cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Innovative Journal of Curriculum and Educational Technology
ISSN : 22527125     EISSN : 25024558     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Innovative Journal of Curriculum and Educational Technology is a primary source for academics and professionals in the fields of digital educational and training technology throughout the world. This Journal is published by Postgraduate Program, Universitas Negeri Semarang. This Journal receives and publishes articles about theoretical perspectives, methodological developments and high quality empirical research that demonstrate whether and how applications of instructional/educational technology systems, networks, tools and resources lead to improvements in formal and non-formal education at all levels, from early years through to higher, technical and vocational education, professional development and corporate training.
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK PADA KETERAMPILAN BERPIKIR DAN KEMAHIRAN GENERIK SAINS
Innovative Journal of Curriculum and Educational Technology Vol 2 No 1 (2013): June 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcet.v2i1.1256

Abstract

AbstrakDalam rangka mengikuti perkembangan IPTEK diharapkan siswa SMK tidak hanya dibekali hard skill  saja tetapi juga perlu memiliki kemahiran generik sains dan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui peningkatan aspek keterampilan berpikir kritis dan berpikir kreatif  melalui pembelajaran berbasis proyek, (2) mengetahui hubungan antara setiap aspek keterampilan berpikir kritis dan berpikir kreatif  siswa SMK pada mata pelajaran fisika, (3) mengetahui profil kemahiran generik sains siswa SMK melalui pembelajaran berbasis proyek. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI TKJ (Teknik Komputer Jaringan) SMK Ma’arif  Tunjungan Blora dengan jumlah siswa sebanyak 40 orang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuasi eksperimen One Group Pre-test and Post-test Design pada topik optik. Hasil analisis uji gain menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan aspek keterampilan berpikir kritis, berpikir kreatif  dan kemahiran generik siswa SMK. Setiap aspek keterampilan berpikir kritis mempunyai hubungan dengan aspek keterampilan berpikir kreatif  berdasarkan hasil analisis uji regresi. Sebagian besar siswa merespon baik dan senang dengan pembelajaran fisika berbasis proyek.AsbtractIn order to follow the development of  science and technology vocational students are expected not only equipped with hard skills, but also need to have a generic science skills and higher level thinking skills.The aims of  research are (1) find an increase in aspect of  critical think-ing skills and creative thinking through project-based learning, (2) determine the relationship between each aspect of  critical thinking skills and creative thinking of  students in vocational subjects of  physics, (3) know the profile of  the generic skills of  vocational students science through project-based learning. This subject research is a class XI TKJ SMK Ma’arif  Tun-jungan Blora which consist of  40 students. This research was held by quasi-experiment One Group Pre-test and Post-Test Design. The analysis of  score gains showed that the project-based learning can improve critical thinking skills, creative thinking aspect and generic skills of vocational students. Every aspect of  critical thinking skills have a relationship with aspects of creative thinking skills based of  the regression analysis. Most of  the students responded well and happy with the project-based learning in physics.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME BERORIENTASI GREEN CHEMISTRY MATERI LARUTAN PENYANGGA
Innovative Journal of Curriculum and Educational Technology Vol 2 No 1 (2013): June 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcet.v2i1.1258

Abstract

AbstrakKepasifan dan ketakutan siswa dalam melakukan kerja laboratorium disebabkan siswa jarang diajak melakukan kegiatan laboratorium. Hal ini berakibat pada rendahnya keterampilan proses sains siswa SMA. Model pembelajaran konstruktivisme berorientasi  green chemistry diharapkan mampu meningkatkan keterampilan proses sains siswa SMA.Penelitian pengembangan ini menggunakan metode one grouppre tes-post test. Produk yang dikembangkan terdiri  silabus, RPP, LKS, bahan ajar, soal test, lembar angket respon siswa, lembar pengamatan afektif  dan psikomotorik. Data dianalisis menggunakan program Anates dan SPSS 16.Rerata  N-gain hasil belajar kognitif  mencapai 0,60 (sedang) dan Keterampilan Proses Sains mencapai 0,73 (tinggi). Rerata hasil belajar afektif   89,04, sedangkan untuk hasil belajar psikomotorik rata-rata nilai siswa adalah 87,67. Lebih dari 75% siswa memberikan respon positif  terhadap pembelajaran dengan menggunakan model konstruktivisme berorientasi green chemistry. Keterampilan proses sains siswa meningkat karena siswa melakukan kegiatan praktikum dengan menggunakan bahan-bahan yang familiar bagi siswa. Dengan demikian,  modelperangkat pembelajaran konstruktivisme berorientasi  green chemistry yang dikembangkan mampumeningkatkan hasil belajar dan keterampilan proses sains siswa SMA.AbstractPassiveness and fearness of  students in performing laboratory workbecause students are rarely asked to perform laboratory activities. As results, there are lack of  science process skills of high school students. Green chemistry in  constructivism-oriented earning model is expected to improve the science process skills of  high school students. Steps in research and development method were used with one group pretestposttest design as a mean of  testing effectiveness of the model. Products developed consist of  syllabi, lesson plans, worksheets, teaching materials, test questions, questionnaire, affectiveand psychomotorobservation sheet. Data were analyzed using the program Anates and SPSS 16. The mean N-gain of  cognitive achievement is 0.60 (medium) and science process skillsis 0.73 (high). The mean of  affective learning outcome is 89.04, while for the psychomotor learning outcomes the mean scores is 87.67. More than 75% of  students responded positively in learning green chemistryusing a constructivism-oriented model. Student’sscience process skills increases as students conducting practical activities us-ing materials that are familiar to students. Thus, the constructivism-oriented learning model developed in green chemistry able to increase achievement and science process skills of  high school students.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA BERBASIS VIRTUAL LABORATORY UNTUK MENINGKATKAN KETRAMPILAN BERPIKIRKRITIS SISWA
Innovative Journal of Curriculum and Educational Technology Vol 2 No 1 (2013): June 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcet.v2i1.1260

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah: (1) Menghasilkan produk perangkat pembelajaran IPA  berbasis virtual laboratory yang dapat meningkatkan penguasaan konsep dan ketrampilan berpikir kritis siswa MTs Negeri Karangawen Demak; (2) Mengetahui kualitas perangkat pembelajaran IPA berbasis virtual laboratory yang dapat meningkatkan penguasaan konsep dan ketrampilan berpikir kritis siswa MTs Negeri Karangawen Demak; 3) Mengetahui keefektifan penggunaan perangkat pembelajaran IPA  berbasis virtual laboratory dalam meningkatkan penguasaan konsep dan ketrampilan berpikir kritis siswa MTs Negeri Karangawen Demak. Hasil penelitian ini berupa telah dikembangkannya  perangkat Pembelajaran IPA yang berupa Silabus, RPP, Bahan ajar dan LKS yang bermuatan virtual laboratory. Hasil belajar kemampuan berpikir kritis dan penguasaan konsep kelas uji coba mengalami peningkatan. Peningkatan skor berpikir kritis nilai (g) = 0,35 yang berarti berada pada kategori sedang yaitu 0,3 ≤ (g) ≤ 0,7.dan penguasaan konsep nilai (g) = 0,14 yang berarti peningkatan skor penguasaan konsep berada pada kategori rendah dimana nilai untuk kategori rendah (g) ≤ 0,7.AbstractThe purpose of  this study were:(1) Produce the virtual laboratory based science learning can increase the mastery of  concepts and critical thinking skills of  students MTs KarangawenDe-mak;(2) Knowing the quality of  the virtual laboratory based science learning can increase the mastery of  concepts and critical thinking skills of  students MTs State KarangawenDemak;(3) Knowing the effectiveness of  the use of  the virtual laboratory based science learning can in-crease the mastery of  concepts and critical thinking skills of  students MTs KarangawenDe-mak. Results of  this study was to develop learning tools in the form of  science syllabus, lesson plans, teaching materials and worksheets. Results learn critical thinking skills and mastery of  the concept of  class trials has increased. Improved critical thinking score value (g) = 0.51 which means that middle category is ≤ 0.3 (g) ≤ 0.7.and mastery of the consep value (g) = 0.14, which means an increase in score mastery of  concepts low category where the value for the category is (g) ≤ 0.7.
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN IPA SMK DENGAN MODEL KONTEKSTUAL BERBASIS PROYEK
Innovative Journal of Curriculum and Educational Technology Vol 2 No 1 (2013): June 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcet.v2i1.1261

Abstract

AbstrakMenyusul kebijakan Kementerian Pendidikan Nasional tentang pembalikan jumlah rasio SMA : SMK = 30% : 70% pada tahun 2014 nanti, ke depan lulusan SMK diharapkan mampu bersaing dalam era globalisasi dan pasar bebas, yaitu keterampilan dan kemampuan siswa SMK yang siap bina dan siap pakai, sehingga dapat memiliki keunggulan yang kompetitif. Oleh karena itu, inovasi dalam pembelajaran IPA yang dapat menumbuhkan keterampilan proses sains (KPS) diperlukan dalam pemecahan masalah dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian bertujuan untuk mengembangkan model kontekstual berbasis proyek untuk meningkatkan hasil belajar dan KPS siswa. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan valid dengan rata-rata 3,68, dan juga efektif  karena telah mampu memenuhi indikator yang diharapkan, yaitu: terdapat peningkatan KPS dengan skor rata-rata 72,85 dan ketuntasan klasikal 80,6%; terdapat peningkatan hasil belajar kognitif  siswa, yaitu rata-rata meningkat dari 58,33 menjadi 81,39 dan ketuntasan klasikal 92% (33 dari 36 siswa telah tuntas); rata-rata hasil belajar afektif  dan psikomotorik siswa juga mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan, yaitu ≥ 70; serta sebanyak 91,18% (31 dari 34 siswa) memberikan respon baik terhadap pembelajaran kontekstual berbasis proyek. Saran yang dapat penulis berikan adalah pada pelaksanaan diskusi perlu ada kontrol yang  baik oleh guru pada saat diskusi kelompok sehingga siswa benar-benar memanfaatkan waktunya dengan baik.AbstractDealing with the policy of  the minister of  Education : The Total Ratio SMU : SMK = 30% : 70% in year 2014, to the future, the skill and the ability of  SMK students are ready to build and to use so they are able to own the specialty. Consequently, the innovation in the science learning process that can develop science student skill is needed. This research is though development of  science learning at vocational school using contextual model based on project to improve the learning result and science process skill students. After treated with this model, the teaching and learning advise used in teaching “ways in handling waste” topic using con-textual model based on project valid with average 3,68, effective because is able to complete the indicator, there is an increase of  Science Process Skill with an average score of  72,85 and 80,6% completeness classical or 29 among 36 students have completed. There is an increase students’ cognitive learning outcomes, the average increased from 58,33 to 81,39 and 92 % classical completeness, or 33 among 36 students have completed. The average of  affective and psychomotor learning outcomes students’ achieve well defined indicators of success, were ≥ 70. A total of  91,18% or 31 among 34 students responded well to the project based learning.
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AUTOCAD
Innovative Journal of Curriculum and Educational Technology Vol 2 No 2 (2013): November 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcet.v2i2.2678

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa melalui penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD pada mata pelajaran AutoCAD kelas X Teknik Gambar Bangunan SMKN1 Rembang. Hasil Penelitian menunjukkan penggunaan pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pelajaran AutoCAD menu modify mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik secara individual maupun klasikal. Motivasi belajar dan respon peserta didik terhadap pembelajaran kooperatif tipe STAD menunjukkan bahwa pada umumnya peserta didik memiliki respon yang tinggi terhadap kegiatan pembelajaran kooperatif tipe STAD. Berdasarkan hasil penelitian di atas guru dalam menyampaikan pelajaran autoCAD menu modify dapat menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD karena dengan metode tersebut dapat meningkatkan hasil belajar dan motivasi siswa terhadap pelajaran.
IMPLEMENTASI MODEL PAKEM BERBANTUAN MULTIMEDIA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA
Innovative Journal of Curriculum and Educational Technology Vol 2 No 2 (2013): November 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcet.v2i2.2679

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengimplementasikan model pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAKEM) berbantuan multimedia untuk meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Agama Buddha kelas XI SMK Pembangunan Ampel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang meliputi empat tahap yaitu perencanaan (plan), pelaksanaan tindakan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (reflection). Berdasarkan penelitian ini didapatkan nilai rata-rata pretest sebesar 63,33. Sedangkan nilai rata-rata posttest sebesar 81,50. Rata-rata nilai LKS siklus 1 sampai siklus 2 mengalami peningkatan dari 75,80% menjadi 82,53%. Nilai rata-rata hasil belajar siklus 1 sebesar 64,50 dan siklus 2 menjadi 83,30. Hasil observasi aktivitas belajar siklus 1 sebesar 76% dan siklus 2 menjadi 88%. Siswa SMK Pembangunan Ampel Kelas XI selalu mempraktikan sila. Penelitian ini mendapatkan kesimpulan bahwa implementasi model PAKEM berbantuan multimedia dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XI SMK Pembangunan Ampel.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI BERBANTUAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF (MPI) UNTUK MENGEMBANGKAN MINAT BERWIRAUSAHA PADA WARGA SOS DESA TARUNA SEMARANG
Innovative Journal of Curriculum and Educational Technology Vol 2 No 2 (2013): November 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcet.v2i2.2680

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran inkuiri berbantuan media pembelajaran interaktif (MPI) untuk mengembangkan minat berwirausaha pada warga Sos Desa Taruna Semarang yang valid dan efektif. Teknik pengambilan data menggunakan lembar validasi, lembar observasi minat, skala minat, lembar penilaian produk, pretes dan postes. Hasil penelitian menunjukkan skor validitas silabus 96,59%, RPP 94,32%, materi 96,09%, tes 95,83%, pedoman observasi 96,87%, skala minat 95,83%, Media Pembelajaran Interaktif (MPI) 93,75% dan lembar penilaian produk roti 97,22%, sehingga perangkat pembelajaran dinyatakan valid oleh ahli. Pembelajaran terbukti mengembangkan minat berwirausaha ditunjukkan oleh: (1) Hasil tes nilai Sig. (2-tailed)= 0,000, Artinya ada perbedaan antara sebelum dan sesudah perlakuan, sebabNilai sig <0,05 (2) Hasil Skala minat Sig. (2-tailed)= 0,000, Artinya ada perbedaan antara sebelum dan sesudah perlakuan, sebab sig <0,05. Nilai Sig. < 0,05, maka H0 ditolak. Hal ini berarti terdapat perbedaan rata-rata pengembangan minat setelah pembelajaran menggunakan model pembelajaran inkuiri berbantuan media pembelajaran interaktif(MPI) untuk warga Sos Desa Taruna Semarang.This study aims to develop a model of inquiry learning assisted by Interactive Multimedia to develop interest in entrepreneurship in Sos’ residents, Taruna Village, Semarang, validly and effectively. Data capture techniques used validation, interest scale, observation sheets, assessment sheet products, pretest and posttest. The results showed that the validity of the syllabus score 96.59 %, lesson plan (RPP) 94.32 %, material 96.09 %, test 95.83 %, observation 96.87 %, interest scale 95.83 %, Learning Media Interactive (MPI) 93,75 % and scoring sheets bakery products 97.22 %, is declared valid by the expert. The learning model was proved to develop interest in entrepreneurship learning, shown by: (1) The results of the test Sig. (2-tailed) = 0.000, means that there is a difference between before and after treatment, since Sig. value < 0.05 (2) Sig. interest result scale. (2-tailed) = 0.000, means that there is a difference between before and after treatment, for the Sig. < 0.05. Sig. < 0.05, then H0 is rejected. This means that there are differences in the average interest after learning development using inquiry learning model-assisted interactive learning media (MPI) for Sos’ residents, Taruna village, Semarang.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF IPA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS PADA SISWA KELAS 5 SDN PURWOREJO
Innovative Journal of Curriculum and Educational Technology Vol 2 No 2 (2013): November 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcet.v2i2.2681

Abstract

Berdasarkan hasil observasi awal pada mata pelajaran IPA kelas V di SD N Purworejo kegiatan belajar mengajar masih berpusat pada guru, hasil belajar kurang, guru belum memanfaatkan media yang berbasis komputer. Langkah-langkah penelitian dan pengembangan meliputi: tahap pendahuluan, tahap pengembangan dan tahap evaluasi. Hasil penelitian pada tahap pengembangan desain perangkat pembelajaran yang dikembangkan peneliti meliputi silabus, RPP, materi, MPI, alat evaluasi. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi soal tes kreativitas, tes hasil belajar dan lembar validasi perangkat. Validasi terhadap perangkat pembelajaran oleh ahli didapat hasil penilaian rata-rata valid, tahap ujicoba terbatas dan tahap ujicoba lebih luas menunjukkan perangkat pembelajaran valid. Pada tahap evaluasi uji ketuntasan diperoleh kesimpulan kedua kelompok mencapai KKM 71%, uji banding menunjukkan hasil pretes kreativitas dan tes hasil belajar kelompok kontrol dan eksperimen tidak berbeda secara signifikan. Posttes hasil belajar diperoleh nilai thitung (4,94)>ttabel (2,33) berarti ada perbedaan signifikan antara hasil belajar kelas eksperimen dan kontrol. Hasil postes kreativitas kedua kelompok terdapat perbedaan yang signifikan dengan thitung(8,53)>ttabel(2,33). Uji peningkatan kreativitas diperoleh thitung(12,01) > ttabel(1,69) yang berarti terjadi peningkatan kreativitas pada kelompok eksperimen. Hasil uji regresi terdapat pengaruh antara kreativitas terhadap hasil belajar siswa sebesar 83,6%. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh simpulan produk yang dikembangkan valid dan efektif. Based on observations teaching science in the Purworejo’s elementary teaching-learning proccess is teacher-centered, teachers not take advantage of computer-based media. Measures of research and development include: the preliminary stage, the stage of development and evaluation stages. Results of research on the design development stage researchers developed learning tools include syllabi, lesson plans, materials, MPI, evaluation tools. Research instruments used include creativity test questions, test results of validation study and sheets. Validation of the learning device by expert assessments obtained an average valid, limited testing phase and the testing phase showed greater learning device valid. At this stage of mastery test evaluation concluded criteria both groups reached 71%, the results of pre-test comparisons showed creativity and achievement test control and experimental groups did not differ significantly. Posttes learning outcomes obtained tvalue(4.94)>ttable(2.33) means that there is a significant difference between the results of the experimental and control class learning. Posttest results of creativity both groups there are significant differences with t(8.53)>ttable(2,33). Creativity enhancement obtained ttest(12,01)>ttable(1.69) which means an increase in creativity in the experimental group. Regression results are the effect of creativity on learning outcomes of students at 83.6%. Based on the results obtained valid conclusions products developed and effective.
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BLENDED MENGGUNAKAN MOBILE LEARNING BERBASIS FLASH LITE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PADA PESERTA DIDIK KELAS VII SMP 1 KUDUS
Innovative Journal of Curriculum and Educational Technology Vol 2 No 2 (2013): November 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcet.v2i2.2682

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan tujuan mengetahui efektifitas pembelajaran blended menggunakan mobile learning berbasis flash lite. Penelitian dilakukan di SMP 1 Kudus kelas VII tahun pelajaran 2012/2013. Hasil penelitian ini berupa pengembangan produk berupa mobile learning berbasis flash lite sebagai media yang dikembangkan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. nilai rata-rata kelompok eksperimen 81 sedangkan nilai rata-rata kelompok kontrol 72. Berdasarkan hasil tersebut dapat dihitung ketuntasan klasikal kelompok eksperimen 74% sedangkan kelompok kontrol 22%. Hasil uji rata-rata postest antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol 0,000<α=0,05, artinya terdapat perbedaan rata-rata antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Adapun aktivitas belajar kelompok eksperimen 93% sedangkan kelompok kontrol 37%. Selain itu, guru dan peserta didik memberikan persepsi yang baik pada pembelajaran blended menggunakan mobile learning berbasis flash lite. Jadi, pembelajaran blended menggunakan mobile learning berbasis flash lite efektif dalam peningkatan hasil belajar peserta didik. Selanjutnya peneliti menyarankan untuk pengembangan produk mobile learning lebih lanjut, dapat dikembangkan mobile learning berbasis android.Pelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan tujuan mengetahui efektifitas pembelajaran blended menggunakan mobile learning berbasis flash lite. Penelitian dilakukan di SMP 1 Kudus kelas VII tahun pelajaran 2012/2013. Hasil penelitian ini berupa pengembangan produk berupa mobile learning berbasis flash lite sebagai media yang dikembangkan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. nilai rata-rata kelompok eksperimen 81 sedangkan nilai rata-rata kelompok kontrol 72. Berdasarkan hasil tersebut dapat dihitung ketuntasan klasikal kelompok eksperimen 74% sedangkan kelompok kontrol 22%. Hasil uji rata-rata postest antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol 0,000<α=0,05, artinya terdapat perbedaan rata-rata antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Adapun aktivitas belajar kelompok eksperimen 93% sedangkan kelompok kontrol 37%. Selain itu, guru dan peserta didik memberikan persepsi yang baik pada pembelajaran blended menggunakan mobile learning berbasis flash lite. Jadi, pembelajaran blended menggunakan mobile learning berbasis flash lite efektif dalam peningkatan hasil belajar peserta didik. Selanjutnya peneliti menyarankan untuk pengembangan produk mobile learning lebih lanjut, dapat dikembangkan mobile learning berbasis android.AbstrakStudy was research and development with objectives was to find out the effectiveness of blended learning using mobile learning based on flash lite. Study was conducted in SMP 1 Kudus grade VII school year 2012/2013. For research and development a product of mobile learning model as development instrument to increase students learning outcomes. The average of the experimental groups 81 and the average of the control group 72. Based on these results can be calculated classical completeness 74% of the experimental group and the control group 22%. The avarage test results on postest between the experimental group and control group 0,000<α=0,05, based on these results there is difference on avarage between the experimental group and the control group. The learners’ learning activities on experimental group 93% and the control group 37%. In addition, more than teachers and learners gave good perceptions on blended learning using mobile learning. Thus, it can be concluded that blended learning using mobile learning based on flash lite is effective to increase students’ learning outcomes. Furthermore, researchers suggest for the development of mobile learning products which can be developed using mobile learning based on android.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MELALUI LESSON STUDY DENGAN MODEL KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER BERBANTUAN MEDIA MANIPULATIF DI SEKOLAH DASAR
Innovative Journal of Curriculum and Educational Technology Vol 3 No 1 (2014): June 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcet.v3i1.6875

Abstract

Rendahnya aktivitas dan hasil belajar siswa disebabkan pembelajaran yang digunakan masih berpusat pada guru. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana karakteristik perangkat pembelajaran yang dikembangkan, apakah perangkat pembelajaran yang dikembangkan valid, dan apakah perangkat pembelajaran yang dikembangkan efektif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan tahapan lesson study yaitu : plan, do dan see,. dengan mengacu model 4-D yaitu: define, design, develope, dan disseminate. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) karakteristik perangkat pembelajaran yang dikembangkan diantaranya: perangkat pembelajaran tersusun melalui kegiatan lesson study, perangkat pembelajaran yang dikembangkan melibatkan media manipulatif, dan perangkat pembelajaran yang hierarki; (2) perangkat pembelajan yang dikembangakan valid setelah melalui revisi; (3) perangkat yang dikembangkan efektif jika diimplementasikan dalam pembelajaran di kelas The low activities and students’ learning outcomes caused by the learning process is still teacher centered. Problem of the research is how do the characteristics of the learning tools were developed, doo the developed learning tools were valid ,and do the developed learning tools were effective? This research is the development of the lesson study phases, which consist of: Plan, Do, See, and the type model of Research is 4-D’s of Thiagarajan include of : Define, Design, Develop, and Disseminate. The results of the study showed that: (1) the characteristics of the developed leaning tools, include: the learning tool structured through lesson study, the developed learning tools involve manipulative media, and hierarchical learning tools. (2) the developed learning tools were valid after the revision process, and (3) the developed learning tools were effective when implemented in the classroom