cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Eduarts: Journal of Arts Education
ISSN : 22526625     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 304 Documents
PEMBUATAN ILUSTRASI BUKU POP-UP SEBAGAI MEDIA PENGENALAN HURUF DAN NAMA-NAMA BINATANG PADA ANAK USIA DINI EDHO, BAKHTAWAR
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 4 No 1 (2015): Eduarts
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v4i1.9779

Abstract

This study project creation through four processes, namely: 1 ) setting goals, 2 ) data collection, 3 ) pre-production process, and 4 ) the production process . Preproduction phase include making a sketch , vectorization, and printing and production processes that include cutting , scrapping out , hand assembly, and finishing. In the making of this work resulted in two works illustrated books , namely ; 1) The pop -up book illustration of a combination consisting of 26 illustrations and pop -up animals that are sorted in alphabetical order and 2 ) ilutrasi pop-up book volvelle or wheel divided into four series, namely ; a) water animals series , b ) winged animals series, c ) urban animals series , and d ) wild animals series. With the study project is expected that art students especially design students can design a good design work , innovative and communicative so that they can make a positive contribution through works of art and design .
KOMPONEN CANDI BOROBUDUR SEBAGAI SUBJEK DALAM KARYA SENI GAMBAR Triawan, Bagus
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 2 No 1
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v2i1.2462

Abstract

Tujuan pembuatan karya seni gambar sebagai proyek studi dengan tema Candi Borobudur  ini adalah berkarya seni gambar sebanyak sembilan buah dengan mengambil subjek komponen Candi Borobudur menggunakan mediaballpoint, gelpen, dan cat akrilik pada bidang kanvas. Teknik berkarya yang digunakan penulis adalah teknik arsir silang dan acak. Teknik sapuan kuas digunakan untuk memberikan warna pada sebuah bidang gambar. Proses berkarya yang dilakukan penulis dengan tahapan (1) pencarian gambar; melakukan pencarian foto candi Borobudur di beberapa situs internet dan melakukan langsung di lokasi candi Borobudur, (2) pengolahan ide, (3) pengolahan teknis, (4) pengolahan akhir (finishingmenggunakan stain water basic Mowilex, dan (5) penyajian karya. Penulis membuat sembilan karya dari komponen Candi Borobudur. Kesembilan karya tersebut berupa arca singa, dua arca Budha, kala, makara, relief Kinara-Kinari dan perahu bercadik, stupa, dan yang terakhir adalah jaladwara. Simpulan akhir dari penulis adalah proses pengolahan ide dari kecintaan penulis terhadap karya arsitektur nusantara berupa candi sehingga penulis mengangkat komponen candi ke dalam karya proyek studi yang dibuat dengan menggunakan teknik arsir dari penggunaan ballpoint dan gelpen serta pengolahan warna dengan menggunakan teknik sapuan kuas. Komponen candi yang diangkat pada karya penulis menegaskan bahwa masing-masing komponen merupakan intepretasi dari karakteristik kebudayaan nusantara pada waktu itu. Purpose of making artwork as the image studies project with the theme of the Borobudur Temple is the art of drawing as much work to take nine subjects Borobudur components using ballpoint media , gelpen , and acrylic paint on canvas . Work techniques used are cross shading techniques and random . Brushwork techniques are used to give color to an image plane . Process of work conducted by the author with the stage ( 1 ) image search ; perform Borobudur temple photo search on several internet sites and conduct on-site, Borobudur temple , ( 2 ) processing of ideas , ( 3 ) technical processing , ( 4 ) final processing ( finishing using Mowilex basic water stain , and ( 5 ) the presentation of the work . authors make the work of the nine components of the Borobudur Temple . ninth work is a statue of a lion , two statues of Buddha , kala , makara , relief Kinara - Kinari and boat bercadik , stupas , and the latter is jaladwara . Conclusions end the processing of the writer is the author of the idea of love archipelago forms of temple architecture so author temple lifting components into the work study project created using the techniques of shading and gelpen ballpoint use and processing of color by using brush strokes . components temple raised on the work of the author asserts that the individual components of an interpretation of the cultural characteristics of the archipelago at that time .
SENI KRIYA MINIATUR KENDARAAN TRADISIONAL UD. PERMADI DESA POHLANDAK REMBANG : KAJIAN PROSES PEMBUATAN DAN BENTUK ESTETIS Dwijonarko, Arif Bayu
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 2 No 1
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v2i1.2361

Abstract

Permasalahan yang dikaji, (1) bagaimana proses pembuatan seni kriya miniatur kendaraan tradisonal dengan memanfaatkan limbah logam?, dan (2) bagaimana bentuk estetis karya seni kriya miniatur kendaraan tradisional di UD Permadi Desa Pohlandak Rembang?. Pendekatan penelitian, deskriptif yang bersifat kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Serta data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa, UD Permadi adalah industri rumah tangga yang membuat miniatur kendaraan tradisional dengan bahan baku berasal dari limbah logam dan bahan non logam sebagai bahan pelengkapnya. Pembuatan karya dilatar belakangi motif ekonomi, tradisi, dan sosial / kemanusiaan. Proses pembuatan karya melalui, konsep pembuatan karya, desain (perancangan), dan proses penciptaan, dilakukan melalui (1) tahap awal: menyeleksi bahan, membersihkan logam, dan pemotongan logam, (2) tahap penciptaan: pembentukan komponen, penyambungan, penghalusan, pemolesan, pengeringan, perakitan/ finishing, serta tahap pengemasan. Karya yang dihasilkan di antaranya, sepasang miniatur sepeda kuno, sepeda Mandarin, sepeda balap, dokar atau delman, becak dan pedati. Secara keseluruhan karya UD Permadi sudah memenuhi aspek-aspek estetis, namun secara visual masih terdapat beberapa kekurangan, baik desain maupun komponen yang mendukung sehingga terlihat kurang sesuai dengan bentuk kendaraan yang ditiru.Kata Kunci : Limbah logam, seni kriya, proses pembuatan, dan bentuk estetisIssues that were examined , ( 1 ) how the process of making traditional crafts miniature vehicles by utilizing metal waste ? , And ( 2 ) how to form an aesthetic work of art in the traditional craft of miniature vehicles UD Permadi Pohlandak Village Apex ? . Approach to research , qualitative descriptive . Techniques of collecting data through observation , interviews , and documentation . As well as the data were analyzed through the stages of data reduction , data display and drawing conclusions . Results of this study explain that , UD Permadi are home industry that makes traditional miniature vehicles with raw materials derived from waste metal and non-metallic materials as supplementary material . Creating the works against the background of economic motives , traditions , and social / humanitarian . Through the process of making the work , making the concept work , design ( design ) , and the process of creation , through ( 1 ) the early stages : selecting materials , metal cleaning , and cutting metal , ( 2 ) the creation stages : forming components , tacking , grinding , polishing , drying , assembly / finishing , and packaging stages . Work produced in them , a pair of miniature ancient bicycle , Mandarin bikes , racing bikes , buggy or wagon , tricycles and wagons . UD Permadi overall work meets aesthetic aspects , but visually there are still some shortcomings , good design and components that support so it looks less conform to the shape of the vehicle being imitated .Keywords : Waste metal , art craft , process , and forms of aesthetic
PEMBELAJARAN DESAIN GRAFIS PADA MATA PELAJARAN MULTIMEDIA DI SMK NEGERI 02 ADIWERNA TEGAL Maulina, Ajeng
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 3 No 1
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v3i1.4052

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui alasan pembelajaran Desain Grafis di SMK Negeri 2 Adiwerna Tegal bagian dari mata pelajaran Multimedia. Mengetahui faktor yang menghambat dan mendukung pelaksanaan pembelajaran Desain Grafis pada mata pelajaran Multimedia di SMK Negeri 2 Adiwerna Tegal. Mengetahui pelaksanaan pembelajaran Desain Grafis pada mata pelajaran Multimedia di SMK Negeri 2 Adiwerna Tegal. . Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan cara pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik pemeriksaan keabsahan data. Teknik analisis data pada penelitian skripsi ini dengan cara reduksi data, penyajian data, penarikan simpulan. Hasil karya siswa kelas X Multimedia SMK Negeri 2 Adiwerna dalam pembelajaran desain pada tabel penilaian yang didapat menunjukan nilai baik. Namun tugas kartu nama dan PIN telah dinilai oleh guru desain grafis sendiri dengan KKM 75 dan penilaian menunjukan (rata-rata 80-85) nilai baik. Meski demikian, pembelajaran desain grafis yang berlangsung belum mencapai tujuan pembelajaran.
MODEL PEMBELAJARAN BERKARYA DAN PRESENTASI KARYA ILUSTRASI MELALUI PAMERAN KELAS SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN APRESIASI SENI RUPA PADA SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 JEKULO KUDUS Aryani, Sagita Bunga
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 2 No 1
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v2i1.2458

Abstract

Pengembangan model pembelajaran akan membantu guru untuk mengemas sebuah pembelajaran yang dapat menarik minat siswa dalam mengapresiasi karya seni rupa. Model pembelajaran yang didahului dengan kegiatan berkarya dilanjutkan dengan kegiatan apresiasi dalam pameran akan melibatkan siswa secara langsung dalam setiap kegiatan pembelajaran dan dapat menggugah minat siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi model pembelajaran berkarya dan presentasi karya ilustrasi melalui pameran kelas.  Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan analisis diskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Jekulo Kudus. Hasil penelitian terdiri dari hasil validasi pakar model, hasil uji coba terbatas, hasil uji skala besar, dan hasil tanggapan guru. Hasil validasi pakar model pembelajaran mendapatkan nilai yang sangat tinggi sehingga model pembelajaran yang dikembangkan dapat diaplikasikan di sekolah. Hasil uji coba terbatas mendapatkan nilai yang tinggi, tetapi perlu dilakukan revisi pada aspek berkarya ilustrasi dan lembar apresiasi. Hasil pada uji skala besar memperoleh penilaian yang sangat tinggi. Model pembelajaran berkarya dan presentasi karya ilustrasi melalui pameran kelas dapat diimplikasikan di SMA Negeri 1 Jekulo Kudus dan terbukti dapat meningkatkan apresiasi seni rupa, karena berdasarkan hasil penelitian siswa lebih berminat mengikuti pembelajaran setelah model pembelajaran diimplementasikan.   Learning model development will help teachers to pack a lesson that can attract students in appreciating art. Learning model that preceded the work activity followed by an appreciation in the fair activities will involve students directly in each learning activity and can arouse the interest of students . The purpose of this study is to investigate the implementation of learning models work and presentation of works of illustration through the exhibition class . This research is the development of a qualitative descriptive analysis . The subjects were Class XI students of SMA Negeri 1 IPS Holy Jekulo . The results consist of the results of the model validation experts , the results of limited testing , the results of a large -scale test , and the results of teachers' responses . Results of expert validation study model scores very high so that the learning model developed can be applied in schools . Limited test results to get a high score , but it needs to be revised in the work aspect illustrations and sheet appreciation . Test results on a large scale to obtain a very high valuation . Learning model illustration work and presentation of the work can be implied through the exhibition class at SMAN 1 Holy Jekulo and proven to increase the appreciation of fine art , because based on the results of research students are more interested in taking lessons after learning model is implemented .
Pembelajaran Seni Kriya Topeng Sebagai Upaya Pembentukan Karakter Kreatif Siswa Kelas XI IPA 1 SMA N 5 Tegal FAIZ, AFFAN
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 4 No 1 (2015): Eduarts
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v4i1.9781

Abstract

The research problems are include (1) How is the educational value of creative character that is reflected in the learning mask craft art class XI IPA 1 SMAN 5 Tegal? (2) How does the character creation mask is displayed class XI IPA 1 SMAN 5 Tegal? The aim of this study were. Data obtained from observation by the pilot implementation of the action, direct observation, interviews, documentation and photo archives. Overall mask craft art learning takes place quite smoothly. In the evaluation of the work, the average value obtained by the students of class XI IPA 1 is 78.4 which is classified in either category. Based on the observation and analysis of research, some of the students' work that still does not meet the aesthetic value. That is because the students make a mask with no regard to the value of beauty. Creative character in learning the art of craft mask Class XI Science 1 can appear as well as integrated in the student activities during work and organize.
KOMPETENSI GURU DALAM PEMBELAJARAN SENI RUPA DI SMA KABUPATEN BANJARNEGARA Puspita, Ratna
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 3 No 1
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v3i1.4047

Abstract

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diambil meliputi: kegiatan proses pembelajaran sen rupa dan informan meliputi kompetensi guru-guru seni rupa SMA N. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi Guru Seni Rupa SMA N 1 Banjarnegara dalam hal kepribadian berkategori sangat baik, dan sosial berkategori sangat baik. Guru seni rupa SMA N 1 Bawang dalam hal kepribadian berkategori sangat baik, pedagogik berkategori sangat baik, profesional berkategori baik, dan sosial berkategori sangat baik. SMA N 1 Wanadadi dalam hal kepribadian berkategori sangat baik, profesional berkategori sangat baik, dan sosial berkategori sangat baik.
PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER MEMBATIK DI SMP TERBUKA 1 TARUB KABUPATEN TEGAL Arindawati, Nur Alfi
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 2 No 1
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v2i1.2454

Abstract

Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah pembelajaran ekstrakurikuler membatik di SMP Terbuka 1 Tarub Kabupaten Tegal, (2) Bagaimana hasil karya siswa SMP Terbuka 1 Tarub Kabupaten Tegal dalam pembelajaran ekstrakurikuler membatik, (3) Apa faktor yang mempengaruhi dalam pembelajaran ekstrakurikuler membatik di SMP Terbuka 1 Tarub Kabupaten Tegal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran ekstrakurikuler membatik yang berlangsung di SMP Terbuka 1 Tarub bertujuan untuk menumbuhkembangkan potensi dan bakat siswa, dengan materi berupa batik cap, tulis dan colet melalui praktik dan teori. Metode yang digunakan meliputi metode ceramah, tanya jawab, demonstrasi, dan penugasan. Media yang dipakai menggunakan papan tulis dan contoh karya batik, sumber belajar mengambil dari buku dan internet, serta hasil observasi tempat-tempat pengrajin batik terdekat di kota Tegal. Kegiatan evaluasi dilakukan dengan dua model evaluasi, yakni uji lisan, dan  uji praktek. Hasil karya batik ditunjukkan berupa hasil batik dengan teknik cap. Faktor pendukung pembelajaran ekstrakurikuler membatik di SMP Terbuka 1 Tarub meliputi minat dan bakat siswa, dukungan dan motivasi keluarga, skill guru bina, sarana berupa alat membatik. Adapun faktor penghambatnya antara lain tidak tersedianya ruang praktek untuk praktik membatik, kurangnya kecakapan bahasa siswa yang baik   Issues that were examined in this study were : ( 1 ) How do extracurricular learning batik in Open Junior 1 Tarub Tegal regency , ( 2 ) How does the work of students of SMP 1 Tarub Open Tegal batik in extracurricular learning , ( 3 ) What are the factors that affect the learning extracurricular batik in Open Junior 1 Tarub Tegal regency . The results showed that the batik extracurricular learning that took place in Open Junior 1 Tarub aims to develop students' potential and talent , with materials such as batik , write and dab through practice and theory . The methods used include lectures, question and answer , demonstrations , and assignments . Media used to use the board and batik work samples , learning resources taking from books and the internet , as well as the observation of the places nearest batik craftsmen in the town of Tegal . Evaluation of activities carried out by two evaluation models , namely the oral test , and test practice . The work of batik in the form results demonstrated the technique of batik cap . Factors supporting extracurricular learning batik in Open Junior 1 Tarub includes interests and talents of students , family support and motivation , teacher skill building , means the form of batik tools . The inhibiting factors such as the unavailability of the practice room to practice batik , the lack of a good student language proficiency
PEMBELAJARAN MENGGAMBAR ILUSTRASI KARTUN SISWA KELAS VIII E SMP NEGERI 1 KELING KECAMATAN KELING KABUPATEN JEPARA Rahmawati, Anik
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 3 No 1
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v3i1.4055

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana proses, hasil, dan faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat pembelajaran menggambar ilustrasi di SMP Negeri 1 Keling. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskriptif. Lokasi yang dipilih adalah SMP Negeri 1 Keling Jepara. Hasil penelitian menunjukkan proses pembelajaran menggambar ilustrasi berjalan sesuai dengan komponen pembelajaran. Hasil karya siswa kelas VIII E dalam menggambar ilustrasi di SMP Negeri 1 Keling sebagian besar mencapai nilai sangat tinggi, baik dari aspek kesesuaian tema, ide/gagasan, kebersihan karya, teknik pewarnaan, dan hasil karya. Guru mempertimbangkan metode pembelajaran yang digunakan dan lebih berhati-hati dalam memilih metode pembelajaran untuk diterapkan dalam proses belajar mengajar demi keberhasilan proses pembelajaran. Guru perlu mempertimbangkan kata-kata yang digunakan untuk menentukan sub materi pembelajaran seni rupa khususnya pembelajaran ekspresi.
KARIKATUR TOKOH PENEMU DI BIDANG TEKNOLOGI Setyadi, Fikri Jufri
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 2 No 1
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduart.v2i1.2459

Abstract

Tujuan pembuatan proyek studi ini adalah (1) Mengekspresikan pengalaman visual penulis melalui karya gambar karikatur, khususnya  mengenai para penemu benda-benda penting di dunia dengan media pensil warna. (2) Menghasilkan karya-karya gambar karikatur tentang para penemu benda-benda penting di dunia. (3) Menyajikan karya gambar karikatur dalam bentuk display karya untuk mengkomunikasikan dengan pengamat. Pembuatan gambar karikatur “Tokoh Penemu di Bidang Teknologi” ini, menggunakan pendekatan realistik. Pendekatan realistik membutuhkan tingkat kerumitan yang tinggi, karena dibuat semirip mungkin. Sedangkan teknik yang digunakan adalah perpaduan teknik linear, teknik arsir dan teknik blending. Bahan dan alat yang dipergunakan dalam karya ini adalah kertas linen ukuran 39x54 cm, pensil warna classic, penghapus dan tortillon atau alat dusel. Tema dalam pembuatan karikatur itu bebas, selama tidak menampilkan sesuatu yang melanggar etika. Pembuatan gambar karikatur tidak bisa dibuat dengan asal-asalan, ada prinsip yang harus difahami. Prinsip  pembuatan gambar karikatur tersebut harus ada satire dan unsur distorsi. Gambar karikatur merupakan salah satu cabang seni rupa, jadi dalam pembuatannya harus memperhatikan unsur-unsur rupa, agar karya yang dihasilkan tampak menarik. The objectives of this study are to express the writer’s visual experiences through caricatures, especially the caricatures of the great invertors in the world with coloured pencils as the media; to draw or produce caricatures of those people; and to displaythe caricatures in an exhibitionin purpose of communicating to the observers.The writer decided to study and show the caricatures I this project because they are illustration which show the characters of certain people. By showing their characters, other people could finally recognize them and also their inventions.In producing these caricatures, the writer employed realistic approach. They were made thoroughly and accurately because they were supposed to be as similar as the real models. While for the techniques used in this project, the writer combined linear, shading, and blending techniques. The materials used in this project were linen paper with size of 39 x 54 cm, classic coloured pencils, erasers, and tortillon. The writer did not limit the theme of this project as long as it did not broke or violate the rules of the society and humiliate or insult anyone by showing disability. It also does not show the nastiness. The  caricatures  also  must be considered as the human creations which have value and must be principally made with satire and distortion.

Page 2 of 31 | Total Record : 304