cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
AKULTURASI (JURNAL ILMIAH AGROBISNIS PERIKANAN)
ISSN : 23374195     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 298 Documents
STRATEGI NELAYAN DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN RUMAH TANGGA (STUDI KASUS DI DESA TATELI DUA KECAMATAN MANDOLANG KABUPATEN MINAHASA PROVINSI SULAWESI UTARA) Wulandari, Novita A; Jusuf, Nurdin; Pontoh, Otniel
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 4, No 7 (2016): (April 2016)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.4.7.2016.12982

Abstract

AbstractFishermen household has a special characteristic, such use the use of coastal and marine areas (common property) as a factor of production, working hours should follow the oceanographic conditions (sail only an average of about 20 days in a month, the rest is relatively idle). Fishermen were particularly vulnerable to seasonal changes caused by climate change, making studies of the lives of fishermen generally emphasize the poverty and economic uncertainty experienced fishermen and their families. Based on those problems that can be formulated, any strategy that made the fisherman community in meeting the needs of the household?. The purpose of this study are: 1). examines the general state of the village Tateli Dua Mandolang Minahasa District of Northern Sulawesi province, 2). detailing the standard of living in terms of the social aspect is education, number of dependents, age structure, and organization / social institutions, 3). detailing the standard of living in terms of the economic aspects ie venture capital, marketing catches, income and expenditure, 4). explore and learn strategies fishermen community in meeting the needs of the household. Basic research will be used is a case study. The case study is a study done by studying a particular case in which the object is limited (Helmi and Satria, 2012). The results showed that in meeting household needs, fishermen in the village Tateli Two has a three-pronged strategy: 1). The use of alternative livelihoods, 2). Contributions empowerment fisherman's wife, and 3). Saving of household spending.Keywords: Household, Fishermen, Strategy AbstrakRumah tangga nelayan memiliki ciri khusus seperti penggunaan wilayah pesisir dan laut (common property) sebagai faktor produksi, jam kerja harus mengikuti kondisi oseanografis (melaut hanya rata-rata sekitar 20 hari dalam satu bulan, sisanya relatif menganggur). Nelayan menjadi sangat rentan terhadap perubahan musim yang diakibatkan oleh perubahan iklim, membuat kajian-kajian terhadap kehidupan nelayan umumnya menekankan pada kemiskinan dan ketidakpastian ekonomi yang dialami nelayan dan keluarganya. Berdasarkan hal tersebut dapat dirumuskan permasalahan yaitu, strategi apa saja yang dilakukan masyarakat nelayan dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga?. Tujuan dari penelitian ini yaitu : 1). menelaah keadaan umum Desa Tateli Dua Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara, 2). merinci taraf hidup ditinjau dari aspek sosial adalah pendidikan, jumlah tanggungan keluarga, struktur umur, dan organisasi/lembaga sosial, 3). memerinci taraf hidup ditinjau dari aspek ekonomi yaitu modal usaha, pemasaran hasil tangkapan, pendapatan dan pengeluaran serta 4). menggali dan mempelajari strategi masyarakat nelayan dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga. Dasar penelitian ini adalah studi kasus. Studi kasus adalah penelitian yang dilakukan dengan cara mempelajari satu kasus tertentu pada obyek yang terbatas (Helmi dan Satria, 2012). Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga, nelayan yang ada di Desa Tateli Dua memiliki tiga bentuk strategi yaitu 1). Penggunaan mata pencaharian alternatif, 2). Kontribusi pemberdayaan istri nelayan, dan 3). Penghematan belanja rumah tanggaKata Kunci : Rumah tangga, Nelayan, Strategi
ANALISIS FINANSIAL USAHA IKAN ASAP PINEKUHE DI KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE Bue, Danny Rofiyanto; Andaki, Jardie A.; Pangemanan, Jeannette F.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 3, No 6 (2015): (Oktober 2015)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.3.6.2015.13422

Abstract

Abstract Pinekuhe smoked fish business is often faced with the lack of capital and lack of management in an effort to increase production. The lack of efficient production processes in the suspect is a problem that arises due to ignorance of the fishermen in regulating the financial factors of production, that the maximum benefit is not achieved. Based on these things, then the problem can be formulated as follows: What are the factors that affect the business financial analysis of smoked fish Pinekuhe in the rate of business profits smoked fish Pinekuhe in Tahuna Sangihe Islands Regency. As well as how to optimize financial Pinekuhe smoked fish in order to achieve the maximum rate of profit. The purpose of this study, namely 1) make a financial analysis of smoked fish business Pinekuhe Tahuna on Sangihe Islands Regency and 3) to study the rate of profit on Pinekuhe smoked fish business. Basic research will be used is a case study, the research form by studying a particular case in which the object is limited (Widi, 2010). The results showed that the sale of smoked fish "pinekuhe" conducted only in the area of ​​Market Towo'e in Tahuna. Sales made in addition to the market Towo'o Tahuna also based on orders from customers. Based on the criteria of financial analysis efforts smoked fish "pinekuhe" in Tahuna eligible to run. Small-scale enterprises of smoked fish business "pinekuhe" causes the value of a little profit. Keywords: pinekuhe, smoked fish, financial analysis Abstrak Usaha ikan asap Pinekuhe seringkali dihadapkan pada keterbatasan modal dan kurangnya manajemen dalam upaya peningkatan produksi. Ketidak efisiennya proses produksi di duga merupakan suatu masalah yang timbul akibat ketidaktahuan nelayan dalam mengatur finansial pada faktor-faktor produksinya, sehingga keuntungan maksimal tidak tercapai. Berdasarkan hal-hal tersebut, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : Faktor apa saja yang berpengaruh pada analisis finansial usaha ikan asap Pinekuhe dalam tingkat keuntungan usaha ikan asap Pinekuhe di Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe. Serta bagaimana cara mengoptimalkan finansial ikan asap Pinekuhe agar tercapai tingkat keuntungan secara maksimal. Tujuan penelitian ini, yaitu 1) membuat analisis finansial usaha ikan asap Pinekuhe Tahuna di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan 3) mempelajari tingkat keuntungan pada usaha ikan asap Pinekuhe. Dasar penelitian yang akan digunakan adalah studi kasus, yaitu bentuk penelitian yang dilakukan dengan cara mempelajari suatu kasus tertentu pada obyek yang terbatas (Widi, 2010). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjualan ikan asap “pinekuhe” dilakukan hanya di wilayah Pasar Towo’e di Tahuna. Penjualan dilakukan selain di Pasar Towo’o Tahuna juga dilakukan berdasarkan pesanan dari konsumen. Berdasarkan kriteria analisis finansial usaha ikan asap “pinekuhe” di Tahuna layak dijalankan. Skala usaha yang kecil dari usaha ikan asap “pinekuhe” menyebabkan nilai keuntungan sedikit. Kata kunci: pinekuhe, ikan asap, analisis financial
PENILAIAN NELAYAN TERHADAP PROGRAM PENGEMBANGAN PERIKANAN TANGKAP HUHATE DI KOTA BITUNG PROVINSI SULAWESI UTARA Husuna, Fatra; Rantung, Steelma V.; Kotambunan, Olvie O.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 5, No 9 (2017): (April 2017)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.5.9.2017.16991

Abstract

AbstrakPerikanan tangkap sebagai sistem yang memiliki peran penting dalam penyediaan pangan, kesempatan kerja, perdagangan dan kesejahteraan serta rekreasi bagi sebagian penduduk Indonesia perlu dikelola yang berorientasi pada jangka panjang.Pole and line merupakan alat tangkap yang sudah lama digunakan oleh nelayan. Hasil tangkapan pole and line adalah ikan cakalang dan ikan tuna, yang merupakan komoditas primadona dibidang perikanan, karena dilihat dari peranannya khususnya ekspor komoditas untuk ikan cakalang.Wilayah perairan Indonesiamerupakan suatu wilayah perairan yang sangat potensial untuk penangkapan ikan cakalang.Program pengembangan perikanan dengan cara memperkuat kelembagaan sosial ekonomi masyarakat memiliki peluang yang besar untuk memberikan kontribusi yang efektif dan efisien terhadap perubahan sosial, ekonomi dan politik, serta dinamika pembangunan kawasan. Keberhasilan pencapaian ini akan menjadi landasan membangun masyarakat nelayan yang semakin baik di kawasan pesisir pada masa-masa mendatang.Adapun tujuan penelitian ini yaitu. (1) Mengetahui perkembangan program pengembangan perikanan tangkap di daerah penelitian. (2) Mengetahui karakteristik nelayan yang mengikuti program pengembangan perikanan tangkap.(3) Mengetahui  sikap atau tanggapan nelayan terhadap program pengembangan perikanan tangkap.(4) Mengetahui hambatan-hambatan yang dihadapi oleh pelaksana program pengembangan perikanan tangkap di daerah penelitian. Adapun manfaat penelitian ini : (1) sebagai bahan informasi bagi pihak yang membutuhkan, baik untuk kepentingan akademis maupun non akademis.(2) Sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan bagi pihak-pihakyang berkepentingan, khususnya pemerintah dalam program pengembangan perikanan tangkap.Metode penelitian yang digunakan yaitu  metode survei dan pengumpulan data dilakukan secara sensus. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder serta analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif,untuk mengetahui penilaian sikap atau tanggapan nelayan dapat dipergunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang mengenai suatu gejala atau fenomena.Program bantuan yang digulirkan pemerintah, memperlihatkan dampak positifnya. Sejumlah nelayan di lokasi penelitian mengatakan bahwa mereka senang karena mendapatkan hasil rata-rata dua kali lipat. Ini menunjukkan, sesungguhnya penggunaan bantuan kapal mempunyai tujuan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas nelayan, dengan program bantuan kapal, secara langsung mendukung peningkatan kemampuan nelayan dari skala kecil ke skala menengah dan besar.Kata kunci: huhate, pengembangan, perikanan tangkap, penilaian nelayan
KONTRIBUSI USAHA TRANSPORTASI “OJEK PERAHU” TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI KELURAHAN SINDULANG KECAMATAN TUMINTING KOTA MANADO Ruauw, Fernanda Grasela; Andaki, Jardie A.; Tambani, Grace O.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 6, No 12 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.6.12.2018.22630

Abstract

AbstractBoats are the choice for transportation activities on the river. The condition of the Tondano River, specifically at the river mouth is suitable for boat crossings. The need to move from one side of the river to the other side of the river with various needs, raises remuneration for "mining" boats / ojek boats. Opinions generated from this remuneration contribute to family income.The objectives of this study, namely: 1) identify the activities of "mining" boat / ojek boat transportation in the Tondano River Estuary of Manado City; and 2) determine the contribution of "mining" boat / ojek boat transportation activities in the Tondano River Estuary of Manado City to family income.The subjects of this study were the people in Sindulang I and Sindulang II Subdistrict Tuminting Sub-District, Manado City who carried out the business of "mining" boats / ojek boats. While the objects in this study were household income in Sindulang I Village and Sindulang II Tuminting District, Manado City.Analysis technique is an attempt to determine the answer to the question about the formula and the things obtained in a study. Data that has been entered and collected is analyzed to answer the research objectives. Data analysis techniques are adjusted to the research objectives. The data analysis techniques used in this study are as follows:Analysis of the contribution of boat mining / ojek boat businesses to total household income is carried out by the percentage method. Contributions are contributions that can be given by something to other things. The data obtained were analyzed without statistical tests by calculating the amount of money obtained from a business activity "boat mining" / ojek boat and total household income multiplied by one hundred percent.The results of the research and discussion can be concluded: 1) boat motorcycle taxi activities carried out in the form of ferry services and boat rental services for use as a means of fishing or fishing activities; 2) the contribution of boat motorcycle taxis to family income is 81.97%, while the remaining 18.03% is contributed by other businesses outside the boat ojek business; 3) outpouring of work time causes the contribution of boat motorcycle taxis to be greater than the contribution of other businesses outside the boat ojek business.Keywords: transportation, boat motorcycle taxi, activities, contributions AbstrakPerahu menjadi pilihan untuk aktivitas transportasi di sungai. Kondisi Sungai Tondano, khusus pada muara sungai cocok untuk penyeberangan menggunakan perahu. Kebutuhan untuk berpindah dari satu sisi sungai menuju sisi lain dari sungai dengan berbagai keperluan, menimbulkan balas jasa bagi perahu “tambangan” / ojek perahu. Pendapat yang dihasilkan dari balas jasa ini berkontribusi terhadap pendapatan keluarga. Tujuan dari penelitian ini, yaitu : 1) mengidentifikasi aktivitas transportasi perahu “tambangan” / ojek perahu di Muara Sungai Tondano Kota Manado; dan 2) menentukan kontribusi aktivitas transportasi perahu “tambangan” / ojek perahu di Muara Sungai Tondano Kota Manado terhadap pendapatan keluarga.Subjek penelitian ini adalah masyarakat di Kelurahan Sindulang I dan Sindulang II Kecamatan Tuminting Kota Manado yang menjalankan kegiatan usaha perahu “tambangan” / ojek perahu. Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah pendapatan rumah tangga di Kelurahan Sindulang I dan Sindulang II Kecamatan Tuminting Kota Manado.Teknik analisis merupakan suatu usaha untuk menentukan jawaban atas pertanyaan tentang rumusan dan hal-hal yang diperoleh dalam suatu penelitian. Data yang sudah masuk dan terkumpul dianalisis ubtuk menjawab tujuan penelitian. Teknik analisis data disesuaikan dengan tujuan penelitian. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:Analisis kontribusi usaha perahu “tambangan” / ojek perahu terhadap pendapatan total rumah tangga dilakukan dengan metode persentase. Kontribusi adalah sumbangan yang dapat diberikan oleh suatu hal terhadap hal lain. Data yang diperoleh dianalisis tanpa uji statistik dengan menghitung jumlah uang yang diperoleh dari suatu kegiatan usaha perahu “tambangan” / ojek perahu dan pendapatan total rumah tangga dikali seratus persen.Hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan: 1) aktivitas ojek perahu dilakukan dalam bentuk jasa penyeberangan dan jasa sewa perahu untuk penggunaan sebagai sarana aktivitas pemancingan atau mencari ikan; 2) kontribusi usaha ojek perahu terhadap pendapatan keluarga sebesar 81,97%, sedangkan sisanya 18,03% dikontribusi dari usaha lain di luar usaha ojek perahu; 3) curahan waktu kerja menyebabkan kontribusi pendapatan ojek perahu lebih besar dari kontribusi usaha lain di luar usaha ojek perahu.Kata kunci : transportas, ojek perahu, aktivitas, kontribusi
KARAKTERISTIK BURUH WANITA PENGANGKUT IKAN DI TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) TUMUMPA KOTA MANADO Rumbewas, Ferdinand; Andaki, Jardie A.; Dien, Christian R.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 3, No 5 (2015): (April 2015)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.3.5.2015.13409

Abstract

Abstract Women's participation is absolutely necessary, because it is the basic capital in development. The use of female labor is aimed at increasing the participation or the role of women in society (Aninomous, 2000). Most women in Indonesia seek to cover the shortfall because of the husband's income needs of families of small and erratic. They are also forced to work because her husband got a disaster, illness and accidents so that women become heads of households. Women should be wise in managing household spending. Daily routine expenditures are basic needs such as food and school transport must be arranged properly. This study aims to determine the characteristics of women workers in share time with duties as a housewife, and identify factors driving and inhibiting female workers in carrying out his job as a laborer women in TPI Tumumpa Manado North Sulawesi. Data collection is done on women workers transporting fish from fishing boats catching pajeko, by observation, interviews, and questionnaires. The data obtained were processed and analyzed descriptively. Descriptive analysis performed for the interpretation of the data for the conclusion. Descriptive data analysis will provide an overview description of the sentences that are connected with the existing theory, through simple calculations like; the sum, average, and percentage. Based on the results of research and discussion, it can be concluded: 1) general factors that encourage women to work as laborers because of the economic needs of the family are insufficient, 2) work as a carrier of the fishery conducted on the sidelines of time between work as a housewife and opportunities of labor demand increases during the season good fish, 3) factors inhibiting women workers in doing their jobs is job competition with male workers, and 4) women fish transport has an important economic role for the family to actively participate in productive activities and earn income which can add to the family income, but still play a role as housewife and community activities. Keywords: characteristics, women laborers, driving factors, factors inhibiting Abstrak Partisipasi perempuan mutlak diperlukan, karena merupakan modal dasar dalam pembangunan. Penggunaan tenaga kerja perempuan bertujuan untuk meningkatkan partisipasi atau peranan perempuan dalam masyarakat (Aninomous, 2000). Sebagian besar perempuan di Indonesia berupaya menutupi kekurangan kebutuhan keluarga karena penghasilan suami kecil dan tidak menentu. Mereka juga terpaksa bekerja karena suami mendapat musibah, sakit serta kecelakaan sehingga perempuan menjadi kepala rumah tangga. Perempuan harus bijak dalam mengatur belanja rumah tangga. Pengeluaran rutin sehari-hari merupakan kebutuhan pokok seperti makanan dan transport sekolah haruslah diatur dengan baik. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik buruh wanita dalam membagi waktu dengan tugas sebagai ibu rumah tangga, dan mengetahui  faktor pendorong dan penghambat buruh wanita dalam melaksanakan pekerjaannya sebagai buruh wanita di TPI Tumumpa Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara. Pengumpulan data dilakukan pada wanita buruh pengangkut ikan hasil penangkapan kapal ikan pajeko, dengan cara observasi, wawancara, dan kuisioner. Data yang diperoleh diolah dan dianalisis secara deskriptif. Analisis deskriptif dimaksud untuk memberikan bahasan atau penafsiaran terhadap data-data untuk memperoleh kesimpulan. Analisis data deskriptif akan memberikan gambaran keterangan dengan kalimat-kalimat yang dihubungkan dengan teori yang ada, melalui perhitungan sederhana seperti; penjumlahan, rata-rata dan persentase. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan : 1) secara umum faktor yang mendorong wanita bekerja sebagai buruh karena kebutuhan ekonomi keluarga yang tidak mencukupi, 2) pekerjaan sebagai pengangkut hasil perikanan dilakukan di sela-sela waktu antara pekerjaan sebagai ibu rumah tangga dan peluang permintaan tenaga kerja meningkat saat musim ikan baik, 3) faktor penghambat buruh wanita dalam melakukan pekerjaannya adalah persaingan pekerjaan dengan buruh laki-laki, dan 4) wanita pengangkut ikan memiliki peran ekonomi yang cukup penting bagi keluarga dengan turut aktif pada kegiatan produktif dan memperoleh penghasilan yang dapat menambah pendapatan keluarga, namun tetap menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga dan kegiatan kemasyarakatan. Kata kunci : karakteristik, buruh wanita, faktor pendorong, faktor penghambat
KAJIAN MATA PENCAHARIAN PENDUDUK DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEBERADAAN SUMBER DAYA LAUT DI KELURAHAN BUNAKEN KECAMATAN BUNAKEN KOTA MANADO Pontoh, Otniel
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 2, No 4 (2014): (Oktober 2014)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.2.4.2014.13381

Abstract

Abstract This study was conducted to determine the level of use of marine resources in the waters of Bunaken by residents of the surrounding villages. The occupation of the village has been exploiting the natural resources of the sea as a source of livelihood for their survival. This study uses a case study to illustrate (collect, describe, express, to explain in detail the activities of the community in exploiting marine resources). Bunaken villagers numbering 2598 inhabitants come from 531 households. The number of fishermen 695 people (70.7%). Fishing gear they use are different types of nets or soma pajeko (small puse seine), paka-paka, landra (gill-net) and rarape (beach seine). Likewise, trolling equipment, Noru, Funae, kites and darts (Jubi-Jubi). Outboard motor is a type of transport used to go to sea, but some are not. Results obtained from the fish traditional fishing businesses that still only enough to meet their daily needs and if there are fewer, sold to buy other necessities. Besides fishing, fishermen and other residents are farmers, artisans, small traders, construction workers, selling services, and so forth. Fishing effort is still traditional because the level of resource utilization is still low. It can be concluded that the occupation of the village of Bunaken low utilization rate, so that a positive effect on the condition of a sustainable resource. Keyword: livelihood, residents, fishermen, marine resources, Bunaken Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk menentukan tingkat pemanfaatan sumber daya laut di perairan desa Bunaken oleh penduduk sekitarnya. Pendudukan desa selama ini mengeksploitasi sumber daya alam dari laut sebagai sumber mata pencaharian untuk kelangsungan hidup mereka. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus guna menggambarkan (mengumpulkan, mendeskripsikan, mengungkapkan, untuk menjelaskan secara detail aktivitas masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya laut). Penduduk desa Bunaken berjumlah 2598 penduduk berasal dari 531 kepala keluarga. Jumlah nelayan 695 orang (70,7%). Alat penangkapan ikan yang mereka gunakan ialah berbagai jenis jaring atau soma pajeko (small puse seine), paka-paka, landra (gill-net) dan rarape (pukat pantai). Demikian juga peralatan trolling, noru, funae, layang-layang dan panah (jubi-Jubi). Motor tempel merupakan jenis transportasi yang digunakan untuk melaut, namun ada juga yang tidak. Hasil yang diperoleh dari ikan hasil tangkapan usaha perikanan yang masih tradisional hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan jika ada lebih sedikit, dijual untuk membeli kebutuhan lainnya. Selain memancing, nelayan dan warga lainnya adalah petani, pengrajin, pedagang kecil, pekerja konstruksi, menjual jasa, dan sebagainya. Usaha penangkapan ikan yang masih tradisional menyebabkan tingkat pemanfaatan sumber daya masih rendah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendudukan Desa Bunaken rendah tingkat pemanfaatan, sehingga berpengaruh positif pada kondisi sumber daya lestari. Kata kunci: mata pencaharian, penduduk desa, nelayan, sumber daya kelautan, Bunaken
ANALISIS RANTAI NILAI PRODUK OLAHAN TUNA CAKALANG DI PULAU LEMBEH UNTUK PEMASARAN LOKAL DI KOTA BITUNG PROVINSI SULAWESI UTARA Kharie, Wandi Rivandi; Manoppo, Victoria E. N.; Wasak, Martha
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 5, No 9 (2017): (April 2017)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.5.9.2017.16982

Abstract

AbstrakProduksi perikanan laut  di Sulawesi Utara   285 265.60 ton di tahun 2015, dan khusus Bitung berjumlah  49 483.70 ton (Anonimous, 2016). Potensi dan produksi perikanan laut di Kota Bitung cukup tinggi, sehingga pengembangan industri perikanannya lebih tepat diarahkan pada industri pengolahan perikanan laut, khususnya untuk peningkatan nilai tambah potensi beberapa jenis ikan ekonomis tinggi seperti Tuna dan Cakalang (Anwar, 2011)).Tujuan penelitian ini, yaitu 1) menganalisis bagaimana kondisi rantai nilai produk olahan tuna cakalang di Pulau Lembeh untuk pemasaran lokal di Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara. 2 mendeskripsikan hambatan-hambatan apa saja yang ada dalam proses pengolahan dan pemasaran nilai produk olahan tuna cakalang di Pulau Lembeh untuk pemasaran lokal di Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif.Hasil penelitian ini dapat disimpulkan, yaitu :1.   Kondisi rantai nilai produk olahan tuna cakalang di Pulau Lembeh untuk  pemasaran lokal di Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara.a.   Rantai nilai yang ada mulai dari pedagang pengumpul ke pengolah ikan dilanjutkan dengan pemasaran ke KSU masyarakat pesisir di pasar Sagrat Bitung.b.   Pada tingkat pengumpul ikan dijual dalam bentuk segar dikemas dalam keranjang atau ember/loyang besar. Dijual dengan harga Rp. 8.500,- per kg, sehingga kebutuhan rata-rata 200 kg per produksi, maka pedagang pengumpul memperoleh hasil penjualan sebesar Rp. 1.700.000,-.c.    Pada tingkat pengolah, ikan diproses lagi menjadi ikan olahan yaitu ikan kayu  sebanyak 40 kg dan dijual dengan harga total Rp. 3.600.000,-, biaya sebesar Rp. 220.000,- sehingga memperoleh margin atau nilai tambah  sebesar Rp. 1.680.000/produksi.d.   Di tingkat pembeli dalam hal ini KSU masyarakat pesisir memperoleh margin sebesar Rp.1.550.000,-2.   Hambatan-hambatan dalam proses pengolahan dan pemasaran  produk olahan tuna cakalang di Pulau Lembeh untuk pemasaran lokal di Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara hanyalah pada  :a.   Masih berorientasi ke pembeli yang hanya satu orang saja.b.   Memerlukan peralatan yang lebih modern untuk mendapatkan hasil produksi lebih tinggi.c.    Memerlukan tambahan modal, agar bisa diversivikasi hasil usaha.Bertolak dari hambatan, maka dapatlah disarankan sebagai berikut :1.   Baik nelayan, pedagang pengumpul, pengolah ikan  bisa meningkatkan produksinya melalui peralatan tangkap yang lebih baik dan lebih modern2.   Pembeli dalam hal ini KSU masyarakat pesisir bisa mengadakan tambahan binaan pengolah ikan sebagai penyedia ikan kayu. Kata kunci : Rantai Nilai, Ikan Kayu , Lembeh
ANALISIS SWOT PENGELOLAAN USAHA PERIKANAN NELAYAN WILAYAH PESISIR KECAMATAN MANDOLANG KABUPATEN MINAHASA PROVINSI SULAWESI UTARA Manoppo, Victoria E.N.; Pangemanan, Jeannette F.; Jusuf, Nurdin
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 6, No 12 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.6.12.2018.22602

Abstract

AbstractThe decline in fishermen's income was triggered by increased household needs while the income of fishermen's fate seemed to be unbearable. This is also experienced by Neyan in the Coastal Region of Mandolang District, Minahasa Regency. Their income continues to decline even more often they have no cost for their daily lives. They are in debt which is strangling their necks. They are increasingly desperate because there is no solution offered either from the government or from other relevant parties. Starting from the background, the problem is formulated as follows: 1. What causes the level of income of fishermen in the Coastal Zone of Mandolang District to decrease; 2. How do they increase their income. The research objectives are: 1. To describe and analyze what causes the level of income of fishermen in the Coastal Zone of Mandolang District to decrease; 2. To analyze how they increase their income. This research will be carried out in the Coastal Area of Mandolang District, Minahasa Regency in 2017 since it was signed a work contract with LPPM. The method in this study is purposive sampling method. Data sources are primary data and secondary data. Data analysis is qualitative descriptive analysis and quantitative description.Keywords: coastal area, income of fishermen, Mandolang sub-district AbstrakTurunnya pendapatan nelayan itu dipicu kebutuhan rumah tangga yang meningkat sedangkan pendapatan nasib nelayan seolah tak lepas dirundung malang. Hal ini juga dialami oleh neyan di Wilayah Pesisir Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa. Pendapatan mereka semakin hari semakin menurun bahkan seringkali  mereka tidak mempunyai biaya untuk kehidupan mereka sehari-hari. Mereka terlbat utang yang semakin mencekik leher.  Mereka semakin putus asa karena belum ada jalan keluar yang ditawarkan baik dari pemerintah ataupun dari pihak-pihak terkait lainnya.  Bertitik tolak dari latar belakang tersebut maka masalah dirumuskan sebagai berikut: 1. Apa yang menyebabkan turunnya tingkat pendapatan nelayan di Wilayah Pesisir Kecamatan Mandolang; 2. Bagaimana cara mereka meningkatkan pendapatan mereka. Adapun tujuan penelitian adalah : 1. Untuk mengdeskripsikan dan menganalisis apa yang menyebabkan turunnya tingkat pendapatan nelayan di Wilayah Pesisir Kecamatan Mandolang; 2. Untuk menganalisis bagaimana cara mereka meningkatkan pendapatan mereka. Penelitian ini akan dilaksanakan di Wilayah Pesisir Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa pada tahun 2017 sejak di tandatangani kontrak kerja dengan LPPM. Metode dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling. Sumber data adalah data primer dan data sekunder. Analisis data yakni analisis deskriptif kualitatif dan deskripsi kuantitatif.Kata kunci: wilayah pesisir, pendapatan nelayan, kecamatan Mandolang
KARAKTERISTIK TENAGA KERJA PENGALENGAN IKAN DI PT. CITRA RAJA AMPAT CANNING SORONG KOTA SORONG PROVINSI PAPUA BARAT Kocu, Agustina; Rantung, Steelma V.; Kotambunan, Olvie V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 1, No 1 (2013): (April 2013)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.1.1.2013.13307

Abstract

Abstract In the days of tight competition, efforts to improve the quality and productivity of labor are needed. Improving the quality of human resources in the labor aspect of the system was developed through the integration of education and training on the basis of developments in science and technology. Labor characteristics are traits that entrenched for a long time. Characteristics of the labor force were age, education, region of origin, religion, expertise, skills and productivity. This study aimed to investigate the characteristics of the workforce in the industry PT. Canning image of Raja Ampat Sorong. Basic research is a case study and the nature of this research is descriptive. Method of data collection is done by sampling techniques were analyzed using descriptive analysis method. The research was carried out for 1 month at PT. Canning image of Raja Ampat Sorong. The company is located in the village of Kampung Baru, Sorong, west Papua. Workforce numbered 631 men, aged 25-30 years at most. Most are elementary school education. Most regions of origin, namely West Papua, while the little originating from Napier. Hindu religion is the least, which many are Protestant Christians. Highest productivity in January, is FP = 3,940,982 per person by the number of 631, while the lowest in December, ie FP = 2,310,085 per person by the number of 129 people. Working time starts at 7:00 a.m. to 15:00, with the basic wage is Rp. 384,000.00. Keywords: characteristics, labor, canning, productivity   Abstrak Di era persaingan yang semakin ketat, upaya untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas tenaga kerja sangat dibutuhkan. Peningkatatan kualitas sumberdaya manusia dalam aspek ketenagakerjaan dikembangkan melalui sistem keteRp. aduan antara dunia pendidikan dan pelatihan atas dasar perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karakteristik tenaga kerja adalah sifat-sifat yang membudaya sejak lama. Karakteristik tenaga kerja tersebut adalah umur, pendidikan, asal daerah, agama, keahlian, ketrampilan dan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tenaga kerja pada industri PT. Citra Raja Ampat Canning Sorong. Dasar penelitian yang digunakan adalah studi kasus dan sifat penelitian ini adalah deskriptif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik sampling yang dianalisis mengunakan metode analisis deskriptif. Penelitian ini dilakukan selama 1 bulan di PT. Citra Raja Ampat Canning Sorong. Perusahaan ini berlokasi di Kelurahan Kampung Baru, Kota Sorong, propinsi Papua Barat. Tenaga kerja berjumlah 631 orang, paling banyak berumur 25-30 tahun. Pendidkan terbanyak adalalah sekolah dasar. Asal daerah paling banyak, yaitu Papua Barat, sedangkan sedikit berasal dari Makasar. Agama paling sedikit adalah hindu, yang banyak adalah Kristen Protestan. Produktivitas tertinggi pada bulan Januari, yaitu FP = 3.940.982/orang dengan jumlah 631, sedangkan terendahpada bulan Desember, yaitu FP = 2.310.085/orang dengan jumlah 129 orang. Waktu kerja dimulai pada pukul 07.00-15.00, dengan upah pokok berjumlah Rp. 384.000,00. Kata Kunci:karakteristik, tenaga kerja, pengalengan, produktivitas
ANALISIS NILAI TAMBAH PADA RANTAI PASOK PRODUK TUNA SEGAR ANTAR PULAU DI KECAMATAN ESSANG SELATAN KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD PROVINSI SULAWESI UTARA Naung, Pelia; Andaki, Jardie A.; Pangemanan, Jeannette F.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 6, No 11 (2018): April (2018)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.6.11.2018.25022

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini, yaitu: 1) mengidentifikasi nilai tambah pada rantai pasok produk tuna segar antar pulau di Kecamatan Essang Selatan Kabupaten Kepulauan Talaud Provinsi Sulawesi Utara, dan 2) mengetahui nilai tambah pada rantai pasok produk tuna segar antar pulau di Kecamatan Essang Selatan Kabupaten Kepulauan Talaud Provinsi Sulawesi Utara.Berdasarkan bentuk dan metode penelitiannya, penelitian ini menggunakan teknik survei. Ciri khas penelitian ini adalah data dikumpulkan dari responden yang banyak jumlahnya dengan menggunakan kuesioner. Salah satu keuntungan utama dari penelitian ini ialah memungkinkan pembuatan generalisasi untuk populasi yang besar (Masri dan Sofian, 2006). Menurut Hasan (2010), penelitian survei adalah penelitian yang tidak melakukan perubahan (tidak ada perlakuan khusus) terhadap variabel-­variabel yang diteliti. Penelitian ini membahas tentang nilai tambah pada rantai pasok tuna segar antar pulau. Rantai pasok dimaksud, yaitu Rantai Pasok I (R1) (Desa Sambuara dan Ambia), Rantai Pasok II (R2) (Pasar Bersehati), dan Rantai Pasok III (R3) (PT. Nutrindo dan PT. SIG Asia di Bitung).Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan: 1) nilai tambah pada rantai pasok produk tuna segar antar pulau, berupa nilai tambah pada margin pemasaran dan keuntungan, jumlah tenaga kerja dan upah tenaga kerja; dan 2) nilai tambah paling besar pada margin penjualan tuna antar pulau berada pada R2, terutama pada penjualan tuna segar grade A/B, sedangkan nilai tambah keuntungan terbesar berada pada R3. Nilai tambah tenaga kerja paling besar berada pada R3, demikian juga untuk upah tenaga kerja.Saran dalam penelitian ini, yaitu : 1)        perlunya peningkatan kemampuan nelayan dalam mempertahankan kualitas tuna, terutama pada saat penangkapan, dan 2)      penjualan tuna segar melalui mekanisme penjualan menggunakan grade perlu diadakan bukan hanya menetapkan tuna dengan harga lokal saja terutama pada rantai pasok R1.

Page 8 of 30 | Total Record : 298