cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Eduarts: Journal of Arts Education
ISSN : 22526625     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 304 Documents
PEMBELAJARAN BERKARYA SENI LUKIS DENGAN PENDEKATAN EMOSI MENGGUNAKAN BERBAGAI MEDIA BAGI SISWA TUNAGRAHITA KELAS 6 SLB NEGERI MANDIRAJA Wahyuningsih, Tri; Triyanto, Triyanto
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 9 No 2 (2020): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduarts.v9i2.38514

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah ingin menganalisis pembelajaran berkarya seni lukis dengan pendekatan emosi menggunakan berbagai media yang dilakukan oleh siswa tunagrahita. Secara metodologis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sasaran penelitian adalah proses dan hasil karya seni lukis menggunakan berbagai media. Subjek penelitian adalah siswa tunagrahita kelas 6 SLB Negeri Mandiraja. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik pengabsahan data menggunakan triangulasi sumber, triangulasi metode, dan triangulasi data. Teknik analisis data dilakukan dengan melalui prosedur reduksi data, penyajian, dan penarikan simpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukan hal-hal sebagai berikut. Pertama, proses pembelajaran berkarya seni lukis yang dilakukan oleh setiap siswa memiliki kendala tersendiri namun ekspresi dan pengalaman siswa semakin meningkat seiring dengan penggunaan media yang beragam. Kedua, karya yang dihasilkan semakin spontan, keberanian dalam mewujudkan ungkapan emosi semakin meningkat seiring penggunaan media yang semakin bervariasi. Saran yang diberikan adalah guru perlu mengikuti pelatihan, membaca buku pengetahuan tentang seni lukis atau menambah pengetahuan melalui internet terkait dengan seni lukis dan berbagai macam media berkarya yang inovatif agar guru dapat meningkatkan keahliannya dalam bidang seni rupa.
TARIAN TRADISIONAL BALI SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI KOLASE Kumalasari, Ucik; Syakir, Syakir
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 9 No 2 (2020): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduarts.v9i2.38515

Abstract

Proyek studi ini bertujuan menghasilkan karya seni kolase bergaya realistik yang menampilkan subjek tarian tradisional Bali dalam bentuk visual gerak, ekspresi dan atribut busana yang indah. Selain itu, karya seni kolase melalui subjek penari Bali ingin mengkomunikasikan nilai keluwesan, kelembutan, kelincahan dan keerotisan penari. Media yang digunakan dalam pembuatan seni kolase berupa bahan berupa majalah bekas dan kain perca, alat berupa gunting dan kuas, dan teknik yang digunakan adalah memotong dan menempel. Metode berkarya seni kolase melalui prosedur pencarian ide, proses berkarya (konseptualisasi dan visualisasi) dan pengemasan karya. Proyek studi ini menghasilkan tujuh karya seni kolase. Karya mempresentasikan gerakan tari tradisional Bali yang halus dan luwes melalui visualisasi pose penari seorang wanita yang ramah, lembut dan anggun. Kelincahan dan keluwesan gerak yang bersifat erotis dan memikat terkespresikan melalui atribut busana yang berwarna meriah. Penulis menyarankan bagi perupa-perupa khususnya mahasiswa Seni Rupa UNNES yang mengambil jalur proyek studi untuk memilih tema kebudayaan Indonesia. Kebudayaan Indonesia sangat kaya dan menarik untuk diangkat sebagai tema berkarya seni. Dengan demikian kita juga turut menjaga dan melestarikan kebudayaan Indonesia.
GAMBAR KARTUN WAYANG PUNAKAWAN PEMBELAJARAN MENGGAMBAR ILUSTRASI SMP DARUL FIKR ANDONG KABUPATEN BOYOLALI Bahrun, Muhammad Afifa; Sugiarto, Eko
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 9 No 2 (2020): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduarts.v9i2.38516

Abstract

Ada banyak cara yang dapat dilakukan guru dalam membelajarkan seni rupa di sekolah, terkhusus pada pembelajaran menggambar ilustrasi dengan teknik manual. Salah satu cara unik yang dapat dilakukan oleh guru yaitu penggunaan gambar kartun wayang sebagai media dalam pembelajaran menggambarilustrasi. Masalah penelitian meliputi (1) bagaimana proses pembelajaran menggambar ilustrasi? (2) bagaimana hasil karya gambar ilustrasi? dan (3) bagaimana kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pembelajaran menggambar ilustrasi dengan media gambar kartun wayang punakawan pada siswa kelas VIII D di SMP Darul Fikr Andong Kabupaten Boyolali? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengkaji proses pembelajaran menggambar ilustrasi kelas VIII D di SMP Darul Fikr Andong. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. Pertama, Rencana Pelaksaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat hanya formalitas saja. Kegiatan pelaksanaan pembelajaran tidak sesuai dengan perencanaan pembelajaran. Penilaian yang digunakan guru hanya keterampilan siswa. Kedua, terdapat 12 atau 46,2% siswa meniru objek tokoh dari media guru, sedangkan 14 atau 53,8% siswa membuat tokoh dengan mengasah ide gagasannya sendiri. Ketiga, terdapat kendala dalam pembelajaran namun tidak ada kesulitan yang begitu berarti. Saran bagi Jurusan Seni Rupa dan guru hendaknya penelitian ini dapat dijadikan sebagai literasi.
EKSPRESI KREATIF SENI LUKIS ANAK-ANAK PADA KOMUNITAS TAMAN BELAJAR SOBAT KECIL SEMARANG Muntoharoh, Khusnul; Sugiarto, Eko
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 9 No 2 (2020): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduarts.v9i2.38517

Abstract

Masalah penelitian meliputi (1) Bagaimana proses kreatif,anak-anak pada Komunitas Taman Belajar Sobat Kecil dalam berekspresi karya seni lukis? (2)Bagaimana hasil karya anak-anak pada Komunitas Taman Belajar Sobat Kecil dalam berkarya seni lukis? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian di Taman terbuka yaitu Taman Sampangan Semarang. Data diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi, penyajian dan verifikasi karya yang dihasilkan anak-anak bersama Komunitas Taman Belajar Sobat Kecil Semarang. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh hal-hal sebagai berikut: pertama, proses kreatif penciptaan karya lukis anak bersama komunitas dengan tahap perencanaan, inkubasi, iluminasi, dan verifikasi. Ekpresi kreatif anak akan muncul pada proses menemukan ide dan media yang digunakan. Kedua, hasil analisis ekspresi kreatif memiliki keunikan masingmasing sesuai dengan tahapan usia, anak-anak sudah menunjukkan bentuk ekspresi dengan objek yang dibuatnya, peran komunitas dalam membebaskan anak untuk memilih sangat membantu dalam membentuk kreativitas anak. Saran yang dapat diajukan adalah Komunitas Taman Belajar Sobat Kecil perlu mengembangkan lagi kegiatan yang inovatif bagi-anak-anak.
DEKORASI ORNAMEN PADA GERABAH: STUDI KASUS DI BAHARI ART KABUPATEN KEBUMEN Al Lail, Lulu Maulida; Sugiarto, Eko
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 9 No 2 (2020): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduarts.v9i2.38518

Abstract

Tujuan penelitian ini meliputi (1) menjelaskan proses kreatif penciptaan ornamen pada gerabah di Bahari Art Kabupaten Kebumen (2) menjelaskan produk kreatif ornamen pada gerabah di Bahari Art Kabupaten Kebumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Lokasi penelitian adalah di Bahari Art Dukuh Joho, Desa Klapasawit Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen. Data diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengannreduksi, penyajian dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hal-hal sebagai berikut: pertama, proses kreatif penciptaan ornamen pada gerabah di Bahari Art dilakukan dalam beberapa tahap yaitu persiapan (ide menambah ornamen), inkubasi (ide varian ornamen), iluminasi (sketching ornamen) dan evaluasi (aplikasi ornamen pada gerabah). Pada proses kreatif terdapat keunikan yaitu gagasan dan media yang digunakan. Kedua, produk kreatif Bahari Art berupa karya-karya gerabah dengan wujud yang tidak lagi polos namun dihiasi motif ornamen berupa hasil penggubahan bentuk-bentuk di alam maupun request pemesan. Karya-karya di Bahari Art masih belum sepenuhnya memperhatikan estetika formalis. Saran yang dapat diajukan adalah Bahari Art perlu terus meningkatkan ide dan kreativitas dalam mengkreasikan motif-motif ornamen agar lebih unik dan menarik perhatian masyarakat sehingga tujuan utama dapat dipenuhi melalui memperbanyak menggali literatur yang dijadikan sumber inspirasi atau dengan berkunjung ke perajin-perajin lain yang mumpuni. Bagi pemerintah Kabupaten Kebumen diharapkan lebih memperhatikan perajin terutama dari segi pemasaran, mengadakan pelatihan guna meningkatkan skill para perajin dan mengikutsertakan para perajin ke expo tingkat nasional maupun internasional.
PERANCANGAN GAMBAR ILUSTRASI PERSONIFIKATIF TEKNIK DIGITAL DAN PENERAPANYA PADA MERCHANDISE Guntara, Miko; Syakir, Syakir; Mujiyono, Mujiyono
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 9 No 2 (2020): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduarts.v9i2.38519

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa, termasuk jenis flora dan faunanya. Bahkan, beberapa spesies hewan yang hampir punah dan langka hanya ada di hutan-hutan di Indonesia. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk melestarikan alam dan melindungi apa yang harus dilindungi di Indonesia, jika dibiarkan begitu saja maka anak-anak pada masa yang akan datang tidak akan melihat dan tidak tahu serta kurangnya akan ilmu pengetahuan alam karena populasi dan ekosistem tidak seimbang. Perlu adanya suatu media yang dapat mengabadikan dan menyampaikan pesan-pesan yang terkandung dalam pelestarian hewan sehingga dibuatlah sebuah ilustrasi personifikatif dan penerapanya pada beberapa merchandise. Secara teknis, pembuatan pada ilustrasi ini menggunakan perpaduan antara teknik manual dan digital yang dibawakan dengan pendekatan kartun dan pewarnaan plakat. Software yang digunakan adalah CorelDraw X4 dan Adobe Photoshop CS6. Diawali dari pembuatan sketsa kasar pada kertas dan beberapa langsung dengan Adobe Photoshop kemudian memasuki tahap pewarnaan. Melalui perancangan ini diharapkan dapat menjadi sebuah sumber edukasi, dan mampu menarik khususnya generasimuda untuk menanamkan nlai-nilai kepekaan terhadap sesama mahluk hidup.
PEMBELAJARAN RAGAM HIAS MENGGUNAKAN TEKNIK PAPERCUT PADA SISWA KELAS VII F SMP NEGERI 1 SEMARANG Sugiarto, Arif; Mujiyono, Mujiyono
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 9 No 3 (2020): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduarts.v9i3.40499

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi masih minimnya upaya pengembangan media berkarya di SMP N 1 Semarang sebagai salah satu cara untuk meningkatkan ketertarikan siswa dalam proses pembelajaran seni rupa dan meningkatkan kreativitas dalam berekspresi. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan proses pembelajaran ragam hias menggunakan teknik papercut pada kelas VII F SMP Negeri 1Semarang dan menjelaskan hasil karya pembelajaran ragam hias menggunakan teknik papercut pada kelas VII F SMP N 1 Semarang. Metode penelitian adalah eksploratif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan pengamatan terkendali, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran ragam hias menggunakan teknik papercut pada kelas VII F SMP N 1 Semarang dapat terdiri dari tiga tahap kegiatan yaitu pendahuluan, inti, serta penutup. Pembelajaran telah berhasil meningkatkan kompetensi dasar siswa dalam berkarya ragam hias dengan teknik papercut. Hal yang sangat perlu dilakukan oleh peneliti dalam proses kegiatan berkarya adalah perlunya contoh, prosedur, serta bimbingan berkarya bagi siswa oleh seorang guru. Hasil bukti kompetensi dasar siswa yang telah tercapai adalah dihasilkannya sebanyak 34 karya ragam hias menggunakan teknik papercut dengan nilai hasil evaluasi rata-rata 81 atau berkategori baik.
KAJIAN BENTUK ESTETIS RELIEF UKIR MULYOHARJO JEPARA Rifandi, Fadzel Muhamad; Haryanto, Eko
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 9 No 3 (2020): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduarts.v9i3.40500

Abstract

Kota Jepara mendapat gelar The World Carving Center atau pusat ukiran dunia. Adapun sentra industri seni ukir dan pahat kayu terletak di Desa Mulyoharjo, Kabupaten Jepara. Tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikanragam relief ukir di Desa Mulyoharjo, Jepara, (2) Mengnalisis bentuk estetis relief ukir di Desa Mulyoharjo, Jepara. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik purposive sampling. Objek penelitian adalah relief ukir Mulyoharjo. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa ragam relief ukir Mulyoharjo terdiri dari (1) relief flora-fauna (2) relief makhluk mitologi (3) relief ukir Nasrani. Bentuk estetis sebuah karya relief ukir terletak pada (1) penggunaan media yang meliputi bahan, alat dan teknik sehingga secara teknis menghasilkan karya seni yang indah (2) bentuk estetis visual relief ukir Mulyoharjo ditinjau dari unsur-unsur visual dan prinsip-prinsip estetis yang tersusun sudah terpenuhi dan sebagian besar karya relief ukir Mulyoharjo terlihat bagus (3) pemilihan objek yang digunakan pengrajin menambah nilai estetis dalam relief ukir Mulyoharjo.
KAJIAN VISUAL TOKOH WAYANG GOLEK LUPIT DAN SLENTENG DALAM KONTEKS BUDAYA TEGAL Kharisma, Garda Udi; Sugiarto, Eko
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 9 No 3 (2020): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduarts.v9i3.40501

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk visual, simbol, dan karakteristik cultural pada tokoh wayang golek Lupit dan Slenteng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan secara kasuistik di Sanggar Satria Laras Desa Bengle Kecamatan Talang Kabupaten Tegal. Penelitian difokuskan pada kajian visual terhadap karya wayang golek Lupit dan Slenteng serta didukung dokumen - dokumen visual dan audio visual pementasan wayang. Pengamatan langsung terhadap aktivitas dalang dan masyarakat sekitar yang merepresentasikan budaya Tegal juga dilakukan untuk memperoleh gambaran persoalan secara menyeluruh. Prosedur analisis yang digunakan ialah model alir yang meliputi reduksi, sajian, dan verifikasi, sedangkan model kajian yang digunakan meliputi kajian bentuk dan simbol dalam perspektif kebudayaan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh temuan empiric sebagai berikut. Pertama, bentuk visual wayang golek Lupit mengacu pada bentuk Bagong dan Slenteng mengacu pada bentuk Gareng. Perbedaannya terletak pada bahan yang mempengaruhi tampilan fisiknya, yaitu tokoh wayang Lupit dan Slenteng berbentuk boneka (tiga dimensional) yang terbuat dari kayu, sedangkan tokoh wayang Bagong dan Gareng terbuat dari kulit sehingga memiliki tampilan dua dimensional. Kedua, simbol visual keduanya memiliki fungsi khusus yang terkait dengan ranah kebudayaan Tegal, secara khusus sebagai representasi karakter masyarakat Tegal sebagai bagian dari sub kebudayaan Jawa pesisir utara-barat.
PERANCANGAN ILUSTRASI BUKU CERITA RAKYAT ASAL MULA TERBENTUKNYA DAERAH GUNUNGPATI KOTA SEMARANG SEBAGAI MEDIA PENYAMPAI PESAN MORAL BAGI GENERASI MUDA Majid, Maghfur Imam Abdul; Syakir, Syakir; Mujiyono, Mujiyono
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 9 No 3 (2020): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduarts.v9i3.40502

Abstract

Kota Semarang memiliki warisan budaya kekayaan sastra. Salah satunya adalah cerita rakyat yang menceritakan asal usul daerah Gunungpati. Namun masih banyak orang yang tidak mengenal adanya cerita rakyat tersebut. Padahal di dalam sejarah cerita rakyat Gunungpati memiliki potensi dan kandungan nilai budaya yang tinggi. Jika hal ini dibiarkan begitu saja maka lama-kelamaan punah. Perlu adanya suatu media yang dapat memperkenalkan, mengabadikan dan menyampaikan pesan-pesan yang terkandung dalam cerita rakyat Gunungpati melalui visualisasi yang lebih menarik, modern dan imajinatif. Penulis merepresentasikan cerita rakyat ke dalam pembuatan sebuah ilustrasi buku. Proses pembuatan ilustrasi buku menggunakan perpaduan teknik manual dan digital. Bahan yang digunakan penulis dalam proses pembuatan karya ilustrasi berupa kertas jenis aquarel 200 gsm dengan pendekatan secara realistis. Visualisasi berupa penerjemahan narasi dan teks menjadi ilustrasi yang banyak menggambarkan beberapa figur, hewan, tokoh dan atribut Jawa dengan setting tempo dahulu dengan cat air secara transparan dan plakat. Penulis telah menghasilkan 13 karya ilustrasi berukuran A2. Serta hasil akhir berupa dummy buku ilustrasi Cerita Rakyat dengan jumlah 30 halaman. Melalui perancangan ini diharapkan dapat menjadi media penyampai pesan moral yang terkandung dalam cerita rakyat Gunungpati serta menjadi sebuah sumber edukasi visual yang menarik, sehingga mampu menarik minat khususnya generasi muda untuk lebih peka dan menghargai serta melestarikan warisan budaya setempat dari para pendahulu.