cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Eduarts: Journal of Arts Education
ISSN : 22526625     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 304 Documents
PEMBELAJARAN MEMBATIK PADA MATA PELAJARAN PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN BIDANG KERAJINAN DI MAN KOTA TEGAL Aji Prasetyo; Purwanto Purwanto; Syakir Syakir
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 9 No 1 (2020): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduarts.v9i1.38227

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan: (1) proses pembelajaran membatik pada mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan bidang Kerajinan di MAN Kota Tegal; (2) hasil kerajinan batik karya siswa kelas X MIPA 3 dalam berkarya batik; (3) faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran membatik. Pendekatan yang digunakan yakni deskriptif kualitatif studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data mencakup reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan pada persiapan pembelajaran guru tidak membuat RPP sendiri melainkan mengunduh dari internet. Alokasi waktu pembelajaran dilakukan berangsur-angsur, tidak mengacu pada RPP. Semua hasil karya batik yang dibuat siswa cenderung sama di bagian warna, jenis motif dan susunan motifnya. Faktor pendukung pembelajaran membatik yakni pada motivasi siswa saat mengikuti pembelajaran dan faktor penghambat yakni sarana dan prasarana pembelajaran membatik yang kurang lengkap. Saran yang dapat peneliti berikan yakni untuk lebih meningkatkan fasilitas dan sarana prasarana guna menunjang pembelajaran batik serta untuk guru agar terus mengembangkan perangkat dan media pembelajaran dengan tepat dan baik.
PEMANFAATAN BIJI-BIJIAN DALAM PEMBELAJARAN RAGAM HIAS BAGI SISWA KELAS VII H SMP NEGERI 17 SEMARANG Meyrani, Alfi Sholehah Dwi; Syafii, Syafii
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 9 No 1 (2020): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduarts.v9i1.38229

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan; (1) mendeskripsikan bentuk pembelajaran ragam hias menggunakan bahan biji-bijian bagi siswa kelas VII H SMP Negeri 17 Semarang; (2) menganalisis hasil karya pemanfaatan biji-bijian dalam pembelajaran ragam hias bagi siswa kelas VII H SMP Negeri 17 Semarang. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan meliputi statistik deskriptif, pengumpulan data, reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pembelajaran ragam hias menggunakan bahan biji-bijian tidak dilaksanakan sesuai RPP. Tujuan pembelajaran siswa mampu berkarya ragam hias dengan memanfaatkan biji-bijian. Materi pembelajaran adalah prosedur memanfaatkan biji-bijian sebagai media berkarya ragam hias. Metode pembelajaran yang digunakan adalah ceramah, demonstrasi, dan penugasan. Kegiatan perencanaan dan pelaksaanaan tidak sesuai anjuran SOP pembelajaran saintifik.Hasil karya siswa kelas VII H mayoritas baik, ide/ gagasan sebagian besar menunjukkan jenis ragam hias motif flora dan fauna dengan prinsip stilasi, unsur visual dan prinsip desain sebagian besar selaras/ harmoni, keterampilan teknis sebagian besar rapi. Saran yang direkomendasikan bagi guru, perlu memperhatikan dengan teliti dalam membuat RPP, baik dalam segi penulisan maupun penyusunan. Dalam pelaksanaan praktik berkarya, diharapkan siswa dapat menyelesaikan di kelas, sehingga guru dapat memantau proses berkarya hingga selesai sekaligus mengevaluasi. Bagi sekolah, perlu adanya monitoring kinerja guru untuk meningkatkan kualitas dalam mengajar.
POTENSI KREATIF SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 14 SEMARANG DALAM PEMBELAJARAN BERKREASI MENGGAMBAR KARIKATUR DENGAN TEKNIK MONTASE Hanifaratri, Anindya Saskia; Triyanto, Triyanto; Syakir, Syakir
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 9 No 1 (2020): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduarts.v9i1.38230

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan potensi kreatif siswa kelas VIII SMP Negeri 14 Semarang dalam pembelajaran berkreasi menggambar karikatur dengan teknik montase. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, dokumentasi dan wawancara. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptif kualitatif, yaitu data yang terkumpul dideskripsikan. Analisis data yang dilakukan melalui empat tahap, yakni (a) pengumpulan data, (b) reduksi data, (c) sajian data, dan (d) penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas VIII di SMP Negeri 14 Semarang memiliki potensi kreatif dalam bidang kesenian khususnya di bidang seni rupa. Siswa kelas VIII SMP Negeri 14 Semarang telah mampu menggambar dengan baik dan mampu mengeksplorasi ide kreasinya dan dituangkan dalam hasil karya gambar karikatur dengan teknik montase.
MENGGAMBAR ILUSTRASI SEBAGAI METODE MENDONGENG: KAJIAN PROSES KREATIF TOKOH PENDONGENG “KAK KEMPHO” Anifah, Dian Putri; Syakir, Syakir
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 9 No 1 (2020): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduarts.v9i1.38232

Abstract

Aktivitas mendongeng semakin ditinggalkan, padahal melalui aktivitas mendongeng, anak tidak sadar bahwa mereka sedang diedukasi melalui pesan moral yang disampaikan secara tersirat dalam alur cerita. Agar aktivitas mendongeng dapat berlangsung dengan efektif, salah satu caranya yaitu penggunaan gambar sebagai media penyampiannya. Masalah penelitian ini meliputi (1) bagaimanakah kreativitas mendogeng dengan metode menggambar oleh Kak Kempho; (2) bagaimanakah visualisasi kreativitas mendongeng dengan metode menggambar oleh Kak Kempho; (3) bagamanakah pesan moral dalam aktivitas mendongeng dengan metode menggambar oleh Kak Kempho. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif., serta mengkaji tokoh yang menggunakan gambar ilustrasi sebagai media untuk mendongeng. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. Pertama, proses kreativitas Kak Kempho mendongeng dengan metode menggambar dilakukan dalam tiga tahap yaitu tahap persiapan materi dan media untuk menggambar, tahap ketika aktivitas mendongeng berlangsung, tahap penutup. Kedua, visualisasi dari kreativitas mendongeng dengan metode menggambar berupa gambar yang berbentuk kartunal, dan hanya berupa garis-garis ekspresif dan spontan. Ketiga, pesan moral yang disampaikan berupa keteladanan dari cerita yang disampaikan. Saran bagi Jurusan Seni Rupa dan guru hendaknya penelitian ini dapat dijadikan sebagai literasi.
KAJIAN ESTETIKA VISUAL TATA BUSANA DAN PROPERTI KESENIAN JARAN KEPANG TURONGGO JATI DESA JEBENGPLAMPITAN KECAMATAN SUKOHARJO KABUPATEN WONOSOBO Kristiantoro, Edy Lea; Purwanto, Purwanto; Gunadi, Gunadi
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 9 No 1 (2020): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduarts.v9i1.38233

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengkaji dan mendeskripsikan estetika visual tata busana dan properti Jaran Kepang Turonggo Jati di Desa Jebengplampitan Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Wonosobo. Secara metodologis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sasaran penelitian adalah bentuk estetikavisual seperti tata busana, tata rias, dan properti yang digunakan dalam kesenian Jaran Kepang Turonggo Jati di Desa Jebengplampitan Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Wonosobo.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data mencakupi reduksidata, penyajian, dan penarikan simpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa tata busana Jaran Kepang paguyuban Turonggo Jati hampir sama dengan kostum paguyuban Jaran Kepang pada umumnya yaitu satu paket pakaian prajurit Jawa, yang membedakan yaitu pada kostum penari wanitanya. Kostum penari wanita pada paguyuban Turonggo Jati menggunakan perpaduan kostum tari Lengger dan kostum prajurit sehingga penari wanita terlihat lebih cantik dan pemberani. Sedangkan properti Jaran Kepang paguyuban Turonggo Jati juga hampir sama dengan paguyuban Jaran kepang pada umumnya yaitu meliputi kuda-kudaan, barongan, cambuk, sesajen, dan instrumen berupa alat musik gamelan. Akan tetapi properti kuda-kudaan dan barongan dipesan dan didesain sendiri oleh ketua paguyuban sehingga menjadi ciri khas paguyuban Jaran Kepang Turonggo Jati.
KAJIAN PROSES KREATIF, NILAI INTRINSIK DAN EKSTRINSIK DALAM KARYA LUKIS HERI DONO TAHUN 2012 Ria, Fajar Dara; Rondhi, Moch.; Mujiyono, Mujiyono
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 9 No 1 (2020): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduarts.v9i1.38234

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menjelaskan proses kreatif, nilai intrinsik dan ekstrinsik pada karya lukis Heri Dono tahun 2012. Ada tujuh lukisan dalam penelitian ini, yaitu. (1) “A Rose For a Hero”, (2) “A Women in The Cage”, (3) Cowboy‟s Way”, (4) “A Girl on Car”, (5) “Meriam si Jaguar”, (6) “Octopusation”, (7) “Upacara Superhero”. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif yang bersifat kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik obeservasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang sudah diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan hal-hal sebagai berikut. Pertama, proses kreatif karya lukis yang dilakukan Heri Dono terdiri dari tiga tahapan, yakni 1) tahapan pencarian terdapat proses ide, proses imajinasi dan proses berkontemplasi. 2) Tahapan penyempurnaan ide atau gagasan terdapat proses pengolahan ide, pendekatan gaya, penggabungan bentuk, pembuatan rancangan. 3) Tahapan visualisasi terdapat proses menyiapkan media dan teknik, proses rancangan, proses visualisasi, dan pendetailan. Kedua, nilai intrinsik dalam karya lukis Heri Dono menampilkan figur yang dielaborasikan melalui wayang menggunakan teknik deformasi dan distorsi, serta mengarah pada konsep parodi dan jenaka terkesan imajinatif dan ganjil. Ketiga, Nilai Ekstrinsik dalam karya lukis tahun 2012 Heri Dono inginmenyampaikan pesan terkait kesenjangan hak pada perempuan, isu budaya yang mulai pudar, politik mencari kekuasaan. Saran, perlu diadakannya penelitian lebih lanjut mengenai perkembangan analisis karya lukis Heri Dono dari awal hingga tahun-tahun baru sekarang ini.
KERAJINAN DENGAN PEMANFAATAN BAHAN ALAMI DI KANDRI ETHNIC GUNUNGPATI SEMARANG Wicaksana, Satya Adhi; Murtiyoso, Onang; Sugiarto, Eko
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 9 No 1 (2020): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduarts.v9i1.38235

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prinsip berkarya, proses produksi, dan nilai estetis kerajinan dengan pemanfaatan bahan alami di Kandri Ethnic, KotaSemarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian ini yaitu, Kandri Ethnic merupakan usaha rumahan yang memproduksi kerajinan dengan pemanfaatan bahan alami. Prinsip pembuatan karya meliputi: (1) haruslah layak jual, (2) bernuansa etnik, (3) meliki kesan ekspresi yang hidup, (4) ukuran dan bentuk yang kecil, dan (5) haruslah menggunakan pemanfaatan bahan alam. Proses penciptaan kerajinan dengan pemanfaatan bahan alami melalui: (1) penentuan ide, (2) persiapan alat, (3) persiapan bahan, dan (4) proses berkarya. Nilai Estetis bentuk kerajinan dengan pemanfaatan bahan alami di Kandri Ethnic ditampilkan dari ide, ukuran dan ekspresi yang ada di dalam kerajinan dengan pemanfaatan bahan alami di Kandri Ethnic.
RESPONS MOTORIK SISWA TUNAGRAHITA MELALUI AKTIVITAS MENGGAMBAR DAN MELUKIS DI SLB NEGERI KOTA TEGAL Sofiyaturrohmah, Syifa; Sugiarto, Eko
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 9 No 1 (2020): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduarts.v9i1.38236

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menjawab permasalahan yang berkenaan; (1) proses berkarya seni gambar dan seni lukis siswa tunagrahita SMALB-C di SLB Negeri Kota Tegal; (2) hasil karya dalam aktivitas menggambar dan melukis siswa tunagrahita SMALB-C di SLB Negeri Kota Tegal; (3) respons motorik dalam berkarya seni gambar dan lukis siswa tunagrahita SMALB-C di SLB Negeri Kota Tegal. Secara metodologis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Lokasi penelitian ini berada di Sekolah Luar Biasa Negeri Kota Tegal. Analisis data yang dilakukan meliputi reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons motorik siswa tunagrahita cenderung kurang stabil dengan melihat wujud karya berupa coretan dan garis yang kurang simetris dengan unsur dan prinsip yang tidak dimengerti oleh setiap siswa tunagrahita tersebut. Saran yang dapat dikemukakan adalah supaya para pendidik selalu memperhatikan siswa-siswi dalam melakukan suatu kreativitas dalam berkarya seni seperti berkarya seni menggambar dan melukis maupun lainnya dan hal tersebut berkaitan dengan para pendidik yang bisa melatih siswa-siswinya dalam berkarya menggunakan berbagai alat seni agar otot-otot jari tangan siswa terlatih.
PENCIPTAAN BATIK TERAPAN DENGAN INSPIRASI MOTIF KEKAYAAN KULINER GROBOGAN Intan, Noor Tiara Habib Aisyah; Purwanto, Purwanto; Gunadi, Gunadi
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 9 No 2 (2020): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduarts.v9i2.38512

Abstract

Proyek studi ini berjudul Penciptaan Batik Terapan dengan Inspirasi Motif Kekayaan Kuliner Grobogan, penulis memutuskan untuk memilih batik sebagai sarana melestarikan kebudayaan dan mengembangkan desain batik untuk memperkuat identitas dan keunggulan industri kreatif Indonesia khususnya daerah Grobogan dengan menghadirkan kekayaan kuliner Grobogan sebagai inspirasi motif batik. Sesuai dangan pokok permasalahan tersebut, maka tujuan pembuatan proyek studi ini adalah untuk menghasilkan karya batik terapan dengan inspirasi motif kekayaan kuliner Grobogan. Pada proses pembuatan karya ini penulis menggunakan teknik batik tulis. Untuk membatik tulis digunakan alat untuk menuliskan lilin batik cair di kain yaitu canting. Media yang digunakan penulis adalah media Batik, berupa bahan seperti (lilin malam, pewarna jenis naptol, remasol, soda abu, dan kain primisima. Sedangkan alat yang digunakan berupa pensil, penggaris, kuas berbagai ukuran, jegul, wajan kecil, kompor kecil. Proses pembuatan karya meliputi visualisasi ide dalam bentuk sket dan desain, setelah itu diaplikasikan pada kain. Pewarnaan dilakukan dengan dua teknik, yaitu teknik colet dengan menggunakan pewarna jenis remasol dan teknik celup dengan pewarna jenis naphtol. Penulis dalam proyek studi ini menghasilkan sepuluh karya, yang terinspirasi dari kuliner khas Grobogan sebagai upaya pelestarian dan upaya memperkenalkan kuliner khas Grobogan pada masyarakat luas. Karya-karya tersebut berjudul batik motif jagung, garang asem, brambang asem, sego pager godhong, pecel gambringan, ayam pencok, becek, bothok yuyu, mie tek-tek dan sayur lompong. Dengan menghadirkanmotif berupa makanan/kuliner khas Grobogan menjadikan motif batik semakin bervariasi. Dalam karya ini motif yang dibuat merupakan bentuk stilisasi dari bentuk kuliner khas Grobogan dengan berbagai pendekatan penemuan ide dalam membuat motif. Pewarnaan dalam karya ini bukan semata-mataeuphoria bangga memakai batik tetapi juga melibatkan pertimbangan estetika.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DALAM MENGGAMBAR RAGAM HIAS FLORA DI KELAS VII A SMP AGUS SALIM Rohmadiati, Rina Aenun; Syafii, Syafii
Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni Vol 9 No 2 (2020): Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/eduarts.v9i2.38513

Abstract

Model pembelajaran merupakan salah satu bagian dari strategi guru untuk membangkitkan kreativitas siswa. Implementasi model pembelajaran yang tepat berpeluang mengoptimalkan kreativitas yang dimiliki oleh siswa sehingga pengetahuan yang dimiliki lebih bermakna dalam kehidupan siswa. Tujuanpenelitian ini adalah mengkaji implementasi model pembelajaran kontekstual dan mendeskripsikan hasil karya siswa dalam menggambar ragam hias flora di kelas VII A SMP Agus Salim Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data melalui observasi,wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan hal sebagai berikut. Pertama, pelaksanaan implementasi model pembelajaran kontekstual dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan dan penutup. Tahap pelaksanaan dilakukan dengan 5 langkah pembelajaran kontesktual yaitu (1) Mengkaitkan, (2) Mengalami, (3) Menerapkan, (4) Kerjasama dan (5) Memindahkan. Hasil pembelajaran menggambar ragam hias flora menghasilkan 32 karya. Berdasarkan aspek ide/gagasan dalam menggambar ragam hias flora, siswa kelas VII A SMP Agus Salim Semarang lebih banyak yang memilih bentuk daunsebagai ide menggambar ragam hias flora dengan persentase 37,5%. Aspek penguasaan teknik didominasi oleh siswa yang mendapatkan nilai dengan kategori sangat rapi yaitu sebesar 37,5%. Berdasarkan estetika visual siswa kelas VII A SMP Agus Salim sudah termasuk kategori baik dalam menggambar ragam hias flora dengan persentase 53,12 %.