan terhadap pemanfaatan Prolanis di Puskesmas Jurangombo. Penelitian berjenis analitik observasional dengan rancangan cross-sectional. Sampel yang ditetapkan sebesar 68 responden dengan rumus Slovin dengan teknik purposive sampling. Penelitian dilaksanakan pada bulan September-Oktober 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel jenis kelamin (p=0,012), status pekerjaan (p=0,005), dan persepsi petugas kesehatan (p=0,049) berhubungan dengan pemanfaatan Prolanis di Puskesmas Jurangombo. Uji regresi logistik menunjukkan jenis kelamin memiliki nilai PR=5,444 (1,315-22,542), status pekerjaan PR=0,266 (0,061-1,162), dukungan keluarga PR=19,709 (2,382-163,039), dan dukungan antar peserta Prolanis PR=0,152 (0,025-0,930). Simpulan penelitian ini faktor keluarga merupakan faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap pemanfaatan Prolanis. Abstract The Chronic Disease Management Program (Prolanis) is one of the government's programs in long-term management of hypertension and diabetes mellitus. The percentage number visits by Prolanis participants at the Jurangombo Health Center was 70.5% from April-September 2022, this percentage is still below the target of 75% as set in the Prolanis guidebook. The study aimed to determine the related factors and the dominant factors for used Prolanis at the Jurangombo Health Center. This research was observational analytical with a cross-sectional design. The sample 68 respondents with the Slovin formula with purposive sampling techniques. The research was conducted in September-October 2022. The results showed variables of sex (p=0.012, employment status (p=0.005), and perceptions of health workers (p=0.049) related to the use of Prolanis in the Jurangombo Health Center. Logistic regression tests showed gender had a PR value=5.444 (1.315-22.542), employment status PR=0.266 (0.061-1.162), family support PR=19.709 (2.382-163.039), and support between Prolanis participants PR=0.152 (0.025-0.930). Conclusion this research the family factor is the most dominant factor that influences the use of Prolanis. Keywords: Prolanis, Utilization, Gender, Health Care Worker Perceptions, Family Support

Filter by Year

2017 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 3 (2024): July 2024 Vol 8 No 2 (2024): April 2024 Vol 8 No 1 (2024): January 2024 Vol 7 No 4 (2023): October 2023 Vol 7 No 3 (2023): July 2023 Vol 7 No 2 (2023): April 2023 Vol 7 No 1 (2023): January 2023 Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023 Vol 6 No 4 (2022): October 2022 Vol 6 No 3 (2022): HIGEIA: Juli 2022 Vol 6 No 2 (2022): Higeia: April 2022 Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022 Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 (Article in Press) Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 Vol 5 No 2 (2021): HIGEIA: April 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020 Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020 Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020 Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020 Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020 Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020 Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020 Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019 Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA More Issue