Articles
20 Documents
Search results for
, issue
"Vol 9 No 1 (2020)"
:
20 Documents
clear
Perbedaan Kualitas Hasil Pengepresan Interfacing pada Blazer Ditinjau dari Alat Press
lestari, Yuni tri;
Wahyuningsih, Sri Endah;
Irmayanti, Irmayanti
Fashion and Fashion Education Journal Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ffej.v9i1.36098
Blazer merupakan salah satu busana yang menjadi pilihan konsumen karena mudah dipadupadankan dengan busana lain untuk menunjang tampilan yang fashionable. Pembuatan blazer dengan teknik jahit tailoring tidak mudah, terutama pada proses pengepresan interfacing, dari pengalaman dan pengamatan pada mata kuliah Manajemen Busana Tailoring hasil praktik pembuatan blazer masih ada yang mengalami masalah pengepresan interfacing karena kurangnya pengetahuan dalam penggunaan alat pengepresan serta teknik pengepresan yang kurang tepat.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas blazer ditinjau dari hasil pengepresan interfacing menggunakan 2 alat press yang berbeda serta mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil pengepresan interfacing dari blazer tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian eksprerimen. Metode pengumpulan data menggunakan lembar pengamatan. Teknik analisis data penelitian ini adalah Descriptive Presentase dan T-Test. Sampel diambil dari mahasiswa Pendidikan Tata Busana Unnes angkatan 2015 dan 2016. Hasil analisis deskriptif persentase menunjukkan Blazer dengan kode S1B dan S2B memiliki kualitas sama-sama sangat baik ditinjau dari hasil pengepresan interfacing masing-masing sebesar 86% dan 90%. Hasil T-test menunjukkan ada perbedaan antara blazer S1B dan S2B dengan signifikansi sebesar 0.008. perbedaan tersebut terdapat pada indikator kerataan permukaan dan hasil daya tekan.
Kualitas Outer dari Limbah Tekstil dengan Menggunakan Teknik Makrame
Nisyak, Khoiyum;
Prasetyaningtyas, Wulansari
Fashion and Fashion Education Journal Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ffej.v9i1.36281
Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui kualitas hasil jadi outer dari kain limbah tekstil dengan menggunakan teknik makrame. Populasi dalam penelitian ini adalah 40 mahasiswa Pendidikan Tata Busana angkatan 2015 dan 2016 yang telah menempuh Mata Kuliah Teknik Buat Kain. Teknik pengambilan sampel purposive Sampling sebesar 38 mahasiswa dan 2 panelis ahli. Variabel penelitian ini yaitu variabel tunggal yang tidak mempengaruhi ataupun dipengaruhi oleh variabel lain berupa kualitas hasil outer dari kain limbah tekstil dengan menggunakan teknik makrame. Metode pengumpulan data adalah angket. Analisis data stastistik dengan analisis deskriptif persentase.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penciptaan outer dari limbah tekstil dengan menggunakan teknik makrame secara keseluruhan dinilai layak oleh pakar ahli dengan nilai persetase sebesar 83,3%. Outer dari limbah tekstil dengan menggunakan teknik makrame, dilihat dari hasil uji kualitas oleh panelis ahli dan panelis terlatih dengan indikator desain, bahan, teknik makrame dan kemasan menunjukkan hasil keseluruhan sebesar 92,5% sehingga memiliki kualitas sangat baik/sangat tinggi.
Penggunaan Kulit Tumbuhan Kareumbi (Homalanthus populneus) Sebagai Zat Warna Alam dengan Variasi Mordan
Rahmawati, Nadhifah;
Wahyuningsih, Sri Endah
Fashion and Fashion Education Journal Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ffej.v9i1.37016
Zat warna alam banyak dihasilkan dari tumbuhan bagian daun, buah, bunga, biji, akar dan kulit. Kulit tumbuhan kareumbi (Homalanthus populneus) dapat digunakan sebagai zat warna alam pada kain mori primissima. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas hasil pencelupan meliputi ketuaan warna, ketahanan luntur dan beda warna pada pencelupan menggunakan kain mori primissima. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen. Kain sebelum diwarnai diberi perlakuan pre mordanting menggunakan tawas, kapur tohor dan tunjung dengan konsentrasi 50gr/l. Pewarnaan dilakukan dengan cara merendam kain mori primissima dalam ekstrak kulit kareumbi (Homalanthus populneus) selama 30 menit, kemudian di jemur dan diulangi hingga frekuensi pencelupan 10 kali. Hasil uji ketuaan warna nilai tertinggi dihasilkan dari perlakuan mordan tunjung dengan nilai reflektansi (R%) 4.71 dan nilai ketuaan warna terendah dihasilkan dari perlakuan mordan kapur tohor dengan nilai reflektansi (R%) 54.76. Hasil uji ketahanan luntur warna terhadap pencucian sabun perlakuan mordan tawas dan tunjung menghasilkan nilai 4 dengan kategori “baik†dan perlakuan mordan kapur tohor menghasilkan nilai 3-4 dengan kategori “cukup baikâ€Â. Selain itu, hasil uji ketahanan luntur terhadap penodaan kain menunjukkan perlakuan mordan kapur tohor dan tunjung menghasilkan nilai 4-5 dengan kategori “baik†dan perlakuan mordan tawas menghasilkan nilai 5 dengan kategori “baik sekaliâ€Â. Sedangkan uji arah warna dapat diketahui perlakuan mordan tawas dan kapur tohor mengarah pada warna kuning dan pencelupan dengan menggunakan mordan tunjung mengarah pada warna hitam.
Kualitas Hasil Pencelupan Zat Warna Alam dari Kunyit (Curcuma domestica Val) pada Benang Tenun
Okvisia, Yovika;
Kusumastuti, Adhi;
Himmah, Laila Nurul
Fashion and Fashion Education Journal Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ffej.v9i1.37370
Zat warna alam merupakan pewarna yang tidak beracun dan dapat diperbaharui. Pemilihan bahan berdasarkan ketersediaannya di alam dan mudah diperoleh seperti kunyit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi kunyit sebagai zat warna alam dan mengetahui kualitas hasil pencelupan.Variabel bebas meliputi mordan tawas, kapur dan tunjung. Variabel terikat meliputi ketuaan warna, ketahanan luntur terhadap pencucian dan ketahanan luntur terhadap gosokan. Variabel kontrol meliputi ekstraksi dingin dengan konsentrasi 100 gram/liter, benang yang digunakan benang katun 80/2, proses mordanting dengan pre-mordanting selama 30 menit konsentrasi 50 gram/liter, frekuensi pencelupan pada zat warna 5 kali dengan lamanya pencelupan 30 menit. Teknik pengumpulan data dengan uji laboratorium. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan hasil uji laboratorium. Hasil analisis deskriptif menunjukkan hasil ketuaan warna paling gelap adalah tunjung dengan mean R% 0,87, hasil uji tahan luntur warna terhadap pencucian sabun menunjukkan kapur dan tunjung menghasilkan nilai 4 dan lebih baik dari pewarnaan dengan tawas. Pengujian tahan luntur warna terhadap penodaan kain putih menunjukkan hasil jelek dengan nilai 2. Pengujian tahan luntur warna terhadap gosokan kering menunjukkan nilai 3,5 dengan kriteria cukup baik. Pengujian tahan luntur warna terhadap gosokan basah, pada tawas dan kapur menunjukkan nilai 3, lebih baik daripada tunjung dengan nilai 2,5.
Kualitas Hasil Karpet Menggunakan Teknik Merajut (Knitting)
Heansa 14, Sania Adlina;
Prasetyaningtyas, Wulansari;
Suci, Puji Hujria
Fashion and Fashion Education Journal Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ffej.v9i1.37467
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas hasil karpet menggunakan teknik meranjut dengan benang TARN (T-shirt Yarn). Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimen , jenis eksperimen dalam penelitian ini adalah penelitian murni, yaitu percobaan pembuatan karpet menggunakan teknik merajut, dalam percobaan ini membuat karpet dengan 2 model yaitu model A dan B menggunakan bahan dasar benang TARN. Variabel penelitian ini menggunakan variabel tunggal yaitu kualitas karpet berbahan benang TARN, variabel ini tidak mempengaruhi ataupun dipengaruhi oleh variabel lain. Metode pengumpulan data dalam peneliti observasi dengan lembar pengamatan. Teknik analisis data menggunakan persentase deskriptif. Hasil penelitian karpet yang diuji kualitasnya oleh 38 responden. Hasil analisis uji kualitas menunjukkan bahwa produk karpet secara keseluruhan sangat tinggi. Studi kualitas tersebut, paling tinggi terdapat pada karpet model B dengan nilai rata-rata 81,64% kriteria sangat tinggi, kemudian karpet model A dengan nilai rata-rata 80,86%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kualitas paling tinggi terdapat pada karpet model B dengan nilai persentase sebesar 81,64%.
Kualitas Syal Menggunakan Benang Katun dengan Teknik Crochet
Supriyati, Putri;
Widowati, Widowati;
Istanti, Hanifah Nur
Fashion and Fashion Education Journal Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ffej.v9i1.37988
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas syal menggunakan benang katun dengan teknik crochet. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling sebesar 52 mahasiswa. Variabel penelitian menggunakan variabel tunggal yaitu kualitas syal. Metode pengumpulan data menggunakan lembar pengamatan produk. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif persentase. Hasil keseluruhan penelitian oleh panelis yaitu syal persegi memperoleh hasil 87,58%, syal persegi panjang memperoleh hasil 87,42%, syal segitiga memperoleh hasil 87,48%. Simpulan hasil penelitian yaitu kualitas hasil syal menggunakan benang katun dengan teknik crochet termasuk dalam kriteria sangat tinggi, sehingga ketiga produk syal dinyatakan berkualitas. Saran dari penelitian ini yaitu indikator bahan memiliki persentase paling rendah dibandingkan dengan indikator lainnya, untuk penelitian selanjutnya perlu diperhatikan penggunaan benang yang lebih sesuai dengan produk yang dihasilkan serta memperhatikan jenis tusuk yang digunakan, untuk penelitian selanjutnya sebaiknya menggunakan tusuk yang lebih bervariasi agar menambah nilai estetika produk.
Inovasi Canting Cap Batik (Cantik) dari Kaleng Bekas
Kartini, Kartini;
Syamwil, Rodia;
Wahyuningsih, Urip
Fashion and Fashion Education Journal Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ffej.v9i1.38750
Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan canting cap batik dari bahan kaleng bekas, mengetahui hasil kualitas penggunaan canting cap, dan mengetahui kelayakan canting cap batik bahan kaleng bekas. Metode yang digunakan dalam penciptaan produk ini adalah metode penelitian R&D, yang menyebutkan dalam tahapan penelitian ini terdiri dari potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi produk, revisi produk dan uji coba produk. Hasil penelitian ini dalam memvisualisasikan canting cap batik dari kaleng bekas dalam proses pembuatannya tidak jauh berbeda dengan pembuatan canting cap bahan tembaga, hanya saja bahan kaleng ini diperlakukan sedikit berbeda karena kaleng bersifat kurang mudah dibentuk-bentuk sehingga perlu proses pembakaran terlebih dahulu sekitar 30 menit. Sedangkan penciptaan canting cap bahan kaleng ini diimplementasikan pada dua produk canting cap ukuran standar yaitu 18 x 18 cm dengan bermotifkan UNNES konservasi yaitu stilasi logo UNNES dan gulma cacalincingan yang memiliki filosofi tertentu. Uji kelayakan canting cap batik bahan kaleng dinilai dari beberapa indikator oleh 3 Ahli pakar canting cap dan 20 responden yang sering menggunakan canting cap batik yaitu perajin batik cap.
Tingkat Pengetahuan Busana Melayu Riau dalam Upacara Pernikahan di Lingkungan Adat Riau
Zairina, Nurul Farisah;
Na'am, Muh. Fakhrihun
Fashion and Fashion Education Journal Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ffej.v9i1.40045
Masyarakat Melayu Riau masih memakai dan menggunakan busana Melayu Riau dalam upacara pernikahan yang ada di lingkungan Adat Riau, yang mana seiring perkembangan dalam dunia fashion yang semakin pesat, akan tetapi masyarakat Melayu Riau masih memegang dan menerapkan adat istiadat, tradisi yang ada dalam lingkungan adat Riau. Penelitian ini untuk mengukur tingkat pengetahuan busana Melayu Riau dalam upacara pernikahan di lingkungan Adat Riau. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa asli Riau yang menempuh pendidikan di UNNES, UNDIP dan UIN Walisongo Semarang sejumlah 197 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan Random Sampling sebesar 66 responden mahasiswa. Variabel penelitian ini menggunakan variabel tunggal yaitu tingkat pengetahuan Busana Melayu Riau. Hasil analisis deskriptif persentase menunjukkan persentase tingkat pengetahuan 18% responden menyatakan termasuk dalam kriteria cukup. 82% responden menyatakan termasuk dalam kriteria kurang dan 0% atau tidak ada responden yang termasuk dalam kriteria baik. Secara rata-rata tingkat pengetahuan busana Melayu Riau diperoleh skor 44%, sehingga menunjukkan sebagian besar tingkat pengetahuan busana Melayu Riau dalam kriteria kurang. Saran, mengembangkan pelestarian Busana Melayu Riau dalam Upacara Pernikahan di Lingkungan Adat Riau sehingga generasi penerus semakin paham dan mengetahui kekayaan nasional dan warisan budaya sehingga tidak punah dan terus terjaga serta berkembang.
Pengembangan Media Pembelajaran Elektronik Pola Digital Di SMK Negeri 6 Semarang
Anggreni, Magdalena Dwi;
Sawitri, Sicilia
Fashion and Fashion Education Journal Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ffej.v9i1.41257
Pembuatan pola kemeja secara digital merupakan salah satu kompetensi dasar yang masih baru dalam kurikulum 2013 Revisi. Pemahaman siswa mengenai pembuatan pola kemeja secara digital masih awam, dan belum berkembangnya media menjadi faktor hambatan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran yang berupa media elektronik pola digital pada materi pembuatan pola kemeja dan mengetahui kelayakan produk media elektronik pola digital tersebut sebagai pembelajaran mandiri bagi siswa kelas XI SMK Negeri 6 Semarang berdasarkan penilaian ahli materi, ahli desain pembelajaran, ahli media komunikasi pembelajaran, dan respon siswa. Desain penelitian yang digunakan mengacu pada desain pengembangan dari Sugiyono yang dimodifikasi sesuai kebutuhan dan keterbatasan penelitian. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian yang dilakukan secara online Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah: (1) produk media elektronik pola digital yang telah dikembangkan berupa software aplikasi yang mencakup materi pembuatan pola kemeja secara digital, (2) produk media elektronik pola digital dinyatakan sangat layak digunakan menurut ahli materi, ahli desain pembelajaran, ahli media komunikasi pembelajara dan respon siswa. Kata Kunci: media elektronik, pola kemeja secara digital, pembelajaran mandiri.
Kajian Sabah Batik di Malaysia
sary, Feren Novita;
Wahyuningsih, Sri Endah
Fashion and Fashion Education Journal Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/ffej.v9i1.42640
Batik cukup dikenal Negara tetangga Malaysia, Sehingga banyak perajin batik disana, salah satunya Sabah batik, industri batik dikota kinabalu yang sudah cukup lama berdiri. Sabah batik merupakan salah satu perajin yang memiliki cirikhas pada motif batiknya yaitu geometri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui, Perkembangan batik di Sabah Batik, Fakta sejarah munculnya batik di Malaysia, Identifikasi motif batik yang ada di Sabah Batik Malaysia. Metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan berdasarkan tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Simpulan dari penelitian ini: perkembangan batik di sabah batik Malaysia tidak cukup signifikan dari tahun ke tahun, Munculnya batik di Malaysia adalah dampak dari hubungan perdagangan antara Kerajaan Melayu di Jambi dengan kota-kota pesisir Jawa, Sabah Batik menghasilakan batik cap dan batik tulis, motif batik yang dihasilkan di Sabah Batik kebanyakan adalah motif geometri yang diberi nama motif ethnic sabah, dengan sumber ide utama dari buku tenunan sabah.