cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
AKULTURASI (JURNAL ILMIAH AGROBISNIS PERIKANAN)
ISSN : 23374195     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 298 Documents
GENDER PADA RANTAI NILAI PRODUK NELAYAN DI DESA TATELI WERU KECAMATAN MANDOLANG KABUPATEN MINAHASA Tampi, Giovana H.P.; Andaki, Jardie A.; Dien, Christian R.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 6, No 12 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.6.12.2018.22607

Abstract

AbstractThe purpose of this research determine the gender implications of the fishery product value chain in Tateli Weru Village, Mandolang District, Minahasa Regency.Methode to be used is purposive sampling method in fishermen. Thesimple were taken 10 males and 10 females, both those who worked as fisherman, fish sellers and business administration, the female worked based on their involvement in fishingrelated businesses, fish sellers, processing and administration.This research can be concluded that thegender aredifferences in each fishery product value chain in Tateli Weru Village.Their activities were equally involved and it can be seen that the role of gender in the division of labour family has settled and male is more extra energy while the important role of female requires precision, patience.Keywords: Gender, value chain, fisheries products, role devision. AbstrakTujuan penelitian ini antara lain mencari berbagai peran, menentukan cara pembagian, menentukan implikasi gender pada rantai nilai produk nelayan di Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa Desa Tateli Weru.Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling yaitu nelayan yang ada di Desa Tateli Weru Kecamatan Madolang Kabupaten Minahasa. Sampel nelayan akan diambil sebanyak 10 laki-laki dan 10 perempuan. Sampel laki-laki diambil baik yang bekerja sebagai nelayan, penjual ikan dan administrasi usaha.Sampel perempuan diambil berdasarkan keterlibatan mereka pada usaha yang berkaitan dengan penangkapan ikan, yaitu penjual ikan, pengeloah ikan dan administrasi usaha.Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan gender pada setiap rantai nilai produk nelayan di Desa Tateli Weru Kecamatan Mandolang.Pada aktivitas penangkapan ikan, peran laki-laki dan perempuan sama-sama ikut terlibat dan dapat dilihat bahwa peran gender dalam pembagian kerja kelurga nelayan memiliki pola yang jelas, tanpa merugikan salah satu pihak.Peranan laki-laki lebih banyak pada pekerjaan yang membutuhkan tenaga ekstra, sedangkan perempuan berperan penting pada pekerjaan ringan sampai sedang, pada karakteristik pekerjaan yang membutuhkan ketelitian, kesabaran dan berulang-ulang.Kata kunci: Gender, rantai nilai, produk nelayan, pembagian peran
ANALISIS PEMASARAN IKAN KERAPU (Epinephelinae) DI PASAR BERSEHATI KOTA MANADO Wallong, Mario Christi; Pontoh, Otniel; Rarung, Lexy K.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 3, No 6 (2015): (Oktober 2015)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.3.6.2015.13417

Abstract

Abstract Groupers are leading commodity Indonesian non-oil exports, in addition to seaweed, shrimp and tuna. As for the issue of the implementation of the work plan this research is: How grouper trading system in the city of Manado, especially in the market Bersehati. What form of marketing channels grouper in Manado City. How is the general state of the market Bersehati Manado City. Explaining the marketing of grouper in the area of ​​research, and identify sources of fish where it came from and determine the level of income trader Bersehati grouper in Manado City Market. Knowing the margin trading system of the existing marketing system in Bersehati Market. The method used in this study is a survey method. Based on the results of the analysis of marketing research grouper can draw the following conclusion: Groupers are sold in the market Bersehati Manado partly derived from other areas such as Ternate, Ganges Island, Sangihe; Marketing chain grouper in the market Bersehati relatively long starting from the fisherman / producer grouper, traders / collectors grouper, supermarkets, restaurants, consumer; The price of fish sold is still quite different / price variation by type of grouper were sold in the market Bersehati Manado City. Key words : fisherman, groupers, marketing Abstrak Ikan kerapu adalah komoditas unggulan ekspor non migas Indonesia, disamping rumput laut, udang dan tuna. Adapun yang menjadi permasalahan dari pada pelaksanaan rencana kerja peneltian ini adalah: Bagaimana tataniaga ikan kerapu yang ada di Kota Manado khususnya di pasar bersehati. Bagaimana bentuk saluran pemasaran ikan kerapu di Kota Manado. Bagaimana keadaan umum pasar bersehati Kota Manado. Menjelaskan kondisi pemasaran ikan kerapu di daerah penelitian, dan mengidentifikasi sumber-sumber ikan dari mana asalnya serta mengetahui tingkat pendapatan pedagang ikan kerapu di Pasar Bersehati Kota Manado, mengetahui margin tataniaga dari sistem pemasaran yang ada di Pasar Bersehati. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Berdasarkan hasil penelitian analisis pemasaran ikan kerapu dapatlah ditarik kesimpulan sebagai berikut: Ikan kerapu yang di jual di pasar bersehati Kota Manado sebagian berasal dari wilayah lain seperti Ternate, Pulau Gangga, Sangihe; Rantai pemasaran ikan kerapu di pasar bersehati tergolong panjang yaitu mulai dari nelayan/produsen ikan kerapu, pedagang/pengumpul ikan kerapu, swalayan, restoran, konsumen; Harga ikan yang dipasarkan masih tergolong berbeda/variasi harganya menurut jenis ikan kerapu yang dipasarkan di pasar bersehati Kota Manado. Kata Kunci : nelayan, kerapu, pemasaran
KEADAAN SOSIAL EKONOMI NELAYAN SOMA GIOP DI DESA LELEOTO KECAMATAN TOBELO SELATAN KABUPATEN HALMAHERA UTARA PROVINSI MALUKU UTARA Atihuta, Velsia Marle D.; Aling, Djuwitha R.R.; Lumenta, Vonne
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 2, No 3 (2014): (April 2014)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.2.3.2014.13377

Abstract

Abstract The study was conducted aim to analyze the socio-economic condition of soma giop fishermen who’s Living in Leleoto fishing community, South Tobelo District, North Halmahera Regency, North Moluccas Province. Data was collected based in census method that is gathering data from all 5 owners of soma giop fishing gear. The result of study indicated that averagely the ages of fishermen are 31 years old with 35 to 40 years experiences working on this kind of livelihood. The study also found still there are mutual works among community members however, there are also bad custom to drink alcoholic beverages. The reset of study also found the maximum catch are 7,403.33 kg while minimum catch is 33.33 kg. The distribution system of catch is 50% for owners and 50% for vessel crews. Keywords: socio-economic, soma giop, fishermen, livelihood, distribution system of catch   Abstrak Penelitian ini mengkaji tentang keadaan sosial ekonomi nelayan pemilik alat tangkap soma giop di desa leleoto, Kecamatan Tobelo Selatan, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara sensus terhadap obyek yang menjadi tujuan penelitian, yaitu semua nelayan pemilik alat tangkap soma giop yang berjumlah 5 orang. Rata-rata umur nelayan 31 tahun, dan nelayan soma giop yang memiliki pengalaman kerja, yaitu 35 tahun sampai 40 tahun. Berdasarkan hasil penelitian masih terdapat kegiatan gotong royong dan masih adanya kebiasaan nelayan, yaitu minum minuman beralkohol. Hasil tangkapan tertinggi 7.403,33 kg dan terendah 33,33 kg. Sistem bagi hasil 50% untuk nelayan pemilik dan 50% untuk nelayan pekerja. Kata Kunci: sosial ekonomi, soma giop, nelayan, rumah tangga, system bagi hasil
ANALISIS TINGKAT PENDAPATAN MASYARAKAT NELAYAN SOMA PAJEKO DI KECAMATAN SALIBABU KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD SULAWESI UTARA Salatan, Siska; Manoppo, Victoria E.N.; Darwisito, Suria
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 6, No 11 (2018): April (2018)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.6.11.2018.21523

Abstract

AbstractTalaud Islands Regency includes maritime territory, 94.6% of which is waters directly adjacent to the Philippines and holds a variety of high economic living resources. In North Sulawesi Provincial Regulation Numbered 1/2017, article 12 concerning Zoning Plan of Coastal Zone and Small Islands of North Sulawesi Province 2017-2037, Talaud Islands Regency is designated as Integrated Marine and Fisheries Center Location of Talaud. It is located in Salibabu district, where Regional Regulation of Spatial Plan Numbered 1/2014 concerning Spatial Plan of Talaud Islands Regency for 2014-2034, Salibabu District is prioritized for Fishing Fisheries Regional Development and Management since its unutilized fisheries potential is still about 23,104 tons/year. In 2017, Salibabu district occupies the highest order for total fisheries production in Talaud Islands District. It was 702.3 tons or 11.79% of that in Talaud Islands Regency, 46.23% of which were gained from purse seines. Majority of the purse seine fishermen are those whose main livelihoods are fishermen and do not have other jobs. Fishing community is, in general, a relatively lagging community group socially, economically and culturally when compared with other community groups. The purse seine fishermen community in Salibabu district, in fact, still has mean income far below the minimum wage of Kabupaten Talaud, IDR. 1,500,000, -. The purse seine fisherman community in Salibabu district is still chained with poverty and backwardness. Therefore, there are needs for external intervention as an incentive to empower them in order to get out of the situation. This study used descriptive method, a method of studying the recent status of human groups, an object, a set of condition, a system of thinking or a class of events. Data collection consisted of primary and secondary data. It was done through in-depth interviews, filling questionnaires and literature studies. Respondents were purse seine fishermen communities in Salibabu district. Data analysis used descriptive method to know the socio-economic life of the communities and income formula to analyze the income level of fishermen purse seine. Results showed that mean net income in Salibabu district was approximately IDR 86,784,000/year for the purse seine owner and IDR.10,608,840/year for fishing crews, respectively, with main catches of skipjack tuna, mackerels, and scads. Keywords: Purse seine fisherman, Salibabu District and Income level of Fisherman AbstrakKabupaten Kepulauan Talaud termasuk wilayah bahari dimana 94,6% wilayahnya adalah perairan yang berbatasan langsung dengan negara Philipina dan memiliki sumberdaya hayati yang bernilai ekonomis tinggi. Dalam Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Utara No. 1 tahun 2017 pasal 12 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi Sulawesi Utara tahun 2017-2037, Kabupaten Kepulauan Talaud ditetapkan sebagai lokasi Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu. Lokasi tersebut terletak di Kecamatan Salibabu, dimana pada Perda RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) No. 1 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kab. Kepulauan Talaud Tahun 2014-2034, Kecamatan Salibabu diprioritaskan untuk Pengembangan dan Pengelolaan Kawasan Perikanan Tangkap karena potensi perikanan yang belum termanfaatkan ± 23.104 Ton/Tahun. Tahun 2017, Kecamatan Salibabu menempati urutan tertinggi untuk total produksi perikanan di Kabupaten Kepulauan Talaud. Total produksi perikanan Kecamatan Salibabu sebesar 702,3 ton atau 11,79 % dari keseluruhan produksi perikanan di Kabupaten Talaud. Dari total produksi tesebut 46,23 merupakan hasil produksi usaha soma pajeko. Mayoritas nelayan soma pajeko merupakan nelayan penuh yang mata pencaharian utamanya sebagai nelayan dan tidak memiliki pekerjaan lain. Masyarakat nelayan pada umumnya merupakan kelompok masyarakat yang relatif tertinggal secara sosial, ekonomi dan budaya bila dibandingkan dengan kelompok masyarakat lainnya. Demikian juga berlaku untuk masyarakat nelayan soma pajeko di Kecamatan Salibabu dimana penghasilan nelayan dibawah upah minimum Kabupaten kepulauan Talaud sebesar Rp. 1.500.000,-. Masyarkat nelayan soma pajeko di Kecamatan Salibabu masih terbelenggu oleh kemiskinan. Oleh karena itu dengan maksud bisa keluar dari kondisi tersebut perlu ada intervensi ekternal sebagai suatu dorongan untuk memberdayakan mereka.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, yaitu suatu metode dalam meneliti sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu system pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Jenis data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara secara mendalam terhadap responden, pengisian kuesioner dan studi kepustakaan. Responden terdiri dari masyarakat nelayan soma pajeko di Kecamatan Salibabu. Analisis data menggunakan metode deskriptif untuk mengetahui kehidupan sosial ekonomi masyarakat dan analisis mengunakan rumus pendapatan digunakan untuk menganalisis tingkat pendapatan masyarakat nelayan soma pajeko.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan bersih juragan soma pajeko di Kecamatan Salibabu rata- rata berkisar Rp86.784.000,-/tahun dan Rp. 10.608.840,-/tahun untuk pendapatan bersih masanae dengan hasil tangkapan utama berupa ikan Cakalang, Ikan Layang dan Ikan Tongkol.Kata kunci: Nelayan Soma Pajeko , Kecamatan Salibabu dan Tingkat Pendapatan
ANALISIS FINANSIAL USAHA SOMA PAJEKO (SMALL PURSE SEINE) KELURAHAN MANADO TUA I KOTA MANADO Palit, Olive Monique; Tambani, Grace O; Lumente, Vonne
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 1, No 1 (2013): (April 2013)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.1.1.2013.13311

Abstract

Abstract This study examines the financial analysis soma pajeko in Manado Tua 1 Village Manado city. This study aims to determine the feasibility of soma pajeko and learn financial analysis of businessabout soma pajeko in Manado Tua I village Manado City . capital investment required to start a business with Small Purse Seine or Soma Pajeko Rp. 544 million, while the return on investment for a period of 1 year 6 months. Sharing system 50% for owners and 50% for fishermen workers. required 15-20 workers Keyword : Analysis Financial, small Purse Seine, Manado Tua I Abstrak Penelitian ini mengkaji tentang analisis finansial usaha soma pajeko di Kelurahan Manado Tua 1 Kota Manado. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha soma pajeko dan mempelajari analisis finansial usaha soma pajeko di Kelurahan Manado Tua I Kota Manado. modal investasi yang diperlukan untuk memulai usaha dengan Small Purse Seine atau soma pajeko yaitu Rp. 544.000.000, sedangkan jangka waktu pengembalian Investasi selama 1 tahun 6 bulan. System bagi hasil 50% untuk nelayan pemilik dan 50% untuk nelayan pekerja. Tenaga kerja dibutuhkan 15 – 20 orang pekerja. Kata Kunci : Analisis Finansial, soma Pajeko, Manado Tua I
KARAKTERISTIK PEREMPUAN DAN KONTRIBUSI PADA PENDAPATAN RUMAH TANGGA NELAYAN TRADISIONAL DI KELURAHAN BATULUBANG KECAMATAN LEMBEH SELATAN KOTA BITUNG PROVINSI SULAWESI UTARA Doelelia, Gloria M.S.; Andaki, Jardie A.; Aling, Djuwita R.R.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.1.2019.24419

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik pekerja perempuan dan kontribusi pada pendapatan rumah tangga nelayan tradisional di Kelurahan Batulubang Kecamatan Lembeh Selatan Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara.Pengumpulan data dilakukan pada pekerja perempuan dan kontribusinya pendapatan keluarga nelayan tradisional di Kelurahan Batulubang Kecamatan Lembeh Selatan Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara, dengan cara observasi, wawancara, dan kuisioner. Data yang diperoleh diolah dan dianalisis secara deskriptif. Analisis deskriptif dimaksud untuk memberikan bahasan atau penafsiran terhadap data-data untuk memperoleh kesimpulan. Analisis data deskriptif akan memberikan gambaran keterangan dengan kalimat-kalimat yang dihubungkan dengan teori yang ada, melalui perhitungan sederhana seperti; penjumlahan, rata-rata dan persentase.Penelitian dan pembahsan dapat disimpulkan, sebagai berikut : 1) katekteristik pekerja perempuan dalam hal ini istri nelayan, memilih bekerja karena untuk membantu menopang perekonomian keluarga. Pekerja perempuan atau istri nelayan kebanyakan bekerja pada kisaran umur 41-50 karena pada umur dewasa ini responden istri nelayan lebih bijak dalam mengambil inisiatif untuk melakukan suatu pekerjaan. Namun pendidikan tidak menjadi faktor utama untuk bekerja karena dalam pekerjaan yang dilakukan oleh responden hanya diperlukan sikap dan keterampilan dalam melakukan pekerjaan responden istri nelayan; 2) kontribusi dapat dilihat dari berbagai jenis pekerjann yang dilakukan istri nelayan yaitu sebesar 36,89% dari total pendapatan keluarga nelayan.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA IKAN SISTEM KARAMBA JARING TANCAP DI DESA TALIKURANKECAMATAN REMBOKEN KABUPATEN MINAHASA PROVINSI SULAWESI UTARA Togas, Claudio David; Tambani, Grace O; Jusuf, Nurdin
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 4, No 7 (2016): (April 2016)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.4.7.2016.13008

Abstract

Abstract Tondano lake waters used by communities around the lake, with the most striking activity is fish farming in net cages step system. Karamba system of fish farming Nets Plug (KJT) from year to year tend to grow rapidly. This was driven by economic stimulus optimally if farmers can increase the income of the people living around the lake. Karamba system aquaculture nets Plug (KJT), when viewed in terms of socioeconomic give meaning to support the life of coastal communities particularly Lake Tondano. Talikuran village is one of the villages in the area of West Lake Tondano whose inhabitants livelihood as farmers freshwater fish. Feasibility of business investment is necessary to specify in the decision whether the business will be run is profitable or not. According Primyastanto (2010) suppression purposes of this analysis on the feasibility, including the determination of investment costs, operating expenses and receipts. The method used in this study is a survey, namely by taking a sample of the population and the questionnaire as a data collection tool that principal (Singarimbun and Effendi, 1995). Data taken in this research include primary data and secondary data. Data were collected by observation, interview and questionnaire. Based on analysis of fish farming system in the village of Karamba Nets Step on the Talikuran eligible to run because the value Operating Profit (OP) is Rp. 18.3 million. For value Profit Rate (PR) 66.06%, while the value of Benefit Cost Ratio (BCR) 1.66. Of the fish farming is categorized as good as having a value of return 87.32%. The return on investment from the fish farming 1:15 that year means the business is feasible to run because the investment payback period 1 year 1 month 24 days. Break Even Point (BEP) of the fish farming ie sales value of Rp. 9,027,777 with a unit value of 361.11 kg. The net gain from the cultivation of fish in nets Karamba Plug Rp. 13.425 million, - in one year. Keyword : cages step system, aquaculture, fisibility Abstrak Perairan danau Tondano dimanfaatkan oleh masyarakat disekitar danau, dengan kegiatan yang paling menyolok adalah usaha budidaya ikan dalam sistem karamba jaring tancap.Usaha budidaya ikan sistem Karamba Jaring Tancap (KJT) dari tahun ke tahun cenderung berkembang pesat. Hal ini didorong oleh rangsangan ekonomi jika pembudidaya secara optimal bisa meningkatkan pendapatan masyarakat yang tinggal disekitar Danau.Kegiatan budidaya sistem Karamba Jaring Tancap (KJT),jika dilihat dari segi sosial ekonomi sangat memberikan arti untuk menunjang kehidupan khususnya masyarakat pesisir Danau Tondano. Desa Talikuran merupakan salah satu Desa yang berada di wilayah Barat Danau Tondano yang penduduknya bermata pencaharian sebagai pembudidaya ikan air tawar. Kelayakan investasi usaha sangat dibutuhkan untuk menentukan dalampengambilan keputusan apakah usaha yang akan dijalankan tersebut menguntungkan atau tidak. Menurut Primyastanto (2010) penekanan tujuan analisis ini pada kelayakan usaha, meliputi penentuan biaya investasi, biaya operasional dan penerimaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei, yaitu dengan mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data yang pokok (Singarimbun dan Effendi, 1995).Data yang diambil dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Pengambilan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan kusioner. Berdasarkan hasil analisis usaha budidaya ikan sistem Karamba Jaring Tancap di Desa Talikuran tersebut layak untuk dijalankan karena nilai Operating Profit (OP) yaitu Rp. 18.300.000. Untuk nilai Profit Rate (PR) 66,06%, sedangkan nilai Benefit Cost Ratio (BCR) 1,66. Dari usaha budidaya ikan tersebut termasuk kategori usaha yang baik karena mempunyai nilai rentabilitas 87,32%. Tingkat pengembalian investasi dari usaha budidaya ikan tersebut 1.15 tahun itu berarti usaha ini layak untuk dijalankan karena waktu pengembalian investasi 1 tahun 1 bulan 24 hari. Break Even Point (BEP) dari usaha budidaya ikan tersebut yaitu nilai penjualan sebesar Rp. 9.027.777 dengan nilai satuan sebesar 361,11 kg. Keuntungan bersih dari usaha budidaya ikan di Karamba Jaring Tancap Rp. 13.425.000,-dalam satu tahun. Kata kunci : jaring tancap, budidaya, kelayakan usaha
PERANAN PEREMPUAN DALAM USAHA PENGOLAHAN IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis L) ASAP DI KELURAHAN GIRIAN ATAS KECAMATAN GIRIAN KOTA BITUNG PROVINSI SULAWESI UTARA Tempomona, Daniel; Aling, Djuwita R.R.; Dien, Christian R.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 5, No 9 (2017): (April 2017)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.5.9.2017.16994

Abstract

AbstrakKota Bitung menjadi kawasan yang sangat potensi untuk dikembangkan usaha perikanan tangkap, atas dasar itu pula Kota Bitung dikenal sebagai Kota Cakalang. Besarnya potensi sumberdaya ikan cakalang di Kota Bitung menyebabkan tingginya minat masyarakat untuk mengolah ikan, salah satunya pegolahan ikan cakalang asap atau yang dalam bahasa lokalnya dikenal dengan istilah cakalang fufu. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui keadaan kelompok usaha pengolahan ikan cakalang asap, Untuk mengetahui apa saja peran perempuan dalam usaha pengolahan ikan cakalang asap di Kelurahan Girian Atas, Kecamatan Girian, Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara. Manfaat dari penelitian ini adalah Sebagai saran bagi penulis untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh selama kuliah melalui penelitian yang dilakukan langsung di lapangan. Tempat penelitian bertempat di Kampung Loyang, Rt 18, Lingkungan 06, Kelurahan Girian Atas, Kecamatan Girian, Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara. Waktu penelitian kurang lebih 4 bulan yaitu dimulai dari bulan Mei 2017 sampai dengan bulan Agustus 2017. Teknik pengumpulan data digunakan dalam penelitian ini adalah Observasi, Wawancara, dan Purposive Sampling yaitu kelompok usaha ikan cakalang asap di Kelurahan Girian Atas berjumlah 16 orang perempuan.Hasil menunjukan bahwa Usaha ikan cakalang asap di Kampung Loyang, Kelurahan Girian Atas, Kota Bitung  masih dalam tahap “home industry” atau industri rumah tangga. Perempuan dalam kelompok usaha pengolahan ikan cakalang asap mempunyai peranan penting, mulai dari proses ketersediaan bahan baku, penyediaan peralatan dan bahan pengolahan, pencucian, pembelahan, pemasangan pada bambu (dijepit), proses pengasapan sampai, dan pemasaran hasil pengolahan ikan cakalang asap, melibatkan peran perempuan. Proses pengolahan ikan cakalang asap dilakukan 20 kali produksi dalam sebulan, dalam 1 x produksi apabila bahan baku ikan 80- 200 Kg, tenaga kerja yang dibutuhkan 2-4 orang. Apabila ikan sebanyak 100 ekor setelah diolah akan menjadi 200 jepit. Dari hasil wawancara, curahan waktu kerja perempuan di tempat pengolahan ikan cakalang asap 3-4 jam  berjumlah 3 orang, 5-6 jam berjumlah  8 orang dan >6 berjumlah 5 orang.  Pengupahan disesuaikan dengan tenaga kerja dalam sehari Rp. 100.000Kata kunci: ikan asap, pengolahan ikan, cakalang, peranan wanita
IBM KELOMPOK NELAYAN DESA TATELI II KECAMATAN MANDOLANG KABUPATEN MINAHASA DALAM MENERAPKAN SISTEM RANTAI DINGIN GUNA MENINGKATKAN PEMASARAN DAN PENDAPATAN Manoppo, Victoria E.N; Luasunaung, Alfret
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 5, No 10 (2017): Oktober 2017
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.5.10.2017.17953

Abstract

AbstractScience and technology activities for the community aims to provide knowledge to them in finding solutions to problems. Tateli II is one of the villages in Tateli II Village, Mandolang Sub-district, Minahasa District, North Sulawesi Province. Tateli II village fishermen are often or often confused with the marketing of fishery products because of the low selling price; this is because of their low state of knowledge about postharvest handling so that income is always low. Fishermen should be taught how to handle post-harvest catch so that when sold will create a reasonable price and at least be in accordance with the results of the business. One effort to maintain the quality of fishery products of fisherman production since harvested to the hands of consumers, and fish in a fresh / wet condition is handling with cold chain system (cold chain system).Training methods are based on adult learning methods (self-taught) and classically by providing theory and practice through lectures and group discussions (FGD: Focus Group Disscution). Implementation is made by providing theory as much as 25% and practice as much as 75% for 8 months.First, approach the village government to obtain permits and discuss the timing of meetings for the implementation of the technology extension / demonstration that will be implemented in view of the importance of time-gathering arrangements in this case the fishermen group.Extension and training activities can provide a view to the fisherman about the importance of post-arrest handling that is to maintain the quality of the fish in a cold state so it is not easily damaged or rotten. Counseling is given to the fishermen either individually or in groups. Conducted in groups in order that they can use this group in developing a capture fishery business can propose funding and / or equipment aid proposals through existing groups.Based on the results of observation, counseling and training, the activities of IbM Fishermen Group of Tateli II Village of Mandolang Sub-District of Minahasa Regency: 1. Fisherman Group of Tateli II Village of Mandolang Sub-district, have conducted fishing activities and there is desire from them all to use system where fish must be kept cool or keep it at a low temperature. 2. The fishermen group of Desa Tateli II Mandolang sub-district is able to understand that by maintaining the temperature of the fish remains cool the selling price can be high and apada can eventually increase their income. 3. Individual awareness as well as group members on the importance of group roles, spontaneously they want to submit fund and equipment proposal to the Government of North Sulawesi Province. Changes in attitude towards such development can provide a guarantee of the sustainability of their business so that the future can change the state of the economy and their daily circumstances and their families in a better direction.Keywords: ekstention, Female Workers AbstrakKegiatan Iptek bagi masyarakat ini bertujuan memberikan pengetahuan kepada mereka dalam menemukan pemecahan permasalahan. Tateli II merupakan salah satu desa yang berada di Desa Tateli II Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. Nelayan desa Tateli II kerap kali atau sering bingung dengan pemasaran hasil perikanan karena harga jual yang selalu rendah; hal ini karena keadaan pengetahuan mereka yang rendah tentang penanganan pascapanen sehingga pendapatan selalu rendah. Nelayan harus diajarkan bagaimana cara menangani hasil tangkapan pascapanen supaya bila dijual akan menciptakan harga yang layak dan minimal bisa sesuai dengan hasil usaha. Salah satu usaha untuk menjaga mutu hasil perikanan produksi nelayan sejak dipanen sampai di tangan konsumen, dan ikan dalam keadaan segar/basah yaitu penanganan dengan system rantai dingin (cold chain system).Metode pelatihan dilakukan berdasarkan metode pembelajaran orang dewasa (otodidak) dan secara klasikal dengan memberikan teori dan praktek melalui ceramah dan diskusi kelompok (FGD: Focus Group Disscution). Pelaksanaannya dibuat dengan cara memberikan teori sebanyak 25% dan praktek sebanyak 75% selama 8 bulan.Pertama, melakukan pendekatan kepada pemerintah desa untuk mendapatkan ijin serta mendiskusikan tentang waktu pertemuan untuk pelaksanaan penyuluhan/demonstrasi teknologi yang akan diterapkan mengingat pentingnya pengaturan waktu mengumpulkan masa sekalipun dalam hal ini kelompok nelayan.Kegiatan penyuluhan dan pelatihan dapat memberikan pandangan kepada nelayan akan pentingnya penanganan pasca penangkapan yaitu harus mempertahankan mutu ikan dalam keadaan dingin sehingga tidak mudah rusak atau busuk. Penyuluhan diberikan kepada nelayan baik secara individyu ataupun secara berkelompok. Dilakukan secara berkelompok agar disuatu saat mereka bisa menggunakan kelompok ini dalam mengembangkan usaha perikanan tangkap  dapat mengusulkan proposal bantuan dana dan atau peralatan melalui kelompok yang ada.Berdasarkan hasil pengamatan, penyuluhan dan pelatihan, maka kegiatan IbM Kelompok Nelayan Desa Tateli II Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa : 1. Kelompok nelayan Desa Tateli II Kecamatan Mandolang, sudah melaksanakan kegiatan penangkapan ikan dan ada keinginan dari mereka semua untuk menggunakan sistem dimana ikan harus tetap dingin atau tetap pada suhu rendah. 2. Kelompok nelayan Desa Tateli II Kecamatan Mandolang mampu memahami bahwa dengan mempertahankan suhu ikan tetap dingin maka harga jual bisa tinggi dan apada akhirnya bisa meningkatkan pendapatan mereka. 3. Kesadaran secara individual dan juga anggota kelompok akan pentingnya peranan kelompok, secara spontanitas mereka  ingin mengajukan proposal dana dan peralatan ke Pemerintah Provinsi Sulut. Perubahan sikap ke arah pengembangan demikian dapat memberikan jaminan keberlanjutan usaha mereka sehingga kedepannya bisa merubah keadaan perekonomian dan keadaan  sehari-hari mereka dan keluarganya ke arah yang lebih baik.Kata Kunci : extensions, training, cold chain
MANAJEMEN USAHA PERIKANAN JARING INSANG DASAR DI KELURAHAN MANADO TUA 1 KOTA MANADO Lanes, Stela; Pontoh, Otniel; Lumente, Vonne
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 1, No 1 (2013): (April 2013)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.1.1.2013.13310

Abstract

Abstract The study examines the bussiness management of bottom gillnet fishery in Manado Tua 1 village Manado city. This study aims to identify and assess fisheries management that includes venture capital, the catch, the marketing system, sharing system, labor system, performance of the functions of business management and financial analysis of the bottom gillnet fishery. The result of the study, the required capital of Rp. 4, 100,000. the catch is classified as demersal fish. Marketing system of fishermen, wholesaler, fish traider and consumers. But if it catches a bit of a marketing system directly to consumers. Sharing system 50% for owners and 50% for fishermen workers. The labour are needed 3-4 people. Keywords: Bussiness Management, bottom Gillnet, Manado Tua 1   Abstrak Penelitian ini mengkaji tentang manajemen usaha perikanan jaring insang dasar di KelurahanManado Tua 1.Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji manajemen usaha perikanan yang mencakup modal usaha, hasil tangkapan, sistem pemasaran, sistem bagi hasil dan sistem tenaga kerja, pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen. Berdasarkan hasil penelitian, modal yang dibutuhkan sebesar Rp. 4.100.000.Hasil tangkapan ialah ikan yang tergolong demersal, sistem pemasaran dari nelayan, pedagang besar, pedagang pengecer, konsumen. Tetapi jika hasil tangkapan sedikit, sistem pemasaran yang dilakukan dari nelayan langsung kepada konsumen. Sistem bagi hasil 50% untuk nelayan pemilik dan 50% untuk nelayan pekerja. Tenaga kerja yang dibutuhkan 3-4 orang. Kata Kunci: Manajemen Usaha, jaring Insang Dasar, Manado Tua 1

Page 10 of 30 | Total Record : 298