cover
Contact Name
samuel budi wardhana kusuma
Contact Email
samuelbudiunnes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agungchem@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Chemical Science
ISSN : 22526951     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 830 Documents
Synthesis of Magnesium Dicarboxylate Complex Yunita, Isti; Somsook, Ekasith
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v9i2.39353

Abstract

The synthesis of magnesium dicarboxylate complex were completed and the coordination chemistry of magnesium dicarboxylate was investigated in the different pH under hydrothermal or solvothermal processes. It was proven that the synthesis conditions affected the shape of the compound due to the nucleation process, but had no effect on the functional groups of the synthesized compounds. Complex compound was characterized by Nuclear Magnetic Resonance (NMR), Electrospray ionization (ESI-MS), and Fourier transform-infrared spectroscopy (FT-IR).
Mengungkap Potensi Metabolit Sekunder Tanaman Herbal Indonesia untuk Menghentikan Metastasis Kanker Payudara: Pendekatan in-silico Amalina, Nur Dina; Suzery, Meiny; Cahyono, Bambang; Bima, Damar Nurwahyu
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 9 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v9i3.41146

Abstract

Kanker payudara adalah penyakit dengan kasus kematian tertinggi kedua setelah penyakit kardiovaskular. Kemoterapi yang merupakan pilihan utama terapi kanker hingga saat ini terbukti menyebabkan beberapa efek samping berbahaya. Oleh karena itu, ada kebutuhan mendesak untuk mengembangkan terapi berbasis herbal yang efektif untuk membunuh sel kanker dan meminimalkan efek samping. Dalam penelitian ini, bertujuan untuk mengevaluasi interaksi molekuler secara in silico beberapa senyawa metabolit sekunder herbal Indonesia dengan indikasi terapeutik untuk pengobatan antikanker. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua metabolit sekunder dari Citrus sp., Curcuma sp., Caesalpinia sappan, dan Alpinia galanga memiliki interaksi yang lebih kuat dengan protein NF-κB dibandingkan dengan doksorubisin. Interaksi paling kuat adalah senyawa kurkumin yang merupakan metabolit sekunder dari Curcuma sp. Namun simulasi awal ini hanyalah langkah awal untuk mengembangkan kombinasi senyawa-senyawa tersebut sebagai agen antikanker yang lebih potensial. Lebih penting lahi bahwa senyawa metabolit sekunder dari Citrus sp., Curcuma sp., C. sappan, dan A.galanga berpotensi di kembangkan sebagai agen kemoterapi alami dengan mempengaruhi proliferasi sel.
Perbandingan Metode Destruksi Basah dan Destruksi Kering untuk Analisis Timbal dalam Tanah di Sekitar Laboratorium Kimia FMIPA UNNES Asmorowati, Dian Sri; Sumarti, Sri Susilogati; Kristanti, Ida Iryani
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 9 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v9i3.41521

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui perbandingan metode destruksi basah dan destruksi kering untuk analisis timbal pada tanah di sekitar lingkungan laboratorium kimia FMIPA UNNES. Metode yang digunakan untuk penentuan kadar logam timbal adalah dengan metode AAS. Salah satu syarat analisis logam dengan menggunakan AAS adalah sampel harus berupa larutan, maka sebelum kadar logam dalam sampel dianalisis dilakukan destruksi terlebih dahulu. Destruksi merupakan suatu perlakuan untuk melarutkan atau mengubah sampel menjadi bentuk materi yang dapat diukur sehingga kandungan unsur-unsur didalamnya dapat dianalisis. Pada dasarnya ada dua jenis destruksi yang biasa dilakukan yaitu destruksi basah dan destruksi kering. Untuk membandingkan hasil destruksi basah dan destruksi kering maka dapat dihitung nilai % recovery. Penelitian ini menggunakan metode spike dalam memperoleh nilai % recovery. Perbandingan metode destruksi basah dan destruksi kering terhadap analisis logam Pb pada tanah di sekitar Laboratorium Kimia FMIPA UNNES dapat diketahui berdasarkan nilai % recovery. Nilai % recovery pada metode destruksi basah sebesar 99,00% dan 98,90%. Sedangkan nilai % recovery pada metode destruksi kering sebesar 92,30% dan 87,90%. Berdasarkan nilai % recovery maka metode destruksi basah lebih baik daripada metode destruksi kering.
Pengaruh Kecepatan Pengadukan dan Waktu Tinggal Reaktan terhadap Temperatur dan Volume Fluid dalam RATB Bench Scale untuk Persiapan Sintesis ZBS Sudaryadi, Sudaryadi; Rachmawati, Isti Dian; Poernomo, Herry
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 9 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v9i3.41644

Abstract

Modul reaktor alir tangki berpengaduk (RATB) bench scale adalah suatu perangkat reaktor untuk reaksi kimia yang spesifikasi teknisnya diperoleh dari hasil desain dengan mengadopsi kaidah desain RATB namun dengan ukuran desain yang kecil (volume 1000 mL) yang dilengkapi dengan sistem pengatur debit dan kecepatan pengadukan serta pengendali temperatur. Tujuan penelitian ini adalah melakukan uji fungsi pengatur debit dan pengendali temperatur pada modul RATB bench scale gelas untuk persiapan sintesis zirconium basic sulphate (ZBS) - Zr5O8(SO4)2.15H2O berdasarkan karakteristik perubahan volume dan temperatur fluida yang terukur dalam reaktor. Metode yang dilakukan diawali dengan kalibrasi pompa dosis sebagai pengukur kecepatan alir larutan ZrOCl2, reaktan (NH4)2SO4, dan slurry ZBS. Kemudian dari data debit fluida dilakukan percobaan pengaruh waktu tinggal fluida (60, 75, 90, 105, 120 menit) dan kecepatan pengadukan fluida (100, 200, 250, 300 rpm) terhadap penyimpangan volume dan temperatur fluida terukur dari data desain modul RATB bench scale dengan volume 1000 mL dan temperatur 90 oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada percobaan pengaruh waktu tinggal dan kecepatan pengadukan memberikan rentang volume fluida 900 – 1030 mL atau dengan penyimpangan volume fluida 0 – 5 % dan rentang temperatur fluida di dalam reaktor 89,0 – 92,6 oC atau dengan penyimpangan temperatur fluida 1,1 – 2,8 %. Berdasarkan data penyimpangan volume dan temperatur fluida terukur yang < 10 %, maka dapat disimpulkan bahwa alat pengatur debit dan pengendali temperatur pada RATB bench scale memiliki kinerja yang baik.
Pemisahan Zirkon dari Tailing Tambang Timah Menggunakan Magnetic Separator Sajima, Sajima; Sudaryadi, Sudaryadi; Sari, Erlin Purwita
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 9 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v9i3.41648

Abstract

Abstrak PEMISAHAN ZIRKON DARI TAILING TAMBANG TIMAH MENGGUNAKAN MAGNETIK SEPARATOR. Telah dilakukan pengambilan mineral zirkon dari tailing tambang timah menggunakan magnetic separator. Tahapan proses diawali dengan pembuatan umpan dengan cara memasukkan air ke dalam feeder, dilanjutkan penambahan mineral tailing tambang timah kemudian diaduk. Sumber magnet dihidupkan dan diatur arus listrik yang digunakan. Umpan dicurahkan ke dalam bejana untuk proses pemisahan. Hasil proses berupa konsentrat non-magnetik dan magnetik diambil kemudian dikeringkan menggunakan oven pada tempratur 105 °C kemudian dianalisis kandungan zirkonnya menggunakan spektrometer pendar sinar X. Penelitian ini mempelajari pengaruh arus listrik dan waktu pemisahan terhadap mineral non-magnetik yang terambil serta kandungan zirkonnya. Hasil percobaan menunjukkan bahwa kuat arus optimal pada 16 A dan lama pemisahan 6 menit. Pada kondisi tersebut mineral non-magnetik terpisahkan sebesar 48,5% dengan kandungan ZrO2 sebanyak 47,9%. Kata Kunci: Kuat arus, pemisah magnetik, tailing tambang timah, pasir zirkon Abstract ZIRCON SEPARATION FROM THE TIN MINE TAILING USING MAGNETIC SEPARATOR. Zircon mineral extraction has been carried out from tin mine tailings using a magnetic separator. The process stage begins with making the bait by putting water into the feeder, continued with adding the mineral mine tailings and followed by stirring process. The magnetic source was turned on and the electric current used was controlled. Bait is poured into the vessel for the separation process. The results of process in the form of non-magnetic and magnetic concentrates were taken and dried using an oven at 105 °C and then the zircon content be analyzed using an X-ray fluorescent spectrometer. The experimental results show that the optimal current strength is 16 A and separation time of 6 min. Under these conditions the non-magnetic minerals were separated by 48.5% with a ZrO2 content of 47.9%. Key words: Currents, magnetic separator, tin mine tailings, zircon sand
Pengaruh Penambahan Aditif terhadap Karakterisasi Fisikokimia Membran Polisulfon Lusiana, Retno Ariadi; Prasetya, Nor Basid Adiwibawa; Khabibi, Khabibi
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 9 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v9i3.41759

Abstract

Penggunaan polisulfon (PSf) sebagai bahan membrane telah meluas ke berbagai bidang, karena memiliki kekuatan mekanik dan ketahanan termal yang tinggi. Untuk meningkatkan kinerja membran, pada penelitian ini PSf direaksikan dengan zat aditif : polietilen glikol (PEG), sulfonasi dan kitosan tripolifosfat) CS-TPP, agar diperoleh membran dengan struktur dan morfologi yang sesuai. Membran dibuat melalui sistem inversi fasa dalam pelarut NMP (N-methyl pirolidone) dan air (non-pelarut air). Berdasar data analisis gugus fungsi dapat disimpulkan modifikasi menggunakan PEG, sulfonasi dan CS-TPP telah berhasil dilakukan pada polisulfon, ditunjukkan dengan muncul serapan spesifik gugus –OH (PEG) pada daerah 3400 cm-1. Masuknya gugus sulfon ditunjukkan oleh serapan kuat pada 1105 cm-1 yang menunjukkan peregangan –SO2 dari gugus -SO3H, penguatan serapan gugus –C-S pada 570 cm-1 yang mengindikasikan adanya peningkatan ikatan C-S, peak tersebut menunjukkan bahwa gugus –SO3H berikatan dengan benzen pada rantai polimer PSf. Masuknya kitosan-tripolifosfat (CS-TPP) ditunjukkan oleh serapan pada 1151 cm-1 yang merupakan regangan gugus –PO4 dan pada 1104 cm-1 merupakan serapan gugus –P-O-R. Pita serapan lain pada 1320 cm-1 menunjukkan serapan gugus –C-N dan pada 1585 cm-1 merupakan regangan gugus –OH dari O=P-OH serta terjadi pergeseran serapan gugus –OH dari 3464 cm-1 ke 3567 cm-1 dengan intensitas yang lebih besar. Berdasar data fisikokimia, menunjukkan bahwa modifikasi terhadap rantai polisulfon meningkatkan daya serap air, daya pengembangan, porositas, hidrofilisitas, dan fluks membran.
Nanosilika Berbahan Dasar Batu Padas sebagai Adsorben Zat Warna Sintetis Rhodamin B Shofiyani, Anis; Rahmiyati, Yusnita; Zaharah, Titin Anita
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 9 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v9i3.42027

Abstract

Batu padas merupakan batuan sedimen yang mengandung 70-95% silika. Komposisi silika yang cukup tinggi tersebut memungkinkannya dikembangkan sebagai bahan dasar sintesis nanosilika. Pada penelitian ini sintesis nanosilika dilakukan dengan metode sol-gel melalui tahapan hidrolisis natrium silikat dan kondensasi gel silika. Karakterisasi nanosilika dilakukan dengan metode difraksi sinar-X (XRD), scanning dengan mikroskop elektron (SEM) dan spektrofotometri inframerah (FTIR). Nanosilika yang dihasilkan selanjutnya digunakan untuk adsorpsi zat warna sintetis (ZWS) rhodamin B dari larutan pada pH yang divariasi 2-9. Data XRD menunjukkan bahwa silika yang dihasilkan merupakan campuran mineral kuarsa dan kristobalit, dan citra SEM memperlihatkan ukuran partikel sebesar 74-123 nm yang sebagian besar dijumpai dalam bentuk aglomerat. Adsorpsi rhodamin B pada nanosilika hasil sintesis tercapai optimum pada pH 4-6 dengan kapasitas maksimum adsorpsi sebesar 7.80 mg/g adsorben.
Pengaruh Rasio Berat Bunga Telang (Clitoria ternatea.L) dan Volume Pelarut Asam Sitrat terhadap Pewarnaan Preparat Jaringan Tumbuhan Tirtasari, Ni Luh; Prasetya, Agung Tri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 9 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v9i3.42168

Abstract

Kegiatan praktikum pada mata kuliah Biologi di jurusan IPA Terpadu tidak akan lepas dari pengamatan mikroskop baik itu pengamatan sel dan jaringan tumbuhan serta hewan yang tembus cahaya. Dalam pengamatan sel dan jaringan tumbuhan diperlukan proses pewarnaan untuk mempermudah saat pengamatan. Pewarnaan yang biasanya digunakan adalah pewarnaan sintetik yang bersifat karsinogenik serta limbah yang dihasilkan dapat mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat pigmen antosianin dari bunga telang (Clitoria ternatea.L) sebagai pewarna alternatif untuk pewarna alami jaringan tumbuhan. Ekstrak bunga telang ini diperoleh dari proses ektraksi bunga telang dengan pelarut asam sitrat dengan variasi konsentrasi. Perbandingan asam sitrat dan aquades dalam pembuatan larutan asam sitrat adalah 1:1 dan bunga telang yang diekstrak bervariasi dari 2, 4, 6, 8, dan 10 gram. Larutan ektrak selanjutnya dimaserasi dengan variasi waktu 12, 24, dan 48 jam menghasilkan warna merah anggur. Hasil pengamatan dari jaringan tumbuhan yang diberi pewarnaan ekstrak bunga telang mulai kelihatan lebih jelas dengan pewarnaan ekstrak bunga telang mulai pada variasi 4 gram dan waktu maserasi tidak mempengaruhi hasil warna dari ekstrak bunga telang. Pewarnaan jaringan tumbuhan dengan ekstrak bunga telang hampir sama penampakannya dengan pewarnaan sintetik yaitu safranin.
Pemanfaatan Limbah Tempurung Kelapa (Cocos Nucifera L) sebagai Komposit Agen Antibakteri pada Pengolahan Limbah Rumah Sakit Latifah, Rais Nur
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 9 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v9i3.42170

Abstract

Pemanfaatan limbah tempurung kelapa (Cocos nucifera L) sebagai komposit agen antibakteri logam Ag/Alumina- karbon aktif untuk membuat Lapisan antibakteri pada pengolahan limbah cair terkontaminasi mikrobiologi pada rumah sakit. Metode penelitian dilakukan dengan cara preparasi Ag/Alumina-Karbon Aktif yang kemudian diujikan dengan bakteri pada berbagai perbandingan konsentrasi pengemban sehingga diketahui konsentrasi yang efektif untuk membunuh bakteri. Hasil percobaan menunjukkan penyerapan bakteri menggunakan bahan Ag/karbon-Alumina Aktif (Ag/KAA) dengan perbandingan karbon aktif: alumina 1 : 9 mampu mereduksi bakteri 10,47%. Semakin banyak penambahan karbon aktif pada komposit mampu mereduksi bakteri lebih banyak. Hasil penelitian digunakan sebagai dasar dalam penentuan konsentrasi yang tepat untuk digunakan dalam alat. Alat penyaring didesain dengan menggunakan reaktor dengan 2 kali penyaringan yaitu menggunakan Ag/KAA pada penyaringan pertama dan hanya KAA pada penyaringan kedua. Hasil penelitian berupa pembuatan komposit, aplikasi antibakteri, dan rancangan desain alat diharapkan dapat menjadi referensi baru dalam pengolahan limbah mikrobiologi rumah sakit.
Uji Karakterisasi dan Mapping Magnetit Nanopartikel Terlapisi Asam Humat dengan Scanning-Electron-Microscope–Energy Dispersive X-Ray (SEM-EDX) Kustomo, Kustomo
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 9 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v9i3.42172

Abstract

Scanning Electron Microscope (SEM) merupakan mikroskop electron dengan perbesaran tinggi yang mencitrakan permukaan material. Sedangkan Energy Dispersive X-Ray (EDX) adalah salah satu teknik untuk menentukan komposisi atom pada material, dasar dari analisis EDX adalah pelacakan dan pengukuran dari sifat-sifat sinar-X yang dibangkitkan oleh electron-elektron cepat. Sintesis magnetit nanopartikel terlapisi asam humat (Fe3O4–HA) dilakukan menggunakan metode kopresipitasi dengan perbandingan Fe2+ dan Fe3+ sebesar 1:2 mol. Uji karakterisasi pada material Fe3O4–HA dengan menggunakan SEM-EDX memberikan informasi bahwa terjadi pelapisan sempurna pada Fe3O4 oleh HA. Pada foto SEM Fe3O4-HA menunjukkan morfologi yang tidak teratur, yang menunjukkan telah terjadi interaksi ikatan antara Fe3O4 dan HA yang telah terkonfirmasi dengan data EDX dan mapping. Pada analisis EDX menunjukkan bukti bahwa terjadi penurunan jumlah Fe dari 23,54% (% atom) pada Fe3O4 sebelum pelapisan menjadi 7,86% (% atom) setelah pelapisan oleh HA, sedangkan unsur Karbon (C) dari HA memiliki jumlah persentase lebih besar dibandingkan dengan Fe dari Fe3O4, yaitu sebesar 37,62% (% atom). Hal ini membuktikan bahwa Fe3O4 telah berhasil terlapisi oleh HA, dan komposisi unsur terbanyak pada Fe3O4-HA ini adalah oksigen (O) yang merupakan sumbangan unsur O dari Fe3O4 dan HA yaitu sebesar 45,66% (% atom).